PRE-EKLAMPSI BERAT.doc

download PRE-EKLAMPSI BERAT.doc

of 28

  • date post

    29-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    53
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Pre eklamsi berat

Transcript of PRE-EKLAMPSI BERAT.doc

Preeklampsia Berat

BAB I PENDAHULUAN

Dalam menentukan keberhasilan suatu pelayanan obsetri di suatu daerah tertentu dikenal adanya: Angka Kematian Maternal (AKM),dan Angka Kematian Perinatal (AKP). Menurut WHO, kematian maternal adalah kematian seorang wanita waktu hamil atau dalam 42 hari sesudah berakhirnya kehamilan oleh sebab apapun, terlepas dari tuanya kehamilan dan tindakan yang dilakukan untuk mengakhiri kehamilan, dibedakan menjadi 2 golongan: oleh komplikasi kehamilan dan sebab-sebab lain (associated causes)seperti: penyakit jantung, asma, dll. Sedangkan AKP terdiri atas jumlah anak yang tidak menunjukkan tanda hidup waktu dilahirkan, ditambah dengan jumlah anak yang meninggal dalam minggu pertama dalam kehidupannya, untuk 1000 kelahiran. Saat ini, negara-negara maju cenderung menggunakan Angka Kematian Perinatal sebagai indikator atau parameter yang lebih baik dan lebih peka dalam menilai kualitas pelayanan kebidanan di suatu daerah. Preeklampsi dan eklampsia merupakan penyakit pada wanita hamil yang secara langsung disebabkan oleh kehamilan, terutama setelah usia kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Pre-eklampsi dan eklampsi hampir secara ekslusif merupakan Umumnya terdapat pada wanita masa subur denan umur penyakit pada nulipara.

ekstreem, yaitu: pada wanta remaja usia belasan tahun atau pada wanita yang berumur lebih dari 35 tahun. Pada multipara, penyakit ini biasanya dijumpai pada keadaankeadaan seperti antara lain: kehamilan multifetal, hidrops fetalis, penyakit vaskuler termasuk hipertensi essensial kronis dan diabetes melitus, maupun penyakit ginjal. Mengingat kesehatan dan keselamatan janin dalam rahim sangatlah bergantung pada keadaan serta kesempurnaan bekerjanya sistem dalam tubuh ibu, yang mempunyai fungsi untuk menumbuhkan hasil konsepsi dan mudigah menjadi janin cukup bulan yang sehat, oleh karena itu pencegahan dan penangan yang tepat terhadap segala komplikasi dan penyakit yang mungkin diderita ibu saat masa kehamilannya akan sangat menentukan keberhasilan pelayanan kebidanan di negara tersebut.

1

Preeklampsia Berat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DEFINISI Pre-eklampsi dan eklampsi merupakan kumpulan gejala yang timbul pada ibu hamil, bersalin dan pada masa nifas yang terdiri dari trias: hipertensi, proteinuri, dan edema, yang terkadang disertai konvulsi sampai koma (eklampsi), dan ibu tersebut tidak menunjukkan tanda kelainan vaskular atau hipertensi sebelumnya.

KLASIFIKASI Adapun, pembagian berdasarkan tanda dan gejala, sebagai berikut: 1. Pre-eklampsia: Ringan Berat

2. Hipertensi essensial; Tanpa ada komplikasi Superimposed-pre eclampsia Tanpa ada komplikasi Superimposed pre eclampsia Murni dari pre-eklampsia Tidak murni atau berasal dari klasifikasi no 2 dan 3.

3. Nefritis kronis:

4. Eklamsi

Superimposed preeklampsia-eklampsia ialah timbulnya pre-eklampsia atau eklampsia pada pasien yang menderita hipertensi maupun nefritis kronik, sedangkan yang merupakan sebab langsung dari kehamilan (murni) disebut pre-eklampsi dan eklampsi.

2

Preeklampsia Berat

ETIOLOGI Sampai saat ini, penyebab pasti dari PE-E belum diketahui dengan jelas, ada beberapa teoriyang mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dari kelainan tersebut the disease of theory, adapun teori-teori tersebut antara lain: 1. peran Prostasiklin dan Tromboksan pada PE-E didapatkan kerusakan pada endothel vaskuler, sehingga terjadi penurunan produksi prostasiklin yang pada kehamilan normal mungkin meningkat, aktvasi dan penggumpalan maupun fibrinolisis yang kemudian akan diganti dengan thrombin dan plasmin. Thrombin akan mengkonsumsi anti thrombin III sehingga terjadi deposit fibrin. Aktivasi thrombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (TxA2) dan serotonin, sehingga terjadi vasospasme dan kerusakan endothel.

2. peran faktor imunologis Pre-eklampsia sering terjadi pada kehamilan I dan tidak timbul lagi pxda kehamilan berikutnya, dapat diterangkan bahwa pada kehamilan I terjadi pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta dengan tidak sempurna, yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. Fierlie F.M. (1992) mendapatkan beberapa data yang mendukung adaya sistem imun pada penderita, antara lain: beberapa wanita dengan PE-E memiliki komplex imun dalam serum beberapa studi juga mendapatkan adanya aktivasi sistem komplemen pada PE-E yang diikuti dengan adanya proteinuri. Namun Stirat (1986) menyimpulkan, meskipun ada beberapa pendapat menyebutkan sistem imun humoral dan aktvasi komplemen terjadi pada PE-E, tetapi tidak ada bukti bahwa sistem imun bisa menyebabkan PE E.

3

Preeklampsia Berat

3. peran faktor genetik/familial Beberapa bukti yang menunjukkan peran faktor genetik pada kejadian PE-E antara lain: hanya terjadi pada manusia, terdapatnya kecenderungan meningkatnya frekuensi PE-E pada anak dan cucu dari ibu hamil dengan riwayat PE-E bukan pada ipar mereka, dan peran Renin-Angiotensin-Aldosteron-System (RAAS).

