Cover Laporan Anestesi Dan Farmakologi

download Cover Laporan Anestesi Dan Farmakologi

of 50

  • date post

    16-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    244
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Cover Laporan Anestesi Dan Farmakologi

CHECK LIST PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN ANESTESI REANIMASI MATRIKULASI PRODI DIPLOMA IV KEPERAWATAN ANESTESI REANIMASI TAHUN AKADEMIK 2011 / 2012 DI IBS RSUD SLEMAN

Disusun oleh :

HERMANSYAHNIM : PO7120411018

KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA PRODI DIV KEPERAWATAN ANESTESI REANIMASI TAHUN 2011

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN PERIANESTESI PRAKTEK MATRIKULASI DI IBS RSUD SLEMAN

Disusun oleh : HERMANSYAH NIM : PO7120411018

TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI Tanggal : 3 Desember 2011

Pembimbing Klinik

Pembimbing Pendidikan

Raden Sugeng Riyadi, SST NIP: 19751011 199503 1 002

Yustiana Olfah,APP,M.Kes NIP: 19671017 199003 2 001

CHECK LIST PRAKTEK KLINIK KEPERAWATAN ANESTESI REANIMASI MATRIKULASI PRODI DIPLOMA IV KEPERAWATAN ANESTESI REANIMASI TAHUN AKADEMIK 2011 / 2012 DI IBS RSUD SLEMAN

Disusun oleh :

IDHA YONITA TH LIOENIM : PO7120411021

KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN YOGYAKARTA PRODI DIV KEPERAWATAN ANESTESI REANIMASI TAHUN 2011

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN FARMAKOLOGI OBAT ANESTESI PRAKTEK MATRIKULASI DI IBS RSUD SLEMAN

Disusun oleh : HERMANSYAH NIM : PO7120411018

TELAH DIPERIKSA DAN DISETUJUI Tanggal : 3 Desember 2011

Pembimbing Klinik

Pembimbing Pendidikan

Raden Sugeng Riyadi, SST NIP: 19751011 199503 1 002

Yustiana Olfah,APP,M.Kes NIP: 19671017 199003 2 001

KATA PENGANTARPuji Syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karuniaNya, penulis dapat menyelesaikan laporan Praktik Klinik Keperawatan Anestesi yang berjudul Asuhan Keperawatan Perianestesi Pada Pasien Hernia Inguinalis Lateralis Dekstra Yang Dilakukan Herniotomi Dengan Anestesi Spinal di IBS RSUD Sleman. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam rangkaian kegiatan praktik dan penyusunan laporan ini tidak akan terlaksana sebagaimana yang diharapkan tanpa adanya bantuan dari beberapa pihak. Untuk itu pada kesempatan ini penulis meyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Direktur RSUD Sleman yang telah memberikan ijin lahan praktik bagi kami. 2. Dr. Heri Setyanto, SpB. selaku penanggung jawab IBS RSUD Sleman. 3. Kepala IBS RSUD Sleman yang telah banyak membantu kami dalam melaksanakan praktik sehingga dapat berjalan dengan lancar. 4. Ibu Yustiana Olfah, APP,M.Kes. selaku pembimbing pendidikan pada Poltekkes Kemenkes Yogyakarta yang telah memberikan bimbingan selama praktik maupun dalam penyusunan laporan. 5. Bapak Raden Sugeng Riyadi,SST selaku pembimbing klinik yang telah dengan sabar mendampingi dan memberikan bimbingan kepada kami. 6. Semua Bapak dan Ibu Perawat anestesi dan bedah IBS RSUD Sleman yang selama praktik banyak membantu dan bekerjasama dengan baik. Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam penulisan ini sehingga penulis mengharapkan kritik maupun saran yang bersifat positif demi kesempurnaannya. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan balasan kebaikan atas segala amal yang telah dilakukan dan semoga karya ini berguna bagi penulis sendiri maupun pihak lain yang memanfaatkan.

Sleman,

Nopember 2011 Penulis

DAFTAR ISI

Halaman HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN ...................................................................................... ii KATA PENGANTAR ................................................................................................ iii DAFTAR ISI .............................................................................................................iv BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................. 1 A. Latar Belakang ................................................................................... 1 B. Rumusan masalah ............................................................................ 2 C. Tujuan Penulisan . .......... 2

BAB II TINJAUAN TEORI ................................................................................................. 3 A. Konsep dasar ..................................................................................... 3 B. Keperawatan anestesi ................................................................................. 6

BAB III

TINJAUAN KASUS ................................................................................. 20

BAB IV PEMBAHASAN ...................................................................................... 39 BAB V PENUTUP . ............................................. 40 A. Kesimpulan. ..................................................................................... 40 B. Saran ............................................................................................................ 40 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 41

