Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

download Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

of 59

  • date post

    11-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    137
  • download

    4

Embed Size (px)

description

SKB

Transcript of Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    1/59

    PENILAIAN ASPEK ASPEK

    DALAM S K B

    Identifikasi &Verifikasi

    Aspek PasarPemasaran

    Identifikasi &Verifikasi

    Aspek TeknikTeknologi

    Identifikasi &Verifikasi

    AspekManaj & SDM

    Identifikasi &Verifikasi

    AspekEk & Lingk

    Identifikasi &Verifikasi

    AspekFinansial

    EVALUASI &PENILAIAN

    ASPEK ASPEKDALAM S K B

    Identifikasi &Verifikasi

    AspekYuridis

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    2/59

    PENILAIAN ASPEK PASAR &

    PEMASARAN DALAM S K B

    ASPEK PASAR DAN PEMASARAN1. Pendahuluan

    Aspek Pasar & Pemasaran merupakan aspek yang pertama dianalisis dalam SKB. Hal ini disebabkan agar dapatdiketahui apakah proyek yang akan didirikan atau produk yang akan dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginankonsumen / pasar.

    Fokus evaluasi aspek pasar & pemasaran ini mencakup 3 hal pokok, yaiyu memperoleh gambaran mengenai :

    > Permintaan pasar atas produk yang akan dihasilkan

    > Persaingan dan pangsa pasar> Faktor lingkungan ekstern dan ekonomi makro yang dapat mempengaruhi permintaan atas produk

    tersebut

    2. BEBERAPA PENGERTIAN

    Pasar merupakan tempat di mana kekuatan permintaan dan penawaran saling bertemu untuk membentuk suatuharga. Atau, pasar merupakan kumpulan manusia yang menginginkan kepuasan, memiliki uang, dan mempunyaikemauan untuk membelanjakan uangnya. Jadi, terdapat 3 faktor utama terjadinya pasar, yaitu manusia dengansegala keinginan, daya beli, dan tingkah lakunya. ( Husein Umar, 2000 )

    Sedangkan istilah pemasaran ( marketing ) masa kini diartikan sebagai suatu upaya untuk memuaskan kebutuhandan keinginan konsumen /satisfying consumer needs and wants. ( Kotler, P & Armstrong, G : 1997 ). Dengandemikian perlu dilakukan riset pasar agar dapat diketahui hal-hal mengenai :

    - Apa yang diinginkan konsumen

    - Bagaimana agar produk yang akan dihasilkan dapat memberikan superior valuedan harga yang bersaing

    - Bagaimana dilakukan promosi secara efektif.

    Empat hal diatas sering disebut sebagaimarketing mix, yang merupakan bauran dari 4P, yaitu :Product, Price,Place,and Promotion. Marketing mix ini merupakan alat pemasaran yang harus digunakan secara bersamaan agarkonsep inti pemasaran ( core marketing concepts )dapat dijalankan.

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    3/59

    PENILAIAN ASPEK PEMASARAN

    3. ANALISIS PELUANG PASARTelah dijelaskan di atas bahwa konsep pemasaran adalah bagaimana perusahaan dapat memperoleh keuntunganmelalui pemenuhan kepuasan konsumen, yang secara singkat dapat digambarkan sebagai berikut.

    Untuk dapat mencapai tujuan di atas, hal-hal yang perlu dianalisis dalam aspek ini adalah :

    a. Lingkungan pemasaran ( marketing environment )

    b. Pasar konsumen ( consumer markets )dan tingkah laku pembeliannya ( buying behavior )

    c. Industri dan persaingan

    d. Identifikasi segmen pasar ( market segments )dan target pasar ( market targets )

    MENGANALISIS PELUANG PASAR

    Hal-hal yang perlu dianalisis dalam lingkungan pemasaran adalah :

    - Kebutuhan ( needs )dan trendpasar

    - Lingkungan makro, mencakup lingkungan demografi, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkunganteknologi, lingkungan politik,, dan lingkungan sosial budaya.

    Market Customer Integrated Profit throughNeeds Marketing customer

    satisfactions

    The Marketing Concept

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    4/59

    PENILAIAN ASPEK PEMASARAN

    BUYING BEHAVIOR

    Kotler & Armstrong ( 1997 )menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen( buying behavior )sebagai berikut ini :

    ANALISIS INDUSTRI DAN PERSAINGAN

    Michael E. Porter ( 1985 ) menyatakan bahwa terdapat 5 kekuatan yang mempengaruhi profitabilityperusahaan dalam menghadapi persaingan, yaitu : INDUSTRY COMPETITORS ( Segment rivalry ),POTENTIAL ENTRANTS ( Ancaman Pendatang Baru ), BUYERS ( Buyer power ), SUBSTITUTES ( Produk Substitusi ),SUPPLIERS ( Supplier power ).

    CULTURAL

    Culture

    Subculture

    Social class

    SOCIAL

    ReferenceGroup

    Family

    Roles &Statuses

    Age & lifeCycle stageOccupationEconomic

    CircumstancesLife style

    Personality &Self concept

    PSYCHOLOGICAL

    MotivationPerceptionLearning

    Beliefs andattitudes

    B

    U

    Y

    E

    R

    PERSONAL

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    5/59

    PENILAIAN ASPEK PEMASARAN

    MENGIDENTIFIKASI MARKET SEGMENTS DAN TARGET MARKETS

    - Market Segments adalah suatu kelompok konsumen yang dengan cara yang sama merespondsuatu produk.Jadi melakukan market segmentationberarti membagi pasar menjadi beberapa kelompokpembeli yang masing-masing kelompok berbeda kebutuhannya, karakteristiknya, atau tingkah lakunyaterhadap berbagai produk.

    - Target Market adalah suatu kelompok pembeli yang mempunyai kebutuhan atau karakteristikyang sama di mana perusahaan memutuskan untuk dapat memenuhi atau melayaninya. Jadi, market

    targetingadalah suatu proses evaluasi kekuatan setiap market segmentdan menyeleksi satu atau beberapasegmentuntuk dimasukinya.

    MARKET SEGMENTATION MARKET TARGETINGMARKET POSITIONING

    1. Identify bases forSegmentaing the market

    2. Developing profiles ofResulting segments

    3. Develop measures ofSegment attractiveness

    4. Select the targetSegment(s)

    5. Develop positioning foreach target segment

    6. Develop marketing mixfor each target segment

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    6/59

    PENILAIAN ASPEK TEKNIK & TEKNOLOGI

    DALAM S K B

    1. ASPEK PRODUKSI, TEKNIK DAN TEKNOLOGIProduksiadalah suatu proses atau rangkaian aktivitas yang diperlukan untuk membuat suatu barang & jasa yang mempunyai nilai ekonomisatau nilai guna ( Moch. Ichsan, dkk : 1998 ).

