TUGAS MAKALAH AGAMA

download TUGAS MAKALAH AGAMA

of 22

  • date post

    25-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    330
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of TUGAS MAKALAH AGAMA

KATA PENGANTARPuji syukur kami sampaikan kepada Allah Swt, karena atas nikmat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini. Selain itu, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Makmur, selaku dosen Agama yang telah membimbing kami dalam penyusunan sistematika tugas makalah ini. Kendala yang kami alami pada penulisan tugas makalah ini adalah mencari sumber atau literatur yang sesuai dengan pokok bahasan yang diminta oleh dosen. Selain itu, kurangnya kerjasama antaranggota kelompok juga menjadi hambatan dalam penyelesaian tugas makalah ini. Manfaat dari tugas makalah ini adalah melatih kami membuat makalah dengan sistematika yang benar serta memberikan informasi kepada pembaca tentang kepemimpinan dalam Islam. Mungkin tugas makalah ini yang kami buat ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran agar penyusunan tugas makalah ini menjadi lebih baik. Akhir kata, kami berharap semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Terima kasih.

Jakarta, September 2010

Penulis

1

DAFTAR ISI

Kata Pengantar................................ ................................ ................................ .............. Daftar Isi................................ ................................ ................................ ....................... Bab I Pendahuluan ................................ ................................ ................................ ........ 1.1 Latar Belakang Masalah ................................ ................................ .......................... 1.2 Tujuan................................ ................................ ................................ ..................... 1.3 Manfaat................................ ................................ ................................ ................... 1.4 Metode Penulisan ................................ ................................ ................................ .... 1.5 Sistematika Penulisan................................ ................................ .............................. Bab II Permasalahan ................................ ................................ ................................ ..... Bab III Pembahasan ................................ ................................ ................................ ...... Bab IV Penutup ................................ ................................ ................................ ............ 4.1 Kesimpulan ................................ ................................ ................................ ............. 4.2 Saran ................................ ................................ ................................ ....................... Daftar Pustaka ................................ ................................ ................................ ..............

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah Sebaik-baiknya kamu adalah mereka yang kamu cintai dan mereka pun mencintai kamu; kamu menghormati mereka dan mereka menghormati kamu. Sejelek-jeleknya pemimpin kamu adalah mereka yang kamu benci dan mereka pun benci kepadamu; kamu melaknat mereka dan mereka juga melaknatkamu (Al-Hadits).

Dalam Islam prinsip kepemimpinan dirumuskan dalam prinsip khalifah. Dalam prinsip khalifah, manusia diturunkan ke bumi untuk memimpin sekaligus pemelihara alam semesta. Walau menjadi pemimpin namun tidak diperkenankan untuk berbuat seenaknya terhadap alam dan seisinya.

Dari prinsip tersebut, Islam memberi saran agar memilih pemimpin yang membimbing kehidupannya. Imam Mawardi memberikan sejumlah kriteria pemimpin yang baik, yakni memiliki ilmu, sehat panca indra, serta dapat menangkap masalah masyarakat dengan benar dan cepat. Konsep kepemimpinan dalam Islam sebenarnya memiliki dasar-dasar yang sangat kuat dan kokoh. Ia dibangun tidak saja oleh nilai-nilai transendental, namun telah dipraktekkan sejak berabad-abad yang lalu oleh nabi Muhammad

SAW, para Shahabat dan Al-Khulafa' Al-Rosyidin. Pijakan kuat yang bersumber dari Al-qur'an dan Assunnah serta dengan bukti empiriknya telah menempatkan konsep kepemimpinan Islam sebagai salah satu model kepemimpinan yang diakui dan dikagumi oleh dunia internasional. Namun dalam perkembangannya, aplikasi kepemimpinan Islam saat ini terlihat semakin jauh dari harapan masyarakat. Para tokohnya terlihat dengan mudah kehilangan kendali atas terjadinya siklus konflik yang terus terjadi. Harapan masyarakat (baca: umat) akan munculnya seorang tokoh muslim yang mampu dan bisa diterima oleh semua lapisan dalam mewujudkan Negara yang terhormat, kuat dan sejahtera nampaknya masih harus melalui jalan yang panjang. 1.2 Tujuan Mengetahui lebih dalam tentang kepemimpinan dalam Islam.

y

1.3 Manfaata) Untuk penulis : 1. Dapat melatih diri dalam menulis makalah 2. Dapat melatih kebersamaan dalam kelompok 3. Menambah wawasan. b) Untuk pembaca : 1. Menambah wawasan 2. Dapat menjadi sebagai referensi.

