2010 Mei Revisi Artikel Jurnal SD_Purwanta

of 22/22
147 PENGGUNAAN PENILAIAN BERBASIS KELAS UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI SAMIRONO YOGYAKARTA PADA MATA PELAJARAN IPS H. Purwanta ABSTRACT This collaborative action research focus on improving quality of learning processes and result through implementation of classroom based assessment. Research subject are fourth grade social studies students of Samirono Elementary Public School Yogyakarta. The research is divided into two cycles where each of them has four steps: planning, action, observation and reflection. Difference between the two cycles is that the second cycle depends on the result of first cycle. Result of the research shows that implementation of classroom based assessment could improve students learning quality both processes and result. Nevertheless, there are many aspects that still need to be corrected and improved. One of the problems was teacher performance. Teacher said in reflection session that she was wrought up, because the coming of observer and researcher in her class. Impact of her stress, there is a learning activity that gone beyond. Besides her feeling, the teacher also still dominantly implemented chalk and talk method. It could cut off the development of students’ creativity. Based on reflection of first cycle, in second cycle we make breakthrough with writing teaching scenario in detail that teacher could read it along her teaching processes. In order to optimalize students’ creativity, in second cycle is used project method. Every group of students has to make a replica of transportation vehicle. Many actions that we did could improve the quality of learning processes and result to be higher than first cycle. H. Purwanta dosen Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Satra, Universitas Sanata Dharma. Alamat Korespondensi: Kampus I, Mrican, Jln. Affandi, Yogyakarta. Email: [email protected]
  • date post

    28-Dec-2016
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of 2010 Mei Revisi Artikel Jurnal SD_Purwanta

  • 147

    PENGGUNAAN PENILAIAN BERBASIS KELASUNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PROSES

    DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IVSD NEGERI SAMIRONO YOGYAKARTA

    PADA MATA PELAJARAN IPS

    H. Purwanta

    ABSTRACT

    This collaborative action research focus on improving qualityof learning processes and result through implementation ofclassroom based assessment. Research subject are fourth gradesocial studies students of Samirono Elementary Public SchoolYogyakarta. The research is divided into two cycles where each ofthem has four steps: planning, action, observation and reflection.Difference between the two cycles is that the second cycle dependson the result of first cycle.

    Result of the research shows that implementation of classroombased assessment could improve students learning quality bothprocesses and result. Nevertheless, there are many aspects that stillneed to be corrected and improved. One of the problems wasteacher performance. Teacher said in reflection session that shewas wrought up, because the coming of observer and researcherin her class. Impact of her stress, there is a learning activity thatgone beyond. Besides her feeling, the teacher also still dominantlyimplemented chalk and talk method. It could cut off the developmentof students creativity.

    Based on reflection of first cycle, in second cycle we makebreakthrough with writing teaching scenario in detail that teachercould read it along her teaching processes. In order to optimalizestudents creativity, in second cycle is used project method. Everygroup of students has to make a replica of transportation vehicle.Many actions that we did could improve the quality of learningprocesses and result to be higher than first cycle.

    H. Purwanta dosen Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Satra, UniversitasSanata Dharma. Alamat Korespondensi: Kampus I, Mrican, Jln. Affandi,Yogyakarta. Email: sastrosukamiski[email protected]

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    148

    1. PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan mata pelajaran yangmengintegrasikan ilmu-ilmu sosial dan humaniora untuk tujuanpembentukan warga negara yang baik. Meski telah lebih dari 30tahun masuk dalam kurikulum nasional Indonesia, Pendidikan IPSbelum mampu menunjukkan hasil yang menggembirakan. Bahkandi masyarakat, IPS diplesetkan sebagai Ilmu Paling Sulit, karena rata-rata nilai siswa dalam Ujian Nasional relatif rendah.

    Kegelapan yang menyelimuti mata pelajaran IPS merupakanfenomena yang menarik untuk dikaji dan dicari solusi alternatifnya.Salah satu penyebab paling penting adalah berubahnya haluan IPSdari pembentuk warga negara yang baik menjadi mata pelajaran yangberisi pengetahuan yang harus dihapalkan oleh para siswa.Berdasarkan hasil obser vasi kegiatan pembelajaran di kelassebanyak tiga kali pertemuan pada bulan Februari 2008, ditemukanbahwa salah satu pihak yang mengubah tujuan pembelajaran IPSadalah guru. Guru mempergunakan hampir seluruh jam pelajaranuntuk menjelaskan materi pembelajaran IPS di depan kelas denganmetode ceramah. Materi ceramah pun lebih banyak mengacu padabuku teks, termasuk contoh-contoh yang diberikan. Akibatnya,pembelajaran terkesan berpusat pada materi yang termuat dalambuku teks.

    Situasi kelas yang didominasi gur u mengakibatkanberkembangnya perasaan terpinggir di antara para siswa. Sebetulnyasemua siswa di sekolah yang dijadikan subyek penelitian telahmemiliki buku teks, sehingga mampu mempelajari isinya secaramandiri di rumah. Dari perspektif ini, dominasi guru di dalam prosespembelajaran justru akan dapat menimbulkan dampak negatif, yaitumenur unnya minat baca dan kemandirian siswa untukmengkonstruksi pengetahuan. Selain itu, kegiatan para siswa di kelasmenjadi sangat terbatas, yaitu mendengarkan dan mencatat.

