Ppt Anfistum Klp 1 Kls D 2014

of 12 /12
ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN PERKECAMBAH DAN DORMANSI KELOMPOK 1 NUR AULIA ARRAYAN (O1A114125) NUR FADHILLAH SIRAJUDDIN ( O1A114133 ) SINAR AYU FARIDA (O1A114162) SITTI NURZANA HABARU (O1A114126) ANNISAH (O1A114158)

Embed Size (px)

description

cnbv

Transcript of Ppt Anfistum Klp 1 Kls D 2014

  • ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHANPERKECAMBAH DAN DORMANSI

    KELOMPOK 1

    NUR AULIA ARRAYAN (O1A114125)NUR FADHILLAH SIRAJUDDIN ( O1A114133 )SINAR AYU FARIDA (O1A114162)SITTI NURZANA HABARU (O1A114126)ANNISAH (O1A114158)

  • 1. Pengertian Dormansi dan Perkecambahan

    a. Pengertian DormansiDormansiadalah suatu keadaan berhenti tumbuhyang dialamiorganismehidup atau bagiannya sebagai tanggapan atas suatu keadaan yang tidak mendukung pertumbuhan normal. Dengan demikian, dormansi merupakan suatu reaksi atas keadaan fisik atau lingkungan tertentu. Pemicu dormansi dapat bersifat mekanis, keadaan fisik lingkungan, atau kimiawi.

    b. Pengertian PerkecambahanPerkecambahan adalah munculnya plantula (tanaman kecil) dari dalam biji yang merupakan hasil pertumbuhan. Embrio yang terdapat di dalam biji mempunyai beberapa bagian, antara lain embrio akar (radikula), embrio daun (plumula), embrio pucuk (epikotil) dan embrio batang (hipokotil).

  • 2. Penyebab DormansiBenih yang mengalami dormansi ditandai oleh:a. Rendahnya / tidak adanya proses imbibisi air.b. Proses respirasi tertekan / terhambat.c. Rendahnya proses mobilisasi cadangan makanan.d. Rendahnya proses metabolismecadangan makanan.

  • 3.Dilihat dari penyebabnya dormansi dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu:a. Dormansi FisikDormansi Fisik disebabkan oleh pembatasan struktural terhadap perkecambahan biji, seperti kulit biji yang keras dan kedap sehingga menjadi penghalang mekanis terhadap masuknya air atau gas-gas ke dalam biji. Beberapa penyebab dormansi fisik adalah:Impermeabilitas kulit biji terhadap air Resistensi mekanis kulit biji terhadap pertumbuhan embrio Permeabilitas yang rendah dari kulit biji terhadap gas-gas

  • b. Dormansi Fisiologis Dormansi Fisiologis, dapat disebabkan oleh sejumlah mekanisme, tetapi pada umumnya disebabkan oleh zat pengatur tumbuh, baik yang berupa penghambat maupun perangsang. tumbuh. Beberapa penyebab dormansi fisiologis adalah: Immaturity Embrio After ripening Dormansi Sekunder Dormansi yang disebabkan oleh hambatan metabolis pada embrio

  • 4. ProsesPerkecambahan dan Sebutkan TipeDormansi dan Perkecambahan a.Proses Perkecambahan Proses perkecambahan melibatkan proses fisika maupun kimiawi : 1)Proses fisika Proses fisika terjadi ketika biji menyerap air (imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering.

    2)Proses kimiaDengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji akan pecah. Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan hormon giberelin (GA). Hormon ini mendorong aleuron (lapisan tipis bagian luar endosperma) untuk mensintesis dan mengeluarkan enzim.Enzim bekerja dengan menghidrolisis cadangan makanan yang terdapat dalam kotiledon dan endosperma. Proses ini menghasilkan molekul kecil yang larut dalam ai, misalnya enzim amilase menghidrolisis pati dalam endosperma menjadi gula. Selanjutnya, gula dan zat-zat lainnya diserap dari endosperma oleh kotiledon selama pertumbuhan embruo menjadi bibit tanaman.

