Kumpulan Materi Rencana Strategi

download Kumpulan Materi Rencana Strategi

of 109

  • date post

    10-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    568
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of Kumpulan Materi Rencana Strategi

MAKALAH-MAKALAH RENCANA PEMBANGUNAN PENDIDIKAN NASIONAL DAN DAERAH Dosen : Prof. Dr. Sanusi Uwes Disusun Oleh : Mahasiswa Pasca Sarjana Angkatan XXXI Kelas B PROGRAM PASCA SAR1ANA MAGISTER MANA1EMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2011 l KATA PENGANTAR ll DAFTAR ISI IPendekatan Sistim Terhadap Perencanaan Pendidikan IIBeberapa Pendekatan dalam Perencanaan Pendidikan IIIRuang Lingkup Masalah Pendidikan IVPendidikan Sebagai Proses Manajemen VMenetapkan Kebutuhan Pendidikan VIAnalisis Sistem Pendidikan VIIKonsepdanDesainPerencanaanDimulaidenganMemahamiKecenderungan, Menetapkan Sasaran dan Tujuan, Merancang Perencanaan VIIIEvaluasi dan SpesiIikasi Perencanaan XISpesiIikasi Perencanaan Pendidikan XImplementasi Perencanaan PENDEKATAN SISTIMTERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN Oleh :Drs. Ayub Supriadi Rahayu Nana Subagja, S.Pd. PROGRAM PASCA SAR1ANA MAGISTER MANA1EMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2011 PENDEKATAN SISTIM TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN, hlm 1 darl 8 PENDEKATAN SISTIM TERHADAPPERENCANAAN PENDIDIKAN A. PENGERTIAN PENDEKATAN SISTIM Katasistim(sistim)dapatdimaknaisebagaimetode(method),rencana (plan),aturan(order),keteraturan(regularity),aturankebiasaan(rule),(manner), (mode),susunan,rencana(scheme),jalan,cara(way),kebijakan(policy), kecerdasan (artiIice), susunan, aturan (arrangement), rencana (program).IstilahsistimberasaldaribahasaYunanisistimyangmempunyai pengertian sebagai berikut : 1.Suatukeseluruhan,yangtersusundarisekianbanyakbagian(Whole compoused with several parts) 2.Hubungandiantarabagianbagiansecarateratur(anorganized,Iunction, relationship among unitsor components) 3.Kumpulanbendabenda,himpunanalat-alat,himpunangagasan(ide), hipotesis atau teori, atau menunjukan pada metode.Dalampraktiknyaistilahsistimpalingseringdigunakanuntuk menunjukan pengertian metode atau cara sesuatu himpunan unsur atau komponen yang saling berhubungan satu sama lain menjadi satu kesatuan yang utuh.OKonsep sistimsebagai suatumetodedikenaldalampengertianumumsebagai pendekatansistem(systemapproach).Pendekatansistimmerupakansuatu caradalamusahamemecahkanmasalah.Pendekatansistimmembantu panyadaranterhadapadanyakerumitandidalamsesuatumasalah..Misalnya, dalamkasuskemampuanberbahasaArabdankaitannyadengankemampuan menterjemaahkanayatayatAlQuran.Padahal,jikadikajilebihcermat diketahuibahwakemampuanyangrendahitubukuanmerupakanIaktor penentusatusatunya.Sebab,relitasnyaIaktorayangmenentukanrendahnya kemampuan menterjemaahkan ayat ayat Al Quran tidak hanya satu Iaktor saja. BisajadikarenaIaktorkurikulumyangdipaksakan,metodepengajaranyang diterapkan, laboratorium bahasa yang tersedia, alokasi waktu yang disediakan atau juga karena gaya mengajar guru, dan lain lain. PENDEKATAN SISTIM TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN, hlm 2 darl 8 Pendekatansistem(Systemapproach)sangatsulitdideIinisikan, seyogyanya paera perencana pendidikan lebih berhati hati didalam mendeIinisikan danmenempatkannyasecaraspesiIik.Kehatihatianituakansangatmembantu didalam merumuskan permasalahan dan berbagi kemungkinan pemecahannya.MenurutWestChurcman,sepertidinyatakanTatang,melukiskanbahwa penedekatansistimbermulajika andamemandangdunia inidarikacamataorang lain.Halituterusberlangsung,katanya,untukmenemukankenyataanbahwa setiap pandanganduniaitu amat terbatas,dan tidakseorangpunyangpiawai, ahli dalam pendekatan sistim.Menurut Ryans Sisitimmerupakan susunan elemenyangditunjuk (obyek, orang, kegiatan kegiatan, cerita inIormasi dsb) yang terhubung dengan proses atau strukturyangbiasadianggapberIungsisebagaiorganisasidalammenggarakan hasil obeservasi (atau kadang kadang merupakan semata).Berdasarkan kaidah ini, pendekatan sistim dalam perencanaan, ada elemen yangsalingberhubngan,baiklantaranprosesmaupunlantarandidesain strukturnya sehingga setiap pungsinya merupakan satu kesatuan yang bekerjasama untukmenghasilkansuatuhasilatauproduk.Akibatnyaseseorangperencana harusmemperhatikanvariabledankendalakritis,sertaakibatinteraksiberbagai variable.Dalamkaitanini,KauIman(1973:10)menegaskanbahwapendekatan sistimmerupakancaramengidentiIikasikebutuhan,menyeleksimasalah, menyusunidentiIikasipersaratansolusimasalah,membuatbeberapaalternative solusi, mengevaluasi hasil, merepisi persyaratan pada sebagian atau seluruh sistim terkait dengan keterbatasan memnuhi kebutuhan.Dalampendekatansistimpendidikandiposisikansebagaiproses menejemenyakniprosedur,monitor,kegiatanuntukmemberikanpenilaian perkembangan (kegiatan) dengan teliti berdasarkanm criteria yang baku (criterion standard).Langkahpelaksanaannyaadalahmenetapokanhubunganantarasub sistim,menetapkankualiIikasisubyekpelaksanasistim,menentukanmekanisme pengambilankeputusan,menerntukanjenisdanjumlahupahatauinsentiv, memonitorproseskegiatan,mengukurkesesuaianhasildennganrancanganyang telahditetapkan,sertamenyiapkanrancanaganperbaikanbagiprosesdanhasil yang tidak sesuai dengan rancangan awal. PENDEKATAN SISTIM TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN, hlm 3 darl 8 MenurutKauImanmemepergunakanpendekatansistimsebagaiproses pemecahanmasalahsecaralojikyangdapatditerapkandengancara mengidentiIikasi dan memecahkan masalah masalah pendidikan yang penting.Mempergunkanpendekatansistimmenuntutpemahamanbahwa,setiap bendaatausistimituberada(menjadibagian)darisistimyanglebihbesaratau lebihluas,sehinggasemuabendadengansesuatucaradalahasalingberkaitan. Semakinmajuperkembanganberpikirumatmanusia,semakinmenghendaki adanyahasilpenerapanpendekatansistimyanglebihobyektiIdantepat. Keinginan ini,menurut Tatang M amirin, terwujud dalam bentuk berkembangnya teknikteknikpemecahanmasalah(ProblemSolving)yangtinggi,canggih (Sophisticated), seperti analisis statistik, model simulasi dan sistim inIormasi yang mmepeergunakan computer.Pendekatanadalahsebagaititiktolakatausudutpandangkitaterhadap prosesbelajarmengajaryangmerujukpadapandangantentangterjadinyasuatu prosesyangsiIatnyamasihumum,didalamnyamewadahi,menginspirasi, menguatkan, melatari, metode pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu.Pendekatansistimadalahmerupakankebijakandalammemandang benda/peristiwadalamhidupsebagaisistimyangdigunakandalampemecahan masalah serta proses pemecahannya.B. KEUNTUNGAN MEMAKAI PENDEKATAN SISTIM(Menurut Depdiknas 1982/1983 : 22) adalah sebagai berikut : 1.Misi, sasaran, dan tujuan dapat dijabarkan lebih luas.2.Setiap program selalu dikaitkan dengan sasaran dan tujuan.3.Orientasi egiatan selalu diorentasikan k3epada hasil akhir.4.Perencanaandipabdangsebagaibagiandarikeseluruihankegiatan pendidikan.5.Sumber dayamanusia dan sumber dana digunakan lebiheIektiI sesuai alokasi kontribusinya pada pencapaian tujuan.6.InIormasiuntukperencaannadanmengabilankeputusandapat dirancangdandikelolasecaraterpadusehuinggasasaransertacara-cara pencapaiannya dapat lebih eIektiI dan eIesian. PENDEKATAN SISTIM TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN, hlm 4 darl 8 7.Semuauapayadiarahakanpadasasaransehinggapemborsandapat ditekan seminimal mungkin 8.AdministratordalamdinialailebihobyektiIalantaransasaranlebih jelas.9.AdministratordapatmengembangakankreatiIitasdalambatabatas kewenagan yang telah ditetapakan sepanjang mereka tetpa berorientasi pada tujuan akhir.10. Pertangunganjawabsdapatdirumusakansecaralebihjelasdan oprasionala.11. Unpanbalikdapatdiperolehsemuatingkatotoritasdalamorgainasi pebndidikansehinggapenyimpangandalamusahapencapaiantujuan cepat diidentiIikasi.12. Komunikasi antar komponendapat dib8na dengan lenih baik sehingga kesalaha pahaman dapat dikurangi13. pendelegasianwewenangdantanggungjawabdapatdilaksanakan secara lebih baik.C. 1ENIS SISTIMSistimterdiriatasduajenisyaitusistimterbukadansistimtertutupyang masing-masing memeliki karakteristik tersendiri. Karakteristik sistim terbuka . a.BersIat sinergis dengan lingkungan b.Feedback : perbaikan terus menerus berdasarkan hasil balikan dari seluruh arangakaian kegiatan sistimc.Cyclical:HalinisebagaikelanjutandarikorekyiI.SistimbersiIat mengulangi kegiatan seberlumnya atau repetitive.d.Kreative:penekatansistimbersiIatkreatiI'TheSistimapproachmush bee creative one that Iocuces on goal Iirst and methods second e.Negontropy:Sistemyangterbukamemilikikekuatanpenghalangdari kehancuranataukemusnahan,makaladipenuhikarakterdipenuhioleh karakterkreatiIdanRepetitive.Dengankaraktertersebutakanterjadi pertahanan dalan diri sistim (SelI DeIence). PENDEKATAN SISTIM TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN, hlm 3 darl 8 I.Steady state, yakni kemapanan keajegan, keseimbanga internal saat terjadi dinamika inIut autIut.g.GrowthandExpancy,yaknitumbuhdansemakinmeluassebagaiakibat lanjutan dari karakter sistim yang kreatiI dan negontrophich.Balancebetweenmaintenance(beli,pelihara,rekrutmen,dst)untuk bertahanhidupandadaItiveactivities(perencanaandanpengembangan yang menghitung realitas lapangan secara jeli dan teliti supaya sistim tetap bertahan hidup) i.EquiIinalitydalampendekatansistimterdapatkesamaannilaidariujung prosessuatukegiatan.InIutdapatmemilkikeragamankualitasnamun diprosesdenganperlakuandanpesyaratanyangsamamakajeniskualita autputpun,relativedalamlevelkualitasyangsama(IndicatetoDymamic homeostatis or the steady state) Karateristik Sistem Tertutup Adalahsamasekalitidakberhubungandenganyanglain,memeliki batasanayangjelasterpisahdarilingkungansistimbereda(Itdoesnothapeshut interactionwitehaandvironment).Dalamjangkawaktulamadanberkelanjutan, sesungguhnyasitemyangtertutupsepertimesinpuntetapdipengaruhioleh keadaan lingkungannya.D. KEPENTINGAN PENDEKATAN SISTEM Denganmelihatberbagaikarateristiksistimbaikyangterbukamaupun yangtertutupkitadapatmelighatbeberapakeuntunganmembuatperencaan dengan pendekatan sistim, yaitu sebgai berikut : 1.Pendekatansistimmengkonsptualisasiorganisasisebagaisatu kesatuan,tidakterpisah-pisah,dankerenanyatidakdilihatdaribagian bagiannyamakasetiapbagianatauanggotabersikapsebagaisatu kesatuan2.terampilmengidentiIikasidanmemahamilingkungankemudian diidentiIikasi ketarkaitannya pada sistim yang dikelola3.Memahami penting stabilitas dan atau perubahan dari organisasinya4.Merekayasa alternative masukan dengan proses kegiatan PENDEKATAN SISTIM TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN, hlm 6 darl 8 HarveyLJmenegaskankepentinganpendekatansistimdalammembuat prencaan pendidikan adalah sebagai berikut : 1.Lembaga-lembagapendidikantelahsemakinkompleksdansemakin sulituntukdikeloladengancara-caratradisionalyangkurang berorientasipadatujuan,untukmenyelesaiakantugas-tugassesuai denghan tuntutan perkembangan pendidikan.2.Perubahansemakincepatsementaraseorangadministratortidak mungkin menangani segala bidang. Karena itu perlu pendekatan baru 3.banyakanperencanpendidikanbersiIatamatir.Merekadisiapkan untukjadigurudanpetugaspendidikanlainnya.Dalamkeadaan demikian pendekastan sisten sangat diperlukan.4.DiperlukanpenggunaandanayangeIesiendaneIektipdalam menanggulangimkesalahanperencanadanpengelolaanpendidikan. Krena itu penedekatan sistim sangat