Public Policy

download Public Policy

of 34

  • date post

    10-Jun-2015
  • Category

    Education

  • view

    843
  • download

    4

Embed Size (px)

Transcript of Public Policy

  • 1. PUBLICPUBLICPOLICYPOLICY

2. Kebijakan PublikKebijakan Publik Kebijakan Publik adalah keputusanKebijakan Publik adalah keputusanpemerintah untuk mengatur berbagaipemerintah untuk mengatur berbagaibidang kehidupan dalam negarabidang kehidupan dalam negara Analisis kebijakan publik adalah prosesAnalisis kebijakan publik adalah prosesformulasi berbagai alternatif kebijakanformulasi berbagai alternatif kebijakanpublik dan keputusan pemilihan alternatifpublik dan keputusan pemilihan alternatifyang terbaikyang terbaik 3. Studi Kebijakan PublikStudi Kebijakan Publik Kebijakan Publik dipelajari oleh berbagai disiplinKebijakan Publik dipelajari oleh berbagai disiplinilmu seperti ilmu politik, ilmu administrasi, ilmuilmu seperti ilmu politik, ilmu administrasi, ilmuekonomi dan sebagainyaekonomi dan sebagainya Public policy is whatever governments choosePublic policy is whatever governments chooseto do or not to doto do or not to do (Dye in Anderson, 1978:2)(Dye in Anderson, 1978:2) what governments do, why they do it, and whatwhat governments do, why they do it, and whatdifference it makes.difference it makes. (Dye, 1992)(Dye, 1992) 4. Demokrasi dan KebijakanDemokrasi dan KebijakanPublikPublik Dalam negara yang demokratisDalam negara yang demokratiskebijakan publik yang dibuatkebijakan publik yang dibuatmencerminkan aspirasi masyarakatmencerminkan aspirasi masyarakat Sedangkan di negara yang belumSedangkan di negara yang belumdemokratis, terjadi distorsi yangdemokratis, terjadi distorsi yangmenghambat penyaluran aspirasimenghambat penyaluran aspirasimasyarakat kepada pembuat kebijakan.masyarakat kepada pembuat kebijakan. 5. Beberapa Teori KebijakanBeberapa Teori KebijakanPublikPublik1.1. Elite TheoryElite Theory2.2. InstitutionalismInstitutionalism3.3. Group TheoryGroup Theory4.4. Political System TheoryPolitical System Theory 6. Elite TheoryElite Theory Adalah teori yang menganggap kebijakanAdalah teori yang menganggap kebijakanpublik di suatu negara atau daerah dibuatpublik di suatu negara atau daerah dibuatoleh ruling elite.oleh ruling elite. Berdasarkan nilai dan preferensi mereka,Berdasarkan nilai dan preferensi mereka,rakyat banyak (massa) tidak mempunyairakyat banyak (massa) tidak mempunyaiakses dalam formulasi maupunakses dalam formulasi maupunimplementasi kebijakan.implementasi kebijakan. 7. Elite TheoryElite Theory Elite theory berdasarkan pada asumsi bahwaElite theory berdasarkan pada asumsi bahwadalam negara yang bersangkutan, sistemdalam negara yang bersangkutan, sistempemerintahannya belum didukung oleh budayapemerintahannya belum didukung oleh budayapolitik yang demokratis. Secara formal mungkinpolitik yang demokratis. Secara formal mungkinsistem pemerintahannya adalah demokratissistem pemerintahannya adalah demokratistetapi dalam realitas belum berfungsi dengantetapi dalam realitas belum berfungsi denganefektifefektif Thomas Dye dan Harmon Ziegler (1970)Thomas Dye dan Harmon Ziegler (1970)mengatakan sebagai berikut:mengatakan sebagai berikut: 8. 