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar belakang Perkembangan ilmu pengetahuan tentang ilmu bedah saat ini sangat pesat. Hal ini juga harus didukung dengan peningkatan pemberian perawatan pada klien penderita penyakit bedah. Hernia merupakan salah satu penyakit yang seringkali ditemui pada penderita penyakit bedah, dimana hernia sendiri bermacam-macam jenisnya disesuaikan menurut letaknya seperti; hernia inguinalis, hernia scrotalis, hernia umbilikalis, hernia epigastrika, hernia lumbalis, hernia femoralis dan lain-lain. Pada insidens hernia inguinalis pada bayi dan anak-anak antara 1 dan 2%. Kemungkinan terjadi hernia pada sisi kanan 60%, sisi kiri 20-25% dan bilateral 15%. Kejadian hernia bilateral pada anak perempuan dibandingkan laki-laki kira-kira sama (10%) walaupun frekuensi prossessus vaginalis yang tetap terbuka lebih tinggi pada perempuan. Anak yang pernah menjalani operasi pada waktu bayi mempunyai kemungkinan 16% mendapat hernia kontralateral pada usia dewasa. Insidens hernia inguinalis pada orang dewasa kira-kira 2%. Kemungkinan kejadian hernia bilateral dari insidens tersebut mendekati 10%. Untuk menghindari terjadinya komplikasi yang tidak diharapkan, perlu hendaknya dilakukan penanganan yang baik. Dalam hal ini perawat sebagai pemberi asuhan keperawatan perlu hendaknya meningkatkan mutu asuhan keperawatan yang akan diberikan dengan memperhatikan aspek biologis, psikologis, sosial dan spiritual.

B. Batasan dan Rumusan Masalah1. Batasan Masalah Dalam laporan kasus ini, pembahasan dibatasi pada asuhan keperawatan perianestesi hernia inguinalis lateralis dekstra mulai dari pre, intra dan post operasi herniotomi dengan anestesi spinal sampai pasien stabil selama di ruang pulih sadar dan kembali ke ruang perawatan.

2. Rumusan masalah Dari uraian diatas dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu

Bagaimanakah asuhan keperawatan perianestesi pada pasien HIL dekstra yang dilakukan herniotomi dengan anestesi spinal di IBS RSUD Sleman ? C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan umum Mampu melaksanakan asuhan keperawatan perianestesi pada pasien HIL dekstra yang dilakukan herniotomi dengan anestesi spinal. 2. Tujuan khusus a. Mampu melaksanakan pemeriksaan pre operasi pada pasien hernia. b. Mampu menentukan obat premedikasi, induksi, teknik dan obat anestesi yang digunakan. c. Mampu melaksanakan tugas limpah tindakan anestesi pada pasien hernia yang dilakukan herniotomi. d. Mampu melaksanakan pengawasan selama anestesi dan pembedahan, serta melakukan tindakan yang diperlukan bila timbul masalah selama anestesi dan pembedahan serta melaksanakan perawatan post operasi.

BAB II TINJAUAN TEORIA. Konsep dasar 1. Pengertian Ada beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai penyakti Hernia, namun pada dasarnya semua mempunyai pengertian yang sama. Menurut Barbara Kalo dalam Decision Making in Medical Surgical Nursing disebutkan: Hernia didefinisikan sebagai tonjolan sebuah organ atau jaringan melalui dinding dari cavum yang terkena, dan herniasi terjadi seperti suatu tonjolan keluar Viscus abdomen melalui dinding dari cavum abdomen pada tempat yang bervariasi. Suatu kelemahan dari dinding abdomen mungkin congenital atau didapat. Bedasarkan pendapat tersebut diatas, Penulis dapat menyimpulkan bahwa hernia adalah suatu tonjolan abnormal dari organ-organ intraabdomninal yang keluar melalui dinding cavum abdomen yang dapat di sebabkan karena kelemahan dinding abdomen atau congenital dan terjadinya pada tempat yang bervariasi. Hernia inguinalis lateralis adalah hernia yang melalui anulus inguinalis internus/leteralis menyusuri kanalis inguinalis keluar ronga perut melalui anulus inguinalis eksterna/medialis. Disebut juga hernia inguinalis lateralis karena terletak di sebelah

vasaepigastrika inferior yang melalui anulus inguinalis internus/lateralis menyusuri kanalis dan keluar ronga perut melalui anulus inguinalis eksterna.medialis. Disebut inguinalis lateralis karena terletak disebelah lateral vasa epigastrika inferior. Hernia inguinalis lateralis (inderecta) terdapat sekitar 20 x lebih banyak pada pria dibandingkan pada wanita, dan hampir 1/3 bersifat belateral hernia lebih sering terjadi disisi kanan (Normal, Procesus vaginalis kiri). Hernia inguinalis inderecta lebih sering pada anak-anak dan dewasa muda. 2. Penyebab Hernia umumnya terjadi sebagai hasil kelemahan dinding otot dan peningkatan intraabdominal. Kelemahan otot ini diwariskan atau didapat sejak bayi lahir sebagai proses penuaan. Peningkatan tekanan intraabdominal selain kehamilan dan kegemukan adalah mengangkat beban berat dan batuk kronis.

3.Pathofhisiologi Kanalis inguinalis adalah kanal yang normal pada fetus. Pada bulan ke 8 dari kehamilan terjadi desunsustis tikulorum melalui kanal tersebut. Keadaan ini akan menarik peritonium ke daerah skrotum sehingga terjadi tonjolan peritonium yang disebut vaginalis pertonii. Bila