Makalah Ic

of 29 /29
TEKNIK LISTRIK DAN ELEKTRONIKA LANJUT INTEGRATED CIRCUIT (IC) Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Listrik dan Elektronika Lanjut Dosen Pengampu : Drs. H. Emilly Dardi, M.Kes. Oleh : 1. Nur Kholifah (K2513051) 2. Putri Fatma Nur Sholika (K2513052) 3. Rafli Rizky Arief (K2513053) 4. Rahcmadani (K2513054) 5. Retno Damayanti (K2513056) PENDIDIKAN TEKNIK MESIN i

description

makalah mengenai integrated circuit

Transcript of Makalah Ic

TEKNIK LISTRIK DAN ELEKTRONIKA LANJUTINTEGRATED CIRCUIT (IC)

Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teknik Listrik dan

Elektronika Lanjut

Dosen Pengampu : Drs. H. Emilly Dardi, M.Kes.

Oleh :

1. Nur Kholifah (K2513051)

2. Putri Fatma Nur Sholika (K2513052)

3. Rafli Rizky Arief (K2513053)

4. Rahcmadani (K2513054)

5. Retno Damayanti (K2513056)

PENDIDIKAN TEKNIK MESINFAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA2015/2016

KATA PENGANTAR

i

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang melimpahkan

rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan

Judul ”Integrated Circuit (IC)” dengan lancar.

Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak,

penulis tidak dapat menyelesaikan Makalah ini dengan baik. Kesempatan ini

penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-

Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar

tanpa ada halangan.

2. Dosen pembimbing Mata Kuliah Teknik Listrik dan Elektronika,

Bapak Drs. H. Emilly Dardi, M.Kes., yang telah membimbing dalam

penyusunan makalah ini.

3. Orang tua yang senantiasa memberikan dukungan sehingga penulis

dapat menyelesaikan makalah.

4. Teman-teman mahasiswa/mahasiswi lainnya yang telah memberikan

masukan demi kesempurnaan makalah ini.

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh

karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada

umumnya.

Surakarta,17 Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI

ii

HALAMAN JUDUL............................................................................................i

KATA PENGANTAR.........................................................................................ii

DAFTAR ISI........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang...........................................................................................1

B. Rumusan Masalah.....................................................................................2

C. Tujuan........................................................................................................2

BAB II LANDASAN TEORI.............................................................................3

BAB IV PEMBAHASAN

A. Pengertian Integrated Circuit (IC)............................................................5

B. Jenis Integrated Circuit (IC).....................................................................6

C. Kunggulan IC ...........................................................................................16

D. Kelemahan IC............................................................................................17

BAB V

A. Kesimpulan ...............................................................................................18B. Saran..........................................................................................................18

DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................19

iii

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Integrated Circuit atau disingkat dengan IC adalah Komponen Elektronika

aktif yang terdiri dari gabungan ratusan, ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda,

Resistor dan Kapasitor yang diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian Elektronika

dalam sebuah kemasan kecil. Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat

itu umumnya memakai Tabung Vakum sebagai komponen utama yang kemudian

digantikan oleh Transistor yang memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi untuk

merangkai sebuah rangkaian Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan

komponen Transistor dalam jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat

Elektronika yang dihasilkannya pun berukuran besar dan kurang cocok untuk

dapat dibawa berpergian (portable).

Bahan utama yang membentuk sebuah Integrated Circuit (IC) adalah

Bahan Semikonduktor. Silicon merupakan bahan semikonduktor yang paling

sering digunakan dalam Teknologi Fabrikasi Integrated Circuit (IC). Dalam

bahasa Indonesia, Integrated Circuit atau IC ini sering diterjemahkan menjadi

Sirkuit Terpadu.

