Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan Dan Luas Penutupan Lamun

download Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan Dan Luas Penutupan Lamun

If you can't read please download the document

  • date post

    17-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    5

Embed Size (px)

description

Padang lamun berperan penting di ekosistem laut dangkal, karenamerupakan habitat bagi ikan dan biota perairan lainnya. Pentingnya peran padanglamun di ekosistem laut dangkal tidak menjamin ekosistem ini tetap terjaga, dibeberapa daerah telah mengalami gangguan berupa kerusakan dan penguranganluas yang diduga akibat pengaruh aktivitas manusia. Salah satu daerah yangbanyak dilaporkan mengalami kerusakan padang lamun adalah Teluk Banten.Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi jenis, kerapatan, persenpenutupan dan perubahan luas tutupan lamun di Pulau Panjang pada kurun waktu1990 – 2010.Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2010 diPerairan Pulau Panjang, Teluk Banten dan pengambilan data lapang dilakukan padatanggal 3 – 5 Juli 2010. Pengamatan lamun dilakukan di setiap sub-stasiun mulaidari tepi pantai sampai batas tubir dengan menggunakan metode transek garis.Pengamatan lamun di lapangan meliputi identifikasi jenis lamun, menghitung jumlahtegakan, pengukuran persen penutupan lamun, dan pengamatan terhadap vegetasiasosiasi. Data Fisika Kimia yang diukur adalah suhu, salinitas, kedalaman,kecerahan, dan Total Suspended Solid (TSS). Analisis data TSS dilakukan diLaboratorium Produktivitas dan Lingkungan, FPIK - IPB. Analisis data lamunmeliputi komposisi jenis lamun, kerapatan jenis lamun dan persen penutupan lamun.Perubahan luasan lamun dihitung dengan menggunakan metode klasifikasi takterbimbing pada Citra Landsat rekaman tahun 1990, 2000, 2005, dan 2010.Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan tiga spesies lamun di wilayahperairan Pulau Panjang, yaitu Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium danCymodocea serrulata. Kerapatan total lamun tertinggi ditemukan di Stasiun IIIdengan nilai kerapatan total 110 ind/m2 dibandingkan dengan nilai kerapatan diStasiun II sebesar 45 ind/m2 dan di Stasiun I sebesar 13 ind/m2. Kerapatan jenistertinggi pada Stasiun III adalah Enhalus acoroides sebesar 8 ind/m2, Cymodoceaserrulata 12 ind/m2, dan Syringodium isoetifolium 89 ind/m2. Kondisi perairan yangcukup baik di Stasiun III diduga karena rendahnya nilai TSS dan perairan relatifdalam sehingga lamun tetap terendam walaupun dalam kondisi surut rendah.Persen penutupan lamun tertinggi ditemukan pada Stasiun III sebesar 23,3%dan terendah pada Stasiun I sebesar 14,6%. Persen penutupan lamun dipengaruhioleh kerapatan pada masing-masing stasiun.Hasil analisis citra memperlihatkan terjadinya pengurangan luasan arealpadang lamun dari tahun ke tahun. Kerusakan parah terlihat dari tahun 2000 – 2005dengan luas perubahan 22,9 ha, sedangkan pada tahun 1990 – 2000 terjadiperubahan luas 12,7 ha, dan tahun 2005 – 2010 terjadi luas perubahan 7,2 ha.Adanya penambangan dan reklamasi pantai menjadi penyebab berkurangnyaluasan lamun di daerah Teluk Banten.

Transcript of Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan Dan Luas Penutupan Lamun

  • Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan dan Luas Penutupan Lamun di Perairan Pulau Panjang Tahun 1990 2010

    MUHAMMAD ISMAIL SAKARUDDIN

    SKRIPSI

    DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

  • ii

    PERNYATAAN MENGENAI SKRIPSI DAN SUMBER INFORMASI

    Dengan ini saya menyatakan bahwa Skripsi yang berjudul:

    Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan dan Luas Penutupan Lamun di Perairan Pulau Panjang Tahun 1990 2010 adalah benar merupakan hasil karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apa pun kepada perguruan tinggi mana pun. Semua sumber data dan informasi yang berasal atau dikutip dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam Daftar Pustaka dibagian akhir Skripsi ini.