    Produksi adalah suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan inputmenjadi outputberupa barang & jasa ( Sofyan Assyauri :1999 )

    Jadi produksi merupakan suatu sistemuntuk menyediakan barang & jasa yang akan dikonsumsi masyarakat.

    Sistem Produksi

    Contoh :

    INPUT OUTPUT

    Bank Peralatan komputer, tellers, Jasa Pelayanan

    staff, dll keuangan

    Pabrik Kayu, mesin / peralatan, Meja, kursi,

    Perabot Tenaga Kerja, dana, dll lemari, dll

    Hotel Perlengkapan hotel, Jasa akomodasi,

    receptionist, dll hiburan, dll

    MaterialSDMMesinEnerji

    ModalInformasiMetode

    ProsesKonversi

    Barang &Jasa

    INPUT TRANSFORMASIOUTPUT

    Feed back loop

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    7/59

    SISTEMATIKA ASPEK TEKNIK

    ASPEK

    TEKNIS

    Pemasaran Finansial dan

    Ekonomi

    Letak

    Lokasi

    Proses

    Produksi

    Kapasistas

    Instalasi

    Seleksi

    PeralatanBangunan

    Sipil

    Desain Engineering

    Pendahuluan

    Desain Engineering

    Terinci

    Gambar Cetak Biru

    InstalasiArranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    8/59

    ASPEK PRODUKSI

    2. TAHAP TAHAP PERSIAPAN PRODUKSI

    A. Menetapkan produk yang akan diproduksi dan kapasitas produksi

    Kepuasan konsumen merupakan tujuan utama perusahaan dalam memasarkan produknya. Jika konsumen tidakmerasa puas terhadap produk yang dihasilkan perusahaan maka perusahaan tidak dapat menghasilkan keuntungansehingga dalam jangka panjang tidak akan dapat survive ( bertahan ). Oleh karena itu, perusahaan harus membuatdan memasarkan produknya sesuai dengan kebutuhan, keinginan, dan selera konsumen. Untuk mengetahui kebutuhan,keinginan, dan selera konsumen, perusahaan melakukan riset pasar sehingga dapat diperoleh informasi mengenai jenis, kualitas,dan kuantitas produk yang sebaiknya diproduksi.

    Sedangkan kapasitas produksi merupakan suatu batas kemampuan unit produksi untuk berproduksi dalam jangka

    waktu tertentu, yang biasanya dinyatakan dalam bentuk keluaran per satuan waktu, misalnya : 1000 ton/bulan.

    B. Menetapkan lokasi proyek

    Tujuan penentuan lokasi perusahaan / pabrik / tempat usaha secara tepat adalah agar membantu perusahaan untuk dapatberoperasi secara lancar, efektif dan efisien. Dengan demikian perusahaan dapat menyediakan barang/jasa yang tepat padawaktunya dengan jumlah, kualitas, serta harga yang l ayak serta masih dapat memperoleh keuntungan. Dengan adanyapenentuan lokasi secara tepat, maka perusahaan diharapkan akan mempunyai kemampuan dalam :

    - Melayani konsumen dengan memuaskan;

    - Mendapatkan bahan baku secara tepat, kontinyu,, dan harga yang layak;

    - Mendapatkan tenaga kerja yang cukup baik secara kuantitas maupun kualitas

    - Serta memungkinkan untuk perluasan di masa mendatang.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam penentuan lokasi proyek :1. Faktor Primer, meliputi :

    a. Mendekati pasar ( konsumen );

    b. Mendekati sumber bahan baku;

    c. Terdapat fasilitas pengangkutan;

    d. Tersedia TK secara memadai;

    e. Terdapat pembangkit tenaga listrik

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    9/59

    ASPEK PRODUKSI

    Faktor Sekunder, meliputi :

    a. Rencana masa depan;

    b. Biaya tanah / gedung dikaitkan masa depan;

    c. emungkinan perluasan;

    d. Terdapat service facilities ( a.l bengkel mesin, rumah sakit, kantor pos );

    e. Terdapat financial facilities

    f. Water supply;

    g. Sikap dan budaya masyarakat sekitar

    C. Menjamin Ketersediaan BahanKetersediaan bahan di sini adalah bagaimana menyediakan bahan dalam kuantitas, kualitas, harga, dan pemasok yangtepat.

    D. Lay Out

    1. Perencanaan Bangnan

    Bangunan yang didirikan harus :

    - Memenuhi tujuan untuk dapat melindungi semua input produksi ( bahan, peralatan, karyawan, dll ) dari cuaca( panas / hujan ), kehilangan, dan resiko keruguan lainnya.

    - Disesuaikan dengan mesin / peralatan produksi yang akan digunakan sehingga dapat ditetapkan kekuatan / jenisbahan bangunan dan bentuk bengunan ( bertingkat / tidak ).

    Pertimbanganpertimbangan dalam pembuatan bangunan :a. Fleksibilitas, yaitu bagaimana agar bangunan dapat dirubah dengan biaya yang tidak terlalu mahal apabila

    diperlukan.

    b. Kemungkinan perluasan / ekspansi, Bangunan harus didisain sedemikian rupa sehingga mempermudah didirikantambahan bangunan di masa depan apabila perusahaan melakukan ekspansi.

    c. Fasilitas bagi karyawan, sehingga mereka mendapatkan kesenangan kerja dan dengan demikian didapat moral &produktivitas kerja yang tinggi ( misalnya : AC, tempat istirahat, kantin, toilet, musholla, dll. ).

    d. Perlindungan kepada karyawan terhadap bahaya kebakaran, keamanan, keselamatan kerja, kesehatan ( debu,polusi ).

    e. Kekuatan & kapasitas lantai yang memadai dikaitkan dengan mesin / peralatan yang digunakan.

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    10/59

    ASPEK PRODUKSI

    2. Penyusunan peralatan pabrik ( plant lay out )

    Plant lay out berkaitan dengan masalah penyusunan mesin / peralatan produksi dalam pabrik, yaitu bagaimanamesin/peralatan produksi disusun sehingga proses produksi dapat dilakukan secara efesien dan efektif yang pada akhirnyaakan berpengaruh terhadap perolehan laba dan kelangsungan hidup usaha perusahaan. Terdapat 2 cara pengaturan lay out,yaitu :

    a. Process Lay out, yaitu di mana mesin/peralatan yang sama ditempatkan/dikelompokkan dalam satuarea/departemen yang sama. Lay out ini biasanya digunakan untuk perusahaan yang berdasarkan job order,misalnya penjahit.

    b. Product Lay out, yaitu di mana mesin/peralatan produksi disusun menurut urut-urutan proses produksi untukmenghasilkan suatu produk. Sistem ini biasa digunakan untuk perusahaan yang memproduksi secara massa

    ( mass production ).

    Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun lay out :

    - Produk yang dihasilkan, mencakup besar, berat, dan sifat produk yang dihasilkan. Misal, apabila produk yangdihasilkan besar dan mudah pecah maka dibutuhkan ruang yang besar.

    - Urutan produksi, khususnya untuk product lay out.

    - Besar/bentuk/jumlah mesin/peralatan yang dibutuhkan

    - Kemudahan dilakukan maintenance

    - Adanya balancing capacities

    - Fleksibilitas pengaturan mesin/peralatan

    - Diupayakan minimum movementkarena dengan gerak yang lebih sedikit biaya yang terbeban akan lebih rendah

    - Service area bagi pekerja/karyawan yang cukup memadai.

    3. HAL TERPENTING YANG PERLU DIEVALUASI DALAM ASPEK PRODUKSIA. Pemilihan Teknologi

    Agar produk yang dihasilkan mempunyai daya saing yang tinggi, maka harus digunakan teknologi tepat guna sehinggadiharapkan perusahaan mampu :

    - Meningkatkan kualitas produk,

    - Menekan harga pokok produksi karena peningkatan efisiensi proses produksi : antara lain melalui upaya :

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    11/59

    ASPEK PRODUKSI

    > mempercepat proses produksi.

    Proses produksi yang lebih cepat diharapkan dapat menghemat pemakaian tenagalistrik dan mempercepat pengiriman produk ke konsumen.

    > Mengurangi limbah ( waste ) bahan baku.

    Persyaratan Dalam Pemilihan Teknologi :

    - Mutu, spesifikasi, dan jenis produk yang akan dihasilkan dengan menggunakan teknologi tersebut dapat diterimakonsumen;

    - Teknologi yang dipilih dapat menjamin tercapainya kapasitas produksi ekonomis ( kapasitas produksi yang paling

    menguntungkan );- Teknologi yang dipilih tidak akan menimbulkan kesulitan dalam pengadaan tenaga teknis, bahan baku/pembantu,

    suku cadang;

    - Sedapat mungkin teknologi yang dipilih dapat menghasilkan sebanyak mungkin jenis produk dengan menggunakanbahan baku yang sama;

    - Teknologi yang dipilih pernah diterapkan di tempat/negara lain secara berhasil;

    - Teknologi yang dipilih tidak menimbulkan dampak lingkungan negatif bagi masyarakat sekitar.

    B. Pemilihan Peralatan Produksi

    Pemilihan peralatan produksi ( jumlah & jenis ) harus dikaitkan dengan :

    - Teknologi yang akan digunakan;

    - Kapasitas produksi;

    - Balancing capacities.

    C. Pasokan bahan Baku / Pembantu

    Dalam penyusunan SKB perlu dievaluasi kontinuitas pengadaan dan sumber pasokan bahan baku, misalnya :

    - Apakah bahan baku proyek merupakan bahan mentah ( SDA ) atau barang setengah jadi;

    - Apakah sumber pasokan dari dalam negeri atau luar negeri. Apabila dari LN perlu dikaji mengenai faktor-faktor yangterkait dengan political risks, exchange rate, competitions, dan transportations.

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    12/59

    TEKNOLOGI PROSES PRODUKSI

    Proses Kontinu

    Proses umumnya menghasilkan volume output yang besardan berulang-ulang (repetitive).

    Proses Intermitten (Batch) Proses yang digunakan bermacam-macam proses yang

    berbeda sehingga dapat menghasilkan lebih dari satuvariasi produk.

    Otomatisasi dan CAM (Computer AidedManufacturing)

    Meminimalkan penggunaan tegana kerja manusia danmeninggi akurasi serta meminimalkan bahaya.

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    13/59

    PENILAIAN ASPEK MANAJEMEN &

    SUMBER DAYA MANUSIAAnalisis aspek manajemen pada penyusunan SKB mencakup 2 tahap, yaitu pada masa pembangunan proyek (praoperasi ) dan masa operasional

    1. MASA PEMBANGUNAN PROYEK

    Kegagalan suatu proyek dapat terjadi apabila tenaga kerja pada masa pembangunan proyek kurangberkualitas. Oleh sebab itu, pada masa pembangunan ( konstruksi ) harus terdapat keterpaduan antaraketrampilan tenaga manusia dengan dengan kapasitas peralatan sejak tahap perencanaan sampai denganproyek selesai dan diserahkan kepada pemilik proyek. Pembangunan proyek dapat dilakukan olehperusahaan kontraktor atau dapat pula dilakukan secara borongan yang dipimpin oleh mandor borongan.

    Terdapat 3 fungsi manajemen yang harus dilaksanakan dalam masa pembangunan proyek, yaitu :

    A. Perencanaan proyek

    Tujuan perencanaan proyek adalah aktivitas yang dikerjakan sesuai dengan rencana dan apabila terjadipenyimpangan ( misalnya : keterlambatan ) diupayakan agar penyimpangannya tidak materiil. Padatahap perencanaan ini disusun suatu rencana kerja pembangunan proyek sampai dengan masa uji coba.Halhal yang dianalisis meliputi jenis pekerjaan, waktu pelaksanaan tiap jenis pekerjaan, tenagapelaksana, peralatan, dan anggaran. Perencanaan yang lengkap dan matang akan menentukankeberhasilan proyek secara optimal. Ang dimaksud optimal disini adalah proyek dapat diselesaikan tepatpada waktunya sesuai dengan kualitas dan anggaran yang ditentukan. Dengan demikian, perencanaanharus dapat mengakomodasikan seluruh kebutuhan dan kepentingan pelaksanaan konstruksi, yaitu mulai

    dari hal-hal yang bersifat teknis sampai dengan yang bersifat sosial.

    B. Realisasi Pembangunan Proyek / Pelaksanaan Konstruksi

    Pada tahap ini, selain mempersiapkan ijin-ijin, organisasi, dan petugas lapangan, disusun pulasuatu jadual rencana kerja secara spesifik. Penyusunan jadual kerja yang paling sederhanaadalah menggunakan bagan balok ( bar chart ), seperti contoh dibawah ini.

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    14/59

    PENILAIAN ASPEK MANAJEMEN & SDM

    C. Pengendalian

    Pengendalian dilakukan selama masa konstruksi sampai dengan proyek selesai. Pengendalian selama masakonstruksi dilakaukan dengan selalu mengikuti laporan & evaluasi pekerjaan secara teratur ( harian, mingguan, bulanan ),biasanya dilengkapi dengan foto-foto yang menunjukkan realisasi kemajuan penyelesaian pekerjaan proyek secara fisik. Jadiproses pengendalian ( waktu & kualitas ) merupakan suatu pemantauan langkah demi langkah terhadap proses pelaksanaansuatu pekerjaan, mencakup metode kerja, peralatan & tenaga kerja termasuk keamanan & keselamatan kerja.