Tanpa adanya Teknologi IC (Integrated Circuit) mungkin saat ini kita

tidak dapat menikmati peralatan Elektronika Portable seperti Handphone, Laptop,

MP3 Player, Tablet PC, Konsol Game Portable, Kamera Digital dan peralatan

Elektronika yang bentuknya kecil dan dapat dibawa bepergian kemana-mana.

Mengenai IC yang sangat bermanfaat dan penting bagi kehidupan manusia, maka

penulis mencoba menyajikan makalah dengan judul “Intregated Circuit (IC)”.

B. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian Integrated Circuit (IC) ?

2. Apa saja jenis-jenis Integrated Circuit (IC) ?

3. Bagaimana cara kerja Integrated Circuit (IC) ?

1

4. Apa kelebihan Integrated Circuit (IC) dibandingkan dengan komponen

elektronika lain?

5. Apa kelemahan Integrated circuit (IC) ?

C. Tujuan dan Manfaat

1. Mengetahui pengertian Integrated Circuit (IC).

2. Mengetahui jenis-jenis Integrated Circuit (IC).

3. Mengetahui cara kerja Integrated Circuit (IC).

4. Mengetahui kelebihan Integrated Circuit (IC) dibandingkan dengan

komponen elektronika lain.

5. Mengetahui kelemahan Integrated circuit (IC).

2

BAB IILANDASAN TEORI

Integrated Circuit atau disingkat dengan IC adalah Komponen Elektronika

aktif yang terdiri dari gabungan ratusan, ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda,

Resistor dan Kapasitor yang diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian Elektronika

dalam sebuah kemasan kecil. Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat

itu umumnya memakai Tabung Vakum sebagai komponen utama yang kemudian

digantikan oleh Transistor yang memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi untuk

merangkai sebuah rangkaian Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan

komponen Transistor dalam jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat

Elektronika yang dihasilkannya pun berukuran besar dan kurang cocok untuk

dapat dibawa berpergian (portable).

Gambar Tabung Vakum

Teknologi Integrated Circuit (IC) atau Sirkuit Terpadu ini pertama kali

diperkenalkan pada tahun 1958 oleh Jack Kilby yang bekerja untuk Texas

Instrument, setengah tahun kemudian Robert Noyce berhasil melakukan fabrikasi

IC dengan sistem interkoneksi pada sebuah Chip Silikon. Integrated Circuit (IC)

merupakan salah satu perkembangan Teknologi yang paling signifikan pada abad

ke 20.

Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat itu umumnya

memakai Tabung Vakum sebagai komponen utama yang kemudian digantikan

oleh Transistor yang memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi untuk merangkai

3

sebuah rangkaian Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan komponen

Transistor dalam jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat Elektronika

yang dihasilkannya pun berukuran besar dan kurang cocok untuk dapat dibawa

berpergian (portable).

Teknologi IC (Integrated Circuit) memungkinkan seorang perancang

Rangkaian Elektronika untuk membuat sebuah peralatan Elektronika yang lebih

kecil, lebih ringan dengan harga yang lebih terjangkau. Konsumsi daya listrik

sebuah IC juga lebih rendah dibanding dengan Transistor. Oleh karena itu, IC

(Integrated Circuit) telah menjadi komponen Utama pada hampir semua peralatan

Elektronika yang kita gunakan saat ini.

Tanpa adanya Teknologi IC (Integrated Circuit) mungkin saat ini kita

tidak dapat menikmati peralatan Elektronika Portable seperti Handphone, Laptop,

MP3 Player, Tablet PC, Konsol Game Portable, Kamera Digital dan peralatan

Elektronika yang bentuknya kecil dan dapat dibawa bepergian kemana-mana.

4

BAB IIIPEMBAHASAN

A. Pengertian Intregated Circuit (IC)

Kita dapat mendefiniskan Rangkain Terintregasi (Integrated Circuit-IC)

sebagai komponen atau elemen mandiri di atas permukaan yang kontinu

membentuk rangkaian yang terpadu. Komponen atau elemen tersebut dapat

berupa diode, transistor, resistor, kapasitor dan lainnya terdefinisi di atas wafer

silicon atau bahan semikonduktor yang lain. Setelah melalui proses pabrikasi yang

kompleks akhirnya IC digunakan dalam rangkaian yang terbungkus rapi dan

mudah digunakan seperti gambar 1.

