Andri Abd. Xii Ips 1

download Andri Abd. Xii Ips 1

of 34

  • date post

    19-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    92
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Andri Abd. Xii Ips 1

PENGGARUH MODERNISASI DAN GLOBALISASI PADA MASYARAKAT KARYA ILMIAH DIAJUKAN GUNA MELENGKAPI SYARAT UNTUK MENGIKUTI UJIAN SEKOLAH SMA MUHAMMADIYAH TARAKAN

Oleh ANDRI ABDIANUR 0.03.674

JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL SMA MUHAMMADIYAH TARAKAN TAHUN AJARAN 2011-2012

Penggaruh Modernisasi dan Globalisasi pada Masyarakat Karya Ilmiah Diajukan Guna Melengkapi Syarat Untuk Mengikuti Ujian Sekolah SMA Muhammadiyah Tarakan

Oleh Andri Abdianur 0.03.674

Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial SMA Muhammadiyah Tarakan Tahun Ajaran 2011-2012

LEMBAR PENGESAHAN

Karya Tulis Ilmiah Yang Berjudul: Penggaruh Modernisasi dan Globalisasi pada Masyarakat Oleh Siswa: Nama Nis Jurusan : Andri Abdianur : 0.03.674 : IPS

Telah di setujui dan disahkan oleh Pembimbing dan Kepala Sekolah Pada

Hari / tanggal Pukul

: :

Tarakan,

Maret 2012

Pembimbing

Kepala Sekolah

( Dewantara.SE)

( Slamet Kurniawan.ST)

ABSTRAKA. Modernisasi Proses modernisasi merupakan salah satu tahap penting dalam perjalanan sebuah negara maju, termasuk Jepang. Modernisasi Jepang ditandai oleh Restorasi Meiji pada tahun 1868. Dalam proses modernisasi tersebut pendidikan memegang peranan penting sebagai media untuk mengedukasi seluruh masyarakat. Mulai masa ini pula, sistem pendidikan Jepang berbentuk meritokrasi yang memberi kesempatan pada setiap orang untuk memperoleh pendidikan dan mendapatkan status sosial yang diinginkan melalui hasil prestasi yang dicapainya. Setelah mengalami kehancuran akibat kekalahan pada Perang Dunia II, pendidikan Jepang ditujukan untuk membangun kembali negeri dengan mempersiapkan masyarakat memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk mendukung industrialisasi. Pada perkembangannya, sistem pendidikan ini dikenal sebagai pendidikan yang terlalu berat dengan persaingan yang tinggi sehingga memicu berbagai permasalahan siswa seperti ijime dan keengganan bersekolah. Untuk itu pemerintah Jepang melalui Kementerian Pendidikan berusaha untuk membentuk sebuah system pendidikan baru yang lebih leluasa dan nyaman untuk siswa yang dikenal dengan yutori kyouiku. Melalui studi literatur, skripsi ini menganalisis perubahan yang terjadi pada sistem pendidikan Jepang dengan adanya yutori kyouiku. Yutori kyouiku menandai perubahan pada sistem pendidikan meritokratis yang terbentuk sejak masa modernisasi Jepang dan mengindikasikan adanya perubahan masyarakat menuju post modern.

B. Globalisasi Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya popular, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Kata globalisasi diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekadar definisi kerja (working definition), sehingga tergantung darisisi mana orangmelihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Menurut pendapat J.A. Scholte (2002), menyimpulkan bahwa setidaknya ada lima kategori pengertian globalisasi yang umum ditemukan dalam literatur. Kelima kategori definis itersebut berkaitan satu sama lain dan kadang kala saling tumpang-tindih, namun masing-masing mengandung unsur yang khas. 1) Globalisasi sebagai internasionalisasi Dengan pemahaman ini, globalisasi dipandang sekedar sebuah kata sifat (adjective) untuk menggambarkan hubungan antar-batas dari berbagai negara. 2) Globalisasi sebagai liberalisasi Dalam pengertian ini, globalisasi merujuk pada sebuah proses penghapusan hambatan-hambatan yang dibuat oleh pemerintah terhadap mobilitas antar negara untuk menciptakan sebuah ekonomi dunia yang terbuka dan tanpa batas.

3) Globalisasi sebagai universalisasi Dalam konsep ini, kata global digunakan dengan pemahaman bahwa proses mendunia dan globalisasi merupakan proses penyebaran berbagai obyek dan pengalaman kepada semua orang keseluruhpenjuru dunia. Contoh klasik dari konsep ini adalah penyebaran teknologi komputer, televisi, internet, dll. 4) Globalisasi sebagai westernisasi atau modernisasi Globalisasi dalam konteks ini dipahami sebagai sebuah dinamika, di mana struktur-struktur sosial modernitas (kapitalisme, rasionalisme, industrialisme, birokratisme, dsb.) disebarkan keseluruh penjuru dunia, yang dalam prosesnya cenderung merusak budaya setempat yang telah mapan serta merampas hak selfdetermination rakyat setempat. 5) Globalisasi sebagai penghapusan batas-batas teritorial Globalisasi mendorong rekonfigurasi geografis, sehingga ruang- sosial tidak lagi semata dipetakan dengan kawasan teritorial, jarak teritorial, dan batas-batas teritorial. Dari uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa globalisasi adalah satu makhluk yang bisa ditinjau dari berbagai segi dan disiplin. Hal itu disebabkan oleh daya pengaruh globalisasi mampu menembus hampir semua segi kehidupan manusia baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