    2. MASA OPERASIONALPada masa operasional, kebutuhan SDM perlu diestimasi menurut jumlah, keahlian, pengalaman, tingkat pendidikan,gaji / upah, dan kebutuhan masing-masing bagian. Apabila dibutuhkan adanya tenaga asing, perlu diestimasi pula

    proporsi banyaknya tenaga asing yang akan digunakan. Misalnya, pada proyek Hotel perlu diestimasi kebutuhan SDMbaik TK Langsung maupun TK Tak Langsung untuk masing-masing bagian.

    Disamping kebutuhan jumlah dan tingkat pendidikan SDM, diperlukan pula standarisasi kebutuhan dalam hal :

    a. Keahlian / pengalaman kerja;

    b. Gaji / upah dan tunjangan;

    Kriteria lain ( apabila dinilai penting ), seperti : memiliki sikap ramah ( bagian Humas ). Pada industri jasa penerbangan, misalnyadibutuhkan kriteria khusus bagi pramugari / pramugara, seperti tidak berkaca mata, berpenampilan menarik dengan minimaltinggi badan tertentu & berat badan seimbang.

    Estimasi kebutuhan dan kriteria standard SDM / TK harus disesuaikan dengan struktur organisasi perusahaan

    Rencana Pengisian Jabatan

    Pada beberapa perusahaan, biasanya siapa yang akan mengisi jabatan tingkat atas telah direncanakan sebelumnya,

    misalnya : untuk jabatan komisaris dan direksi. Pihak yang dicalonkan mengisi jabatan-jabatan tersebut sebaiknyaadalah orang-orang yang memiliki performance pribadi yang baik, misalnya :

    a. Dikenal sebagai tokoh masyarakat yang jujur

    b. Dikenal sebagai mitra usaha yang baik

    c. Dalam dunia perbankan, dinilai sebagai nasabah yang baik

    d. Sedapat mungkin memiliki pengalaman dalam bidang manajerial dengan reputasi baik.

    Informasi yang digunakan untuk menilai performance pribadi tersebut biasanya bersumber dari sesama pengusaha,media masa, perbankan, dll.

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    15/59

    PENILAIAN ASPEK MANAJEMEN & SDM

    Sumber Pengadaan TK / SDM

    TK / SDM yang dibutuhkan sesuai standardisasi perusahaan adalah cukup langkah dan mungkin tidakmudah mendapatkannya. Oleh karena itu, dalam penyusunan SKB sebaiknya dicantumkan indikasi sumberpengadaan TK / SDM, misalnya dari :

    a. Kelompok perusahaan;

    b. Daerah sekitar proyek;

    c. Lembaga pelatihan ( LPK ), lembaga-lembaga yang menspesialisasikan diri dalam bidangpenyaluran TK, Perguruan Tinggi, dll;

    d. Luar Negeri, misalnya kebutuhan tenaga expertdari Jepang atau Korea ( untuk perusahaan otomotif &elektronik ), dari Hongkong atau Taiwan ( untuk Chinese Restaurant ), dll.

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    16/59

    KEGIATAN PERENCANAAN

    Kegiatan Perencanaan meliputi

    Menyeleksi tim penganalisis sistem

    Memperkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setiap tugas

    Membuat jadwal proyek sehingga tugas-tugas bisa diselesaikan sesuai waktu yangdirencanakan

    Dua tool untuk perencanaan dan kontrol proyek adalah Gantt Charts dan PERT (ProgramEvaluation and Review Techniques) diagram

    MEMPERKIRAKAN WAKTU YANG DIPERLUKAN

    Proyek dibagi ke dalam beberapa fase

    Kemudian dibagi ke dalam tugas / kegiatan

    Terakhir dibagi ke perincian kegiatan yang lebih detil

    Memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk setiap tugas / kegiatan

    Bisa menggunakan most likely, pessimistic, and optimistic perkiraan untuk waktunya

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    17/59

    Mudah untuk membuat danmenggunakannya

    Menunjukkan fase pengumpulan informasiatau analisis proyek

    GANTT CHARTS

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    18/59

    CONTOH GANTT CHARTS

    Questionnaires

    Read Reports

    nalyze Data Flows

    Introduce Prototypes

    Observe Reactions

    Perform Cost/Benefit

    Prepare Proposal

    Present Proposal

    Conduct Interviews

    1 5 10 15 20

    WeeksCurrent Week

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    19/59

    PERT - Program Evaluation and Review Technique

    PERT diagrams menunjukkan prioritas, kegiatan yang harus diselesaikan sebelummelakukan kegiatan berikutnya

    Digunakan untuk menghitung the critical path, the longest path kegiatan tersebut

    Ini adalah cara tercepat untuk menyelesaikan suatu proyek

    PERTT DIAGRAM ADVANTAGE :

    Mudah mengidentifikasi order prioritas

    Mudah mengidentifikasi critical path / aktifitas

    Mudah menentukan waktu kendur

    PERT DIAGRAM

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    20/59

    CONTOH DIAGRAM PERT

    None 3Conduct Interviews

    Questionnaires A 4

    C Read Reports None 4

    Analyze Data Flows B, C 8

    Introduce Prototypes B, C 5

    Observe Reactions E 3

    G Perform Cost/Benefit D 3

    Prepare Proposal G 2

    Present Proposal H 2

    10

    20

    30 50 60 70 80

    40

    A, 3 B, 4

    C, 4 D, 8 G, 3 H, 2 I, 2

    E, 5 F, 3

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    21/59

    PENILAIAN ASPEK YURIDIS /

    LEGAL

    Dalam penyusunan SKB, analisis sisi yuridis sangat penting dilakukan. Hal ini untuk menghindari adanya proyek fiktif atau perusahaan-perusahaan yang beroperasi secara illegal . Yang dimaksud dengan Illegal di sini misalnya apabila perusahaan tidak memiliki ijin usahaatau proyek yang bidang usahanya dilarang oleh Pemda / negara / wilayah setempat. Disamping itu, evaluasi aspek yuridis mencakup pulamengenai :

    1. Bentuk Badan Hukum Perusahaan;

    2. Legalitas pelaksanaan proyek ( apakah perusahaan beroperasi sesuai ijin yang diberikan oleh Pemerintah setempat );

    3. Identitas Pelaksana proyek;

    4. Lokasi ( tempat ) pelaksanaan proyek;

    5. Waktu pelaksanaan proyek;

    6. Cara pelaksanaan proyek.

    BENTUK BADAN HUKUM PERUSAHAANTerdapat beberapa bentuk usaha di Indonesia, yaitu :

    A. Perusahaan Perorangan

    Perusahaan perorangan sebenarnya merupakan bentuk usaha yang tidak memiliki badan hukum. Usaha ini di miliki oleh satuorang dan oleh karena itu segala pengelolaan serta pengawasan usahanya dilakukan oleh pemilik sendiri. Seluruh keuntunganusaha merupakan hak sepenuhnya bagi pemilik, demikian pula resiko kerugian usaha seluruhnya dipikul oleh pemilik.

