2.Proposal+Hasil Ready

download 2.Proposal+Hasil Ready

of 75

  • date post

    29-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    16
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of 2.Proposal+Hasil Ready

71

BAB 1PENDAHULUAN1.1. Latar Belakang

Penyakit aterosklerosis vaskular dengan manifestasi klinis berupa Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan stroke merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas di negara-negara maju dan berkembang. Aterosklerosis dipandang mempunyai peranan penting dalam kasus ini, sehingga mengatasi aterosklerosis terlebih dahulu akan sangat berarti untuk mengurangi insiden kedua penyakit tersebut. Kadar kolesterol serum berkaitan dengan insiden aterosklerosis dan penyakit jantung koroner. Dan penyebab yang paling prediktif adalah rasio LDL (low density lipoprotein) yang tinggi dan HDL (high density liporotein) kolesterol yang rendah. Aterosklerosis sebenarnya bersifat reversibel, dapat menipis kembali apabila kadar kolesterol dalam darah berhasil dikontrol dengan baik, terutama menurunkan kadar LDL plasma dan meningkatkan HDL plasma.1

Upaya pencegahan, perawatan dan pengobatan suatu penyakit dapat melalui sistem pengobatan modern dan alternatif. Pada kondisi krisis yang berkepanjangan, berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Ini merupakan salah satu faktor adanya kecenderungan peningkatan animo masyarakat terhadap pengobatan alternatif (penggunaan bahan alami sebagai obat). World Health Organization (WHO) telah mencanangkan program untuk kembali ke alam dan memperhatikan pentingnya sistem pengobatan tradisional untuk dikaji dan dikembangkan. Anjuran Departemen Kesehatan RI untuk kembali ke obat-obatan tradisional adalah suatu anjuran yang tepat. Hal ini dikarenakan bahannya yang mudah didapat, murah serta terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.2

Air kelapa muda dipercaya memiliki efek pengobatan berbagai penyakit antara lain terhadap penyakit infeksi, ginjal, kardiovaskular, dan berbagai penyakit lainnya. Air kelapa hijau dibanding dengan jenis air kelapa yang lain lebih banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) dan sebagai antioksidan yang cukup tinggi.3

Tanin berfungsi sebagai antioksidan yang berfungsi menangkap senyawa radikal serta mencegah terjadinya reaksi berantai. Senyawa antioksidan adalah senyawa yang memberikan elektronnya ke sekitar sehingga molekul lain misalnya DNA dan LDL sehingga terlindung dari kerusakan. Selain itu tanin juga berfungsi sebagai pencegah penyakit jantung dengan cara memangkas agregasi sel darah atau penggumpalan darah dalam pembuluh darah dan meningkatkan HDL serum.3

Tanin merupakan salah satu jenis senyawa yang termasuk ke dalam golongan polifenol. Senyawa polifenol adalah senyawa antioksidan sehingga mencegah oksidasi lemak, protein, menghambat aktifitas HMG-CoA reduktase dan DNA dalam sel. Tanin bermanfaat untuk mencegah oksidasi kolesterol di dalam darah LDL yang dapat mengakibatkan jejas pada dinding endotel pembuluh darah sehingga dapat mengurangi risiko penyakit stroke. Selain itu tanin juga berperan dalam penghambatan penyerapan kolesterol sehingga kolesterol banyak dikeluarkan bersamaan dengan feses.4,5

Dalam air kelapa muda hijau selain tanin terdapat kandungan senyawa kimia lain misalnya vitamin B kompleks Tiamin (vit. B1), Riboflavin (vit B2), Niasin (Vit B3), (termasuk Asam nikotinat, nicotinamida, niasinamida), Asam pantotenat (Vit B5), piridoksin (vit B6), Biotin (Vit B8), Folat (vit B9), Sianokobalamin (vit B12), vitamin A, vitamin B dan vit C (Asam ascorbat) yang berperan dalam metabolisme lemak untuk menurunkan kadar kolesterol jahat, yakni LDL dan trigliserida, serta meningkatkan kadar HDL, hingga bisa mengurangi penyakit pembuluh darah dan jantung koroner.6

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian terhadap perubahan kadar kolesterol LDL dan HDL dalam darah tikus putih jantan akibat diperlakukan dengan cara pemberian air kelapa hijau dengan dosis bertingkat.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dapat diambil suatu perumusan masalah yaitu: Bagaimana perbedaan efek air kelapa muda hijau terhadap kadar kolesterol LDL dan kolesterol HDL pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar.1.2. Rumusan Masalah

Bagaimanakah efek air kelapa muda hijau terhadap kadar kelesterol LDL dan kolesterol HDL dengan dosis bertingkat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar?1.3. Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum

Tujuan umum pada penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian air kelapa muda hijau (Cocos nucifera viridis) terhadap kadar kolesterol LDL dan kolesterol HDL tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar1.3.2. Tujuan Khusus1. Untuk mengetahui efek air kelapa muda hijau (Cocos nucifera viridis) dengan dosis 1 cc terhadap penurunan kadar kolesterol LDL dan peningkatan kolesterol HDL pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar.2. Untuk mengetahui efek air kelapa muda hijau (Cocos nucifera viridis) dengan dosis 2 cc terhadap penurunan kadar kolesterol LDL dan peningkatan kolesterol HDL pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar.3. Untuk mengetahui efek air kelapa muda hijau (Cocos nucifera viridis) dengan dosis 3 cc terhadap penurunan kadar kolesterol LDL dan peningkatan kolesterol HDL pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar.4. Untuk mengetahui dosis yang paling baik terhadap penurunan kadar kelesterol LDL dan peningkatan kadar kolesterol HDL pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar.1.4. Manfaat Penelitian

