Arthritis Reumatoid

Post on 17-Jan-2016

62 views 0 download

description

arthritis reumatoid

Transcript of Arthritis Reumatoid

04/21/23 1

  

 

04/21/23 2

PENDAHULUANPENDAHULUANMenyerang perempuan 2 ½ kali lebih sering

dari laki-lakiInsiden meningkat dengan bertambahnya

usia, t.u perempuan puncak antara 40-60 tahun

Sekitar 1 % orang dewasa menderita RA yang jelas

Di Amerika Serikat timbul 750 kasus baru/1 juta penduduk/tahun

04/21/23 3

DISTRIBUSI PENYAKIT DI DISTRIBUSI PENYAKIT DI TUBUHTUBUH

04/21/23 4

APA SENDI ITU ?SENDI /ARTIKULASIO SENDI /ARTIKULASIO ADALAH TEMPAT PER ADALAH TEMPAT PER TEMUAN TULANG-TEMUAN TULANG-TULANG TULANG 3 SENDI :3 SENDI :

1.1. SENDI SINARTROSIS /SENDI FIBROSASENDI SINARTROSIS /SENDI FIBROSA

SENDI YANG MEMUNGKINKAN SENDI YANG MEMUNGKINKAN

PERGERAKAN SENDI PERGERAKAN SENDI

TERBATAS SEKALI ATAU TANPA PERGERAKAN TERBATAS SEKALI ATAU TANPA PERGERAKAN

SAMA SEKALI KARENA ADA ZAT SAMA SEKALI KARENA ADA ZAT

PENGIKAT ANTARA PENGIKAT ANTARA

TULANG YANG BERSANGKUTAN , TULANG YANG BERSANGKUTAN ,

EXC. SUTURA TULANGEXC. SUTURA TULANG

04/21/23 5

2. SENDI KARTILAGONOSA DISINI TULANG-TULANG DIPERSATUKAN OLEH

KARTILAGO MIS : SIMPISIS PUBIS

3. SENDI DIARTROSIS ( SINOVIAL ) SENDI YANG MEMUNGKINKAN PERGERAKAN

LEBIH BEBAS TERDIRI DARI : SENDI PUTAR MIS : SENDI PANGGUL DAN

SENDI PELURU YANG TERDAPAT PADA BAHU SENDI ENGSEL MIS : SIKU DAN SENDI LUTUT SENDI KONDILOID : PERGELANGAN TANGAN

TULANG DIPERSATUKAN OLEH KAPSUL SENDI YANG DIBATASI OLEH JARINGAN

SINOVIAL/SINOVIUM

04/21/23 6

MERUPAKAN JARINGAN PENYAMBUNG KHUSUS YANG MENUTUPI PERMUKAAN

DALAM KAPSUL SENDI DAN MEMBENTUK SUATU KANTUNG

MENGHASILKAN CAIRAN SINOVIAL ( CAIRAN KENTAL YANG TIDAK DAPAT

MEMBEKU DAN JERNIH YANG MENGANDUNG KOMPLEK SAKARIDA )

MEMBAHASAHI DAN MELUMASI SENDI DAN MERUPAKAN SUMBER NUTRISI BAGI

KARTILAGO ARTIKULAR

04/21/23 7

NORMAL CAIRAN SINOVIALNORMAL CAIRAN SINOVIAL

JERNIH, KENTAL DAN BERWARNA SEPERTI JERAMI/KUNING MUDA KERUH

KENTAL ASAM HIALURONATJUMLAH RELATIF SEDIKIT 1-3 mlJUMLAH SEL DARAH PUTIH < 200

SEL/ ml 3

04/21/23 8

Artritis reumatoid adalah suatu penyakit inflamasi sistemik kronik yang tidak diketahui penyebabnya, dikarakteristikan oleh kerusakan dan proliferasi membran sinovial, yang menyebabkan kerusakan pada tulang sendi, ankilosis, dan deformitas. (Doenges, E Marilynn, 2000 : hal 859)

1. PENGERTIAN1. PENGERTIAN

04/21/23 9

04/21/23 10

2. ETIOLOGI :

1. KOMBINASI FAKTOR GENETIK, LINGKUNGAN, HORMONAL, DAN SISTEM REPRODUKSI KAITAN DENGAN PERTANDA GENETIK SEPERTI HLA-DW4 DAN HLA-DR5

