Print Dong

download Print Dong

of 22

  • date post

    03-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    258
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Print Dong

PERIODONTITIS

MAKALAHdisusun untuk melengkapi dan memenuhi tugas pada blok Kedokteran Gigi Pencegahan

Oleh :

Sekti Anggara (09-079)

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI UNIVERSITAS JEMBER 2009

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur Kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan hidayah dan inayah-Nya berupa kemampuan berpikir dan analisais sehingga dapat terwujud makalah periodontitis Kedokteran Gigi Pencegahan. Penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, oleh karena itu penulis ingin menyampaikan ucapan teerima kasih kepada: 1. Drg. yang telah membimbing Kami dalam penyelesaian makalah ini 2. Bapak dan Ibu yang telah memberikan dorongan dan doanya demi terselesaikannya makalah ini 3. Teman-teman yang telah banyak memberikan bantuan baik materi maupun dukungan moril 4. semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Akirnya tiada suatu usaha besar akan berhasil tanpa dimulai dari usaha yang kecil. Semoga makalah ini bermanfaat, terutama bagi seluruh sivitas akademika di lingkungan Universitas Jember dan bagi pengguna lain di luar Universitas Jember. Sebagai penanggung jawab dan penulis makalah ini saya sangat mengharapkan kritik, saran, dan masukan untuk perbaikan serta penyempurnaan lebih lanjut pada masa yang akan datang. ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas pada blok

Jember, 20 Agustus 2010

Penulis

DAFTAR ISIHalaman

HALAMAN JUDUL

PRAKATA DAFTAR ISI BAB 1. PENDAHULUAN BAB 2. PEMBAHASAN BAB 3. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakangPada umumnya masyarakat sekarang enggan untuk menjaga kesehatan giginya apalagi untuk memeriksakan kesehatan giginya ke dokter gigi. Bukan hanya anak-anak tetapi juga orang

dewasa. Karena memang tidak dibiasakan dari kecil atau minimnya pengetahuan mereka tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Padahal kesehatan gigi dan mulut sangat berperan dalam menunjang kesehatan seseorang. Salah satu masalah kesehatan mulut yang sering diabaikan olah masyarakat adalah periodontitis atau radang yang menyerang jaringan penyangga gigi. P enyakit periodontal seringkali mempunyai gejala tidak nyata. Dengan demikian pasien dengan penyakit periodontal sering tidak peduli karena sakit giginya tidak mengganggu aktivitasnya dan baru mengetahui bila terjadi kelainan, jika giginya sudah tanggal. Sebenarnya untuk mendeteksi secara umum cukup mudah, jika permukaan gigi yang tampak lebih panjang dari normal, maka dapat dikatagorikan termasuk penyakit periodontal.

Pada dasarnya penyakit ini tidak timbul jika seseorang rajin untuk menjaga kesehatan giginya. Karena sebagian besar disebabkan sisa-sisa kotoran dalam rongga mulut yang telah termineralisasi bersama cairan saliva dan sulcus gingival. Kurangnya pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mulut merupakan factor yang menyebabkan seseorang malas untuk menjaga kesehatan mulut. Jadi Masyarakat perlu diberi pengetahuan dan disadarkan akan pentingnya menjaga kesehatan dan keutuhan jaringan periodontal ini. Apalagi masyarakat sering tidak sadar sehingga biasanya masyarakat baru dating ke dokter gigi jika sudah mengeluh bahwa giginya goyang atau sakit. Padahal hal tersebut merupakan kerusak yang paling parah terjadi, an sehingga gigi seringkali sudah tidak bias dipertahankan.

1.2 Rumusan masalaha. Apakah yang disebut jaringan periodontal itu ? b. Apakah yang disebut periodontitis itu ? c. Apa saja etiologi dari periodontitis ? d. Macam-macam periodontitis ? e. Bagaimanakah pathogenesis dari macam-macam periodontitis ? f. Bagaimanakah cara mencegah periodontitis ?

1.3 Tujuana. Mengetahui pengertian jaringan periodontal b. Mengetahui pengertian dari periodontitis c. Mengetahui etiologi periodontitis d. Mengetahui macam-macam periodontitis e. Mengetahui proses terjadinya periodontitis

f.

Mengetahui cara penanganan periodontitis

BAB II PEMBAHASAN

2.1.

Jaringan periodontalPenyakit periodontal merupakan penyakit yang mengenai jaringan periodontal yang meliputi gingiva (gusi), tulang alveolar, ligament periodontal, dan sementum.