1.4 Metode Penulisan Metode pada penulisan tugas makalah ini adlah dengan menggunakan kepustakaan, yakni dengan menbaca sumber-sumber bacaan yang relevan dengan materi yang akan dibahas serta melalui sumber lain yaitu melalui Internet. 1.5 Sistematika Penulisan : a. Halaman muka. b. Kata pengantar. c. Daftar isi. d. Bab I Pendahuluan : Latar belakang masalah. Tujuan. Manfaat. Metode penulisan. Sistematika Penulisan, e. Bab II Permasalahan. f. Bab III Pembahasan.

g. Bab IV Penutup : Kesimpulan. Saran.

BAB II PERMASALAHAN

1. Apa pengertian kepemimpinan dalam Islam? Kepemimpinan dalam Islam adalah suatu peranan dan juga merupakan suatu proses untuk mempengaruhi orang lain dengan berlandaskan pada nilai dan prinsip Islami.

2. Bagaimana eksistensi kepemimpinan dalam Islam? Eksistensi kepemimpinan dalam Islam sangat penting, karena pada setiap roda kehidupan, tak terkecuali dalam beragama dan beribadah sekalipun, jelas memerlukan pemimpin agar tercapai tujuan yang telah disepakati bersama.

3. Bagaimana tanggungjawab sebagai pemimpin dalam Islam? Pemimpin dalam level apapun akan dimintai pertanggungjawabannya dihadapan Allah atas semua perbuatannya. Tanggungjawab pemimpin berkaitan erat dengan kewajiban yang dibebankan padanya. Semakin tinggi kedudukannya di masyarakat maka semakin tinggi pula tanggungjawabnya. Seorang pemimpin bertanggungjawab atas prilaku dirinya, keluarganya, saudara-saudaranya dan masyarakatnya.

BAB III PEMBAHASAN

A. Definisi Kepemimpinan Kepemimpinan adalah suatu peranan dan juga merupakan suatu proses untuk mempengaruhi orang lain. Pemimpin adalah anggota dari suatu perkumpulan yang diberi kedudukan tertentu dan diharapkan dapat bertindak sesuai dengan kedudukannya. Seorang pemimpin adalah juga seorang dalam suatu perkumpulan yang diharapkan menggunakan pengaruhnya dalam mewujudkan dan mencapai tujuan kelompok. Pemimpin yang jujur ialah seorang yang memimpin dan bukan seorang yang menggunakan kedudukannya untuk memimpin. Dalam bahasa arab, kepemimpinan disebut juga imamah, sedangkan istilah pemimpin dalam Islam disebut imam, amir atau sultan. Secara terminology, kepemimpinan ialah kegiatan untuk menyelami, menghubungi, mempengeruhi dan meyakinkan serta mengajak orang lain untuk berpartisipasi dalam mencapai tujuan tertentu yang menurut pertimbangan mereka adalah perlu dan bermanfaat. Pemimpin berbeda dengan kepala dari suatu instansi atau organisasi. Meskipun samasama menghadapi dan mengepalai kelompok tertentu, dibebani tugas dan harus bertanggungjawab, tetapi pemimpin dan kepala memiliki perbedaan yang amat jelas. Perbedaannya yakni seorang kepala diangkat dari kekuasaan instansi tertentu, kekuasaannya berasal dari peraturn dan bertindak sebagai penguasa. Sedangkan pemimpin dipilih oleh anak buahnya, peraturannya bersandar pada anak buahnya, ia berperan sebagai penggagas, organisator, coordinator dan dapat diterima baik oleh anak buahnya.

B. Ciri-ciri Pemimpin dalam Islam 1. Niat yang Lurus Hendaklah saat menerima suatu tanggung jawab, dilandasi dengan niat sesuai dengan apa yang telah Allah perintahkan.Lalu iringi hal itu dengan mengharapkan keridhaan -Nya saja.Kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dankemuliaan. 2. Laki-laki Wanita sebaiknya tidak memegang tampuk kepemimpinan.Rasulullah Shalallahualaihi wa sallam bersabda,Tidak akan beruntung kaum yang dipimpim oleh seorang wanita ( Riwayat Bukhari dan Abu Bukarah Radiyallahuanhu )

3. Tidak Meminta Jabatan Rasullullah bersabda kepada Abdurrahman bin Samurah Radhiyallahuanhu,Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin.Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

4. Berpegang pada Hukum Allah. Ini salah satu kewajiban utama seorang pemimpin.Allah berfirman,Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. (al-Maaidah:49). Jika ia meninggalkan hukum Allah, maka seharusnya dicopot dari jabatannya.

5. Memutuskan Perkara Dengan Adil Rasulullah bersabda,Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya. (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Kabir).

6. Tidak Menutup Diri Saat Diperlukan Rakyat. Hendaklah selalu membuka pintu untuk setiap pengaduan dan permasalahan rakyat.Rasulullah bersabda,Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintupintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya. (Riwayat Im