Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

download Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

of 13

  • date post

    05-Apr-2018
  • Category

    Documents

  • view

    216
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

  • 7/31/2019 Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

    1/13

    Penuntun Praktikum Sentral DigitalLaboratorium Telematika

    Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

    PENUNTUN PRAKTIKUM

    SENTRAL DIGITAL

    I. TELEPHONE SWITCHING MODULE (TSM)

    Pada Praktikum Sentral Digital dibahas mengenai proses penyambungan dua buah telepondengan menggunakan modul yang telah disediakan di Laboratorium Telamatika Jurusan Elektro

    Fakultas Teknik UNHAS sehingga dapat terjadi komunikasi antara sesama pelanggan. Kita akanmembahas tentang proses kerja dari modul tersebut.

    Ada tiga modul pokok yang digunakan dalam praktikum ini, antara lain:I. Satu Unit komputer II. Telephone Switchng Module3. Telephone set

    TSM (Telephone Swtching Module) memiliki fungsi yang sama dengan sebuah adapter ISDN (Integrated Service Digital Network) kecuali jika TSM tersebut menggunakan property

    protokol sebagai ganti dari protokol standar DSS1. TSM berisi konektor yang dapat diakses cuma-

    cuma untuk menghubungkan alat-alat eksternal.

    Pada percobaan kali ini, kita membatasi jumlah pelanggan yang akan berkomunikasi. Dalamhal ini dibatasi untuk dua atau tiga pelanggan saja. Untuk memahami lebih lanjut tentang TSM,

    berikut kita lihat gambar dari TSM berikut.

    Gambar 1 TSM (Telephone Switching Module)

  • 7/31/2019 Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

    2/13

    Penuntun Praktikum Sentral DigitalLaboratorium Telematika

    Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

    1. Satu Unit komputer

    Pada komputer ini, terdapat software yang mendukung kerja dari modul-modul yang lain.Software tersebut berisi tentang semua penjelasan modul yang dipakai. Selain itu, kabel dari keduaTSM akan dihubungkan ke CPU komputer ini. Pada saat kedua pelanggan saling berkomunikasi,kita dapat melihat kerja dari SMU (Subscriber Matcing Unit) melalui software yang telahdisediakan.

    2. Telephone Switching Module (TSM)

    Gambar 2 Telephone Switching Module (TSM)

    Adapun bagian-bagian dari TSM adalah sebagai berikut: Subscriber Line Interface Circuit (SLIC) Hybrid AD / DA Conversion Tone and Ringing Signal Generators

    Dialling Information Separation

    3. Dua buah telephone set

    Telephone set ini diumpakan sebagai pelanggan yang akan berkomunikasi. Berikut disajikangambar dari telephone set:

  • 7/31/2019 Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

    3/13

    Penuntun Praktikum Sentral DigitalLaboratorium Telematika

    Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

    Gambar 3 Telephone Set

    Selanjutnya kita akan membahas bagaimana proses sehingga pelanggan A dan pelanggan Bdapat saling berkomunikasi melalui TSM dan perangkat-perangkatnya.

    I.1 Struktur TSM

    Adapun struktur yang menyusun SMU adalah sebagai berikut:a. Subscriber Line Interface Unit (SLIC)

    b. Hybridc. AD-DA conversiond. Tone and ringing signal generator dan dialer e. ID Register f. Terminal ab

    g. LED B (baterai sentral).

    I.2 Fungsi

    Adapun fungsi dari masing-masing struktur SMU tersebut adalah sebagai berikut:

  • 7/31/2019 Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

    4/13

    Penuntun Praktikum Sentral DigitalLaboratorium Telematika

    Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

    a. Subscriber Line Interface UnitPada bagian ini dihasilkan tegangan dan arus yang dibutuhkan oleh terminalanalog. Sinyal ini didapatkan dari arah yang berlawanan dengan terminal yangdisupply. Pada TSM, setelah pelangan A menekan nomor pelanggan yang dituju,maka di SLIC ini akan megidentifikasikannya untuk dilanjutkan ke sentral. DiSLIC ini pula akan membaca bahwa akan terjadi komunikasi dari simpleks kedupleks

    b. HybridPada pertukaran di sentral, kanal terpisah digunakan untuk dua jalur transmisi

    (masuk dan keluar). Namun, pada kanal pelanggan, keduanya ditransmisikan bersama. Dalam pemisahan jalur transmisi, SMU terdiri dari pemusatan 4-kawat(hybrid). Dalam setiap perubahan sistem dua kawat ke sistem empat kawat akanada prinsip hybrid . Pada hybrid ini bisa terjadi mismatched, sehingga ada dayayang mengalir ke saluran yang salah. Adanya kebocoran ini, ditambah denganadanya penguat-penguat bisa menimbulkan permasalahan baru yaitu echo dansinging. Adapun fungsi dari hybrid, yaitu: Memungkinkan penguatan untuk masing-masing jurusan Menghindari terjadinya refleksi daya yang disalurkan

    c. AD/DA ConversionBagian ini berfungsi untuk mengonversi sinyal analog ke digital dan dari sinyaldigital ke analog. Sebelumnya kita mengetahui bahwa sinyal yang berasal darihybrid sebelumnya berupa sinyal analog. Dan setelah melewati filter BPF (BandPass Filter), maka sinyal tersebut akan dikonversi ke sinyal digital untuk diteruskan. Setelah melewati proses PCM, maka sinyal digital tadi akan diubahlabi ke sinyal analog dan selanjutnya diproses melalui filter LPF (low Pass Filter).

    d. Tone and ringing Signal Generator dan Dialer Bagian ini akan membangkitkan sinyal tone (nada) dan ringing (bunyi) yangmerupakan tanda bahwa antara dua pelanggan saling berkomunikasi. Selain ituada juga dialer yang mempunyai fungsi yang sama dengan tone and ringing signalgenerator.

    e. ID Register ID Register menampilkan nomor dari masing-masing pelanggan. Khusus untuk modul ini, nomor masing-masing pelanggan terdiri dari dua digit.

