Keuntungan KKL untuk Perikanan.ppt

of 37 /37
Keuntungan Keuntungan perikanan dari perikanan dari Kawasan Kawasan Konservasi Laut Konservasi Laut WWF-Indonesia WWF-Indonesia Manado Manado 4-5-2005 4-5-2005

Transcript of Keuntungan KKL untuk Perikanan.ppt

  • Keuntungan perikanan dari Kawasan Konservasi LautWWF-IndonesiaManado4-5-2005

  • WWF Indonesia Marine ProgramSesuai dengan WWF Program Dunia

    Target Jaringan KKL dan perikanan berkejanjutan

    Lebih banyak KKL connected in networks dan mengelolaan yang effektif

    Transformasi perikanan yang tidak berkelanjutan melalui sertifikasi, best practices dan pengelolaan yang lebig baik (IUU, by-catch, access rights)

    3 ecoregions (SSME, BSSE, FBME), 4 core sites (Bunaken, Cendrawasih, Wakatobi, Derawan)

    Cross-cutting thema dengan program species dan perubahan iklim dan kehutanan

    Mitra-mitra

  • Core SiteWakatobiBunakenCendrawasihDerawan IslandsJamursba MediAlorLeverage SiteBali BaratKarimunjawaUjung KulonRiung-17 Pulau32141234567MPA & Fisheries Management EffectivenessMPA Design & Gazettment

  • Field conservation and -capacity buildingField presence !!!

  • Industri

  • Management through market incentivesCommunications !!!

  • Lokal, Nasional dan Tri-nasional KebijakanPolicy player Jakarta!!!

  • Garis Besar Presentasi dan DiskusiLidaIsu-isu Perikanan: over-fishingManfaat Kawasan Konservasi Laut untuk Perikanan no-take reserve MarthenLokasi dan detil tempat pemijiahan ikan kerapuKepentingan untuk melindungin tempat-2 tersebutRoyZonasi ???AndaApa bisa di lakukan untuk melindungin tempat-2 penting buat perikanan

  • WPPFishing AreasUNDER-FULLY-OVERUn- certainReferencesMallaca Strait1911, 4, 5, 12, 14,15South China Sea11415, 10, 12, 14, 153Java Sea1911, 5, 11, 12, 13, 14, 154Makassar S. and Flores Sea1145, 12, 14, 155Banda Sea25, 156Seram Seas and Tomini Bay25, 157Sulawesi Seas & Pacific Ocean245, 12, 13, 14, 158Arafura Sea1372, 3, 5, 7, 9, 12, 159Indian Ocean23315, 6, 8, 12, 14, 15Total812378Status perikanan Indonesia

