Halmahera , the ghost

download Halmahera , the ghost

If you can't read please download the document

  • date post

    26-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    369
  • download

    25

Embed Size (px)

Transcript of Halmahera , the ghost

1. HALMAHERAPortal Masa LaluNOi EVERAIN 2. Bab 0Kaum Moro Kelam telah menunggangi langit diantara bayang-bayang belantara.Permainan kolosal saling bersiul dari sisi tersembunyi hutan yang bertaburandi punggung pegunungan daratan tertua. Terdengar alat musik tiup suku purbapedalaman yang tak ingin tertemukan. Mereka mengisolasikan diri di rimba Halmahera. Dan membantahdunia luar yang asing. Tampaknya segala ritual pemanggilan pemilik alam ruhuntuk melindungi mereka lebih mendominasi sikap bijaknya. Beberapa orang meragukan keberadaan mereka, tak tersentuh dan adalarangan telak untuk membicarakannya. Ruh hitam telah menganggap bangsaitu dalam kesatuan mereka. Merekalah bangsa terdalam Moro. Tanah kita dirampas. Biri-biri itu akan memakan rumput kita! Salahsatu dari mereka menyeruduk pemukiman yang berupa tenda akar liar.Kaumnya mengikut sambil menghapus jejak kehidupannya. Sekejap semuanya telah kosong. Perdu dan pohon pun bersekongkolmenyimpan rapat-rapat rahasia mereka. Mereka bersembunyi tak begitu jauh.Bahkan hanya sehasta dari para biri-biri berkuda itu menghentikanlangkahnya dengan tiba-tiba. Satu dari mereka melompat dari punggung kuda. Ia membuka kerudungkebesarannya. Wanita itu menatap pilu seseorang yang masih saja tegak di atastunggangannya. Apa kau yakin meninggalkanku di sini? suaranya mengiba. Geffon, tak ada pilihan lain. Koloni Van Wierk telah melewati bataspelabuhan Al, tapi mereka tak akan merampas apapun dari kita. Benar. Pria di atas kuda itu melanjutkan. Tapi Portugis yang akanmemotong lidah siapa saja yang berdamai dengan selain mereka. Lalu apa yang kau pilih? 1 3. Kebebasan. Hanya itu, Al? Aku seorang Raja Halmahera. Dan pilihanku adalah kehidupan kaliansemua diatas jiwa yang utuh. Jawaban itu terdengar seperti bisikan keras.Tak ada pilihan terbaik. Selain berperang. Pria itu memutar kudanya. Tunggu Al si wanita berusaha meraih kaki sang raja. Sebentarlagi kau akan memiliki Suaranya teredam derap kuda yang berlari dan iamenelan kalimatnya yang belum berakhir. Sebentar lagi kau akan memiliki anak, ia melanjutkan kata-kata ituuntuk dirinya sendiri. Geffon melihat ke sekitar hutan, angin kecil melewatitelinganya, seperti memberi bisikan yang menyuruhnya lari. Lari jauhlah,segera menjauh Dan bisikan itu berakhir. Bisikan itu benar, seharusnya ia berlari. Tapiterlambat untuk sekarang. Para makhluk berkoteka mengepungnya. Entah darimana mereka muncul, tampaknya mereka meyusup begitu saja daripenglihatan. Tangannya pendek sebatas dada, sementara kakinya kurus melengkungsetinggi kuda. Dengan mata tanpa biji hitam, mereka menumpulkan tatapanketakutan mangsanya. Sebaiknya kita apakan biri-biri ini? Salah satu dari mereka bertanyapada yang berjanggut penuh. Si janggut penuh mencabut pisau dari belitan kain di pinggangmenggunakan kakinya. Biri-biri layak dibunuh. Ia membidik sasarannya. Dan seorang wanita dari kaum Moro mencegah pisau itu meluncurmengoyak. Ia berbicara dengan bahasa isyarat bibir tanpa suara. Baiklah. Kita biarkan dia dan anaknya hidup sampai pada waktunya.Ia berbalik sambil meludah. Si wanita Moro medekat kepadanya. Geffon mundur perlahan dengantakut. Beruntung kau