Teori Asma

download Teori Asma

of 20

  • date post

    05-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    50
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Teori Asma

ASMA BRONKIAL DEFINISI Penyakit Asma berasal dari kata asthma yang diambil dari bahasa Yunani yang mengandung arti sulit bernapas. Asma Adalah suatu keadaan dimana saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan; penyempitan ini bersifat sementara. Menurut Pedoman Nasional Asma Anak (PNAA) 2004, asma adalah mengiberulang dan/atau batuk persisten (menetap) dengan karakteristik sebagai berikut: timbul secara episodik, cenderung pada malam/dini hari (nokturnal), musiman, setelah aktivitas fisik, ada riwayat asma atau atopi lain pada pasien dan/atau keluarganya.

ETIOLOGI Etiologi asma bronkial belum diketahui dengan jelas. Tiap serangan biasanya didahului dengan faktor pencetus. Faktor genetik o Hiperreaktivitas. o Atopi/Alergi bronkus. o Faktor yang memodifikasi penyakit genetik. o Jenis Kelamin. o Ras/Etnik.

Faktor pencetus digolongkan menjadi faktor pencetus dari luar tubuh dan dalam tubuh. Yang termasuk

faktor pencetus dari dalam tubuh yaitu infeksi saluran nafas, kecemasan, stres psikis, aktivitas, olahraga, maupun emosi berlebihan. Faktor pencetus dari luar tubuh yaitu debu (debu rumah), serbuk bunga, bulu binatang, zat makanan, minuman, obat tertentu, zat warna, bau-bauan, bahan kimi, polusi udara, serta perubahan cuaca atau suhu

Infeksi virus

Infesi virus merupakan faktor pencetus yang panting untuk timbulnya serangan asma. Hal ini disebabkan oleh kerusakan sel mukosa atau seeara tidak langsung sebagai akibat berbagai reaksi karena terlepasnya mediator kimia. Alergen makanan Pada anak yang agak besar serangan asma jarang sekali dicetuskan oleh alergen makanan. Alergen makanan sebagai faktor peneetus hanya penting pada masa bayi. Sensitivitas terhadap makanan seringkali menghilang dengan bertambahnya umur. Alergen hirup Tungau debu rumah yang terdapat dalam debu rumah merupakan alergen hidup yang terpenting. Penghindarannya agak sulit oleh karena perlu usaha yang terus menerus dan memerlukan ketekunan. Oleh karena seorang anak menghabiskan sebagian besar waktunya di kamar tidur, maka harus diusahakan agar kamar tidur dapat bebas dari debu rumah. Sekarang di Indonesia sudah dipasarkan obat yang dapat membunuh tungau debu rumah. Alergen lain yang penting juga adalah bulu binatang. Bilamana ada seorang anak menderita asma maka sebaiknya dianjurkan untuk tidak memelihara anjing atau kucing di dalam rumah.

