FINAL REPORT – KAB. HALMAHERA .3.5 Hubungan Antara Sistem ... 3.6.2.2 Estimasi...

download FINAL REPORT – KAB. HALMAHERA .3.5 Hubungan Antara Sistem ... 3.6.2.2 Estimasi dan Prediksi Tip-ends

of 162

  • date post

    04-Apr-2019
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of FINAL REPORT – KAB. HALMAHERA .3.5 Hubungan Antara Sistem ... 3.6.2.2 Estimasi...

FINAL REPORT KAB. HALMAHERA TIMURStudi Sistranas pada Tataran Transportasi Lokal (Tatralok) di Wilayah Provinsi Maluku Utara dalamMendukung Prioritas Pembangunan Sentra Produksi di Koridor Ekonomi Papua dan KepulauanMaluku

iPT. GIRI AWAS Engineering ConsultantArsitek, Sipil, Mekanikal, Tata Lingkungan, Pengembangan Pertanian & Pedesaan,

Telematika, Pariwisata, Keuangan

KATA PENGANTAR

Laporan Akhir (Final Report) ini diajukan untuk memenuhi pekerjaan StudiSistranas pada Tataran Transportasi Lokal (Tatratalok) di Wilayah Propinsi MalukuUtara Dalam Rangka Mendukung Prioritas Pembangunan Sentra Produksi diKoridor Ekonomi Maluku-Papua. Adapun dalam penyusunan laporan ini dibagimenjadi 6 (enam) Volume, yaitu:

Volume 1 : Kota Ternate

Volume 2 : Kota Tidore Kepulauan

Volume 3 : Kabupaten Halmahera Barat

Volume 4 : Kabupaten Halmahera Tengah

Volume 5 : Kabupaten Halmahera Timur

Volume 6 : Kabupaten Pulau Morotai

Penyusunan Laporan Akhir ini, untuk tiap-tiap volume dibahas beberapa hal, yaitu:(1) pendahuluan, (2) tinjauan pustaka, (3) metodologi studi, (4) kondisi wilayahdan jaringan transportasi saat ini, (5) perkiraan kondisi mendatang, dan (6) arahpengembangan jaringan. Semuanya ini disesuaikan dengan Kerangka AcuanKerja yang ada dan Panduan Penyusunan Sistranas pada Tatralok.

Pada kesempatan ini, konsultan menyampaikan terima kasih kepada semua pihakyang telah banyak membantu pelaksanaan kegiatan ini, serta mengharapkan kritikdan saran untuk pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada tahap selanjutnya.

Bandung, November 2013

PT. GIRI AWAS

FINAL REPORT KAB. HALMAHERA TIMURStudi Sistranas pada Tataran Transportasi Lokal (Tatralok) di Wilayah Provinsi Maluku Utara dalamMendukung Prioritas Pembangunan Sentra Produksi di Koridor Ekonomi Papua dan KepulauanMaluku

iiPT. GIRI AWAS Engineering ConsultantArsitek, Sipil, Mekanikal, Tata Lingkungan, Pengembangan Pertanian & Pedesaan,

Telematika, Pariwisata, Keuangan

DAFTAR ISI

Kata Pengantar iDaftar Isi ii

BAB 1 PENDAHULUAN 1 - 11.1 Latar Belakang 1 - 11.2 Maksud dan Tujuan 1 - 41.3 Ruang Lingkup Studi 1 - 41.4 Batasan Kegiatan 1 - 61.5 Indikator Keluaran Dan Keluaran 1 - 61.6 Lokasi Dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan 1 - 61.7 Tenaga Ahli Yang Diperlukan 1 - 61.8 Perlengkapan Pendukung Pekerjaan 1 - 71.9 Sistematika Penulisan 1 - 7

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2 - 12.1 Pendekatan Studi 2 - 12.2 Masterplan Percepatan Dan Perluasan Pembangunan

Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 2 - 22.2.1 Percepatan dan Perluasan Pembangunan

Ekonomi Indonesia 2 - 22.2.2 Peningkatan Potensi Ekonomi Wilayah Melalui

Koridor Ekonomi 2 - 32.2.3 Koridor Ekonomi Indonesia 2 - 42.2.4 Arahan Pengembangan Kegiatan Ekonomi Utama 2 - 52.2.5 Koridor Ekonomi Papua-Kepulauan Maluku 2 - 6

2.3 Pola Dasar Sistranas 2 - 82.4 Cetak Biru Transportasi Antarmoda/Multimoda 2 - 102.5 Jaringan Transportasi 2 - 132.6 Penyusunan Tatanan Makro Strategis Perhubungan

