PENJAGAAN AL-QURAN MENURUT MUFASIR ... i ABSTRAK Nurul Hidayat Penjagaan...

download PENJAGAAN AL-QURAN MENURUT MUFASIR ... i ABSTRAK Nurul Hidayat Penjagaan al-Qur¢â‚¬â„¢an Menurut Mufasir

If you can't read please download the document

  • date post

    30-May-2020
  • Category

    Documents

  • view

    8
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENJAGAAN AL-QURAN MENURUT MUFASIR ... i ABSTRAK Nurul Hidayat Penjagaan...

  • PENJAGAAN AL-QURAN MENURUT MUFASIR INDONESIA

    (KAJIAN ATAS MAKNA ḤĀFIẒŪN)

    Skripsi

    Diajukan kepada Fakultas Ushuluddin

    Sebagai Salah Satu Syarat Memperoleh

    Gelar Sarjana Agama (S.Ag)

    Oleh :

    Nurul Hidayat

    NIM. 1113034000084

    PROGRAM STUDI ILMU AL-QUR’AN DAN TAFSIR

    FAKULTAS USHULUDDIN

    UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

    SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

    1441 H / 2020 M

  • Motto

    Apa yang kita beri itulah yang kita punya

  • i

    ABSTRAK

    Nurul Hidayat

    Penjagaan al-Qur’an Menurut Mufasir Indonesia (Kajian Atas

    Makna Ḥāfiẓūn)

    Dalam skripsi ini ada satu pertanyaan besar yang ingin disampaikan

    oleh penulis, yaitu siapa yang menjaga dan memelihara keotentikan al-

    Qur’an dari pengurangan dan penambahan? Terdapat perbedaan

    pendapat para mufasir yang ada pada desertasi Eva Nugaraha dari abad

    pertama sampai abad ke 14 dalam memaknai laḥāfiẓūn, ada yang

    menyatakan penjagaan al-Qur’an hanya Allah, dan ada pula yang

    menyatakan penjagaan al-Qur’an melibatkan banyak pihak, sama

    halnya mufasir Indonesia dalam memaknai laḥāfiẓūn terdapat

    perbedaan.

    Penulis menggunakan metode penelitian dengan menggunakan

    metode (Library research) dan komparatif dengan pengumpulan data

    pokok yang akan diteliti. Penelitian ini adalah untuk mengetahui

    pandangan Mufasir Indonesia terkait penafsiran tentang penjagaan al-

    Qur’an yang dipertegas pada Q.S al-Hijr/15:9. Tentu menarik

    mengetahui pendapat-pendapat mereka, berkaitan dengan penjagaan al-

    Qur’an, karena Indonesia mayoritas penduduk beragama Islam yang

    sudah barang tentu merujuk kepada pandangan para Mufasir Indonesia.

    Hasil penelitian ini adalah berkesimpulan bahwa penjagaan al-

    Qur’an menurut mufasir Indonesia. Jika dilihat dari penggunaan

    metodologi para mufasir, mereka yang bermetode ijmali berpandangan

    bahwa penjagaan al-Qur’an itu hanya Allah semata. sehingga tidak

    seorang pun yang sanggup menyelewengkan apalagi menghapusnya,

    Sedangkan mereka yang bermetode tahlili berpandangan penjagaan al-

    Qur’an itu Allah dan pihak-pihak lain yang ikut terlibat di dalamnya,

    yaitu mereka yang menghafal dan orang yang melakukan usaha-usaha

    untuk menjaga dan memelelihara al-Qur’an.

    Kata kunci: Penjagaan Al-Qur’an, Pemeliharaan Al-Qur’an, Lafadz

    Laḥāfiẓūn.

