Pentingnya Koperasi Ayam Ras Petelur

download Pentingnya Koperasi Ayam Ras Petelur

of 18

  • date post

    08-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Pentingnya Koperasi Ayam Ras Petelur Kelompok 8

Transcript of Pentingnya Koperasi Ayam Ras Petelur

  • i

    MAKALAH PROGRAM PENYULUHAN

    PEMBERDAYAAN PETERNAK MELALUI PENGEMBANGAN KOPERASI

    AGRIBISNIS PETERNAKAN AYAM PETELUR KHUSUSNYA

    DI DESA BUKIT RAYA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG

    KABUPATEN KUTAI PROPINSI KALIMANTAN TIMUR

    Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktikum Mata Kuliah Penyuluhan

    Dosen Pengampu: Eko Nugroho, S.Pt, M.Sc

    Disusun oleh:

    KELOMPOK 8

    Reno Nizar Oktabene 105050101111054

    Dewanti Sri Muryati 105050101111065

    Rizza Muh. Fikriansyah 105050101111076

    Rullyyanti Pujut S. 105050101111084

    FAKULTAS PETERNAKAN

    UNIVERSITAS BRAWIJAYA

    MALANG

    2012

  • ii

    KATA PENGANTAR

    Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan

    rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulisan Pemberdayaan Peternak Melalui

    Pengembangan Koperasi Agribisnis Peternakan Ayam Petelur Khususnya di Desa Bukit

    Raya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Propinsi Kalimantan Timur,

    dapat diselesaikan dengan baik.

    Dalam tulisan karya ilmiah ini, penulis mencoba memaparkan tentang keunggulan

    peternakan ayam ras petelur yang tergabung dalam koperasi yang dapat menguasai sub-

    sistem hulu, sub-sistem tengah dan sub-sistem hilir agribisnis sehingga nilai tambah usaha

    dapat direbut peternak bersama koperasinya. Demikian pula dengan sistem penyuluhan

    agribisnis yang perlu dipersiapkan agar sistem agribisnis ini dapat berjalan dengan baik.

    Penulis merasa apabila tulisan ini jauh dari kesempurnaan. Namun demikian,

    semoga tulisan ini masih tetapbermanfaat dan menambah pengetahuan bagi penulis dan

    bagi mereka yang memerlukannya.

    Malang, 27 Nopember 2012

    Penulis

  • iii

    DAFTAR ISI

    Halaman

    HALAMAN MUKA ................................................................................... i

    KATA PENGANTAR ................................................................................ ii

    DAFTAR ISI ............................................................................................... iii

    BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1

    1.1 Latar Belakang ........................................................................................ 1

    1.2 Tujuan ...................................................................................................... 2

    1.3 Rumusan Masalah ................................................................................... 3

    1.4 Manfaat .................................................................................................... 3

    BAB II GAGASAN .................................................................................... 4

    2.1 Gambaran Umum Kegiatan Penyuluhan ................................................. 4

    2.2 Gambaran Umum Masyarakat Sasaran ................................................... 5

    2.3 Metode dan Tahapan-Tahapan Pelaksanaan............................................ 6

    2.4 Jadwal Kegiatan Program ........................................................................ 9

    BAB III PEMBAHASAN .......................................................................... 11

    BAB IV PENUTUP .................................................................................... 13

    3.1 Kesimpulan .............................................................................................. 13

    3.2 Saran ....................................................................................................... 13

    DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 14

  • iv

    DAFTAR GAMBAR

    Halaman

    Gambar 1. Konsep Peternakan Ayam Ras Petelur .................................. iv

  • 1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Pembangunan sub sektor peternakan merupakan bagian dari pembangunan

    pertanian yang bertujuan untuk menyediakan pangan hewani berupa daging, susu, serta

    telur yang bernilai gizi tinggi, meningkatkan pendapatan peternak, meningkatkan devisa

    serta memperluas kesempatan kerja di pedesaan. Hal tersebut yang mendorong

    pembangunan sub sektor peternakan diperlukan, sehingga pada masa yang akan datang

    diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam pembangunan bangsa.

    Pembangunan sub sektor peternakan yang berwawasan agribisnis merupakan upaya

    sistematis dalam memainkan peranan yang aktif dan positif di dalam pembangunan

    nasional, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan stabilitasi nasional.

    Salah satu peran penting dari sub sektor peternakan dalam pembangunan adalah dalam

    rangka mendorong pertumbuhan dan dinamika ekonomi pedesaan. Terdapat 3 (tiga)

    pendekatan yang akan mewarnai pembangunan sub sektor peternakan dalam era reformasi

    yaitu pendekatan agribisnis, pendekatan keterpaduan, dan pendekatan sumberdaya

    wilayah.

