rumus fisika sma lengkap

download rumus fisika sma lengkap

of 49

  • date post

    21-Jul-2015
  • Category

    Education

  • view

    371
  • download

    37

Embed Size (px)

Transcript of rumus fisika sma lengkap

  • http://pak-anang.blogspot.com

    RUMUS LENGKAP FISIKA SMA

  • http://pak-anang.blogspot.com

    BESARAN DAN SATUAN

    Nama besaran Satuan Simbol satuan Dimensi

    Panjang meter m [L]Massa kilogram kg [M] Waktu sekon s [T]Suhu kelvin K [] Intensitas candela cd [J]Kuat arus ampere A [I]Banyak zat mole mol [N]

    VEKTOR

    Komponen vektor arah sumbu-x vx = v

    G cos

    Komponen vektor arah sumbu-y vy = v

    G sin

    Besar resultan

    cos222 yxyx vvvvv ++= Keterangan: vx = vektor pada sumbu x vy = vektor pada sumbu y vG = resultan dari dua vektor = sudut antara vx dan vy

    KELAJUAN DAN KECEPATAN

    Kelajuan rata-rata (vr)

    vr = ts

    Kelajuan sesaat (vt)

    0lim = t t

    svt

    Kecepatan rata-rata ( rvG )

    tsvr

    =GG

    y

    x

    vx

    vx

    vG

  • http://pak-anang.blogspot.com

    Kecepatan sesaat ( tvG

    )

    0

    lim =

    Gt t

    svt

    Keterangan: s = jarak tempuh (m) s = perubahan jarak benda (m) t = waktu (s) t = selang waktu (s)

    PERLAJUAN DAN PERCEPATAN

    Perlajuan rata-rata (ar)

    tvar

    = Perlajuan sesaat (at)

    0

    lim = t

    vat t

    Percepatan rata-rata ( raG

    )

    raG

    = 12

    12

    ttvv

    tv

    =

    G

    Percepatan sesaat ( taG

    )

    taG

    = 0

    lim G

    t

    vt

    Keterangan: ar = perlajuan rata-rata (m/s2) at = perlajuan sesaat (m/s2) v = perubahan kecepatan (m/s) t = perubahan waktu atau selang waktu (s) v1 = kecepatan awal benda (m/s) v2 = kecepatan kedua benda (m/s)

    GERAK LURUS BERATURAN (GLB)

    Kedudukan benda saat t st = s0 + v . t Keterangan: st = kedudukan benda selang waktu t (m) s0 = kedudukan benda awal (m) v = kecepatan benda (m/s) t = waktu yang diperlukan (s)

  • http://pak-anang.blogspot.com

    GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN (GLBB) Kedudukan benda saat t st = s0 + 0v . t + a . t2 Kecepatan benda saat t

    tv = 0v + a . t tv 2 = 0v 2 + 2a . st

    Keterangan: st = kedudukan benda selang waktu t (m) s0 = kedudukan awal benda (m) vt = kecepatan benda saat t (m/s) vo = kecepatan benda awal (m/s) a = percepatan benda (m/s2) t = waktu yang diperlukan (s)

    GERAK JATUH BEBAS

    Kedudukan saat t st = s0 + g . t2 Kecepatan saat t

    tv = g . t v2 = 2 . g . h Ketinggian benda (h) h = g . t2 Keterangan: st = kedudukan benda selang waktu t (m) s0 = kedudukan awal benda (m) vt = v = kecepatan benda saat t (m/s) t = waktu yang diperlukan (s) g = percepatan gravitasi = 10 m/s

    GERAK VERTIKAL KE ATAS

    Ketinggian atau kedudukan benda (h) st = h = 0v . t - g . t2 Kecepatan benda (vt)

    tv = 0v - g . t v = v02 2gh Waktu untuk sampai ke puncak (tp)

    tp = gv0

    Waktu untuk sampai kembali ke bawah (t) t = 2tp

  • http://pak-anang.blogspot.com

    Tinggi maksimum (hmaks)

    hmaks = g

    v2

    20

    Keterangan: st = kedudukan benda selang waktu t (m) s0 = kedudukan awal benda (m) vt = v = kecepatan benda saat t (m/s) v0 = kecepatan benda awal (m/s) t = waktu yang diperlukan (s) g = percepatan gravitasi = 9,8 m/s2 atau 10 m/s2