TERBUKTI BAHWA SESEORANG INDIVIDU YANG MENDERITA PENYAKIT RA MEMILIKI RIWAYAT KELUARGA MENDERITA RA, 2-3 KALI LEBIH BANYAK DARI POPULASI NORMAL

04/21/23 11

3. PENGARUH HORMONAL

4. PERKEMBANGAN INFEKSI VIRUS, BAKTERI, MIKOPLASMA

PROSES AUTOIMUN

BEREAKSI THD KOLAGEN TIPE II TULANG RAWAN SENDI

04/21/23 12

3. PATOFISIOLOGI3. PATOFISIOLOGI

04/21/23 13

3. 3. PATOFISIOLOGI ARTHRITIS RHEUMATOIDPATOFISIOLOGI ARTHRITIS RHEUMATOID

ETIOLOGI ( ANTIGEN PENYEBAB AR YANG BERADA PADA MEMBRAN SINOVIAL )

 DIPROSES OLEH APC ( SEL SINOVIOSIT A, SEL

DENDRITIK/MAKROFAG )

BERIKATAN DENGAN ANTIGEN YANG BESESUAIAN

ANTI BODI

KOMPLEK IMUNBERDIFUSI BEBAS DALAM SENDI DAN MENGENDAP

04/21/23 14

TERJADI DEGRANULASI MAST SEL

MENGAKTIVASI SISTEM KOMPLE MEN

TERBENTUKNYA PANUS

PEMBEBASAN HISTAMIN DAN ENZIM PROTEOLITIK SERTA AKTIFASI JALUR ASAM ARAKIDONAT (MEDIATOR NYERI ATAU MEDIATOR REAKSI HIPER SENSITIFITAS

MENINGKATKAN PERMEABILITAS VASKULER

MENARIK SEL POLIMORKONUKLEAR (PMN) DAN MONOSIT KEDALAM MEMBRAN SINOVIAL

04/21/23 15

•PEMBENTUKAN RADIKAL OKSIGEN BEBAS MENYEBABKAN EROSI RAWAN SENDI DAN TULANG

•PENURUNAN VISKOSITAS CAIRAN SENDI DAN AKUMULASI CAIRAN RADANG

•MERUSAK KOLAGEN DAN PROTEOGLIKAN RAWAN SENDI

PROSTAG LANDIN MENYEBAB KAN EFEK VASODILA TOR KUAT MERANG SANG TERJADI RESORPSI TULANG

MELARUTKAN KOLAGEN TENDON, LIGAMEN ATAU RAWAN SENDI

MENGIRI-TASI SERABUT SARAF NYERI

MEKANISME KOPING NYERI TIDAK ADEKUAT

VAGOSITOSIS KOMPLEKS IMUN OLEH SEL RADANG

04/21/23 16

IMOBILISASI DALAM WAKTU LAMA

DEFORMITAS PERSENDIAN

PERMUKAAN SENDI TIDAK RATA, OTOT DAN TENDON DEKAT SENDI

MERADANG MENGALAMI SPASME

MENIMBULKAN RASA NYERI

PERSEPSI NYERI

GANGGUAN DALAM MENGUYAH, ANOREKSIA, MUAL

04/21/23 17

FUSI TULANG YANG MEMBENTUK PESENDIAN

GANGGUAN MOBILITAS FISIK

RASA RENDAH DIRI

PENURUNAN KEMAMPUAN PEMENUHAN ADL

04/21/23 18

DESTRUKSI SENDIDESTRUKSI SENDIDestruksi PencernaanOleh protease, kolagenase dan enzim hidrolitik

lainnyaEnzim ini memecah kartilago, ligamen, tendon

dan tulang pada sendi radikal O2 & metabolit as.arakidonat oleh leukosit PMN ke dalam cairan sinovial

Bagian respon autoimun thd AG yg diproduksi secara lokal

04/21/23 19

DESTRUKSI SENDIDESTRUKSI SENDIKerja Panus ReumatoidPanus : jaringan granulasi vaskular yg

terbentuk dari sinovium yg meradang dan meluas ke sendi

Di sepanjang pinggir panus terjadi destruksi kolagen dan proteoglikan mll produksi enzim oleh sel di dlm panus

04/21/23 20

04/21/23 21

4. STADIUM4. STADIUMBILA DITINJAU DARI STADIUM MAKA RA DAPAT BILA DITINJAU DARI STADIUM MAKA RA DAPAT DIBAGI MENJADI 3 :DIBAGI MENJADI 3 :

   A. STADIUM SINOVITISTERJADI PERUBAHAN DINI PADA JARINGAN SINOVIAL YANG DITANDAI ADANYA HIPEREMI, EDEMA, KARENA KONGESTI PADA SAAT ISTIRAHAT MAUPUN SAAT BERGERAK, BENGKAK, DAN KEKAKUAN.

