Van Deventer

download Van Deventer

of 14

  • date post

    13-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    397
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Van Deventer

Van DeventerKelompok 5 Anton Hari Dea Andhinta Marsha Jozana Merry Misli Amanah Novita Dian Lestari

Conrad Van Deventer lahir di kota Dordrecht Belanda pada tahun 1857 1915 Dia adalah seorang Ahli hukum Belanda Dia datang ke Hindia Belanda pada usia muda dan bekerja di bidang jasa penasihat Hukum Namun kembali ke Belanda pada tahun 1897

Pada tahun 1896 Van Deventer mengirim surat kepada Orangtuanya tentang perihal keadaan pribumi di Hindia Belanda yang menggenaskan. Akhirnya pada tahun 1899 dia menulis sebuah artikel yang berjudul De Ereschuld (hutang kehormatan) di majalah De Gids

Akibat dari tulisannya dalam majalah De Gids tersebutm pemerintah dan penduduk Belanda menjadi tahu keadaan yang sebenarnya di Hindia Belanda. Akhirnya ratu Wilhelmina mengeluarkan Trias Van Deventer pada tanggal 17 september 1901

Trias Van Deventer atau lebih dikenal dengan Politik Etis meliputi : Irigasi (pengairan dan Bendungan untuk keperluan pertanian) Emigrasi ( Transmigrasi penduduk) Edukasi ( Perluasan pengajaran dan pendidikan di Hindia Belanda)

Namun pada kenyataannya, pemberlakuan Politik Etis ini terdapat beberapa penyimpangan dan juga kritik. Penyimpangan-penyimpangan ini terjadi karena pemberlakuan politik etis ini lebih banyak untuk kepentingan Belanda sendiri.

Van Deventer sangat memperhatikan pendidikan di Hindia Belanda Dia sangat terkesan dengan cita-cita Kartini, karena ia menganggap itu sangat sesuai dengan cita-citanya sendiri. Lalu berdirilah Yayasan Kartini pada tahun 1913.

Conrad Theodore van Deventer adalah seorang pemrakarsa politik etis atau balas budi Belanda pada pribumi. Melalui politik etis ini pula berdirilah sekolah-sekolah di Indonesia. DI Bandung, Van Deventer mendirikan sekolah guru putri atau Van Deventer Vereeniging Vor West Java di tahun 1918 di bawah Yayasan Van Deventer. Tahun 1942, sekolah ini sempat dijadikan markas tentara Jepang dan dibubarkan. Murid-murid dipindahkan ke sekolah guru Putri Yogya. Van Deventer Vereeniging Vor West Java pun pindah ke Belanda.