Pend Bilogi Mikrobiologi

download Pend Bilogi Mikrobiologi

of 64

  • date post

    28-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    87
  • download

    9

Embed Size (px)

description

mikrobiologi

Transcript of Pend Bilogi Mikrobiologi

  • HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG MIKROBIOLOGI DENGAN SIKAP TERHADAP KESEHATAN

    SISWA MAN LEUWILIANG BOGOR

    Disusun Oleh

    NENENG LAILA HASANAH 101016120887

    PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

    FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UIN SYARIF HIDAYATULLAH

    JAKARTA 1428 H/2007 M

    id924546 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com

  • 58

    LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

    Skrispi berjudul Hubungan Antara Pengetahuan Tentang Mikrobiologi Dengan Sikap Terhadap Kesehatan Siswa MAN Leuwiliang Bogor, yang disusun oleh Neneng Laila Hasanah, NIM : 101016120887, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Program Studi Pendidikan Biologi telah melalui bimbingan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diujikan pada sidang munaqasah sesuai ketentuan yang ditetapkan fakultas.

    Jakarta, Februari 2007

    Yang Mengesahkan

    Pembimbing I Pembimbing II

    Dra. Hj. Fadhilah Suralaga, M.Si Dasumiati, M.Si NIP. 150 215 283 NIP. 150 293 237

  • 59

    LEMBAR PENGESAHAN

    Skrispi yang berjudul HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG MIKROBIOLOGI DENGAN SIKAP TERHADAP KESEHATAN SISWA MAN LEUWILIANG BOGOR, telah diujikan dalam sidang Munaqasah Fakultas Ilmu Tarbiah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 12 Maret 2007. skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata 1 (S1) pada Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Biologi.

    Jakarta, Maret 2007 Sidang Munaqasah

    Dekan/ Ketua Merangkap Anggota

    Prof. Dr. Rosyada, MA NIP. 150 231 356

    Pembantu Dekan/ Sekretaris Merangkap Anggota

    Prof. Dr. H. Aziz Fachrurrozi, MA NIP. 150 202 343

    Anggota

    Penguji I

    Drs. Ahmad Sofyan, M.Pd NIP. 150 231 502

    Penguji II

    Baiq Hana Susanti, M.Sc NIP. 150 299 475

  • 60

    LEMBAR PENGESAHAN

    Skrispi yang berjudul HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN TENTANG MIKROBIOLOGI DENGAN SIKAP SISWA TERHADAP KESEHATAN, telah diujikan dalam sidang Munaqasah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada tanggal 12 Maret 2007. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Program Strata 1 (S1) pada Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Biologi.

    Jakarta, Maret 2007 Sidang Munaqasah

    Dekan/ Ketua Merangkap Anggota

    Prof. Dr. Dede Rosyada, MA NIP. 150 231 356

    Pembantu Dekan/ Sekretaris Merangkap Anggota

    Prof. Dr. H. Aziz Fachrurrozi, MA NIP. 150 202 343

    Anggota

    Penguji I

    Drs. Ahmad Sofyan, M.Pd NIP. 150 231 502

    Penguji II

    Baiq Hana Susanti, M.Sc NIP. 150 299 475

  • 61

    A B S T R A K

    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan positif antara pengetahuan tentang mikrobiologi dengan sikap terhadap kesehatan. Penelitian ini tergolong ke dalam penelitian korelasional yang terdiri dari dua variabel, yaitu satu variabel bebas pengetahuan tentang mikrobiologi (X) dan satu variabel terikat sikap terhadap kesehatan (Y). Penelitian ini dilaksanakan di MAN Leuwiliang Bogor pada bulan Mei Juni 2006 dengan menggunakan metode Survei. Jumlah sampel yang digunakan adalah seluruh siswa kelas X MAN Leuwiliang sebanyak 60 orang. Teknik Analisis Data menggunakan teknik statistik korelasi dan Regresi linier sederhana. Pengujian hipotesis dilakukan pada taraf signifikansi 0,05 dan 0,01 hasil hipotesis yang didapat berupa garis regresi = 100 + 0,6 X. Harga koefisien korelasi sebesar 0,5 dan koefisien determinasi sebesar 25% dan taraf signifikansi sebesar 4,4. penelitian ini menghasilkan kesimpulan, yaitu ada hubungan yang positif dan signifikan antara pengetahuan tentang mikrobiologi dengan sikap terhadap kesehatan. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa kontribusi pengetahuan tentang mikrobiologi pada sikap terhadap kesehatan adalah sebesar 25%.

    Kata Kunci : Pengetahuan tentang Mikrobiologi, Sikap Terhadap Kesehatan

  • ABSTRACT

    This research aim to know the positive correlation between the knowledge about microbiology and the attitude toward health. This is a correlation which has two variables. The knowledge about microbiology is independent variable (X) and the attitude toward health is dependent variable (Y). This research has been done at MAN Luwiliang Bogor on May-June 2006, by using survey method. The sum of samples that was used is all 1st year student of MAN Leuwiliang, The are 60 persons. The data analysis technique used correlation statistic technique and simple linear regressions the proof of hypothesis was done at significant level 0,05 and 0,01. The result of hypothesis is regression line = 100 + 0,6 x. The coefficient correlation value is 0,5 and determination coefficient value is 25%. This research has a conclusion that there is a significant and positive correlation between the knowledge about microbiology and the attitude toward health. In this research found that the contribution of knowledge about microbiology to the attitude toward health is about 25%.

