Inkontinensia Urin Dalam Kehamilan

download Inkontinensia Urin Dalam Kehamilan

of 23

  • date post

    11-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    235
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Inkontinensia Urin Dalam Kehamilan

  • 7/23/2019 Inkontinensia Urin Dalam Kehamilan

    1/23

    1

    INKONTINENSIA URIN DALAM KEHAMILAN

    I. PENDAHULUAN

    Inkontinensia urin merupakan masalah kesehatan yang cukup sering dijumpai

    pada orang berusia lanjut, khususnya perempuan. Inkontinensia urin seringkali tidak

    dilaporkan oleh pasien atau keluarganya, antara lain karena menganggap bahwa masalah

    tersebut merupakan masalah yang memalukan untuk diceritakan. Pada wanita perubahan

    fisik akibat kehamilan, melahirkan dan menopause sering menyebabkan stres

    inkontinensia. Pada wanita menurunnya kadar estrogen dapat menyebabkan tekanan otot

    disekitar urethra lebih menurun sehingga meningkatkan kemungkinan kebocoran. Insiden

    inkontinensia stres meningkat pada wanita yang menopause.1,2

    Inkontinensia urin dapat mengenai perempuan pada semua usia dengan derajat

    dan perjalanan penyakit yang bervariasi. Walaupun jarang mengancam jiwa inkontinensia

    urin dapat memberikan dampak serius pada kesehatan fisik, psikologi dan sosial pasien.

    Inkontinensia urin sering ditemukan pada kondisi hamil maupun postpartum dikarenakan

    kehamilan sendiri dapat menginduksi perubahan anatomi dan fisiologi traktus urinarius.

    Pembesaran ginjal biasanya dikarenakan dilatasi pelvis akibat hydro-ureter yang

    biasanya terjadi pada kehamilan 7 minggu. Pada traktus urinarius bagian bawah, kandung

    kemih dan uretra menjadi hiperemis serta bengkak akibat otot detrusor yang hipertropi

    dibawah efek estrogen namun dengan demikian kandung kemih menjadi hipotonik.

    Peningkatan frekuensi miksi dan nokturi seringkali ditemukan sebagai gejala pada ibu

    hamil. Normalnya pada ibu yang tidak hamil miksi dapat terjadi empat hingga enam kali

    dan jarang pada malam hari. Penigkatan frekuensi miksi meningkat pada kehamilan yang

    ke-7 minggu. Kesulitan pengosongan kandung kemih meningkat pula pada kehamilan,

    inkontinensia urgensi cenderung meningkat pada kehamilan akibat ketidakstabilan otot

    detrusor. Inkontinensia urin stress meningkat pula pada kehamilan, akibat beban

    myogenik atau neurogenik spingter uretra.3,4

    II. DEFINISI

    Inkontinensia urin disebut juga ketidakmampuan menahan air kencing.

    Berdasarkan International Continence Society, inkontinensia urin adalah keluhan

    berkemih tanpa disadari (involunter) akibat gangguan fungsi saluran kemih bagian bawah

  • 7/23/2019 Inkontinensia Urin Dalam Kehamilan

    2/23

    2

    yang dipicu oleh sejumlah penyakit sehingga menyebabkan pasien berkemih pada situasi

    yang berbeda.4,5

    Inkontinensia Urine merupakan symptom storage. Dengan definisi sebagai berikut: 5

    Keluhan setiap keluarnya urine yang tidak dapat dikendalikan (definisi ini untukkeperluan studi epidemiologi)

    Keluarnya urine yang tidak dapat dikendalikan yang menyebabkan problemsosial dan hygiene.