Bahan iritan

Oleh karena dasar utama dari penyakit asma adalah reaksi hiperreaktivitas bronkus, maka semua bahan iritan baik yang bersifat spesidik (alergen) maupun yang bersifat tidak spesifik dapat meneetuskan serangan asma. Bahan iritan tersebut dapat berupa asal obat nyamuk, asap rokok, obat semprot rambut, minyak wangi, bau bahan-bahan kimia, air dingin/es, udara dingin dll. Di antara semua bahan yang bersifat iritan aspesifik tersebut yang paling berbahaya adalah asap rokok. Terdapat bukti yang jelas bahwa asap rokok dapat menurunkan fungsi paru. Jadi penghindaran terhadap asap rokok adalah sangat penting Olah raga Latihan olah raga yang terlalu berat dapat menimbulkan serangan asma pada sebagian besar penderita, sedangkan latihan jasmani sangat diperlukan oleh anak asma untuk menambah kepercayaannya pada diri sendiri dan juga untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya terhadap rangsangan yang dapat mencetuskan serangan asma. Latihan senam pernafasan misalnya, selain bermanfaat untuk meningkatkan kekuatan tubuh seeara umum, juga mempunyai tujuan khusus yakni memperkuat otot-otot pernafasan dan mengatur irama pernafasan sehingga pada akhirnya akan terjadi peningkatan fungsi paru. Pada dasarnya anak asma tidak dilarang untuk melakukan olah raga apapun, baik yang bersifat hobi maupun yang bersifat kompetitif. Semua kegiatan olah raga tersebut dapat dilakukan di luar serangan dan disesuaikan dengan kekuatan dan ketahanan masing-masing anak. Latihan olah raga hams dilakukan secara teratur, dan sedikit demi sedikit porsinya dapat ditingkatkan. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya asthma maka sebaiknya melakukan pemanasan dulu sebelum melakukan latihan fisik yang berat dan kalau perlu memakai obat sebelumnya. Latihan olah raga yang terbaik adalah berenang, karena olah raga ini dapat meningkatkan ketahanan safaf otonom dan juga dapat memperkuat otot-otot pernafasan Faktor emosi Gangguan emosi dapat mengakibatkan terjadinya bronkokonstriksi, hal ini diduga terjadi melalui aktivitas jalur parasimpatis. KLASIFIKASI Dalam GINA 2004, klasifikasi derajat penyakit asma menurut tingkat gejala, keterbatasan aliran udara, dan fungsi paru dikategorikan ke dalam empat kategori Yaitu

Dengan mengacu pada GINA 2004, Pedoman Nasional Asma Anak Indonesia tahun 2004 membagi klasifikasiderajat penyakit asma menjadi Asma episodik jarang (Asma dengan serangan jarang) Umumnya serangan dicetuskan oleh infeksi virus pada saluran nafas bagian atas dengan gejala pilek, demam ringan dan sakit tenggorokan. Gejala yang timbul lebih menonjol pada malam hari. Mengi dapat berlangsung selama 3 - 4 hari tetapi batuk-batuknya dapat

sampai 10 - 14 hari. ()bat yang di berikan : beta 2 agonis atau ephedrine per oral atau kalau perlu dapat dikombinasi dengan teofilin oral. Pada serangan yang agak berat dapat ditambahkan kortikosteroid per oral untuk jangka pendek. Bentuk serangan asma pada anak sebagian besar (70 - 74%) adalah bentuk yang tingan ini. Setelah serangan dapat diatasi, sebaiknya pengobatan tetap diteruskan selama 10 - 14 hari setelah bebas serangan untuk menekan hiperreaktivitas bronkus yang mungkin Malt terjadi. Asma episodik sering (Asma dengan serangan sering) Serangan biasanya didahului oleh infeksi virus akut pada saluran nafas bagian atas. Pada anak di atas usia 5 tahun dapat terjadi serangan dengan penyebab yang lain; biasanya orang tua menghubungkannya dengan perubahan cuaca, alergen/iritan, perubahan cuaca, kegiatan jasmani yang berlebihan atau emosi/ stress. Umumnya gejala memburuk pada malam hari dengan batuk dan mengi sehingga mengganggu tidumya. Asma jenis ini merupakan 20 - 25% bentuk serangan asma pada anak. Pada serangan asma jenis ini pengobatan profilaksis sudah harus dimulai. Pada seorang anak yang diketahui kalau menderita serangan infeksi virus akut pada saluran napas atas terjadi serangan asma, maka setiap kali ia mendapat serangan infeksi harus diberikan bronkhodilator selama paling sedikit 14 hari dikombinasi dengan kortikosteroid jangka pendek (kurang dari 5hari). Pada seorang anak yang berdasarkan anemnesa dapat diduga faktor pencetusnya selain dicoba untuk dihindari, juga diberikan profilaksis bilamana temyata faktor pencetus tersebut sulit dihindari. Misal seorang anak yang pada anamnesa kalau melakukan olah raga terjadi serangan, sebelum dan sesudah latihan dapat diberikan agonis beta - 2 aerosol, teofilin oral atau natrium kromolin aerosol. Bilamana serangan akutnya sudah teratasi, tetap diberikan obat profilaksis natrium kromolin aerosol dan/atau kortikosteroid aerosol dan/atau ketotifen. Di bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM pengobatan ketotifen dengan dosis 2 x 1/2 mg pada anak kurang dari 3 tahun dan 2 x 1 mg untuk anak lebih 3 tahun selama 3 sampai 6 bulan memberikan basil yang cukup baik. Asma persisten. Biasanya kasus ini sangat jarang hanya merupakan 1 - 3% dari kasus asma anak. Kasus asma berat ini biasanya serangannya dimulai pada usia kurang dari 3 tahun, bahkan 25% kasus mendapat serangan sebelum usia 6 bulan. Pada golongan ini hampir setiap hari selalu ditemukan mengi dan pada malam hari disertai gangguan batuk. Aktivitas fisik sering menimbulkan serangan sehingga anak tidak dapat melakukan kegiatan olahraga. Biasanya terdapat riwayat atopi dalam keluarga. Sewaktu-waktu dapat terjadi serangan sesak berat sehingga memerlukan perawatan di rumah sakit. Kelompok ini memerlukan