    Dalam 3 kali observasi, guru memang memberi ruang untukterjadinya tanya jawab. Akan tetapi, dari setiap kali pertemuan rata-rata kurang dari 10 siswa aktif berpartisipasi dalam kegiatan tanyajawab. Ketika dicermati lebih mendalam, ternyata siswa yang aktifrelatif tetap dalam setiap pertemuan.

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    149

    Setelah selesai melakukan ceramah dan tanya jawab, siswakemudian diajak untuk mengisi Lembar Kerja Siswa (LKS) yangterdapat di buku atau menjawab pertanyaan yang tercantum di buku.Hasil pekerjaan siswa dikoreksi bersama, nilainya terkadangdimasukkan ke daftar nilai, terkadang tidak. Guru juga memberikantugas berupa pekerjaan rumah (PR) dan dikoreksi bersama padapertemuan berikutnya. Sejauh ini, tugas atau PR yang diberikan tidakterlepas dari buku teks.

    Akibatnya, suasana kelas terkesan tidak kondusif, lebih seringramai, membosankan dan terkesan memboroskan waktu. Kalaupunmuncul suasana tertib, hal ini dikarenakan siswa segan pada guru.Berdasarkan hasil wawancara dengan siswa pada minggu kedua danketiga bulan Februari 2008, sebagian besar siswa mengatakan pahamdengan materi yang dijelaskan guru. Sebagian lagi mengaku tidakpaham karena tidak mendengar penjelasan guru dan malas membacasendiri di rumah. Siswa terkesan sebagai reproduktor dan bukankreator ilmu baru yang berhasil dikonstruksinya. Sebagian besarmengaku tidak senang dengan IPS karena banyak hapalan.

    Hasil belajar siswa diketahui dengan memberikan tes tertulis(paper and pencil test). Materi tes sama seperti materi presentasiguru yang diambil dari buku teks. Beberapa materi memiliki unsurpenerapan konsep namun dalam soal tidak ada pengembangan lebihlanjut bahkan untuk contoh-contoh aplikasi juga menyerupai yangtertulis pada buku teks. Aspek penilaian afektif dan psikomotorbelum nampak, baik dalam proses maupun hasil pembelajaran.Par tisipasi siswa tidak langsung dinilai namun dicatat dalammemori guru untuk dituliskan dalam rapor. Secara garis besar hasilperolehan nilai pada mata pelajaran ini tergolong cukup.

    Ketika dilakukan wawancara dengan seorang guru, diamenjelaskan bahwa tuntutan Kompetensi Dasar yang ditetapkanpemerintah mengakibatkan materi mata pelajaran IPS sangat banyak,sedang waktu yang tersedia hanya dua kali per temuan setiapminggunya. Dia juga menjelaskan bahwa tanggung jawab guru SDtidak hanya mengajar, tetapi juga administrasi kelas dan sekolah.Hal itu menjadikan dia hanya mengandalkan buku teks sebagaisumber belajar-mengajar.

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    150

    1.2 Permasalahan

    Dari berbagai permasalahan pembelajaran yang ditemukan dilapangan, penelitian akan difokuskan pada peningkatkan kualitasproses dan hasil belajar siswa kelas IV pada mata pelajaran IlmuPengetahuan Sosial (IPS) dengan melalui penggunaan penilaianberbasis kelas. Apabila dirumuskan dalam bentuk pertanyaan,permasalahan menjadi: bagaimana menggunakan penilaian berbasiskelas untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaranIPS?

    1.3 Tujuan Penelitian

    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapanpenilaian berbasis kelas atau dikenal juga sebagai penilaian otentikterhadap peningkatan kualitas proses dan hasil pembelajaran IPSpada kelas IV Sekolah Dasar.

    2. SUBYEK PENELITIAN

    Penelitian ini mer upakan PTK kolaboratif dalam ar timelibatkan guru kelas untuk melakukan tindakan tertentu dalampembelajarannya. Subyek penelitian mengambil siswa kelas IV SDNegeri Samirono Yogyakar ta. Dipilihnya SD Negeri SamironoYogyakarta, karena latar belakang sosial ekonomi para siswanya rata-rata berasal dari kelas bawah kaum urban. Orang tua mereka bekerjapada sektor informal, seperti penjual bakso, tukang becak, buruhdan pedagang kaki lima. Jumlah siswa kelas IV adalah 26 anakdengan seorang guru kelas yang bernama Tri Murwaningsih, S.Pd.

    3. METODE PENELITIAN

    Kegiatan ini direncanakan berlangsung dalam dua siklus. Setiapsiklus melalui tahapan: perencanaan-tindakan-observasi-refleksisebagai berikut:1) Perencanaan, yaitu penyusunan rencana tindakan yang akan

    dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Dalam tahapini dilakukan penyusunan silabus, RPP, lembar kerja siswa,tugas, soal ulangan, dan instrument observasi.

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    151

    2) Tindakan, yaitu pelaksanaan rencana tindakan sebagai upayapeningkatan pembelajaran.

    3) Observasi, yaitu pengamatan hasil atau dampak pelaksanaantindakan.

    4) Refleksi, yaitu analisis, pemaknaan, dan penyimpulan hasilobservasi terhadap kualitas proses dan hasil pembelajaran.