1.4.1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang bermanfaat tentang efek air kelapa muda hijau terhadap kadar kelesterol LDL dan kolesterol HDL pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Wistar.1.4.2. Manfaat Aplikatif1. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat, farmakologi, dan kedokteran untuk memanfaatkan air kelapa muda hijau sebagai obat-obatan herbal pencegah terjadinya aterosklerosis.2. Penelitian ini dapat digunakan sebagai sumber pustaka bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan pemanfaatan buah-buahan lainnya sebagai alternatif pencegahan aterosklerosis.

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA2.1. Tinjauan teori tentang lipid2.1.1. Definisi lipid

Lipid merupakan kelompok heterogen lemak dan substansi serupa lemak, termasuk asam lemak, lemak netral, lilin dan steroid, yang bersifat dapat larut dalam air dan larut dalam pelarut non polar. Lipid mudah disimpan dalam tubuh dan berfungsi sebagai sumber cadangan energi, merupakan bahan yang terpenting pada struktur sel, dan bahan dasar pembentuk hormon-hormon steroid. Senyawa lipid meliputi kolesterol, trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas.7,82.1.2. Metabolisme lipid

Triasilgliserol atau trigliserida adalah senyawa lipid utama yang terkandung dalam bahan makanan dan sebagai sumber energi yang penting, khususnya bagi hewan. Sebagian besar triasilgliserol disimpan dalam sel-sel jaringan adiposa, adipocytes. Triasilgliserol secara konstan didegradasi dan diresintesis. Pemrosesan dan distribusi lipid dijelaskan dalam 8 tahap yaitu:

1. Triasilgliserol yang berasal dari diet makanan tidak larut dalam air. Untuk mengangkutnya menuju usus halus dan agar dapat diakses oleh enzim yang dapat larut di air seperti lipase, triasilgliserol tersebut disolvasi oleh garam empedu seperti kolat dan glikolat membentuk misel.92. Di usus halus enzim pankreas lipase mendegradasi triasilgliserol menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol diabsorbsi ke dalam mukosa usus.93. Di dalam mukosa usus asam lemak dan gliserol disintesis kembali menjadi triasilgliserol.94. Triasilgliserol tersebut kemudian digabungkan dengan kolesterol dari diet makanan dan protein khusus membentuk agregat yang disebut kilomikron.

5. Kilomikron bergerak melalui sistem limfa dan aliran darah ke jaringan jaringan.96. Triasilgliserol diputus pada dinding pembuluh darah oleh lipoprotein lipase menjadi asam lemak dan gliserol.97. Komponen ini kemudian diangkut menuju sel-sel target.

8. Di dalam sel otot (myocyte) asam lemak dioksidasi untuk energi dan di dalam sel adipose (adipocyte) asam lemak diesterifikasi untuk disimpan sebagai triasilgliserol.9Gambar 2.1 Nelson & cox, Lehninger Principles of Biochemistry 4th.

Pencernaan lemak terjadi di dalam usus halus dengan bantuan enzim hidrolitik, yaitu lipase yang mencerna triasilgliserol dan fosfolipase yang mencerna fosfolipid. Triasilgliserol dan fosfolipid diperoleh dari makanan. Ikatan ester antara asam lemak dan gliserol dihidrolisis. Kerja enzim lipase yang dihasilkan pankreas pada triasilgliserol yang terdapat pada makanan pada akhirnya akan menghasilkan 2-monoasilgliserol dan 2 macam asam lemak.92.1.3. Biosintesis lipid di dalam hati

Biosintesis asam lemak terjadi di sitoplasma, khususnya di hati, jaringan adiposa, ginjal, paru-paru, dan kelenjar mammae. Pensuplai karbon yang paling penting adalah glukosa. Akan tetapi prekursor asetyl-CoA yang lain seperti asam amino ketogenik dapat digunakan. Mula-mula acetyl-CoA dikarboksilasi menjadi malonil CoA, kemudian dipolimerisasi menjadi asam lemak. Asam lemak selanjutnya diaktivasi dan disintesis menjadi lipid (triasilgliserol) dengan gleserol 3-fosfat. Untuk mensuplai jaringan lain, lipid tersebut dipak ke dalam kompleks lipoprotein VLDL (very low density lipoprotein) oleh hepatosit dan dilepaskan ke dalam darah.9Tabel 2.1 Kategori batasan kolesterol dalam darah.10PengukuranRendahNormalPerbatasan tinggiTinggiSangat tinggi

Kolesterol total240 mg/dl

LDL Kolesterol190 mg/dl

HDL Kolesterol60 mg/dl

Trigliserida499 mg/dl

Sumber: National Cholesterol Eduation Program ( NCEP) Adult Treatment Panel (ATP) III

2.1.4. Metabolisme lipoprotein

Lipoprotein mengangkut lemak hidrofobik di dalam plasma. Lipoprotein utama yang disrkulasikan di dalam darah adalah kilomikron, lipoprotein dengan kerapatan sangat rendah VLDL, lipoprotein dengan kerapatan rendah LDL (low density lipoprotein), dan