Pada Skala Lokal Kabupaten / Kota (Tatralok) 2 - 262.7 Penguatan Konektivitas Nasional 2 - 272.8 Kerangka Pemikiran Studi 2 - 33

BAB 3 METODOLOGI STUDI 3 - 13.1 Metodologi Studi 3 - 1

FINAL REPORT KAB. HALMAHERA TIMURStudi Sistranas pada Tataran Transportasi Lokal (Tatralok) di Wilayah Provinsi Maluku Utara dalamMendukung Prioritas Pembangunan Sentra Produksi di Koridor Ekonomi Papua dan KepulauanMaluku

iiiPT. GIRI AWAS Engineering ConsultantArsitek, Sipil, Mekanikal, Tata Lingkungan, Pengembangan Pertanian & Pedesaan,

Telematika, Pariwisata, Keuangan

3.2 Pengumpulan Data dan Desain Kuesioner 3 - 43.2.1 Pengumpulan Data 3 - 43.2.2 Desain Kuesioner 3 - 8

3.3 Pola Pikir Studi 3 - 93.4 Analisis Pengembangan Wilayah 3 - 123.5 Hubungan Antara Sistem Transportasi dan Tata Ruang 3 - 133.6 Pemodelan Transportasi 3 - 13

3.6.1 Struktur Model 3 - 133.6.2 Proses Pemodelan Transportasi 3 - 16

3.6.2.1 Penetapan Sistem Zona dan Sistem Jaringan 3 - 163.6.2.2 Estimasi dan Prediksi Tip-ends dan MAT 3 - 173.6.2.3 Simulasi Jaringan 3 - 18

3.7 Jaringan Transportasi Multimoda dan Intermoda 3 - 193.8 Pemetaan Potensi dan Kendala 3 - 203.9 Analisis Normatif 3 - 223.10 Penyusunan Strategi dan Program 3 - 223.11 Azas Tataran Transportasi Lokal (Tatralok) 3 - 23

BAB 4 KONDISI WILAYAH DAN JARINGAN TRANSPORTASISAAT INI 4 - 14.1 Letak Geografis dan Wilayah Administrasi 4 - 14.2 Kependudukan 4 - 44.3 Potensi Produksi dan Ekonomi 4 - 8

4.3.1 Produk Domestik Regional Bruto 4 - 94.3.2 Pertanian (Pangan) 4 - 104.3.3 Perkebunan 4 - 154.3.4 Peternakan 4 - 184.3.5 Perikanan 4 - 224.3.6 Perindustrian 4 - 244.3.7 Perdagangan 4 - 264.3.8 Kehutanan 4 - 284.3.9 Pertambangan 4 - 29

4.4 Kondisi Transportasi Saat Ini 4 - 324.4.1 Jaringan Jalan 4 - 334.4.2 Angkutan Darat 4 - 344.4.3 Angkutan Penyeberangan/Laut 4 - 394.4.4 Angkutan Udara 4 - 42

FINAL REPORT KAB. HALMAHERA TIMURStudi Sistranas pada Tataran Transportasi Lokal (Tatralok) di Wilayah Provinsi Maluku Utara dalamMendukung Prioritas Pembangunan Sentra Produksi di Koridor Ekonomi Papua dan KepulauanMaluku

ivPT. GIRI AWAS Engineering ConsultantArsitek, Sipil, Mekanikal, Tata Lingkungan, Pengembangan Pertanian & Pedesaan,

Telematika, Pariwisata, Keuangan

4.5 Bangkitan dan Tarikan Pergerakan 4 - 434.5.1 Bangkitan dan Tarikan Pergerakan Orang Eksisting 4 - 434.5.2 Bangkitan dan Tarikan Pergerakan Barang Eksisting 4 - 48

4.6 Kinerja Pelayanan, Jaringan Pelayanan, dan JaringanPrasarana Transportasi Wilayah Saat Ini 4 - 524.6.1 Transportasi Darat 4 - 524.6.2 Transportasi Penyeberangan 4 - 524.6.3 Transportasi Laut 4 - 534.6.4 Transportasi Udara 4 - 54

4.7 Permasalahan Transportasi Wilayah Saat Ini 4 - 55

BAB 5 PERKIRAAN KONDISI MENDATANG 5 - 15.1 Rencana Proyek MP3EI 5 - 15.2 Pola Aktivitas dan Proyeksi Penduduk 5 - 2