    B. Firma

    Firma merupakan suatu bentuk perkumpulan usaha yang didirikan oleh beberapa orang. Semua anggota memiliki tanggung jawayang sama termasuk tanggung jawab terhadap hutang maupun memikul kerugian yang mungkin terjadi. Apabila salah seoranganggota mengundurkan diri, otomatis Firma tersebut bubar.

    C. Perusahaan Komanditer ( CV )

    CV merupakan suatu persekutuan yang didirikan oleh beberapa orang dimana masing-masing menyerahkan sejumlah uang dalamjumlah yang tidak perlu sama. Terdapat 2 macam sekutu, yaitu yang bersedia mengelola perusahaan dan yang hanyamenanamkan dananya dalam perusahaan.

    D. Perseroan Terbatas ( PT )

    Badan usaha yang berbentuk PT adalah melibatkan beberapa orang yang menanamkan dananya ke perusahaan sebagai tandakepemilikan atas perusahaan yang bersangkutan. Tanda kepemilikan atas PT disebut sebagai Sahamdan penanam dana disebutsebagai Pemegang Saham. Terdapat 2 macam pemegang saham, yaitu pemegang saham preferen ( prefered stock ) danpemegang saham biasa ( common stock ).Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    22/59

    PENILAIAN ASPEK YURIDIS / LEGAL

    E. BUMN / BUMD

    BUMN / BUMD adalah perusahaan yang mayoritas kepemilikannya oleh Pemerintah / Pemerintah Daerah, misalnya : PT. Garam( Persero ), PT. Danareksa ( Persero ), PT. Bank Mandiri ( Persero ), dll.

    F. Koperasi

    Koperasi adalah merupakan suatu usaha yang bergerak dalam bidang ekonomi ( misalnya : Koperasi Produksi, KoperasiKonsumsi, Koperasi Simpan Pinjam, Koperasi Sumber Usaha ) untuk kesejahteraan para anggotanya.

    Dalam penyusunan SKB, perlu diketahui bentuk badan usaha dari proyek karena masing-masing jenis bentul badan usaha memilikikarakteristik yang berbeda sehingga perlu dilakukan analisis yuridis secara berbeda.

    LEGALITAS PERUSAHAANYang dimaksud legalitas di sini adalah apakah pendirian dan operasional perusahaan telah memenuhi ketentuan -ketentuan Pemerintah.Misalnya, telah memiliki :

    - Pengesahan perusahaan ( untuk PT ) oleh Menteri Kehakiman;

    - Tanda Daftar Perusahaan ( TDP ), Surat Ijin Usaha Perdagangan ( SIUP ), Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ), Keanggotaan /sertifikasi yang dikeluarkan oleh Asosiasi, dll;

    - Untuk beberapa usaha tertentu diperlukan ijin gangguan ( HO ), Analisa Dampak Lingkungan ( AMDAL );

    - Untuk eksportir / importir diperlukan surat-surat ijin khusus yang dipersyaratkan bagi eksportir / importir.

    IDENTITAS PELAKSANA PROYEKIdentitas dari pelaksana proyek perlu diteliti apakah memenuhi ketentuan / perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Hal ini perludilakukan penelitian, misalnya :

    - Kewarganegaraan;

    - Informasi Bank;

    - Keterlibatan Perkara Pidana / Perdata;

    - Hubungan keluarga antar pengurus.

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    23/59

    PENILAIAN ASPEK YURIDIS / LEGAL

    LOKASI ( TEMPAT ) PELAKSANAAN PROYEK

    Penelitian perihal lokasi ini lebih dititik beratkan pada :

    > Perencanaan Wilayah

    Lokasi proyek harus disesuaikan dengan rencana wilayah yang ditetapkan oleh Pemerintah;

    > Status Kepemilikan Tanah

    WAKTU PELAKSANAAN PROYEK

    Proyek baru dapat melaksanakan kegiatan operasional apabila seluruh ijin terkait telah lengkap dan masih berlaku.

    SYARAT PELAKSANAAN PROYEK

    Pada beberapa proyek dibutuhkan tambahan dana pinjaman yang bersumber dari Bank, Modal Ventura, Lembaga Leasing, atau pihak ketiga

    lainnya. Berkaitan dengan pinjaman dana tersebut, biasanya terdapat beberapa syarat khusus yang ditentukan oleh pihak kreditor danharus dipenuhi oleh pelaksana proyek sebagai debitor.

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    24/59

    PENILAIAN ASPEK EKONOMI &

    LINGKUNGAN

    1. ANALISIS ASPEK EKONOMIHal-hal yang perlu dianalisis mengenai aspek ekonomi dalam penyusunan SKB adalah berkaitan denganmanfaat proyek terhadap perekonomian nasional & sosial serta masalah-masalah yang menghambatpembangunan ekonomi.

    A. MANFAAT PROYEK BAGI PEREKONOMIAN

    Yaitu apakah proyek dapat :

    > Membuka lapangan kerja baru;> Memberdayakan sumber daya nasional;

    > Menghasilkan & menghemat devisa;

    > Mendorong pertumbuhan industri lain;

    > Memenuhi kebutuhan masyarakat;

    > Menambah pendapatan nasional.

    B. HAMBATAN-HAMBATAN YANG DIHADAPI DALAM PELAKSANAAN PROYEK

    > Iklim yang kurang mendukung ( biasanya terkait dengan proyek agribisnis );

    > Kualitas SDM dan SDA kurang menunjang sehingga berakibat pada produktivitas yangrendah;

    > Kurangnya modal ( capital ) yang tersedia sehingga berdampak negatif terhadappenyelesaian dan kesinambungan operasional proyek;

    > Tidak stabilnya nilai tukar ( kurs );

    > Tingginya tingkat suku bunga Bank;

    > Situasi serta kondisi sosial politik dan keamanan nasional yang kurang kondusif.Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    25/59

    PENILAIAN ASPEK EKONOMI & LINGKUNGAN

    2. ANALISIS ASPEK LINGKUNGANAnalisis aspek lingkungan dalam SKB mengacu padaAnalisis Mengenai Dampak Lingkungan ( AMDAL )yang disusun olehkonsultan AMDAL. Di Indonesia AMDAL dikenal sejak 1985-an. AMDAL adalah analisis mengenai dampak suatu proyek ( kegiatan) terhadap lingkungan hidup.

