Makalah Injeksi (Im,IV,Ic,Dan Sc)

Click here to load reader

  • date post

    08-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    1.214
  • download

    155

Embed Size (px)

description

iuwshduwishduei euhfuierhfuierh uehdfuiehfueirhf edbehbfue edfbefbuerhf dfbcuiehfuiehfu bsudbfeuihfeuw sihuiehfuehf bfeuhfuihfuiehr ehfuerhfuerh efhueihfueir ejuhfiuehnufie enfiuejnfurnfe7hrfiure efniejhufeihfuie enfeijfnurei ejndfieuhfuieh jhfuiehfuierh erfeiruhfuierhf dfhiuerhfueirhfuirehfuire hfuerhfurehf rhfiurfhueirfh efhuihfuierhf dfhuifhueihf njhfniuehfueihfurhfuirhf hdfifuiheurhfure difhureihfure ijhfiueh jihfuiehuerihrueh refhiuerhfureihfur hiuf

Transcript of Makalah Injeksi (Im,IV,Ic,Dan Sc)

MAKALAHPEMBERIAN OBAT (INJEKSI)

Disusun Oleh :IKA OKTAVIA PRATIWI

Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya2015BAB IPENDAHULUANA. Latar belakangObat merupakan sebuah subastansi yangdiberikan kepada manusia atau binatang sebagaiperawatan atau pengobatan, bahkan pencegahanterhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuhnya. Seorang perawat yang akan bekerja secaralangsung dalam pemenuhan asuhan keperawatansangat membutuhkan keterampilan dalam tindakanmedis berupapengobatan.Obat merupakan sebuah subastansi yangdiberikan kepada manusia atau binatang sebagaiperawatan atau pengobatan, bahkan pencegahanterhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuhnya. Seorang perawat yang akan bekerja secaralangsung dalam pemenuhan asuhan keperawatansangat membutuhkan keterampilan dalam tindakanmedis berupapengobatan.B. Rumusan masalah1. Pentingnya obat dalam keperawatan2. Standard dan reaksi obat3. Perinsip bemberian obat yang benar4. Konsep dan teknik cara pemberian obat melalui selang IV, IC, SC, dan IMC. Tujuan1. Untuk membedah tentang cara pemberian obat yang benar2. Pemberian obat di tujukan untuk mengurangi penyakit bahkan menghilangkanya

BAB IIPEMBAHASANA. Pentingnya Pemberian Obat Pemberian obat yang aman dan akurat adalah tanggung jawab penting bagi seorang perawat. Meskipun obat menguntungkan, namun bukan berarti tanpa reaksi yang merugikan. Sebagai seorang perawat harus mengetahui prinsip-prinsip dalam pemberian obat secara aman dan benar.Karena obat dapat menyembuhkan atau merugikan pasien, maka pemberian obat menjadi salah satu tugas perawat yang paling penting.Perawat adalah mata rantai terakhir dalam proses pemberian obat kepada pasien. Perawat yang bertanggung jawab bahwa obat itu diberikan dan memastikan bahwa obat itu benar diminum.Bila ada obat yang diberikan kepada pasien, hal itu harus menjadi bagian integral dari rencana keperawatan. Perawat yang paling tahu tentang kebutuhan dan respon pasien terhadap pengobatan. Misalnya, pasien yang sukar menelan, muntah atau tidak dapat minum obat tertentu (dalam bentuk kapsul). Faktor gangguan visual, pendengaran, intelektual atau motorik, yang mungkin menyebabkan pasien sukar makan obat, harus dipertimbangkan.Rencana perawatan harus mencangkup rencana pemberian obat, bergantung pada hasil pengkajian, pengetahuan tentang kerja dan interaksi obat, efek samping, lama kerja, dan program dokter.B. Standart Pemberian obat dan Reaksi Obat1. Reaksi ObatSebagai bahan atau benda asing yang masuk kedalam tubuh obat akan bekerja sesuai proses kimiawi, melalui suatu reaksi obat. Reaksi obat dapat dihitung dalam satuan waktu paruh yakni suatu interval waktu yang diperlukan dalam tubuh untuk proses eliminasi sehingga terjadi pengurangan konsentrasi setengah dari kadar puncak obat dalam tubuh.Adapun faktor yang mempengaruhi reaksi obat yaitu :1. Absorbs obat2. Distribusi obat3. Metabolisme obat4. Eksresi sisaAda 2 efek obat yakni efek teurapeutik dan efek samping.efek terapeutik adalah obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan obatnya seperti paliatif ( berefek untuk mengurangi gejala), kuratif ( memiliki efek pengobatan) dan lain-lain. Sedangkan efek samping adalah dampak yang tidak diharapkan, tidak bias diramal, dan bahkan kemungkinan dapat membahayakan seperti adanya alerg, toksisitas ( keracunan), penyakit iatrogenic, kegagalan dalam pengobatan, dan lain-lain.2. Standart pemberian obatDokter, Perawat dan ahli Farmasi menggunakan standar obat untuk memastikan klien menerima obat yang alami dalam dosis yang aman dan efektif. Standar yang diterima masyarakat harus memenuhikriteria berikut :a. Kemurnian.Pabrik harus memenuhi standar kemurnian untuk tipe dan konsentrasi zat lain yang diperbolehkan dalam produksi obat.b. Potensi.Konsentrasi obat aktif dalam preparat obat memengaruhi kekuatan atau potensi obat.c. Bioavailability.Kemampuan obat untuk lepas dari bentuk dosisnya dan melarut, diabsorbsi , dan diangkut tubuh ketempat kerjanya disebut bioavailability.d. Kemanjuran.Pemeriksaan laboratorium yang terinci dapat membantu menentukan efektivitas obat.e. Keamanan.Semua obat harus terus dievaluasi untuk menentukan efek samping obat tersebut.