  • 1 Atmaja, S.B. & D. Nugroho, 2003 Pendugaan hasil tangkap lestari ikan pelagis di laut Jawa dan sekitarnya: setelah penggunaan lampu sorot sebagai taktik penangkapan pukat cincin. dalam Prosiding hasil-hasil riset. PURISPT, Badan Riset Kelautan dan Perikanan. DKP, Jakarta, 4-5 Februari 2003: 31-38 pp.2 Badrudin, Suprapto & Indar S. Wahyudi, 2003 Proporsi, kompetisi, dan selektifitas ikan bambangan di perairan Laut Arafura, Laut Timor dan Samudera Hindia Selatan Nusa tenggara. dalam Prosiding hasil-hasil riset. PURISPT, Badan Riset Kelautan dan Perikanan. DKP, Jakarta, 4-5 Februari 2003: 53 - 61pp;3 Wedjatmiko, 2003 Sumberdaya udang dan krustasea lain di Laut Arafura. dalam Prosiding hasil-hasil riset. PURISPT, Badan Riset Kelautan dan Perikanan. DKP, Jakarta, 4-5 Februari 2003: 81-88 pp. 4 Sumiono, B., 2002 laju tangkap dan kepadatan stok ikan demersal di perairan Selat Malaka. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Edisi sumberdaya dan penangkapan, Vol: 8 No. 1:51-67, BRKP-DKP, Jakarta5 Anonymous 2001. Fish stock assessment of Indonesian marine waters [pengkajian stok ikan di perairan Indonesia]., Pusat Riset Perikanan Tangkap (PURISPT) - BRKP dan P2O - LIPI, Jakarta 125 pp6 Anung, A., & J. Widodo 2002. Aspek biologi dan penangkapan cucut di Cilacap. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Edisi sumberdaya dan penangkapan, Vol: 8 No. 1:51-67, BRKP-DKP, Jakarta7 Badrudin, B. Sumiono 2002 Indeks kelimpahan stok dan proporsi udang dalam komunitas sumberdaya demersal di perairan Kepulauan Aru, Laut Arafuna. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia Edisi sumberdaya dan penangkapan, Vol: 8 No. 1:95-102, BRKP-DKP, Jakarta 8 Merta, I.G.S., Kusno S., and Budi I.P. 2003. Pengkajian stok di Samudera Hindia (WPP 4) (Review to marine fishery stock of Indian Ocean), dalam Prosiding pengkajian stok ikan laut 2003, PUSRIPT-BRKP, DKP Jakarta, 23-24 Juli 2003., p:13-319 Badrudin and Steve B. 2003 Pengkajian stok sumberdaya ikan kakap merah di perairan Laut Arafura dan Laut Timor (Review of Red Snapper stock fishery at Arafura and Timor marine water) ), dalam Prosiding pengkajian stok ikan laut 2003, PUSRIPT-BRKP, DKP Jakarta, 23-24 Juli 2003., p:47-56. 10 Sumiono, B., Badrudin, and A. Widodo 2003. Pengkajian kelimpahan dan distribusi sumberdaya ikan demersal di perairan laut Cina Selatan (Review of the abundance and distribution demersal stock fishery at South China Sea marine water). dalam Prosiding pengkajian stok ikan laut 2003, PUSRIPT-BRKP, DKP Jakarta, 23-24 Juli 2003., p:57-66.11 Atmadja, S.B., Duto N., Suwarso, T. Hariati, and Mahesworo 2003. Pengkajian stok ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) Laut Jawa (Review of stock fishery at Java Sea) dalam Prosiding pengkajian stok ikan laut 2003, PUSRIPT-BRKP, DKP Jakarta, 23-24 Juli 2003., p:67-90. 12 Aziz, K.A., David Die, N. Naamin, & B. Sumiono 1995. Assessment of resources of penaeid shrimp in Indonesian waters - report on the working group on shrimp. dalam Annex C of the report on the Indonesia/FAO/DANIDA workshop on the assessment of the potential of the marine fishery resource of Indonesia, Jakarta 13 - 14 March 1995., 8 pp (excludes all graphs)13 Badrudin, M., S. Budiharjo & M.D. Parwati 1995. The potential of demersal resources in Indonesian waters. dalam Annex D of the report on the Indonesia/FAO/DANIDA workshop on the assessment of the potential of the marine fishery resource of Indonesia, Jakarta 13 - 14 March 1995., 5 pp14 Merta, I.G.S., A. Ghofar, J. Widodo, S. Salim & C.P. Matthews 1995. Assessment of small pelagic resources in Indonesian waters. dalam Annex E of the report on the Indonesia/FAO/DANIDA workshop on the assessment of the potential of the marine fishery resource of Indonesia, Jakarta 13 - 14 March 1995., 12 pp15 Aziz, K.A. 2001 Pengkajian potensi sumberdaya dan pengelolaan perikanan [Resource potential assessment and fisheries management]. Working paper No. 1 dalam Study on fisheries development policy formulation, Volume II Review and analysis of policies and performances and recommendations. Pacific Consultant International. Tokyo, Japan in association with PT. Diagram Triproporsi and PT. Adyaboga Pratama Consult, under Jakarta Fishing Port / Market Development Project (Phase IV: JBIC Loan No. IP 403)Siapa bilang?

  • Untuk menjamin keuntungan maximum dari perikanan, tujuan haruslah dirubah dari peningkatan pendaratan kepada exploitasi yang berkelanjutan (sustainable exploitation) (Gillett 1996)Kajian FAO terhadap status perikanan Indonesia : perubahan perhatian dari penggalian sumberdaya baru ke pengelolaan perikanan yang sudah ada, untuk mencegah over-fishing (Venema 1996) pengetahuan ttg sumberdaya perikanan di kawasan Indonesia Timur sangat kurang, shg setiap pengembangan mengandung faktor resiko yang besar (Venema 1996)

  • investasi haruslah tidak melampaui kapasitas penangkapan ikan, tetapi ... Upaya komplemen dan suplemen untuk mengelola sumberdaya yang tersisaRekomendasi: menciptakan, membangun dan meningkatkan kesadartahuan untuk merubah persepsi dan pemikiran orang untuk berbicara romantis tentang kemelimpahan sumberdaya yang besar, khususnya sumberdaya ikanJBIC Study DKP : sehingga diperlukan paling tidak 10% dari 81.000 km dan 5,8 juta km2 untuk didedikasikan untuk MPA, demi kepentingan ekonomi dan lingkungan

  • Bagaimana over-fishing menjadi masalah besar?

    ikan-2 sejenis demersal, slow growth nilai tinggi expor/seafood Peningkatan penduduk open access, shared resource gagalnya managemen konvensional

  • The ChallengeApa itu manajemen konvensional ?

