Tumor Medula Spinalis + Paraparese Inferior Flaccid Tipe Sentral + Inkontinensia Urin Dan Alvi

download Tumor Medula Spinalis + Paraparese Inferior Flaccid Tipe Sentral + Inkontinensia Urin Dan Alvi

of 43

  • date post

    29-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    864
  • download

    11

Embed Size (px)

Transcript of Tumor Medula Spinalis + Paraparese Inferior Flaccid Tipe Sentral + Inkontinensia Urin Dan Alvi

LAPORAN KASUSKEPANITRAAN KLINIK SENIOR

TUMOR MEDULA SPINALIS + PARAPARESE INFERIOR FLACCID TIPE SENTRAL + INKONTINENSIA URIN DAN ALVI

Oleh: Herka Pratama Putra S. Ked (04108705032) Shahmila Serangan (04018705098)

Pembimbing : Dr. H. Hasnawi, SpS(K)

BAGIAN ILMU PENYAKIT SARAF (NEUROLOGI) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA RSMHPALEMBANG 2012

HALAMAN PENGESAHANLaporan Kasus

TumorMedula Spinalis + Paraparese Inferior Flaccid Tipe Sentral + Inkontinensia Urin dan Alvi

Oleh: Herka Pratama Putra S. Ked (04108705032) Shahmila Serangan (04018705098)

Telah diterima sebagai salah satu syarat kepanitraan klinik senior periode13 Februari 12 Maret 2012 di Bagian NeurologiFakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya / RSMH Palembang.

Palembang, Pembimbing

Februari 2012

Dr. H.Hasnawi, SpS(K)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur ke hadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat-Nya kepada penulis hingga dapat menyelesaikan laporan kasus ini. Laporan kasus ini dibuat untuk memenuhi sebagian syarat-syarat kepaniteraan klinik senior di bagian Ilmu Kedokteran Saraf. Dengan disusunnya laporan kasus ini, diharapkan bisa sedikit memberikan gambaran Space occupying Lesion di Medula Spinalis, khususnya untuk mengetahui cara penegakan diagnosis dan penatalaksaannya bagi dokter umum. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada Dr. H. Hasnawi, Sp. S (K), Selaku pembimbing penyusunan laporan kasus ini dengan memberikan bimbingan dan nasehat dalam penyelesaian laporan kasus ini. Tidak lupa penulis mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada teman-teman, serta staf bagian saraf, dan semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan laporan kasus ini. Dengan menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak kelemahan yang terdapat dalam penulisan laporan kasus ini, kritik dan saran sangat diharapkan untuk perbaikan penulisan selanjutnya. Semoga tulisan ini bermanfaat.

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ ii KATA PENGHANTAR ................................................................................. iii DAFTAR ISI .................................................................................................. iv BAB I PENDAHULAUN ............................................................................... 1 BAB II LAPORAN KASUS .......................................................................... 2 I. Identikasi............................................................................................. 2 II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. Anamnesa ............................................................................................ 2 Pemeriksaan Fisik .............................................................................. Pemeriksaan Penunjang .................................................................... Pemeriksaan Khusus.......................................................................... Diagnosis Banding .............................................................................. Diagnosa .............................................................................................. Pengobatan ......................................................................................... Rencana Pemeriksaan ........................................................................ Prognosa ..............................................................................................

BAB III TINJAUAN PUSTAKA .................................................................. I. Tumor Medulla Spinalis .................................................................... II. III. Paraparese .......................................................................................... Inkontinensia Urin dan Alvi ..............................................................

BAB IV KESIMPULAN ................................................................................ DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

BAB I PENDAHULUAN

Tumor medula spinalis memang merupakan salah satu penyakit yang jarang terjadi dan karena itulah banyak masyarakat yang belum mengetahui gejala-gejala serta bahaya dari penyakit ini. Pada umumnya, penderita yang datang berobat ke dokter atau ke rumah sakit sudah dalam keadaan parah (stadium lanjut) sehingga cara penanggulangannya hanya bersifat life-saving.1 Jumah kasus tumor medula spinalis di Amerika Serikat mencapai 15% dari total jumlah tumor yang terjadi pada susunan saraf pusat dengan perkiraan insidensi sekitar 0,5-2,5 kasus per 100.000 penduduk per tahun. Jumlah penderita pria hampir sama dengan wanita dengan sebaran usia antara 30 hingga 50 tahun. Diperkirakan 25% tumor terletak di segmen servikal, 55% di segmen thorakal dan 20% terletak di segmen lumbosakral. Sementara di Indonesia sendiri, belum ada2,3

Tumor medula spinalis terbagi menjadi dua, yaitu tumor primer dan tumor sekunder. Tumor primer merupakan tumor yang berasal dari medula spinalis itu sendiri sedangkan tumor sekunder merupakan anak sebar (mestastase) dari tumor di bagian tubuh lainnya. Tumor medula spinalis umumnya bersifat jinak (onset biasanya gradual) dan dua pertiga pasien dioperasi antara 1-2 tahun setelah onset gejala. Gejala pertama dari tumor medula spinocerebellar penting diketahui karena dengan tindakan operasi sedini mungkin, dapat mencegah kecacatan.1,3

