Lkt paudni materi

download Lkt paudni materi

of 25

  • date post

    13-Jan-2015
  • Category

    Technology

  • view

    2.600
  • download

    6

Embed Size (px)

description

 

Transcript of Lkt paudni materi

  • 1. BAB I. PENDAHULUANA. Latar Belakang Perkembangan zaman yang sangat cepat, mampu menggerakkan perubahan yang dominan di semua aspek kehidupan. Pendidikan adalah salah satu aspek yang didalamnya menyisakan banyak masalah untuk dipecahkan dan dicarikan solusi efektif dan efisien dalam rangka mencetak generasi penerus yang akan mengantarkan bangsa ini ke kursi Internasional. Faktor internal dan eksternal sangat berpengaruh bagi dunia pendidikan, dominan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Makmurnya suatu negeri yang tercermin dari kenaikan tingkat gizi anak, juga berpengaruh terhadap keaktifan dan kecerdasan anak. Usia emas merupakan beban berat bagi pendidik PAUD, karena di pundak inilah kami merasakan payahnya menyajikan pendidikan yang TOP (pembelajaran Tepat dalam meng- Optimalkan Potensi) Kids (anak). Anak berpotensi pada usia dini hendaklah dapat dioptimalkan, sehingga pada saat kado emas dibuka nantinya akan sesuai dengan harapan. Menggali potensi, dilanjutkan dengan mengoptimalkan dengan cara yang tepat dicoba diterapkan di Kelompok Bermain TOP Kids. Bervisi sebagai the inspiring school kami mencoba berbagi melalui karya tulis ini. Menerapkan1