  • ii

    KATA PENGANTAR

    Segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT atas keberkahan,

    rahamat dan hidayah-Nya yang senantiasa dilimpahkan kepada penulis,

    sehingga bisa menyelesaikan skripsi dengan judul PENJAGAAN AL-

    QURAN MENURUT MUFASIR INDONESIA (KAJIAN ATAS

    MAKNA ḤĀFIẒŪN) sebagai syarat untuk menyelesaikan Program

    Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ushuluddin Jurusan Ilmu

    Al-Qur’an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

    Dalam penyusunan skripsi ini banyak hambatan serta rintangan

    yang penulis hadapi, namun pada akhirnya dapat melaluinya, berkat

    adanya bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak, baik secara moral

    maupu spiritual. Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan

    ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada dosen Eva

    Nugraha, atas arahan dan motivasinya yang tiada henti, juga ucapan

    terimakasih kepada keluarganya yang telah berkenan menyediakan

    tempat untuk penulis menyelesaikan skripsi ini. Semoga Allah

    membalas segala kebaikan kepada beliau dan keluarganya.

    Ucapan terima kasih juga kepada segenap jajaran dosen UIN

    Syarif Hidayatullah:

    1. Prof. Dr. Hj. Amany Burhanuddin Umar Lubis, M.A. Selaku

    Rektor Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

    2. Dr. Yusuf Rahman, M.A. Selaku Dekan Fakultas Ushuluddin

    3. Dr. Eva Nugraha, MA. Selaku Ketua Prodi Program Ilmu Al-

    Qur’an dan Tafsir (IAT).

  • iii

    4. Dr. M. Suryadinata, M.Ag. selaku pembimbing skripsi yang

    telah memberikan kontribusi bermakna dalam penyelesaian

    skripsi.

    5. Fahrizal Mahdi, Lc. MIRKH. selaku Sekretaris Jurusan Ilmu al-

    Qur’an dan Tafsir yang selalu melayani penulis dalam urusan

    administrasi akademik.

    6. Seluruh dosen Fakultas Ushuluddin yang dengan kebaikan dan

    kemurahan mereka, secara sadar, telah mendorong penulis

    untuk tidak surut sebelum menang dalam menggali ke dalam

    dan keindahan ayat-ayat suci serta ke-uswah-an Nabi

    Muhammad saw. Jazāhumullāh wanafa‘anā bi ‘ulūmihim.

    Ucapan terimakasih yang teristimewa penulis sampaikan

    kepada kedua orang tua tercinta, Ayahanda H. Bai Nurjaya dan Hj.

    Nafi’ah (Alm), Allāhummaghfir lahumā warhamhumā kamā

    Rabbayānā Ṣigārā. Dengan kasih sayangnya yang tiada batasnya dan

    kehangatan do’anya yang tiada henti dilantunkan, sehingga penulis

    telah sampai pada tahap sekarang ini. Tidak lupa pula kepada keluarga

    tercinta, Ka Udin, ka Dede, teh Titi, teh neneng, teh mega dan teh iyah,

    yang selalu mensuport penuh terhadap proses perkulihan penulis,

    semoga mereka semua selau dalam lindungan Allah SWT. Tidak lupa

    pula penulis ucapkan kepada Pendiri Pondok Pesantren Peradaban

    DAAR EL-HASANAH, yaitu KH. Bakroni Latar, S.Pd.I, Lc, MM.

    Semoga beliau selalu dimudahkan dalam mendidik santri-santrinya.

    Ucapan terimakasih penulis ucapkan kepada teman-teman

    seperjuangan dan teman nongkrong dan ngopi, Ilmu al-Qur’an dan

    Tafsir Angkatan 2103. Khususnya kepada sahabat-sahabat terbaik, Rio

    Anjasmara (belo), M. Munawwar (kempues), saukatuddin, Aep

  • iv

    Fahruroji, Didi Maldini dan yang lainnya yang ikut andil dan

    memberikan arahan dalam isi skripsi ini, Serta kepada teman angkatan

    PP DAARUL FALAH, dan yang lainnya. Susah senang kita lewati

    bersama, kenangan indah yang tidak pernah bisa penulis lupakan

    bersama mereka, semoga kita semua bisa ambil hikmah dan

    keberkahan dari proses perjalanan hidup dan perjuangan menimba ilmu

    serta dapat berkumpul kembali di kemudian hari, dan semoga Allah

    meridhai kita semua.

