Alat Kontrasepsi Alamiah dengan Alat

of 34/34
20/03/2015 Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)

Embed Size (px)

Transcript of Alat Kontrasepsi Alamiah dengan Alat

PowerPoint Presentation

Kondom PriaKondom merupakan sarung karet yang terbuat dari berbagai bahan diantaranya lateks (karet) , plastik (vinil)/ bahan alami (produksi hewani) yang dipasang pada penis pada saat hubungan seksual.Standar ketebalan kondom : 0,02mm.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Kondom1. Kondom Pria

2. Kondom Wanita

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)DiafragmaDiafgragma adalah kap berbentuk bulat cembung, terbuat dari lateks (karet) yang diinsersikan kedalam vagina sebelum berhubungan seksual dan menutup serviks.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Kap ServiksSuatu alat kontraspsi yang hanya menutupi serviks saja. Dibandingkan dengan diafragma, kap serviks: Lebih dalam atau tinggi kubahnya, tetapi diameternya lebih kecilUmumnya lebih kaku Menutupi serviks karena hisapan (suction), bukan karena pegas

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Spons

Tahun 1983 FDA di amerika serikat memberikan ijin untuk penggunaan alat kontrasepsi spons intravaginal. Macamnya seperti sponge kecil berbentuk bantal, terbuat dari polyurethane yang mengandung spermasida (1 gr nonoxynol -9) satu sisi dari spons berbentuk cekung (concap) yang dimaksudkan untuk menutupi serviks dan mengurangi kemungkinan perubahan letak spons selama senggama. Fungsi lainya mempunyai tali untuk mempermudah pengeluaranya. Spons hanya tersedia dalam satu ukuran dan dijual bebas. 20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Tipe kondom priaKondom biasa.Kondom berkontur (bergerigi).Kondom beraroma.Kondom tidak beraroma.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Cara Kerja Kondom PriaMencegah penularan mikroorganisme (IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS) dari satu pasangan kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari lateks dan vinil).

Efektivitas Kondom sangat efektif bila digunakan secara benar dalam pemakaian setiap kali berhubungan seksual.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Manfaat

Untuk KontrasepsiUntuk Non Kontrasepsi1. Efektif bila digunakan dengan benar1. Memberi dorongan pada suami untuk ikut ber-KB

2. Tidak menggangu produksi ASI2. Mencegah ejakulasi dini

3. Murah dan dapat dibeli secara umum3. Saling berinteraksi sesama pasangan4. Tidak mengganggu kesehatan klien4. Dapat mencegah penularan IMS

5. Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan lainya20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Keterbatasan

Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksualAgak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung)Efektivitas tidak terlalu tinggiPada beberapa klien bisa menyebabkan kesulitan untuk mempertahankan ereksi

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Penilaian KlienKondomSesuai untuk pria yang :Tidak sesuai untuk pria yang :Ingin berpartisipasi dalam program KBIngin segera mendapatkan alat kontasepsiIngin kontrasepsi sementaraIngin kontrasepsi tambahanHanya ingin menggunakan alat kontasepsi jika akan berhubunganBerisiko tinggi tertular/ menularkan IMSAlergi terhadap bahan dasar kondomMenginginkan kontrasepsi jangka panjangTidak mau terganggu dengan berbagai persiapan untuk melakukan hubungan seksualTidak peduli berbagai persyaratan kontrasepsi

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Intruksi Pengunaan 1. Gunakan kondom setiap akan melakukan hubungan seksual2. Agar efek kontrasepsinya lebih baik, tambahkan spermicida kedalam kondom3. Jangan menggunakan gigi, benda tajam seperti pisau, silet, gunting/ benda tajam lainnya pada saat membuka kemasan4. Pasangkan kondom saat penis sedang ereksi, tempelkan ujungnya pada glands penis dan tempatkan bagian penampung sperma pada ujung uretra. Lepaskan gulungan karetnya dengan jalan menggeser gulungan tersebut ke arah panggakal penis. Pemasangan ini harus dilakukan sebelum penetrasi penis ke vagina.5. Bila kondom tidak mempunyai tempat penampungan sperma pada bagian ujungnya, maka saat memakai, longgarkan sedikit bagian ujungnya agar tidak terjadi robekan pada saat ejakulasi.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Lanjutan...6. Kondom dilepas sebelum penis melembek7. Pegang bagian pangkal kondom sebelum mencabut penis sehingga kondom tidak terlepas pada saat penis dicabut dan lepaskan kondom di luar vagina agar tidak terjadi tumpahan cairan sperma disekitar vagina.8. Gunakan kondom hanya untuk satu kali pakai9. Buang kondom bekas pakai pada tempat yang aman10. Sediakan kondom dalam jumlah cukup di rumah dan jangan disimpan di tempat yng panas karena hal ini dapat menyebabkan kondom menjadi rusak atau robek saat digunakan11. Jangan gunakan kondom apabila kemasannya robek atau kondom tampak rapuh/kusut12. Jangan gunakan minyak goreng, minyak mineral, pelumas dari bahan petrolatum karena akan segera merusak kondom.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)