obat kombinasi anti inflamasi dan bronkhodilator untuk jangka pan jang. Dapat diberikan antara 6 bulan sampai 2 tahun. Diusahakan obat-obat diberikan secara aerosol. Kalau tidak dapat, diberikan kombinasi obat oral dan obat aerosol dengan proporsi obat oral seminimal mungkin. Kasus yang berat ini sebaiknya ditangani oleh seorang dokter ahli (konsultan). Klasifikasi asma lain berdasarkan derajat serangan yaitu

PATOFISIOLOGI Obstruksi Saluran Respiratori

Penyempitan saluran nafas yang terjadi pada pasien asma dapat disebabkan oleh banyak faktor. Penyebab utamanya adalah kontraksi otot polos bronkial yang diprovokasimediator agonis yang dikeluarkan oleh sel inflamasi seperti histamin, triptase, prostaglandin D2, dan leukotrien C4 yang dikeluarkan oleh sel mast, neuropeptidase yang dikeluarkan olehsaraf aferen lokal dan asetilkolin yang berasal dari saraf eferen post ganglionik. Akibat yangditimbulkan dari kontraksi otot polos saluran nafas adalah hiperplasia kronik dari otot polos, pembuluh darah, serta terjadi deposisi matriks pada saluran nafas. Namun,dapat juga timbul pada keadaan dimana saluran nafas dipenuhi sekret yang banyak, tebal dan lengket pengendapan protein plasma yang keluar dari mikrovaskularisasi bronkial dan debrisseluler . Secara garis besar, semua gangguan fungsi pada asma ditimbulkan oleh penyempitan saluran respiratori, yang mempengaruhi seluruh struktur pohon trakeobronkial. Salah satumekanisme adaptasi terhadap penyempitan saluran nafas adalah kecenderungan untuk bernafas dengan hiperventilasi untuk mendapatkan volume yang lebih besar, yang kemudiandapat menimbulkan hiperinflasi toraks. Perubahan ini meningkatkan kerja pernafasan agar tetap dapat mengalirkan udara pernafasan melalui jalur yang sempit dengan rendahnya compliance pada kedua paru. Inflasi toraks berlebihan mengakibatkan otot diafragma dan interkostal, secara mekanik, mengalami kesulitan bekerja sehingga kerjanya menjadi tidak optimal . Peningkatan usaha bernafas dan penurunan kerja otot menyebabkan timbulnyakelelahan dan gagal nafas Hiperaktivitas Saluran Respiratori