Makalah Akl 2 Bab 15

download Makalah Akl 2 Bab 15

of 49

  • date post

    15-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    943
  • download

    246

Embed Size (px)

description

Laporan Keuangan Yang Dikonsolidasi-Persoalan Khusus

Transcript of Makalah Akl 2 Bab 15

AKUNTANSI KEUANGAN LANJUTAN II

BAB XV

LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASI

(PERSOALAN-PERSOALAN KHUSUS)

Di Susun Oleh :

KELOMPOK IIITheresia Mentari (BCA 112 257)

Winda Irawati (BCA 112 095)

Yayu Yunita

(BCA 112 096)

Weni Oktaviani (BCA 112 093)

Muslih Maulana (BCA 112 057)

Arif Prastyadi

(BCA 112 049)

Rosalia

(BCA 112 081)

Sapta Hariandi (BCA 112 084)

Elsa Amelia

(BCA 111 145)

Rovita Sari

(BCA 111 118)

Dian Ratna Sari (BCA 111 114)

Dinni Yola Krisma (BCA 111 182)Riana Sari

(BCA 111 181)UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN AKUNTANSI2015KATA PENGANTAR

Puji syukur tim penyusun panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya makalah Akuntansi Keuangan Lanjutan II dengan judul LAPORAN KEUANGAN YANG DIKONSOLIDASI (PERSOALAN-PERSOALAN KHUSUS) ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih kurang sempurna oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun dari semua pihak sangat diharapkan.

Akhirnya melalui kesempatan ini, penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga makalah ini dapat terselesaikan. Penyusun mengharapkan semoga makalah ini berguna bagi penyusun khususnya dan pembaca pada umumnya.Palangka Raya, Mei 2015

Tim Penyusun

KelompokIII

DAFTAR ISI

COVER

1

KATA PENGANTAR

2

DAFTAR ISI

3

BAB I PENDAHULUAN

4

1.1 Latar Belakang

4

1.2 Rumusan Masalah 41.3 Tujuan Penulisan4

1.4 Metode Penulisan

4

BAB II PEMBAHASAN5

2.1 Pembelian saham langsung dari perusahaan anak5

2.2 Perusahaan anak memiliki lebih dari satu jenis atau golongan saham yang beredar

72.3 Saham Bonus (stock deviden) dari perusahaan anak17

2.4 Laba (rugi) dari transaksi antar perusahaan yang berafiliasi (Intercompany profit)

202.5 Pemilikan obligasi (surat-surat beharga lainnya) antar perusahaan yang berafiliasi

38BAB III PENUTUP

473.1 Kesimpulan

47DAFTAR PUSTAKA

49BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang

Laporan keuangan konsolidasi persoalan khusus adalah laporan keuangan gabungan antara perusahaan induk dan perusahaan anak, dimana dalam laporan keuangan tersebut terdapat masalah-masalah khusus dalam pembukuan laporan keuangan induk dan anak.

Makalah ini akan membahas mengenai persoalan-persoalan khusus di dalam penyusunan neraca konsolidasi masing-masing apabila metode harga perolehan dan metode equity dipakai.

1.2 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang kami ambil dari persoalan-persoalan khusus laporan keuangan konsolidasi yaitu sebagai berikut :A. Pembelian saham langsung dari perusahaan anak.

B. Perusahaan anak memiliki lebih dari satu jenis atau golongan saham yang beredar.

C. Saham Bonus (stock deviden) dari perusahaan anak.

D. Laba (rugi) dari transaksi antar perusahaan yang berafiliasi (Intercompany profit).

E. Pemilikan obligasi (surat-surat beharga lainnya) antar perusahaan yang berafiliasi.1.3 Tujuan Penulisan

Yangmenjaditujuanutamapembahasandarimakalahiniadalah:1. Memahami secara lebih mendalam mengenai pembahasan persoalan khusus.2. Dapat menjabarkan metodemetode ke dalam penerapan sesungguhnya.3. Menyimpulkan keseluruhan pokok pembahasan secara terperinci.1.4 Metode Penulisan

Penulisan dalam makalah ini menggunakan metode kepustakaan dengan buku referensi yang terkait.BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PEMBELIAN SAHAM LANGSUNG DARI PERUSAHAAN ANAK

Untuk memperoleh posisi kontrol pada perusahaan lain melalui pemilikan saham-sahamnya, selain dengan cara membeli saham-saham dari para pemegang saham dapat dilakukan dengan cara membeli sebagian atau seluruhnya langsung dari perusahaan yang bersangkutan pada waktu saham-saham dikeluarkan.

Adapun bentuk saham-saham yang dijual oleh perusahaan (anak) dapat berupa saham dalam portepel maupun saham-saham yang dikeluarkan dalam rangka terjadi emisi saham.

Apabila hal ini terjadi maka saldo modal (hak-hak pemegang saham) perusahaan anak bertambah dengan jumlah harga yang dibayar untuk saham-saham yang dijual tersebut. Oleh sebab itu apabila neraca konsolidasi disusun oleh perusahaan induk, maka eliminasi terhadap hak-hak pemilikan pada perusahaan anak bertitik tolak dari saldo modal setelah terjadinya penjualan saham terakhir itu.Contoh 1 :

Berikut ini adalah struktur permodalan PT PA pada tanggal 31 Desember 1977 :

Modal Saham (10.000 lembar tanpa nilai nominal)............

Rp 100.000.000,00

Laba Yang Ditahan ..........................................................