Gambar IC

Definisi lain dari Integrated Circuit (IC) adalah Komponen Elektronika

aktif yang terdiri dari gabungan ratusan, ribuan bahkan jutaan Transistor, Dioda,

Resistor dan Kapasitor yang diintegrasikan menjadi suatu Rangkaian Elektronika

dalam sebuah kemasan kecil. Sebelum ditemukannya IC, peralatan Elektronik saat

itu umumnya memakai Tabung Vakum sebagai komponen utama yang kemudian

digantikan oleh Transistor yang memiliki ukuran yang lebih kecil. Tetapi untuk

merangkai sebuah rangkaian Elektronika yang rumit dan kompleks, memerlukan

komponen Transistor dalam jumlah yang banyak sehingga ukuran perangkat

5

Elektronika yang dihasilkannya pun berukuran besar dan kurang cocok untuk

dapat dibawa berpergian (portable).

B. Jenis Integrated Circuit (IC)

Berdasarkan Aplikasi dan Fungsinya, IC (Integrated Circuit) dapat

dibedakan menjadi IC Linear, IC Digital dan juga gabungan dari keduanya.

1. IC Linear

IC Linear atau disebut juga dengan IC Analog adalah IC yang pada

umumnya berfungsi sebagai :

a) Penguat Daya (Power Amplifier)

b) Penguat Sinyal (Signal Amplifier)

c) Penguat Operasional (Operational Amplifier / Op Amp)

d) Penguat Sinyal Mikro (Microwave Amplifier)

e) Penguat RF dan IF (RF and IF Amplifier)

f) Voltage Comparator

g) Multiplier

h) Penerima Frekuensi Radio (Radio Receiver)

i) Regulator Tegangan (Voltage Regulator)

IC analog adalah IC yang tersusun oleh beberapa rangkaian (linier) dan

beroperasi dengan menggunakan sinyal sinusoidal.

Macam- macam IC analog (linier) :

a. IC Op-Amp

6

Disebut amplifier operasional atau op-amp merupakan salah satu jenis IC analog

yang berfungsi sebagai rangkaian penguat. IC Op- Amp, s dibedakan menjadi dua

macam/jenis yaitu:

1) Op- Am Inverting

Op-amp inverting merupakan rangkaian penguat yang tegangan

keluarannya berbanding terbalik dengan tegangan masuknya. Sinyal masuk ke op-

amp inverting melalui input inverting dan menghasilkan keluaran dengan sudut

fase yang berkebalikan dengan sudut fase tegangan masukan. Besarnya penguatan

tergantung pada faktor penguatan (gain) yang dirumuskan sebagai berikut:

Vout = -(R2/R1)Vin

dengan:

Vout  : tegangan keluaran penguatan operasional (output)

Vin    : tegangan masukan (input)

R1     : hambatan ke-1 (ohm)

R2     : hambatan ke-2 (ohm)

2) Op-Amp Non-Inverting

7

Penguat operasional non inverting termasuk dalam sistem analog linier,

yaitu sitem yang menghasilkan tegangan keluaran sebanding dengan tegangan

masukan yang diberikan. Penguat operasional non inverting adalah penguat yang

sinyal masukannya diberikan pada input non-inverting dan menghasilkan output

dengan sudut fase sama dengan sudut fase tegangan input. Besarnya penguatan

pada faktor penguatan (gain) yang dirumuskan sebagai berikut:

Vout = ((Ri+R2)/R1)Vin

dengan

Vout   : tegangan keluaran penguatan operasional (output)

Vin     : tegangan masukan (input)

R1      : hambatan ke-1 (ohm)