    Tujuan dilakukan AMDA terutama adalah agar kualitas lingkungan dapat terjaga dengan baik dan tidak mengalami kerusakandengan berdirinya proyek. Contoh pencemaran lingkungan :

    - Tercemarnya kali Surabaya akibat pembuangan limbah industri;

    - Hutan gundul akibat penebangan kayu secara liar, maupun adanya illegal logging;

    - Udara di Gresik tercemar oleh zat Amonia akibat bocornya saluran PT. Petro Kimia.

    Bidang usaha yang membutuhkan AMDAL dalam pendiriannya sesuai Keputusan Menteri Lingkungan Hidup

    No. KEP-11/MENLH/3/94 tanggal 19 Maret 1994, adalah usaha dalam :

    > industri pertambangan & enerji ( a.l. batu bara, PLTA, PLTD );

    > Kesehatan ( RS, industri farmasi );

    > PU ( waduk, Irigasi, jalan raya / tol );

    > Agribisnis ( tambak > 59 ha, pertanian > 5.000 ha, perkebunan > 10.000 ha );

    > Parpostel ( Hotel, Padang Golf, tempat rekreasi / hiburan );

    > Lahan Transmigrasi ( . 3.000 ha );

    > Industri berat ( semen, kimia, baja, baterai, kayu, galangan kapal, pesawat terbang, dll );

    > Perhubungan ( ( pelabuhan );> Perdagangan ( > 5. Ha );

    > Hankam ( Pangkalan laut / udara, Pusat Latihan Tembak ), Nuklir;

    > Kehutanan ( Taman Safari, HPH ).

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    26/59

    AMDAL VS ANDAL

    AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) Merupakan hasil studi mengenai dampak suatu kegiatan yang direncanakan dan

    diperkirakan mempunyai dampak penting terhadap lingkungan hidup.

    ANDAL (Analisis Dampak Lingkungan)

    Merupakan Telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting suatukegiatan yang direncanakan.

    Dampak adalah perubahan lingkungan yang amat mendasar diakibatkan oleh kegiatan.

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    27/59

    ASPEK AMDAL

    PP 29 tahun 1986 pasal 6, AMDAL merupakan komponen studi kelayakan dari rencanakegiatan, sehingga bagi proyek tertentu tahap implementasi belum dapat dimulai sebelum

    AMDAL diselesaikan dan disetujui oleh pihak yang bertanggung jawab.

    PP Nomor 51 tahun 1993 dimaksudkan sebagai penyempurnaan ketentuan pokokpengelolaan lingkungan hidup serta beberapa keputusan menteri yang menyertainya (Kep-11?MENLH/3/94 dan Kep-12/MENLH/3/94)

    LANDASAN UTAMA :

    Memperhatikan kemampuan daya dukung lingkungan lokasi proyek dan alam sekitarnya.

    Mengelola penggunaan sumber daya secara bijaksana dengan merencanakan, memantau,

    dan mengendalikan secara bijaksana. Memperkecil dampak negatif dan memperbesar dampak positif.

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    28/59

    POTENSI SUMBER PENCEMARAN

    MASUKAN

    Bahan Mentah

    Bahan Penolong (Katalis)

    Energi

    PROSES PENGOLAHAN

    Mekanis

    Fisika

    Kimia

    KELURAN

    Produk

    Limbah Non Reguler

    Limbah Reguler

    Sumber Pencemaran

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    29/59

    POLUTAN INDUSTRI

    INDUSTRI POTENSI JENIS PENCEMARAN

    Pabrik Kertas dan Pulp BOD, COD, NH3, SS, DS

    Pengolahan Susu pH, BOD, COD, SS, DS

    Pengawetan dan Pengalengan Sayur pH, BOD, SS

    Pengawetan Makanan BOD, COD, SS, DS, Cl

    Gula dari Tebu BOD, COD, SS, DS, NH3

    Pemintalan Tekstil BOD, COD, DS, warna, SS, Cu, Cr, Zn, G

    Pabrik Semen DS, SS, pH, Panas

    Pabrik Kimia Anorganik BOD, COD, SS, basa, panas, partikel logam berat

    Pabrik Pupuk pH, P, F, Cd, As, V, N, O, NO3

    Kilang Minyak Bumi O, S, Phenol, NH3, O, SS, DS, warna, partikel logam berat, N, O&G,

    panas

    Pabrik Logam BOD, SS, DS, COD, Cn, pH, P, logam berat, panas

    BODBiochemical Oxigen Demand DSDissolved Solid

    CODChemical Oxigen Demand OOil

    SSSuspended Solid G - Grease Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    30/59

    PENILAIAN ASPEK FINANSIAL

    Hal-hal yang perlu dianalisis dalam aspek Finansial ( aspek keuangan ) mencakup :

    1. Rencana Biaya Proyek ( Cost of Project )

    2. Peramalan ( Forecasting )

    3. Penilaian Investasi ( Investment Valuation )

    4. Analisis Sensitivitas ( Sensitivity Analysis )

    5. Pada proyek pengembangan, diperlukan pula analisis finansial existing( berupa analisis ratio & analisisarus kas / cash flow) yang merupakan penilaian kinerja ( performance ) perusahaan selamabeberapa tahun terakhir ( sebelum adanya proyek pengembangan ).

    1. ANALISIS KINERJA KEUANGAN EXISTINGSumber informasi yang digunakan untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan adalah LaporanKeuangan ( Financial Statement ) yang terdiri dari atas :

    A. Neraca ( Balance Sheet )

    B. Laporan Laba / Rugi ( Income Statement )

    C. Laporan Arus Kas ( Cash Flow Statement )

    Alat-alat analisis yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan adalah :

    A. Analisis Ratio ( Ratio Analysis )

    B. Analisis Arus Kas ( Cash Flow Analysis )

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    31/59

    ALAT ANALISIS KEUANGAN

    1. ANALISIS RASIOTujuan analisis rasio keuangan :

    a. Membandingkan rasio-rasio keuangan suatu perusahaan antar beberapa periode waktu ( time seriescomparison ).

    b. Membandingkan antara rasio - rasio keuangan suatu perusahaan pada suatu periode tertentu denganperusahaan lain di industri yang sama dan dalam periode yang sama ( cross sectional comparison ).

    c. Membandingkan rasio-rasio keuangan perusahaan dengan rasio yang dinilai baik secara umum. Misalnyarasio likuiditas yang baik biasanya > 100%

    Pertama kali yang harus dianalisis dari suatu perusahaan adalah apakah perusahaan mampu bertahan dantumbuh ( sustainable growth ). Perusahaan yang dinilai kurang mampu disarankan untuk tidak melakukanpengembangan. Pengukuran kemampuan perusahaan untuk bertahan & tumbuh tersebut adalah dengan Sustainable Growth Rate , yang diformulasikan sbb :