Rp 25.000.000,00

Rp 125.000.000,00

Dikurangi :

Saham Yang Ditarik kembali dari peredaran, 2.800 lembar

@ Rp 12.500,00 .................................................................

Rp 35.000.000,00

Jumlah .......................................................

Rp 160.000.000,00Transaksi jual-beli saham tidak saja mempunyai akibat financial pada PT PI melainkan juga kepada PT PA. Akibat financial tersebut pada masing-masing perusahaan akan dicatat sebagai berikut :TransaksiPT PIPT PA

1. PT PI membeli 6.000 lembar sahamsaham PT PA dengan pemegang saham.Investasi Saham-saham,

PT PA Rp 90.000.000

Kas Rp 90.000.000

2. PT PI membeli 2.000 lembar saham-saham treasury dari PT PA dengan harga @ Rp 15.000,00/lbrInvestasi Saham-saham, PT PA Rp 30.000.000,00

Kas Rp 30.000.000,00Kas Rp 30.000.000,00

Saham Ditarik dari Peredaran Rp 25.000.000,00

Modal Penjualan kembali saham diatas harga perolehannya Rp 5.000.000,00

Dengan adanya transaksi itu permodalan PT PA berubah pada tanggal 1 Januari 1978 menjadi sebagai berikut :

Modal Saham, 10.000 lembar tanpa nilai nominal ......

Rp 100.000.000,00

Modal Penjualan kembali saham-saham di atas

harga perolehannya .....................................................

Rp 5.000.000,00

Laba Yang Ditahan .....................................................

Rp 25.000.000,00

Jumlah ...................................................

Rp 130.000.000,00Apabila pada tanggal 1 Januari 1978, sesaat setelah terjadinya pemilikan saham-saham PT PA disusun neraca konsolidasinya, maka bentuk daftar lajur untuk penyusunan neraca konsolidasi baik atas dasar metode harga perolehan maupun metode equity dan dengan mengabaikan pos-pos lain di dalam neraca individual masing-masing perusahaan, nampak sebagai berikut :Daftar Lajur Penyusunan Neraca Konsolidasi - Partial

PT PIPT PAEliminasiNeraca konsolidasi

DebitKreditDebitKredit

Debit :Invetasi saham-saham, PT PA

Elim. 80% modal saham

Elim. 80% modal penjualan

kembali Saham di atas Harga PerolehannyaElim. 80% Saldo Laba Yang Ditahan

Selisih Harga Perolehan di atas Nilai Buku Saham120.000.000

80.000.000

4.000.000

20.000.000

16.000.000

Kredit :Modal Saham, PT PAElim 80%

Hak Pemegang Saham Minoritas 20%Modal penjualan kembali Saham di atas Harga Perolehan

Elim 80%

Hak Pemegang Saham Minoritas 20%

Laba Yabg Ditahan PT PA

Elim 80%

Hak Pemegang Saham Minoritas 20%

100.000.000

5.000.000

25.000.000

80.000.000

4.000.000

20.000.000

20.000.000

1.000.000

5.000.000

2.2 PERUSAHAAN ANAK MEMILIKI LEBIH DARI SATU JENIS (GOLONGAN) SAHAM

Apabila posisi kontrol terhadap perusahaan anak dicapai melalui pemilikan saham-sahamnya, dan perusahaan anak memiliki lebih dari satu jenis (modal) saham, maka harus dibedakan besarnya bagian hak-hak pemegang saham menurut jenisnya masing-masing.Ada beberapa jenis modal saham prioritas, yang satu sama lain mempunyai akibat yang berbeda-beda khususnya dilihat dari segi hak-hak penyertaannya:

(a) Saham Prioritas, tidak komulatip dan tidak berpatisipasi

Hak pemilikan atau klaim terhadap kekayaan bersih perusahaan dari saham prioritas jenis ini terbatas hanya sebesar nilai nominal (nilai yang ditetapkan); sedang saldo laba yang ditahan seluruhnya merupakan bagian dari para pemegang saham biasa. Sebaliknya saldo defisit seluruhnya menjadi tanggungan para pemegang saham biasa pula.(b) Saham Prioritas, komulatip tidak berpatisipasi.

Saham prioritas ini memiliki hak/klaim terhadap kekayaan bersih sebesar nilai nominal (nilai yang ditetapkan) jika semua dividen yang menjadi haknya sampai dengan tanggal terakhir telah dibagikan.

(c) Saham Prioritas, tidak komulatip berpatisipasi penuh.

Saham prioritas jenis ini memiliki hak/klaim terhadap kekayaan bersih sebesar nilai nominal.

(d) Saham Prioritas, komulatip berpatisipasi penuh.

Saham prioritas jenis ini di samping memiliki hak/klaim terhadap kekayaan bersih seperti halnya saham-saham prioritas yang lain, juga memiliki hak atas laba (dividen) yang komulatip serta mempunyai hak atas partisipasinya di dalam jumlah modal yang ditetapkan (sesuai dengan ketentuan yang berlaku) terhadap sisa laba jika ada.Contoh 2 :

Berikut ini struktur permodalan PT PA pada tanggal 31 Desember 1977 :

6% Saham Prioritas, 5.000 lembar nominal @ Rp 10.000 Rp 50.000.000

Saham Biasa 10.000 lembar nominal @ Rp 10.000

Rp 100.000.000

Agio Saham Biasa

Rp 5.000.000Laba Yang