Lp Katarak

download Lp Katarak

of 31

  • date post

    15-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    10
  • download

    1

Embed Size (px)

description

jagfiufjkbadfvy

Transcript of Lp Katarak

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN KATARAK

Oleh:NAMA: Dian Wahyuni D., S.KepNIM: 092311101060

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERSPROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANUNIVERSITAS JEMBER2014I. KONSEP PENYAKITa. KasusKatarak

b. PengertianCorwin (2009) menjelaskan bahwa katarak adalah penurunan progresif kejernihan lensa menjada keruh atau berwarna abu-abu disertai penurunan ketajaman penglihatan. Keadaan tersebut terjadi apabila protein pada lensa yang normalnya transparan menjadi terurai dan mengalami koagulasi pada lensa. Baughman (2000) mendefinisikan katarak sebagai suatu opasifikasi dari lensa yang normalnya transparan seperti kristal, jernih. Sedangkan menurut Lumenta (2006), katarak adalah kekeruhan lensa yang biasanya bersifat progresif dan akan berakhir dengan hilangnya fungsi penglihatan.Gambar 1. Anatomi mata normal

Gambar 2. Mata katarak

c. Klasifikasi dan EtiologiKlasifikasi katarak berdasarkan etiologinya:1) Katarak Senillis (katarak terkait usia)Katarak senilis adalah jenis katarak yang paling sering dijumpai dan satu-satunya gejala adalah distorsi penglihatan dn penglihatan semakin kabur. Katarak senilis terdapat pada usia lanjut, yaitu diatas 50 tahun. Pada katarak senile akan terjadi degenerasi lensa secara perlahan, tajam penglihatan akan menurun berangsur-angsur hingga tinggal proyeksi saja. Katarak senilis terjadi akibat degenerasi serat lensa karena proses penuaan. Stadium katarak senilis:a) Katarak insipiensKatarak mulai timbul akibat proses degenerasi lensa. Kekeruhan lensa berbentuk bercak kekeruhan yang tidak teratur. Pasien akan mengeluh gangguan penglihatan seperti melihat ganda dengan satu matanya. Pada stadium ini proses degenerasi belum menyerap cairan mata ke dalam lensa sehingga akan terlihat bilik mata depan dengan kedalaman normal, iris dalam posisi biasa disertai dengan kekeruhan ringan pada lensa. Tajam penglihatan pasien belum terganggu.b) Katarak imaturPada stadium ini lensa degeneratif mulai terserap cairan mata ke dalam lensa menjadi cembung. Terjadi pembengkakan lensa yang disebut sebagai katarak intumesen. Penglihatan mulai berkurang, karena media penglihatan tertutup oleh kekeruhan lensa yang menebal. c) Katarak maturTerjadi kekeruhan seluruh lensa, Tekanan cairan di dalam lensa sudah keadaan seimbang dengan cairan dalam mata sehingga ukuran lensa akan menjadi normal kembali. Tajam penglihatan sangat menurun dan dapat hanya tinggal proyeksi saja.d) Katarak hipermaturPada stadium ini terjadi proses degenerasi lanjut lensa dan korteks lensa dapat mencair sehingga nukleus lensa tenggelam di dalam korteks lensa ( katarak morgagni). Pada stadium ini terjadi juga degenerasi kapsul lensa sehingga bahan lensa ataupun korteks lensa yang cair keluar dan masuk ke dalam bilik mata depan. Pada stadium hipermatur akan terlihat lensa yang lebih kecil dari pada normal, yang akan mengakibatkan iris trimulans, dan bilik mata depan terbuka

2) Katarak anak-anakKatarak ini terjadi karena gangguan metabolisme serat-serat lensa pada saat pembentukan serat lensa akibat gangguan metabolisme jaringan lensa pada saat bayi masih di dalam kandungan. Pada bayi dengan katarak kongenital akan terlihat bercak putih di depan pupil yang disebut sebagai leukokoria (pupil berwarna putih). Setiap bayi dengan lekokoria sebaiknya difikirkan diagnosis bandingan seperti retinoblastoma, endoftalmitis, fibroplasi retroletal, hiperplastik viterus primer, dan miopia tinggi disamping katarak sendiri.a. Katarak lamelar atau zonular Bila pada permulaan perkembangan serat lensa normal dan kemudian terjadi gangguan perkembangan serat lensa. Biasanya perkembangan serat lensa selanjutnya normal kembali sehingga nyata terlihat adanya gangguan perkembangan serta lensa pada satu lamel daripada perkembangan lensa tersebut. Katarak lamelar bersifat herediter yang diturunkan secara dominan dan biasanya bilateral. Tindakan pengobatan atau pembedahan dilakukan bila fundus okuli tidak tampak pada pemeriksaan funduskopi. b. Katarak polaris posteriorKatarak polaris posterior ini terjadi akibat arteri hialoid yang menetap (persisten) pada saat tidak dibutuhakan lagi oleh lensa untuk metabolismenya. Ibu dan bayi akan melihat adanya leukokoria pada mata tersebut. Pada pemeriksaan akan terlihat kekeruhan di dataran belakang lensa. Bila dilakukan pemeriksaan funduskopi akan terlihat serat sisa arteri hialoid yang menghubungkan lensa bagian belakang dengan papil saraf optik. Adanya arteri hialoid yang menetap ini dapt dilihat dengan pemeriksaan ultrasonografi. Bila fundus okuli masih terlihat, maka perlu tindakan bedah pada katarak polar posterior ini karena tidak akan terjadi ambilopia eksanopsia. Bila fudus okuli tidak tampak, maka dialakukan tindakan bedah iridektomi optik atau bila mungkin dilakukan lesenktomi. Ekstrasi linear ataupun disisio lentis merupakan kontra indikasi karena akan terjadi tarikan arteri hialoid dengan papil yang dapat mengakibatkan ablasi retina.c. Katarak polaris anteriorKatarak polaris arterior atau piramidalis arterior akibat gangguan perkembangan lensa pada saat mulai terbentuknya plakoda lensa. Pada saat ibu dengan kehamilan kurang dari 3 bulan mendapat infeksi virus, maka amnionya akan mengandung virus. Plakoda lensa akan mendapat infeksi virus hingga rubela masuk ke dalam vesikel akan menjadi lensa. Gambaran klinis akan terjadi ialah adanya keluhan ibu karena anaknya mempunyai leukokoria. Pada pemeriksaan subjektif akan terlihat kekeruhan pada kornea dan terdapatnaya fibrosis di dalam bilik mata depan yang menghubungkan kekeruhan kornea dengan lensa yang keruh. Kekeruhan yang terlihat pada lensa terletak di polus anterior lensa dalam bentuk piramid dengan puncak di dalam bilik mata depan. Kekeruhan lensa pada katarak polar anterior ini tidak progresif. Pengobatan dilakukan bila kekeruhan mengakibatkan tidak terlihatnya fundus bayi tersebut. Tindakan bedah yang dilakukan adalah disisio lentis atau suatu ekstraksi linear.d. Katarak sentralKatarak sentral merupakan katarak halus yang terlihat pada bagian nukleus embrional. Katarak ini terdapat 80% orang normal dan tidak menggangu tajam penglihatan. Pengobatan tidak dilakukan pada katarak sentral karena tidak menggangu tajam penglihatan dan fundus okuli dapat dilihat dengan mudah.

