TENTIR FAAL GINJAL

download TENTIR FAAL GINJAL

of 15

  • date post

    04-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    388
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of TENTIR FAAL GINJAL

TENTIR FISIOLOGI

Note: biasanya di akhir, tpi ni aq ksi di awal Jangan bosan-bosan lihat gambar, bagan, atau table Teman-teman ni skrg kita bahas kuliah fisiologi, yang slid kuliahnya penuh dengan warna dan eye catching banget. Langsung aja, untuk basa-basi di awal pembahasan kita ingat-ingat dulu tentang anatomi-histologinya system urinary. Sistem urinaria isinya adalah organ ginjal kiri dan kanan yang tugasnya membentuk urin dan struktur-struktur yang bertugas membawa urin dari ginjal ke dunia luar, meliputi sepasang ureter, kandung kemih (tempat persinggahan urin sementara), kemudian uretra. Pada potongan longitudinal ginjal, bisa dilihat kalau secara structural ginjal terdiri atas korteks, medulla, dan pelvis. Unit fungsional ginjal yang ga boleh dilupakan itu namanya nefron, di slid kuliah yang dilihatin adalah nefron kortikal (jenis nefron yang paling banyak di manusia). Secara fungsional, nefron bisa kita bagi menjadi 3 komponen, yaitu : 1. Komponen vascular, yang isinya a. Arteriola afferent, perannya membawa darah menuju glomerulus b. Glomerulus, berupa anyaman kapiler yang fungsinya sebagai saringan untuk mencegah protein bebas dalam plasma darah memasuki komponen tubular dari nefron

c. Arteriola efferent, perannya membawa darah keluar dari glomerulus d. Kapiler tubular, fungsinya memperdarahi jaringan ginjal serta terlibat dalam perubahan komposisi cairan di tubulus ginjal. 2. Komponen tubular, yang isinya a. Kapsula Bowman, mengumpulkan filtrate glomerulus b. Tubulus proksimal, disini terjadi reabsorbsi yang tidak bisa dikontrol oleh hormone serta sekresi substansi-substansi tertentu c. Ansa henle, berperan dalam membentuk semacam gradient osmotic di medulla ginjal yang penting memproduksi urin dengan konsentrasi yang beragam d. Tubulus distal dan duktus koligens, disini reabsorpsinya untuk Na+ dan H2O terkontrol dan terjadi juga sekresi untuk K+ dan H+ 3. Kombinasi dari 2 komponen diatas, berupa apparatus juxtaglomerular, fungsinya menghasilkan substansi yang terlibat dalam control fungsi ginjal. Komponen-komponen di atas klo kita coba perhatikan posisinya, itu secara umum yang ada di korteks meliputi korpuskel renal, tubulus proksimal, dan tubulus distal, serta ada juga A/v interlobular. Sedangkan yang ada di medulla meliputi ansa henle dan duktus koligens. Kemudian di batas antara korteks dan medulla (Corticomedullary junction) bisa ditemukan A/v arkuata. Nefron sendiri berdasrkan posisinya ada dua jenis, yaitu nefron kortikal (glomerulusnya di lapisan luar korteks) dan nefron juktamedullary (glomerulusnya di lapisan dalam korteks, dekat medulla). Perbedaan di antra keduanya antara lain meliputi 2 hal, yaitu: 1

1. Ansa henle, pada nefron kortikal lebih pendek dan hanya mencapai permukaan atas medulla, sedangkan pada nefron juxtamedullary ansa henlenya lebih panjang, hampir di sepanjang medulla. 2. Kapiler peritubular, pada nefron kortikal tidak membentuk vasa recta, berbeda halnya dengan nefron juxtamedullary yang kapiler peritubularnya membentuk vasa recta dan seolah-olah berjalan beriringan dengan ansa henle.

duktus koligens > ansa henle. Selain itu, untuk tubulus proksimal punya cirri khas berupa mikrovili. (lihat table di atas lebih keren) Kemudian ada juga komponen yang isinya serba special, yaitu apparatus juxtaglomerulus. Pada bagian ini terdapat sel granular (banyak granul sekretori), yaitu sel otot polos arteriola afferent yang telah termodifikasi dan macula densa (bagian dari komponen tubular), bisa mendeteksi perubahan level elektrolit yang melalui lumennya. Apparatus juxtaglomerulus ini memiliki peran penting dalam mekanisme umpan balik tubuloglomerular.