04/21/23 22

    B. B. STADIUM DESTRUKSISTADIUM DESTRUKSI

TERJADI KERUSAKAN PADA JARINGAN SINOVIAL, TERJADI JUGA PADA JARINGAN SEKITARNYA YANG DITANDAI ADANYA KONTRAKSI TENDON DAN TERJADI PULA PERUBAHAN BENTUK PADA TANGAN YAITU BENTUK JARI (SWAM-NECK )

04/21/23 23

STADIUM DEFORMITASSTADIUM DEFORMITAS

TERJADI PERUBAHAN SECARA PROGRESIF DAN BERULANG KALI, DEFORMITAS DAN GANGGUAN FUNGSI SECARA MENETAP. DIAWALI ADANYA SINOVITIS, BERLANJUT PADA PEMBENTUKAN “ PANNUS dan ANKILOSIS TULANG

04/21/23 24

DEFORMITAS TANGAN KLIEN RADEFORMITAS TANGAN KLIEN RA

04/21/23 25

5. TANDA & GEJALA5. TANDA & GEJALAGambaran klinik bervariasiGejala konstitusionalPoliartritis simetrisKekakuan di pagi hari > 1 jamArtritis erosifDeformitas Nodul reumatoidManifestasi ekstra artikular

04/21/23 26

04/21/23 27

04/21/23 28

04/21/23 29

6. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK6. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIKTemuan Laboratorium

- Faktor reumatoid +- LED > 100 mm/jam- Anemia normositik normokrom- Perubahan cairan sinovial

Temuan Radiologi- Pembengkakan jaringan lunak (awal)- Penyempitan ruang sendi- Erosi tulang pd tepi sendi

04/21/23 30

Hasil Rontgen RAHasil Rontgen RA

04/21/23 31

7. KRITERIA DIAGNOSTIK7. KRITERIA DIAGNOSTIK

Berdasar evaluasi dari sekelompok tanda dan gejala :

1. Kekakuan pagi hari

2. Artritis pada tiga/lebih sendi

3. Artritis sendi2 jari2 tangan

4. Artritis yang simetris

5. Nodul reumatoid

6. Faktor reumatoid dlm serum

7. Perubahan radiologik

04/21/23 32

Diagnosis dikatakan positif bila SEKURANG-KURANGNYA 4 DARI 7 kriteria terpenuhi dan sudah berlangsung sekurang-kurangnya 6 MINGGU

04/21/23 33

8. 8. PENATALAKSANAANPENATALAKSANAAN TIDAK ADA PENGOBATAN KAUSATIF.

TUJUAN PROGRAM PERAWATAN/PNTLKSN:

1. Untuk menghilangkan nyeri dan peradangan

2. Untuk mempertahankan fungsi sendi dan kemampuan maksimal dari penderita

3. Untuk mencegah dan atau memperbaiki deformitas yang terjadi pada sendi

4. Mempertahankan kemandirian sehingga tidak bergantung pada orang lain.

04/21/23 34

CARA2 PX.UTK MENCAPAI CARA2 PX.UTK MENCAPAI TUJUAN SBLMNYA:TUJUAN SBLMNYA:

1. PENDIDIKAN

2. ISTIRAHAT

3. LATIHAN FISIK DAN TERMOTERAPI

4. DIET/GIZI

5. OBAT-OBATAN

04/21/23 35

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN RHEUMATOID ARTHRITISDENGAN RHEUMATOID ARTHRITIS

PENGKAJIAN 1. DATA BIOGRAFI : IDENTITAS KLIEN ( usia dan jenis kelamin klien )2. RIWAYAT KESEHATAN

A. KELUHAN UTAMA :

04/21/23 36

Manifestasi awal lanjut

Persendian :

inflamasi

-Deformitas ( deviasi ulnar/bentuk leher angsa-Nyeri sedang sampai berat-Kekakuan pada pagi hari

Sistemik

Sub febris, kelelahan, kelemahan, anoreksia, parastesia,

Osteoporosis, kelelahan yang sangat, anemia, penurunan BB, nodula subcutan,neuropathy perifer, vaskulitis, pericarditis, gangguan renal