R2      : hambatan ke-2 (ohm)

3) IC timer 555

IC timer 555 merupakan IC linier yang berfungsi sebagai rangkaian

pewaktu monostable dan osilator estable. IC 555 merupakan jenis IC yang

terkenal didalam dunia elektronika analog/linier. Pada penggunaannya , IC 555

dapat dikategorikan dalam beberapa fungsi rangkaian, antara lain sebagai berikut:

a) Rangkaian Monostable

Pada rangkaian monostable , IC 555 berfungsi sebagai penghasil pulsa

diskrit. Pulsa akan dihasilkan pada saat IC 555 menerima siyal pemicu. Lebar

pulsa yang dihasilkan dipengaruhi oleh hubungan RC (resistor dan kapasitor).

Pulsa akan berhenti setelah kapasitor menerima 2/3 tegangan catu daya.  Lebar

8

pulsa dapat dimodifikasi dengan mengubah nilai resistor (R) dan kapasitor (C)

sesuai dengan rumus berikut:

t=1,1(RxC)dengan:

t     : tegangan pulsa (detik)

R    : nilai resistor (ohm)

C    : nilai kapasitor (farad)

b) Rangkaian Astable

Pada rangkaian astable, IC 555 berfungsi sebagai penghasil sinyal kotak

(pulsa) dengan frekuensi tertentu secara terus menerus. R1 menghubungan Vcc

dan pin7 (pin discharge), R2 menghubungkan pin 7(pin discharge), pin 6

(threshold), dan pin 2 (trigger). Kapasitor melakukan pengisian pada R1 dan R2,

serta hanya melakukan pengosongan pada R2. PO ada rangkaian estable,

frekuensi pulsa hanya dipengaruhi oleh nilai R1, R2, dan C. Rumusan frekuensi

pada rangkaian estable sebagai berikut:

f = 1/(In(2)xC(R1+R2))

Lebar pulsa high dirumuskan sebagai berikut :

high = In(2)x(R1+2R2)C

Lebar pulsa low dirumuskan sebagai berikut :

low = In(2)xCxR2

dengan:

R    : nilai resistor (ohm)

C    : nilai kapasitor (C)

9

4) IC Power

IC Power merupakan jenis IC yang beroperasi pada catu daya .

Umumnya , IC power digunakan pada rangkaian regulator, adaptor dan power

supply.

2. IC Digital

Perbedaan utama dari IC Linear dengan Digital ialah fungsinya, dimana IC

digital beroperasi dengan menggunakan sinyal kotak (square) yang hanya ada dua

kondisi yaitu 0 atau 1 dan berfungsi sebagai switch/saklar, sedangkan IC linear

pada umumnya menggunakan sinyal sinusoida dan berfungsi sebagai

amplifier(penguat). IC linear tidak melakukan fungsi logic seperti halnya IC-TTL

maupun C-MOS dan yang paling populer IC linier didesain untuik dikerjakan

sebagai penguat tegangan.

Dalam kemasan IC linier terdapat rangkaian linier, dimana kerja

rangkaiannya akan bersifat proporsional atau akan mengeluarkan output yang

sebanding dengan inputnya. Salah satu contoh IC linear adalah jenis Op-Amp. IC

Digital pada dasarnya adalah rangkaian switching yang tegangan Input dan

Outputnya hanya memiliki 2 (dua) level yaitu “Tinggi” dan “Rendah” atau dalam

kode binary dilambangkan dengan “1” dan “0”.

IC Digital pada umumnya berfungsi sebagai :

a. Flip-flop

b. Gerbang Logika (Logic Gates)

c. Timer

10

d. Counter

e. Multiplexer

f. Calculator

g. Memory

h. Clock

i. Microprocessor (Mikroprosesor)

j. Microcontroller

Berbeda dengan IC analog (linier) , IC digital beroperasi pada tegangan 0

volt (low) dan 5 volt (high). IC digital tersusun dari beberapa rangkaian logika

AND, OR, NOT, NAND, NOR,dan XOR). IC digital sering digunakan sebagai

aplikasi sakelar cepat. Pada perkembangannya, IC digital merupakan jenis yang

paling banyak digunakan dalam segala bidang elektronika, karena ukurannya kecil

dan memiliki fungsi yang sangat lengkap.