  • 5. Tipe tipe Dormansi Secara umum menurut Aldrich (1984) Dormansi dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu :a. Innate dormansi (dormansi primer)Dormansi primeradalah dormansi yang paling sering terjadi, terdiri dari dua sifat: (1) dormansi eksogenous, (2) dormansi endogenous

    b. Induced dormansi (dormansi sekunder)Dormansi sekunderadalah sifat dormansi yang terjadi karena dihilangkannya satu atau lebih faktor penting perkecambahan.Dormansi sekunder disini adalah benih-benih yang pada keadaan normal maupun berkecambah, tetapi apabila dikenakan pada suatu keadaan yang tidak menguntungkan selama beberapa waktu dapat menjadi kehilangan kemampuannya untuk berkecambah. Diduga dormansi sekunder tersebut disebabkan oleh perubahan fisik yang terjadi pada kulit biji yang diakibatkan oleh pengeringan yang berlebihan sehingga pertukaran gas-gas pada saat imbibisi menjadi lebih terbatas.

  • 6. Tipe tipe perkecambahana. Perkecambahan epigealApabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.

    b. Perkecambahan hypogealApabila terjadi pembentangan ruas batang teratas (epikotil) sehingga daun lembaga tertarik keatas tanah tetapi kotiledon tetap di dalam tanah. Contoh: perkecambahan pada biji kacang Contoh: perkecambahan pada biji kacang.

  • 7. Faktor Faktor yang Mempengaruhi Perkecambahan Perkecambahan dipengaruhi oleh faktor eksternal (suhu, cahaya, kelembapan udara, air dan unsur hara tanah, dan nutrisi) dan faktor internal (Gen,hormon, kematangan embrio, dann sifat dormansi biji).

    a. Faktor Luar (eksternal) yaitu : Cahaya/Sinar matahari Kelembapan Udara Air dan Unsur Hara Tanah Nutrisi

    b. Faktor Dalam (Internal) Faktor gen Hormon

  • 8. Cara Menghambat Dormansi Ada beberapa cara yang telah diketahui seperti:a. Dengan perlakuan mekanisTujuan dari perlakuan mekanis ini adalah untuk melemahkan kulit biji yang keras sehingga lebih permeabel terhadapairataugas. Diantaranya yaitu dengan Skarifikasi.

    b. Dengan perlakuan kimiaTujuan dari perlakuan kimia adalah menjadikan agar kulit biji lebih mudah dimasuki air pada waktu proses imbibisi. Larutan asam kuat sepertiasam sulfat,asam nitratdengan konsentrasi pekat membuat kulit biji menjadi lebih lunak sehingga dapat dilalui oleh air dengan mudah.

    c. Dengan perlakuan perendaman dengan air.Perlakuan perendaman di dalam air panas dengan tujuan memudahkan penyerapan air oleh benih. Caranya yaitu: dengan memasukkan benih ke dalam air panas pada suhu 60 - 70 0C dan dibiarkan sampai air menjadi dingin, selama beberapa waktu.

  • d. Dengan perlakuan suhuCara yang sering dipakai adalah dengan memberi temperatur rendah pada keadaan lembap (Stratifikasi). Selama stratifikasi terjadi sejumlah perubahan dalam benih yang berakibat menghilangkan bahan-bahan penghambat perkecambahan atau terjadi pembentukan bahan-bahan yang merangsang pertumbuhan.

    e. Dengan perlakuan cahayaCahaya berpengaruh terhadap prosentase perkecambahan benih dan laju perkecambahan. Pengaruh cahaya pada benih bukan saja dalam jumlah cahaya yang diterima tetapi juga intensitas cahaya dan panjang hari.

  • SEKIAN DAN TERIMAKASIH

    *