    3.1 Siklus Pertama

    Kegiatan dalam siklus pertama dilaksanakan dalam tiga kalipertemuan/tatap muka di kelas. Kegiatan yang dilakukan meliputi:

    1. Perencanaan:Pada tahap ini, dilakukan penyusunan rencana tindakan berupapenyiapan kegiatan pembelajaran, yang meliputi:

    a. Peneliti menggali data awal karakteristik siswa untuk memetakanpara siswa yang tergolong berkemampuan rendah, sedang, atautinggi, dan membagi mereka secara heterogen menjadikelompok-kelompok beranggotakan 4 orang. Peneliti menyusunperangkat pembelajaran untuk materi yang ditetapkan, meliputi:RPP, LKS, dan format jurnal guru.

    b. Peneliti menyusun instrumen pengumpulan data, meliputi:1) Kriteria keberhasilan proses dan hasil belajar siswa

    berdasarkan pelaksanaan tindakan (lihat Tabel 2);2) Instrumen observasi partisipasi siswa dalam diskusi kelas;3) Instrumen observasi interaksi antarsiswa dalam kegiatan

    kelompok;4) Lembar penilaian proyek;5) Lembar penilaian kemampuan siswa mengerjakan LKS;6) Lembar penilaian kemampuan kelompok mengerjakan

    ulangan;7) Lembar penilaian kemampuan siswa memperagakan tugas;

    dan8) Lembar penilaian produk yang dihasilkan siswa

    c. Validasi perangkat pembelajaran dan instrumen pengumpulandata oleh ahli pembelajaran. Berdasarkan masukan ahli, timmelakukan revisi yang perlu.

    d. Peneliti merekrut para observer yang akan memantau kegiatansetiap kelompok secara tersamar agar subyek penelitian dapat

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    152

    berperilaku sewajar mungkin. Para obser ver adalah paramahasiswa semester IV.

    e. Peneliti melakukan pelatihan bagi para obser ver untukmenyamakan persepsi tentang pengisian instrumen observasi.

    f. Peneliti dan observer melakukan simulasi pelaksanaan tindakan.g. Peneliti menyiapkan teknis perekaman kegiatan perkuliahan

    menggunakan video camcorder.

    2. Tindakan:Pada tahap ini, dilaksanakan implementasi pembelajaran sesuaidengan rencana tindakan, dengan langkah-langkah sebagaiberikut:

    a. Guru melakukan presentasi materi pelajaranb. Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok heterogen

    beranggotakan 4 orang dan membagikan lembar kerja untuktiap kelompok. Siswa dalam kelompok mengerjakan lembarkerja, sementara peneliti berkeliling memantau kegiatantersebut.

    c. Peneliti dan mahasiswa mendiskusikan dan mengoreksi hasilkerja kelompok secara bersama.

    d. Peneliti memberi soal kuis (secara lisan atau tertulis), dan siswamengerjakannya secara individual.

    e. Guru memberikan tugas untuk pertemuan selanjutnya

    3. Observasi:Tahap ini dilaksanakan bersamaan waktunya dengan tahapTindakan. Pada tahap ini, dilaksanakan pengamatan olehobserver (kepala sekolah) dan peneliti atas hasil atau dampakpelaksanaan tindakan. Pengamatan dilakukan dengan bantuaninstrumen observasi dan dilengkapi perekaman dengan videocamcorder.

    4. Refleksi:Pada tahap ini dilaksanakan analisis, pemaknaan, danpenyimpulan hasil observasi terhadap kualitas proses dan hasilpembelajaran. Ada dua macam refleksi yang dilakukan, yaitu:

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    153

    a. Refleksi segera setelah pertemuan berakhir, digunakan untukmengidentifikasi kekurangan-kekurangan dalam pembelajarandan pemecahannya untuk perbaikan dalam per temuanberikutnya (penyesuaian rencana pembelajaran dan/atautindakan yang perlu disempurnakan).

    b. Refleksi pada akhir siklus per tama, digunakan untukmengetahui apakah target yang ditetapkan sesuai indikatorkeberhasilan tindakan telah tercapai. Secara teknis pertama-tama ketua peneliti melakukan refleksi diri dahulu dan anggotapeneliti melakukan refleksi atas pengamatannya, lalu dilakukanrefleksi bersama dan diskusi penyempurnaan tindakan untukdilaksanakan dalam siklus kedua.

    3.2 Siklus Kedua

    Tahap-tahap dan kegiatan-kegiatan pada siklus kedua padadasarnya sama dengan siklus pertama, hanya tindakannya yangberbeda. Tindakan pada siklus kedua ditentukan berdasarkan hasilrefleksi siklus pertama. Sama seperti pada siklus pertama, tindakanpada siklus kedua dilaksanakan dalam tiga kali pertemuan/tatapmuka di kelas. Meskipun demikian, pokok bahasan yang dipelajariberbeda. Apabila pada siklus pertama membahas masalah alatkomunikasi, pada siklus kedua pembelajaran akan difokuskan padaalat transportasi. Indikator keoptimalan proses dan hasil belajar padakedua siklus disajikan dalam Tabel di bawah ini.