PATOFISIOLOGI Perubahan pokok yang didapat adalah spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan cairan. Dengan biopsi ginjal, Altchek, dkk. (1968), menemukan Pada beberapa kasus, lumen areriol begitu spasme hebat pada arteriol glomerulus.

keclnya sehingga hanya dapat dilalui oleh sel darah merah, bila dianggapa hal ini terjadi di seluruh tubuh maka dapat dimengerti tekanan darah yang meningkat merupakan usaha kompensasi tubuh untuk melawan kenaikan tahanan perifer, agar oksigenisasi jaringan tetap tercukupi. Kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan penimbunan cairan yang berlebihan dalam ruang interstisial belum diketahui sebabnya, namun telah dibuktikan bahwa terdapat kadar aldosteron yang rendah dan konsentrasi prolaktin yang tinggi daripada kehamilan normal. Perubahan pada Plasenta dan Uterus

Menurunnya aliran darah ke plasenta menyebabkan gangguan fungsi plasenta, pda hipertensi yang agak lama pertumbuhan janin dapat terganggu, dan pada hipertensi akut dapat terjadi gawat janin sampai kematian karena oksigenisasi yang terganggu. Kenaikan tonus uterus dan kepekaan terhadap rangsang sering didapatkan pada PE sehingga sering terjadi partus prematur. Perubahan pada Ginjal

Disebabkan oleh menurunnya aliran darah ke ginjal, sehingga filtrasi glomerulus juga berkurang. Kelainan pada ginjal yang penting ialah dalam hubungan dengan proteinuria dan retensi garam dan air. Mekanismenya belum diketahui dengan benar, tetapi diduga akibat perubahan dalam perbandingan antara tingkat filtrasi dan tingkat penyerapan 4

Preeklampsia Berat

kembali oleh tubulus. Pada kehamilan normal, penyerapan ini meningkat sesuai dengan kenaikan filtrasi glomerulus. Penurunan filtrasi glomerulus akibvat spasmus arteriola ginjal menyebabkan filtrasi natrium lewat glomerulus berkurang yang menyebabkan retensi garam dan air. Fungsi ginjal pada PE agak menurun bila dilihat dari clearance urinacid. Filtrasi glomerulus dapat turun hingga 50% dari normal, sehingga menyebabkan diuresis turun dan lebih lanjut dapat terjadi oliguria dan anuria. Perubahan pada Retna

Pada PE tampak edema retina, spasmus setempat atau menyeluruh pada satu atau beberapa arteri, jarang terlihat perdarahan atau eksudat. Skotoma, diplopia dan ambliopia pada penderita PE merupakan gejala akan terjadi eklampsia. Perubahan pada Paru.

Edema paru juga merupakan sebab utama kematian apda penderita dan komplikasi ini umumnya disebabkan oleh dekompensasio kordis kiri. Keseimbangan air dan elektrolit

Pada PE-E, kadar gula darah naik sementara, asam laktat dan asam organik lainnya naik, sehingga cadangan alkali akan turun, biasanya disebabkan olah kejang-kejang. Setelah konvulsi selesai, cadangan alkali dapat kembali pulih normal. Oleh beberapa ahli kadar asam urat dalam darah dipakai untuk menentukan arah PE menjadi baik atau tidak setelah diberikan penanganan.

5

Preeklampsia Berat

6

Preeklampsia Berat

GEJALA DAN TANDA 1. Pre-eklampsia ringan, bila disertai dengan keadaan, sebagai berikut: tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih yang diukur pada posisi berbaring terlentang, atau kenaikan diastolik 15 mmHg atau lebih, dan kenaikan sistolik 30 mmHg atau lebih, dengan cara pemeriksaan sekurangnya 2 kali dengan jarak periksa 1 jam, sebaiknya 6 jam edema umum, kaki,jari tangan, dan muka, atau kenaikan berat badan 1 kg atau lebih per minggu. Proteinuria kwantitaif 0,3 gr atau lebih per liter, kwalitatif 1+ atau 2 + pada urine kateter atau midstream.

2. Pre-eklampsi berat, bila disertai dengan keadaan sebagai berikut: Tekanan darah 160/110 mmHg atau lebih Proteinuria 5 gr atau lebih per liter Oliguria, yaitu jumlah urin kurang dari 500 cc per 24 jam Gangguan cerebral, visus, dan rasa nyeri di epigastrium Nyeri frontal yang berat Terdapat edema paru dan sianosis. Thrombosit < 100.000/mm3 Peningkatan kadar enzim hati dan atau ikterus Perdarahan retina Koma

DIAGNOSIS Umumnya diagnosis ditegakkan didasarkan pada 2 dari trias tanda utama pre-eklampsia. Namun, diagnosis juga dapat ditegakkan berdasarkan: 1. gambaran klinik: pertambahan berat badan yang berlebihan, edema, hipertensi, dan timbul proteinuria. Adapun gejala subjektif seperti: sakit kepala di daerah

7

Preeklampsia Berat

frontal, gangguan visus, penglihatan kabur, skotoma, diplopia,nyeri epigastrium, mual dan muntah. tenang. 2. uji diagnostik dasar: tekanan darah tinggi, refleks meningkat, analisa protein dalam urine, pemeriksaan edema, pengukuran tinggi fundus uteri, pemeriksaan funduskopi. 3. uji lab dasar: evaluasi hematologik (Ht, thrombosit, morfologi eritrosit pada sediaan apus darah tepi), pemeriksaan fungsi hati (bilirubin, protein serum, aspartat aminotransferase, dsb), pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin). 4. uji untuk meramalkan hipertensi: roll-over test, pemberian i