Kemiskinan (Ok)

download Kemiskinan (Ok)

of 30

  • date post

    01-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

description

kemiskinan

Transcript of Kemiskinan (Ok)

PAGE 24

LINGKUNGAN, KEMISKINAN, DAN PENGANGGURAN

(Oleh : Abd. Wahab Hasyim)Renungan ummat manusia yang paling mendalam pada milinium ke-21 adalah masyarakat bisnis dunia mengalami sock karena terjadi pergeseran arus perdangangan dunia dari atlantic area ke pacific area yang ditandai dengan berbagai perlombaan dari Negara-negara maju dan industri untuk dapat menguasai berbagai potensi (resources) di wilayah-wilayah negara berkembang dalam zone Asia-Pasifik.Perlombaan untuk menguasai wilayah Asia- Pasifik dilakukan dengan pendekatan politik, hubungan internasional, perdagangan internasional, maupun melalui pendekatan Hak Asasi Manusia (HAM), selain dimaksudkan untuk kemitraan dalam bisnis ekonomi juga yang tidak kalah penting adalah untuk mendapatkan superioritas Negara adi-ekonomi, maupun adi-sains/tekhnologi.Nyaris semua negara maju membicarakan proses penerapan system pasar bebas (free market system) secara global, melalui pendekatan kerjasama ekonomi regional maupun global, seperti : World Trade Organization (WTO), European Cooperation (EC), North American Free Trade Area (NAFTA), sedangkan untuk mengantisipasinya Negara-negara Asia-Pasifik pun melalui Asia Pasifik economic Cooperation (APEC) dan Asia Free Trade (AFTA).Korelasi sinergis trend regionalisasi dan globalisasi perdagangan dunia yang berada pada level pure competitive adalah sebuah revolusi ekonomi terbesar yang diinjeksi oleh ruh revolusi industri/tekhnologi informasi (Jhon Naisbitt, Global Paradox, 1994 dan Megatrends Asia, 1996). Karena sumberdaya potensialnya sangat banyakdi kawasan Asia-Pasifik serta pertumbuhan GNP (Gross National Product) dan GDP (Gross Domestic Product)beberapa Negara Asia-Pasifik, menjadi dasar alasan optimisme banyak pihak, wilayah ini diprediksikan akan berkembang sangat pesar bahkan dapat menjadi kawasan yang mempunyai kekuatan ekonomi global yang dapat menyisihkan peran adi-ekonomi Jepang dan Amerika serikat.Benefid dari globalized economy adalah terhapusnya beberapa boundary atau constrain tariff dan non tariff serta revolusi tekhnologi informasi merupakan sebuah free trade yang dapat dipercaya sebagai : angina surga bagi bisnisman dan pelaku ekonomi pasar bebas, karena diyakini dapat memberikan maximum benefit bagi ummat manusia, seperti:1. meletakan expansi industri manufaktur pada basis yang lebih rasional

2. distribusi keuntungan perdagangan ke dalam komunitas yang lebih luas

3. terjadinya efisiensi karena adanya persaingan yang intens

4. mendekatkan pada harapan welfare globalized stat Namun harus disadari bahwa public discurs yang telah menyemrakan blantika pembicaraan ekonomi global dan free trade belum menyentuh beberapa aspek substansial yang menyangkut implikasi negatif dibalik euphoria globalized economy , seperti:1. meningkatkan biaya eksternalitas (externalitas cost)

2. mekanisme transfer industri kotor dari Negara maju ke Negara sedang berkembang (NSB)

3. intrik dikotomis antara development countries dengan undevelopment countries.

4. tingkat pengangguran dan kemiskinan di Negara-negara sedang berkembang.

Untuk itu tulisan ini mencoba mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya: degradasi lingkungan, kemiskinan dan pengangguran yang merupakan dilemma kebuntuan ekonomi sebagi akibat terjadinya eksploitasi sumberdaya alam.Sekalipun sebagian besar para ekonom maupun politisi yakin bahwa jika kita bisa meninkatkan produksi, akan bisa`memecahkan beberapa masalah mendasar yang meracuni ekonomi nasional maupun internasional, melalui perbaikan pada pertumbuhan produksi industri dapat menyelesaikan masalah-masalah kemiskinan, kemerosotan lingkungan dan pengangguran.

Namun dilema-dilema esensial tersebut telah mengganas dan dapat mengancam kelestarian bumi lingkungan hidup dan sustanaible development, terbukti baik secara teori maupun praktek tidak dapat di pecahkan oleh system perekonomian sekarang karena ketika strategis dan perencanaan pembangunan didominasi oleh kelompok developmentalis, semua perhitungan statistikal agregate seperti GNP dan GDP menjadi parameter penting yang di pandang sanggup menjelaskan segala hal. Padahal GNP dan GDP bukanlah satu-satunya peralatan yang secara general dapat mencerminkan tingkat akurat pertumbuhan ekonomi.

