Filsafat Pend Kejuruan

download Filsafat Pend Kejuruan

of 30

  • date post

    26-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    12
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Filsafat Pend Kejuruan

Transcript of Filsafat Pend Kejuruan

Aliran Filsafat PendidikanKejuruan

Ditulis pada 16 Januari 2014

Pendidikan kejuruan diperngaruhi oleh beberapa aliran filsafat. Aliran-aliran filsafat pendidikan kejuruan memberikan sumbangsih pemikiran terhadap arah dan tujuan pendidikan kejuruan. Berikut beberapa aliran filsafat dan perannya dalam pendidikan kejuruan :

a. Aliran pragmatisme memiliki peran yang penting dalam pendidikan teknologi dan kejuruan. Pragmatisme yang cenderung berpikir secara materialis dan nyata serta memikirkan kebutuhan-kebutuhan dunia secara praktis memiliki peran terhadap pendidikan teknologi dan kejuruan yang berorientasi pada penguasaan keterampilan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Aliran pragmatisme dengan pendidikan teknologi dan kejuruan sama-sama mengharapkan hal-hal yang praksis sebagai tindakan nyata. Hal praktis dan nyata dalam aliran pragmatisme diaktualkan melalui praktek dan kerja pada pendidikan teknologi dan kejuruan.

b. Aliran esensialisme memiliki keterkaitan dengan pendidikan teknologi dan kejuruan terutama dalam menciptakan budaya kerja bagi peserta didik. Aliran esensialisme yang menginginkan pengetahuan kembali pada kebudayaan lama yang ada di masyarakat seperti budaya disiplin sangat menunjang pelaksanaan pendidikan teknologi dan kejuruan khususnya dalam hal praktek, dengan budaya disiplin peserta didik diharapkan mampu menyerap banyak hal karena aliran pragmatisme menganggap manusia sebagai kaum transendental yang mampu berbuat sendiri dan melakukan kreatifitas sendiri dekat dengan situasi sebenarnya.

c. Aliran eksistensialisme yang menganggap manusia sangat ditentukan oleh tindakan dan pengalmannya sangat berkaitan dengan pendidikan teknologi dan kejuruan. Aliran eksistensialisme memberikan sumbangsih pemikiran pada pendidikan teknologi dan kejuruan terutama dalam penguatan esensi. Pemberian pengalaman berupa praktek dalam pendidikan teknologi dan kejuruan sangat ditekankan karena akan menjadi bekal bagi peserta didik sebelum terjun ke dunia kerja. Eksistensialisme menjadikan praktek dalam pendidikan teknologi dan kejuruan sebagai tindakan real yang menentukan nasib peserta didik di dunia kerja.

d.Aliran liberalisme yang menekankan kebebasan individu dalam memberdayakan potensi pribadi menjadi keharusan dalam pendidikan teknologi dan kejuruan. Peserta didik pendidikan teknologi dan kejuruan merupakan orang-orang yang menyadari bakat dan potensinya, sehingga mereka berkecimpung bukan karena paksaan dan dorongan dari orang lain termasuk orang tua melainkan keinginan sendiri untuk menjadi peserta didik dalam pendidikan teknologi dan kejuruan. Liberalisme menganggap bahwa pendidikan merupakan upaya membebaskan dan meningkatkan kualitas diri dengan memberdayakan kemampuan sendiri.

Pendidikan kejuruan merupakan:

Education for employment : (pendidikan untuk pekerjaan) siswa mengikuti pendidikan ditargetkan untuk menjadi tukang yang siap kerja, dan untuk mengetahui serta memahami apa yang terjadi di lingkungannya. Siswa diperkenalkan dengan masalah baru dan dilatih untuk menyelesaikan. Siswa mampu mengembangkan kemampuan, mencari alternatif melanjutkan pendidikan atau bekerja, pemecahannya dan berani untuk mengambil keputusan dalam lingkungan pendidikan sebagai pekerjaannya.

Education for employability : (pendidikan untuk kelayakan kerja) siswa mengikuti pendidikan ditargetkan untuk menjadi tenaga kerja ahli yang profesional, berdedikasi, mengetahui dan memahami serta merespon dengan cepat apa yang terjadi di lingkungannya. Siswa diperkenalkan dengan masalah baru dan dilatih untuk menyelesaikan, juga mampu mengembangkan sendiri kemampuannya, mencari alternatif pekerjaan, serta pemecahannya untuk berani mengambil keputusan dengan cepat.

Education for self-employment : (pendidikan untuk mempekerjakan diri sendiri) siswa mengikuti pendidikan ditargetkan untuk menjadi usahawan, dan untuk mengetahui, memahami serta membaca peluang usaha yang ada di lingkungannya. Siswa diperkenalkan dengan jenis usaha, masalah yang mungkin mucul dilatih untuk menyelesaikannya. Siswa mampu mengembangkan kemampuan, mencari alternatif melanjutkan mengembangkan usahanya, pemecahannya dan berani untuk mengambil keputusan

Sedangkan.......The philosophy of educationMendidik adalah ibadah :

1. Rahmat (Tulus & Syukur)

2. Ibadah

3. Amanah (Tanggungjawab)

4. Seni

5. Panggilan (Integritas)

6. Kehormatan

7. Bekerja ikhlas

8. Pelayanan

Aktualisasi diri Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian.

Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi. Atau pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohani kearah kedewasaan.

Secara garis besar pengertian pendidikan dapat dibagi menjadi tiga yaitu:

pendidikan,

teori umum pendidikan, dan

ilmu pendidikan.

pendidikan pada umumnya yaitu mendidik yang dilakukan oleh masyarkat umum. Pendidikan seperti ini sudah ada semenjak manusia ada di muka bumi ini. Pada zaman purba, kebanyakan manusia memerlukan anak-anaknya secara insting atau naluri, suatu sifat pembawaan, demi kelangsungan hidup keturunanya. Yang termasuk insting manusia antara lain sifat melindungi anak, rasa cinta terhadap anak, bayi menangis, kemampuan menyusu air susu ibu dan merasakan kehangatan dekapan ibu.

Pekerjaan mendidik mencakup banyak hal yaitu segala sesuatu yang bertalian dengan perkembangan manusia. Mulai dari perkembangan fisik, kesehatan, keterampilan, pikiran, perasaan, kemauan, sosial, sampai kepada perkembangan iman.

Mendidik bermaksud membuat manusia menjadi lebih sempurna, membuat manusia meningkatkan hidupnya dari kehidupan alamiah menjadi berbudaya.

Mendidik adalah membudayakan manusia. pendidikan dalam teori umum, tidak membedakan filsafat pendidikan dengan teori pendidikan, atau filsafat pendidikan sama dengan teori pendidikan. Sebab itu ia mengatakan pendidikan adalah teori umum pendidikan. Konsep di atas bersumber dari filsafat pragmatis atau filsafat pendidikan progresif, inti filsafat pragmatis yang mana berguna bagi manusia itulah yang benar, sedangkan inti filsafat pendidikan progresif mencari terus-menerus sesuatu yang paling berguna hidup dan kehidupan manusia.

Ilmu pendidikan dibentuk oleh sejumlah cabang ilmu yang terkait satu dengan yang lain membentuk suatu kesatuan. Masing-masing cabang ilmu pendidikan dibentuk oleh sejumlah teori. Pendidikan dalam Praktek Memerlukan teori Tanpa adanya Teori tentang sesuatu ilmu, maka praktek dilapangan akan sulit dilakukan. Teori merupakan ukuran keberhasilan dari praktek yang dilakukan. Demikian pentingnya berteori dalam praktek di lapangan pendidikan karena pendidikan dalam praktek harus dipertanggungjawabkan. Tanpa teori dalam arti seperangkat alasan dan rasional yang konsisten dan saling berhubungan maka tindakan-tindakan dalam pendidikan hanya didasarkan atas alasan-alasan yang kebetulan, seketika dan aji mumpung. Hal itu tidak boleh terjadi karena setiap tindakan pendidikan bertujuan menunaikan nilai yang terbaik bagi siswa dan pendidik. Bahkan pengajaran yang baik sebagai bagian dari pendidikan selain memerlukan proses dan alasan rasional serta intelektual juga terjalin oleh alasan yang bersifat moral karena unsur manusia yang dididik dan memerlukan pendidikan adalah makhluk manusia yang harus menghayati nilai-nilai agar mampu mendalami nilai-nilai dan menata perilaku serta pribadi sesuai dengan harkat nilai-nilai yang dihayati itu.

Hubungan antara filosofi dengan prinsip-prinsip dan praktek pendidikan :

Hubungan antara filsafat dan pendidikan terkait dengan persoalan logika, yaitu: logika formal yang dibangun atas prinsif koherensi, dan logika dialektis dibangun atas prinsip menerima dan membolehkan kontradiksi. Hubungan interakif antara filsafat dan pendidikan berlangsung dalam lingkaran kultural dan pada akhirnya menghasilkan apa yang disebut dengan filsafat pendidikan. Tujuan dan manfaat belajar filsafat Pendidikan a.Mampu memaknai sesuatu, Filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya. Filsafat menolong mendidik,membangun diri kita sendiri dengan berfikir lebih mendalam, kita mengalami dan menyadari ilmu kita. Rahasia hidup yang kita selidiki justru memaksa kita berfikir, untuk hidup yang sesadar-sadarnya, dan memberikan isi kepada hidup kita sendiri. filsafat membantu kita memahami bahwa sesuatu tidak selalu tampak seperti apa adanya. Dalam filsafat kita dilatih dulu apa yang menjadi persoalan. Dan ini merupakan syarat mutlak untuk memecahkannya

Filsafat membuat kita tidak mudah tergelincir dalam berfikir, dalam artian bahwa dengan filsafat membuat kita lebih berhati-hati terhadap segala sesuatu, dalam menghadapi orang lain.

Filsafat membuat kita selalu berfikir positif sehingga membuat seseorang mudah dalam menjalani kehidupannya dan tidak menjadi pemarah/emosi. Filsafat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari. Orang yang hidup secara dangkal saja, tidak mudah melihat persoalan-persoalan, apalagi melihat pemecahannya. Dalam filsafat kita dilatih dulu apa yang menjadi persoalan. Dan ini merupakan syarat mutlak untuk memecahkannya. Filsafat memberikan pandangan yang luas , membendung akuisme dan aku-sentrisme (da