    III. EPIDEMIOLOGI

    Inkontinensia urine adalah masalah kesehatan yang signifikan di seluruh duniadengan pengaruh yang sangat besar terhadap kehidupan sosial dan ekonomis pada

    individu dan lingkungannya. Hu dan rekan memperkirakan biaya total dari inkontinensia

    di Amerika Serikat pada tahun 2000 adalah sekitar 19,5 juta dollar. Inkontinensia

    memiliki pengaruh ekonomis yang lebih besar daripada penyakit kronis lainnya.6

    Inkontinensia urine lebih sering terjadi pada wanita dari pada pria. Terdapat banyak

    penelitian epidemiologis mengenai inkontinensia pada wanita, tetapi berbeda dalam hal

    definisi, pengukuran inkontinensia, metodologi survei, dan pemilihan kohort membuatnya

    sulit untuk melakukan perbandingan. Terdapat penelitian epidemiologis di Amerika

    mengidentifikasi angka prevalensi sebesar 10-40% wanita tua yang mengalami

    inkontinensia. Hunskaar dan rekan (2005) meringkas data epidemiologis yang tersedia

    dan menyimpulkan bahwa prevalensi inkontinensia urine pada wanita tua mengalami

    peningkatan yang stabil (30% hingga 50%). Pada wanita tua inkontinensia yang sering

    terjadi adalah inkontinensia tipe campuran. Seperti yang telah disinggung diatas, resiko

    inkontinensia urine meningkat seiring dengan peningkatan usia. Telah lama dicurigai

    bahwa terdapat hubungan antara inkontinensia dengan menopause. Puncak prevalensi

    inkontinensia adalah pada wanita yang telah menopause.6,7

    Inkotinensia urin sering terjadi pada wanita hamil maupun postpartum. Banyak

    artikel yang menerbitkan tentang inkotinensia urin dalam kehamilan, namun tidak banyak

    ulasan yang memfokuskan pada insiden dan prevalensi inkotinensia urin pada kehamilan.

    Inkotinensia urin biasanya terjadi pada wanita yang belum pernah melahirkan (nulipara).

    Pada sebuah studi norwegia mengemukakan bahwa prevalensi inkotinensia urin terjadi

    pada wanita berusia 20-34 tahun dan 35-44 tahun masing-masing 8% dan 15%. Insiden

    inkotinensia urin menurun pada trimester satu, meningkat pesat pada trimester kedua dan

  • 7/23/2019 Inkontinensia Urin Dalam Kehamilan

    3/23

    3

    terus meningkat hingga trimester berikutnya. Beberapa penelitian melibatkan populasi

    yang besar berbasis kohort telah diterbitkan selama beberapa tahun terakhir. Sebuah studi

    kohort spanyol pada tahun 2012 yang terdiri dari 1.128 wanita nulipara sebelum

    kehamilan memiliki kuisioner tentang data tiap trimester, artikel ini mengemukakan

    bahwa kejadian kumulatif inkotinensia urin pada kehamilan sebesar 39%. Sebuah studi

    diaustralia pada tahun 2009 yang terdiri dari 1.507 wanita nulipara yang diwawancara

    dari awal kehamilan hingga akhir kehamilan menemukan bahwa prevalensi inkotinensia

    dalam kehamilan sebesar 45%. Tahun 2001 dari hasil penelitian di norwegia pada 43.279

    wanita hamil menunjukan inkotinensia urin pada kehamilan 30 minggu antara nulipara

    dan para masing-masing 39% dan 49%. Inkotinensia stress merupakan inkotinensia yang

    peling sering terjadi.7

    IV. ANATOMI DAN FISIOLOGI SALURAN KEMIH BAWAH

    IV.I. ANATOMI

    Sistem urinarius terbagi atas 2 sistem bagian, yaitu traktus urinarius atas dan traktus

    urinarius bawah8

    1. Traktus urinarius atas terdiri atas ginjal dan ureter. Berfungsi untuk menyaring darahdan memproduksi urin.

    2. Traktus urinarius bawah terdiri atas kandung kemih (blader), uretra dan spingteruretra. Berfungsi menyimpan dan mengeluarkan urin

