Tune Up Mesin

download Tune Up Mesin

If you can't read please download the document

  • date post

    28-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    52
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Tune Up Mesin

TUNE UP MESINBeberapa bagian yang biasa diperiksa dalam pekerjaan tune-upmesin adalah sistem pendinginan, tali kipas, saringan udara, batere, olibusi, kabel tegangan tinggi, celah katup, karburator, putaran olidan tekanan kompresi.

a. Sistem pendinginanPeriksa tinggi air pendingin pada tangki cadangan. Jika kurang,isi hingga garis FULL.

b. Periksa kualitas air pendingin. Apakah menimbulkan karat,tercampur olii atau kotoran? Ganti air pendingin jika perlu.

c. Periksa kembali isi radiator terutama kisi kisinya dan selang-selangnya.

d. Periksa klem selang. Bila longgar, kencangkan.

e. Periksa apakah ada kebocoran pada pompa air, inti radiator(core) atau longgarnya penguras air.

f. Periksa cara kerja tutup radiator. Dengan menggunakan alat testtutup radiator, periksa tegangan pegas dan kedudukan katupvakum dari tutup radiator. Tutup harus diganti, jika tutup membuka pada tekanan di bawah angka spesifikasi atau jika tutup rusakrusak.

2. Tali kipasa. Periksa tali kipas belt dari keausan, retak, dan ketegangan. Ganti bila perlub. Pastikan tali kipas terpasang baik pada puiic. Periksa kelenturan tali kipas dengan memberikan tekanan sebesar98N (10 kg) di tengahtengah antara kedua puli. Stel bila perluPenyetelan :- Bila perlu kendorkan baut dudukan alternator dan bautnya- Gerakan alternator kedalam dan keluar untuk menyetel- Setelah itu kencangkan baut

3. Saringan udaraa. Buka elemen saringan udaraCatatan:Usahakan agar tidak ada kotoran atau benda lain masuk ke dalam karburatorb. Untuk membersihkan etemen, hembuskan udara bertekanandari sebelah dalam.c. Jika elemen koyak atau terlalu kotor, ganti dengan yangbaru

4. Baterea. Periksa batere dari kemungkinan penyangga batere berat, hubungan terminal longgar, terminal berkarat atau rusak, batere rusak, atau bocor.b. Periksa batas air aki harus antara batas atas dan batas bawah(maks. dan min. level).c. Jika di bawah min, tambahkan air aki sampai batas min,jangan lebih.d. Periksa berat jenis elektrolit dengan hidrometer. Berat jenis1,25 - 1,27 pada 20C.c. Periksa banyaknya elektrolit pada setiap sel, Jika tidak beradapada ketinggian yang semestinya isilah dengan air suling.

5. Oli mesina. Tinggi oli harus berada pada antara L, dan jika lebih rendah, periksa kemungkinan ada kebocoran lalu tambah oli. hingga tanda F. Gunakan oli API service SE.b. Periksa oli kemungkinan sudah kotor, kemasukan air atauberubah wama.

6. Mengganti saringan olia. Buka saringan oli.b. Untuk memasang saringan oli, beri beberapa tetes oli mesin padapada gasternya. Setelah itu kencangkan dengan tanganc. Setelah mesin dihidupkan, periksa oli dari kemungkinanterdapat kebocoran dan periksa kembali tinggi oli.

7. Busia. Periksa elektroda tengah setiap busi dari pengikisan,atau porselinnya retak. Ganti bila perlu.b. Bersihkan busi dengan amplas atau sikat kawat halusdipakai lagic. Stel celah busi dengan membengkokkan elektroda massanyaCatatan :Gunakan feeler gauge kawat umuk mendapatkan keakuratanpengukuranPerhatian :- Jangan menarik kabel busi waktu membukanya.- Waktu memasang busi baru atau lama oleskan compoundanti aus afau sejenisnya pada drat busi.