Hal yang perlu dingat bahwa IC (Integrated circuit) merupakan Komponen

Elektronika Aktif yang sensitif terhadap pengaruh Electrostatic Discharge (ESD).

Jadi, diperlukan penanganan khusus untuk mencegah terjadinya kerusakan pada

IC tersebut.

a. TTL(Transistor transistor Logic)IC yang paling banyak digunakan secara luas saat ini adalah IC digital

yang dipergunakan untuk peralatan komputer, kalkulator dan system kontrol

11

elektronik. IC digital bekerja dengan dasar pengoperasian bilangan Biner

Logic(bilangan dasar 2) yaitu hanya mengenal dua kondisi saja 1(on) dan 0(off).

Jenis IC digital terdapat 2(dua) jenis yaitu TTL dan CMOS. Jenis IC-TTL

dibangun dengan menggunakan transistor sebagai komponen utamanya dan

fungsinya dipergunakan untuk berbagai variasi Logic, sehingga dinamakan

Transistor.

Dalam satu kemasan IC terdapat beberapa macam gate (gerbang) yang

dapat melakukan berbagai macam fungsi logic seperti

AND,NAND,OR,NOR,XOR serta beberapa fungsi logic lainnya seperti Decoder,

Encoder, Multiflexer dan Memory sehingga pin (kaki) IC jumlahnya banyak dan

bervariasi ada yang 8,14,16,24 dan 40. Pada gambar diperlihatkan IC dengan

gerbang NAND yang mengeluarkan output 0 atau 1 tergantung kondisi kedua

inputnya.

IC TTL dapat bekerja dengan diberi tegangan 5 Volt.

Microprocessor

Microprocessor adalah alat pemroses data yang merupakan pengembangan

dari teknologi pembuatan Integrated Circuit (IC), Ada beberapa peristilahan yang

dipakai untuk menunjukan tingkat kepadatan (density) dari suatu chip IC, yaitu

12

Small Scale Integration (SSImengemas beberapa puluh transistor), Medium Scale

Integration (MSI-mengemas sampai beberapa ratus transistor), dan sekarang yang

sedang berkembang adalah Very Large Scale Integration (VLSImengemas

puluhan ribu sampai jutaan transistor).

Ultra-Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut

menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen

dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong

turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja,

efisiensi dan keterandalan komputer. Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971

membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah

komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam

sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu

tugas tertentu yang spesifik.

Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian

diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama

kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan

mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor. Contoh

tentang teknologi ULSI, misalnya microprocessor jenis 8086 mengandung 40.000

buah transistor, 80286 terdiri dari 150.000 transistor, 80386 memuat 250.000

transistor, 80486 mempunyai 1,2 juta transistor, 80586 (Pentium) 3 juta buah

transistor lebih sedangkan Intel Core 2 Duo mempunyai 271 juta transistor dan

Intel Quad Core 2 Extreme yang terdiri dari empat inti prosesor. Pengembangan

lebih lanjut microprocessor 80 inti. Silahkan hitung sendiri kandungan

transistornya dan itu akan berkembang secara terus menerus.

Apabila terjadi permasalahan pada IC jenis TTL maka sebaiknya

dilakukan hal-hal sebagai berikut :

1. IC logika biasanya dikendalikan oleh suatu detak (Clock) dari sumber

detak (Oscilator). Periksa bagian-bagian pembangkit detak, misalnya IC

NE 555. Untuk memeriksa keluaran detak dari NE 555, periksa pin 3 dari

IC NE 555, sudah menghasailkan detak berupa pulsa atau belum.