2.1.1 GingivaGingiva adalah salah satu jaringan lunak yang membatasi rongga mulut. Merupakan daerah pertama yang berhubungan langsung dengan mukosa rongga mulut, menutupi tulang alveolar serta rahang dan mengelilingi leher gigi (Tim periodonsia FKG UNAIR, 1997). Secara anatomis jaringan gingival dibagi menjadi tiga bagian : 1. Margin gingival (free atau unattached gingiva) Margin gingiva adalah bagian gingival yang terletak paling koronal. Tidak melekat pada gigi dan membentuk dinding jaringan lunak dari sulkus gingiva (ruangan dangkal antara margin gingiva dan gigi). Dalam keadaan sehat margin gingival mempunyai : a. Kontur yang berpinggir tajam. b. Konsistensi padat. c. Tekstur halus. d. Dibatasi oleh free gingival groove di bagian apical. Free gingival groove adalah lekukan dangkal pada permukaan gingiva yang menggambarkan sebagai bagian paling koronal dari perlekatan gingiva pada gigi. Pada beberapa orang, free gingival groove ini ada, sedangkan pada orang lain tidak ada. 2. Gingiva cekat (attached gingiva) Attached gingiva terletak tepat di apikal dari margin gingival, yang melekat erat pada gigi dan tulang alveolar dibawahnya. Attached gingiva mempunyai lebar bervariasi pada daerah satu dan yang lainnya dalam mulut, berkisar antara kurang dari 1 sampai 9 mm. Secara anatomis attached gingiva mempunyai : a. Tekstur yang stippled (stippling). Stippling menggambarkan permukaan gingiva yang tidak rata. b. Permukaan merah muda. c. Konsistensi padat. Attached gingiva menyebabkan jaringan gingiva dapat menahan tekanan mekanis dari sikat gigi dan mencegah pergerakan-pergerakan gingiva bila terdapat benturan pada alveolar mukosa. Alveolar mukosa tidak melekat erat pada struktur dibawahnya, karena : a. Permukaan tekstur lunak. b. Ditutup dengan lapisan tipis epitel. c. Tidak dapat menahan banyak gesekan seperti attached gingiva 3. Interdental papil Interdental papil adalah bagian gingiva yang terletak di ruang interproksimal yang dibentuk oleh kontak dengan gigi tetangga. Jika konturnya rata dengan kontak interproksimal yang lebar, papilla akan menjadi sempit dan pendek. Jika gigi-gigi

overlapping satu dengan yang lainnya, ruang interdental bisa kecil atau bisa tidak ada, menghasilkan papilla yang membulat, tidak mempunyai ruang interproksimal.

2.1.2 Tulang alveolarTulang alveolar adalah bagian tulang yang menopang gigi geligi.(Manson dan Eley, 1993). Sebagian dari tulang alveolar ini bergantung pada gigi dan setelah tanggalnya gigi akan terjadi resopsi tulang. Seperti tulang lainnya , tulang alveolar terus menerus mengalami remodeling sebagai respon terhadap stress mekanis dan kebutuhan metabolisme terhadap ion fosfor dan kalsium. Pada keadaan sehat, remodeling tulang alveolar berfungsi untuk m empertahankan keseluruhan dari tulang dan anatomi keseluruhan relatif stabil.

2.1.3 Ligamen periodontalLigament adalah suatu ikatan, biasanya menghubungkan dua buah tulang (Manson dan Eley,1993). Serat-serat kolagen yang padat membentuk ligament periodo ntal,

menghubungkan akar sementum dengan soket tulang alveolar (Lawler dkk,1992). Ligamen periodontal tidak hanya menghubungkan gigi ke tulang rahang tetapi juga menopang gigi pada soketnya dan mengandung nutrisi yang disalurkan ke gingiva, sementum dan tu lang alveolar. Struktur ligamen biasanya menyerap beban tersebut secara efektif dan meneruskannya ke tulang pendukung.

2.1.4 SementumSementum adalah jaringan ikat kalsifikasi yang menyelubungi dentin akar dan tempat berinsersinya bundel serabut kolagen. Sementum terdiri dari serabut kolagen yang tertanam didalam matriks organ yang terkalsifikasi. Hubungan dengan tepi email, bervariasi d apat terletak atau bersitumpang dengan email tetapi juga terpisah dari email oleh adanya sepotong kecil dentin yang terbuka.

2.2.

PeriodontitisPeriodontitis adalah penyakit atau peradangan yang menyerang jaringan periodontal atau

jaringan pendukung gigi (tulang alveolar, sementum, ligamen periodontal, dan gingiva) karena suatu proses inflamasi. Periodontitis melibatkan hilangnya progresifitas dari tulang alveolar disekitar gigi, dan jika tidak diobati, dapat menyebabkan berkurangnya pelekatan gigi ke tula dan kemudian ng hilangnya gigi. Penyakit periodontal adalah suatu kelainan yang mengenai jaringan periodontal yaitu gingiva, membran periodontal, sementum dan tulang alveolar. Keradangan dimulai dari gingiva yang disebut gingivitis, selanjutnya mengenai struktur penyangga dan penyakit yang terjadi disebut periodontitis (Tim Periodonsia FKG UNAIR, 1997)

Periodontitis adalah suatu penyakit keradangan pada jaringan penyangga gigi yang disebabkan oleh mikroorganisme tertentu atau kelompok mikroorganisme tertentu yang menyebabkan kerusakan progresif pada ligamen periodontal dan tulang alveolar ditandai dengan terbentuknya poket, resesi gingiva atau keduanya (Carranza et al.,2006:104).

2.3.

Etiologi periodontitisPenyebab utama kerusakan tulang pada penyakit periodontal adalah perluasan inflamasi

marginal gingiva ke jaringan penyokong. Invasi dari inflamasi gingiva ke permukaan tulang dan permulaan dari kehilangan tulang merupakan ciri utama transisi dari gingivitis ke periodontitis. Periodontitis selalu didahului oleh gingivitis, sedangkan tidak semua gingivitis berkembang menjadi periodontitis. Faktor yang menyebabkan perluasan inflamasi ke jaringan penyokong dan menginisiasi perubahan gingivitis menjadi periodontitis belum diketahui, namun dikaitkan dengan komposisi bakterial yang terdapat pada plak. Pada penyakit periodontal yang parah, kandungan bakteri yang bergerak (motile) dan spirochaeta meningkat sedangkan bakteri kokus dan batang berkurang.

Perluasan inflamasi dikaitkan pula dengan potensi p