8. Memeriksa kabel tegangan tinggia. Lepaskan kabel. Pada waktu melepas kabel busi, tariklahdengan memegang bagian ujung kabelnya, jangan memegangpada bagian tengah kabel.b. Periksa tahanan kabel. Tahanan kabel kurang dari 25 kiOHM perkabel

9. Distributora. Periksa tutup distributor dan rotor dari kemungkinan:- Retak, berkarat, terbakar atau lubang kabel kotor.- Terminal elektroda terbakar.- Pegas bagian tengah lemah.

b. Periksa dan stel celah platina atau celah udara.- Jika platina terbakar atau berlubang lubang, platinaharus diganti.- Stel celah platina dengan pegas penahan. Celah blok 0,45 mm.- Stel celah udara antara rotor proyeksi koil, Celah udara0,2 - 074 mm.

c. Periksa sudut dwell dengan tester. Sudut dwell 52** 1 6`

d. Periksa saat pengapian.- Setel putaran mesin pada putaran idle. Oktan selektorharus distel pada posisi standar. Saat pengapian pada maksimum 950 RPM 8** sebelum TMA.

d. Periksa saat pengapian.- Stel putaran mesin pada putaran idle. Oktan selektorharus distel pada posisi standar. Saat pengapian pada maksimum 950 RPM 8** sebelum TMA.- Cocokkan tanda-tanda waktu dengan memutar body distributor. Saat pengapian 8 sebelum TMA.Perhatian:

Jangan distel dengan oktan selektore. Periksa cara kerja governor.- Rotor harus kembali dengan cepat setelah diputar searah jarum jam dan dilepas. Rotor tidak boleh terlalu longgar.- Hidupkan mesin dan lepaskan selang dari distributor. Tanda waktu berubah sesuai dengan putaran mesin.

10. Penyetelan celah katupa. Panaskan mesin kemudian matikan.b. Stel silinder No. 1 Pada TMA atau titik mati ams (kompresi).c. Kencangkan kembali baut-baut kepala silinder dan penunjang batang penumbuk katup (rocker arm).d. Stal celah katup. Celah katup diukur di antara batang katupdan lengan rocker. Yang distel hanya katup yang ditunju oleh panah saja.Celah katup:Hisap : 0,20mmBuaug : 0,30 mme. Putarlah poros engkol (cranshat) 3.600.f. Stel katup-katup lain yang ditunjukkan oleh panah.11. Penyetelan putaran rendah (idle) pada karburatorCara 1:

a. Lepaskan sumbat pada saluran isap dan pasang vacuum gauge.b. Sambungkan tachometer pada koil pengapian.c. Hidupkan mesin sampai suhu kerja normal.d. Saat mesin stasioner, putar skrup setelah angin ke dalamdan keluar sampai diperolch putaran terbaik dengan tingkatkevakuman minimum 430 mm Hg.e. Putarlah sekrup setelah stasioner untuk menyetelnya.f. Lepaskan vacuum gauge dan pasang sumbat kembali.Cara 2:

a. Hidupkan mesin.

b. Stel hingga putaran maksimum dengan memutar sekruppenyetel putaran idle.

c. Stel putaran campuran idle dengan memutar sekrup penyetel putaran idle. Putaran campuran idle kurang lebih 800 rpm

d. Teruskan penyetelan (b) dan (c) sampai dapat putaran maksimum yang paling optimal, tidak bergantung banyaknya memutar sekrup penyetel putaran idle. Putaran idle750 kurang lebih 50 rpm.

Untuk penyetelan bagian karburator lainnya, lihat pembahasan khusus karburator.

12. Pemeriksaan tekanan kompresia. Pastikan oli mesin cukup dan aki punya setrum penuh.b. Panaskan mesiu sampai suhu kerja normal. Matikan mesin.c. Lepaskan semua besi.d. Pasang alat ukur kompresi pada lubang busi silinder no.1.e. Injak pedal gas sampai habis.f. Start mesin hingga tekanan kompresi hingga nilai tertinggi.g. Lakukan tes yang sama pada silinder lainnya.Tekanan kompresi,standar : 11 kg/cm2limit : 9,0 kg/cm2

Bila rendah atau tidak rata, lakukan tes ulang setelah menuangkan oli ke silinder yang nilai kompresinya paling rendah- Bila tekanan kompresi naik, berarti ring pinion atau silinder aus.- Bila tekanan tidak naik, tandanya permukaan klep pada kepala silinder tidak rapat.