diperlukan.5.Kepercayaanmasyarakatterhadapaorganisasipendidikanperlu ditingkatakan, melalui eIesiensi dan eIektipitas kerja sistim pendidikan yang terencana.Denganmelihat berbagai karakter sistim juga, kita dapatmembuat catatan lain yakni bahwa sistim bukan segala-galanya keterkaiatan dana keterganmtungan anatar unsurAdalahsatuhaltapikeingaiananperubahanyangdrastisuntukmembuat loncatan-loncatanbaruadalahhallainyangjustruakanmerubahkonstrukdan konsep suatau organisasi yang sudah disistemkan.Sejalandenganketerangantentangsistimtersebutsertamenayadarai liputankerjadalamkegiatanperencanaanyangcuklupluas,makapekerjaan perencanaandenganpendekatansistimakanjaditerdukunguntukmenurunkan rinciankegiatanlainnya.BentukkegiatannyaberawaldarimengidentiIikasi kebutuhan,menyeleksipermasalahan,mengidentiIikasibarangatau bahan /syarat pemecahanmasalah,menginpentarisasiberbagaikemungkinanpenecahan masalah,caracaramelaksanakankegiatan,menilaihasilkegiatanrancangan secaraterusmenerus,dankesiapanuntukterusmerepisikebijakanyangsalah PENDEKATAN SISTIM TERHADAP PERENCANAAN PENDIDIKAN, hlm 7 darl 8 sehinggahasilakhirbetulbetuldapatmeminimalisasaikerugianyang ditimbulkan.Tentu saja Iaktor waktu harus betul betul dipertimbangkan. Jangan sampai terjadi,baikhati.hatinyamengidentiIikasi,menyeleksi,merepisi,danmenilai hasilsementara,lantaskeputusanataukebijakanmembuatperencanaanmalah tidak pernah selesai.Dalamduniapendidikanislam,pendekatansistimdalamperencaanini berartiproseskegiatanmemecahkanpermasalahanpendidikanumatsecarata rational,logis,denganmengidentiIikasidanmemecahkankembalipermasalan pentingpendidikan.semuanyadiorientasikanpadasasaranatautujuanyang dijangkau.Intinyaterletakpadabagaimanamembuatcara/alat/konsepberpikir yangmampumemecahkanmasalahpendidikanumatislamsecarasistimatikdan obyektiI.Segeraharusdibericatatan,bahwacara/alat/konsepberpikirtersebut akan sangat berpariasi, terkait dengan tingkat jangkauan pekerjaannya. Jangkauan dalambentuksasarankegiatan(Purpose)beradadenganjangkauantujuanakhir kegiatanatau(obyektiI)dantentuberadapuladengantujuankomIrehensiI kegiatan yang dicapai melalui perencaan strategi.E. KESIMPULANPendekatansistim(systemapproach)dalamperencanaanpendidikan adalahsebuahcaradalammemecahkanpersoalan(problemsolving)dengan memandangpersoalansebagaisebuahsistimyangmasing-masingsubnyatidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Ia sanggup memandang secara cermat dantepatseluruhIaktorpendidikandanmenetapkanpendidikansebagaisistim yang all inclusive.Kelebihanpendekataninitidaksajakarenaketepatanmelihatmaalah-masalahpendidikan,sistematika, tidakparsial,hematwaktu,danmemungkinkan analisis data yang kompleks dengan level cost yang relative rendah dan membantu melakukan determinasi strategi perencanaan yang bagus. BEBERAPA PENDEKATANDALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN Oleh :Asep Sopyan Nurdin, SAg.Uus Kusnadi, SE PROGRAM PASCA SAR1ANA MAGISTER MANA1EMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2011 EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 1 darl 10 PENDAHULUAN Pendidkanmerupakanusahaorangsadaruntukmenyadarkanyangbelum sadar,usahauntukmemanusiakanmanusia,usahauntukmeng-estapetkan pemeliharaanalam,danusahauntukmemberikankemampuandalam mereIleksikan aturan-aturan baik aturan buatan manusia maupun aturan buatan Tuhan/Allah.Pendidikansangatpentinguntukdiperhatikan,dirumuskandan direncanakansecaramatang.SebuahcontohdiJepangketikaHirosimadan Nagasakidibomolehsekutu,kaisarjepangpadawaktuitumemanggilseluruh masyrakatdanmengumpulkanya,kemudianbertanya,siapaguruyangmasih hidup?daripertanyaaninikitabisamenarikistimbat,begitudiperhatikannya pendidikan,yangditanyabukanberapaorangtentaraataupolitikusyangmasih hiduptapiguru,sehinggamerekadapatlebihmeningkatkankegiatandalam bekerja dan memperbaikai sistem pendidikan, terbukti smpai sekarang, dan dalam kehidupannyadatanamkanmoto'Kai:en`yaitusungguh-sungguhdanterus menerusbekerjameskipunhalyangkecil. Sebenarnyamotoitu sudah adadalam islam'RasulullahiSAWbersada;ahabbulamalindallahiadwamuhawain qollaamalyangpalingdicintaiolehAllahyangteusmenerusdikerjakan meskipun kecil. Menrut hadits ini yang seharusnya lebih maju, lebih berkembang, lebihsejahtera,lebihdisiplin,teraturseharusnyakaummuslimintermasuk didalamnyakita.Tapikenyataanyakitabisamelihatsendri,dilihatdarisegi pendidikanketingalanjauhmalahdibawahMalesia,darisegiprodakmemang adatapimasihminimjauhdariharapan,malahsangatmemalukankarenayang diekspor itu para TKW untuk dipekerjakan dan diperas tenaganya malah ada yang tidakdibayarlebihsadislagidisiksadandibunuh,lebihkerasdaripadajaman Rodi atu Romusa.Darisitulahkitaperlumerenung,memperhatikandanmerencanakan pendidikanuntukmasasekarangdanyangakandatang.Perencanaansangatlah pentingkarenatanpaperencanaansangatlahlemahdanrapu,perencanaanyang matangdisertaiolehpengorganisasianyangkokoh,dilaksanakanolehpara EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 2 darl 10 anggotayangamanahsertapengawasanyangtidakmemilihdanmemilahdan evaluasi yang ketat maka pendidikan Insya Allah akan bermutu baik DalamhalinipenulisakanmendiskriIsikancorakdanmodel-model pendekatandalamperencanaanpendidikan.Seperticorakperencanaan komprehensiI,perencanaaninduk,perencanaanstrategi,perencanaanekuiti, kemudiandalammodel-modelperencanaansepertiIntraeducationalatau extrapolationmodel, thedemograIhicprojectionmodel,socialdemandopproach, manpower approach dan cost beneIit analysis.A. PENGERTIAN SebelumkitamembahasmasalahPendekatandalamPerencanaanperlu kitamagetahuiterlebihdahuluapapendekatan(approach)danapaperencanaan (plening)?. Pendekatan adalah suatu proses usaha atau perbuatan untukmengenal danmengidentiIikasiaspek-aspekyangdituju.Sedangkanperencanaanadalah Sebuahprosesuntukmengarahkanaktivitasmanusiadankekuatanalamdengan mengacupadakondisipadamasadepanyangdiinginkan,(Branc,1998:2).Suatu linkaranprosesyangberulangdariserangkaiantahapan-tahapanyanglogis, (meise and volwahsen 1980:3-5) Perencanaan merupakan proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang ditentukan (FakryGaIIar,1987:14).PerncanaanadalahkeputusanmenetapkanIormulasi kegiatanyangbaik,benar,argummenjelas,sistematis,yangdiproyeksikanuntuk mencapaitujuanyangvaliddanbermakna,sesuaikebutuhansabjekterhadap sasaranperencanaan(SanusiUwes:2003).Dariuraiandiatassayaberpendapat perencanaanadalahseperangkatpengarahanataupengaturantindakanuntuk memecahkanberbagaipermasalahan,dalammencapaitujuanyangtelah ditentukan.B. KA1IAN TEORI 1. Keragaman Corak Perencanaan Pendidikan a. Corak Perencanaan Komprehensif MelihatdariartinyakomprehensiIyatumenyeluruh,analisisdalam perencanaaninidilakukansecaramenyeluruhdarisemuaasIekkehidupan, ekonomi,social,budayadansebagainya.ProsesperencanaankomprehensiI EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 3 darl 10 dilakukansecarasekuensialatauurut,langkah-langkahnyameliputi;1. pengimpulandanpengolahandata2.analisis3.perumusntujuandansasaran perencanaan 4. pengembangan lternatiI rencana 5. evaluasi dan seleksi rencana 6. penyusunandokumenrencana.DalamperencanaaninisiIatnyamenyeluruhdan yangmenentukanpusat,perncanaaninibiasanyatidakmemandangyang minoritasdankadangterjadiketidakadilankarenasesuatuhalkebijakanyang siIatnya umum.b. Corak Perencanaan Induk Masterpleningbiasanyaditerapkanpadarencanasubprogramatausatu disiplinsepertipadaperencanaanpendidikanatauperencanaanperokonomian atauperencanaanpembangunan,perencanaanmasterpleningdanperencanaan komprehensipmempunyaiksemaanbaikdarisegiprodakakhirmaupundari sekuensialnya.c. Corak Perencanaan Stretegis Dalammenentukanperncanaanpendidikansangat tergntungpada analisis terhadap lingkungan baik internal maupun external merupakan langkah yang sngat pentingdalammemperhitungkankekuatan/strengths,kelemahan/weaknesses sertapeluang/opportunitiesdanancaman/threatsyangadadiluarlinkungan organisasi pendidikan. Analisis terhadap unsure-unsur tersebut sangat penting dan merupakandasarbagiperwujudanvisidanmisisertastratejikperumusan perencanaanpendidikan.Analisislingkunganmempunyaiperanyangsangat pentingdalamprosesmenyusundanmengembangkansecarastrtejik.Darikedua hasilanalisisitudaperolehgambaranmenyeluruhtentangsituasidankondisi organisasidariberbagaiaspekbaikinternalmaupuneksernal,serta memperhatikanvisi,misidannilai-nilaibarulahdisusunasumsi,kemudian dikembangkankearahpenyusunanrencanastratejikpendidikanyangtepat. Analisisharuscermatdanteliti,karenaancamanterhadaporganisasidapatsaja menjadipeluangyanglain.Dalampelaksanaananalisisdapatmenggunakan SWOT.Pentingnyaanalisislingkungandalampenyusunanrencanastrtejik pendidikan adalah; EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 4 darl 10 a.Untuk menetahui peluang-peluang yang spesiIik ada dalam lingkungan organisasipendidikan.Halinidiperlukanuntukmanajementingkat atas(topmanagemen)untukmenetapkanketerampilanutsmsserta sumberdyayangdapatditerapkanpadapeluanspesiIikyangada. Untuk meningkatkan ataupunmemperingatkan organisasi akan adanya Iaktoratauunsurdilingkunganorganisasiyangmungkinakan membahayakan organisasi di masa depan.1.Analisislingkunganinternaluntukmencermatikekuatandan kelemahan internal organisasi pendidikan meliputi: a)Strukturorganisasisecararincitermasuksusunandan konstalasi kepengurusannya.b)Sistem organisasi dalam mencapai eIektivitas organisasi pendidikan c)Kuantitas, kualitas dan tingkat pemberdayaan sumberdaya yang mencakupsumberdayamanusiadansumberdayaalam termasuk kemempuan keterampilannya.d)Biaya operasi berikut sumber-sumber dannya.e)Faktor-Iaktorlainyangmenggambarkandukunganterhadap proseskinerja/misiorganisasiyangsudahada,maupunsecara potensialdapatmunculdilingkunganinternalorganisasi pendidikan.2.Analisis llingkungan external Analisis lingkunganekternal seperti dalam bidang ekonomi, social budaya,ekologi,politikdankeamanan.Mencermatipeluangdan ancamanyangadadilinkunganexternalorganisasisendiriyang meliputi beberapa Iactor dan dapat dikelompokkan: a)Lingkunganekonomimerupakansuatukerawananbai kebanyakanorganisasi,karenaanalisisnyamenyangkut ekonomi tingkatnasional,misalnyamasalahkeuanganNegara, tingkatimIlasi,sukubunga,pinjamluarnegridansebagainya yangakanmemberikandampakterhadapkinerjaorganisasi pendidikan. EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 3 darl 10 b)Lingkungansi\osialbudaya,merupakanhalyangpenting dalamkehidupanorganisasipendidikankarenamenyangkut sikapsocialdannilai-nilaibudaya.Trasparansidan keterbukaanmerupakansuatutuntutanyangahrusdilaksakan olehsetiaporganisasi,untuklebihmemberikankepercayaan kepadakomponenorganisasi,terutamaterhadappemerintah. Dankritikdarimasyarakatharusdiperhatikanuntuklebih meninkatkanberbagaiasIekkehidupanterutamadalamhal pendidikan.c)Lingkungan hidup, merupakan yang sulit dianalisis. IdentiIikasi tentangkeccenderungandanpeluangsangatsulitdilakukan, karenasangttergantungterhadapkemapanan(maturity) lingkungan,belumadapembakuanyangdisepakatibersama, termasuk dalam lingkungan hidup ini.d)Lingkunganpolitik,merupakankebijakan-kebijakan pemerintshyangberkaitandenganbidangkegiatanorganisasi pendidikanyangharusberkorespeondensidengankebutuhan pendidikandanjangansampaibertolakbelakangapalagi menghambat tercpainya tujuan pendidikan.e)Lingkungankeamana,terutamabagiIndonesiamasakini merupakanasekyangperludipertimbangkandenganteliti, masalahkeamanansanganberpengaruhterhadapkehidupan