Akhirnya, selesai juga basa-basi di atas. Selanjutnya baru kita mulai dengan bahasan fisiologis dari system urinaria. Yang namanya ginjal, itu ibaratnya pahlawan dalam mempertahankan homeostasis di tubuh. Perannya banyak banget, meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Untuk sel-sel penyusul lumen tiap-tiap tubulus, berdasarkan bentuk ansa henle selnya cendrung gepeng, berbeda dengan tubulus prolsimal, tubulus distal, dan duktus koligens yang selnya berbentuk kuboid. Berdarkan jumlah mitokondrianya tubulus proksimal > tubulus distal > Mengatur volume plasma Menjaga konsentrasi ion-ion Cairan ekstraseluler Menjaga keseimbangan asam-basa Mempertahankan osmolaritas pada derajat tertentu Mengeluarkan zat-zat sampah seperti ammonia Menghasilkan eritropoetin (hormone untuk produksi eritrosit) Menghasilkan renin (hormone yang turut berperan dalam pengaturan tekanan arteri) 8. Menghasilkan bentuk aktif vitamin D (kalsitriol)

2

Untuk mekanisme lebih rincinya menganai gimana fungsi-fungsi di atas dilakukan oleh ginjal coba baca sendiri di buku y hai kawan2 ku yang rajin. Setelah pusing dengan fungsi-fungsi ginjal diawas, sebenarnya fungsi dasar dari ginjal adalah untuk memproduksi urin lewat 3 proses, yaitu 1) filtrasi glomerulus; 2) reabsorpsi zat dari tubulus ke kapiler peritubular; 3) sekresi zat dari kapiler peritubular ke tubulus. Klo mw lihat itungan matematis ni lihat dibawah: Urin yang bakal diekskresi = Hasil filtrasi Hasil reabsorpsi + Hasil sekresi. Secara prediksi kuantitatif (bukan prediksi om Dedy), Dari total plasma yang dibawa arteriola afferent ke glomerulus Cuma 20% yang lolos seleksi tahap 1 untuk bisa masuk ke tubulus ginjal. Setelah di tubulus ginjal melalui rangkaian proses reabsorpsi dan sekresi, sisanya yang bisa jadi urin Cuma < 1%. Nah, sekarang kita masuk ke bahasan yang mungkin agak memusingkan, yaitu mengenai 3 proses yang ud disebut di atas. A. Filtrasi Filtrasi terjadi di korpuskel renal (glomerulus dan kapsula Bowman). Agar komponen-komponen plasma bisa lolos dan sampai ke tubulus proksimal, ada 3 benteng (Cuma analogi) yang harus dilewati , yaitu endotel dari kapiler glomerulus (punya lubang yang ukurannya 50-100 nm), membran basal (mengandung muatan negative yang berfungsi menolak protein yang notabennya anion (-)), dan lapisan visceral kapsul Bowman.

Kalau teman-teman lihat di slid, di kapsula Bowman bagian kutub urinarius bisa dilihat adanya lapisan yang dibentuk oleh pedikel (prosesus sekunder) sel-sel podosit. Nah diantara pedikel-pedikel ini ada celah/pore ukurannya 5 nm (sekedar iseng, kata dokter willy ingat2 lgi tentang pore, channel, dan transport membran). Sekedar tambahan, pedikelny si podosit dibentuk oleh protein nephrine. Dari sini ada istilah yang mesti diingat-ingat, yaitu GFR ialah aliran plasma ginjal. Kemudian di slid ada gambar kayak di bawah ni, coba lihat dulu

1) 2) 3) 4)

