prakerin 1

download prakerin 1

of 46

  • date post

    10-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    230
  • download

    0

Embed Size (px)

description

contoh prakerin jurusan farmasi

Transcript of prakerin 1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Sesuai dengan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bahwa, lulusan SMK diharapkan menjadi peserta didik yang siap pakai di masyarakat. Di dalam kurikulum sekolah ditetapkan bahwa untuk mewujudkan program tersebut maka peserta didik diharuskan mengikuti dan melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri) yang didukung oleh sarana dan prasarana yang penting, diantaranya adalah apotek. Hal tersebut diatas sesuai dengan Kepmendiknas RI Nomor 323/U/1997, tentang Penyelenggaraan Sistem Ganda (PSG) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penyelenggaraan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematik dan sinkron program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja di dunia kerja, yang terarah untuk mencapai tingkat keahlian profesional tertentu. Secara umum, ruang lingkup kegiatan Penyelenggaraan Sistem Ganda (PSG) ini meliputi pelaksanaan di sekolah dan dunia usaha atau dunia industri (DU/DI). Sekolah membekali siswa dengan materi pendidikan umum (normatif), pengetahuan dasar penunjang (adaptif), serta teori dan keterampilan dasar kejuruan (produktif). Selanjutnya, Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI) diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan keahlian profesi bagi para siswa peserta Penyelenggaraan Sistem Ganda (PSG) melalui program khusus yang dinamakan Praktek Kerja Industri (Prakerin). Selanjutnya, sarana utama dari kegiatan penyelenggaraan praktek di Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI) ini disamping keahlian profesional, siswa juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sesuai tuntutan kebutuhan Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI), yang meliputi : etos kerja, kemampuan, motivasi, disiplin dan sebagainya. Untuk mengetahui perkembangan para siswa peserta prakerin di Dunia Usaha atau Dunia Industri (DU/DI) tersebut, maka diperlukan satu perangkat yang dapat memberikan informasi tentang kualifikasi dan jenis kegiatan siswa yaitu Jurnal Kegiatan Siswa. B. Maksud dan TujuanAdapun maksud dan tujuan dari kegiatan praktek kerja industri antara lain sebagai berikut :1. Salah satu syarat dapat mengikuti Ujian Nasional (UN);2. Membandingkan dan menerapkan pengetahuan akademis yang didapat dengan maksud untuk memberi kontribusi pengetahuan pada dunia kerja yang akan dihadapi secara jelas dan konsisten, dengan komitmen yang tinggi;3. Mendapat bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai tentang pengelolaan dan pelaksanaan pelayanan farmasi sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya; dan4. Lebih mampu memahami konsep-konsep non teknis dan non akademis di dunia kerja nyata.

C. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Kegiatan Praktek kerja industri (prakerin) ini dilaksanakan pada tanggal 1 Juli samapai 06 September 2013 di Apotek Medika Utama, yang beralamat di Jalan Mesjid Agung Nomor 34 Tasikmalaya. Tlp. (0265) 332622. Adapun jadwal pelaksanaan praktek kerja industri di Apotek Medika Utama pada hari senin sampai hari sabtu dan dibagi ke dalam dua shift, yaitu : Shift pagi, jam 07.00-14.00 WIB;Shift siang, jam 14.00-21.00 WIB.Kecuali hari Sabtu jadwal prakerin shift pagi jam 07.00-14.00 WIB, dan shift siang jam 14.00-20.00 WIB. Pergantian shift dilakukan seminggu sekali pada setiap hari Rabu.

BAB IIKAJIAN PUSTAKA

A. Pengertian ApotekMenurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009 Tentang Pekerjaan Kefarmasian Apotek adalah sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktek kefarmasian oleh Apoteker.Yang dimaksud Pekerjaan Kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

B. Tugas dan Fungsi ApotekBerdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009, tentang tugas dan fungsi apotek adalah :1. Tempat pengabdian profesi seorang apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker;2. Sarana yang digunakan untuk melakukan Pekerjaan Kefarmasian;3. Sarana yang digunakan untuk memproduksi dan distribusi sediaan farmasi, antara lain obat, bahan baku obat, obat tradisional, dan kosmetik; dan4. Sarana pembuatan dan pengendalian mutu Sediaan Farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan pendistribusi atau penyaluranan obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat, serta pengembangan obat, bahan obat dan obat tradisional.