dankelangsungansuatuorganisasi,terutamyangmempunyai kegiatan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.d. Corak perencanaan ekuiti.Diakhirabadke20tidakhanyapendekatanperencaanstrategissajayang muncul,tapijugperancanaanekuiti.TipeinisecraprogresiImempromosikan kepentinganumumbersamayanglebihbesaratautidakhanyakepentingansatu kelompok saja, sekaligus menantang ketidak addilan yang banyak diperankan oleh perencanaankomprehensiIyangbanyakmelihatkepentingansecaramakrodan banyakmenindasdanseringberbuattidakadailterhadapkelompokminoritas. EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 6 darl 10 Makaperencanaaninilahyangmenjembataniantarakepentingan-kepentingan mayoritas dengan tidak mengenyampingkan kepentingan minoritas.2. Model-model Pendekatan dalam perencanaan.a.Intra educational atau extrapolation model.Konsep ini sulit dan rumit, terlebih manakala terlibat kedalamnya berbagai pilihanperubahabdarisatukelainbagian.Carakerjanayamenghitungimplikasi kuantitatiIdarikarakteryangmenjaditargetpendidikan.Bilainginmencapai targettertentupadatahuntertentu,makaperencanaanpendidikanharus mengekstrapolasidariangka-angkayangditargetkankepadaangka-angkalain. Olehkarenaituperncanaanmodelinisedikit agak rumit, sebab setiapbahan ajar yang kita targetkan mungkin akan sulit tercpai kalau penunjang terhadap kegiatan itubelumterpenuhi,sepertitargetkitainginmencetaksiswayangberkulitas dalambidangilmupengetahuanalam,makasaranayangmendukungharus terpenuhi,sepertiguruyangberkualitas,gedung,laboraturium,waktuyang disediakandanalat-alatpragayanglainnyayangmenunjangterhadapproses pendidikan tersebut, begitu juga dengan target materi yang lain.b.The demograIich projection model.Merupakan pendekatan yang secara imajinatiI bersiIat menyeluruh. Model inimenyiapkanparameterpokokdalammenghitungjumlah penduduk(pariabeltingkatkelahiranyangdikaitkandengancohortbesaran usia)terkait dengan system pendidikan masa depan yang harus dipersiapkan. Darisinidiproyeksikankepadaunsure-unsurlainpendidikansepertikomposisi jumlahanakdidikpadausiatertentu,padatahuntertentu,kemudian diimplikasikankepadabesarandistribusipelayanan,tingkatpendidikan,maupun tahun-tahunyangditargetkansesuaidengantingkatandanusiaanakdidik(the size oI age cohort).c.Social Deman Approach (Pendekata Tuntutan Sosial) Modelinimerupakanbentukyangpalingumumyangmenggambarkan kebijakanpendidikanyangdipengaruhiolehekspresikepentingandankebutuhan masyarakatyangada.Karenaitudarisudutyangberbeda,modelinikeluardari analisis ekonomi serta tidak dapat dikalkulasikan baik oleh manpower model ataurateoIreturnmodels.Modelinisangatstrategismanakalaperencanaan EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 7 darl 10 pendidikandiorientasikankepadapencaaiantujuanmasyarakatsecaraumum, sepertikasamaanhakasasi,penekananpadaotentisitasbudaya,danupaya melegitimasidistribusikekuatanpolitik.Ataumodelinidiorientasikankepada kebutuhansebagianmasyarakatsepertiregionaltertentu,kelompokbahasa tertentu,yangpadahakekatnyamenjaditantangandarikepentinganseseorang. Padadasarnyahampirsemuaunsurterkaitdenganmodelpendekatansocialini, meskipun konsep dan kontek berubah dari waktu ke waktu.Padaduniapendidikantinggimodeliniterkaitdenganjumlahtuntutan individupadapelayananendidikansesuaidenganbiayayangditentukan.Ada enam Iaktor yangmenetukan kebutuhan yaitu demograpich, pendidikan, Iinancial (pendapatandanbiayapendidikan),budayadanmasyarakat(realitasperbedaan), pelayanan (keadaan dan kualitas pelayanan), dan pilihan-pilihan individu (harapan pengembalian biaya).d.Manpower approach ( pendekatan ketenaga kerjaan).PadaumumnyamerupakanprioritaspendidikanpadaNegara-Negara berkembang,tekananterhadapekonomisangatkuat.Asumsinyaadalahbahwa perkembangan ekonomi tidak mungkin dilaksanakan tanpa dukungan tenaga kerja yang terampil(berpikirilmiah,bertindakproIessional, sertaetisdalamhubungan social).Dalampadaitupemerataankesempatanpendidikanmerupakan tuntutanbangsayangberdemokrasidanberorientasikerakyatan.Bentukaksinya kewajiban belajar. Pendekatan eIektivitas menegaskan pentingnya eIesiensi dalam pemanIaatandana,sehinggakemampuanbudgetpemerintahdapatdimanIaatkan secaraoptimal.Padapendekatamanpowerini,intipermasalannyaterletakpada etimasi kebutuhan ekonomi nasional.Pada prguruan tinggi, pendekatan ini terkait dengan pertumbuhan ekonomi yangharusdibarengidenganpenyapantenagaterampil,danharusdirencanakan berdasarkebutuhanmasyarakatterhadapburuh.KemudianketerampilanSDM harus diramalkan, hasilnya dapat dibandingkan dengan dengan angka pendaItar di perguruan tinggi.Adabeberapametodeuntukmembedakandalammeramalkebutuhan SDM. EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 8 darl 10 a.Metode meramal pekerja. Peramalan jenis pekerjaan itu penting, walau hasilsurveitentanglowongankerjamasadepanagasuram.Terdapat inkonsistensiyangtinggisebagaihasildaripenurunanresponpara pekerja,sebabkurangnyadeIinisiyangsamadarikualiIikasi,dan sebab ketidksamaan pasaran kerja.b.Metodeperbandingan.Metodeinimenghitungramalanpersyaratan masadepanSDMmelaluiobservasihubunganantarastrukutur pekerjaandanstrukturpendidikanpadaNegara-negaraterpilihyang secaraekonomiadadibarisanterdepan.Berdasarkanhipotesis penyimpanganuniversaldari pertumbuhan,metodeini kesimpulannya bersiIat kasar.c.Metoderatiopekerjaan.Maksudmetodeiniadalahmembagisecara adiljenis-jenisSDMkepadaparameterpopulasi;tenagakerjaatau buruh,segmenlaindariburuhterampil,pendaItarpendidikantinggi, keperluanjenispelayanan,rasionyadiproyeksikankepadaperkiraan persyaratan masa depan.d.Metode'IixedcoeIIicient.Metodeiniberdasrkankepadastruktur ramalaanpekerjaan,produktiIitasburuh,outputtiapindustri,dan melaluikesamaanpekerjaandankualiIikasipendidikantinggi. Ramalan sector kebutuhan spesialis dan pendaItar dibuat sebagai dasar hubungan pasti.e.RamalanpersyaratanSDMuntukspesialissebagianpenduduk.Ratio output buruh,matrikinput-output, coeIIicient staI, dan ratiopekerjaan dikombinasiuntukmengistimasijumlahspesialisyangakandilatih untuk pekerjaan khusus seperti dokter atau guru.e. Cost Benefit analysis ( Analisis biaya dan keuntungan).Modelinimenggambarkaninvestasiuntukmenaikanpendapatan investor.Modeliniterkaitdengankonsep-konseptehnikdanpenelitian mengenaiekonomipwndidikan.Prinsiputamapendidikanmelalui perjitunganuntungdanrugiadalahpendidikanmerupakaninvestsi sumberdayamanudia(humancapitalinvestment).Karenaitubiayayang dikeluarkanuntukkegiatanpendidikanharusdapatdikembalikan.Ini EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 9 darl 10 dalamsekalaindividumudahdiperhitungkan,tapidalamsekalamakro ataunasionalsangatsulitdiprediksi.Yangpentinguntukperencanaan denganmetode eIektiIitas baya (cost eIIectiveness methods) dipergunakan sebagaicaraperbandinganantaraperkembanganekonomidengnan kegiatan pelatihan. EERAPA PENDEKATAN DALAM PERENCANAAN PENDIDIKAN 10 darl 10 DAFTAR PUSTAKA -KamusUmumBahasaIndonesia,BalaiPustaka2007,W.J.S. Poerwadarminta.-PerencanaanPembangunanPendidikanNasionaldanDadaera,Deskripsi matakuliah S2, ProI. Dr. Sanusi Uwes.-Konsep Perencanaan Strategis, Persentasi. ProI. Dr. Ir. Achmad Junaedi.-Manajemen Strategi, H. Yaya S Permana D RUANG LINGKUP MASALAH PENDIDIKAN Disusun oleh : ACEP SUPRIATNA, S.Pd NIS. 4103810311075 PROGRAM PASCA SAR1ANA MAGISTER MANA1EMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2011 RUANG LINGKUP MASALAH PENDIDIKAN, hlm 1 darl 3 RUANG LINGKUP MASALAH PENDIDIKAN I. Pendahuluan Permasalahanadalahaktivitasataukejadianyangmenyimpangdari seharusnya terjadi. Kebutuhanakanperencanaanpendidikanmunculsebagaiakibatsemakin intensiI dan kompleknya permasalahan yang muncul dalam masyarakat modern. II. Isi RuanglingkupyangmenjadibahasanPerencanaanPendidikan(Rendik) meliputi:visi,misi,subjekdanobjekpelayanan,prosesoperasional,tugas-tugas setiapsubjek,pemahamanyangjelasmengenaihubunganantarapendidikan, urbanisasi,transportasi,perencanaanekonomi,danperencanaan-perencanaan lainnya. Rendik juga berkaitandengankompleksitasmasyarakat modern, sehubungan denganurbanisasi,populasi,keperluanSDM,ekologi,menurundanterbatasnya SDA,aplikasipengembanganilmu,keragamankebutuhanpasar.Kesemuanya kaitantersebutmerupakanbahanacuanuntukmenyusunrencanakurikulum, rencanaphysik,rencanadana,rencanaadministrasi,rencanabangunan,dan sebagainya. Berdasarkankompleksitasketerkaitannya,makakegiatanatauaktivitas rendik dapat dikatagorikan sebagai berikut : 1.Secaraumumdapatdisebut riset, teoridan teknikpembangunan, rancangan pemerintah pusat, daerah, dan rendik sekolah lokal. 2.Secarafisik,rendikdiaplikasikanpadajangkapanjang,menengah,dan jangkapendekpembangunansekolah,layoutpembangunansekolah,kriteria lingkungan bagi aktivitas belajar, etika, dan riset teknologi. 3.Dilihatdarikegiatannyayangtersangkutpautdenganrealitas sosial,rendik merupakansurvaikebutuhanmasyarakat,terkaitdanberimplikasipada rencanakurikulum,strategibelajar,survaikebutuhanSDMdanmasyarakat, desain phisik, dan interaksi individu dan masyarakat. 4.Dilihatdarisudutadministrasi,rendikdapatdisebutsebagaikontrol pembangunan,pembuatankeputusan,manajemendanpelaksanaan,kontrol RUANG LINGKUP MASALAH PENDIDIKAN, hlm 2 darl 3 persediaanbarang,rencanatransportasi,dansurvaiperencanaansekolah.Darisudutadministrasibahwarendikdapatdikatagorikansecaramakro, messo, dan mikro. 5.Dilihatdarikeleluasaanotoritaspejabatnya,rendiktersebutdapatdibagi pada katagori strategik, manajerial, dan operasional. Tetapiapabiladilihatdaripelaksanaansystemsecarakeseluruhan,maka rendik terdiri atas : 1.Perencanaan perbaikan. 2.Perencanaan pengembangan. Jenis dan bentuk kegiatan rendik terdiri dari : 1.Mempelajari kehidupan sosial (what has been). 2.MengidentiIikasi dan mendokumentasikan kebutuhan-kebutuhan (diIormulasi dalam bentuk-bentuk terminologi produk dan proses) Berdasarkan studi ruang lingkup pendidikan rendik meliputi : 1.Where are we now or what it is (realitas kini) 2.Where are we to be or what should be (mimpi atau masa depan) Wherearewenow(realitaskini)adalahseluruhelemenpendidikan merupakansasaranrendik.UraianberdasarIakta-Iaktayangada(IactIinding), bukanberupakegiatandiagnosa.Data(baikyangkualitatiIdankuantitatiI) didapatmelalauiinterviu,kuesioner,test,dokumen,catatanlain,atauobservasi (tehnik sederhana), atau perhitungan rumit proyeksi dan komparasi (sophisticated method) Modal awal kegiatan perencanaan,distudi dan didiskripsikan melalui SWOT (strength kekuatan, weekness kelemahan, opportunity kesempatan, treath ancaman)supayadapatberpikirsecaraberkelanjutan,saatmenghadapikondisi pendidikanyangakanterusberubah,sejalandenganrealitasperkembangan manusia dan tempat tinggalnya.Darideskrpsitersebut,perencanamerancangtujuanpendidikanyang kemudianditurunkanpadabentuk,jenis,danjenjangkurikulum,cara melaksanakannyadarisejakbentukdanjeniskehadiranatauinteraksi guru/pembimbing/ pelatih dengan siswa, penyediaan jumlah dan mutu/ kualiIikasi RUANG LINGKUP MASALAH PENDIDIKAN, hlm 3 darl 3 guru,dukungandana,hubunganpolitikantarasekolahdanpemerintah. Bermodalkan hal itu disiapkan aturan main kegiatan pendidikan.Paraperencanapendidikanbertanggungjawabuntukmelihatkecenderungan masyarakat,menjawab,danmelaksanakanpengorganisasiannya.Studi kecenderunganiniterkaitsemakintingginyaketerlibatankaummudaterpelajar dalamprosespembelajaran.Saatsuasanajamancenderungmembesar-besarkan olahraga, musik, dan permainan, maka para perencanapun perlu member perhatian sebagaigambarankomitmennyauntukmendahulukanpendekatanmanusiawi dibanding orientasi teknologi, supaya pekerjaan mereka tidaksia-sia.Terdapat dua jenismasa depan (yang sukar ditentukan secara pasti) untuk dideskripsikan :1.Terkait dengan nilai, aturan, system, atau software. 