04/21/23 37

B. KAJI RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA DAN FAKTOR RESIKO

C. PADA KLIEN WANITA KAJI RIWAYAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI ORAL

04/21/23 38

3. KEBUTUHAN BIOPSIKOSOSIAL3. KEBUTUHAN BIOPSIKOSOSIAL

A. RIWAYAT BIOLOGI

1. AKTIFITAS / ISTIRAHAT

GEJALA: NYERI SENDI , NYERI TEKAN SENDI, KEKAKUAN PAGI HARI BILATERAL DAN SIMETRIS

TANDA : MALAISE , KETERBATASAN RENTANG GERAK; ATROFI OTOT, KULIT, KONTRAKTUR/KELAINAN PADA SENDI

04/21/23 39

2. MAKANAN / CAIRAN

GEJALA : KETIDAKMAMPUAN MENGKONSUMSI MAKANAN / CAIRAN ADEKUAT, MUAL, ANOREKSIA,

TANDA : PENURUNAN BB, KEKERINGAN MEMBRAN MUKOSA

3. HYGIENE

GEJALA : KESULITAN MELAKUKAN PERAWATAN DIRI, KETERGANTUNGAN

04/21/23 40

4. NYERI / KENYAMANAN4. NYERI / KENYAMANANGEJALA : FASE AKTIF DARI NYERI , RASA NYERI KRONIS GEJALA : FASE AKTIF DARI NYERI , RASA NYERI KRONIS DAN KEKAKUANDAN KEKAKUAN

KEAMANANGEJALA : KULIT MENGKILAT , TEGANG , NODUL

SUBKUTANUS , LESI KULIT, ULKUS KAKI KESULITAN DALAM MENANGANI TUGAS RUMAH TANGGA, DEMAM RINGAN MENETAP, KEKERINGAN PADA MATA , DAN MEMBRAN MUKOSA

NEUROSENSORISGEJALA : KERAS / KESEMUTAN PADA TANGAN / KAKI, HILANGNYA RASA PADA JARI TANGANTANDA : PEMBENGKAKAN SENDI SIMETRIS

04/21/23 41

INTEGRITAS EGOGEJALA :KEMAMPUAN MEKANISME KOPING TERHADAP STRESS AKUT / KRONIS

. SOSIAL

INTERAKSI SOSIAL

GEJALA : KERUSAKAN INTERAKSI DENGAN KLG , PERUBAHAN PERAN ,ISOLASI

. PENGETAHUAN

PENYULUHAN DAN PEMBALAJARAN : PROSES PENYAKIT , PENGOBATAN , KEPUTUSAN UNTUK MEMILIH TENAGA KES TINGKAT PENDIDIKAN, KESIAPAN DAN KEINGINAN UNTUK BELAJAR

04/21/23 42

4. 4. PEMERIKSAAN FISIKPEMERIKSAAN FISIK * *

INSPEKSI PERUBAHAN PERSENDIAN PADA EKTRIMITAS ATAS, PADA INTERPHALANGEAL DAN METACARPHOPLANGEAL BAGIAN PROKSIMAL

PALPASI PERSENDIAN YANG TERKENA, TERABA HANGAT, KAKU, TERLIHAT KEMERAHAN, BENGKAK.

PALPASI PERSENDIAN TERASA LEMBUT KARENA ADANNYA AKUMULASI CAIRAN SINOVIAL

PENURUNAN ROM NODUL SUBCUTAN

04/21/23 43

PEMERIKSAAN PENUNJANGA. LABORATORIUM: HAEMAGLOBIN MENURUN LEUKOSITOSIS LED MENINGKAT Rh faktor ( + ) PADA 70 % PENDERITA GAMMA GLOBULIN MENINGKAT KARENA

PENINGKATAN IgG

04/21/23 44

B. DIGNOSTIK ( FOTO RO ) TAHAP DINI: PEMBENGKAKAN JARINGAN

LUNAK PERI ARTIKULER DAN EFUSI SENDI TAHAP BERIKUTNYA : OSTEOPOROSIS

SETEMPAT, OSTEOLITIK PADA DAERAH TULANG SUBCHONDRAL DAN PENYEMPITAN SENDI

TAHAP LANJUT : SUBLUKSASI DAN DISLOKASI TERUTAMA PERGELANGAN TANGAN DAN KAKI, ANKILOSIS PADA PERGELANGAN DAN TUMIT

04/21/23 45

BIOPSI SINOVIAL

SECARA HISTOLOGIK TAMPAK INFLAMSI HIPERPLASTIK DENGAN SEKUMPULAN SEL-SEL ABNORMAL.