C. Prinsip Pemberian Obat Perawat harus terampil dan tepat saat memberikan obat, tidak sekedar memberikan pil untuk diminum (oral) atau injeksi obat melalui pembuluh darah (parenteral), namun juga mengobservasi respon klien terhadap pemberian obat tersebut. Pengetahuan tentang manfaat dan efek samping obat sangat penting dimiliki oleh perawat. Perawat memiliki peran yang utama dalam meningkatkan dan mempertahankan kesehatan klien dengan mendorong klien untuk lebih proaktif jika membutuhkan pengobatan. Perawat berusaha membantu klien dalam membangun pengertian yang benar dan jelas tentang pengobatan, mengkonsultasikan setiap obat yang dipesankan dan turut serta bertanggungjawab dalam pengambilan keputusa tentang pengobatan bersama dengan tenaga kesehatan lain. Perawat dalam memberikan obat juga harus memperhatikan resep obat yang diberikan harus tepat, hitungan yang tepat pada dosis yang diberikan sesuai resep dan selalu menggunakanprinsip 12 benar, yaitu:1. Benar Kliena. Selalu dipastikan dengan memeriksa identitas pasien dengan memeriksa gelang identifikasi dan meminta menyebutkan namanya sendiri.b. Klien berhak untuk mengetahui alasan obatc. Klien berhak untuk menolak penggunaan sebuah obatd. Membedakan klien dengan dua nama yang sama2. Benar Obata. Klien dapat menerima obat yang telah diresepkanb. Perawat bertanggung jawab untuk mengikuti perintah yang tepatc. Perawat harus menghindari kesalahan, yaitu dengan membaca label obat minimal tiga kali:a. Pada saat melihat botol atau kemasan obatb. Sebelum menuang/menghisap obatc. Setelah menuang/ mengisap obatd. Memeriksa apakah perintah pengobatan lengkap dan sahe. Mengetahui alasan mengapa klien menerima obat tersebutf. Memberikan obat-obatan tanda: nama obat, tanggal kadaluarsa3. Benar Dosis Obata. Dosis yang diberikan klien sesuai dengan kondisi klien.b. Dosis yang diberikan dalam batas yang direkomendasikan untuk obat yang bersangkutan.c. Perawat harus teliti dalam menghitung secara akurat jumlah dosis yang akan diberikan, dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: tersedianya obat dan dosis obat yang diresepkan/ diminta, pertimbangan berat badan klien (mg/KgBB/hari), jika ragu-ragu dosisi obat harus dihitung kembali dan diperiksa oleh perawat lain.d. Melihat batas yang direkomendasikan bagi dosis obat tertentu.4. Benar Waktu Pemberiana. Pemberian obat harus sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.b. Dosis obat harian diberikan pada waktu tertentu dalam sehari. Misalnya seperti dua kali sehari, tiga kali sehat, empat kali sehari dan 6 kali sehari sehingga kadar obat dalam plasma tubuh dapat dipertimbangkan.c. Pemberian obat harus sesuai dengan waktu paruh obat (t ). Obat yang mempunyai waktu paruh panjang diberikan sekali sehari, dan untuk obat yang memiliki waktu paruh pendek diberikan beberapa kali sehari pada selang waktu tertentu.d. Pemberian obat juga memperhatikan diberikan sebelum atau sesudah makan atau bersama makanane. Memberikan obat obat-obat seperti kalium dan aspirin yang dapat mengiritasi mukosa lambung bersama-sama dengan makanan.f. Menjadi tanggung jawab perawat untuk memeriksa apakah klien telah dijadwalkan untuk memeriksa diagnostik, seperti tes darah puasa yang merupakan kontraindikasi pemeriksaan obat.5. Benar Cara Pemberian (rute)a. Memperhatikan proses absorbsi obat dalam tubuh harus tepat dan memadai.b. Memperhatikan kemampuan klien dalam menelan sebelum memberikan obat-obat peroralc. Menggunakan teknik aseptik sewaktu memberikan obat melalui rute parenterald. Memberikan obat pada tempat yang sesuai dan tetap bersama dengan klien sampai obat oral telah ditelan.Rute yang lebih sering dari absorpsi adalah :a) Oral ( melalui mulut ): cairan , suspensi ,pil , kaplet , atau kapsul.b) Sublingual ( di bawah lidah untuk absorpsi vena ).c) Bukal (diantara gusi dan pipi).d) Topikal ( dipakai pada kulit ).e) Inhalasi ( semprot aerosol ).f) Instilasi ( pada mata, hidung, telinga, rektum atau vagina ).g) Parenteral : intradermal , subkutan , intramuskular , dan intravena.6. Benar DokumentasikanPemberian obat sesuai dengan standar prosedur yang berlaku di rumah sakit. Dan selalu mencatat informasi yang sesuai mengenai obat yang telah diberikan serta respon klien terhadap pengobatan.