    Key word: The Knowledge about microbiology, the attitude toward health

    id944765 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang Masalah

    Dalam satu dekade terakhir ini pembangunan kesehatan di Indonesia mulai

    bergeser dari yang tadinya menitikberatkan pada bidang pengobatan (kuratif) saat ini

    bergeser ke arah yang lebih komprehensif dengan mencakup bidang promotif dan

    preventif sebagaimana tergambar pada program pelayanan kesehatan dasar (primary

    health care) dan Paradigma Sehat dari Departemen Kesehatan, seiring dengan transisi

    epidemiologi di negara berkembang terutama di Indonesia terjadi kondisi Double

    Burden (beban ganda) di mana penyakit tidak menular terlihat meningkat dalam

    kualitas dan kuantitasnya tetapi penyakit menular masih berperan utama sebagai

    penyebab kematian dan kesakitan di hampir sebagian wilayah.1 Seperti yang

    diberitakan pada media massa bahwa di Indonesia wabah flu burung menyerang 105

    Kabupaten/Kota madya di 17 Propinsi; dalam kurun waktu 30 tahun sejak ditemukan

    virus Dengue di Surabaya dan Jakarta terjadi peningkatan yang besar baik dalam

    jumlah penderita maupun penyebaran penyakit, saat ini DBD telah ditemukan di 27

    Propinsi dan 200 kota telah melaporkan adanya kejadian luar biasa.2

    Sebagaimana tercantum dalam rencana Pembangunan Kesehatan menuju

    Indonesia sehat 2010 salah satu program kesehatan unggulan adalah program

    1 Masdalina Pane, Aspek Klinis dan Epidemiologis DD dan DBD, Jurnal Kesehatan Bina

    Husada (Palembang : STIK Bina Husada, Vol. 1 No. 1, Oktober 2004) H. 6 2 Ibid. h.7

    id965671 pdfMachine by Broadgun Software - a great PDF writer! - a great PDF creator! - http://www.pdfmachine.com http://www.broadgun.com

  • 2

    pemberantasan penyakit menular yang bertujuan untuk menurunkan angka kesakitan,

    kematian dan kecacatan dari penyakit menular dan mencegah penyebaran serta

    mengurangi dampak sosial akibat penyakit sehingga tidak menjadi masalah

    kesehatan. Penyakit menular saat ini merupakan masalah besar dan menjadi ancamn

    global baik dalam bentuk new emerging diseases maupun reemerging diseases, hal

    ini dikarenakan penyakit-penyakit tersebut memiliki tingkat virulensi sangat tinggi,

    memiliki penyebaran sangat cepat.3

    Sebagai negara kepulauan yang terletak di daerah tropis, dari sudut pandang

    ilmu kesehatan lingkungan, Indonesia memiliki berbagai macam hal yang bersifat

    menguntungkan maupun merugikan. Faktor lingkungan yang menguntungkan adalah

    temperatur udara yang panas menyebabkan beberapa macam virus seperti SARS

    (Severe Acute Respiratory syndrome) tidak mudah berkembang biak contoh lain

    adalah masyarakat yang relijius terutama juga mengurangi pesatnya penularan virus

    HIV/AIDS dan sebagainya. Sebaliknya faktor lingkungan yang merugikan adalah

    masih rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, adat istiadat yang masih tradisional

    yang tidak sejalan dengan pemahaman kesehatan lingkungan, masalah sanitasi

    lingkungan yang belum sepenuhnya dapat diatasi (genangan air dan penumpukan

    sampah), kelembaban udara, telah menyebabkan penyakit penyakit infeksi baik oleh

    virus, bakteri, protozoa maupun cacing belum dapat diatasi secara memuaskan.4

    3 Ibid, h. 6

    4 S.Keman, Pengaruh Lingkungan Terhadap Kesehatan, Jurnal Kesehatan Lingkungan Vol. 1

    No.1 Juli 2004 h. 42

  • 3

    Pendidikan merupakan unsur esensial dalam pengembangan dan peningkatan

    kualitas sumber daya manusia. Pendidikan dalam pemikiran modern merupakan

    proses pewarisan budaya masyarakat yang disampaikan dari generasi ke generasi

    berikutnya dan warisan itu dikembangkan melalui penemuan di bidang ilmu

    pengetahuan. Pendidikan formal mempunyai sumbangan yang sangat berharga bagi

    perubahan dalam masyarakat, dapat memajukan masyarakat dan pembangunan.5

    Kaitan proses pendidikan dengan pembangunan, khususnya pembangunan

    manusia dijelaskan oleh Theodore schultz ini berasumsi bahwa pendidikan formal

    merupakan investasi penting bagi masa depan, misalnya berupa pekerjaan dan posisi

    sosial serta peluang untuk melakukan mobilitas sosial dan sangat dibutuhkan untuk