sedang hamil. Mari ikut aku, katanya tanpa bahasaisyarat.2 4. Geffon mengikuti wanita itu menyeruak diantara kaum Moro yangmenatapnya dengan kebencian. M-mengapa kau menolongku? Aku tidak menolongmu. Suaranya serak. Aku hanya memberitahukebenaran. Ada aturan kuno bagi kami, salah satunya adalah laranganmembunuh biri-biri yang tidur di dalam gua. Biri-biri? Geffon mengerut. Engkau dan sebangsamu bagi kami adalah biri-biri. Lalu sampai kapan aku dan anakku dibiarkan hidup? Sampai pada masanya. Masa? Wanita Moro itu mengangguk. Kami menunggu biri-biri itu keluardari gua. Tidak! Geffon tiba-tiba menjerit. Ia hendak berlari namun siwanita Moro lebih dahulu menelikung tangannya dengan kaki. Biarkan akupergi. Anakku harus tetap hidup Wanita Moro itu menepis kata-kata Geffon. Aku akan mengajarkanmuilmu ramal. Suatu saat yang kau miliki itulah yang menjadikan kalian hidup. 3 5. Bab 1 Tak sangka, lelakilah yang keluar dari perempuan itu. Si wanitaMoro memberikan bayi itu pada kepala tua. Jangan bunuh dia, suara lemah Geffon menghentikan si kepala tuayang nyaris membanting bayi laki-laki itu. Aku sudah menjadi bagian darikaum kalian. Aku bisa melihat masa depan kaum kita akan keluar daripersembunyiannya dan hidup normal seperti manusia lainnya. Kita akanmenjadi raja diantara kaum mereka. Dan raja itu adalah bayi laki-lakiditanganmu itu. Lima pasang mata di ruang itu melompat kepadanya lalu melihat sangkepala tua dengan keterkejutan yang sama. Itu benar, si wanita Moro menambahkan. Dia mewarisi ilmuramalanku dengan baik. Dia menjadi bagian kita. Tapi bayi ini bukan kaum kita. Suatu saat dia akan menjadi yang terbaik diantara kita, kata Geffon.Aku berjanji. Kenapa kita harus percaya padanya? seorang Moro lain berteriak. Ada larangan besar bagi peramal untuk berdusta, kata si wanita moromematahkan keraguan mereka. Lalu apa rencanamu, Geffon? Aku akan membiarkan sungai membawanya kepada bapak yang telahmembuangnya.*** Anak siapa ini? Seorang dayang datang tergopoh-gopoh memberitahukan padapermaisuri yang mandi tak jauh darinya. Sungai tiba-tiba meramai oleh dayang-dayang yang berkerumun inginmelihat apa yang terjadi. Permaisuri menggendongnya membawa ke istana dania merajuk pada raja untuk mengangkat bayi itu menjadi anak mereka. 4 6. Al bayi ini tak ada berbahayanya sama sekali. Apa yang salah jika kitamengangkatnya jadi anak? Sang permaisuri berkata. Toh engkau tak punyaketurunan yang akan meneruskan tahtamu. Sang raja menghela nafas dengan berat. Beri dia nama QuarenciGhobadi. *** 27 Tahun Berlalu. Bayi itu mendewasa, dan ia telah menemukankehidupannya. Tentang bagaimana ia dibuang dan kembali pada bapak yangtak pernah tahu bahwa ia memiliki seorang anak kandung. Begitulah hingga akhirnya Quarenci menjadi raja Halmaheramenggantikan Al. Ia berusaha keras mempersatukan kaum Moro dengankaumnya saat pergolakan diantara perbedaan mereka tak bisa berbaur. KaumMoro yang bersatu dengan manusia menamakan dirinya pengikut muslim. Sementara mereka yang tak ingin bersekutu dengan manusia, memilihtetap berada dalam belantara dan tak tertemukan. Hingga suatu masa, lahirputra kedua Quarenci. Ketika itu menginjak tengah malam, dan Quarencimemacu kudanya ke dalam hutan. Raja itu menitipkan bayinya pada kaum Moro suku terdalam. Merekamenyambut bayi itu dengan dendam tersembunyi. Kenapa kau memberikannya pada kami? Jika aku memiliki dua anak maka kerajaanku harus dibelah