    Pembatasan volume hasil tangkapan (quota)Pembatasan desain alat tangkap (ukuran jaring etc.)Pembatasan upaya penangkapan (jumlah kapal)... Kenapa tidak berjalan? Terlalu mahal untuk mendapatkan data dataKompleksnya pengelolaanMahalnya pengawasan dan penegakan hukum

  • Greater Chinas Fish Footprint G200 coastal fisheries also heavily impactedSri LankaLive Reef Fish: Hong Kong Depletes Populations, Then Moves OnFollowing Sadovy & Vincent 2002, Fig. 6

  • Stok spesies ikan ekonomis penting menjadi hilang (hiu, kerapu, kima, dsb.)The Challenge

  • Apakah Kawasan Konservasi Laut? MPA melingkupi daerah pasang surut dengan atau daerah peralihan antara perairan termasuk asosiasi flora dan fauna dan peninggalan bersejarah serta budaya yang dilindungi oleh undang-undang atau peraturan lain yang secara efektif untuk melindungi sebagian atau seluruh kawasan tertentu (IUCN)

    International Union for the Conservation of Nature and Natural Resources, currently known as the World Conservation UnionVth IUCN World Parks Congress, Durban (SA), September 2003

  • The Solution

    Memberikan keuntungan jangka panjang untuk perikanan Mendorong pendapatan masyarakat lokal dengan kegiatan ramah lingkungan (pariwisata) konservasi ekosistem secara utuh versus ekosistem parsialFungsi-fungsi no-take reserves

  • The Solution

    PISCO 2002Laporan-laporan WWFDept. of Agriculture, Fisheries & Forestry, Australia (Ward, Heinemann & Evans 2001)publications from Fisheries Centre, (University of British Columbia)etc.Ada bukti-bukti tentang berhasilnya no-take reserves !

  • The SolutionSuatu contoh: BiomasIkan di MPA dan daerahpenangkapan ikan di depannya ....Source: Roberts et al 2001

  • The Solution

    spill-over

    Ekspor telur dan larva ikanBagaimana no-take reserves mendorong usaha perikanan?

  • Spill-over: Kondisi Awal

  • Spill-over: Emigrasi

  • Spill-over: Penangkapan

  • Spill-over: Penambahan dalam reserve

  • Reserve akan berfungsi jika,Laju Emigrasi (E) = Laju Penambahan (G+R) Perikanan akan memperoleh manfaat jika, Laju Eksploitasi (F) = Laju Emigrasi (E) Definisi, Laju Eksploitasi TIDAK MELAMPAUI Laju Emigrasi

  • Permasalahan utama DPL/Reserves yang kecil

    Laju Emigrasi >> Laju Penambahan Stok

  • Permasalahan utama DPL/Reserves yang kecil

    Laju Emigrasi >> Laju Penambahan Stok

    ... Walaupun, jikaLaju Eksploitasi = Laju EmigrasiStok dalam reserve masih belum stabil !

  • Ekspor Larva

  • Ekspor Larva: pertumbuhan

  • Ekspor Larva: pertumbuhan

  • Ekspor Larva: penangkapan

  • MPA dapat berfungsi dengan baik, jika :

    Induk yang sehat dalam reserve dapat dijagaKeuntungan perikanan dengan adanya MPA, jika Perikanan di luar kawasan dikelola dengan baik Masalah dengan MPA kecil : Areal yang terlalu kecil susah untuk menjaga induk dan tidak ada daerah pemijahan

  • Reserve kecil dekat dengan daerah penangkapan ikan, kemungkinan tidak berfungsi, sehingga

    kecil, jaringan reserve, dan kombinasi dengan upaya pengurangan sumberdaya (Christie, White & Deguit 2002)

    reserve yang besar

  • Jumlah spesies yang dilindungiKeuntungan untuk perikanan30%0%100%persentase no-takeRedrawn from: Pisco 2002Masalah Ukuran!

  • Terima kasihTidak ada Perikanan berkelanjutantanpa Kawasan Konservasi Laut