C. Tugas dan Fungsi Apoteker di ApotekDalam Undang-Undang (UU) Kesehatan Nomor 23 Tahun 1992 telah diatur tentang peranan profesi apoteker, yakni pembuatan, termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan, pengadaan, penyimpanan dan distribusi obat, pengelolaan obat, pelayanan obat atas resep dokter, pelayanan informasi obat serta pengembangan obat dan obat tradisional.Di dalam dunia kesehatan, apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai apoteker. Pekerjaan kefarmasian mencakup hal-hal yang tergantung pada seorang apoteker yang menjalankan profesinya sebagai apoteker. Setiap apotek harus memiliki seorang Apoteker yang bertugas sebagai penanggungjawab apotek. Apoteker mempunyai peran sebagai berikut : 1. PelayananAdapun tugas apoteker dalam bidang pelayanan adalah sebagai berikut : a. Membaca resep dengan teliti, meracik obat dengan cepat, membungkus dan menempatkan obat dalam wadah/bungkus yang cocok dan memeriksa serta memberi etiket dengan teliti; danb. Memberikan informasi/konsultasi tentang obat kepada pasien, tenaga kesehatan masyarakat.c. Skrinning/pembacaan resep : seperti nama dokter, alamat, SIP, tanggal penulisan, paraf/tanda tangan, dan lain-lain.d. Sebagai tenaga promosi dan edukasi, melakukan :1). Swa medikasi (dengan medication record).2). Penyebaran brosur, poster tentang kesehatan.e. Sebagai tenaga pelayanan residensi (home care), untuk penyakit kronis (dengan medication record).2. Manager Apoteker sebagai manager mempunyai tugas :a. Menyusun prosedur tetap.b. Mengelola obat, Sumber Daya Manusia (SDM), peralatan dan uang di apotek.c. Mengelola sumber daya (resources) di apotek secara efektif dan efisien.d. Membuat prosedur tetap untuk masingmasing pelayanan.

D. Tugas dan Kewajiban Tenaga Teknis Kefarmasian Kewajiban Tenaga Teknis Kefarmasian menurut Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1332/Menkes/X/2002, adalah sebagai berikut :1. Melayani resep dokter sesuai dengan tanggung jawab dan standar profesinya yang dilandasi pada kepentingan masyarakat serta melayani penjualan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter.2. Memberi Informasi Adapun tugas dan fungsi Tenaga Teknis Kefarmasian dalam bidang pelayanan informasi antara lain : a. Yang berkaitan dengan penggunaan/pemakaian obat yang diserahkan kepada pasien.b. Penggunaan obat secara tepat, aman dan rasional atas permintaan masyarakat.Informasi yang diberikan harus benar, jelas dan mudah dimengerti serta cara penyampaiannya disesuaikan dengan kebutuhan, selektif, etika, bijaksana dan hati-hati. Informasi yang diberikan kepada pasien sekurang-kurangnya meliputi: 1). Cara pemakaian obat;2). Cara penyimpanan obat; 3). Jangka waktu pengobatan; dan4). Makanan/minuman/aktifitas yang hendaknya dihindari selama terapi dan informasi lain yang diperlukan.3. Menghormati hak pasien dan menjaga kerahasian identitas serta data kesehatan pribadi pasien.4. Melakukan pengelolaan apotek meliputi :a. Pembuatan, pengelolaan, peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran, penyimpanan dan penyerahan obat dan bahan obat; dan b. Pengadaan, penyimpanan, penyaluran dan penyerahan sediaan farmasi lainnya.5. Memiliki Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian (STRTTK) yang dikeluarkan pejabat yang berwenang.

E. Syarat Berdirinya ApotekKeputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1332/Menkes/SK/X/2002, tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 992/Menkes/Per/X/1993, tentang Ketentuan dan Tata Cara Pemberian Izin Apotek Menteri Kesehatan, pasal 6, dinyatakan bahwa:1. Untuk mendapatkan izin Apotek, Apoteker atau Apoteker yang bekerjasama dengan pemilik sarana yang telah memenuhi persyaratan harus siap dengan tempat, perlengkapan termasuk sediaan farmasi dan perbekalan lainnya yang merupakan milik sendiri atau milik pihak lain.2. Sarana Apotek dapat didirikan pada lokasi yang sama dengan kegiatan pelayanan komoditi lainnya di luar sediaan farmasi.3. Apotek dapat melakukan kegiatan pelayanan komoditi lainnya diluar sediaan farmasi.Adapun fasilitas yang harus dimiliki oleh apotek, yaitu :a. Ruang tunggu yang nyaman bagi pasien;b. Tempat untuk menyediakan informasi bagi pasien, termasuk penempatan brosur/materi informasi;c. Ruangan tertutup untuk konseling bagi pasien yang dilengkapi dengan meja dan kursi serta lemari untuk menyimpan catatan medikasi pasien;d. Ruang racikan;e. Tempat pencucian alat atau keranjang sampah yang tersedia untuk staf maupun pasien; danf. Perabotan apotek harus tertata rapi, lengkap dengan rak-rak penyimpanan obat dan barang-barang lain yang tersusun dengan rapi, terlindung dari debu, kelembaban dan cahaya yang berlebihan serta diletakkan pada kondisi ruangan dengan temperatur yang telah ditetapkan.

F. Tenaga KefarmasianMenurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 51 Tahun 2009, Tentang Pekerjaan Kefarmasian Pasal 33, dikatakan bahwa yang termasuk kedalam tenaga kefarmasian terdiri dari :

1. ApotekerApoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker. Di dalam mengemban tugasnya apoteker dapat mengangkat seorang apoteker pendamping yang memiliki SIPA. 2. Tenaga Teknis KefarmasianTenaga Teknis kefarmasian terdiri dari : Sarjana Farma