    DINAMIKA GERAK LURUS

    Hukum I Newton F = 0 Hukum II Newton

    a = mF

    F = m . a Hukum III Newton Faksi = Freaksi

    Gaya berat (w) W = m . g

    Keterangan: F = gaya yang berlaku pada benda (N atau kg m/s2) W = gaya berat pada benda (N) m = massa benda (kg) a = percepatan benda (m/s2) g = percepatan gravitasi = 9,8 m/s2 atau 10 m/s2

    GAYA NORMAL DAN GAYA GESEK

    Gaya normal pada lantai datar (N) N = W = m . g Gaya normal pada lantai datar dengan gaya bersudut Fx = F cos Fy = F sin N = W F cos Gaya normal pada bidang miring N = W cos Gaya gesek statis (fs) fs = s . N Gaya gesek kinetik (fk) fk = k . N

  • http://pak-anang.blogspot.com

    Keterangan: F = gaya yang bekerja pada benda (N atau kg m/s2) Fx = gaya yang bekerja pada sumbu x (N atau kg m/s2) Fy = gaya yang bekerja pada sumbu y (N atau kg m/s2) fs = gaya gesek statis (N) fk = gaya gesek kinetik (N)

    s = koefisien gesek statis k = koefisien gesek kinetik

    KATROL TETAP

    Percepatan (a)

    BA

    AB

    mmWWa +

    = Tegangan (T)

    BBA

    A Wmm

    mT .2+= dengan WB = mB g

    ABA

    B Wmm

    mT .2+= dengan WA = mA g Keterangan: WA = gaya berat pada benda A (N) WB = gaya berat pada benda B (N) a = percepatan benda (m/s2) mA = massa benda A (kg) mB = massa benda B (kg)

    GERAK PARABOLA

    Benda dilempar horizontal dari puncak menara Gerak pada sumbu x x = vox . t Gerak pada sumbu y vy = g . t

    h = 21 g. t2 t =

    gh2

    vy2 = 2 g h vy = gh2 Kecepatan benda saat dilempar

    v = ghv 220 + Keterangan: x = jarak jangkauan benda yang dilempar dari menara (m) vox = kecepatan awal pada sumbu x (m/s) vy = kecepatan benda pada sumbu y (m/s)

  • http://pak-anang.blogspot.com

    v = kecepatan benda saat dilempar (m/s) v0 = kecepatan awal (m/s) h = tinggi (m) g = percepatan gravitasi = 9,8 m/s2 atau 10 m/s2 Benda dilempar miring ke atas dengan sudut elevasi

    Waktu yang ditempuh saat mencapai titik tertinggi (tmaks)

    tmaks = gv y0 =

    gv sin0 =

    gh2

    Tinggi maksimum (hmaks)

    hmaks = 220 sin

    2gv

    Waktu yang ditempuh saat mencapai titik terjauh

    tterjauh = 2 tmaks = gv y02 =

    gv sin2 0 = 2

    gh2

    Jarak terjauh (xmaks)

    x maks = gv20 sin 2

    Koordinat titik tertinggi

    E(x,y) = ( 2sin20

    gv

    , 220 sin

    2gv

    )

    Perbandingan hmaks dan xmaks

    tan41=

    maks

    maks

    xh

    Keterangan: tmaks = waktu yang ditempuh saat mencapai titik tertinggi (s) tterjauh = waktu yang ditempuh saat mencapai titik terjauh (s) v0y = kecepatan awal pada sumbu y (m/s) v0 = kecepatan awal (m/s) h = tinggi (m) hmaks = tinggi maksimum (m) xmaks = jarak terjauh (m) = sudut elevasi

    GERAK MELINGKAR BERATURAN

    Lintasan busur (s) s = . R Frekuensi (f)

    f =T1

    Periode (T)

    T = f1

  • http://pak-anang.blogspot.com

    Laju/kecepatan anguler ( ) =

    T2

    = 2 f Laju/kecepatan linear (v) v = 2 f R v = R Percepatan sentripetal (asp)

    asp RRv 22 ==

    Gaya sentripetal (Fsp)