Arteri arkuata Arteri interlobular Arteriola afferent Arteriola efferent

3

Di gambar dilihatin 2 jenis nefron (ud tau kn apa aja dan apa bedanya?, klo lupa baca lagi di atas). Pada nefron juktamedullar, arteriola eferen yang panjang akan meluas dari glomerulus turun ke bawah menuju medulla bagian luar dan kemudian membagi diri menjadi kapiler-kapiler peritubulus khusus yang disebut vasa recta, terletak berdampingan dengan ansa henle. Vasa recta kemudian menuju korteks dan mengalirkan isinya ke dalam vena kortikal. Nah, jaringan yang agak bikin puyeng itu sebenarnya punya peranan penting dalam pembentukan urin pekat atau dari sumber lain bilangnya mempengaruhi ekskresi NaCl. Itu yang coba aq jelaskan dari gambar di atas, tpi sebenarnya dari judul di slidnya dr. Willy mw ny bahas tentang mekanis umpan balik tubuloglomerular, yang intinya: Klo GFR naik, maka akan lebih banyak cairan yang melewati tubulus, hasilnya elektrolit terutama ion Na+ akan ikut meningkat. Ini menstimulus macula densa untuk melepaskan ATP dan adenosine sebagai parakrin sehingga arteriole afferent vasokontriksi. Klo yang terjadi GFR turun, berarti kebalikan dari yang di atas. Selain itu, si macula densa juga ada menghasilkan NO yang fungsinya sebagai rem untuk aksi dari si ATP dan adenosine, yah utk kontrolnyalh. Baik, untuk slid yang berikut kayaknya juga perlu dicantumkan :

Tekanan di kapiler glomerular lebih tinggi daripada kebanyakan kapiler di organ lain, ini karena arteri interlobular bercabang lurus dan pendek sehingga tahanan di arteriola efferent relative tinggi. Tekanan hidrostatik kapiler dari plasma dalam proses filtrasi akan dilawan oleh tekanan hidrostatik dari kapsula bowman dan gradient/slisish tekanan osmotic yang melalui kapiler glomerulus (setara dengan tekanan osmotic protein plasma) Itu teorinya, klo ngomongin angka dan kurva di gambar di atas: Tekanan untuk filtrasi glomerulus PUF adalah 15 mmHg pada ujung arteriola afferent, kemudian menjadi 0 mmHg dan mencapai kesimbangan pada proksimal arteriola efferent. Hal ini karena level cairan pada plasma dan tekanan onkotik meningkat 4

karena darah melalui kapiler glomerulus. Penurunan disebabkan oleh peningkatan aliran plasma ginjal. (sorry klo agak bingung, soalnya susah milih kalimat yang enak dimengerti) Dari 3 jenis tekanan yang terlibat dalam filtrasi ginjal, GFR umumnya hanya dipengaruhi oleh tekanan plasma di kapiler glomerular, tetapi pada kondisi obstruksi tekanan hidrostatik kapsula Bowman juga dapat mempengaruhi nilai GFR. GFR secara matematis:

tahanan (akibat penumpukan volume) dan menurunkan tekanan pada area setelah tahanan (akibat berkurangnya volume yang mengalir). Dalam kaitannya dengan pembuluh darah, maka tahanan akan meningkat pada vasokonstriksi dan menurun pada vasodilatasi. Berdasrkan konsep di atas, maka dibuat asumsi: 1. Pada kondisi arteriola afferent vasokonstriksi, PBC turun, akibatnya nilai GFR turun. 2. Pada kondisi arteriola efferent vasokonstriksi, PBC naik, akibatnya nilai GFR naik. 3. Pada kondisi arteriola efferent vasodilatasi, PBC turun, akibatnya nilai GFR turun. 4. Pada kondisi arteriola afferent vasodilatasi, PBC naik, akibatnya nilai GFR naik. Baik, sekarang yang terakhir, yaitu mengenai transport maksimum., yaitu batas kecepatan zat terlarut dapat ditransport. Sebenarnya ini lebih pas klo dibahas di bagian reabsorpsi, tp