Timbal Balik Fenol-Air_V A

download Timbal Balik Fenol-Air_V A

of 38

  • date post

    25-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    63
  • download

    6

Embed Size (px)

description

laporan ini laporan awal kelompok saya mungkin masih banyak diperbaiki mohon saran dan kritiknya.terimakasih

Transcript of Timbal Balik Fenol-Air_V A

  • LABORATORIUM

    KIMIA FISIKA

    Percobaan : TIMBAL BALIK FENOL-AIR Kelompok : V A

    Nama : 1. Eriska Wahyu Kusuma NRP. 2313 030 099 2. Faiz Riskullah NRP. 2313 030 027 3. Irine Ayundia NRP. 2313 030 057 4. Mulya Nugraha NRP. 2313 030 001 5. Nurul Qiftiyah NRP. 2313 030 067

    Tanggal Percobaan : 23 September 2013

    Tanggal Penyerahan : 30 September 2013

    Dosen Pembimbing : Nurlaili Humaidah, S.T.,M.T.

    Asisten Laboratorium : Dhaniar Rulandri W.

    PROGRAM STUDI D3 TEKNIK KIMIA

    FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

    INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

    SURABAYA

    2013

  • i

    ABSTRAK

    Tujuan dari percobaan timbal balik fenol-air adalah untuk menentukan temperature kritis dari kelarutan fenol dan air dengan variabel berat fenol 2,5gram dan 3gram.

    Prosedur yang digunakan dalam percobaan ini adalah dengan menimbang padatan fenol

    dengan variabel 2,5gram dan memasukkan 2,5gram padatan fenol kedalam tabung reaksi.

    Selanjutnya menambahkan aquadest sebanyak 1ml menggunakan pipet tetes kedalam tabung reaksi

    yang berisi padatan fenol dan mengaduk padatan fenol hingga larut dalam air. Setelah itu

    memanaskan gelas beaker yang berisi aquadest yang didalamnya terdapat tabung reaksi fenol-air

    hingga larutan fenol-air menjadi jernih dan mendinginkan tabung reaksi fenol-air sampai larutan

    fenol-air keruh kembali, serta mencatat temperature ketika larutan fenol-air jernih dan keruh.

    Menambahkan kembali aquadest sebanyak 1ml dan mencatat temperature saat larutan fenol-air

    menjadi jernih dan keruh. Begitu seterusnya hingga volume aquadest 10ml. Mengulangi prosedur

    kerja dengan menggunakan variabel berat fenol 3gram. Selanjutnya, menimbang padatan fenol

    dengan variabel 2,5gram dan memasukkan 2,5gram padatan fenol kedalam tabung reaksi. Kemudian

    menambahkan aquadest sebanyak 1ml menggunakan pipet tetes ke dalam tabung reaksi yang berisi

    padatan fenol dan mengaduk padatan fenol hingga larut dalam air. Menghitung persentase berat

    fenol dalam larutan fenol-air dengan cara membagi massa fenol sebesar 2,5gram dengan jumlah

    massa fenol 2,5gram dan 1gram air. Lalu menambahkan kembali aquadest 1ml dan menghitung

    persentase berat fenol dengan cara yang sama hingga volume aquadest 10ml. Menghitung persentase

    berat fenol dengan variabel fenol 3gram.

    Dari percobaan ini, terjadi perubahan jumlah dimana pada fase awal jumlah fenol lebih

    dominan dibandingkan air diikuti dengan kenaikan suhu dan kemudian jumlah air lebih dominan

    dibandingkan dengan jumlah fenol diikuti dengan penurunan suhu pada. Dari hasil percobaan pada

    variabel berat fenol 2,5gram yaitu percobaan 1 memiliki suhu rata-rata 37,5oC, percobaan 2 memiliki

    suhu rata-rata 41,5oC, percobaan 3 memiliki suhu rata-rata 42,5

    oC, percobaan 4 memiliki suhu rata-

    rata 64,5oC, percobaan 5 memiliki suhu rata-rata 63,5

    oC, percobaan 6 memiliki suhu rata-rata

    61,5oC, percobaan 7 memiliki suhu rata-rata 59,5

    oC, percobaan 8 memiliki suhu rata-rata 57

    oC,

    percobaan 9 memiliki suhu rata-rata 55oC, dan percobaan 10 memiliki suhu rata-rata 53

    oC. Pada

    variabel berat fenol 3gram yaitu percobaan 1 memiliki suhu rata-rata 44,5oC, percobaan 2 memiliki

    suhu rata-rata 56,5oC, percobaan 3 memiliki suhu rata-rata 57,5

    oC, percobaan 4 memiliki suhu rata-

    rata 58,5oC, percobaan 5 memiliki suhu rata-rata 56,5

    oC, percobaan 6 memiliki suhu rata-rata

    53,5oC, percobaan 7 memiliki suhu rata-rata 49

    oC, percobaan 8 memiliki suhu rata-rata 41

    oC,

    percobaan 9 memiliki suhu rata-rata 49oC, dan percobaan 10 memiliki suhu rata-rata 50

    oC, sehingga

    membentuk kurva menyerupai parabola. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa temperature akan

    semakin tinggi apabila semakin banyak volume air yang ditambahkan tetapi akan turun kembali

    ketika larutan telah mencapai titik kritis atau temperature kritis.

