Tugas Eksplorasi Timbal

download Tugas Eksplorasi Timbal

of 27

  • date post

    22-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    194
  • download

    17

Embed Size (px)

Transcript of Tugas Eksplorasi Timbal

BAB IPENDAHULUAN1.1 Definisi dan Karakteristik TimbalTimbal atau yang kita kenal sehari-hari dengan timah hitam dan dalam bahasa ilmiahnya dikenal dengan kata Plumbum dan logam ini disimpulkan dengan timbal (Pb). Dalam bahasa Anglo-saxon disebut dengan lead. Unsur ini telah lama diketahui dan disebutkan di kitab Exodus. Para alkemi mempercayai bahwa timbal merupakan unsur tertua dan diasosiasikan dengan planet Saturn. Timbal didapatkan dari galena (PbS) dengan proses pemanggangan Anglesite, cerussite, dan timbal alami, walau ada jarang ditemukan di bumi. Logam ini termasuk kedalam kelompok logam-logam golongan IVA pada tabel periodik unsur kimia. Mempunyai nomor atom (NA) 82 dengan bobot atau berat (BA) 207,2. Timbal merupakan suatu logam berat berwarna kelabu kebiruan dan lunak dengan titik leleh 327C dan titik didih 1.620C pada suhu 550-600C. Timbal (Pb) menguap dan membentuk oksigen dalam udara membentuk timbal oksida. Bentuk oksidasi yang paling umum adalah timbal (II). Walaupun bersifat lunak dan lentur, timbal (Pb) sangat rapuh dan mengkerut pada pendinginan, sulit larut dalam air dingin, air panas dan air asam. Timbal (Pb) dapat larut dalam asam nitrit, asam asetat dan asam sulfat pekat. Timbal (Pb) banyak digunakan untuk berbagai keperluan karena sifatnya sebagai berikut : 1. Timbal mempunyai titik cair rendah sehingga jika digunakan dalam bentuk cair dibutuhkan teknik yang cukup sederhana dan tidak mahal. 2. Timbal merupakan logam yang lunak sehingga mudah diubah menjadi berbagai bentuk. 3. Sifat kimia timbal (Pb) menyebabkan logam ini dapat berfungsi sebagai lapisan pelindung jika kontak dengan udara lembab. 4. Timbal dapat membentuk alloy dengan logam lainnya, dan alloy yang terbentuk mempunyai sifat berbeda dengan timbal (Pb) yang murni. 5. Densitas timbal (Pb) lebih tinggi dibandingkan dengan logam lainnya kecuali emas dan merkuri. Unsur Timbal mudah melarut dalam asam nitrat yang sedang kepekatannya (8 M), dan terbentuk juga nitrogen oksida :3Pb + 8HNO3 (pekat) > 3Pb(NO3)2(aq) + 2NO(g) + 4H2O(l)Gas nitrogen(II) oksida yang tak berwarna itu, bila bercampur dengan udara, akan teroksidasi menjadi nitrogen dioksida yang merah:2NO(g) (tidak berwarna) + O2(g) > 2NO2(g) (merah)Dengan asam nitrat pekat terbentuk lapisan pelindung berupa timbal nitrat pada permukaan logam, yang mencegah pelarutan lebih lanjut. Asam klorida encer atau asam sulfat encer mempunyai pengaruh yang hanya sedikit, karena terbentuknya timbal klorida atau timbal sulfat yang tak larut pada permukaan logam itu.Endapan timbal sulfida terurai bila ditambahkan asam nitrat pekat, dan unsur belerang yang berbutir halus dan berwarna putih akan mengendap :3PbS (s) + 8HNO3(pekat) -> 3Pb(NO3)2(aq) + 3S(s) + 2NO(g) + 4H2O(l)Timbal adalah sebuah elemen beracun, secara prinsip terdispersi di alam dan lingkungan pertanian melalui aktivitas manusia seperti pembuangan kotoran dan asap kendaraan bermotor serta melalui emisi atmosfir dari aktivitas industri dan pemukiman kota seperti limbah baterai. Walaupun unsur Timbal tidak essensial untuk pertumbuhan tanaman, namun dapat diambil oleh kebanyakkan spesies tanaman dalam jumlah yang relatif sedikit.