    Jakarta, 28 Januari 2020

    Penulis

  • v

    PEDOMAN TRANSLITERASI

    Pedoman transliterasi hasil keputusan bersama (SKB) Mentri

    Agama dan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. Nomer. 1987 dan

    Nomer: 0543b/U/1987.

    1. Padanan Aksara

    Huruf Arab Huruf Latin Keterangan

    Tidak di lambangkan Tidak di lambangkan ا

    B Be ب

    T Te ت

    Ṡ Es dengan titik di atas ث

    J Je ج

    Ḥ Ha dengan titik di bawah ح

    Kh Ka dan Ha خ

    D De د

    Ż Zet dengan titik di atas ذ

    R Er ر

    Z Zet ز

    S Es س

    Sy Es dan Ye ش

    Ṣ Es dengan titik di bawah ص

    Ḍ De dengan titik di bawah ض

    Ṭ Te dengan titik di bawah ط

    Ẓ Zet dengan titik di bawah ظ

  • vi

    ʻ_ Apostrof terbaik ع

    G Ge غ

    F Ef ف

    Q Qi ق

    K Ka ك

    L El ل

    M Em م

    N En ن

    W We و

    H Ha ه

    Apostrof ’_ ء

    Y Ye ي

    2. Vocal

    Vokal terdiri dari dua bagian, ialah vokal tunggal dan vokal

    rangkap, transliterasi vokal tunggal sebagai berikut:

    Tanda Vokal Vokal Latin Keterangan

    A Fathah ا َ

    I Kasrah ا َ

    U Ḍammah ا َ

    Brikut ini adalah vokal rangkap berupa gabungan antara harakat

    dan hurup.

  • vii

    Tanda Vokal Vokal Latin Keterangan

    Ai a dan i َـ ي

    Au a dan u َـ و

    3. Vokal panjang

    Ketentuan alih aksara vokal panjang bahasa arab dilambangkan

    dengan harkat dan huruf, yaitu:

    Tanda Vokal Vokal Latin Keterangan

    Ā a dengan topi di atas ا َ

    Ī i dengan topi di atas ا َ

    Ū u dengan topi di atas ا َ

    4. Kata Sandang

    Kata sandang dilambangkan dengan huruf ال dialih aksara

    menjadi ‘I’ baik di sandangkan dalam huruf syamsiyah maupun di

    sandangkan dengan huruf qamariyah. Contoh: al-ẓikr bukan az-ẓikr.

    5. Syaddah (Tasydīd)

    Syaddah atau Tasydīd dalam sistem tulisan arab di lambangkan dengan

    sebuat tanda Tasydīd ( َّ ), dalam translit ini di lambangkan dengan

    perulangan huruf (konsonan ganda) yang diberi tanda Tasydīd. Contoh:

    ب ن ا ْين ا rabbanā : ر قَ najjaīnā : ن جَّ al-ḥaqq : ا ْلح

  • viii

    6. Cara penulisan kata

    Setiap kata, baik kata kerja, kata benda, maupun huruf ditulis

    secara terpisah. Berikut contohnya dengan berpedoman pada ketentuan-

    ketentuan diatas:

    Innā naḥnu nazzalnā al-żikra ِاَّنا َنحُْن ن حزاْلنحا الذ ِْكرح

    ُكُم ِِبحا ٱلناِبيُّونح ۡ Yaḥkumu bihā al-nabiyyūna َيح

    Istuḥfiẓū ٱۡسُتۡحِفظُواْ

    7. Singkatan

    Huruf Latin Keterangan

    Swt Subḥanahu wa ta‘ālā

    Saw Ṣalla Allāh ‘alaihi wa sallam

    Q.S Quran Surat

    M