1.1. Masyarakat terbagi dalam sekelompok kecil yangMasyarakat terbagi dalam sekelompok kecil yangsangat berkuasa dan sekelompok lain yang tidaksangat berkuasa dan sekelompok lain yang tidakberdaya yang tergantung pada kemauan kelompokberdaya yang tergantung pada kemauan kelompokkecil sebagaikecil sebagai ruling eliteruling elite tersebuttersebut2.2. Kelompok elit yang berkuasa ini berasal dari golonganKelompok elit yang berkuasa ini berasal dari golonganmenengah ke atasmenengah ke atas3.3. Perpindahan dari kelompok non elit ke dalam kelompokPerpindahan dari kelompok non elit ke dalam kelompokelit sangat terbatas untuk menjaga stabilitas danelit sangat terbatas untuk menjaga stabilitas dankelangsungan hidupnya. Hanya mereka yang sudahkelangsungan hidupnya. Hanya mereka yang sudahmenerimamenerima basic elite consensusbasic elite consensus yang dapat diterimayang dapat diterima4.4. Kebijakan publik dibuat untuk kepentinganKebijakan publik dibuat untuk kepentingan ruling eliteruling elite,,dan tidak mencerminkan kebutuhan dan keinginandan tidak mencerminkan kebutuhan dan keinginanmassamassa5.5. Perubahan kebijakan publik hanya bersifat inkrementalPerubahan kebijakan publik hanya bersifat inkrementaldan tidak revolusionerdan tidak revolusioner6.6. Kelompok elit lebih banyak mempengaruhiKelompok elit lebih banyak mempengaruhi massamassa, dari, daripada sebaliknyapada sebaliknya 9. Institusionalisme (1)Institusionalisme (1) Adalah studi kebijakan berdasarkan pendekatanAdalah studi kebijakan berdasarkan pendekatanformal terhadap peranan institusi pemerintahanformal terhadap peranan institusi pemerintahanyang terkait dalam formulasi dan implementasiyang terkait dalam formulasi dan implementasisuatu kebijakan. Misalnya, dewan perwakilansuatu kebijakan. Misalnya, dewan perwakilanrakyat, eksekutif, badan peradilan dan partai-rakyat, eksekutif, badan peradilan dan partai-partai politik. Aspek-aspek formal dari institusi-partai politik. Aspek-aspek formal dari institusi-institusi tersebut mencakup: kewenanganinstitusi tersebut mencakup: kewenanganhukum, peraturan prosedural, fungsi-fungsi danhukum, peraturan prosedural, fungsi-fungsi dankegiatan-kegiatannya.kegiatan-kegiatannya. 10. Institusionalisme (2)Institusionalisme (2) Institutional Economics melihat kebijakan ekonomiInstitutional Economics melihat kebijakan ekonomimenurut peranan pemerintah dalam mengaturmenurut peranan pemerintah dalam mengaturkehidupan perekonomian untuk mengoreksi kelemahankehidupan perekonomian untuk mengoreksi kelemahanmekanisme pasar.mekanisme pasar. Seperti pengendalian perbankan agar tidak melakukanSeperti pengendalian perbankan agar tidak melakukanpenyaluran kredit secara berlebihan kepada masyarakatpenyaluran kredit secara berlebihan kepada masyarakatsehingga menimbulkan gejalasehingga menimbulkan gejala bubble economybubble economy karenakarenapenyaluran kredit tersebut hanya berdasarkanpenyaluran kredit tersebut hanya berdasarkanpermintaan semu. Contoh bahayapermintaan semu. Contoh bahaya bubble economybubble economyadalah kegagalanadalah kegagalan subprime mortgagesubprime mortgage di Amerika Serikatdi Amerika Serikatyang menyulut krisis keuangan globalyang menyulut krisis keuangan global 11. Group TheoryGroup Theory Adalah teori yang menganggap kebijakanAdalah teori yang menganggap kebijakanpublik sebagai produk dari perjuanganpublik sebagai produk dari perjuangankelompok. Kebijakan publik merupakankelompok. Kebijakan publik merupakantitiktitik equilibriumequilibrium dalam suatu perjuangandalam suatu perjuanganantar kelompok. Penekanan padaantar kelompok. Penekanan padabagaimana perananbagaimana peranan politicalpolitical interestsinterestsgroup dalam proses formulasi dangroup dalam proses formulasi danimplementasi kebijakan.implementasi kebijakan. 