SKEN A BLOK 7

download SKEN A BLOK 7

of 32

  • date post

    14-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    16
  • download

    0

Embed Size (px)

description

jhjhjh

Transcript of SKEN A BLOK 7

  • KELOMPOK 3TUTORIAL 1 BLOK 7

  • ANGGOTA :Frida E.A Wulandari (04091401008)Nyimas Praptini Nuraini (04091401009)Nora Budina Abdinesia R (04091401010)Khairunnisa Hendra Putri (04091401031)Winda Fatiah (04091401032)Neni Nirmala Jamin (04091401033)Putri Laksmi Karim (04091401034)Tiara Chairunisa (04091401068)Alyssa Amelia Vania Utami (04091401069)Sari Chaerunisah (04091401070)Eka Tanzila Mansur (04091401071)

  • SKENARIO Ny. A, 50 tahun, dibawa ke UGD RSUP Moh. Hoesin karena kulit seluruh tubuhnya melepuh. Berdasarkan anamnesis, diketahui bahwa hal tersebut terjadi setelah Ny A minum obat cotrimoxazol. Dokter mendiagnosis Ny.A menderita Sindroma Steven Johnson. Pada perawatan selanjutnya di Bangsal Penyakit Dalam, diketahui Ny. A juga menderita Diabetes Mellitus Tipe II. Sekitar 1 pekan dirawat, keadaan kulit melepuh tersebut membaik tetapi timbul beberapa karbunkel di punggung Ny. A. Pasien tersebut dikonsulkan ke Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin. Menurut Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, karbunkel tersebut termasuk salah satu penyakit Skin and Soft Tissue Infection (SSTI). Beberapa karbunkel tersebut pecah dan mengeluarkan pus. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Infeksi Tropik melakukan swab pada karbunkel yang pecah tersebut dan dikirimkan ke Laboratorium Mikrobiologi Klinik. Hasil biakan dan uji kepekaan terhadap antimikroba ditemukan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA).

  • KLARIFIKASI ISTILAH

    Cotrimoxazol: campuran trimetoprim dan sulfametoksazolSindroma Steven Johnson: bentuk berat dari eritema multiforme, yang di samping gejala- gejala lain, terdapat keterlibatan mukosa oronasal dan arogenital, mata, dan visera; gejala konstitusional meliputi malaise, prostrasi, nyeri kepala, demam, dan artralgia.Diabetes Mellitus Tipe II: bentuk DM ringan, kadang asimtomatik. Cadangan insulin pancreas berkurang, tapi cukup untuk menghindari keton.Karbunkel: Infeksi nekrotikan pada kulit dari jaringan subkutan yang terdiri dari sekelompok bisul, biasanya disebabkan oleh Staphylococcus aureus.Skin and Soft Tissue Infection: infeksi kulit dan jaringan

  • Pus: cairan hasil proses peradangan yang terbentuk dari sel- sel leukosit dan cairan encer yang dinamakan liquor puris ; nanah.Penyakit Infeksi Tropik: penyakit yang umumnya muncul di daerah tropikSwab: segumpal kapas atau absorben lain yang dilekatkan erat pada kawat atau batang, digunakan untuk memberikan obat- obatan, mengangkat sesuatu, mebngumpulkan bahan bakteriologis, dll.Anti mikroba: yang membunuh mikroorganisme- mikroorganisme atau menekan perbiakan atau pertumbuhannyaMRSA: peningkatan bakteri yang berbahaya yang resisten pada banyak antibiotic dan bertanggung jawabpada pemecahan infeksi.

  • IDENTIFIKASI MASALAHNy. A, 50 tahun, dibawa ke UGD RSUP Moh. Hoesin karena kulit seluruh tubuhnya melepuh setelah minum obat cotrimoxazol.Dokter mendiagnosis Ny.A menderita Sindroma Steven Johnson.Diketahui Ny. A juga menderita Diabetes Mellitus Tipe II.Sekitar 1 pekan dirawat, keadaan kulit melepuh tersebut membaik tetapi timbul beberapa karbunkel di punggung Ny. A yang termasuk salah satu penyakit Skin and Soft Tissue Infection (SSTI).Beberapa karbunkel tersebut pecah dan mengeluarkan pus.Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Infeksi Tropik melakukan swab pada karbunkel yang pecah tersebut dan dikirimkan ke Laboratorium Mikrobiologi Klinik. Hasil biakan dan uji kepekaan terhadap antimikroba ditemukan bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA).

