Hama Gudang

Click here to load reader

download Hama Gudang

of 25

  • date post

    19-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    98
  • download

    0

Embed Size (px)

description

hama

Transcript of Hama Gudang

LAPORAN

TEKNOLOGI PRODUKSI BENIH

PREFERENSI HAMA

Oleh

Nama: Dwi Novia Sari

NIM: 125040201111279

Kelompok: Kamis, 11.00-12.45Asisten: Kamella Endras P.PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG

2014

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPemenuhan kebutuhan pangan nasional baik beras maupun palawija perlu diimbangi dengan penanganan pascapanen yang baik. Penyimpanan merupakan salah satu mata rantai penanganan pascapanen yang sangat penting. Produk pertanian yang dihasilakan oleh petani perlu disimpan dalam jangka waktu tertentu sebelum sampai pada konsumennya. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan yang melimpah pada saat musim panen, sehingga menyebabkan sebagian besar bahan pangan harus disimpan untuk dapat digunakan pada waktu tertentu saat masyarakat membutuhkan. Akan tetapi dalam penyimpanan sering terjadi kehilangan atau penurunan bahan pangan yang disimpan, hal ini disebabkan oleh adanya hama dalam pasca panen atau sering disebut hama gudang. Hama gudang merupakan hama yang sering menyerang bahan-bahan makanan manusia yang sudah dalam penyimpanan dan gejala yang ditimbulkan sangat merugikan. Walaupun hama gudang (produk dalam simpanan) ini hidupnya dalam ruang lingkup yang terbatas, karena ternyata tidak sedikit pula Janis dan spesiesnya masing-masing memiliki sifat sendiri, klasifikasi atau penggolongan hama yang menyerang produk dalam gudang untuk lebih mengenalnya dan lebih mudah mempelajarinya telah dilakukan oleh para ahli taksonomi (Bargbinson, 2002). Kehilangan hasil akibat hama pasca paen pada biji bijian diperkirakan mencapai 10 37%. Hama gudang mempunyai sifat yang khusus yang berlainan dengan hama hama yang menyerang di lapangan, hal ini berkaitan dengan ruang likup hidupnya yang terbatas yang tentunya memberikan pengaruh faktor luar yang terbatas pula.Seranggahamagudangmenyerang bahan-bahan pangan tertentu yang sesuai dengan kebutuhan. Selain komoditi yang berbeda seranggahamagudang juga mempunyai siklus hidup yang berbeda, dalam hal ini yaitu waktu yang diperlukan untuk siklus hidupnya. Salah satu ciri spesifik dari seranggahamagudang adalah mengalami metamorfosis yang sempurna, yaitu dari telur, larva, pupa, dan imago.Hama hama yang terdapat dalam gudang tidak hanya menyerang produk yang baru dipanen saja melainkan juga produk industri hasil pertanian. Produk tanaman yang disimpan dalam gudang yang terserang hama tidak hanya terbatas pada produk biji bijian melainkan juga produk berupa daun daunan dan kayu kayuan. Kacang hijau merupakan salah satu komoditas kacang-kacangan yang rentan terhadap serangan hama gudang. Hama gudang yang sering menyerang biji kacang hijau adalah Callosobruchus macalatus. Hama ini tersebar di seluruh dunia terutama daerah tropis dan subtropis. Hama ini bersifat polifag, namun imagonya lebih menyukai komoditas kacang hijau. Hal ini dipengaruhi oleh kualitas benih yang sangat ditentukan oleh sifat fisik (kekerasan tekstur, permukaan biji, ukuran, bentuk dan ketebalan kulit biji). oleh sebab itu maka perlu penanganan masalah hama gudang untuk mengurangi penurunan produk hasil pertanian yang berada dalam gudang karena serangan hama pasca panen.1.2 Tujuan

Tujuan dari praktikum hama gudang adalah untuk mengetahui hubungan jenis pakan terhadap tingkat preferensi hama Sitophilus oryzae dan Callosobruchus shinensis serta mengetahui jenis-jenis hama yang menyerang tempat-tempat penyimpanan hasil-hasil pertanian serta gejala serangannya.

1.3 Manfaat

Manfaat yang didapat dari hasil pengamatan adalah dapat mengetahui hubungan antara jenis pakan terhadap tingkat preferensi hama Sitophilus oryzae dan Callosobruchus shinensis.BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Hama Gudang

Insect pest sware house is biological factors that can cause damage to food stuffs during storage. Over lldamage resulting frominsectreaches5-10% offoodstored.

(Serangga hama gudang merupakana faktor biologis yang dapat menyebabkan kerusakan bahan pangan selama penyimpanan. Secara keseluruhan kerusakan yang diakibatkan serangga mencapai 5-10% dari bahan pangan yang disimpan)

(Morallo-Rejesus, 1978) Storage pests, name lydisruptive orde structive pests in storage ware house.

(Hama Gudang adalah Hama yang mengganggu atau merusak di dalam gudang penyimpanan).(Manly, 1997) Warehouse pest insects generally attack the place of storage products (warehouse). Warehouse pests potentially cause yield loss during storage products. Yield losses caused by pests warehouse can reach 10-15% of the contents of the warehouse. Insect pests are insect barn that had adapted well to the storage environment.

(Hama gudang pada umumnya serangga yang menyerang produk ditempat penyimpanan (gudang). Hama gudang berpotensi menyebabkan kehilangan hasil selama produk dalam penyimpanan. Kehilangan hasil yang disebabkan oleh hama gudang dapat mencapai 10 15% dari isi gudang. Serangga hama gudang adalah serangga yang telah teradaptasi pada lingkungan penyimpanan dengan baik).