ARTHROCENTESIS

CAIRAN SENDI SINOVIAL KERUH, KARENA MENGANDUNG BANYAK LEKOSIT PMN, HITUNG SEL LEKOSIT 15.000-20,000/mm3

CAIRAN DAPAT MEMBEKU, TETAPI BEKUAN BIASANYA TIDAK KUAT DAN MUDAH PECAH.

04/21/23 46

1. GANGGUAN RASA NYAMAN NYERI AKUT/KRONIS BD DESTRUKSI SENDI AKIBAT AKUMULASI CAIRAN SINOVIAL DAN PROSES PERADANGAN SENDI

2. KERUSAKAN MOBILITAS FISIK BD KEKAKUAN, DEFORITAS, NYERI.

3. KETIDAKMAMPUAN MELAKUKAN PERAWATAN DIRI : TOTAL BD DEFORMITAS SENDI, RASA NYERI DAN PENURUNAN INTOLERANSI

4. GANGGUAN KONSEP DIRI : BODY IMAGE BD DEFORMITAS SENDI

5. KURANG PENGTEHUAN TENTANG PROSES PENYAKIT, PROGRAM PENGOBATAN SERTA PROGRAM LATIHAN BD KURRANG INFORMASI

04/21/23 47

RENCANA KEPERAWATAN ( INTERVENSI )RENCANA KEPERAWATAN ( INTERVENSI )DX 1 :

TUJUAN :

NYERI BERKURANG DAN KLIEN MAMPU

MENGONTROL RASA NYERINYA

KRITERIA :

1. SECARA VERBAL KLIEN MENGATAKAN RASA NYERINYA BERKURANG

2. KLIEN MAMPU BERELAKSASI DAN MELAKUKAN AKTIFITAS YANG DAPAT DITOLERIR

3. KLIEN DAPAT TENANG DAN MAMPU BERISTIRAHAT DENGAN MAKSIMAL

04/21/23 48

OBSERVASI KELUHAN NYERI, CATAT LOKASI DAN INTENSITAS NYERI (SKALA 0-10) CATAT FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERCEPAT DAN TANDA-TANDA RASA SAKIT NON VERBAL

BIARKAN PASIEN MENGAMBIL POSISI YANG NYAMAN PADA WAKTU TIDUR ATAU DUDUK DI KURSI

BERIKAN KOMPRES PANAS, UNTUK MENGURANGI KEKAKUAN DAN RASA NYERI PADA PERSENDIAN

BERIKAN TEKNIK PENURUNAN RASA NYERI YANG NON FARMAKOLOGIS DENGAN TERAPI MUSIK, NAPAS DALAM DLL

BERIKAN OBAT-OBATAN SESUAI PETUNJUK DAN OBSERVASISERTA CATAT ADANYA

TOKSISITAS DARI OBAT SEPERTI MUAL, MUNTAH PERSIAPKAN PEMBEDAHAN JIKA DIINDIKASIKAN

AKAN DILAKUKAN PEMBEDAHAN

04/21/23 49

DX. 2

TUJUAN :

KLIEN MAMPU MEMPERTAHANKAN POSISI, GERAKAN SENDI YANG OPTIMAL SERTA DEFORMITAS MINIMAL

KRITERIA :

KLIEN MENGATAKAN RASA NYERI BERKURANG SAAT MELAKUKAN PERGERAKAN

KLIEN DAPAT MENINGKATKAN AKTIFITAS SECARA BERTAHAP.

04/21/23 50

Kerusakan Mobilitas Fisik : Keadaan dimana seorang Kerusakan Mobilitas Fisik : Keadaan dimana seorang individu mengalami atau beresiko mengalami individu mengalami atau beresiko mengalami keterbatasan gerakan fisik tapi bukan imobil keterbatasan gerakan fisik tapi bukan imobil

Catatan Penulis :

Diagnosa ini menggambarkan seorang individu dengan keterbatasan penggunaan lengan atau tungkai atau keterbatasan kekuatan otot.