2. pembelajaran majemuk di sentra-sentra kami rasakan sangat efektif dalammenarik minat anak untuk terus menggali potensi dirinya.B. MasalahBeberapa permasalahan yang akrab dengan dunia Pendidikan Usia Dini dansering dijumpai adalah sebagai berikut:1. Banyaknya anak berpotensi yang belum terakomodir dengan pendidikan yang tepat.2. Perlunya mengoptimalkan potensi anak dalam rangka menemukan bakat yang akan bermanfaat dalam menyelesaikan masalah (problem solving)3. Beberapa potensi anak yang muncul dikembangkan dengan cara yang tidak tepat sehingga banyak muncul istilah anak nakalC. TujuanAdapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah sebagai berikut:1. Memberikan cara yang tepat dalam rangka mengoptimalkan potensi yang dimiliki anak didik dalam rangka menghadirkan bakat dan membiasakan anak menyelesaikan masalahnya secara mandiri.2. Membiasakan pembelajaran dengan menyesuaikan gaya belajar siswa dalam pembelajaran majemuk di sentra.3. Menghadirkan istilah anak berpotensi sebagai pengganti istilah anak nakal 2 3. D. ManfaatMelalui penulisan karya tulis ini diharapkan ada beberapa manfaat yang dapatdiambil, khususnya bagi:1. Dinas Pendidikan, dalam tulisan ini kami menghadirkan istilah baru yaitu POTENSI dan BAKAT yang sebetulnyasangat penting untuk ditindaklanjuti mengingat banyaknya tantangan di lapangan saat mengaplikasikan beberapa teori yang ada. Fasilitasi dari Dinas Pendidikan sangat diharapkan dalam rangka mensosialisasikan istilah dimaksud kepada lembaga PAUD yang ada di Indonesia.2. Pemerhati Pendidikan, kami menyampaikan beberapa hal penting terkait Pendidikan Anak Usia Dini khususnya cara TEPAT dalam menggali potensi agar terasah dan dapat muncul sebagai bakat.3. Pendidik PAUD, karya tulis ini ditulis berdasarkan pengalaman dalam menerapkan beberapa teori yang ada. Beberapa hikmah dapat diambil dan dijadikan sebagai bahan pembanding dalam mendidik anak usia dini.4. Orang tua, kami menganggap orang tua adalah mitra yang sangat efektif dalam mendidik anak usia dini. Beberapa pengalaman kami dalam berkomunikasi dengan orang tua, mengindikasikan bahwa setiap anak memang berbeda. Anak memiliki kecerdasan majemuk yang berbeda pada titik optimalisasinya, ada yang unggul dalam hal naturalistik atau mungkin dalam musikal dan jenis kecerdasan yang lain. 3 4. BAB II. LANDASAN TEORITISA. TEORI KECERDASAN JAMAKSeorang ahli psikologi perkembangan dan profesor pendidikan dan GraduateSchool of Education, Harvard University, Amerika Serikat, Howard Gardner,mendefinisikan intelegensi atau kecerdasan sebagai kemampuan untukrnemecahkan persoalan dan menghasilkan produk dalam kondisi yang bermacarn-macam dan situasi yang nyata. Dengan kata lain, intelegensi adalah kemampuanuntuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapilingkungannya secara efektif. Menurut Gardner, kritenia intelegensi meliputisuatu kemampuan seseorang, baik dalam unsur pengetahuan maupun keahlianyang menunjukkan kemahiran dan keterampilan untuk memecahkan persoalandan kesulitan yang ditemukan dalam hidupnya.Kecerdasan jamak tersebut adalah:1. Kecerdasan Bahasa (Word Smartness): pandai mengolah kata-kata2. Kecerdasan Ruang-Visual (Picture Smartness): pandai membuat persepsi tetitang apa yang dilihat4 5. 3. Kecerdasan Musikalitas (Music Smartness): pandai dan peka dalam hal musik4. Kecerdasan Tubuh-Kinestetik (Body Smartness): pandai dalam keterampilanolah tubuh dan gerak5. Kecerdasan Logis-Maternatis (Logic Smartness): pandai dalam Sains dan Matematika6. Kecerdasan Interpersonal (People Smartness): pandai memahami pikiran dan perasaan orang lain7. Keccrdasan Intrapersonal (Self Smartness): pandai dan peka dalam mengenali emosi diri sendiri8. Kecerdasan Lingkungan (Nature Smartness): pandai dan peka dalam mengamati alam9. Kecerdasan Eksistensial (Existence Smartness): pandai dan peka akan makna kehidupan manusia dalam hidup Munif Chatib dalam bukunya Sekolahnya Manusia berusaha menjadikan kecerdasan jamak dalam Konsep MI (Multiple Intelligences) yang menitikberatkan pada ranah keunikan, selalu menemukan kelebihan setiap anak. Lebih jauh, konsep MI percaya bahwa ridak ada anak yang bodoh sebab setiap anak pasti memiliki minimal satu kelebihan. Apabila kelebihan tersebut dapat dideteksi sedari awal, otomatis kelebihan itu adalah potensi5 6. kepandaian sang anak. Atas dasar itu, seyogyanya sekolah menerima siswabarunya dalam kondisi apa