2.Terkait dengan keadaan phisik, sarana, prasaran, atau hardware.Diperlukankehati-hatiansupayaidentiIikasimasadepantersebutmendekati persis,supayaterhindardaripemborosanbiaya,waktu,dantenagainstitusional. Masalahutamanyaadalah(1)bagaimanamenentukankesenjanganantaramasa kinidenganmasadepan,dan(2)bagaimanaanalisis(bukandiagnosa)keadaan sekarangsecaratepat,persisi,objektiI.Dariduakegiataninilahditentukan Iormulasi tujuan perencanaan.III. Penutup SecaramenyeluruhtinjauanrendikmereIleksikanorang,perencanaan kurikulum,strategiinstruksional,tinjauankebutuhantenagakerjadansosial, rancanganIisikyangdapatmeningkatkaninteraksiindividudansosialatau masyarakat. Selain itujuga rendikmerupakankontrol pengembangan, pembuatan keputusan,manajemenoperasi,kontrolinventaris,perencanaantransportasidan gedung sekolah. Dalampemecahanmasalahperludirumuskanterlebihdahuluproses perencanaan. Perlukehati-hatiandalammenyusun perencanaan, sebabkekeliruan dalammerumuskanbatasanpermasalahanakanberdampakpadakekeliruan merumuskan langkah selanjutnya. PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES MANA1EMEN Disusun oleh: 1.Tuti Susilawati, S.Pd.NIM. 4103810311061 2.RahayuNirawati F., S.Pd. NIM. 4103810311052 PROGRAM PASCA SAR1ANA MAGISTER MANA1EMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2011 PENDIDIKAN SEAGAI PROSES MANAJEMEN,hlm1 darl 7 PENDIDIKAN SEBAGAI PROSES MANA1EMEN Penaksirankebutuhandananalisissistemmerupakanlangkahawalyang perlu ditangani oleh manajemen sekolah dalam membuat perencanaan pendidikan kejuruan. Penaksiran kebutuhan (need assessment) adalah upaya mendeskripsikan keadaansekarangdantujuanyangingindicapai.Denganmelihatkesenjangan antara dua hal tersebut, akan terlihat kebutuhan apa yang diperlukan oleh lembaga pendidikankejuruan.Tujuanyangakandicapai,disesuaikandenganwaktu programyangdicanangkan,yaknidapatpertahun,persemester,percaturwulan, ataubahkanperbulan.SedangkananalisissistemadalahupayamengidentiIikasi persyaratanyangmenjadiindikatorkegiatankegiatan,unsurataubagianyang terlibatdalamsistem.Penaksirankebutuhantertujukepadaduapihakyakni muriddanmasyarakat(dalamberbagailapisannya).Dalamkaitaninilah pendidikanmerupakanupayamengembangkanketerampilan,pengetahuan,dan sikapmuridpada satusisi,danuntukmemenuhikebutuhanmasyarakatpadasisi lain,sepertikebutuhantentangketerampilan,pengetahuan,dansikapmanusia pembangunanataupeneruskehidupanmereka.Untukmemenuhihalitu,banyak orangyangmestidilibatkanmulaidariadministrator,pembimbing,guru, perencana, pakar budaya, pakar sosiologi, pakar kurikulum, ahlikomunikasi, ahli pembiayaan,danbahkanahlibangunan,semuanyasecarabersama-sama merupakanmanajerprosespendidikan.MerekabertugasmengidentiIikasi kebutuhanmurid dan permasalahannya untuk kemudianmenganalisis persyaratan muriddarisisiketerampilan,pengetahuandansikapyangnantidibutuhkan masyarakatnya. MenurutUndang-UndangNomor20tahun2003tentangSistem PendidikanNasionalBabIPasalI,pendidikanadalahusahasadardanterencana untukmewujudkansuasanabelajardanprosespembelajaranagarpesertadidik secaraaktiImengembangkanpotensidirinyauntukmemilikikekuatanspiritual keagamaan,pengendaliandiri,kepribadian,kecerdasan,akhlakmulia,serta keterampilanyangdiperlukandirinya,masyarakat,bangsadannegara.Sistem Pendidikan Nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secaraterpaduuntukmencapaitujuanpendidikannasional.Pendidikannasional PENDIDIKAN SEAGAI PROSES MANAJEMEN,hlm2 darl 7 berIungsimengembangkankemampuandanmembentukwataksertaperadaban bangsayangbermartabatdalamrangkamencerdaskankehidupanbangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadimanusia yang berimandanbertakwakepadaTuhanYangMahaEsa,berakhlakmulia,sehat, berilmu, cakap, kreatiI , mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab(UUNo.20tahun2003BabIIPasal3).Dikarenakan pendidikanmerupakansebuahsistem,makaapabilaterjadikebelumberhasilan dalamsistempendidikanIndonesia, tidaklahdapatmenyalahkansalahsatuunsur saja, karena satu unsur dengan unsur yang lainnya saling berkaitan satu sama lain. Dapatdikatakanjugabahwapendidikanmerupakanminiaturdarisistemsosial yangmelibatkanberbagaielemensosialdalamsuatukomunitas.Unsur-unsur pendidikan diantaranya adalah: 1)Peserta didik 2)Pendidik 3)Interaksi peserta didik dan pendidik 4)Tujuan pendidikan 5)Materi pendidikan 6)Alat dan metode 7)Lingkungan pendidikan Pendidikanmerupakanprosesdalammenghasilkanpesertadidikyang minimalmemilikikeahlian,pengetahuandansikapyangbaikpadasaatmereka lulusnantidaripendidikanIormal. Jadiprosespendidikanmempersiapkanwarga negarayangminimalnyamemilikikeahlian,pengetahuandansikapyangbaik sesuaidengantujuanyangingindicapai.Sebenarnyapendidiktidakhanya berperan sebagai guru sajamelainkan sebagai administrator, konselor, perencana, ahlikurikulumdanmanajerdarisuatuprosespembelajaran.Manajemen pembelajaranmeliputimengetahuikebutuhanpesertadidikdanmengenali masalah-masalahpendidikanlaluparapendidikdapatmengaplikasikanlangkah-langkahpendidikansebagaiprosesmanajemenkarenasistempendidikan bertanggungjawabdalammengenalikebutuhanpesertadidik.Sehinggadari prosesmanajementersebutmenghasilkanprodukpendidikanyangmemiliki keahlian, pengetahuan dan sikap peserta didik yang diharapkan. PENDIDIKAN SEAGAI PROSES MANAJEMEN,hlm3 darl 7 Manajemen dan Pertanggungjawaban Didalammanajementerdapatpertanggungjawaban(akuntabilitas). Seorangmanajerpendidikanbertugassebagaiperencana,perancang,dan melaksanakansistempembelajaranyangeIektiIdaneIisiensertabertanggung jawabataskebutuhanyangdibutuhkanolehpesertadidikdanmasyarakat. MenurutLessinger(1970),manajemenyangberhasiladalahyangmemiliki pertanggungjawaban terhadap hasil lulusan dari sistem pendidikan tersebut.Tugasutamaseorangpimpinansuatulembagapendidikanadalah merencanakan,merancangdanmengimplementasikansistempendidikandan pengajaransecaraeIisiendaneIektiIdalamrangkameresponkebutuhanmurid danmasyarakat.UpayaeIisiensimemIokuskandirinyapadapengaturan optimalisasiIungsidanperansetiapunsurpendidikan,sementaraupaya eIektivitastertujupadapengaturanbagipencapaiantujuan,sesuaidengan kelengkapanpemenuhansumber-sumber.UntukeIisiensidiperlukanukuran setiapIungsidanperannya,sedangkanuntukeIektivitasdiperlukankejelasan tujuan, waktu, dan ukurannya, kejelasan hubungan antara input dan outcome serta terpenuhinyakebutuhankonstituenstrategis.Cirikeberhasilanmerekaadalah menghasilkanlulusan/terdidikdenganmemilikiketerampilan,pengetahuandan sikapyangdapatdipertanggungjawabkan.Namundemikiantidakberartikalau terjadikegagalandankesalahanhanyatertumpupadaparapendidiksaja.Sebab terlalubanyakIaktoryangmempengaruhikeberhasilanpendidikan,seperti budaya,interaksiantarunsuryangsatudenganyanglainnyasepertilingkungan keluargadanlingkunganmasyarakatnya.Dengandemikianmanajemen pendidikantidakhanyamengurusprosespengajarandisekolahsajamelainkan proses-prosesyangterjadidiluarkelas.Berdasarkanketerangantersebut, KauIman (p.11-12) menegaskan enam langkah proses pemecahan masalah, yaitu:1.Mengenali kebutuhan yang prioritas dan masalah-masalah yang ada. 2.Menentukanlangkah-langkahuntukmemecahkanmasalah-masalahdan langkah-langkah pemecahan masalah alternatiI lainnya. 3.Memilih langkah-langkah pemecahan yang strategis. PENDIDIKAN SEAGAI PROSES MANAJEMEN,hlm4 darl 7 4.Menerapkanlangkah-langkahpemecahantermasukmanajemendan pengawasan. 5.Evaluasi. 6.Revisi. Enamlangkahsebagaimanatersebutdiatas,dapatdibagipadadua kategoriyakniidentiIikasimasalahdanpemecahanmasalah.Halinitidakdapat dikerjakanolehgurusaja.Diperlukanpembagiantugasantaragurudengan administratorsekolah.Gurusebagaimanajerpengajaransementaraadministrator sebagai manajer pendidikan.Dalamkaitaninitermasukalat-alatanalisissistempendidikanadalah analisis misi, analisis Iungsi, analisis tugas dan analsis cara dan manIaatnya. Alat-alatinibertujuanuntukmenentukanasaldanarahtindakanuntukmenemukan kebutuhan.Analisismisimengungkapkanpersyaratantotalproblem.Analisis Iungsimengungkapaspeklebihrincisetiapbagiandaritotalproblemtersebut. Sedangkananalisistugasmerincipermasalahankepadaunit-unitkecilyangakan dibuatdalamperencanaan.Analsismisi,analisisIungsidananalisistugasini dengan cara melihat masalah melalui lensa yang beragam dari lensa besar (analsis misiuntukgambaranbesar),analisistugas,lensasedang(analisisIungsiuntuk rincianbesarpadatotalproblem)danlensakeciluntukrincianpastidaritiap bagiankecil.SesudahmengidentiIikasisemuabagiansistemselanjutnyaadalah mengidentiIikasicaradanalatyangakandigunakanagarbenar-benar mendapatkanjalankeluarterbaikuntukmencapaitujuanyangtelah diIormulasikan dalam need assessment. Analisis Misi The mission analysis states the overall goals and measurable performance requirement(criteria)fortheachievementofsystemoutcomes(Kaufman,p). Dalamkaitaninioutcomessangateratberkaitandenganperkiraankebutuhan. TujuanmisidankriteriakinerjamerupakanspesiIikasi sistemyangdirencanakan dan dirancang.Dari sini terlihat sistem pendidikan sebagai tahapan prosedur kerja pendidikanyangmenggambarkanasaldanarahyangakandicapai.Selanjutnya PENDIDIKAN SEAGAI PROSES MANAJEMEN,hlm3 darl 7 menggambarkanrancanganmanajemen(biasadisebutproIilmisi)yaknijalan kecil(pathway)untukmemecahkanmasalah.Segeraperluditambahkanbahwa modelkeseluruhanpendekatansisteminidapatdilihatdariproIilmisiyangalur kerjanya dapat dikemukakan sebagai berikut: 1.Mempersiapkan bahan-bahan ajar.2.MengidentiIikasikan kebutuhan.3.Menentukan rincian sasaran dan kriteria kinerja.4.Menentukan sumber-sumber yang ada.5.Menentukaan cara dan alat. 6. Menyeleksi cara dan alat. 7.Mengembangkan bahan ajar. 9.Menentukan contoh kinerja. 10. Tampilan hasil akhir.11.Menentukan kriteria revisi. 12.Menerapkan subsistem pengajaran. Contoh proses pemecahan masalah:Situasi :SeoranganakkecilmemintaAndauntukmenyusun puzzle. Yang diharapkan: Puzzle yang belum tersusun dapat tersusun dengan rapi. NO.LANGKAH-LANGKAHPROBLEM SOLVINGCONTOH PROSESPROBLEM SOLVING1. 2. IdentiIikasi masalah. Menentukan langkah-langkah untuk memecahkan masalah-masalah dan langkah-langkah pemecahan masalah alternatiI lainnya. Siapkan puzzle. Cara pertama: a.Puzzle disusun oleh kita. b.Puzzleharusdisusundidepan anak. c.Puzzleharusdisusundalam waktu 20 menit. Cara alternatiI: a.Katakanpadaanakkecil tersebutbahwakitatidak PENDIDIKAN SEAGAI PROSES MANAJEMEN,hlm6 darl 7 3. 4. 5. 6. Memilih langkah-langkah pemecahan yang strategis dari cara alternatiI. Implementasi strategi yang dipilih. Menentukan penampilan yang eIektiI. Melakukan pengulangan. memilikiwaktuuntuk melakukannya. b.Trialanderror.Apabilaterjadi kesalahanharusdicobadan dicoba lagi. c.Cocokkansetiapbagiandengan kontur/bentuk permukaan. d.Cocokkansetiapbagiandengan menggunakan warna. e.Cocokkansetiapbagiandengan menggunakan kontur dan warna. PilihlahcaraalternatiIlainnya (alternatiI ketiga) Tampilkanbagiandemibagiandan cocokkanduaataulebihbagian dengan menggunakan kontur. Periksa hasil dari langlah kedua.

Apabila satu langkah dengan yang lainnya tidak bertemu, maka lakukan kembali langkah-langkah sebelumnya.