  • ANALISIS MASALAH1.a. Apa fungsi cotrimoksazol?Kotrimoksazol merupakan kombinasi dari trimetoprim dan sulfametoksazol dengan perbandingan 1:5. Masing-masing obat bersifat bakteriostatis, tapi kombinasi kedua obat ini (kotrimoksazol) bersifat bakterisid (membunuh bakteri).Pada sintesis DNA bakteri:PABA DHFA THFA folic acid purin DNA bakteriSulfametoksazol berperan sebagai inhibitor kompetitif pada saat perubahan dari PABA menjadi DHFA.Trimetoptim berperan dalam merintangi enzim dihidrofolatreduktase yang mengubah DHFA menjadi THFA.Sebagai akibatnya pembelahan sel bakteri tidak dapat dilakukan.

  • b. Apa efek samping penggunaan cotrimoksazol?Reaksi efek samping yang paling banyak adalah gangguan pencernaan (mual, muntah, anorexia), reaksi dermatologi (rash atau urticaria); efek samping yang jarang dan dapat hilang dengan sendirinya terkait dengan penggunaan co-trimoxazole meliputi : reaksi dermatologi gawat dan hepatotoxicSSP : konfusi, depresi, halusinasi, kejang, peripheral neutritis, demam, ataxia, ikterus pada janin.Dermatologi : Rash, pruritus, urtikaria, fotosensitivitas; kejadian yang jarang termasuk erytema multiform, sindrom stevens-johnson, toxic epidermal necrosis, dermatitis eksfoliatif, Henoch-schonlein purpura.Gastrointestinal : Mual, muntah, anorexia, stomatitis, diare, pseudomembranous collitis, pankreatitis.Hematologi : Trombositopenia, anemia megaloblastik, granulositopenia, eosinophiia, pansitopenia, anemia aplastic, methemoglobinemia, hemolisis (dengan G6PD defisiensi), agranulositosis.Renal : interstisial nephritis, kristaluria, gagal ginjal, neprotosis, diuresis.Lain-lain: serum sicknes, angioedema, SLE (systemic lupus erytomatosus: jarang).

  • ANALISIS MASALAHc.Bagaimana farmakokinetik dan farmakodinamik cotrimoksazol?Farmakokinetik:Trimetroprim-sulfametoktazol: trimetroprim biasanya diberikan per oral, tunggal atau dalam kombinasi sulfametoktazol. Sulfonamid ini dipilih karena memiliki waktu paruh yang sama. Kombinasi terakhir ini dapat juga diberikan secara intravena. Trimetroprim diabsorbsi dengan baik dari usus serta didistribusi secara luas ke seluruh tubuh dan jaringan, termasuk cairan serebrospinalis. Volum distribusi antara trimetoprim dan sulfametoksazol adalah 5:1.Farmakodinamik:cotrimoksazol.(Trimetoprim-sulfametoktazol)

  • d. Apa hubungan antara cotrimoksazol dan kulit yang melepuh?Kotrimoksazol (golongan sulfa) antigen reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV aktivasi komplemen dan reaksi inflamasi kerusakan jaringan kulit melepuhe. Bagaimana ciri- ciri kulit yang melepuh?- Besarnya lepuhan berfariasi, mulai dari seukuran kacang polong sampai sukuran cincin yang besar.- Lepuhan ini berisi cairan kekuningan disertai rasa gatal.- Bisa terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar daerah yang terinfeksi.