    ROE x ( 1 Deviden Payout Ratio )

    ROE ( Return On Equity )digunakan untuk menilai kinerja & kemampuan para manajer perusahaan dalammengelola dana setoran modal para pemegang saham. ROEdiformulasikan sbb :

    Net Income

    ------------------------

    Shareholders Equity

    ( 1 DPO ), merupakan proporsi dana hasil keuntungan yang tidak digunakan untuk pembayaran devidend.Proporsi dana ini dapat digunakan perusahaan untuk pengembangan ( pertumbuhan ) usaha

    Cash Devidends

    DPO = ___________

    Net Income

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    32/59

    SUSTAINABLE GROWTH RATE FRAMEWORK FOR

    FINANCIAL RATIO ANALYSIS

    SUSTAINABLE GROWTH RATE

    Devidend Payout

    R O E

    ASSETSMANAGEMENT

    FINANCIALLEVERAGE

    OPERATINGMANAGEMENT

    PROFITABILITYRATIOS

    ASSETSTURN-OVER

    LIQUIDUTYRATIOS

    LEVERAGERATIOS

    INTERESTCOVERAGE RATIOS

    Sumber : Brealey, RA. & Myers, 1996

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    33/59

    FINANCIAL RATIO ANALYSIS

    A. OPERATING MANAGEMENT

    > Menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari operasi usahanya;

    > Apakah perusahaan dapat beroperasi secara efisien.

    Alat ukurnya adalah Profitability Ratios, yang terdiri dari :

    1. Cost to Sales

    Adalah prosentase total biaya operasional terhadap penjualan. Semakin kecil prosentase biaya terhadaplaba, perusahaan dinilai semakin efisien.

    2. Gross Profit Margin

    Adalah prosentase laba kotor ( gross profit )terhadap penjualan. Semakin besar nilai prosentase,perusahaan dinilai semakin efisien dalam pengelolaan biaya bahan, TK Langsung dan FOH.

    3. Net Profit Margin

    Adalah prosentase laba bersih ( nett income )terhadap penjualan. Semakin besar nilai prosentase,perusahaan dinilai semakin efisien.

    B. ASSETS MANAGEMENT

    Menunjukkan efisiensi pengelolaan assetsoleh manajemen, yang dapat diukur dengan assets turn-over,yang terdiri dari :

    S a l e s

    1. Current Assets TO = --------------------

    Current Assets

    S a l e s

    2. Working Capital TO = -------------------------------------------

    Current AssetsCurrent LiabilitiesArranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    34/59

    FINANCIAL RATIO ANALYSIS

    Rasio ( 1 ) & ( 2 ) di atas menunjukkan berapa banyak dana yang diterima dari hasil penjualan agar dapat digunakanuntuk membiayai aktiva lancar ( current assets )atau modal kerja ( working capital ).

    Sales

    3. Accounts Receivable TO = -----------------

    A / R

    Cost of Good Sold

    4. Inventory TO = ------------------------

    Inventory

    COGS

    5. Accounts Payable TO = -----------------

    A / P

    Rasio ( 3 ), ( 4 ), & ( 5 ) untuk melihat produktivitas penggunaan dana hasil penjualan untuk membiaya PihutangDagang ( Acc. Receivable ),Persediaan ( Inventory ), dan Hutang Dagang ( Acc. Payable ).

    360

    6. Days Receivable = --------------

    (Average Collection Period) A / R TO

    360

    7. Days Inventory = ---------------------------

    Inventory TO

    360

    8. Days Payable = -----------------------------A / P TO

    Rasio ( 6 ) menunjukkan efisiensi dalam penagihan pihutang Rasio ( 7 ) untuk melihat berapa lama perputaran persediaan, Rasio( 8 ) untuk melihat berapa hari dilakukan pembayaran atas hutang dagang.

    S a l e s

    9. PP & E TO = -----------------------------------

    Property, Plant & Equipment

    Rasio ( 9 ) menunjukkan proporsi nilai hasil penjualan yang diinvestasikan pada aktiva tetap perusahaan ( tanah, bangunan,mesin & peralatan produksi ). Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    35/59

    FINANCIAL RATIO ANALYSIS

    C. FINANCIAL LEVERAGEMenunjukkan proporsi hutang yang digunakan perusahaan untuk pembiayaan usaha

    1. Liquidity Ratios

    Rasio likuiditas menunjukkan kemaampuan perusahaan untuk memenuhi ( membayar ) seluruh kewajiban jangka pendek( current liabilities )dengan dana yang bersumber dari pencairan aktiva lancar ( misalnya : pencairan piutang ). Perhitunganrasio likuiditas yang umum digunakan adalah :

    Current Assets

    Current Ratio = ------------------------

    Current Liabilities

    Cash + Short Term Inv + A/R

    Quick Ratio = --------------------------------------Current Liabilities

    Cash + Short Term Inv.

    Cash Ratio = -------------------------------

    Current Liabilities

    Cash Flow from Operatio

    Operating Cash Flow Ratio = --------------------------------------

    Current Liabilities

    2. Leverage Ratio

    Leverage ratiomenunjukkan proporsi beban hutang dalam struktur permodalan perusahaan. Jadi, semakin tinggi leverage

    ratiosuatu perusahaan, menunjukkan semakin besar proporsi hutang terhadap equitydalam pembiayaan usaha. Yangdisebut hutang disini adalah seluruh kewajiban jangka pendek & jangka panjang ( liabilities ). Sedangkan pinjaman,seperti : kredit Bank, obligasi, atau pinjaman kepada pihak ke III lainnya disebut sebagai debt. Penggunaan dana pinjamanyang terlalu besar dapat merugikan perusahaan akibat beban bunga yang ditanggung tinggi. Namun pada batasan proporsitertentu ( misalnya : < 200% ), penggunaan dana pinjaman lebih menguntungkan dibandingkan apabila perusahaan samasekali tidak dibiayai dengan pinjaman ( 100% dari equity ), antara lain : karena beban pajak perusahaan yang memilikihutang lebih rendah ( pembayaran bunga dibebankan sebelum sebelum pajak sehingga laba kena pajak menjadi kecil dankarena besarnya pengenaan pajak didasarkan atas prosentase terhadap laba, maka pajak terbeban pada perusahaan yangmemiliki hutang adalah lebih rendah ).