13

2. Periksa jangan sampai ada kaki (pin) yang dalam keadaan mengambang.

Kaki masukan yang tidak terhubung kemana-mana akan dianggap

berlogika '1' oleh chip IC TTL.

b. IC- CMOS

Selain TTL, jenis IC digital lainnya adalah C-MOS (Complementary with

MOSFET) yang berisi rangkaian yang merupakan gabungan dari beberapa

komponen MOSFET untuk membentuk gate-gate dengan fungsi logic seperti

halnya IC-TTL. Dalam satu kemasan IC C-MOS dapat berisi beberapa macam

gate(gerbang) yang dapat melakukan berbagai macam fungsi logic seperti

AND,NAND,OR,NOR,XOR serta beberapa fungsi logic lainnya seperti Decoders,

Encoders, Multiflexer dan Memory.

Pada gambar diperlihatkan IC dengan gerbang NOR yang mengeluarkan

output 0 atau 1 tergantung kondisi kedua inputnya. IC C-MOS dapat bekerja

dengan tegangan 12 Volt.

14

Mempunyai salah satu ciri dengan tegangan input lebih fleksibel yaitu

antara 3,5 Volt sampai 15 Volt akan tetapi, tegangan input yang melebihi 12 Volt

akan memboroskan daya. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk

menghindari kerusakan pada IC CMOS sebelum dipasangkan kedalam rangkaian.

Hal ini perlu dilakukan karena walaupun dari pabrik telah diberi proteksi berupa

dioda dan resistor dijalan masuknya namun usaha ini belum menjamin seratus

prosen. Tindakantindakan untuk menyelamatkan IC jenis CMOS.

IC CMOS harus selalu disediakan dengan kaki-kakinya ditanam dalam

foil plastik menghantar, bukan pada busa atau polistrin yang dikembangkan atau

dalam bahan pembawa dari aluminium. IC CMOS tidak boleh dikeluarkan dari

dalam kemasannya sampai ia sudah siap untuk dipasangkan pada rangkaian.

Berhati-hati untuk tidak menyentuh pin-pin (kaki) IC CMOS sebelum

dipasangkan pada rangkaian karena elektrostatik dari tangan manusia dapat

merubah dan menambah muatan oksidasi. IC CMOS harus merupakan komponen

terakhir yang dipasangkan pada papan rangkaian. Jangan dimasukan atau

ditanggalkan sementara tegangan catu daya disambungkan. Gunakan pemegang

atau soket IC yang vsesuai untuk menjaga kestabilan oksidasi dan muatan dalam

IC CMOS.

Kalau IC CMOS perlu dipasangkan pada papan rangkaian dengan

langsung disolder maka pakailah besi solder yang sangat kecil bocorannya serta

solder harus dibumikan. Meskipun IC CMOS tidak memiliki kekebalan

15

sebagaimana IC jenis lainnya. Masa genting dan mengkhawatirkan hanyalah

ketika melepas IC CMOS dari busa foil plastik pelindungnya dan ketika

memasangkannya ke dalam rangkaian. Setelah kedua pekerjaan itu terlampaui

semua akan berjalan biasa-biasa saja.

Pada papan rangkaian IC CMOS kaki-kaki yang tidak dipergunakan harus

tetap diberi kondisi tertentu, seperti '0' atau '1', tetapi tidak boleh dibiarkan tidak

terhubung. Apabila dibiarkan tidak terhubung, biasanya

IC CMOS akan cepat rusak. IC merupakan salah satu komponen

elektronik yang mudah rusak karena panas, baik panas pada saat disolder maupun

pada saat IC bekerja. Untuk menghindari kerusakan IC karena panas pada saat

disolder maka perlu dipasang soket IC, sehingga yang terkena panas kaki

soketnya. Sedangkan untuk menghindari kerusakan IC karena panas pada saat IC

bekerja, maka pada IC perlu dipasang (ditempelkan) plat pendingin dari

aluminium atau tembaga yang biasanya disebut heatsink.