1.2 Penggunaan Timbal (Pb) Menurut Fardiaz (1992) Penggunaan timbal (Pb) terbesar adalah dalam produksi baterei penyimpan untuk mobil, dimana digunakan timbal (Pb) metalik dan komponen-komponennya. Penggunaan lainnya dari timbal (Pb) adalah untuk produk-produk logam seperti amunisi, pelapis kabel, pipa, dan solder. Beberapa produk logam dibuat dari timbal (Pb) murni yang diubah menjadi berbagai bentuk, dan sebahagian besar terbuat dari alloy timbal (Pb). Solder mengandung 5095% timbal (Pb), sedangkan sisanya adalah timah. Logam pencetak yang digunakan dalam percetakan terdiri dari timbal (Pb), timah dan antimony, dimana komposisinya pada umumnya terdiri dari 85% timbal (Pb), 12% antimony, dan 3% timah. Peluru timbal (Pb) mengandung 0,10,2 % arsenik untuk menambah kekerasannya. Penggunaan timbal (Pb) yang bukan alloy terutama terbatas pada produk-produk yang harus tahan karat. Sebagai contoh pipa timbal (Pb) digunakan untuk pipa-pipa yang akan mengalirkan bahan-bahan kimia yang korosif, lapisan timbal (Pb) digunakan untuk melapisi tempat-tempat cucian yang sering mengalami kontak dengan bahan-bahan korosif, dan timbal (Pb) juga digunakan sebagai pelapis kabel listrik yang akan digunakan di dalam tanah atau di bawah permukaan air.Komponen timbal (Pb) juga digunakan sebagai pewarna cat karena kelarutannya di dalam air rendah, dapat berfungsi sebagai pelindung, dan terdapat dalam berbagai warna. Timbal putih dengan rumus Pb(OH)2.2PbCO3 adalah yang paling banyak digunakan. Timbal merah atau Pb3O4 merupakan bubuk berwarna merah cerah yang digunakan sebagai pewarna cat yang tahan karat. Cat berwarna kuning dapat dibuat dengan menambahkan kuning khrom atau PbCrO4. Timbal (Pb) juga digunakan sebagai campuran dalam pembuatan pelapis keramik yang disebut Glaze. Glaze adalah lapisan tipis gelas yang menyerap ke dalam permukaan tanah liat yang digunakan untuk membuat keramik. Komponen utama dari keramik adalah silika yang bergabung dengan okside lainnya membentuk silikat kompleks atau gelas. Komponen timbal (Pb) yaitu PbO ditambahkan ke dalam glaze untuk membentuk sifat mengkilap yang tidak dapat dibentuk dengan okside lainnya.