Pendekatan pertumbuhan ekonomi atau pembangunan dengan mengunakan formula GDP dan GNP selalu mengesampingkan biaya ekstrenalitas (externalitas cost), biaya sosial (social cost), dan biaya masa depan (future cost), croppenvironmental cost factor, deplesi sumberdaya alam dan kualitas kesehatan, dampak terhadap masyarakat setempat diabaikan. Pada tataran ini, aktifitas produksi sesunguhnya dapat dikatakan tidak memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi sebab sumberdaya (resources) yang bersifat langka (scarcity) di bumi kian menyusut, sementara besarnya penyusutan atau depresiasi unrenewable resources tidak tercantum dalam neraca yang berisi perhitungan pertumbuhan ekonomi.Hogendijk Willem (Revolusi ekonomi, 1996) mengibaratkan bumi kita saat ini ibarat sebuah kereta api yang tengah kencang melaju menuju jurang. Sumberdaya-sumberdaya langka semakin menipis dan tidak dapat direnewable, sementara aktifitas produksi massal terus menaikan biaya eksternalitas, yang pada gilirannya rekening tagihan, rusaknya ekosistem global, pemanasan suhu bumi, munculnya penyakit-penyakit aneh, bencana alam, hilangnya beberapa spesies menjadi beban generasi mendatang.A. Lingkungan

Lonceng kematian yang dibunyikan oleh Roma Club di awal tahun 1970-an adalah peringatan kepada ummat manusia penghuni planet bumi tentang batas-batas pertumbuhan. Degradasi lingkungan dan kemerosotan sumberdaya alam yang mencuat dibatas-batas pertumbuhan telah menjadi kenyataan pada banyak tempat di dunia. Pada saat yang sama orang mulai sadar bahwa udara bersih, air bersih, tanah yang subur dan ketenangan, adalah faktor-faktor yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Kesadaran akan pentingnya clean environment, ketersediaan sumberdaya alam bagi kelangsungan hidup, safety of life dan pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) maka pada tanggal 5 sampai 16 Juni 1972 di Stocklhom diadakan konferensi tentang lingkungan hidup yang lebih dikenal The United Nations Conference on the human Environment yang melahirkan deklarasi Stocklhom dengan 26 butir principles states the common conviction, yang melingkupi 5 masalah besar yakni : (1) mengurangi/menghentikan pencemaran; (2) melestarikan sumberdaya alam; (3) menjaga ekosistem; (4) sosial politik; (5) ilmu pengetahuan dan tekhnologi (IPTEK) yang mempertahankan lingkungan hidup.

Meskipun terdapat perkembangan dengan adanya upaya-upaya konstruktif dari Negara-negara maju maupun Negara sedang berkembang (NSB) tentang lingkungan hidup, namun dalam kenyataan selama kurang lebih tiga (3) dasawarsa terakhir ini, kemerosotan dan degradasi lingkungan memburuk secara drastic di hampir semua Negara. Salah satu hambatan structural, kurangnya peran aktif eksekutif Negara dalam menindaklanjuti kesepakatan Stocklhom, sehingga pada tahun 1990 di Washinton D.C dilaksanakan The interparliamentary Conference on the global Environment dimaksudkan agar lembaga legislative dapat berperan dalam mengontrol kebijakan-kebijakan lingkungan yang dilaksanakan eksekutif Negara. Selanjutnya pada tahun 1992 dengan fasilitator Maurice Strong, diadakan konferensi di Brasil yang menyerukan isu-isu lingkungan dalam pandangan yang lebih jauh ke depan dari pada hasil konferensi Stocklhom. Konferensi yang dikenal dengan United Nations Conferences on Environment and Development (UNCED) atau Earth Summit di Brasil.

1. Lapisan Ozon

Penipisan lapisan ozon merupakan suatu ancaman serius lingkungan terhadap manusia, vegetasi dan hewan. Menurut Environmental almanac, 1993 dari World Resources Institute penipisan ozon telah melampaui kabut dan hujan asam, dan merupakan urutan teratas dari perusakan atmosfir bumi yang dapat mengakibatkan kanker kulit, katarak, merusaktanaman, menganggu rantai makanan yang halus, mengurangi daya tahan benda-benda yang berada di open space. Pada tahun 1987, sebanyak 44 negara telah menandatangani dokumen penting Montreal Protocol on Substance that deplete the ozon layer untuk mengrangi produksi CFC hingga 50% pada tahun 2000. Tekanan yang lebih kuat lagi datang setelah akibat yang ditimbulkan dari letusan gunung Pinatubo di Philipina (1991) yang memuntahkan 20 juta ton Aerosolfot Sulfat partikel yang merusak ozon. Para ahli sejak awal telah menganalisa bahwa untuk menyelamatkan lapisan ozon perlu pengurangan CFC hingga 90% sampai 95% karena lag effect yang tertinggal di atmosfir mengakibatkan perusakan ozon masih tetap berlangsung sampai pertengahan abad-21. Untuk mengikut sertakan Negara-negara sedang berkembang, pada tanggal 1 Januari 1991 didirikan dana ozon multinasional (Multinational ozon fund) untuk membantu pendanaan transfer tekhnologi baru ke Negara-negara dunia ke tiga.2. Pemanasan Global

Pemanasan suhu bumi adalah musibah fatal bagi ummat manusia, sebab meningkatnya suhu yang disebabkan terganggunya siklus karbon mengakibatkan terjadinya akumulasi karbon di udara, kemudian mempengaruhi terjadinya perubahan iklim, meningkatkan suhu, selanjutnya es di kutub utara mencair yang menyebabkan naiknya permukaan laut, sehingga banyak pantai yang hilang tergenang air.

Temperatur yang tinggi juga akan mengakibatkan musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya, banjir yang lebih parah, perbedaan kawasan yang lebih dan kekurangan debit. Gangguan siklus alami ini dapat merusak kemampuan dan keseimbangan alam dalam menghasilkan sumberdaya alam dan bahan pangan bagi ummat manusia.3. Hujan Masam

Perhatian terhadap pencemaran lingkungan yang diakibatkan polusi udara juga harus difokuskan pada masalah hujan masam. Penggunaan cerobong asap pada pabrik-pabrik industri, adalah memindahkan polusi udara d