    IndikatorKomponen Keberhasilan Deskriptor Instrumen

    Tindakan

    Siklus I Siklus IIKemampuan siswa 25% 40% Jumlah siswa yang memperoleh Lembarmemperagakan tugas nilai di atas 65 dibagi jumlah pengamatan

    seluruh siswa

    Partisipasi siswa 20% 25% Jumlah siswa yang mengajukan Lembardalam mengajukan pertanyaan/ide dibagi jumlah pengamatanpertanyaan/ide dalam seluruh siswadiskusi kelas

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    154

    IndikatorKomponen Keberhasilan Deskriptor Instrumen

    Tindakan

    Siklus I Siklus IIInteraksi antar siswa 30% 40% Jumlah siswa yang berinteraksi Lembardalam kelompok (berbagi informasi, berbagi tafsiran, pengamatan

    negosiasi makna) dalam pemecahanmasalah di kelompok dibagi jumlahsiswa dalam kelompok

    Hasil penilaian diri 25% 35% Jumlah siswa yang memperoleh Angketskor rerata di atas 2,5 (skala 1 3)dibagi jumlah seluruh siswa

    Kemampuan siswa 25% 35% Jumlah produk yang memperoleh Dokumenmenyusun produk nilai di atas 65 dibagi jumlah

    keseluruhan produk

    Kemampuan siswa 25% 35% Jumlah portofolio yang mendapat Dokumenmembuat portofolio nilai di atas 65 dibagi jumlah

    portofolio

    Kemampuan 50% 55% Jumlah kelompok yang mendapat Lembar kerjakelompok nilai di atas 65 dibagi jumlahmengerjakan lembar kelompokkerja

    Daya serap siswa 40% 50% Jumlah siswa yang memperoleh Kuis di setiapnilai kuis diatas 65 dibagi jumlah akhir siklusseluruh siswa

    4. HASIL PENELITIAN

    Pada siklus pertama, pembelajaran dalam Penelitian KemitraanPenggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk Meningkatkan KualitasProses dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Mata Pelajaran IlmuPengetahuan Sosial (IPS) ini disepakati akan membahas alatkomunikasi, sedang untuk siklus kedua, akan membahas alattransportasi. Masing-masing siklus berlangsung selama 3 kalipertemuan guru-siswa di kelas, seperti tergambar pada tabel dibawah ini.

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    155

    Tanggal Siklus/Pertemuan Penilaian Berbasis Kelas yang DigunakanSiklus 1

    21-04-2008 Pertemuan 1 Penilaian Unjuk Kerja, Penilaian Sikap, Kuesioner,Test pada Lembar Kerja.

    22-04-2008 Pertemuan 2 Penilaian Produk dan Penilaian Diri

    23-04-2008 Pertemuan 3 Penilaian Portofolio dan Test Tertulis

    Siklus 2

    29-04-2008 Pertemuan 1 Penilaian Unjuk Kerja, Penilaian Sikap, Penilaian Diridan Test pada Lembar Kerja

    30-04-2008 Pertemuan 2 Penilaian Unjuk Kerja, Penilaian Portofolio

    1-05-2008 Pertemuan 3 Penilaian Unjuk Kerja, Penilaian Produk,

    4.1 Siklus Pertama

    Pada tahap persiapan berhasil disusun rancangan pembelajaranuntuk pokok bahasan alat komunikasi dengan indikator sebagaiberikut:1. Mengidentifikasi contoh alat komunikasi2. Menjelaskan fungsi alat komunikasi3. Mempraktikkan penggunaan alat komunikasi4. Mengidentifikasikan jenis teknologi komunikasi satu arah dan

    dua arah5. Membuat model alat komunikasi sesuai dengan keinginannya6. Mengidentifikasi 3 dari 4 perbedaan teknologi masa kini dan

    masa lampau.7. Mengevaluasi teknologi komunikasi masa kini.8. Mengembangkan imajinasi tentang teknologi masa depan.

    Pada tahap ini juga berhasil disusun penilaian berbasis kelasuntuk masing-masing indikator, termasuk di dalamnya penyusunanrubrik penilaian.

    Pada tahap pelaksanaan, penelitian relatif lancar. Pada saatmelaksanakan pembelajaran guru tampak kaku, seperti terlihat darihasil penilaian kinerja guru yang dilakukan kepala sekolah selamapenelitian berlangsung.

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    156

    INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU IPS(Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran)

    1. NAMA GURU: .............................................. Tri Murwaningsih, S.Pd.2. NIP/NIK: ....................................................... 1305665833. SEKOLAH: ................................................... SDN Samirono Yogyakarta4. KELAS: ......................................................... IV5. MATA PELAJARAN: ..................................... IPS6. MATERI PEMBELAJARAN: ......................... Telekomunikasi7. WAKTU: ....................................................... 70 menit8. TANGGAL: ................................................... 21/4/08 22/4/08 23/4/08

    No Indikator/Aspek yang Diamati Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

    I Prapembelajaran

    1 Kesiapan ruang, alat pembelajaran, v v vdan media

    2 Memeriksa kesiapan siswa v v v

    II Membuka Pembelajaran

    1 Melakukan kegiatan apersepsi v v v

    2 Menyampaikan kompetensi yang akan v v vdicapai dan rencana kegiatan

    III Kegiatan Inti Pembelajaran

    A Penguasaan materi pelajaran

    1 Menunjukkan penguasaan materi v vpembelajaran

    2 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain v v v

    B Pendekatan/strategi pembelajaran

    1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan v v vkompetensi yang akan dicapai

    2 Melaksanakan pembelajaran secara runtut v v v

    3 Menguasai kelas v v v

    4 Melaksanakan pembelajaran yang v v vbersifat kontekstual

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    157

    No Indikator/Aspek yang Diamati Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

    5 Melaksanakan pembelajaran yang v vmemungkinkan tumbuhnya kebiasaan positif(nurturant effect)

    6 Melaksanakan pembelajaran sesuai v v vdengan alokasi waktu yang direncanakan

    C Pemanfaatan sumber belajar /mediapembelajaran

    1 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan v vsumber belajar/media pembelajaran