  • 7/31/2019 Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

    5/13

    Penuntun Praktikum Sentral DigitalLaboratorium Telematika

    Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

    Sebelum melakukan komunikasi diantara kedua pelanggan, masing-masing IDregister menampilkan nomor IDnya. Misalnya pelanggan A dengan ID 23 dan

    pelanggan B dengan ID 12.Pada saat A menekan nomor ID pelanggan B, maka yang nampak di ID register

    pelanggan A adalah nomor ID dari pelanggan B, dan pada saat telah terjadisambungan dan telepon B berdering, maka yang nampak di ID register pelangganB adalah nomor ID dari pelanggan A, sehingga pelanggan B mengetahui bahwa

    pelanggan A yang sedang menghubunginya.

    f. Terminal / port ab

    Port ab dipersiapkan untuk transmisi informasi signalling dan juga untuk membaca perubahan dari operasi simpleks ke dupleks.

    g. LED BLED B ( baterei sentral ) mengindikasikan bahwa power supply telah siap ataumenandakan bahwa SMU telah tersambung dengan komputer/ PC dan siap untudigunakan.

    Semua proses yang terjadi pada saat pelanggan A mulai menghubungi pelanggan B atausebaliknya akan terecord di phone logger pada software.

    BAB IV

    Gambar 4 Phone Logger

    Adapun penjelasan dari table phone logger tersebut adalah sebagai berikut:

  • 7/31/2019 Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

    6/13

    Penuntun Praktikum Sentral DigitalLaboratorium Telematika

    Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

    Langkah 1 sampai dengan 3 menunjukkan TSM dari pelanggan A dan langkah 4 sampai 5menunjukkan TSM dari pelanggan B

    1. Subscriber Line Interface Unit (SLIC) pada SMU mengindetifikasikan tiap-tiap pelanggan apabila akan saling berkomunikasi. Ketika pelanggan A mengangkathandset ( no.1 pada table phone logger), tampilan seven segmen yang menampilkannomor telepon pelanggan A akan teridentifikasi oleh sentral..

    Dupleks dengan SLIC Pertama-tama, pelanggan A menerima sinyal free line dari tone generator TSM.Kemudian terminal ab dipersiapkan untuk transmisi informasi signalling. Terminal

    ab membaca perubahan dari operasi simpleks ke dupleks.

    2. Ketika pelanggan A memasukkan nomor yang akan dituju( no.2, 3, dan 4 pada table phone logger), TSM mengidentifikasi nomor tujuan (pelanggan B). Selama digitnomor pelanggan B dimasukkan, hanya informasi panggilan yang ditransmisikanoleh terminal ab dalam bentuk panggilan keluar ke TSM. Tone generator (sinyalfree line) terputus, kemudian nomor pelanggan B tampil pada ID pelanggan A( no.5 pada table phone logger)

    3. Pelanggan A menerima sinyal panggilan dari tone generator TSM, mengisyaratkan

    bahwa pelanngan B sedang dihubungi. Terminal ab disetting dalam hubungandupleks untuk SLIC. Hal ini berarti bahwa ketika terminal pelanggan B Off hook,maka komunikasi dupleks dapat dilakukan ( no.8 pada table phone logger).

    4. Setelah nomor telepon pelanggan B dimasukkan, TSM menangani proses penyambungan jaringan sentral ke pelanggan B. Kemudian, ringing signalditransmisikan ke SMU pelanggan B ( ringing generator), dan telepon pelanggan B

    pun berdering. Seven segmen selalu menampilkan ID (nomor) pelanggan sendiri,ketika ada yang menghubungi maka yang ditampilkan adalah ID pelanggan yangmemanggil( no.6 & 7 pada table phone logger)

    5. Diantara pelanggan A dan B terjadi hubungan dupleks sehingga keduanya dapatsaling berkomunikasi

    II. KONSEP MULTIPLEXING

  • 7/31/2019 Penuntun Praktikum SENDIG 2010_2

    7/13

    Penuntun Praktikum Sentral DigitalLaboratorium Telematika

    Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin

    Jaringan local akses radio mempunyai perangkat sebagai berikut:1. Pada pihak Sentral terdiri dari : Multiplexer Demultiplexer (Demux) Transceiver (Transmitter-Receiver)2. Pada pihak pelanggan terdiri dari: Transceiver (Transmitter-Receiver) Multiplexer Demultiplexer (Demux)

    Multiplexing merupakan penggabungan beberapa kanal sinyal informasi ke dalamsatu kanal informasi dengan tujuan agar sinyal-sinyal informasi tsb dapat dikirimkan secarasimultan dalam satu kanal. Beberapa jenis metoda multiplexing adalah sbb:

    - FDM (Frequency Division Multiplexing)Teknik penggabungan kanal sinyal informasi dengan menggunakan kanal-kanalfrekuensiyang berbeda..Prinsipnya adalah n buah kanal dengan frekuensi yang berbeda-beda ditransmisikan secarasimultan pada 1 saluran transmisi. Teknik ini digunakan untuk sistem analog maupunsistem digital.

    - TDM (Time D