KATA PENGANTARSegala puji dan syukur bagi ALLAH SWT Rabb alam semesta dengan kasih sayang-nya sehingga penulis mampu menyelesaikan penelitian ini. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi junjungan dan tauladan kita, Nabiullah Muhammad SAW, yang telah menghantarkan umat dari masa kejahilian juga tak lupa keluarga dan para sahabatnya. Amma Badu Proses Penulisan karya tulis ilmiah ini tentu tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada mereka yang ikhlas memberikan bantuan, baik berupa ilmu, dorongan moril dan material serta doa yang selalu mengiringi penulis sampai saat ini. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. 2. Orang tua/wali yang selalu memberikan dukungan kepada penulis Bapak Slamet Kurniawan, ST sebagai Kepala sekolah SMA

MUHAMMADIYAH TARAKAN 3. Ibu Husnaini, Spd sebagai Wakil kepala sekolah SMA MUHAMMADIYAH

TARAKAN bagian KURIKULUM 4. 5. 6. Bapak Dewantara.SE sebagai Guru Pembimbing Teman-teman yang selalu memberi dukungan dan bantuan kepada penulis Serta pihak-pihak lainnya yang turut andil yang tidak bisa penulis ungkapkan

satu persatu.

Penulis sangat menyadari bahwa penyusunan Karya tulis Ilmiah ini masih sangat jauh dari kesempurnaan, karena keterbatasan kemampuan penulis sebagai manusia biasa yang tak luput dari kesalahan. Oleh karena itu penulis dengan kerendahan hati mengharapkan saran dan kritik yang sifatnya membangun, agar laporan ini sekiranya dapat bermanfaat bagi penulis maupun bagi para pembaca.

Tarakan,

Maret 2012

Andri Abdianur

DAFTAR ISI

BAB 1 PENDAHULUAN

I.I Latar Belakang MasalahA. MODERNISASIDalam konteks sejarah manusia, tercatat beberapa kali telah terjadi perubahan social yang besar. Dimulai pada abad ke-18, manusia mengalami masa pencerahan (enlightenment period) setelah demikian lama terkurung dalam belenggu dogma agama. Periode ini di tandai dengan mulai di agungkannya rasionalitas yang kemudian melahirkan revolusi industry di Inggris. Pada abad ke-20, terjadi revolusi kemerdekaan di berbagai belahan dunia setelah sekian lama mereka hidup di bawah payung kolonialisme. Periode ini di tandai dengan munculnya Negara-negara baru bekas jajahan. Perubahan-perubahan tersebut berhasil membentuk kembali sejarah peradaban dan kebudayaan manusia yang tentunya relative lebih maju. Sejarah perubahan manusia menuju masyarakat yang lebih maju inilah yang disebut modernisasi. Modernisasi merupakan suatu proses perubahan social di mana masyarakat yang sedang memperbaharui dirinya berusaha mendapatkan cirri-ciri atau karakteristik yang di miliki masyarakat modern. Menurut J.W. Schoorl, modernisasi merupakan penerapan pengetahuan ilmiah pada semua kegiatan, bidang kehidupan, dan aspek kemasyarakatan. Aspek yang paling menonjol dalam proses modernisasi perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang tinggi.

Di Indonesia, istilah modernisasi sering kali di salah artiakn. Orang cenderung mengartiakan modernisasi sebagai westernisasi, terutama pada sikap perilakunya yang cenderung selalu meniru secara mutlak pengaruh Barat yang masuk.

B. GLOBALISASIDengan adanya modernisasi, masyarakat menjadi maju, baik dalam bidang pendidikan, teknologi, maupun dalm bidang perekonomian. Dengan adanya kemajuan teknologi, komunikasi dan transportasi menjadi lebih mudah. Oleh karena itu, pergerakan informasi dan manusia mennjadi lebih mudah dan lebih cepat. Perubahan tersebut berdampak pada hubungan antar Negara. Antar Negara satu dan Negara lainnya seolah-olah tidak mempunyai batas lagi. Hal itulah yang menandai terjadinya globalisasi. Banyak sejarawan yang menyebut globalisasi sebagai fenomena di abab ke 20 ini dapat dihubungkan dengan bangkitnya ekonomi internasional. Padahal interaksi antar bangsa di dunia telah ada selama berabad-abad. Bila di telusuri, benih-benih globalisasi telah tumbuh ketika manusia mulai mengenal pedagangan antar negeri sekitar tahun1000 dan 1500 SM. Saat itu, para pedagang dari Cina dan India mulai menelusuri negeri lain baik melalui jalan darat ( Jalan Sutera ) maupun jalan laut untuk berdagang. Semakin berkembangnya industry dan kebutuhan akan bahan baku serta pasar juga memunculkan berbagai perusahaan multinasional di dunia. Di Indonesia misalnya, sejak di berlakukannya Politik Pintu Terbuka, perusahaan - perusahaan Eropa membuka berbagai cabangnya di Indonesia. Freeport dan Exxon dari Amerika Serikat, Unileverdari Belanda, British Petrolium dari Inggris adalah beberapa contohnya. Perusahaan multinasional seperti ini tetap me