    2 Menghasilkan pesan yang menarik v v v

    3 Melibatkan siswa dalam pembuatan dan/atau v v vpemanfaatan sumber belajar/mediapembelajaran

    D Pembelajaran yang memicudan memelihara keterlibatan siswa

    1 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui v v vinteraksi guru, siswa, dan sumber belajar

    2 Merespon positif partisipasi siswa v v v

    3 Menunjukkan sikap terbuka terhadap v v vrespons siswa

    4 Menunjukkan hubungan antarpribadi v v vyang kondusif

    5 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme v v vsiswa dalam belajar

    E Penilaian proses dan hasil belajar

    1 Memantau kemajuan belajar v v v

    2 Melakukan penilaian akhir sesuai v v vdengan kompetensi

    F Penggunaan bahasa

    1 Menggunakan bahasa lisan secara jelas v v vdan lancar

    2 Menggunakan bahasa tulis yang baik v v vdan benar

    3 Menyampaikan pesan dengan gaya v v vyang sesuai

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    158

    No Indikator/Aspek yang Diamati Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

    IV Penutup

    1 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman v dengan melibatkan siswa

    2 Melaksanakan tindak lanjut denganmemberikan arahan, atau kegiatan,atau tugas sebagai bagian remedi/pengayaan v v v

    Meski pembelajaran yang dilakukan masih jauh dari optimal,tetapi tampaknya tetap lebih baik daripada sebelum dilaksanakanpenelitian. Hal itu terlihat dari pencapaian indikator keberhasilanpenelitian yang telah ditetapkan.

    IndikatorKomponen Keberhasilan Deskriptor Instrumen

    Tindakan Siklus

    Target HasilKemampuan siswa 25% 58% Jumlah siswa yang memperoleh Tercapaimemperagakan tugas nilai di atas 65 jumlah seluruh siswa

    Partisipasi siswa 20% 0% Jumlah siswa yang mengajukan Tidak terlaksanadalam mengajukan pertanyaan/ide dibagi jumlahpertanyaan/ide dalam seluruh siswadiskusi kelas

    Interaksi antarsiswa 30% 53% Jumlah siswa yang berinteraksi Tercapaidalam kelompok (berbagi informasi, berbagi tafsiran,

    negosiasi makna) dalam pemecahanmasalah di kelompok dibagi jumlahsiswa dalam kelompok

    Hasil penilaian diri 25% 38% Jumlah siswa yang memperoleh Tercapaiskor rerata di atas 2,5 (skala 1 3)dibagi jumlah seluruh siswa

    Kemampuan siswa 25% 0% Jumlah produk yang memperoleh Didiskualifikasimenyusun produk nilai di atas 65 dibagi jumlah

    keseluruhan produk

    Kemampuan siswa 25% 15% Jumlah portofolio yang mendapat Tidak tercapaimembuat portofolio nilai di atas 65 dibagi jumlah

    portofolio

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    159

    IndikatorKomponen Keberhasilan Deskriptor Instrumen

    Tindakan Siklus

    Target HasilKemampuan 50% 92% Jumlah kelompok yang mendapat Tercapaikelompok nilai di atas 65 dibagi jumlahmengerjakan lembar kelompokkerja

    Daya serap siswa 40% 50% Jumlah siswa yang memperoleh Tercapainilai kuis di atas 65 dibagi jumlahseluruh siswa

    Dari tabel di atas terlihat bahwa pelaksanaan pembelajaranmenghadapi kendala:1. Meskipun telah tercantum dalam skenario pembelajaran,

    diskusi kelas tidak dapat dilaksanakan.2. Pembuatan produk berbentuk model alat komunikasi terpaksa

    didiskualifikasi dari penilaian, karena dalam pelaksanaannyaguru terlalu banyak intervensi, sehingga hasil karyanya tidakdapat dikategorikan sebagai hasil kreativitas dan keterampilansiswa.

    3. Penyusunan portofolio tidak mencapai target yang telahditetapkan.Pada saat dilakukan refleksi bersama atas siklus pertama

    terungkap bahwa:1. Kekakuan guru saat pelaksanaan pembelajaran disebabkan oleh

    ketegangan psikologis akibat diamati oleh beberapa orang,termasuk di dalamnya kepala sekolah. Ketegangan gurumengakibatkan tidak hanya terlewatkannya beberapa tahappembelajaran, tetapi juga kesalahan material seperti penyebutanmesin faksimile sebagai email.

    2. Kekurangsabaran guru dalam mendampingi siswa saatmelakukan aktivitas pembuatan model alat komunikasi. Gurumengarahkan semua siswa untuk membuat model handphoneseperti yang telah dipersiapkannya. Akibatnya rubrik penilaianyang telah disusun tidak dapat menggambarkan realitas yangsesungguhnya.

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    160

    3. Penyusunan por tofolio yang pada siklus pertama berupapembuatan karangan tentang alat komunikasi masa kini, gambaralat komunikasi imajinatif masa depan beserta deskripsi carakerjanya mengalami kegagalan, karena para siswa terbiasadengan model pembelajaran chalk and talk dan guru belumpernah menggunakan pendekatan konstruktivisme. Akibatnyasiswa menghadapi kesulitan untuk mengkonstr uksipengetahuan secara mandiri.