- Bila dua silinder yang berdekatan tekanannya tidak naik, kemungkinan penyebabnya adalah gasket kepala silinder diantara kedua silinder itu bocorTUNE UPMOBILTenaga mesin pada motor bakar bensin dihasilkan dari pembakaran campuran udara dan bensin, untuk memperoleh campuran udara dan bensin sesuai dengan kondisi kerja dari suatu mesin, digunakan karburator.Dengan demikian karburator merupakan bagian yang penting, untuk memperoleh hasil kerja mesin yang maksimum danefisien. Rangkaian Tune Up Mesin Kijang, pekerjaan pemeriksaan, penyetelan, pembersihan pada karburator harus dilaksanakan.

Katup Trotel

Trotle harus bergerak bebas tidak terganjal-ganjal dan membuka full. Pada saat pedal gas bebas, trotel harus menutup full, atau sebesar RPM ideal, (sekrup penyetel) dan akan terbuka full apabila pedal gas diinjak penuh. Apabila ternyata trotel tidak bekerja seperti petunjuk maka dapat mengadakan penyetelan pada dua tempat.

Pertama adakanlah penyetelan pada bagian bawah dari pedal gas, sehingga trotel tampak terbuka penuh. Kedua, didekat karburator ada penyetel yang menyatu dengan kabel gas. Kabel gas tidak boleh terlalu tegang dan kaku karena hal itu akan meyebabkan pada saat deakselerasi (peal gas dibebaskan) RPM mesin terlambat ke posisi stasioner, dan bahan bakar bisa lebih boros.

Periksa Pompa Akselerasi.

Pada saat kendaraan hendak ditambah kecepatan, pedal gas ditekan, mesin mobil membutuhkan bahan bakar lebih banyak. Pompa akselerasi mempunyai tugas itu. Dari lubang atas karburator tampak semburan bensin. Apabila hasil semburan tidak lancar atau bahkan tidak ada dapat disebabkan oleh dua hal. Mungkin karburator sudah sangat aus, sehingga pompa tidak dapat bekerja dengan baik, atau kulit pompanya sudah rusak. Didalam pompa akselerasi juga terdapat klep dari sebuah boll bearing. Waktu pompa diangkat, bensin akan masuk ke ruang pompa dan klep akan menutup begitu ditekan, sehingga bensin tersemprot dari saluran ke ruang inlet dari karburator. Sering kali karburator yang terbuat dari bahan aluminium itu mengalami korosi sehingga merusakan sifat dari klep pompa akselerasi, atau berkaratnya boll bearing.

Penyetelan Putaran Idle.Penyetelan putaran idle sangat penting mengingat menyetel ini juga mempengaruhi campuran idle bensin dan udara yang bermanfaat mempertahankan tingkat kerja yang maksimum dari mesin. Sebelum mengadakan penyetelan idle pada mesin 5K Kijang, hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: saringan udara sudah dibersihkan dan terpasang kembali pada tempatnya, suhu kerja mesin 85-90 derajat celcius dan semua perlengkapan tambahan dimatikan. Transmisi pada posisi netral (N) dan waktu pengapian telah tepat (5 derajat) serta tacho-meter dan CO meter sudah terpasang. Putarlah penyetel RPM (1) sampai tacho meter menunjukkan 800, kemudian putarlah sekrup penyetel idle (2) sampai meter menunjukkan putaran mesin maksimum. Setelah itu kembali sekrup penyetel RPM diputar sampai RPM mencapai 800.

Penyetelan idle mesin dengan CO meter.

Konse