7. Benar pendidikan kesehatan perihal medikasi klien Perawat mempunyai tanggungjawab dalam melakukan pendidikan kesehatan pada pasien, keluarga dan masyarakat luas terutama yang berkaitan dengan obat seperti manfaat obat secara umum, penggunaan obat yang baik dan benar, alasan terapi obat dan kesehatan yang menyeluruh, hasil yang diharapkan setelah pembeian obat, efek samping dan reaksi yang merugikan dari obat, interaksi obat dengan obat dan obat dengan makanan, perubahan-perubahan yang diperlukan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari selama sakit.8. Hak klien untuk menolak Klien berhak untuk menolak dalam pemberian obat. Perawat harus memberikan Inform consent dalam pemberian obat.9. Benar pengkajian Perawat selalu memeriksa TTV (Tanda-tanda vital) sebelum pemberian obat.10. Benar evaluasi Perawat selalu melihat/ memantau efek kerja dari obat setelah pemberiannya.11. Benar reaksi terhadap makanan Obat memiliki efektivitas jika diberikan pada waktu yang tepat. Jika obat itu harus diminum sebelum makan (ante cimum atau a.c) untuk memperoleh kadar yang diperlukan harus diberi satu jam sebelum makan misalnya tetrasiklin, dan sebaiknya ada obat yang harus diminum setelah makan misalnya indometasin.12. Benar reaksi dengan obat lain Pada penggunaan obat seperti chloramphenicol diberikan dengan omeprazol penggunaan pada penyakit kronis

D. Perhitungan ObatDosis adalah takaran atau jumlah, dosis obat adalah takaran obat yang bila dikelompokkan bisa dibagi :1. Dosis Terapi