    4.2 Siklus Kedua

    Berdasarkan hasil refleksi terhadap pelaksanaan siklus pertama,pada siklus kedua dilakukan perbaikan atau pengembanganpembelajaran terutama dari aspek guru sebagai ujung tombaknya.Inti pengembangan yang dilakukan adalah penerapan pendekatankonstruktivisme yang memberi ruang (kegiatan dan waktu) bagisiswa untuk menemukan dan mengkonstruk pengetahuan secaralebih mandiri tentang alat transportasi yang menjadi pokokbahasan pada siklus kedua.

    Dari aspek penilaian berbasis kelas, untuk mengembangkanproses pembelajaran, disepakati bahwa pada siklus kedua akandiimplementasikan: (1) penilaian kinerja, (2) penilaian sikap, (3)penilaian produk, (4) tes tertulis dan tugas LKS, (5) penilaian diri,(6) portofolio, (7) proyek.

    Dengan berbekal pendekatan yang akan digunakan danpenilaian berbasis kelas yang akan diterapkan, selanjutnya disusunindikator, rencana dan skenario pembelajaran, serta alat bantu danmedia pembelajaran. Indikator pada siklus kedua adalah (1)mengidentifikasi contoh alat transportasi, (2) menjelaskan fungsi alattransportasi, (3) mengkategorisasi alat transportasi kuno, tengah,dan moder n, (4) menjelaskan keuntungan dan ker ugianmenggunakan alat transportasi modern, (5) mengidentifikasi alattransportasi pribadi dan umum, (6) menjelaskan pengalamanpenggunaan alat transportasi umum, (7) membuat prototipe alattransportasi dengan lengkap dan rapi.

    Setelah semuanya dipandang cukup, siklus kedua dilaksanakandari tanggal 29 April sampai dengan 1 Mei 2008. Secara garis besar,hasil penelitian pada siklus kedua adalah sebagai berikut:

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    161

    INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA GURU IPS(Kemampuan Melaksanakan Pembelajaran)

    1. NAMA GURU: .............................................. Tri Murwaningsih, S.Pd.2. NIP/NIK: ....................................................... 1305665833. SEKOLAH: ................................................... SDN Samirono Yogyakarta4. KELAS: ......................................................... IV5. MATA PELAJARAN: ..................................... IPS6. MATERI PEMBELAJARAN: ......................... Telekomunikasi7. WAKTU: ....................................................... 70 menit8. TANGGAL: ................................................... 29/4/08 30/4/08 1/5/08

    No Indikator/Aspek yang Diamati Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

    I Prapembelajaran

    1 Kesiapan ruang, alat pembelajaran, v v vdan media

    2 Memeriksa kesiapan siswa v v v

    II Membuka Pembelajaran1 Melakukan kegiatan apersepsi v v v

    2 Menyampaikan kompetensi yang akan dicapai v v vdan rencana kegiatan

    III Kegiatan Inti Pembelajaran

    A Penguasaan materi pelajaran

    1 Menunjukkan penguasaan materi v v vpembelajaran

    2 Mengaitkan materi dengan pengetahuan lain v v vyang relevan

    B Pendekatan/strategi pembelajaran

    1 Melaksanakan pembelajaran sesuai dengan v v vkompetensi yang akan dicapai

    2 Melaksanakan pembelajaran secara runtut v v v

    3 Menguasai kelas v v v

    4 Melaksanakan pembelajaran yang bersifat v v vkontekstual

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    162

    No Indikator/Aspek yang Diamati Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

    5 Melaksanakan pembelajaran yang memung v v vkinkan tumbuhnya kebiasaan positif(nurturant effect)

    6 Melaksanakan pembelajaran sesuai v v vdengan alokasi waktu yang direncanakan

    C Pemanfaatan sumber belajar/media pembelajaran

    1 Menunjukkan keterampilan dalam penggunaan v v vsumber belajar/media pembelajaran

    2 Menghasilkan pesan yang menarik v v v

    3 Melibatkan siswa dalam pembuatan dan/atau v v vpemanfaatan sumber belajar/mediapembelajaran

    D Pembelajaran yang memicudan memelihara keterlibatan siswa

    1 Menumbuhkan partisipasi aktif siswa melalui v v vinteraksi guru, siswa, dan sumber belajar

    2 Merespons positif partisipasi siswa v v v

    3 Menunjukkan sikap terbuka terhadap v v vrespons siswa

    4 Menunjukkan hubungan antarpribadi yang v v vkondusif

    5 Menumbuhkan keceriaan dan antusiasme v v vsiswa dalam belajar

    E Penilaian proses dan hasil belajar

    1 Memantau kemajuan belajar v v v

    2 Melakukan penilaian akhir sesuai dengan v v vkompetensi

    F Penggunaan bahasa

    1 Menggunakan bahasa lisan secara jelas v v vdan lancar

    2 Menggunakan bahasa tulis yang baik v v vdan benar

    3 Menyampaikan pesan dengan gaya v v vyang sesuai

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    163

    No Indikator/Aspek yang Diamati Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak

    IV Penutup

    1 Melakukan refleksi atau membuat rangkuman v vdengan melibatkan siswa

    2 Melaksanakan tindak lanjut dengan v v vmemberikan arahan, atau kegiatan,atau tugas sebagai bagian remedi/pengayaan

    Dari instrumen penilaian terlihat bahwa kinerja guru mengalamiperkembangan relatif baik. Pada hari pertama guru masih kesulitanuntuk mengurangi dominasinya dalam proses pembelajaran,terutama saat dalam interaksi dengan siswa dan sumber belajar.Guru langsung menjelaskan secara rinci, sehingga mempersempitruang siswa untuk menemukan sendiri pengetahuan. Selain itu,bahasa yang digunakan guru masih terlalu formal, sehinggacenderung menjadikan siswa menyerapnya sebagai hapalan.Kesulitan guru secara bertahap dapat diatasi pada hari-hariberikutnya, meski belum dapat dikategorikan sebagai sangat baik.