  • f. Apa akibat dari kulit yang melepuh?Kulit yang melepuh sangat rentan terhadap terjadinya infeksi. Kulit yang melepuh mudah mengalami robekan hanya dengan gesekan yang sedikit saja. Apabila robekan ini terjadi maka bakteri akan mudah untuk menginfeksi pada kulit yang mengalami gesekan, luka, terbakar, dsb.

    2. a. Apa yang dimaksud dengan Sindroma Steven Johnson?Steven Johnson Sindrome merupakan sindrom (kumpulan gejala) yang mengenai kulit, selaput lendir di orifisium (muara/lubang) dan mata dengan keadaan umum yang bervariasi dari ringan sampai berat. Adapun kelainan dapat berupa eritema (kemerahan pada kulit karena pelebaran pembuluh darah), vesikel/bula (gelembung pada kulit yang berisi cairan) dan dapat disertai dengan purpura (bercak-bercak perdarahan pada kulit/selaput lendir). Sindrom Steven Johnson, dapat berupa reaksi buruk yang sangat gawat terhadap obat. Efek samping obat ini mempengaruhi kulit, terutama selaput mukosa. Hampir semua kasus SSJ disebabkan oleh reaksi toksik terhadap obat, terutama antibiotik (mis. obat sulfa dan penisilin), antikejang (mis. fenitoin) dan obat antinyeri, termasuk yang dijual tanpa resep (mis. ibuprofen)..

  • b. Apa gejala dan tanda dari Sindroma Steven Johnson?Gejala klinis yang khas yakni adanya Trias kelainan (3 kelainan) yakni, 1. Kelainan Kulit Kelainan pada kulit berupa : eritema, vesikel, bula bahkan purpura. 2. Kelainan Selaput Lendir pada Orifisium Kelainan selaput lendir yang paling sering adalah di mukosa (lapisan tipis) mulut (100%), kemudian di alat genital (50%) sedangkan di lubang hidung atau anus jarang (8% dan 5%). Kelainan ini dapat berupa vesikel ataupun bula yang cepat sekali memecah sehingga terjadi erosi (kerusakan kulit yang dangkal) dan ekskoriasi (lecet/kerusakan kulit yang dalam) dan krusta yang hitam. 3. Kelainan pada Mata Kelainan pada mata merupakan 80% di antara semua kasus. Dimana yang paling sering adalah konjungtivitis (radang pada konjungtiva)

  • c. Apa patogenesis dari Sindroma Steven Johnson?Patogenesis dari sindrom steven johnson ini terkait dengan hipersensitivitas tipe III ( reaksi kompleks imun ) yang di sebabkan oleh kompleks soluble dari antigen atau metabolitnya dengan antibodi IgM dan IgG dan reaksi hipersensitivitas lambat ( delayed-type hypersensitivitas reactions type IV ) . Obat jenis sulfa adalah antigen jika masuk ke dalam tubuh, berupa hapten akan berikatan dengan karier merangsang respon imun spesifik sehingga terbentuk kompleks imun beredar . kompleks imun beredar dapat mengendap di daerah kulit dan mukosa, serta menimbulkan kerusakan jaringan akibat aktivasi komplemen dan reaksi inflamasi yang terjadi. Gejala klinik berupa eritema, papel, vesikel, atau bula secara simetris pada hampir seluruh tubuh.Pada kasus ini SSJ disebabkan karena NY. A alergi terhadap obat kotrimoksazol yang tergolong sulfonamida. Pada kasus SSJ, obat akan menempel di sel sasaran sebagai hapten yang kemudian akan merangsang sistem imun spesifik (sel T CD4 dan CD8). Sel sasaran pada SSJ adalah keratinosit di epidermis kulit. Akibatnya terjadilah destruksi keratinosit yang menimbulkan bulla (lepuhan kulit).

  • d. Bagaimana penanganan terhadap penderita Sindroma Steven Johnson?Pengobatan umum:Menjauhkan faktor pencetus SSJMengembalikan keseimbangan sairan dan elektrolit tubuh penderita, karena umumnya penderita dehidrasiPengobatan khusus berupa pengobatan sistemik yakni dengan pemberian obat golongan kortikosteroid dosis tinggi seperti obat prednisone