(Wagianto, 1991)

2.2 Sitophilus oryzae

Gambar 1. Sitophilus oryzaeSumber: Anonymous (2014)

2.2.1 MorfologiKumbang muda dan dewasa berwarna cokelat agak kemerahan, setelah tua warnanya berubah menjadi hitam. Terdapat 4 bercak berwarna kuningagak kemerahan pada sayap bagian depan, 2 bercak pada sayap sebelah kiri, dan 2 bercak pada sayap sebelah kanan. Panjang tubuh kumbang dewasa 3,5-5 mm, tergantung dari tempat hidup larvanya. Apabila kumbang hidup pada jagung, ukuran rata-rata 4,5 mm, sedang pada beras hanya 3,5 mm. larva kumbang tidak berkaki, berwarna putih atau jernih dan ketika bergerak akan membentuk dirinya dalam keadaan agak membulat. Pupa kumbang ini tampak seperti kumbang dewasa (Naynienay, 2008).Kumbang betina dapat mencapai umur 3-5 bulan dan dapat menghasilkan telur sampai 300-400 butir. Telur diletakkan pada tiap butir beras yang telah dilubangi terlebih dahulu. Lubang gerekan biasanya dibut sedalam 1 mm dan telur yang dimasukkan ke dalam lubang tersebut dengan bantuan moncongnya adalah telur yang berbentuk lonjong. Stadia telur berlangsung selama 7 hari. Larva yng telah menetas akan langsung menggerek butiran beras yang menjadi tempat hidupnya. Selama beberap waktu, larva akan tetap berada di lubang gerekan, demikian pula imagonya juga akan berada di dalam lubang selama 5 hari. Siklus hidup hama ini sekitar 28-90 hari, tetapi umumnya selama 31 hari. Panjang pendeknya siklus hidup ham ini tergantung pada temperatur ruang simpan, kelembapan di ruang simpan, dan jenis produk yang diserang (Naynienay, 2008).Sitophilus oryzae dikenal sebagai bubuk beras (rice weevil). Hama ini bersifat kosmopolit atau tersebar luas di berbagai tempat di dunia. Kerusakan yang ditimbulkan oleh hama ini termasuk berat, bahkan sering dianggap sebagai hama paling merugikan produk pepadian. Hama (Sitophilus oryzae) bersifat polifag, selain merusak butiranberas, juga merusak simpanan jagung, padi, kacang tanah, gaplek, kopra, dan butiran lainnya. Akibat dari serangan hama ini, butir beras menjadi berlubang kecil-kecil, tetapi karena ada beberapa lubang pada satu butir, akan menjadikan butiran beras yang terserang menjadi mudah pecah dan remuk seperti tepung. Kualitas beras akan rusak sama sekali akibat serangan hama ini yang bercampur dengan air liur hama.2.2.2 Daur HidupS.oryzae mengalami metamorfosis sempurna dengan perkembangan telur hingga imago selama 35 hari di daerah tropis, dan 110 hari di daerah beriklim dingin. Lingkungan paling sesuai bagi perkembangan gama ini adalah pada suhu 25-27o C dan kelembaban udara 70%. Rata-rata masa hindup imago 4-5 bulan, tetapi beberapa individu mampu hidup hingga satu tahun.

Betina bertelur selama hidupnya dengan fekunditas total 300-400 butir, tetapi hanya 150 telur yang diletakkan dengan pucuk oviposisi pada kualitas beras dan suhu lingkungan penyimpanan. Imago betina membuat lubang kecil pada permukaan beras. Bertelur di lubang tersebut, dan menutupnya kembali dengan semacam zat lilin (eggplug) yang dikeluarkan dari mulutnya.

Telur menetas 3-6 hari, larva tidak bertungkai (apoda), dan melalui empat instar selama 25 hari dan sebelumnya menjadi pupa. Pada suhu 18oC, stadia larva berlangsung 98 hari. Setelah tujuh hari sebagai pupa, imago muncul dan hanya menyisakan selaput kulit luar beras. Apabila menyerang gabah, imago keluar dengan membuat lubang pada (Naynienay, 2008).2.2.3 Cara pengendalian1. Pengelolaan tanaman.

Serangan di lapang dapat terjadi jika tongkol terbuka. Pengelola tanaman untuk meminimalkan serangan hama, terutama penggerek batang dan penggerek tongkol, dapat mengurangi serangan kumbang bubuk di lapang. Tanaman yang kekeringan dan dengan pemberian pupuk dengan takaran rendah mudah terinfeksi busuk tongkol, sehingga mudah pula terserang hama kumbang bubuk. Panen yang tepat pada saat jagung mencapai masak fisiologis yang ditandai oleh adanya lapisan hitam pada ujung biji bagian dalam dapat mengurangi serangan kumbang bubuk. Panen yang tertunda dapat menyebabkan meningkatnya kerusakan biji di penyimpanan.

2. Varietas tanaman

Penggunaan varietas yang mengandung asam fenolat tinggi dan asam amino rendah dapat menekan perkembangan kumbang bubuk. Galur yang relatif tinggi kandungan asam fenolat dan asam aminonya antara lain adalah ACROSS 8762, S99 TL WQ (F/D), S99 TL YQ-A, dan TOMEGIUM. Varietas yang mempunyai penutupan kelobot yang baik disukai oleh petani yang menyimpan jagungnya dalam bentuk kelobot, karena dapat memperlambat serangan hama kumbang bubuk. Varietas tahan masih dalam tahap penelitian dan perakitan di CIMMYT, Meksiko. Mekanisme ketahanannya sudah diketahui, yaitu mempunyai kekerasan biji dan tingginya kandungan asam ferulik atau asam fenolat.

3. Kebersihan dan pengelolaan gud