menjadidua. Aku tak ingin semua itu terjadi. Bagaimana jika kami membunuhnya? Tak masalah bagiku. Tapi ramalan Geffon mengatakan bayi itu akanmendewasa dan menjadi seorang pemimpin diantara kalian. Waktupun berlalu. Quarenci telah menginjak tua, dan anak pertamanyaTogu Ghobadi mewarisi tahta kerajaan seutuhnya. Ramalan Geffonmengatakan kebenaran bahwa bayi yang terbuang itu akan menjadi pemimpinbangsa Moro yang membelot dari kodratnya. Namun ramalan itu takmengatakan malapetaka besar yang akan terjadi.5 7. Dendam masa lalu yang membuat Kaum Moro terpecah memicuperang saudara demi merebut wilayah kekuasaan. Quarenci terbunuh ketika ia sedang tertidur. Salah satu penyusupmenikamkan pisau bengkok ke lehernya. Sementara itu Togu dan Ona Ghobadimelarikan dua anak mereka pada salah satu pedagang yang hendak berlayar keluar pulau. Nama bayi itu Eric Ghobadi, kata Togu. Dan anak perempuan iniFlori. Ia melempar sekantong emas pada lelaki di atas kapal. Aku akanmengambilnya saat ia dewasa. Dan aku akan membayarmu dengan harta yanglebih banyak lagi jika kau merawat mereka dengan baik. Aku berjanji Bagaimana kau bisa menemukanku? Aku Togu Ghobadi, keturunan Geffon. G-geffon...? lelaki itu memucat. Dia peramal yang menyebarkutukan pada kaum pendatang di sini. Dengan segera ia melempar kantonguangnya seperti membuang bara api dari telapak tangannya. Untuk tiga kantong emas? Pedagang itu tetap menggeleng. Ia menarik jangkarnya bersiapmeninggalkan daratan. Sepuluh kantong emas? kata Togu dengan putus asa. Penawaranterakhir. Lelaki itu menoleh. Untuk sepuluh kantong emas.*** 6 8. 2Kematian yang terlupakanPagi ini sedingin es setelah hujan pertama di bulan Juli. Orang-orangberlalu-lalang dengan mantel bulu domba besar-besar. Memasukkan keduatelapak tangan dengan rapat pada saku mantel. Beserta kerudung kepalakebesaran, mereka berjalan pelan, tertunduk dan gemetaran. Kelihatannyamantel mereka tidak mampu menghalau hawa dingin yang terlampau parah.Seorang wanita tua nyaris terjerembab karena menginjak mantelnyasendiri yang menjumbai menyapu tanah. Tetapi ia beruntung telah menabrakseorang anak laki-laki yang berjalan di depannya.Anak itu terhuyung dengan kepala yang tetap tertunduk. Tampaknya iatidak ingin memperlihatkan wajahnya pada orang lain. Penampilannya tidakseperti orang yang berniat keluar rumah. Ia mengenakan kaos tipis yangbersembunyi di balik mantel lusuh, celana jins yang tidak menutup matakakinya, dan sepatu kets berlubang yang memperlihatkan ujung jarinya setiapia berjalan. Ia bersusah payah menahan dirinya agar tidak menggigil, tapitampaknya kerja keras itu sia-sia."Oh, maaf, nak!" kata wanita tua itu sambil membetulkan letak kacamatanya yang merosot. Kelihatannya kaca mata itu terlalu besar untuk ukuranwajahnya yang mungil. Sekilas wanita tua itu memperhatikan anak laki-lakiyang telah menyelamatkannya dari kecelakaan fatal bagi para manula yangterjatuh.Mata tua yang tampak letih itu menyusur ujung kaki hingga ujungrambut lawan bicaranya. Siapa namamu, nak? tanyanya. Kau sungguhmirip dengan anakku. Sungguh."EricEric Ghobadi," jawabnya dengan sangat pelan hingga hanyaterdengar seperti sebuah dengkuran. lalu si wanita tua mendekatkan telinganyake mulut bocah itu.Apa? tidak dengar!Ia berteriak jengkel. "Nama saya Eric, Eric Ghobadi."7 9. "Kau menyakiti telinga. Aku belum tuli, dengusnya. Aku hanya inginmemastikan kaulah Eric yang aku tunggu selama ini.Eric mene