5.2.1 Metode Proyeksi Penduduk 5 - 35.2.2 Proyeksi Jumlah Penduduk 5 - 3

5.3 Bangkitan dan Distribusi Arus Barang dan Penumpang 5 - 55.4.1 Proyeksi Asal dan Tujuan Pergerakan Orang 5 - 75.4.2 Proyeksi Asal dan Tujuan Pergerakan Barang 5 - 8

5.4 Model Pengembangan Jaringan Transportasi 5 - 25

BAB 6 ARAH PENGEMBANGAN JARINGAN 6 - 16.1 Arah Pengembangan Jaringan Transportasi 6 - 16.2 Arah Pengembangan Sistem Transportasi

Di Kabupaten Halmahera Timur 6 - 16.3 Pengembangan Kawasan Prioritas Pembangunan 6 - 3

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN 1 PP 26 Tahun 2008 Tentang RTRWNLAMPIRAN 2 RTRW MalutLAMPIRAN 3 MP3EILAMPIRAN 4 Data Produksi dan Operasi Jaringan dan Simpul TransportasiLAMPIRAN 5 Peta Kawasan Tertinggal dan PerbatasanLAMPIRAN 6 Peta Jaringan Transportasi Saat IniLAMPIRAN 7 Peta Rencana Pengembangan Jaringan TransportasiLAMPIRAN 8 Rancangan Peraturan Bupati Tentang Sistem Transportasi

Nasional Pada Tataran Transportasi Lokal

FINAL REPORT KAB. HALMAHERA TIMURStudi Sistranas pada Tataran Transportasi Lokal (Tatralok) di Wilayah Provinsi Maluku Utara dalamMendukung Prioritas Pembangunan Sentra Produksi di Koridor Ekonomi Papua dan KepulauanMaluku

1 - 1PT. GIRI AWAS Engineering ConsultantArsitek, Sipil, Mekanikal, Tata Lingkungan, Pengembangan Pertanian & Pedesaan,

Telematika, Pariwisata, Keuangan

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Keberhasilan pembangunan sangat dipengaruhi oleh peran transportasi.Karenanya sistem transportasi nasional (SISTRANAS) diharapkan mampumenghasilkan jasa transportasi yang berkemampuan tinggi dan diselenggarakansecara efisien dan efektif dalam menunjang dan sekaligus menggerakan dinamikapembangunan; mendukung mobilitas manusia dan barang serta jasa; mendukungpola distribusi nasional serta mendukung pengembangan wilayah, peningkatanhubungan nasional dan internasional yang lebih memantapkan perkembangankehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka perwujudan WawasanNusantara.

MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia)merupakan arahan strategis dalam percepatan dan perluasan pembangunanekonomi Indonesia untuk periode 15 (lima belas) tahun terhitung sejak tahun 2011sampai dengan tahun 2025 dalam rangka pelaksanaan Rencana PembangunanJangka Panjang Nasional 2005 2025 dan melengkapi dokumen perencanaan.

Suksesnya pelaksanaan Percepatan dan Perluasan Pembangunan EkonomiIndonesia tersebut sangat tergantung pada kuatnya derajat konektivitas ekonominasional (intra dan inter wilayah) maupun konektivitas ekonomi internasionalIndonesia dengan pasar dunia. Dengan pertimbangan tersebut MP3EImenetapkan penguatan konektivitas nasional sebagai salah satu dari tiga strategiutama (pilar utama).

Konektivitas Nasional merupakan pengintegrasian 4 (empat) elemen kebijakannasional yang terdiri dari Sistem Logistik Nasional (Sislognas), SistemTransportasi Nasional (Sistranas), Pengembangan wilayah (RPJMN/RTRWN),Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK/ICT). Upaya ini perlu dilakukan agardapat diwujudkan konektivitas nasional yang efektif, efisien, dan terpadu.Sebagaimana diketahui, konektivitas nasional Indonesia merupakan bagian darikonektivitas global. Oleh karena itu, perwujudan penguatan konektivitas nasionalperlu mempertimbangkan keterhubungan Indonesia dengan dengan pusat-pusatperekonomian lokal, regional dan dunia (global) dalam rangka meningkatkan daya

FINAL REPORT KAB. HALMAHERA TIMURStudi Sistranas pada Tataran Transportasi Lokal (Tatralok) di Wilayah Provinsi Maluku Utara dalamMendukung Prioritas Pembangunan Sentra Produksi di Koridor Ekonomi Papua dan KepulauanMaluku

1 - 2PT. GIRI AWAS Engineering ConsultantArsitek, Sipil, Mekanikal, Tata Lingkungan, Pengembangan Pertanian & Pedesaan,

Telematika, Pariwisata, Keuangan

saing nasional. Hal ini sangat pen