    Gambar 1. Struktur Saluran Kemih Bagian Bawah

    (diambil dari kepustakaan 8)

  • 7/23/2019 Inkontinensia Urin Dalam Kehamilan

    4/23

    4

    KANDUNG KEMIH

    Kandung kemih adalah organ berongga berotot yang biasanya terletak dibelakang

    simpisis pubis dan tertutup peritoneum dibagian superior dan anterior. Kandung kemih

    terdiri dari sincitium serat otot polos yang kenal sebagai otot detrusor. Kontraksi dari otot

    detrusor ini mengakibatkan penurunan diameter kandung kemih. Sel-sel otot polos dalam

    detrusor secara signifikan memiliki jumlah asetilkolin yang banyak, yang mana mewakili

    suplai saraf kolenergik parasimpatis.9

    Vesika urinaria (kandung kemih) umumnya mudah menampung 350 ml, akan

    tetapi dapat pula terisi cairan 600ml atau lebih. Struktur kandung kemih berbentukpiramid. Apeks piramid ini arahnya kedepan dan dari situ terdapat suatu korda fibrosa

    yaitu urakus, yang berjalan keatas menuju umbilikus menjadi ligamentum umbilikale

    media. Basis (permukaan posterior) kandung kemih berbentuk segitiga. Pada wanita

    diantara kandung kemih dan rektum ada vagina. Permukaan inferolateral vagina di

    inferior berbatasan dengan dasar panggul dan dianterior dengan lapisan lemak retropubis

    dan os pubis. Leher kandung kemih menyatu dengan prostat pada pria sedangkan pada

    wanita langsung melekat kefasia pelvis. Membrana mukosa kandung kemih membentuk

    lipatan bila kandung kemih kosong kecuali membrana yang melapisi basis (disebuttrigonum) yang tetap halus. Angulus superior trigonum menendai pintu masuk orifisium

    ureter. Terdapat peninggian muskularis, yaitu lipatan intereureterika, yang berjalan

    diantara orifisium ureter. Angulus inferior dari trigonum ini berbatasan dengan meatus

    uretra interna. Lapisan otot kandung kemih terdiri dari tiga lapisan otot polos membentuk

    trabekula yang disebut (otot) detrusor. Detrusor menebal dileher kandung kemih dan

    membentuksfingter vesika.5,10

    Arteria vesicalis superior dan arteria vesicalis inferior dipercabangkan oleh

    arteria iliaca interna. Aliran darah venous dari daerah muara ureter dan dari collum

    vesicae bergabung dengan pembuluh vena dari prostat dan uretra dan bersama-sama

    bermuara kedalam vena iliaca interna. Plexus vesicalis dibentuk oleh serabut-serabut

    sympathis dan parasympathis, mengandung komponen motoris dan sensibel. Serabut

    efferent parasympathis (= nervus erigentis ) berasal dari medulla spinalis segmen sacralis

    24 menuju ke m.detrusor, berganti neuron pada dinding vesica urinaria. Berfungsi pula

    sebagai penghambat (inhibitory fibers) bagi otot polos vesicae dan m.sphincter urethrae.

    Stimulus parasympathis menimbulkan kontraksi dinding vesica urinaria dan relaksasi

  • 7/23/2019 Inkontinensia Urin Dalam Kehamilan

    5/23

    5

    sphincter urethrae. Stimulus sympathis menyebabkan kontraksi otot-otot trigonum

    vesicae, muara ureter dan sphincter urethrae, dan disertai relaksasi otot dinding vesica.

    Serabut sensibel membawa stimulus nyeri dan stimulus pembesaran vesica (distension,

    vesica terisi penuh). Stimulus nyeri dibawa oleh serabut-serabut sympathis dan

    parasympathis. Nyeri pada vesica dapat menyebar pada regio hypogastrica ( referr`ed

    pain ), sedangkan nyeri pada daerah trigonum vesic