Gambar 1.1 Unsur Timbal

BAB IIPENYELIDIKAN UMUM2. 1 Studi Pustakaa. Keadaan Geologi RegionalDaerah Pasaman secara geologi didasari oleh batuan metasedimen Permo-Karbon Formasi Kuantan yang disusun oleh batusabak, kuarsit, arenit, metakuarsit, metawake, batugamping, filit dan sedikit batuan metagunungapi intermediate-basa yang diintrusi oleh Batolit Granitoid Mesozoik. Batuan tersebut dikelompokan menjadi beberapa group batuan sedimen dan meta sedimen, batuan gunungapi dan batuan intrusi serta dapat di uraikan sebagai berikut dengan urutan tua ke muda. 1) Batuan Sedimen Metasedimen Tapanuli Group berumur Permo Karbon terdiri dari : Formasi Kuantan (Puku) : metasedimen. Peusangan Group berumur Permo Trias terdiri dari : Formasi Silungkang (Pps) : batugamping, metagunungapi, metatufa, batupasir gunungapi klastika.Formasi Cubadak (Mtc) : batulumpur, batulanau, batupasir gunungapi klastika.Formasi Telukkido (Mlt) : argilit dan arenit felspatik piritik; batubara tipis dan sisa tumbuhan. Woyla Group berumur Jura Dan Kapur terdiri dari : Kelompok Woyla (Muw) : tak terbedakan, metagunungapi, metatufa, metabatugamping, metawake, batuhijau, filit, batusabak.Melange kelompok woyla (Muwn) : batuhijau, metawake, metatufa, metagunungapi, dipisahkan oleh serpentin; beberapa rijangan beranekawarna; Formasi Sikubu (Musk) : wake metagunungapi klastika, batuan gunungapi andesit dan peperit.Formasi Belok Gadang (Mubg) : selangseling tipis arenit dan argilit berubah menjadi argilit kersik merah, rijang radiolarian merah dan lava spilit.Formasi Muarasoma (Mums) : argilit, metabatugamping, arenit, seperti pasir arenit, batusabak, metagunungapi, metatufa, metakonglomerat dan mungkin metawake. Kampar Group berumur Tersier terdiri : Formasi Pematang (Tlpe) : batulempung, serpih berkarbon, batupasir dan konglomerat.Formasi Telisa (Tmt) : bataulanau berkarbon sampai gampingan, batupasir lanauan dan serpih, konglomerat, sedikit gampingan dan serpih glukonit; Formasi Sihapas (Tms) : batupasir kuarsa, serpih berkarbon batulanau, konglomerat. 2) Batuan Intrusi Berumur Permo-Trias, Jura Dan Kapur, Tersier (Oligosen Eosen Miosen Pliosen) terdiri dari batuan : granodiorit, granit, diorit. 3) Batuan Gunungapi (Tersier) Terdiri dari batuan gunungapi tak terpisahkan, terutama lapisan batuan gunungapi, tidak menunjukan bekas pusat gunungapi.

b. Keadaan TektonikSecara tektonik Pulau Sumatera terbentuk sebagai akibat adanya interaksi subduksi antara Lempeng Samudera Hindia atau Indian-Australia Oceanic Crust dengan Lempeng Benua Asia Asia Continental Crust.Secara umum daerah penyelidikan dan sekitarnya termasuk dalam Zona Busur Muka dan Busur Magmatik dari Tatanan Tektonik Sumatera.

Gambar 2.1 Proses Subduksi Antar Lempeng

c. Batasan Luas Daerah KerjaSecara administratif, wilayah kegiatan eksplorasi terletak di Kabupaten Pasaman dan secara geografis wilayah ini terletak pada : 100 05 dan 100 10 Bujur Timur dan 0 15 dan 0 21 Lintang Utara dengan luas wilayah sekitar 104 km persegi.Kegiatan eksplorasi ini dimaksudkan untuk mencari data primer maupun data sekunder tentang potensi sumber daya mineral yang terdapat di daerah ini untuk melengkapi bank data yang telah dimiliki oleh Pusat Sumber Daya Geologi.Tujuannya adalah untuk pembuatan Bank Data Sumber Daya Mineral Nasional dengan data terbaru dan akurat. Data tersebut dapat membantu untuk memudahkan pemerintah daerah setempat dalam rangka pengembangan wilayah guna menggali pendapatan asli daerah di bidang pertambangan.Daerah Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang mempunyai sebaran endapan timbal (Pb) yang cukup potensial, baik yang telah diketahui potensinya maupun yang masih indikasi. Untuk mengetahui lebih jauh potensi dan indikasi tersebut sejak tahun 2005, Pusat Sumber Daya Geologi telah melakukan kegiatan inventarisasi endapan mineral logam, khususnya timbal di Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat.

2.2 Mengambil Conto BatuanPemerconto dilakukan pada urat yang diperkirakan mengandung Timbal, batuan samping, tailling hasil pengolahan timbal, kaolin dan sedimen sungai aktif dengan jumlah 23 conto serta lokasi pemerconto diukur koordinatnya dengan menggunakan GPS. Dalam kegiatan ini peta kerja mempergunakan peta dasar sekala 1 : 40.000 seri 1043 AMS Hind, lembar no. 82 untuk daerah Kinandam, lembar no. 77 untuk daerah Balimbing. Disebabkan peta AMS Hind yang diperoleh tidak jelas koordinatnya, maka lokasi conto hanya dapat digambarkan seperti gambar 2.2

Gambar 2.2 Lokasi Kegiatan Pengambilan Conto

BAB IIIPENYELIDIKAN PENDAHULUAN3. 1 Geologi Daerah Bali