    Bogor, Januari 2011

    MUHAMMAD ISMAIL SAKARUDDIN NRP. C54062195

  • iii

    RINGKASAN

    MUHAMMAD ISMAIL SAKARUDDIN. Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan, dan Luas Penutupan Lamun di Perairan Pulau Panjang Tahun 1990 2010. Dibimbing oleh MUJIZAT KAWAROE dan INDARTO HAPPY SUPRIYADI.

    Padang lamun berperan penting di ekosistem laut dangkal, karena merupakan habitat bagi ikan dan biota perairan lainnya. Pentingnya peran padang lamun di ekosistem laut dangkal tidak menjamin ekosistem ini tetap terjaga, di beberapa daerah telah mengalami gangguan berupa kerusakan dan pengurangan luas yang diduga akibat pengaruh aktivitas manusia. Salah satu daerah yang banyak dilaporkan mengalami kerusakan padang lamun adalah Teluk Banten. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi jenis, kerapatan, persen penutupan dan perubahan luas tutupan lamun di Pulau Panjang pada kurun waktu 1990 2010. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2010 di Perairan Pulau Panjang, Teluk Banten dan pengambilan data lapang dilakukan pada tanggal 3 5 Juli 2010. Pengamatan lamun dilakukan di setiap sub-stasiun mulai dari tepi pantai sampai batas tubir dengan menggunakan metode transek garis. Pengamatan lamun di lapangan meliputi identifikasi jenis lamun, menghitung jumlah tegakan, pengukuran persen penutupan lamun, dan pengamatan terhadap vegetasi asosiasi. Data Fisika Kimia yang diukur adalah suhu, salinitas, kedalaman, kecerahan, dan Total Suspended Solid (TSS). Analisis data TSS dilakukan di Laboratorium Produktivitas dan Lingkungan, FPIK - IPB. Analisis data lamun meliputi komposisi jenis lamun, kerapatan jenis lamun dan persen penutupan lamun. Perubahan luasan lamun dihitung dengan menggunakan metode klasifikasi tak terbimbing pada Citra Landsat rekaman tahun 1990, 2000, 2005, dan 2010. Berdasarkan hasil identifikasi didapatkan tiga spesies lamun di wilayah perairan Pulau Panjang, yaitu Enhalus acoroides, Syringodium isoetifolium dan Cymodocea serrulata. Kerapatan total lamun tertinggi ditemukan di Stasiun III dengan nilai kerapatan total 110 ind/m2 dibandingkan dengan nilai kerapatan di Stasiun II sebesar 45 ind/m2 dan di Stasiun I sebesar 13 ind/m2. Kerapatan jenis tertinggi pada Stasiun III adalah Enhalus acoroides sebesar 8 ind/m2, Cymodocea serrulata 12 ind/m2, dan Syringodium isoetifolium 89 ind/m2. Kondisi perairan yang cukup baik di Stasiun III diduga karena rendahnya nilai TSS dan perairan relatif dalam sehingga lamun tetap terendam walaupun dalam kondisi surut rendah. Persen penutupan lamun tertinggi ditemukan pada Stasiun III sebesar 23,3% dan terendah pada Stasiun I sebesar 14,6%. Persen penutupan lamun dipengaruhi oleh kerapatan pada masing-masing stasiun. Hasil analisis citra memperlihatkan terjadinya pengurangan luasan areal padang lamun dari tahun ke tahun. Kerusakan parah terlihat dari tahun 2000 2005 dengan luas perubahan 22,9 ha, sedangkan pada tahun 1990 2000 terjadi perubahan luas 12,7 ha, dan tahun 2005 2010 terjadi luas perubahan 7,2 ha. Adanya penambangan dan reklamasi pantai menjadi penyebab berkurangnya luasan lamun di daerah Teluk Banten.

  • iv

    Hak Cipta milik IPB tahun 2011 Hak Cipta dilindingi Undang-Undang

    Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebut sumbernya. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan, penelitian, penulisan karya ilmiah, penyusunan laporan, penulisan kritik atau tinjauan suatu masalah, dan pengutipan tersebut tidak merugikan kepentingan yang wajar IPB. Dilarang mengumumkan dan memperbanyak sebagian atau seluruh karya tulis dalam bentuk apapun tanpa izin IPB.

  • v

    Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen Penutupan, dan Luas Penutupan Lamun di Perairan Pulau Panjang Tahun 1990 2010

    MUHAMMAD ISMAIL SAKARUDDIN

    SKRIPSI sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Kelautan

    pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

    DEPARTEMEN ILMU DAN TEKNOLOGI KELAUTAN FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN

    INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2011

  • SKRIPSI

    Judul Penelitian : KOMPOSISI JENIS, KERAPATAN, PERSEN PENUTUPAN, DAN LUAS PENUTUPAN LAMUN DI PERAIRAN PULAU PANJANG TAHUN 1990 2010.