TAHAP I :Kosongkan kandung kemih dan cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Pastikan diafragma tidak berlubang. Oleskan spemisida pada kap diafragma secara merata.TAHAP II : Cari posisi yang nyaman pada saat pemasangan diafragma. Posisi dapat dengan mengangkat satu kaki ke atas kursi, duduk di tepi kursi, berbaring ataupun sambil jongkok. Pisahkan bibir vulva. Tepi diafragma melipat menjadi dua dengan sisi yang lain. Letakkan jari telunjuk di tengah kap untuk pegangan yang kuat. Spermisida harus berada di dalam kap.TAHAP III:Masukkan diafragma ke dalam vagina jauh ke belakang, dorong bagian depan pinggiran ke atas di balik tulang pubis. Masukkan jari ke dalam vagina sampai menyentuh serviks. Sarungkan karetnya dan pastikan serviks telah terlindungi.Perhatian Diafragma masih terpasang dalam vagina sampai 6 jam setelah berakhir hubungan seksual. Jika hubungan seksual berlangsung di atas 6 jam setelah pemasangan, tambahkan spermisida ke dalam vagina. Jangan meninggalkan diafragma di dalam vagina lebih dari 24 jam.PEMASANGAN20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)

PELEPASANTAHAP I :Sebelum melepas diafragma, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Kait bagian ujung diafragma dengan jari telunjuk dan tengah untuk memecah penampung.TAHAP II:Tarik diafragma turun dan tarik keluar. Cuci dengan sabun dan air, kemudian keringkan sebelum disimpan kembali di tempatnya.20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)CARA KERJAMenahan sperma agar tidakmendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba falopii) dan sebagai alat tempat spermisida.

KontrasepsiNon kontrasepsiTidak mengganggu produksi ASITidak mengganggu hubungan seksual karena telah terpasang sampai 6 jam sebelumnya.

Salahsatu perlindungan terhadap IMS/HIV/AIDS, khususnya apabila digunakan dengan spermisidaBila digunakan pada saat haid,menampung darah menstruasi.

Manfaat20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)KeterbatsanPada 6 jam pasca hubungan seksual, alat masih harus berada diposisinya.Efektivitas sedang ( bila digunakan dengan spermisida angka kegagalan 6-16 kehamilan per 100 perempuan per tahun pertama).Pada beberapa pengguna menjadi penyebab infeksi saluran uretra.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Keuntungan serviks cap:Efektif, meskipun tanpa spermasida, tetapi bila dibiarkan di serviks untuk waktu lebih dari 24 jam, pemberian spermasida sebelum bersenggama akan menambah efektivitasnya.Kap serviks dapat dibiarkan selama seluruh periode inter-menstruasi, dan hanya perlu dikeluarkan pada saat perkiraan datangnya haid (tetapi ini tidak dianjurkan!!!) .Tidak terasa oleh suami pada saat senggama.Dapat dipakai oleh wanita sekalipun ada kelainan anatomis atau fungsional dari vagina misalnya tonus otot vagina yang kurang baik. Kap serviks hanya bisa menutupi serviks saja, sehingga tidak diperlukan pengukuran ulang bilamana terjadi perubahan tonus otot vagina.Jarang terlepas selama senggamaKerugian serviks cap:Pemasangan dan pengeluarannya lebih sulit karena letak serviks yang jauh di dalam vagina.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Cara Kerja : Spons mempunyai efek kontraseptif karena : Melepaskan spermisid yang terkandung di dalamnya.Merupakan barier antara spermatozoa dan servik.Menjebak/menangkap spermatozoa ke dalam spons.Efektivitas :1. Teoritis : 5-8 kehamilan per 100 wanita per tahun.2. Praktek : 9-27 kehamilan per 100 wanita per tahun.