BAB II LAPORAN KASUS

I.IDENTIFIKASI Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama MRS Tanggal

: Tn. RK : 27 Tahun : Laki - laki : OKI : Islam : 9 Desember 2011

II. ANAMNESA (Autoanamnesa) Penderita dirawat di bagian syaraf RSMH karena tidak bisa berjalan yang disebabkan kelemahan pada kedua tungkai yang terjadi secara perlahan-lahan. 3 bulan sebelum masuk rumah sakit, penderita mengalami kelemahan pada kedua tungkai setelah jatuh terduduk saat memindahkan motor.Penderita mengeluh semakin lama semakin berat disertai dengan nyeri pinggang sebelah kanan namun penderita masih bisa berjalan + 20m.Penderita merasa terdapat benjolan di punggung kanan bawah, sebesar telur puyuh, nyeri tekan ada, permukaan halus, konsistensi kenyal, immobile yang semakin

membesar.Penderita tidak merasa saat BAK dan BAB. + 3 minggu sebelum masuk rumah sakit, kedua tungkai penderita tidak dapat digerakkan, penderita sudah tidak dapat berjalan lagi. Sehari-hari hanya berada di tempat-tidur.Gangguan sensibilitas berupa rasa kebas dan gangguan baal mulai dirasakan dari kedua kaki hingga ke daerah perut.BAB dan BAK masih tidak terasa. Riwayat trauma jatuh terduduk ada. Riwayat demam tidak ada.Riwayat batuk lama tidak ada.Riwayat kontak dengan penderita TB tidak ada. Penyakit seperti ini diderita untuk pertama kalinya.

III. PEMERIKSAAN FISIK

Status Internus Tanda Vital Kesadaran: Compos mentis GCS = 15 (E:4, M:6, V:5) Tekanan Darah: 120/ 80 mmHg Nadi: 84 x/m Pernapasan: 16 x/m Suhu Badan: 36,5 C Berat Badan: 45 kg Tinggi Badan: 164 cm

Pemeriksaan Sistem Kepala & leher Thoraks Jantung Paru Abdomen

: JVP 5-2 cmH2O : : HR : 84 kali/menit, murmur (-), gallop (-) : Vesikuler (+) normal, rhonki (-), wheezing (-) : Datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba, timpani, BU (+) normal

Genitalia Ekstremitas Status Psikiatrikus Sikap Perhatian : kooperatif : ada

: Tidak diperiksa : edema (-), deformitas (-)

Ekspresi Muka Kontak Psikis

: wajar : ada

Status Neurologikus KEPALA Bentuk Ukuran Simetris : brachiocephali : normocephali : simetris Deformitas Fraktur Nyeri fraktur : tidak ada : ada : tidak ada

Hematom Tumor

: tidak ada : tidak ada

Pembuluh darah Pulsasi

:pelebaran (-) : tidak ada

LEHER Sikap Torticolis Kakukuduk : lurus : tidak ada : tidak ada Deformitas Tumor Pembuluhdarah : tidak ada : tidak ada : pelebaran (-)

SYARAF-SYARAF OTAK

N. Olfaktorius Penciuman Anosmia Hyposmia Parosmia

Kanan tidak ada kelainan tidak ada tidak ada tidak ada

Kiri tidak ada kelainan tidak ada tidak ada tidak ada

N.Opticus Visus Campus visi

Kanan 6/6 V.O.D

Kiri 6/6 V.O.S

Anopsia Hemianopsia Fundus Oculi Papil edema Papilatrofi Perdarahan retina

tidak ada tidak ada

tidak ada tidak ada

tidak ada tidak ada tidak ada

tidak ada tidak ada tidak ada

Nn. Occulomotorius, Trochlearis dan Abducens Kanan Diplopia Celah mata Ptosis Sikap bola mata Strabismus Exophtalmus Enophtalmus Deviation conjugae tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada tidak ada ada tidak ada tidak ada Kiri tidak ada tidak ada tidak ada

Gerakan bola mata

Pupil Bentuknya Besarnya Isokor/anisokor Midriasis/miosis Reflekscahaya - Langsung - Konsensuil - Akomodasi Argyl Robertson (+) (+) (-) tidak ada (+) (+) (-) tidak ada tidak ada bulat 3 mm isokor tidak ada bulat 3 mm

N.Trigeminus Motorik Menggigit Trismus

Kanan

Kiri

tidakadakelainan tidakadakelainan

-

Refleks kornea

tidakadakelainan

Sensorik Dahi Pipi Dagu tidakadakelainan tidakadakelainan tidakadakelainan

N.Facialis Motorik Mengerutkandahi Menutupmata Menunjukkangigi Lipatannasolabialis BentukMuka - Istirahat - Berbicara/bersiul Sensorik 2/3 depan lidah Otonom - Salivasi - Lakrimasi - Chvosteks sign

Kanan

Kiri

tidak berkerut lagofthalmus

tidakadakelainan tidakadakelainan

tidakadakelainan tidakadakelainan

tidakadakelainan tidakadakelainan

tidakadakelainan

tidakadakelainan tidakadakelainan tidak ada tidak ada

N. Statoacusticus N. Cochlearis Suara bisikan Detik arloji Tes Weber Tes Rinne belum bi