    Fsp = m a = RmRvm 2

    2

    = Keterangan: s = lintasan busur (rad.m) = jarak benda pada lintasan (rad) R = jari-jari lintasan (m) f = frekuensi (Hezt) T = periode (s) v = laju/kecepatan linear (m/s) = kecepatan sudut (rad/s) asp = percepatan sentripetal (m/s2) Fsp = gaya sentripetal (N) m = massa benda (m) a = percepatan linear (m/s2)

    PADUAN DUA ATAU LEBIH GERAK MELINGKAR BERATURAN

    Perpaduan oleh tali (rantai)

    211

    2

    2

    1 vvRR ==

    Perpaduan oleh poros (as)

    2

    1

    1

    221 R

    Rvv ==

    Keterangan: 1 = kecepatan sudut poros pertama (rad/s) 2 = kecepatan sudut poros kedua (rad/s) v1 = kecepatan linear poros pertama (m/s) v2 = kecepatan linear poros kedua (m/s) R1 = jari-jari poros pertama (m) R2 = jari-jari poros kedua (m)

  • http://pak-anang.blogspot.com

    GAYA GRAVITASI

    Gaya gravitasi (F)

    F = 2RmMG

    Percepatan gravitasi (g)

    g 2RMG=

    Keterangan: F = gaya gravitasi (N) m = massa benda (kg) M = massa bumi (kg) R = jarak massa bumi dan massa benda (m) G = tetapan gravitasi umum = 6,673 10-11 Nm2 . kg-2

    USAHA DAN ENERGI

    Usaha (W) W = F s cos W = F s Energi potensial gravitasi (Ep) Ep = m g h Usaha dan energi potensial gravitasi W = Ep = m g (h2 h1) dengan h = h2 h1 Keterangan: W = usaha (J atau kg m/s) F = besar gaya yang digunakan untuk menarik benda (N) s = jarak pergeseran atau perpindahan benda (m) = sudut antara arah gaya dan arah perpindahan Ep = energi potensial gravitasi (J) Ep = perubahan energi gravitasi (J) m = massa benda (kg) g = percepatan gravitasi (10 m/s2) h = ketinggian benda (m) h1 = ketinggian benda awal (m) h2 = ketinggian benda akhir (m) Energi kinetik (Ek)

    Ek = 21

    m v2

    Usaha dan energi kinetik

    W = Ek = 21

    m (v2 2 v12)

    Energi mekanik (Em)

    Em = Ep + Ek = = m . g . h + 21

    m.v2

  • http://pak-anang.blogspot.com

    Energi mekanik dalam medan gravitasi Em = Ep + Ek = konstan Ep1 + Ek1 = Ep2 + Ek2 Keterangan: Ep = energi potensial (J) Ek = energi kinetik (J) m = massa benda (kg) v = kecepatan benda (m/s) w = usaha (J) v1 = kecepatan awal benda (m/s) v2 = kecepatan akhir benda (m/s) Em = energi mekanik (J) g = percepatan gravitasi h = ketinggian benda (m) Ep1 = energi potensial awal (J) Ep1 = energi potensial akhir (J) Ek2 = energi kinetik awal (J) Ek1 = energi kinetik awal (J) Ek = perubahan energi kinetik (J) Daya (P)

    P = tE

    = t

    W = t

    sF.

    = F. v

    Keterangan: P = daya (J/s atau watt (W)) E = perubahan energi (J) W = usaha (J) F = gaya (N) s = jarak (m) v = kecepatan (m/s) t = perubahan waktu (s)

    MOMENTUM, IMPULS, DAN TUMBUKAN Momentum (p) p = m v

    Impuls (I) I = F t Hubungan momentum dan impuls: F t = m v Keterangan: p = momentum (kg m/s) I = impuls (N/s) F = gaya (N) m = massa benda (kg) v = kecepatan (m/s) t = perubahan waktu (s)

  • http://pak-anang.blogspot.com

    Hukum kekekalan momentum: p = tetap/konstan

    ,22

    ,112211 .... vmvmvmvm +=+

    Koefisien restitusi (e) tumbukan:

    e = 21

    ,2

    ,1

    vvvv

    Hukum kekekalan energi kinetik: kE = 'kE

    2'22

    2'11

    222

    211 .2

    1.21.