12. Pemerintahan yang DemokratisPemerintahan yang Demokratis Berdasarkan prinsipBerdasarkan prinsip of the people, by theof the people, by thepeople, and for the peoplepeople, and for the people Dalam masyarakatDalam masyarakat modernmodern prinsip tersebut tidakprinsip tersebut tidakdapat diterapkan secara langsung karenadapat diterapkan secara langsung karenabesarnya ruang lingkup, fungsi dan tugasbesarnya ruang lingkup, fungsi dan tugaspemerintahanpemerintahan Khususnya prinsipKhususnya prinsip by the peopleby the people tidak dapattidak dapatdilaksankan secara langsung, tetapi melaluidilaksankan secara langsung, tetapi melaluipemilihan dan penunjukan (pemilihan dan penunjukan (elected officialselected officials dandanappointed officialsappointed officials) serta para) serta para career officialscareer officialsatau birokratatau birokrat 13. Political System TheoryPolitical System Theory Adalah teori yang menganggap kebijakan publikAdalah teori yang menganggap kebijakan publiksebagai respons sistem politik terhadap permintaansebagai respons sistem politik terhadap permintaanyang muncul dalam masyarakat lingkungannya.yang muncul dalam masyarakat lingkungannya.Input dari lingkungan berupa permintaanInput dari lingkungan berupa permintaan((demandsdemands) dan dukungan () dan dukungan (supportssupports). Dukungan ini). Dukungan inidapat dalam bentuk kepatuhan terhagap hukum,dapat dalam bentuk kepatuhan terhagap hukum,membayar pajak, memilih dalam pemilu, danmembayar pajak, memilih dalam pemilu, dansebagainya. Selanjutnya, kebijakan (sebagainya. Selanjutnya, kebijakan (policypolicy) dapat) dapatmempengaruhi masyarakat dan pada gilirannyamempengaruhi masyarakat dan pada gilirannyaakan mempengaruhi permintaan baru terhadapakan mempengaruhi permintaan baru terhadappara pembuat kebijakan.para pembuat kebijakan. 14. Natural ResourcesTopographyDemographicVariablesIklimStrukturSosialKebudayaanPolitikHubunganInternasionalIlmu&TeknologiSaranaPerekonomianingkungan Dalam Lingkungan LuarPartaiPolitikAssosiasiBisnisLSMdllPOLICYMAKINGDemand/SupportLimitsInputsOrmasOutputsAction 15. PolicyPolicyProcessProcessPublic ProblemPublic DemandPolicy AgendaPolicy Formulation:Policy AnalysisPolicy Decision(keputusankebijakan)Policy StatementPolicyImplementationPolicy OutputPolicy EvaluationFeedbackTidak masuk dalamPolicy AgendaLeave it aloneTidak ada keputusankebijakanPositive Actiona) Those who initiate andmaintain processa) Effect on state of society 16. Jenis Kebijakan PublikJenis Kebijakan Publik DISTRIBUTIFDISTRIBUTIF Yaitu kebijakan publik yang bertujuan untukYaitu kebijakan publik yang bertujuan untukmemberi fasilitas dan pelayanan bagi golonganmemberi fasilitas dan pelayanan bagi golonganpenduduk tertentupenduduk tertentu PENGATURAN (Regulatory)PENGATURAN (Regulatory) Yaitu kebijakan publik yang bertujuan mengaturYaitu kebijakan publik yang bertujuan mengaturkehidupan masyarakat melalui pembatasankehidupan masyarakat melalui pembatasankebebasan bertindak dari subject (golongankebebasan bertindak dari subject (golonganpenduduk) untuk mengurangi pertentanganpenduduk) untuk mengurangi pertenta