Keterbatasan gerakan fisik dapat juga menjadi etiologi diagnosa lain :kurang perawatan diri

Intervensi Keperawatan berfokus pada penguatan dan pemulihan fungsi, pencegahan kemunduran

04/21/23 51

BATASAN KARAKTERISTIK (Levin et al, BATASAN KARAKTERISTIK (Levin et al, 1989)1989)

Mayor (80-100%)Penurunan kemampuan bergerak dengan sengaja dlm lingkungan (mis : mobilitas di tt, berpindah, ambulasi)Keterbatasan rentang gerak

Minor (50-80%)-Pembatasan pergerakan yg dipaksakan-Enggan utk bergerak

04/21/23 52

OBSERVASI KESIMETRISAN SENDI, BENTUK DAN TANDA-TANDA INFLAMASI

KAJI KEMAMPUAN KLIEN DALAM MELAKUKAN ROM AKTIF MAUPUN PASIF SERTA KOLABURASIKAN DENGAN FISIOTERAPIS DALAM MELAKUKAN PROGRAM RAHABILITASI.

OBSERVASI ADANYA KEKAKUAN PADA PAGI HARI BANTU KLIEN SAAT MELAKUKAN AKTIFITAS SEPERTI

DUDUK, BERJALAN ATAU MEMINDAHKAN BENDA CEGAH TERJADINYA CIDERA DAN MEMINIMALKAN

DEFORMITAS DENGAN MENGATUR POSISI KLIEN SESUAI DENGAN BODY ALIGNMENT MELIPUTI MEMBERIKAN PENYANGGA PADA PERSENDIAN YANG SAKIT.

04/21/23 53

DX 3TUJUAN :KLIEN DAPAT MEMPERLIHATKAN

PENINGKATAN KEMAMPUAN UNTUK MEMENUHI ADL DAN MENUNJUKKAN PENURUNAN TINGKAT KETERGANTUNGAN

KRITERIA :RASA NYREI MINIMALKLIEN DAPAT MEMENUHI KEBUTUHAN

ADL

04/21/23 54

KAJI TINGKAT KETERGANTUNGAN KLIEN DENGAN MENGGUNAKAN SKALA TINGKAT KETERGANTUNGAN

PERTAHANKAN MOBILITAS KONTROL NYERI DAN PROGRAM LATIHAN

AJARKAN KLIEN POSISI DUDUK BERDIRI SESUAI DENGAN BODY ALIGNMENT

INGATKAN KEPD KELUARGA UTK MEMBERIKAN KESEMPATAN KPD KLIEN DLM MEMENUHI KEB,NYA SECRA MANDIRI SESUAI DENGAN KEMAMPUAN KLIEN DAN CEGAH TERJADINYA CEDERA JATUH.

04/21/23 55

DX 4

TUJUAN :

KLIEN MAMPU BERADAPTASI DENGAN PERUBAHAN STRUKTUR DAN FUNGSI TUBUH DAN MEMPUNYAI PANDANDANGAN CITRA TUBUH YANG POSITIF .

KRITERIA :

SECARA VERBAL KLIEN MAU MENERIMA KEADAAN DIRINYA SERTA BERADAPTASI DENGAN LINGKUNGAN.

04/21/23 56

BINA SALING PERCAYA ANTARA PERAWAT, KLIEN DAN KELUARGA

LIBATKAN KLIEN DA KELUARGA DALAM BERBAGAI AKTIFITAS

KAJI DAMPAK ARTRHITIS PADA SELF KONSEP PASIEN DALAM AKTIVITAS MENYENANGKAN YANG TERGANGGU

SUPPORT MEKANISME DAN REALISASI KOPING ADAPTIF DAN EFEKTIF, SIKAP OPTIMIS, PSIKOLOGIS DIPERLIKAN

MOTIVASI KLIEN UNTUK MENERUSKAN PROGRAM LATIHAN SAAT DI RUMAH.

04/21/23 57

DX 5

TUJUAN :

KLIEN DAN KELUARGA MEMAHAMI PENYAKIT, PROGRAM PENGOBATAN DAN REHABILITASI

RENCANA TINDAKAN KAJI TINGKAT PEMAHAMAN KLIEN TENTANG

PENYAKIT, PROGRAM PENGOBATAN DAN REHABILITASI

BERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI PENYAKIT, PROGRAM PENGOBATAN DAN REHABILITASI

DORONG KLIEN UTK BERTANYA, JIKA TERDAPAT HAL-HAL YG TIDAK DIMENGERTI,

KOLABURASI DENGAN TIM MEDIS.

04/21/23 58

SESUAI DENGAN TUJUAN DAN KRITERIA HASIL YANG TELAH DITETAPKAN.

04/21/23 59

Questions ??

04/21/23 60

See you…See you…