PENDIDIKAN SEAGAI PROSES MANAJEMEN,hlm7 darl 7 DAFTAR PUSTAKA KauIman,A.Roger.(1972),EducationalSystemPlanning,London:Prentice-Hall, INC. Ibrahim,R.danSyaodih,NanaS.(1996),PerencanaanPengafaran,Jakarta: Rineka Cipta. Syaodih,NanaS.(2005),LandasanPsikologiProsesPendidikan,Bandung:PT Remaja Rosdakarya.Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003. http://www.alIurqon.or.id/ http://masdiloreng.wordpress.com/2009/03/22/pendidikan-sebagai-proses-pembebasan/ http://sosbud.kompasiana.com/2010/10/03/pendidikan-sebagai-proses-pendewasaan/ MENETAPKAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN Disusun oleh : Ikhwan Awaludin Firdaus, S.T. & Irawan Effendi, S.E. PROGRAM PASCA SAR1ANA MAGISTER MANA1EMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2011 MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm1 darl 18 MENETAPKAN KEBUTUHAN PENDIDIKAN 1. TU1UAN DAN KEBUTUHAN Dalammenentukankebutuhanpendidikanberawaldaripendeskripsian antara "where are we now"dan 'where are we to be" atau antara "what it is" dan what should be. Where are we now Wherearewenow,dimanakitasebagaiperencanasekarangberada? Maksudnyadalamkondisibagaimanamurid,guru,bangunan,perpustakaan, manajemen,kurikulum,prosespembelajaran,pendanaan,sertalaboratoriumsaat si perencana akanmemulai kerjanya? Dalam kondisi apa dan bagaimana (what is theexistingcondition)adanyakomponen-komponentersebutsaatsiperencana memulailangkahpembuatanperencanaan?Halituharusdianalisissebagaimana adanya. Kegiatananalisisnyaadalahmendeskripsikankeadaansekarang berdasarkanIakta-Iaktayangada(IactIinding)saatberlangsungnyaawal kegiatan, dalam rangka mencapai terminal tujuan berikutnya, atau malah membuat tujuanberikutnyayanglebihproporsionaldanadaptiIdengankekuatan, kemampuan sumber daya yang tersedia. Hal ini berbeda dengan kegiatan diagnosa yangbertujuanmencaridanmenemukankelemahanprogramyangadadalam rangka memperbaiki program sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Untukmendapatkandata(baikyangkualitatiIdankuantitatiI)dapat digunakan tehnik yang sederhana maupun yang canggih. Tehnik sederhana seperti interviu,kuesioner, test,dokumen,catatan lain, atauobservasi. Sedangkan tehnik canggihnyamelaluiperhitunganrumitproyeksidankomparasi. Pendeskripsiannya melalui SWOT (strength, weekness, opportunity, treath). Padaumumnyauntukmengetahuikondisiterakhirdariobjek perencaanaan,sebagaimodal awalkegiatanperencanaan, distudimelalui SWOT yanghasilnyaberupadeskripsitentangapayangjadikekuatandankelemahan yangadasaatkini,peluangdanrintanganapayangdihadapi,apakegiatanyang MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm2 darl 18 ada,baikyangsiIatnyaindividualmaupunkomunal.Pengetahuantentangini penting,lantaranperencanapendidikandituntutuntukberpikirsecara berkelanjutan,disampingmenghadapirealitasbahwakondisipendidikanakan terusberubah,danperubahanituharusdidasarkankepada realitasperkembangan manusia dan tempat tinggalnya.BerdasarkananalisisSWOTterhadap'apaadanyaseharusnyadapat dipahamipeluangperkembanganmasayangakandatang,kemauanberubahdari parasteakholder,peranpentingpendidikanpadakehidupanmasyarakat,tingkat keterlibatan orangtua ataumasyarakat pada perencanaan pendidikan, peran guru ataupendidik,danmalahperankegiatanpendidikanterhadapperkembangan pribadi dan masyarakat.Selanjutnyabertolakdarideskripsitersebutdiatas,perencanadapat merancang tujuan pendidikan yang harus dicanangkan yang kemudian diturunkan padabentuk,jenis,danjenjangkurikulum,caramelaksanakannyadarisejak bentuk dan jenis kehadiran atau interaksi guru/pembimbing/pelatih dengaan siswa,penyediaanjumlahdanmutu/kualiIikasiguru,dukungandana,hubunganpolitik antarasekolahdanpmrintah.Apaygdapatdanyangharusdilakukanpara perencanasesudahitu?Merekadituntutuntukmenyiapkannormaperencanaan pendidikan,cara,indicatordaripencpaiandantercapainyatujuan,rencana straategisyangdapatdicanangkan,kebijakan,rencanamanajemen,rencana operasional, orientasi kemanusiaan vs teknologi, dsb. Paraperencanapendidikanpunyatanggungjawabuntukmenemukan kecenderunganmasyarakatsertamenjawabpersoalanbagaimanakecenderungan tersebutdapatdiorganisasidanbagaimanapengorganisasiantersebutdapat dilaksanakan.Halinipentingditegaskan,mengingatpadamasadepanketerlibatan siswa/mahasiswadalamprosespembelajaran,intensitasnyaakansemakintinggi. Halinisejalandengankebiasaanataubudayahidupkaummudaterpelajar. Diumpamakankecenderunganbudayakaummudauntukolahraga,music,dan permainanjadidemikianmenonjolsebagaiopsimencarinaIkahkehidupan,maka halituberartiolahraga,musik,danpermainanakanmenjadibagianpenting dalamsituasipembelajaran.Implikasinyaadalahseorangperencanaharus mendahulukanpendekatanmanusiawidibandingorientasiteknologi.Selamaini MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm3 darl 18 caraberpikirdemikiankurangdiperhatikan,denganalasanbukanbagiandari pengembanganakademik.Padahaltanpaberpikirdemikian,perencanaanadalah perbuatanyangcenderungtidakmanusiawi,kurangdapatmengembangkan unsur-unsur kemanusiaananakdidiksecara menyeluruh. guru a k t i v i t a s murid masalalusekarang dan yad What should be DalampandanganIilsaIat,perencanaanadalahupayauntukmenjelmakan suatukeadaanmasayangakandatang.Untukmencapaimasadepantersebut dibuatlahlangkah-langkahyangsemestinya.Dalamkaitaninimasadepan merupakansesuatuyangdiasumsikanlebihbagus,lebihbaik,lebihtertata dibanding saat perencanaan tersebut dibuat.Terdapat dua jenis masa depan yang perlu dideskripsikan. Pertama, terkait dengannilai,aturan,system,atausoItware;dankedua,terkaitdengankeadaan phisik, sarana, prasaran, ataua hardware.Namun yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa masa depan merupakan sesuatu yang sukar ditentukan secara pasti. Karena itu perlu ekstra hati-hati dalam menentukantujuanperencanaan,sehinggakesenjanganantarakeadaansekarang dengankeadaanyang diinginkan dalam perencanaan, dapat tergambarkandengan MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm4 darl 18 tepat. IdentiIikasi yang benar tentang masa depan, berarti menghindarkan institusi daripemborosanbiaya,waktu,dantenaga.Dalamkaitaninimasalahutamanya adalah(1)bagaimanamenentukankesenjanganantaramasakinidenganmasa depan,dan(2)bagaimanaanalisis(bukandiagnosa)keadaansekarangsecara tepat,persisi,objektiI.DariduakegiataninilahditentukanIormulasitujuan perencanaan.Proses Formulasi Tujuan ProsesIormulasitujuanpendidikan,diawaliolehupayamencermatiseluruh komponenyangterlibatdalamkegiatanpendidikan.Hasilmencermati,baik melaluisurvey,sensus,ataucara-caralainna,akanmelahirkanataumenemukan IormulasiataudaItarkebutuhanyangpalingutamabagimemenuhimasalah tersebutdiatas,terkaitdenganpelaksanaanpendidikan,skopedanbidang perencanaanpendidikan,perluasanisupemecahanmasalah,eIektivitasanalisis masalah, dan kesadaranumum tentangbentuk penyelesaian masalah. Seperangkatprosedur dapat ditetapkan, antara lainsebagai berikut. (1)melaksanakanpenelitianuntukmenemukanIaktaempirikyang terobservasidanterukur,sehinggamemudahkanperhitunganuntuklangkah-langkahselanjutnya; (2)MenggunakanIaktaempirikhasilpenelitiansebagaidasarmenentukan kebijakan, tujuan, program danprosedur;(3) menetapkanstandar tiap item yang tertera pada butir dua di atas;(4) menggunakanstandaryang sudahditetapkan; (5)menetapkankondisiuntukketepatanpenerapan,atauuntukmelakukan revisi, atau untuk menetapkanpenyimpangandari standar;(6)MengaturdistribusiIungsiutkmeminimalisasipenyimpangandan perbedaan; (7) menyederhanakanproses tahap-tahap penentuankebutuhan;(8) menetralisasi perhitungan dan mempelajari masalahyang ditemukan ,(9)memeliharahubunganteoridanpraktek.Sebagaimanadiketahuipada dasarnyateoridanpraktekbukanduahalyangberpisah,namunkomponenyang salingpengaruhmempengaruhi,teorijadimasukanbagipraktek,dansebaliknya MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm3 darl 18 praktekpunjadimasukanbagipengembanganteori.'Theoryandpracticearenot separate, there is theconstantinterchange, a Ieedbacksystem.

8lnSl 8Lnulk uLM MLnL1AkAn 1u!uAn (uladapLasl darl 8angarL and 1ru p92) Dalampada ituperluditegaskanbahwaberpikir tentangmasadepandipengaruhi visiatauwawasantentangmasadepan.Wawasantersebutdipengaruhioleh sejarahbudayanya.Dalamkaitaninilah,makasesungguhnyapembuatan perencanaanpendidikanmerupakankegiatandinamikyangdipengaruhioleh kekuatanluarpendidikan,yaknisuasanabudayayangmelingkupiparapembuat perencanaan tersebut, untuk kemudian secara sinergi terjadi spiral antara berbagai komponen yang terlibat di dalamnya. Uraianmengenai kesenjangankondisi yang terjadi saat inikL?AklnAn MLnLMukAn lAk1AlAk1A MLnL1AkAn kebl[kaan progra Lu[uan prosedur MLnL1AkAn S1AnuA8 no2MLn?uSun A1u8An MAln Cunakan sLandar MeneLapkan kondlsl penerapan MLnLn1ukAn A1u8An MAln MendlsLrlbuslkan fungsl MLn?LuL8PAnAkAn 8CSLS SLudl asaa8lnSl8lnSl uASA8 kLSlnAM8unCAn 1LC8l 8Ak1Lk MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm6 darl 18 dangambaranyangdiharapkanmasayangakandatang(discrepancyanalysis), sekaligusjugajadiidentiIikasidandokumentasikebutuhan-kebutuhan(need assessmet). Untuk menentukan kebutuhan tersebut diperlukan beberapa hal sebagai berikut. (1)datayangmerepresentasikandunianyatapelajar,baikmasakinimaupun masa depan; (2)tidakadapenentuankebutuhanyangbersiIatIinaldanlengkap,kita harussiapmelihatdatayangbersiIattentatiIdanterusmenerusmempertanyakan ulangberkenaan dengan jumlahdan mutukebutuhan;(3)perhitungankebutuhanharusdiidentiIikasidalamtermprodukdan proses.Tigapartnerpendidikanharusselaludicermatibagisuksesnyapendidikan, yakni(a)pelajar,(b)orangtuadananggotamasyarakat;dan(c)paraguruatau para pelaksana proses pendidikan.Hubunganketigaunsurpentingtersebutsalingterkaitantarsatudengan yanglainnya,salingterikatmempengaruhisecarasearah,yaknimasyarakat mempengaruhikebutuhanpelajar,kemudianpelajarpunmempengaruhi kebutuhanguru,dangurumempengaruhikebutuhanmasyarakat.Namunpada saatyangsamapelajarterikatpadakeadaanmasyarakat,masyarakatpunterikat pada keadaan guru, dan gurupunterikatpada keadaan pelajar. LAnnlnC1LCPnlCuLMLAnS LnuSvALuLCLlC? MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm7 darl 18 MASYARAKAT PELAJAR GURU Bentuk Hubungan Prasyarat Keberhasilan Pendidikan Beberapahalyangharusmenjadibagiananalisisdariketigaunsurtersebut adalah: (1) menggambarkanrealitastiap unsur; (2) menggambarkan kecenderungantiap unsursesuai persepsimereka; (3)menggambarkanpersepsitiapunsurterhadapyanglainnyabaikmasakini maupunmasayangakandatang;menggambarkanketerkaitandanketidak terkaitanantarunsurdalampersepsimasakinidanpersepsimasayangakan datang.Tiga Model Penentuan Kebutuhan Terkaittigaunsurtersebutterdapattigamodelbagipenentuankebutuhan yakni model induktiI, model deduktiI, dan model klasik. Model Induktif secara beruntun dan bertahap mengikuti kegiatan sebagai berikut.(1) mengidentiIikasi perilaku saat kini;(2)mengkompilasidanmengklasiIiksiperilakupadaprogramdanbentukan perilaku;(3) Bandingkan dengan tujuan umum;(4) menggabungkan kesenjangan; (5) menyusun tujuan secara ditil;(6) mengembangkn program pendidikan; (7) mengimplementasikan program pendidikan ; (8) mengevaluasi hasil pendidikan (9) revisi.

MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm8 darl 18 ModelDeduktifsecaraberuntundanbertahapmengikutikegiatansebagai berikut.(1) mengidentiIikasi danmenyeleksi tujuanpendidikan,(2) mengembangkanukuran-ukurankriteria,(3) menyusunsyarat perubahan,(4) mengumpulkan data danmengukur kesenjangan, (5) menyusuntujuan secaraditil,(6)mengembangkanprogrampendidikan,(7)mengimplementasikanprogram penddikan, (8)mengevaluasi hasil didikan,(9) revisi.ModelKlasiksecara beruntundimulaidari kegiatansebagai berikut. (1) Tujuanumum(2) mengembangkanprogram,(3) mengimplementasi program pendidikan,(4) mengevaluasi. Analisis Bentuk Kegiatan SecarakomprehensiIhal-halyangterkaitdengansetiaplangkahkegiatan, hendaklahdirincidalambentuk sebagaiberikut.Pertama,dideskripsikansecarapersisidenganmelihatrealitaskehidupan masyarakatdariberbagaiaspekkehidupannyasepertikeagamaanmasyarakat, sosial budaya, sosial ekonomi, dansosial politik(KauIman, C.III)Kedua,menguraikanbidangmasalahperencanaanmelaluianalisistujuan pendidikan.Termasukpadakegiataninimempelajaribidangdanbagian-bagianya,mengumpulkan,tabulasidanmeramaldata,yangkesemuanyamengarah kepada penyeleksian jenis dan bentuk prioritas kegiatan.Uraianmasalahpendidikanyangterkaitdengantujuanpendidikan, meliputi hal-hal sebagai berikut. (a) subsistem komponen aktivitas pendidikan,(b) subsistem komunikasi pendidikan seperti gerakan, inIormasi dan energi,(c) subsistem Iasilitas, dan(d) subsistem operasional. MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm9 darl 18 Ketiga,mengkonsepdanmerekayasaperencanaan.Termasukkedalam kegiataniniadalahmengidentiIikasiberbagaikecenderunganarahmasadepan denganmembuatciri-ciririncidaritiapkebutuhanyangtersaring,menetapkan tujuan dan sasaran, serta mendisain perencanaan; Keempat,merencanakanpenilaianmelaluiperencanaansimulasi, merencanakanevaluasi,sertamenyeleksiperencanaan.Dalamkaitanini dilakukanidentiIikasijenisdanjumlahpersyaratanbagipencapaiankebutuhan, disamping membuat spesiIikasi pemecahan masalah yang mungkin timbul; Kelima,mengidentiIikasitahapan-tahapanhasilkegiatanserta menentukancarapengawasannya.Diperlukanukuranyangjelasdantegas mengenaihasilsetiapkegiatan,sebabpadakegiatanyangberkelanjutan,setiap kegiatan pada dasarnya merupakan prasyarat bagi kegiatan selanjutnya.Keenam,mengidentiIikasistrategialternatiIyangmungkinserta menyempurnakantiappersyaratanuntukmemenuhitiapkebutuhan.Termasuk menginventarisasikemungkinankeuntunganataukerugiandaritiaptindakanyang direncanakan. E. Sasaran Perencanaan : Masa Depan Gambaranmasadepandalamperencanaan,merupakansesuatuyang sangat penting, sebab gambaran ini berIungsi :1. menggambarkan arah yang akan dituju dalam perencanaan, dan2.menentukan target yang realistik.Suatu perencanaan dapat dikatakan memperhati kan masa depan manakala terdapat hal-hal sebagai berikut. a.Diarahkanbagiterbentuknyanilai-nilai,khususnyanilaimasadepan. Dalamkaitanini,makaseorangperencanapendidikandituntutuntukmemahami nilai-nilai ipoleksosbudtempat perencanaan pendidikan,Sebagaimana dimaklui, nilaimempengaruhiadatistiadatdansejarahbudayasuatukomunitas.Sejarah akanditulisseiringdengannilaiyangdianutpenulissejarahtersebut,sebabnilai berIungsisebagaimotivatorsuatutindakan.Berlandaskanpadanilaijugaakan terjadi keseimbangan antara kepentingan pribadi dan penentuan kebijakan publik, dalam menentukan kebenaran, kekuatan, ketepatan tindakan. MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm10 darl 18 b.PengembangandirancangsecaraalternatiI,dandampakyang diperhitungkanakibat pilihan suatu alternative, bersiIat silang. c.Masadepanyangdirancangadalahmasadepanmodelbaru,bukan sekedar perbaikan dari keadaan liniermasa kini. d.PerencanaanhendaklahbersiIatsistemikmeliputseluruhunsur kegiatan pendidikan. e. Tidakditekankanpadaperubahandarimasa lampau tapi lebihkepada menciptakaan lingkungan baru yang lebih baik.Skenariomasadepanselalumengandungketidakpastian.Semakin panjangjangkawaktuperncanaansemakinbanyakmengandungketidakpastian. HalinidiakibatkanolehparameterkuantitatiIyangsemakinrendah kredibilitasnya. Halinipunmerupakanakibatlogisdariinterrelasi antarvariable yangsemakinsukarmendapatkepastian.Namundemikianskenariomasadepan tetap diperlukan, antara lain untuk antisipasi dan sasaran dari tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan.Skenario masa depan dibuat berdasarkan bebera pa cara perhitungan. Pertama, perhitungan secara linier dengan laju pertumbuhan tetap. Kedua,perhitunganberdasarkankeberhasilanusahakinidankegiatan yang akan datang. Ketiga,perhitunganberdasarkanpadaberbagaikemungkinanyangakan terjadi,sepertigempa,banjir,kurvatajampenemuanteknologibaru,dst.nya. Biasanyateoriprobabilitasdengantingkatreliabilitas(keterandalan)tertentu digunakan dengan sangat hati-hati dalam kegiatan model ini.E. Tehnik Meramalkan Masa Depan Terdapatberbagaicarameramalkanmasadepan.Namundemikiantidak semuacaradilakukansekaligus.Padaumumnyaparaperencanamemilihyang palingcocokdenganorganisasi tempatperencanaandibuat.Ada22macamcara peramalan yaitu:1.Sumbang saran;2. Tehnik delphi;3. Opini para ahli;4.Bacaan Iiksi; MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm11 darl 18 5.Skenario;6.Analogi Sejarah;7.Sekuen Sejarah8. Analisis isi; 9. PErhitungn sosial;10. Penentu utama;11.Times Series;12.Ekstrapolasi;13. Contextual mapping;14.Morphological analysis;15.Relevance trees;16.Matrik keputusan;17.Model penentu;18.Model kemungkinan;19.Permainan;20.Simulasi operasional;21.Cost-beneIit analysis;22. Tabel inputoutput Beberapatehnikyangseringdigunakandalammeramalmasadepan adalah sebagai berikut. 1.Fishbowling,yaknikritikterhadaphasildiskusi.Caranyakelompok satudiskusidikelilingiolehkelompokkeduayangmengawasijalannyadiskusi kelompoksatu.Diakhirdiskusikelompoksatu,koreksipundiberikanoleh kelompk dua terhadap jalan diskusi dan jalan berpikir diksusi kelompok satu. 2.DelphiTechnique,adalahperamalanmasadepantanpadiintervensi lebihdahuluperuntukanperencanaan.Dilakukanolehkelompokahlimelalui tujuh langkah. (a)PresentasilatarbelakangpermasalahandaninIormasilainterkait permasalahan. (b)Partisipanmembuat ataumeilih ramalanmelalui kuesioner yang telah disiapkan panitya. MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm12 darl 18 (c)Pengumpulandanpentabulasianhasilkuesioner.Hasilnya diinIormasikan pada partisipan. (d)Kuesioner dibagikan lagi pada partisipan. (e)Kuesioner yang telah diisi ditabulasikan lagi disertai argument tentang jawaban-jawaban tersebut. (I)Kuesioner dibagi untuk ketiga kalinya. (g)Hasil kuesioner ditabulasikan lagi dan diolah secara statistic. Prosesinimemberipeluangluasbagikelompokahliuntukmerubah pendapat tanpa merasa segan kepada kolega partisipan lain. 3.Brainstorming,adalahcaramerangsangkeluarnyaide-idekreatiI partisipan.Dalamkegiataniniyangdipentingkanjumlahidebukankualitaside, karenaitukritikantarpendapatharusdicegah,supayapartsispantidaksegan negeluarkanpendapat.Kualitasidedisaringolehtimevaluatorsetelahkegiatan diskusi selesai.4.Q - Short,caramenetapkan urutan prioritas. Caranya problemdibaca atauditulis.Pemecahanmasalahditulisdikartu-kartukecilyangkemudian dibagikanpadaparapeserta.Parapesertadimintamerankingkartusesuai pertimbangannya.5. Simulasi,yakni tiruan ataumodeldari sesuatuyangdibayangkanakan terjadi.KegiatannyamenginventarisasiataumengidentiIikasivariableatau kecenderungan suatu kejadian.F. Strategi Berdasarkan gambaranmasa kini (where are wenow, atau what it is, atau asis-nya)yangantaralaindideskripsikanmelaluiSWOT,sertagambaranmasa depan yang digambarkan sebagai tujuan yang harus dicapai dan akan ditempuh (to be), baik dalam bentuk perangkat keras maupun perangkat lunak, maka ditentukan strategi atau pendekatan umum untuk mencapai gambaran masa depan tersebut. MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm13 darl 18 Perencanaan strategi ini ada yang siIatnya general, atau menyeluruh yakni suatubentukkegiatanumumsebagaimanadideIinisikan'Strategiesisageneral programoIactiontoattaincomprehensiveobjecttives(programumumsuatu kegiatanuntukmencapaitujuanyangkomprehensiI).Namunadajugayang siIatnyaparsial,ysngbiasadisebutmetode,yaknikegiatanyangharusditempuh sebagai jalan keluar terbaik berdasarkan realitas yang digambarkan dalam SWOT, atautujuanahirkegiatann(objectiveorgoal)ataudalambentukkegiatanyang diharapkan untuk diperankan, yang biasa disebutpurpose. G. Kepentingan Perencanaan Pendidikan Islam Penaksirankebutuhandananalisissistemmerupakanlangkahawal yangperluditanganiolehmanajemenmadrasahdalammembuatperencanaan pendidikanIslam.Penaksirankebutuhan(needassessment)adalahupaya mendeskripsikan keadaan sekarang dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan melihat kesenjangan antaraduahal tersebut, akan terlihat kebutuhanapayangdiperlukan olehlembagapendidikanIslamataumadrasah.Tujuanyangakandicapai, disesuaikandenganlingkaranwaktuprogramyangdicanangkan,yaknidapat pertahun,persemester,percaturwulan, ataubisasajamalahperbulan. Sedangkan analisis sistem adalah upaya mengidentiIikasi persyaratan yang menjadi indikator kegiatankegiatan,unsurataubagianyangterlibatdalamsistem.Penaksiran kebutuhantertuju kepada dua pihak yakni murid dan masyarakat (dalam berbagai lapisannya).Dalamkaitaninilahpendidikanmerupakanupayamengembangkan keterampilan,pengetahuan,dansikapmuridpadasatusisi,danuntukmemenuhi kebutuhanmasyarakatpadasisilain,sepertikebutuhantentangketerampilan, pengetahuan, dan sikap manusia pembangunan atau penerus kehidupan mereka. MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm14 darl 18 Untukmemenuhihalitu,banyakorangyangmestidilibatkandari administrator, pembimbing, guru, perencana, pakar budaya, pakar sosiologi, pakar kurikulum,ahlikomunikasi,ahlipembiayaan,danmalahahlibangunan, semuanyasecarabersama-samamerupakanmanajerprosespendidikan.Mereka bertugas mengidentiIikasi kebutuhan murid dan permasalahannya untuk kemudian menganalisispersyaratanmuriddarisisiketerampilan,pengetahuandansikap yang nanti dibutuhkan masyarakatnya. Manajemen dan Pertanggungjawaban Tugasutamaseorangkepalamadrasahataumanajersuatulembaga pendidikanadalahmerencanakan,mendisain,danmengimplementasikansistem pendidikandanpengajaransecaraeIisiendaneIektiI,dalamrangkamerespon kebutuhanmuriddanmasyarakat.UpayaeIisiensimemIokuskandirinyapada pengaturanoptimalisasiIungsidanperansetiapunsurpendidikan,sementara upayaeIektivitastertujupadapengaturanbagipencapaiantujuan,sesuaidengan kelengkapanpemenuhansumber-sumber.UntukeIisiensidiperlukanpertelaan ukuransetiapIungsidanperannya,sedangkanuntukeIektivitasdiperlukan kejelasan tujuan,waktu,danukurannya,kejelasanhubungan antaramasukandan keluaran,sertaterpenuhinyakebutuhankonstituenstrategis.Cirikeberhasilan merekaadalahkeluarnyalulusan/terdidikdenganmutuketerampilan, pengetahuan,dansikapyangdapatdipertanggungjawabkandihadapanharapan, tugas,dantuntutanmasyarakatnya.Namundemikiantidakberartikalauterjadi kegagalan,kesalahanhanyatertumpupadaparapendidiksaja.Sebabterlalu banyakIaktoryangmempengaruhikeberhasilanpendidikan,sepertibudaya, interaksiantarvariabeldirumahtanggamurid,sistemketetanggaan,dan masyarakatnyasendiri.Bilapertanggungjawabanhanyadipikulolehpara pendidiksaja,makapendidikharusmeletakkantujuan,sasaran,danprosedur secaraterbukaberbicaradenganlembagalegislatiI,pembayarpajak,danyang lainnyatentangkeperluanketerampilandankemampuantenagakerja,supaya merekapunmemilikiketerikatankepadahaltersebut,danmencapaikesepakatan tentang apa yang harus dikerjakan masing-masing, bagaimana cara kerja dan arah pengembangansertakontrolataspelaksanaankesepakatantersebut.Dengan demikian manajemen pendidikan tidak hanya berurusan dengan proses pengajaran MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm13 darl 18 disekolah,tapijugaberjuangdiluarkelas,supayadapatdipenuhipersyaratan yang harus diperoleh terdidik masa yang akan datang. Faktorpentingdansangatstrategisdalampembangunansuatunegara adalah sumber daya manusia. Manusia terdiri atas jasmani dan ruhani. Sedangkan aspekruhaninyaterdiriatasakalyangmenghasilkanpikiran,rasayang menghasilkankeinginan,danhatiyangmenghasilkankeputusan-keputusan. KetiganyabersiIatsinergis,salingmempengaruhi.Unsurmanayangpaling dominan dariketiganya tergantung pada proses pendidikan yang dialamimanusia bersangkutan.Adamanusiayangsangatmemperturutkanhasilpikiranakalnya, danabaiterhadapperasaannya,namunadakalanyajustruperasaanyangjadi pemandutindakandansamasekalitidakmenggunakanakalnya.Katahati merupakaninstitusitertinggidalamdirimanusia.Lantarandidalamnyaada prosespertimbanganantarahasilkerjaakaldanrasa.AlQur-ansendiribanyak memberipenegasansupayamanusiatidakmemperturutkankeinginan,namun harus memakai pemikiran yang hasil akhirnya diputuskan oleh hati nurani (22:46; 47:24;7:179)Ketigaunsurtersebutsangatmenentukanyaknikecerdasanotak, kehalusanrasadankejernihanhati.Kecerdasaanotakterkaitdengan keterampilanberpikir,kehalusanrasaterkaitdengansenidanbudayayang melingkunginya,sementarakejernihanhatiterkaitdengankebersihandan ketulusanniyat.Karenaitumanakalaterjadiketidakseimbangandiantara ketiganyamakahasilyangdiperolehtidakakanoptimal.Kecerdasanotakyang dibarengidenganrendahnyakualitasrasadanhati,akanmengakibatkanmanusia cerdas namun tidak berperasaan dan berniyat jahat.Sebaliknyahatiyanglembutdanlurusdenganperasaanyanghalus manakaladibarengidenganotakyanglemah,akanselaluditipuorang,tidak kreatiIdantidakmaju.Idealnyaotakcerdasrasahalusdanhatilembut.Untuk mencapaiyangidealtersebut,peluangsangatbesarterbukabagilembaga pendidikan Islam, sebab pendidikan Islam mengembang kan ketiga aspek tersebut sekaligus, yakni kecerdasan otak dan kelembutan rasa serta kejernihan hati. Pendidikan Islam terkait kepada ketiga unsur pokok otak dan hati tersebut, disampingunsurjasmani atauphisik.Namundemikiandalam sejarahpendidikan Indonesia,sempatterbentukcitrabahwapendidikanIslammerupakan MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm16 darl 18 pendidikanritualkeagamaanIslamsaja.Dalamsuasanakehidupanyang semakinmengutamakanaktivitas sosialnon ritual,makanasibpendidikan Islam model demikian akan semakin marginal, terpinggirkan. Pada jaman sekarang citra tersebuttelahsemakinberubah,seiringdengansemakintersedianyaSDMpada ummatIslam.PendidikanIslamdipersepsisebagaipendidikanmanusia seutuhnya,jasmanidanrohani,ritualdansosial.Perbedaanutamadengan kegiatan pendidikan yang tidak memakai predikat Islam adalah suasana, jiwa, dan konsepdasarIilsaIatnya.Sedangkanmasalahmateridanmetodologipada umumnyamasihsama.Kesamaaninibukanlantarankeduahaltersebuttidak terkaitdengankonsepdasarIilsaIat,namunlebihkarenakesamaanpayung lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia yakni undang-undang pendidikan serta berbagai peraturan pemerintah yang menyertainya.NamundemikiancitralembagapendidikanIslammemangharusterus menerus dikembangkan. Pada umumnya tetap masih terpinggirkan dibanding citra lembagapendidikannonIslam.Untuksekedarbahanrenungandibawahini dikemukakan10terbaikNEMSMU(NegeriSwasta)seDKIJaya2000/2001. Secaraberturut-turutuntukprogramBahasaadalahSantaUrsula,SMUN3, SMUN 39, SMUN 84, Tarakanita I, SMUN 54, Labschool, SMUN 2, SMUN 90, SMUN35.SedangkanuntukProgramIPSsecaraberturut-turutadalahSMU KristenIPenabur,SMUN8,SMUSt.Ursula,SMUN81,SMUSangTimur, SMUN70,SMUN12,SMUTarakanitaI,SMUN78,SMU3Penabur.Adapun untukProgramIPAsecaraberturut-turutadalahSMUK1Panabur,SMUK3 Penabur,SMUStUrsula,SMUN8,SMUK5Penabur,SMUKanisius,SMU Don Bosco II, SMU Sang Timur, SMUN 12, SMU St. Theresia.Datainimemperlihatkanbahwauntukprogrambahasa,rangkingkesatu dankelimadiraiholehSMUKristensedangyanglainnyaSMUNegeri SedangkanprogramIPSrangkingno,3,,8,dipegangSMUKristen/Katolik, sisanyaSMUNegeriDalampadaituuntukprogramIPA,rangking no,,3,,6,7,8,,diraihSMUKristen/Katolik,sisanyaSMUNegeri Proporsional manaka la masyarakatcenderung menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah SMU Kristen daripada ke SMU Negeri apalagi ke SMU Islam yang sama sekali tidak masuk rangking terbaik pada satu program studipun MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm17 darl 18 DiantarakelemahanlembagapendidikanIslamsehinggakurang bermutu dan tidak dapat bersaing dengan lembaga pendidikan yang lain untuk saat sekarang (analisi th. 2002), dapat dikemukakan sebagai berikut.Pertama,perencanaanyangtidakbagus.Padaumumnyapendirian lembagapendidikanlebihdidasarkanpemenuhankebutuhanidiologisnormatiI, bukanpemenuhankebutuhanidiologispraktis.Akibatnyaparalulusankurang memilikimutudalambidangproIesiyangjadiitempersainganmasyarakat. Akibat lanjutan nya adalah masyarakat cepat jenuh terhadap para lulusan tersebut. Kedua,kurangketerampilanmengorganisasikelembagaan.Observasi penulis menunjukkan bahwa banyak kemelut dalam lembaga-lembaga pendidikan IslamlantaranmanajemenkurangproIesional.Kemelutberkenaanpengurusan prasaranadansarana,kurikulum,rekrutmenpengembangandanpenarikan sumberdayamanusia,prosesdanreportpengawasan,semuanyabertumpupada kele mahan sumber daya manusia yang menjadi pelaku manajemen.IndikatorkurangproIesionalmanajemeniniantaralainterlihatdari lemahnyasikaprasional,lemahnyadoronganberamalnyata,lemahnyadisiplin kerjayangberakibatrendahnyaproduktivitas,lemahnyaorientasipadasistem belajar siswa,rendahnyakualitaspengawasanmutupara pendidik.Hal ini semua merupakanunsur-unsuryangmenentukanmutukelembagaanpendidikan. Keprihatinanmaraknyaberbagaikelemahaninidiperparahdenganterjadinya sinergikelemahantersebutdenganwaktu,ruangdankegiatanparapengelola lembagadanpelaksanapendidikan.Secaraperlahantapipastiberbagai kelemahantersebutberkembangjadisikaphidupparapengelolalembagadan pelaksana pendidikan Islam.Ketiga,lembaga-lembagapendidikanIslamsangatrekat,dekatdanjadi rentanterhadappengaruhdanperubahanpolitik.Halinidipicuolehbanyaknya rangkapjabatanparapengelolalembagapendidikanIslamdenganorganisasi-organisasi politik. Akibat negatiInya adalah kecenderungan subjekmendahulukan danmengutamakankiprahpolitikdaripadakiprahpendidikan.Lebihdariitu malahmeninggalkankegiatanpendidikandanterkonsentrasipadakegiatan politiksambiltidakmaumelepasknjabatanstrukturalpendidikan.Seharusnya rangkap jabatan tersebut, tidak menghasilkan dampak nega tive. Sebaliknya harus MENETAPKAN KEUTUHAN PENDIDIKAN,hlm18 darl 18 jadipositiI,caranyadengandibuatsinergi,setidak-tidaknyakomplemenantara satudenganyanglainnya.Halinihanyadimungkinkanmanakalasipelakutelah betul-betul dalam keadaan dewasa berpikir dan bertindaknya.Keempat, terhimpit oleh dua Iungsi yang saling tarik menarik yakni antara IungsidawahdanIungsipendidikan.Dawahdengankecenderungankarakternya mentolerirkelemahandankekurangansasarandawah,menjadikanpesertadidik, pendidik, malah manajemen pendidikan dibiarkan dalam keadaan tidak memenuhi persyaratankualitasenrollmen,kualitasguru/dosen,dankualitasparapimpinan lembagapendidikan.Dengandemikianmaksudkegiatanpendidikanuntuk meningkat kanmutu SDM jadi tidak tercapai. Sebab tidakmungkindari lembaga pendidikanyangtidakberkualitasakanmuncullulusanyangberkualitas.Dalam kaitaninilahsesungguhnyabenaranggapanbahwapembangunanmanusia seutuhnya pada hakikatnya adalah pembangunan kualitas pendidikan.Kelima,sedikitnyasumberdanasertakecilnyaperolehandana.Darisisi supra struktur,pendidikan Islambelummendapat perhatian yang semestinyadari parapenyelenggaranegara.Halinibukansajakarenakekuatanekonomi pemerintahanyang tidakbaik,namunlebihdari itukegiatanlembagapendidikan Islambelummendapatprioritasdalampendanaanpembangunan.Sementaradari sasaranmasyarakatyangjaditempatberkiprahnyalembagapendidikanIslam, pada umumnya mereka adalah masyarakat ekonomi lemah.Lembaga-lembagapendidikanIslamyangmajupadaumumnyaadalah lembagapendidikanIslamyangpesertadidiknyamempunyaiorangtua berkemampuanekonomimenengahkeatas.Padahalsebagaimanadiketahui umum,mayoritaspendudukIndonesiaadalahummatIslamlapisangolongan ekonomilemah(golekmah).Diperlukanpenggalangandanaummatsecara kolossalmanakalamayoritasummatyanggolekmahtersebutakandiIasilitasi dengan kegiatan pendidikan yang bermutu.Dapat diperkirakan beberapa lembaga pendidikan Islam yang maju, adalah mereka yang lepas dari berbagai kelemahan tersebut. ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN Disusun oleh : MOCHAMAD TA1IMUDIN NIM : 4103810311003 PROGRAM PASCA SAR1ANA MAGISTER MANA1EMEN PENDIDIKAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA BANDUNG 2011 ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 1 darl 13 BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang. Pendidikanmerupakanupayayangdapatmempercepat pengembanganpotensimanusiauntukmampumengembantugasyang dibebankanpadanya,karenahanyamanusiayangdapatdididikdanmendidik. PendidikandapatmempengaruhiperkembanganIisik,mental,emosional, moral, serta keimanan dan ketakwaan manusia.Agarprosespendidikanberjalanbaikdandapatmemenuhitujuanyangtelah ditetapkan,makadiperlukanperencanaanpendidikanyangbaikpula. Perencanaanpendidikanpadadasarnyaberpusatpadatigakomponenutama, yaitu:(1)Denganperencanaanituditunjukkantujuan(visi,misi,dantujuan) apakah yang harus dicapai ? , (2) Bagaimanakah perencanaan itu dimulai ?, (3) Bagaimanakahcaramencapaitujuan(visi,misi,dansasaran)yangharus dicapai itu ? (Sa`ud dan makmun, 2007: 15)Oleh karenanya, dalam makalah ini penulis akan membahas salah satu masalahpokokdalamperencanaanpendidikan,yaitutentangAnalisismisi sebagai bagian dari analisis sistem pendidikan.2. Rumusan Masalah. Berdasarkanpemaparandiatas,makapermasalahanmendasaryangakan dibahas adalah :a.Bagaimana Analisis sistem pendidikan dilakukan ? b.Apalangkah-langkahyangdiperlukandalammenganalisissistem pendidikan ? 3. Tujuan Penulisan. a.Untuk mengetahui konsep dasar dari analisis sistem pendidikan b.Untuk mengetahui langkah-langkah dalam menganalisis sistem pendidikan ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 2 darl 13 BAB II ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN A. Pengertian Umum. Tujuan analisis sistemadalahmengidentiIikasikeperluandancara-carayang dimungkinkanuntukmenyelesaikansuatupermasalahan.Dimulaidarimasalah yangdidasarkanpadadatadokumen,kemudiandianalisis(diidentiIikasiciri-ciri masalah),ditentukanhubunganantarbagianmasalah,kemudianmengukurcara terbaiksemuakemungkinanmemecahkanmasalahpadasetiapbagian masalahnya. Dalamhalkegiatanpendidikan,biasanyaidentiIikasimasalahbersiIatrelatiI global,beragam,datangdaribanyaksumber,dandituntutuntukeIisiendan eIektiI.Adapununtukmenganalisissistempendidikandiawalidenganmenganalisis misinya. B. Analisis Misi (Mission Analysis) Misiadalahkeseluruhantugasyangharusdiselesaikan.Masalahnyaadalah dimanasekarangberada?Kemanatujuan?Apaukurantelahsampaike tujuan? Apa langkah utama yang harus dikerjakan supaya sampai tujuan?Untukmenjawabpertanyaan-pertanyaantersebutdiatas,makadiperlukan langkah-langkahdalammenganalisismisi.Adapunlangkah-langkahnya adalah menentukan hal-hal berikut :1. Sasaran Misi (Mission Objective) Sasaran Misi adalahkinerja sesuaikualiIikasioutcomemisi,yaitu tujuan akhir yangdapat diukur. Sasaranmisi merupakan pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan, peralatan yang harus dipersiapkan, subjek penentu danpengukurhasil,kapanhasildikemukakan,sertakriteriaketercapaian tujuan.Dengandemikian,sasaranmisimenggambarkandimanamulai kerja, dan apa yang harus dicapai. ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 3 darl 13 Semuaobjekyangterlibatharusmemahamiprinsip-prinsippenilaian terhadap tercapai atau tidaknya misi. 2. Persyaratan Kinerja (Performance Requirement) Persyaratankinerjaadalahkriteriaunsur-unsurutamasasaranmisi, sehinggaperolehanmisitersebutterukur,seperti(a)kiteriasasaranmisi yangterukur;(b)peran-peranyangmempengaruhiproduk,seperiperan lingkungan, biaya, personil, dan lain-lain.Persyaratankinerjameliputicarapengerjaanproduk,kondisiuntuk mengerjakanproduk,karakteristikdisainproduk,spesiIikasikinerjadan aturan pengembangan kinerja.DalamperumusanPersyaratankinerjainiharusmelibatkanseluruhstaI, sehinggahasilnyamerepresentasikanpersepsiyangharusdikerjakan staI, sehingga mereka dapatmengetahui indikator kegagalan atau keberhasilan suatupekerjaan.Karenaitu,apabilapernyataannyatelahterperinci, objektiI,memakaiistilahyangterukur,makapersyaratankinerjaharus menyiapkankriteriadenganketentuan-ketentuantentangkemungkinan pencapaiannya.UntukmemudahkanidentiIikasipersyaratankinerja,makadibuatIorm tabulasiyangdikaitkandengansetiapitempersyaratankinerjamelalui sejumlahIungsi.SistemanalisisakanmengidentiIikasilebihbanyaklagi Iungsi.Kemudian rintanganyang cukupdominan hendaklah diidentiIikasi dalam analisismisi.Sebabhalitudapatdimasukankepadapersyaratankinerja. Dengandemikian,jikaterdapatrintanganberupabiayadalam pelaksanaannya, sehingga operasional misi tidak dapat berjalan, maka hal tersebutdimasukan sebagai persyaratankinerja. Bila peersyaratankinerja tidak dapat dicapai,maka harus kembali padaIormulasimisi. Inilahyang disebut rintangan misi ideal yang dicanangkan saat awal Iormulasi. Adapun cara-cara menyelesaikan rintangan adalah sebagai berikut :a.BertindakkreatiIdalammengembangkanidebaru,termasuk mereIormulasi tujuan misi atau merubah persyaratan kinerja. ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 4 darl 13 b.Formulasiulang,baikdenganmerubahoperasionalrintanganatau kompromi relatiI persyaratan kinerja atau capaiannya. c.Dihentikanmanakalaadaindikasimisiakangagalyangdiakibatkan terlalu besarnya rintangan tersebut TujuanmisisebaiknyabersiIatspesiIik,sehinggakriteriayang dikemukakandapat terukurdanmudahdiidentiIikasibaikpadadokumen awalmaupundokumenyangdikembangkanatasdasarrealitaslapangan. Tanpaadahaliniberartiperencanaanpendidikanakanterbayangi kegagalan sejak awal pekerjaan. 3. Profil Misi (Mission Profile). ProIilMisipadadasarnyaadalahgambarancarakerjauntukmencapai produk atau hasil akhir.Adapun cara-cara mendapatkan proIil Misi adalah sebagai berikut :a.MemIormulasikansasaranmisidanpersyaratankinerjayang menentukantempatmulaikegiatandanakhirpenyelesaianmisi, kemudianmenggambarkankeadaantetap(statusquo),yangdiakhiri denganmembuatdaItarIungsi-Iungsiyangdiperlukandenganalur pikiryanglogis,dantidakperlumengemukakanbagaimanatugas harus dikerjakan. b.MengidentiIikasidanmendaItartugasdalammisi.Halini dimaksudkanuntukmemeriksaalurpergerakanantarIungsisupaya kegitan tidak berhenti. c.HasilidentiIikasidarisemuaIungsiutamadalam proIilmisitersebut diujidengankebutuhan,tujuanmisi,danpersyaratankinerjadalam rangkamenjagakonsistensiantaravalidasiIungsidanvalidasi eksternal yang didasarkan kepada kebutuhan. d.Menelusuri kembali ketepatan Iungsi dari sejak awal sampai akhir. ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 3 darl 13 4. Analisis Fungsi (Function Analysis). YangdimaksuddenganIungsiadalahkumpulantugasyangharus dikerjakandalampencapaiantujuanatauproduktertentu.Sedangkan Analisis Fungsi alalah (a) menguraikan apa yang harus dikerjakan, dan (b) menentukan tugas-tugas dan hasil yang harus dicapai. AdapuntujuandariAnalisisFungsiadalahuntukmemIasilitasicaraatau jalur-jalurpekerjaan,memperlihatkancaramenyelesaikansesuatuyang harus terjadi dan menanpilkan jalur komuniaksi dengan yang lainnya. DanperludiketahuibahwaIungsiberartisesuatuyangharusdikerjakan atau hasil suatu kegiatan, bukan proses atau cara. Setiaptingkatananalisissistempadadasarnyaberhubungandengan tingkatananalisislainnya.Prosesanalisissistemberawaldariperkiraan kebutuhanyang menjadi pembeda antara apa yan ada dengan identiIikasi apayangdiinginkan. Setelahitu,menentukandasar atauinti tujuanmisi, sebagaijembatanyangmenghubungkanantaraperkiraankebutuhan dengananalisismisi.Dengandemikian,analisismisimengidentiIikasi tujuanmisi,kinerjayangdiperlukan,proIilmisidantingkatananalisis yang saling berhubungan dan konsisten secara internal antar logika bagian yangsatudenganyanglainnya.ProIilmisiyangmerupakanpuncak analisisIungsimerupakanjembatananataraanalisismisidengananalisis Iungsi. 5. Analisis Tugas (Task Analysis). TugasdapatdideIinisikansebagaisuatuunitkinerjayangbila dikumpulkan,merupakanIungsi.Tugas-tugastersebutdidatadan dideskripsi(secarakolektiIdisebutanalisistugas)membentuk"final break-down"(pemecahanpersoalansecaraIinal)melangkahdalam analisissistem,danmengidentiIikasitingkatterendahsebelum"unit kinerja"diidentiIikasi.Sebagaimanaditunjukkanpadababsebelumnya,perbedaanantara analisismisi,analisisIungsi,dananalisistugasadalahperbedaanpada derajatbukanjenis.Menggunakananalogipadapenggunaanmikroskop, ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 6 darl 13 bahwasetiapkaliIungsi tersebutdiperiksa pada tingkatperbesaranyang lebih besar, lebih terinci dapat dilihat tugas/ Iungsi , dari tingkat terendah secaradetaildalamanalisissistem.Halinimerupakananalisistingkat terendahyangakanmenunjukkanapayangharusdilakukanuntuk mendapatkanIungsitingkattinggidicapai.(Analogilainyangdapat dipertimbangkanadalahibaratmanikdengankalungatausepertihalnya tugas dengan Iungsi.)Tugas berasal dari proses total yang sedang berjalan pada analisis sistem,di mana : (1) produk secara keseluruhan atau hasil diidentiIikasi dalam tujuanmisi dan persyaratan kinerja; (2)Iungsidasaryangdibutuhkanuntukmencapaimisiyangtelah diidentiIikasi (misi proIil), dan ; (3)masing-masing(leveldasaratauteratas)Iungsidianalisisuntuk menentukanurutanbawahsubIungsiyangdiperlukan.Masing-masing IungsidansubIungsidiidentiIikasi(yangmungkindirusak)kedalam aspek tunggal, atau unit perIormansi, dan ini dapat terdaItar dan dianalisa untukmenentukanlevelakhirterendahpersyaratankinerjauntuk mencapai masing-masing.Ketikaanalisisdilakukansecararincipadatingkattugasdankinerja semuapersyaratandiidentiIikasiuntuksetiaptugas.Paraperencana pendidikan,untukpertamakalinya,menententukansemua'tentangapa saja untuk suksesnya solusi sebuah masalah. Tugasanalisisberikutnyaadalahmenyediakansusunan(array)lengkap dari"apayangakandilakukan"sampaiketingkatpemahaman persyaratan yang sebenarnya untuk implementasi perencanaan. ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 7 darl 13 Dua Langkah Dasar Analisis Tugas Analisis tugas dapat dilihat dalam dua langkah dasar:1.MengidentiIikasitugaspokok(ataulangkah-langkah)yangterlibat dalam mencapai Iungsi secara keseluruhan.2.Menentukan karakteristik tugas, persyaratan, konteks, dan meletakkan dalam urutan waktu.Beberapaorangpenulismisalnya,MagerdanBeach(1967) menggunakantatanamadari"daItartugas"dan"tugasdetil."Langkah-langkahtugasyangterdaItar,dankemudianhal-halsepertikinerjadan jeniskesulitanbelajaryangmenentukansebagaibagiandariproses rincian tugas. Setiap analisis tugas yang berguna harusmencakup proses dualangkahyangsebanding.BerikutdualangkahyangdisebutdaItar tugas dan deskripsi tugas.DaItarTugasterdiridariidentiIikasisubelementsdasarataulangkah-langkahyangterlibatdalammencapaiIungsisecarakeseluruhan. Deskripsi Tugas adalah penentuan karakteristik dari masing-masing tugas ataulangkah,termasuk,konteksdanpersyaratanuntukpemenuhandan hubungan waktu dan kekritisan masing-masing. Kode TugasDaItartugas(unitkinerja)merupakanIungsiyangdiberikandandapat dianggapsebagaidaItarcek,daItartugasyangberurutandiambil bersama-sama,menghasilkanIungsikeseluruhandarimanamereka berasal.ContohdaridaItartugasmungkinberupadaItarcekuji konstruksi hipotetis yangmenggunakan analisis item sebagai bagian dari ujiproseskonstruksi.Kembalipadacontohhipotetis,orangmungkin membayangkan sebuah misi secara keseluruhan yang akan membutuhkan konstruksites.Misimerupakansalahsatukriteriauntukmemprediksi danmenentukansuksesperIormansidikampuspascasarjana,untuk digunakandalamkelasbiasa.Tujuanmisi,kinerjamemerlukanmisi proIil,analisisIungsi(termasuktambahanpersyaratankinerjayang ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 8 darl 13 terkait),dan tingkatyanglebih rendah. Fungsimenunjukkanpersyaratan untuk melengkapi analisis item untuk uji hipotesis.Hipotetis mengecek daItar atau daItar tugas seperti berikut:1.DaItar item tes angka. 2.Menandai kolom pada alternatiI a, b, c, dan d. 3.Menuliskanpadalembarringkasan,untukujimasing-masingdan untuk setiap item, pilih alternatiI yang salah untuk setiap item.4.Jumlah alternatiI yang salah dipilih untuk setiap item dan untuk setiap alternatiI yang mungkin (a, b, c, dan d).5.IdentiIikasisepuluhyangpalingseringterlupakanpadaitemtes dengan menjumlahkan berbagai alternatiI terlupakan untuk setiap item tes. 6.IdentiIikasiIrekuensialternatiIterjawabdipilihuntuksetiapitem pengujian.7. Mempersiapkan ringkasan data yang dikumpulkan untuk Analisis item . Perludicatatbahwamenghindariataumenentukanbagaimanatugas harusdilakukan,tidakmenunjukkanbahwasetiaptugasbiasaatau harusdilakukanolehcomputer.TujuandaridaItartugashanyauntuk mengidentiIikasitugasyangharusdiselesaikan,terlepasdarisiapa atauapayangterlibat.Padakenyataannya,tugasdapatdicapaioleh orang-orang, peralatan, atau orang dan peralatan. Ini bukan tujuan dari analisistugasataudaItartugasuntukmengidentiIikasibagaimana tugas akan dilakukan, tetapi hanya untuk nama tugas dan urutan yang harus dilakukan. DalamdaItarawal(atauIasememeriksa-daItar)datadatalainnya dapat dikumpulkan. Misalnya, Mager dan Beach (1967) menyarankan penentuan"Irekuensikinerja,"'kepentingan,"dan"kesulitanbelajar "untuk setiap tugas-tugas harus diidentiIikasi. Prosedur ini tampaknya akansangatbergunaketikasalahsatuadalahmerancangkurikulum, atau program pelatihan. Namun, untuk persyaratan perencanaan paling ANALISIS SISTEM PENDIDIKAN, hlm 9 darl 13 pendidikan,pencatatansederhanadarikomponentugasmemberikan inIormasi yang memadai untuk analisis tugas. JikadeIinisi"apayangakandilakukan"cukuplengkap,penyelesaian tugasharusdilakukan,sepertidenganlangkah-langkahpadaanalisis system.AnalisharusdidaItarpadalembaranterpisahpersyaratan perIormansiyang terkaitdengan tugasmasing-masing.Analisis tugas selesai ketika persyaratan kinerja telah ditentukan. Deskripsi TugasSetelahdaItartugastelahdiperoleh,langkahberikutnyaadalahuntuk menentukankarakteristikmenonjoldaritugas-tugasyangterlibat. Misalnya,mungkinadapertimbanganpentingsepertilingkungandi manasuatutugasatauserangkaiantugasyangharusdilakukan, persyataranIisik,kesehatan,dankeselamatanpersyaratan,siIat rangsangansinyalbahwatugasyangharusmemulai,siIatdanjenis responyangdiperlukan,persyaratanwaktuuntukawalakhirsebuah tugas, ketertiban dan hubungan antara tugas /sub tugas. Untukalasanini,deskripsitugassecaraumummengambilinIormasi daridaItartugas,mengaturnyapadaskalaberdasarkanwaktu,dan mengidentiIikasikarakteristiktugasyangberedardankonteksyang harusdicapai.Sebagaicontohuntukanalisistugasgenerik,hal-hal berikutmungkinmemerlukanspesiIikasirincidalamIaseuraian tugas,danpenyelesaian analisis tugasakanmewajibkan analissistem atau perencana) untuk menyediakan data ini.DaItar sementara pertimbangan dalam tahap deskripsi tugas adalah :1.Karakteristikstimulusyangmemberi"sinyal"persyaratanuntuk memulai. 2.Responkarakteristikoutputyangdiperlukan,termasukapakah membutuhkanangkabiner(yatidak/on-oII)tanggapan, manipulasisederhana,diskriminasi,sebuahtanganmatakompleks atau koordinasi psikomotor, atau tak ada jawaban sama sekali.3. Ang