pun. Tugas sekolahlah meneliti kondisi siswasecara a psikologis dengan cara mengetahui kecenderungan kecerdasan siswamelalui metode riset yang dinamakan Multiple Intelligences Research (MIR).Multiple Intelligences Research (MIR) dan Gaya BelalarAnakDalam scbuah kuliahnya, Bobbi dePortcz, Presidcn Learning ForumCalifornia USA dan penulis berbagai buku tentang quantum (Quant umTeaching, Quantum Learning, dan Quantum Business) menjel askan bahwaproses belajar mengajar yang terjadi antara guru dan siswa dapatdivisualisasikan dengan membayangkan din kita berada di dalam ruanganyang gelap gulita. Ketika sebuah senter dinyalakan. selisih waktu antaramunculnya cahaya yang terpantul di dinding dengan saatjari kitamenekan tombol on pada senter tersebut sangat cepat, bahkan hampirbersamaan. Intlah yang dinamakan quantum. Dalam proses pembelajaran,seharusnya kecepatan otak siswa menangkap informasi dan guru adalah1.287 km/jam, sama dengan kecepatan cahaya yang keluar dan senter danmemantul di dinding. Itulah yang dipahami sebagai gaya belajar anak danseharusnya diimbangi dengan cara guru mengajar. 6 7. B. TEORI PEMBELAJARAN SENTRAModel BCCT (Bayond Center and Circle Time atau Sentra dan saat lingkaran)1. Konsep Dasar Yang dimaksud dengan model Beyond Center and Circle Time adalah : Suatu metode atau pendekatan dalam penyelenggaraan pendidikan anak usia dini dan merupakan perpaduan antara teori dan pengalaman praktik.2. Tujuan Tujuan dari model Beyond Center and Circle Time adalah sebagai berikut : a. Model ini ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (kecerdasan jamak) melalui bermain yang terarah. b. Model ini menciptakan setting pembelajaran yang merangsang anak untuk aktif, kreatif, dan terus berpikir dengan menggali pengalamannya sendiri (bukan sekedar mengikuti perintah, meniru, atau menghafal). c. Dilengkapi dengan standar operasional yang baku, yang berpusat disentra-sentra kegiatan dan saat anak berada dalam lingkaran bersamapendidik, sehingga mudah diikuti.3. Ciri-ciri dari Model Beyond Center and Circle Time : a. Pembelajarannya berpusat pada anak; b. Menempatkan setting lingkungan main sebagai pijakan awal yang penting;7 8. c. Memberikan dukungan penuh kepada setiap anak untuk aktif, kreatif, danberani mengambil keputusan sendiri; d. Peran pendidik sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator; e. Kegiatan anak berpusat di sentra-sentra main yang berfungsi sebagai pusatminat; f. Memiliki standar prosedur operasional (SPO) yang baku (baik di sentramaupun saat di lingkaran); g. Pemberian pijakan sebelum dan setelah anak bermain dilakukan dalamposisi duduk melingkar (dalam lingkaran).4. Model ini menggunakan 3 jenis main a. Main SensorimotorAnak main dengan benda untuk membangun persepsi. b. Main PeranAnak bermain dengan benda untuk membantu menghadirkan konsep yangsudah dimilikinya. c. Main PembangunanAnak bermain dengan benda untuk mewujudkan ide/gagasan yangdibangun dalam pikirannya menjadi sesuatu bentuk nyata. 5. Penataan Lingkungan Main8 9. a. Penempatan alat main yang tepat memungkinkan anak untuk mandiri,disiplin, bertanggung jawab, memulai dan mengakhiri main,klasifikasi b. Penataan alat dan bahan selama main seharusnya mendukung anakuntuk membuat keputusan sendiri, mengembangkan ide, menuangkanide menjadi karya nyata, mengembangkan kemampuan sosial c. Penataan alat dan bahan main memungkinkan anak main sendiri, mainberdampingan, main bersama dan main bekerjasama6. Pijakan Pengalaman Main Pijakan ini dilakukan berdasarkan perkembangan anak. Empat tahap untuk pijakan pengalaman main yang bermutu : a. Pijakan Lingkungan MainMengelola awal lingkungan main dengan bahan-bahan yang cukup(tiga tempat main untuk setiap anak)Merencanakan untuk intensitas dan densitas pengalamanMemiliki berbagai bahan yang mendukung tiga jenis mainSensorimotor, pembangunan dan main peranMemiliki berbagai bahan yang mendukung pengalamankeaksaraan 9 10. Menata kesempatan main untuk mendukung hubungan sosial yangpositifb. Pijakan Pengalaman Sebelum MainMembaca bukuyang berkaitan dengan pengalaman ataumengundang nara sumberMenggabungkan kosakata baru dan menunjukkan konsep yangmendukung standar kinerjaMemberikan gagasan bagaimana menggunakan bahan-bahanMendiskusikan aturan dan harapan untuk pengalaman mainMenjelaskan rangkaian waktu mainMengelola anak untuk keberhasilan hubungan sosialMerancang dan menerapkan urutan