    Nama Mahasiswa : Muhammad Ismail Sakaruddin Nomor Pokok : C54062195 Departemen : Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan

    Menyetujui,

    Dosen Pembimbing Dr. Ir. Mujizat Kawaroe, M.Si Drs. Indarto Happy Supriyadi, M.Si NIP. 19651213 199403 2 002 NIP. 19620428 199003 1 004

    Mengetahui, Kepala Departemen

    Ilmu dan Teknologi Kelautan

    Prof. Dr. Ir. Setyo Budi Susilo, M. Sc NIP. 19580909 198303 1 003

    Tanggal Lulus : 26 Januari 2011

  • vii

    KATA PENGANTAR

    Dinamika perubahan luasan suatu lingkungan di perairan dangkal sangat

    menarik untuk diteliti terutama topik yang terkait dengan lamun. Lamun merupakan

    salah satu komunitas penting di perairan dangkal. Perubahan luasan lamun saat ini

    terus mengalami degradasi baik disebabkan oleh faktor alam atau aktifitas manusia,

    untuk itu topik yang diajukan adalah mengenai Komposisi Jenis, Kerapatan, Persen

    Penutupan dan Luas Penutupan Lamun di Perairan Pulau Panjang Tahun 1990

    2010. Skripsi ini merupakan tugas akhir yang dibuat sebagai salah satu syarat

    untuk memperoleh gelar kesarjanaan pada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

    Penulis banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak dalam penyusunan

    skripsi ini, untuk itu penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :

    1. Komisi Pembimbing, Dr. Ir. Mujizat Kawaroe M.Si selaku Pembimbing I dan

    Drs. Indarto Happy Supriyadi M.Si selaku Pembimbing II yang bersedia

    berdiskusi dan membimbing penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

    2. Keluarga di Makassar yang senantiasa menjadi inspirasi, terutama bagi kedua

    Orang Tua H. Sakaruddin dan Hj. Jumriah Umar, yang selalu mendukung

    secara moril dan finansial, serta ketiga saudara, Ilham, Iksan, dan Reski atas

    kasih sayang dan doa yang diberikan.

    3. Staff Pengajar dan Staff Pembantu Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan

    FPIK-IPB yang memberikan ilmu dan mendukung berjalannya proses belajar

    mengajar di Departemen.

    4. Sri Hutri Madela yang turut membantu penulis, dalam pengambilan data dan

    semangat yang selalu diberikan.

  • viii

    5. Keluarga Pak Hasbullah di Pulau Panjang yang telah membantu penulis dalam

    menyiapkan segala akomodasi di lokasi penelitian.

    6. Penulis juga ingin mengungkapkan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada

    semua rekan-rekan di Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan FPIK-IPB,

    khususnya angkatan 43, untuk semua pengalaman yang tidak akan

    terlupakan.

    7. Penghuni Wisma Mahasiswa Latimojong serta sahabat-sahabat IKAMI Bogor.

    8. Seluruh pihak-pihak yang turut membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

    Mudah-mudahan skripsi ini bisa bermanfaat bagi seluruh pembaca dan

    memberikan suatu informasi yang dapat memajukan dan melestarikan dunia

    kelautan Indonesia.

    Bogor, Januari 2011

    Muhammad Ismail Sakaruddin

  • ix

    DAFTAR ISI

    Halaman

    RINGKASAN ................................................................................................. iii

    KATA PENGANTAR .................................................................................... vii

    DAFTAR ISI ................................................................................................... ix

    DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xi

    DAFTAR TABEL .......................................................................................... xii

    DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xiii

    1. PENDAHULUAN ....................................................................................... 1 1.1. Latar Belakang ................................................................................... 1 1.2. Tujuan ................................................................................................ 3

    2. TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................... 4

    2.1. Deskripsi dan Klasifikasi Lamun ......................................................... 4 2.2. Kondisi Lamun di Teluk Banten ........................................................... 5 2.3. Parameter Lingkungan yang Mempengaruhi Pertumbuhan Lamun .... 7

    2.2.1. Suhu ........................................................................................ 7 2.2.2. Salinitas ...................