Kontraindikasi :1. Alergi terhadap polyurethane atau spermisidnya.2. Ketidak mampuan wanita untuk melakukan insersi dengan benar.3. Kelainan anatomis dari vagina seperti retroflekxi.

Efek samping dan komplikasi :1. Iritasi atau reaksi alergi (erythema vulva) yang umumnya disebabkan oleh spermisidnya.2. Kemungkinan infeksi vagina oleh jamur bertambah besar.20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Insersi spons :1. Mula-mula spons dibasahi dengan air ledeng sebanyak kira-kira 2 sendok makan, lalu diperas secukupnya untuk menghilangkan air yang berlebihan.2. Sponge kemudian dimasukan kedalam vagina sampai mencapai serviks.3. Setelah spons terpasang dengan benar, spons memberikan perlindungan sampai 24 jam. Spons dibiarkan paling sedikit 6 jam setelah senggama selesaiJangan melakukan pembilasan vagina (douching)!!!

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)SpermasidSpermisida adalah bahan kimia (biasanya non oksinol-9) digunakan untuk menonaktifkan atau membunuh sperma.Cara Kerja:Menyebabkan sel membran sperma terpecah, memperlambat pergerakan sperma.

Bentuk sediaan : Aerosol/busa, tablet vagina, suppositoria, dan jelly.20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)KETERBATASAN- Evektifitas kurang (18-29 kehamilan per 100 perempuan per tahun ).- Evektifitas sebagai kontrasepsi bergantung pada kepatuhan mengikuti cara penggunaan.- Pengguna harus menunggu 10-15 menit setelah aplikasi sebelum melakukan hubungan seksual ( tablet busa vagina, suppositoria dan film).- Evektivitas aplikasi hanya 1-2 jam.MANFAAT1. Kontrasepsi- Efektif seketika (busa dan krim).- Tidak mengganggu produksi ASI.- Bisa digunakan sebagai pendukung metode lain.- Mudah digunakan.- Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual.Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan khusus.

2. NonkontrasepsiMerupakan salah satu perlindungan terhadap IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)CARA PENGGUNAANCuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum mengisi aplikator(busa atau krim) dan insersi spermisida.Pentig untuk menggunakan spermisida setiap melakukan hubungan seksual.Jarak tunggu sesudah memasukan tablet vagina atau sippositoria adalah 10-15 menit.Penting untuk mengikuti anjuran dari pabrik tentang cara penggunaan dan penyimpanan dari setiap produk(misalnya kocok aerosal sebelum diisikan dalam aplikator).Spermisida ditempatkan jauh di dalam vagina sehingga serviks terlindungi dengan baik.

Aerosol (busa)Kocok tempat aerosol 20-30 menit sebelum digunakan.Tempatkan kontainer dengan posisi di atas, letakkan aplikator mulut konainer, dan tekan aplikator untuk mengisi busa.Sambil berbaring lakukan insersi aplikator kedalam vagina mendekati serviks dorong sambil busa keluar.Aplikator segera dicuci pakai sabun dan air, tiriskan, dan keringkan. Jangan berbagi aplikator dengan yang lain.

.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)Tablet vagina atau sippositoria Cuci tangan sebelum membuka paket.Lepaskan tablet atau sippositoria dari paket.Sambil berbaring masukkan tablet vagina atau sippositoria jauh kedalam vagina.Tunggu 10-15 menit sebelum mulai berhubugan seksual.Sediakan selalu ekstra pengadaan tablet vagina atau sippositoaria di tempat.Catatan : beberapa busa dari tablet vagina menyebabkan rasa hangat di vagina, itu normal-normal saja.

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)KrimInsersi kontrasepsi krim setelah dikemas ke dalam aplikator sampai penuh, masukan ke dalam vagina sampai mendekati serviks.Tekan alat pendorong sampai krim keluar, tidak perlu menunggu kerja krim.Apikator harus dicuci dengan sabun dan air sesuai dengan pencegahan infeksi untuk alat-alat, tiriskan dan kerringkan.Untuk memudahkan pembersihan alat, pisahkan bagian-bagianya. Jangan berbagi aplikatordengan yang lain.Sediakan selalu ekstra pengadaan krim terutama apabila ternyata kontainer kosong20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)DAFTAR PUSTAKAhttps://www.youtube.com/watch?v=jiskVRC1Rq8https://www.youtube.com/watch?v=tJfUuAbdQnY

20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)TERIMAKASIH 20/03/2015Eka Nurismiati (AKADEMI KEBIDANAN CIANJUR)