3) Katarak TraumatikKatarak traumatic paling sering sering disebabkan oleh cedera benda asing di lensa atau trauma tumpul terhadap bola mata. Lensa menjadi putih segera setelah masuknya benda asing karena lubang pada kapsul lensa menyebabkan humor aquos dan kadang-kadang korpus vitreum masuk ke dalam struktur lensa.

4) Katarak KomplikataKatarak komplikata adalah katarak sekunder akibat penyakit intraokuler pada fisiologi lensa. Katarak biasanya berawal di daerah subkapsul posterior dan akhirnya mengenai seluruh struktur lensa.5) Katarak akibat penyakit sistemikKatarak bilateral dapat terjadi karena gangguan sistemik seperti diabetes mellitus, hipoparatiroid, dermatitis atropik.6) Katarak Toksik7) Katarak IkutanKatarak ikutan menunjukkan kekeruhan kapsul posterior akibat katarak traumatic yang terserap sebagian atau setelah terjadinya ekstraksi katarak ekstrakapsular

d. PatofisiologiLensa mengandung 3 komponen anatomis, pada zona sentral terdapat nukleus, di perifer terdapat korteks, dan yang mengelilingi keduanya adalah kapsul anterior dan posterior. Lensa normal memiliki struktur iris yang jernih, transparan, berbentuk seperti kancing baju dan memiliki kekuatan refraksi yang besar. Nukleus mengalamai perubahan warna menjadi coklat kekuningan dengan bertambahnya usia. Di sekitar opasitas terdapat densitas seperti duri di anterior dan poserior nukleus. Opasitas pada kapsul posterior merupakan bentuk katarak yang paling bermakna, nampak seperti kristal salju pada jendela.Perubahan fisik dan kimia dalam lensa mengakibatkan hilangnya transparansi. Perubahan pada serabut halus multipel (zunula) yang memanjang dari badan silier ke sekitar daerah diluar lensa, misalnya dapat menyebabkan penglihatan mengalami distorsi. Perubahan kimia dalam protein lensa dapat menyebabkan koagulasi, sehingga mengabutkan pandangan dengan menghambat jalannya cahaya ke retina. Salah satu teori menyebutkan terputusnya protein lensa normal terjadi disertai influks air ke dalam lensa.Proses ini mematahkan serabut lensa yang tegang dan mengganggu transmisi sinar. Teori lain mengatakan bahwa suatu enzim mempunyai peran dalam melindungi lensa dari degenerasi. Jumlah enzim akan menurun dengan bertambahnya usia dan tidak ada pada kebanyakan pasien yang menderita katarak.Katarak biasanya terjadi bilateral, namun memiliki kecepatan yang berbeda. Dapat disebabkan oleh kejadian trauma maupun sistemik, seperti diabetes. Namun kebanyakan merupakan konsekuensi dari proses penuaan yang normal. Kebanyakan katarak berkembang secara kronik ketika seseorang memasuki dekade ketujuh. Katarak dapat bersifat kongenital dan harus diidentifikasi awal, karena bila tidak terdiagnosa dapat menyebabkan ambliopia dan kehilangan penglihatan permanen. Faktor yang paling sering berperan dalam terjadinya katarak meliputi radiasi sinar UV B, obat, alkohol,merokok, diabetes, dan asupan vitamin antioksidan yang kurang dalam jangka waktu lama.

e. Tanda dan GejalaKatarak didiagnosis terutama dengan gejala subjektif. Biasanya, pasien melaporkan penurunan ketajaman fungsi penglihatan, silau, dan gangguan fungsional sampai derajat tertentu yang diakibatkan karena kehilangan penglihatan tadi, temuan objektif biasanya meliputi pengembunan seperti mutiara keabuan pada pupil sehingga retina tak akan tampak dengan oftalmoskop. Ketika lensa sudah menjadi opak, cahaya akan dipendarkan dan bukannya ditransmisikan dengan tajam menjadi bayangan terfokus pada retina. Hasilnya adalah pandangan kabur atau redup, menyilaukan yang menjengkelkan dengan distorsi bayangan dan susah melihat di malam hari