C. Keunggulan IC

IC telah digunakan secara luas diberbagai bidang, salah satunya dibidang

industri Dirgantara, dimana rangkaian kontrol elektroniknya akan semakin ringkas

dan kecil sehingga dapat mengurangi berat Satelit, Misil dan jenis-jenis pesawat

ruang angkasa lainnya. Desain komputer yang sangat kompleks dapat

dipermudah, sehingga banyaknya komponen dapat dikurangi dan ukuran

motherboardnya dapat diperkecil. Contoh lain misalnya IC digunakan di dalam

mesin penghitung elektronik(kalkulator), juga telepon seluler(ponsel) yang

bentuknya relatif kecil.

Di era teknologi canggih saat ini, peralatan elektronik dituntut agar

mempunyai ukuran dan beratnya seringan dan sekecil mungkin, dan hal itu dapat

dimungkinkan dengan penggunaannya IC.

Selain ukuran dan berat IC yang kecil dan ringan, IC juga memberikan

keuntungan lain yaitu bila dibandingkan dengan sirkit-sirkit keonvensional yang

banyak menggunakan komponen, IC dengan sirkit yang relatif kecil hanya

16

mengkonsumsi sedikit sumber tenaga dan tidak menimbulkan panas berlebih

sehingga tidak membutuhkan pendinginan (cooling system).

D. Kelemahan IC

Pada uraian sebelumnya nampak seolah-olah IC begitu sempurna

dibanding komponen elektronik konvensional, padalah tak ada sesuatu komponen

yang tidak memiliki kelemahan.

Kelemahan IC antara lain adalah keterbatasannya di dalam menghadapi

kelebihan arus listrik yang besar, dimana arus listrik berlebihan dapat

menimbulkan panas di dalam komponen, sehingga komponen yang kecil seperti

IC akan mudah rusak jika timbul panas yang berlebihan.

Demikian pula keterbatasan IC dalam menghadapi tegangan yang besar,

dimana tegangan yang besar dapat merusak lapisan isolator antar komponen di

dalam IC Contoh kerusakan misalnya, terjadi hubungan singkat antara komponen

satu dengan lainnya di dalam IC, bila hal ini terjadi, maka IC dapat rusak dan

menjadi tidak berguna.

17

BAB VPENUTUP

A. Kesimpulan

Komponen atau elemen mandiri di atas permukaan yang kontinu

membentuk rangkaian yang terpadu. Komponen atau elemen tersebut dapat

berupa diode, transistor, resistor, kapasitor dan lainnya terdefinisi di atas

wafer silicon atau bahan semikonduktor yang lain. Jenis IC secara garis besar

ada dua yaitu IC Linear (Analog) dan IC Digital. Kelebihan IC yaitu Selain

ukuran dan berat IC yang kecil dan ringan dan mengkonsumsi sedikit sumber

tenaga dan tidak menimbulkan panas berlebih sehingga tidak membutuhkan

pendinginan (cooling system). Kelemahan IC antara lain keterbatasannya di

dalam menghadapi kelebihan arus listrik yang besar, dimana arus listrik

berlebihan dapat menimbulkan panas di dalam komponen, sehingga

komponen yang kecil seperti IC akan mudah rusak jika timbul panas yang

berlebihan

B. Saran

1. Sebaiknya mahasiswa memahami mengenai IC dan fungsinya.

2. Sebaiknya mahasiswa mengetahui cara kerja IC.

3. Sebaiknya mahasiswa mengetahui kelebihan dan kelemahan IC.

18

DAFTAR PUSTAKA

http://www.chogwang.com ( Diakses 9 Maret 2015)

http://teknikelektronika.com (Diakses 9 Maret 2015)

http://nie-ic.blogspot.com (Diakses 9 Maret 2015)

19