    Peningkatan yang signifikan pada kemampuan gur umenghasilkan peningkatan kualitas pembelajaran. Hal itu dapatdisimak dari hasil penilaian berbasis kelas untuk siklus kedua dibawah ini.

    IndikatorKomponen Keberhasilan Deskriptor Instrumen

    Tindakan Siklus II

    Target HasilKemampuan siswa 40% 62% Jumlah siswa yang memperoleh Tercapaimemperagakan tugas nilai di atas 66 dibagi jumlah seluruh

    siswa

    Partisipasi siswa 25% 38% Jumlah siswa yang mengajukan Tercapaidalam mengajukan pertanyaan/ide dibagi jumlahpertanyaan/ide dalam seluruh siswadiskusi kelas

    Interaksi antarsiswa 40% 77% Jumlah siswa yang berinteraksi Tercapaidalam kelompok (berbagi informasi, berbagi tafsiran,

    negosiasi makna) dalam pemecahanmasalah di kelompok dibagi jumlahsiswa dalam kelompok

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    164

    IndikatorKomponen Keberhasilan Deskriptor Instrumen

    Tindakan Siklus II

    Target HasilHasil penilaian diri 35% 65% Jumlah siswa yang memperoleh Tercapai

    skor rerata di atas 2,5 (skala 1 3)dibagi jumlah seluruh siswa

    Kemampuan siswa 35% 90% Jumlah produk yang memperoleh Tercapaimenyusun produk nilai di atas 65 dibagi jumlah

    keseluruhan produk

    Kemampuan siswa 35% 67% Jumlah portofolio yang mendapat Tercapaimembuat portofolio nilai di atas 65 dibagi jumlah

    portofolio

    Kemampuan kelompok 55% 100% Jumlah kelompok yang mendapat Tercapaimengerjakan lembar nilai di atas 65 dibagi jumlahkerja kelompok

    Daya serap siswa 50% 99% Jumlah siswa yang memperoleh Tercapainilai kuis diatas 65 dibagi jumlahseluruh siswa

    Dari tabel capaian siklus kedua terlihat bahwa secarakeseluruhan semua target dapat tercapai. Bahkan kemampuan siswadalam menyusun produk yang berupa pembuatan replika alattransportasi sangat tinggi, yaitu 90%. Dengan antusias para siswaberdiskusi untuk memutuskan alat transportasi yang akan dibuatreplika, mengidentifikasi perlengkapan yang diperlukan, membagitugas secara demokratis dan bekerja sama dalam pembuatan.Realitas itu menunjukkan pemahaman lama yang mengatakan bahwaapabila diberi kebebasan siswa akan liar lebih merupakan mitos.

    Meski semua target dapat tercapai, dari skor pencapaian perludiperhatikan bahwa diskusi kelas perlu lebih dikembangkan. Denganskor 38% menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum ikutberpartisipasi dalam diskusi kelas.

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    165

    5. KESIMPULAN

    Dari penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan guru dankepala sekolah yang dilakukan pada siswa kelas IV SD NegeriSamirono Yogyakarta dapat diambil kesimpulan antara lain:1. Melalui penilaian berbasis kelas, pembelajaran tidak hanya

    dapat dievaluasi dari sisi hasil belajar siswa, tetapi juga prosesyang dilalui siswa. Dari sudut pandang ini, penilaian berbasiskelas akan memberikan evaluator gambaran yang lebihkomprehensif terhadap pelaksanaan pembelajaran yangdilakukan.

    2. Melalui rubrik yang disusun dengan jelas dan rinci sertapemberian skor pada setiap itemnya mampu menghindarkanguru dari subyektifitas selama melakukan penilaian. Penilaianyang dilakukan menjadi dapat dipertanggungjawabkan secaraakademik.

    3. Penerapan penilaian berbasis kelas berhasil mendorongterjadinya peningkatan kualitas pembelajaran secarakeseluruhan. Guru dituntut untuk melaksanakan pembelajaransesuai dengan rubrik yang telah disusun, sehingga secara tidaklangsung meningkatkan kualitas pembelajaran yangdilaksanakannya.

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    166

    DAFTAR PUSTAKA

    Brooks, Linsay Ann. 1999. Adult ESL Student Attitudes TowardsPer formance Based Assessment. Tersedia pada http://www.col lect ionscanada.ca/obj/s4/f2/dsk1/tape7/PQDD_0002/MQ45956.pdf. Diakses pada tanggal 25Agustus 2007.

    Dasim Budimansyah. 2002. Model Pembelajaran dan PenilaianPortofolio. Bandung: PT. Genesindo.

    Depdiknas. 2002. Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah,Buku 5: Pembelajaran dan Pengajaran Kontekstual. Jakarta:Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah, DirektoratPendidikan Lanjutan Pertama.

    Depdiknas. 2003. Pendekatan Kontekstual (Contextual Teachingand Learning). Jakarta: Direktorat Pendidikan Dasar danMenengah, Direktorat Pendidikan Lanjutan Pertama.