    Kata kunci : timbal balik fenol-air, fenol-air, kelarutan, temperature

  • ii

    DAFTAR ISI

    ABSTRAKS ............................................................................................................. i

    DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii

    DAFTAR GAMBAR ................................................................................................ iii

    DAFTAR TABEL .................................................................................................... iv

    DAFTAR GRAFIK ................................................................................................... v

    BAB I PENDAHULUAN

    I.1 Latar Belakang ............................................................................................ I-1

    I.2 Rumusan Masalah ....................................................................................... I-1

    I.3 Tujuan Percobaan ....................................................................................... I-2

    BAB II TINJAUAN PUSTAKA

    II.1 Dasar Teori ................................................................................................ II-1

    BAB III METODOLOGI PERCOBAAN

    III.1 Variabel Percobaan .................................................................................. III-1

    III.2 Bahan Yang Digunakan ........................................................................... III-1

    III.3 Alat Yang Digunakan ............................................................................... III-1

    III.4 Prosedur Percobaan .................................................................................. III-1

    III.5 Diagram Alir Percobaan ........................................................................... III-2

    III.6 GambarAlat Percobaan ............................................................................ III-4

    BAB IV HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

    IV.1 Hasil Percobaan ...................................................................................... IV-1

    IV.2 Pembahasan.............................................................................................. IV-2

    BAB V KESIMPULAN ........................................................................................... V-1

    DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ vi

    DAFTAR NOTASI ................................................................................................... vii

    APPENDIKS ............................................................................................................. viii

    LAMPIRAN

    - Laporan Sementara

    - Fotokopi Literatur

    - Lembar Revisi

  • iii

    DAFTAR GAMBAR

    Gambar II.1 Struktur Molekul Fenol ........................................................................ II-4

    Gambar II.2 Struktur Molekul Air ............................................................................ II-6

    Gambar II.3 Kurva Timbal-Balik Fenol Air ............................................................. II-14

    Gambar III.6 Gambar Alat Percobaan ....................................................................... III-4

  • iv

    DAFTAR TABEL

    Tabel II.1 Tetepan Fisik Air pada Temperature Tertentu ..................................... II-8

    Tabel II.2 Koefisien Daya Larut Gas dalam H2O ................................................. II-12

    Tabel II.3 Daya Larut dalam Air ........................................................................... II-13

    Tabel IV.1.1 Pengaruh Penambahan Volume Terhadap Perubahan Suhu dan

    Persen Berat ......................................................................................... IV-1

  • v

    DAFTAR GRAFIK

    Grafik IV.2.1 Grafik Timbal Balik Fenol-Air pada Variabel 2,5gram Fenol .................. IV-2

    Grafik IV.2.2 Grafik Timbal Balik Fenol-Air pada Variabel 3gram Fenol ..................... IV-3

    Grafik IV.2.3 Perbandingan Timbal Balik Fenol-Air pada Variabel

    2,5gram dan 3gram .................................................................................... IV-4

  • I-1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    I.1 Latar belakang

    Kelarutan atau solubilitas adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu, zat terlarut

    (solute) untuk dapat larut dalam suatu pelarut (solvent). Kelarutan timbal balik fenol-air

    adalah kelarutan dari larutan fenol dengan air yang bercampur sebagian bila

    temperaturenya dibawah temperature kritis. Temperature kritis adalah kenaikan

    temperature tertentu dimana akan diperoleh komposisi yang berada dalam kesetimbangan.

    Temperature kritis pada percobaan timbal balik fenol dapat diperoleh melalui suhu rata-

    rata maksimum pada saat keadaan jernih dan keruh. Pada saat larutan tersebut mencapai

    temperature kritis maka larutan tersebut mencapai titik kritis.

    Latar belakang atau alasan praktikum ini dilaksanakan adalah agar praktikan dapat

    mengetahui kelarutan dua jenis zat yang tidak saling campur ketika dicampurkan pada

    saat mencapai titik kritis maupun sebelum mencapai titik kritis. Selain itu percobaan

    timbal balik fenol-air juga dapat diterapkan untuk mencari titik kritis dari 2 larutan yang

    tidak saling bercampur.

    Aplikasi kelarutan dalam dunia industri adalah pada pembuatan reaktor kimia, pada

    proses pemisahan dengan cara pengkristalan integral, selain itu juga dapat digunakan

    untuk dasar atau ilmu da