    Koperasi berasal dari kata co artinya bersama dan operasi artinya kerja. Jadi

    koperasi adalah suatu bentuk usaha yang dikerjakan oleh suatu perkumpulan yang

    memungkinkan beberapa orang atau badan dengan jalan kerjasama atau dasar sukarela atau

    hak dan tanggungjawab yang sama dalam menyelenggarakan usaha-usaha produksi,

    pembelian, dan penjualan barang atau jasa untuk kepentingan anggota.

    Perilaku agribisnis dapat diukur dari : (1) aspek perilaku teknis produksi, yakni

    unsur panca usaha pertanian dan peternakan; (2) aspek perilaku manajemen agribisnis,

    yakni : perencanaan agribisnis, pemanfaatan sumber daya agribisnis, meningkatkan

    efisiensi, meningkatkan produktivitas, senantiasa memperbaiki mutu hasil, melakukan

    perekayasaan teknis produksi, melakukan fun gsi kelembagaan agribisnis, dan selalu

    menguta makan ketepatan dan kecepatan pelayanan;(3) aspek perilaku hubungan sistem

    agribisnis, yakni melakukan hubungan kebersamaan dan saling ketergantungan dengan

    perusahaan agribisnis lainnya, melakuk an kerja sama secara harmonis, dan aktif

    melakukan komunikasi informasi agribisnis. Keberhasilan usaha peternakan tidak bisa

    ditentukan oleh peternak sendirian, tetai merupakan hasil sinergi antara peternak

    (perusahaan ternak dengan perusahaan yang menghasilkan sarana produksi peternakan dan

  • 2

    perusahaan yang akan mengolah atau memasarkan hasilnya serta komponen penunjang

    agribisnis. Oleh karenanya harus ada kesamaan sikap dan perilaku serta etikabisnis di

    antara pengusaha para pelaku sistem agribisnis lainnya tentang hakekat sistem agribisnis,

    yakni membangun sikap mental dan budaya industri pada masyarakat pertanian.

    Tingkat populasi peternakan ayam petelur di wilayah Propinsi Kalimantan Timur

    tentunya sangatlah tinggi. Ayam petelur di Kalimantan Timur menjadi salah satu komoditi

    unggulan sub sektor peternakan. Pada tahun 2009 ayam petelur memiliki potensi yang

    besar dan penting untuk dikembangkan. Ayam ras petelur memberikan kontribusi sebesar

    73,07% dari total produksi telur di Kalimantan Timur. Produksi telur ayam ras periode

    2004-2008 menunjukkan kecenderungan peningkatan, dari 4.532,34 ton pada tahun 2004

    meningkat menjadi 8.240,79 ton pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa potensi

    pengembangan budidaya ayam petelur di Kalimantan Timur cukup bagus. Usaha ayam ras

    petelur di Kalimantan Timur belum berkembang secara optimal dan belum mampu

    memenuhi kebutuhan daerah secara kontinyu karena peternak dihadapkan pada

    keterbatasan permodalan dan belum terjalinnya kerjasama dengan perusahaan-perusahaan

    di bidang peternakan khususnya perunggasan dalam hal penyediaan bibit, pakan, maupun

    obat-obatan. Disamping itu, usaha ayam ras petelur di Kalimantan Timur belum mampu

    bersaing terhadap masuknya telur-telur dari luar daerah seperti Jawa Timur dan Sulawesi.

    1.2 Rumusan Masalah

    Usulan program penyuluhan dengan judul di atas dalam rangka memecahkan

    permasalahan:

    1. Bagaimana meningkatkan pendapatan para peternak kecil ayam ras petelur Propinsi

    Kalimantan Timur ?

    2. Bagaimana cara mendapatkan tambahan modal untuk usaha kredit peternak kecil

    usaha ayam ras petelur dengan cicilan bunga yang ringan di Propinsi Kalimantan

    Timur ?

    3. Bagaimana cara mendapatkan suplai pakan ayam ras petelur secara kontinyu di

    wilayah Kalimantan Timur ?

    4. Kurangnya media sosialisasi dan komunikasi yang dekat antara peternak dengan

    pemerintah setempat.

  • 3

    1.3 Tujuan

    1. Mampu menyampaikan informasi pentingnya koperasi peternakan ayam ras

    petelur.

    2. Mampu memberikan metode penyuluhan yang efektif tentang pentingnya

    koperasi peternakan ayam ras petelur.

    3. Peternak mampu mengaplikasikan setelah terbentuknya koperasi peternakan

    ayam ras petelur.

    4. Peternak mampu meningkatkan pendapatan dari usaha peternakan ayam ras

    petelur wilayah Kalimantan Timur.

    1.4 Manfaat

    1. Peternak memiliki suatu gambaran yang lebih maju bagaimana mendapatkan

    keuntungan tambahan dari peternakan ayam ras petelur.

    2. Antar peternak memiliki kemudahan dalam ruang komunikasi yang tertentu

    untuk memajukan usaha peternakannya.

    3. Peternak memiliki kemudahan dalam modal tambahan untuk mingkatkan

    usaha ayam ras petelur yang lebih maju.

  • 4