    Depdiknas. 2004. Pedoman Umum Pengembangan PenilaianKurikulum Berbasis Kompetensi SMA. Jakarta: DirektoratPendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat PendidikanLanjutan Pertama.

    Epstein, Andrew. 2006. Assessment the Por tfolio Process. Tersediapada http://www.teacher vision. fen.com/teaching-methods/exp-educ/4537.html. Diakses pada tanggal 31Agustus 2006

    Fajar, Ar nie M. P. 2002. Por tfolio dalam Pembelajaran IPS.Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

    George, Paul. 1995. What is Portfolio Assessment Really and HowCan I Use It in My Classroom? Gainesville, FL: TeacherEducation Resources. Tersedia pada http://wwwpgcps.pg.k.12.md.us/~elc/potfolio1. html. Diakses pada tanggal 31Agustus 2007.

    Hard, D. 1994. Authentic Assessment: A Hardbook for Educators.Menlo Park, CA; Addision-Wesley Pub Co. Tersedia padahttp://www.teacher vision.fen.com/teaching-methods/grading/5942.html. Diakses pada tanggal 31 Agustus 2006.

    Gronlund, Norman E. 1998. Assesment of Student Achievment SixthEdition. Boston: Allyn and Bacon.

  • H. Purwanta, Penggunaan Penilaian Berbasis Kelas untuk ....

    167

    Hopkins, D. 1993. A Teachers Guide to Classroom Research. Edisike-2. Buckingham: Open University Press.

    Johnson, E. B. 2002. Contextual Teaching and Learning: What It Isand Why Its Here to Stay. Thousand Oaks, California:Corwin Press.

    Jonassen, D. 1999. Designing Constr uct ivist Lear ningEnvironments. in C.M. Reigeluth (Ed.). Instructional-Design Theories and Models, Volume II. Mahwah, NewJersey: Lawrence Erlbaum.

    Joyce, B. & Weil, M. 1996. Models of Teaching. Edisi ke-5. Boston:Allyn & Bacon.

    Kagan, S. 1992. Cooperative Learning. Edisi ke-10. San JuanCapistrano, CA: Kagan Cooperative Learning.

    Kemmis S. & McTaggart C. 1988. The Action Research Planner.Deakin: Deakin University Press.

    Kemp, J & Toperof f, D. 1998. Guidelines for Portfolio Assessmentin Teaching English. Tersedia pada http://www.anglit.net/main/portofolio/default.html. Diakses pada tanggal 31Agustus 2006.

    Mardapi, D., dkk. 2001. Pola Induk Pengembangan SistemPengujian Hasil Belajar Berbasis Kemampuan Dasar SiswaSekolah Menengah Umum. Yogyakarta: Universitas NegeriYogyakarta.

    Mulyasa. 2005. Implementasi Kurikulum 2004: PanduanPembelajaran KBK. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

    Nelson, L. M. 1999. Collaborative Problem Solving. DalamReigeluth. C.M. (Ed.), Instructional-Design Theories andModels, Volume II: A New Paradigm of Instructional Theory.Mahwah, NJ.: Lawrence Erlbaum.

    Paulson, F. Leon, PasrI R. & Meyer, Carol A. 1991. What makes aPortofolio? Eight thoughtful guidelines will help educatorsencourage self-directed learning. Educational Leadership.Februar y.

    Paulson, F. Leon, P. R. & Meyer, Carol A. 1991. What makes aPortofolio? Eight thoughtful guidelines will help educatorsencourage self-directed learning. Educational Leadership.Februar y.

  • Jurnal Penelitian Vol. 13, No. 2, Mei 2010

    168

    Saunders, Pearl. I. 1996. A Pilot Program: Por tfolio-BasedInstruction in Developmental of Pre-College Writing Courses.Tersedia pada http://eric.ed.gov/ERICWebPor tal/custom/por tlets/recordDetails/detailmini.jsp?_nfpb=tr ue&_&ERICExtSearch_SearchValue_0=ED398590&ERICExtSearch_SearchT ype_0=eric_accno&accno=ED398590Eric. Diakses pada tanggal 25 Agustus 2007.

    Sewel, Meg., Marczak, Mary., Horn, Melanie. 2006. The Use ofPortfolio Assessment in Evaluation. Tersedia pada http://ag.arizona.edu/fcs/cyfernet/cyfar/Potfo~3.html. Diaksespada tanggal 31 Agustus 2006.

    Smith, B. L., & MacGregor, J. 1992. What is collaborativelearning?. Dalam Goodsell, A., Maher, M., Tinto, V., Smith,B.L., & MacGregor, J. (Eds.). Collaborative Learning: ASourcebook for Higher Education. Pennsylvania StateUniversity: National Center on Postsecondary Teaching,Learning, and Assessment.

    Sumaji. 2004. Studi tentang Efektivitas Pembelajaran Matematikadengan Model Portofolio. MIPA. Vol 14, No. 1, Januari2004: p 32-39.

    Suwarsih Madya. 1994. Panduan Penelitian Tindakan. Yogyakarta:Lembaga Penelitian IKIP YOGYAKARTA.

    Tim Pengembang PPL. 2007. Pedoman Pengajaran Mikro FKIP,USD, Edisi II. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

    The Dapartment of Staf f Development. 2006. Why Use a Portfolio.Tersedia pada http://www.pgcps.pg.k.12.md.us/~elc/portfolio.html. Diakses pada tanggal 31 Agustus 2006.