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    36/59

    FINANCIAL RATIO ANALYSIS

    Leverage ratios yang umumnya digunakan untuk mengetahui struktur permodalan perusahaan adalah :

    Total Liabilities

    Liabilities to Equity Ratio = --------------------------

    Shareholders Equity

    Short Term Debt + Long Term Debt

    Debt to Equity Ratio = ---------------------------------------------

    Shareholders Equity

    Short Term Debt + Long Term Debt

    Debt to Capital Ratio = ------------------------------------------------------------------------

    Short Tem Debt + Long Term Debt + Shareholders Equity

    3. Interest Coverage Ratio

    Interest Coverage Ratio digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam pemenuhan kewajiban bunga pinjaman,

    yang diformulasikan :

    Earnings Before Interest & Tax ( EBIT )

    --------------------------------------------------

    Interest Expense

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    37/59

    ANALISIS ARUS KAS

    ( ANALYSIS CASH FLOW )

    Dalam melakukan analisis arus kas, disusun suatu Total Cash Flowdi mana arus kas perusahaan diklasifikasikandalam 3 kategori, antara lain :

    1. Arus Kas yang berasal dari operasi perusahaan ( Cash Flow from Operations ), yaitu dana kas yangbersumber dari hasil penjualan produk perusahaan setelah dikurangi dengan biaya input dan operasional.

    2. Arus Kas yang berasal dari aktivitas investasi ( Cash Flow related to Investment activities ), yaitudana kas yang dikeluarkan untuk investasi atau yang diterima dari penjualan aktiva tetap.

    3. Arus Kas yang berasal dari aktivitas pembiayaan ( Cash Flow related to Financing activities ), yaitu

    dana kas yang diterima ( dikeluarkan ) perusahaan dari ( untuk ) pemegang saham dan kreditur.

    Dengan melakukan analisis arus kas menggunakan Total Cash Flowtersebut, dapat diketahui apakah perusahaantelah melakukan fungsi pembiayaan yang sehat, misalnya :

    > Sumber pembayaran bunga pinjaman tidak berasal dari pinjaman namun seharusnya bersumber dari hasiloperasional perusahaan yaitu terdiri dari : Laba Sebelum Bunga & Pajak + Penyusutan ( EBIT +Depreciation );

    > Pembiayaan kebutuhan modal kerja bersumber dari hasil operasional usaha dan pinjaman jangka pendek( bukan dari pinjaman jangka panjang );

    > Pembiayaan untuk pembelian barang modal bersumber dari dana sendiri dan pinjaman jangka panjang;> Pembayaran deviden sebaiknya dilakukan hanya apabila perusahaan mendapatkan keuntungan (Banyak

    perusahaan publik tetap membagi deviden meskipun mengalami kerugian ).

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    38/59

    RENCANA BIAYA PROYEK

    ( COST OF PROJECT )

    Pada umumnya penyajian & penyusunan daripada Cost of Poject ( COP )pada Studi Kelayakan Bisnis ( SKB )dapat dibuat seperti dibawah ini :

    Rencana Biaya Proyek

    Uraian Penggunaan Dana

    Pinjaman Sendiri T o t a l

    1. Tanah & Pematangan 0 200 200

    2. Bangunan

    Pek Sipil

    Mekanikal & Elektikal

    Saluran

    200

    150

    0

    50

    150

    75

    75

    0

    350

    225

    75

    50

    3. Mesin

    Mesin Utama

    Peralatan

    Perlengkapam

    300

    200

    100

    0

    200

    75

    75

    50

    500

    275

    175

    50

    4. Alat Transportasi 150 10 160

    5. Bunga Masa Konstruksi 0 130 130

    T O T A L 650 690 1.340

    Sumber Dana

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    39/59

    ANALISIS PROSPEKTIF

    ( PROSPECTIVE ANALYSIS )

    Prospective Analysisdigunakan untuk menilai prospek perusahaan baik untuk perusahaan baru maupunperusahaan existingyang melakukan pengembangan.

    Analisis ini mencakup 2 tugas, yaitu :

    A Melakukan peramalan operasional perusahaan

    ( Forecasting )

    B. Melakukan estimasi

    Nilai Investasi

    ( Valuation )

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    40/59

    ANALISIS PERAMALAN

    ( FORECASTING ANALYSIS )

    SIAPA SAJA YANG MEMBUTUHKAN FORECASTS ?> Para Manajer membutuhkan forecastsuntuk menyusun rencana dan target perusahaan, misalnya apakah rencana pengembangan

    dinilai layak atau tidak

    > Para Analis Saham membutuhkan forecastsuntuk memberikan gambaran mengenai prospek suatu perusahaan kepada investor

    > Para Kreditor membutuhkan forecasts untuk menilai kemampuan perusahaan dalam pemenuhan kewajiban pengembalianpinjaman.

    BAGAIMANA MENYUSUN PERAMALAN YANG BAIK ?> Dibuat secara menyeluruh ( comprehensive ), yaitu meliputi peramalan earnings, balance sheet, dan cash flow,

    > Assumsi yang digunakan harus realistis, misalnya apabila diramalkan terjadi penambahan aktiva tetap, maka harus dikaitkan denganpendanaannya, atau apabila terjadi penurunan piutang kemungkinan nilai pinjaman jangka pendek ( misalnya : Kredit Modal Kerja dariBank ) dapat menuun karena kebutuhan modal kerja menurun,

    > Peramalan penjualan danprofitabilitydihitung secara accrual basis yang kemudian dikonversikan kedalam perhitungan peramalancash flow dengan melakukan adjustment untuk pengeluaran & penerimaannon cash,

    > Pramalan dimulai dari penjualan di mana realisasi penjualan tahun terakhir digunakan sebagai dasarperhitungan awal.

    TAHAPTAHAP PENYUSUNAN PERAMALAN1. Peramalan Penjualan ( Sales Forecast )

    Pada daasarnya tidak ada metode peramalan penjualan yang diberlakukan secara umum. Beberapa cara yang biasa digunaka, antara lain :

    - Menggunakan metode statistik yaitu dengan melakukan proyeksi didasarkan pada data masa lalu ( past performance ), yang

    menghasilkan suatu formulasi persamaan regressi, sebagai berikut :Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + ................. . bnXn

    Dimana, Y : nilai penjualan, a : konstanta, b1 ..... Bn : menunujukkan seberapa besar pengaruh faktor X terhadap nilai penjualan, X1...... Xn : faktor - faktor yang mempengaruhi nilai penjualan, antara lain : jumlah pesaing, jumlah pelanggan, tingkat inflasi, tingkatbunga, dll. Penggunaan metode statistik dalam peramalan biasa dilakukan untuk perusahaan-perusahaan besar, seperti : manufacture,perusahaan jasa pelayanan ( pariwisata, transportasi ), dll.

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    41/59

    ANALISIS PERAMALAN

    ( FORECASTING ANALYSISI )

    - Pada perusahaan yang lebih sederhana, seperti : usaha perdagangan, peramalan penjualan dilakukan dengan menggunakan metodepertumbuhan. Misalnya : pada tahun ke-1 .... Ke-3 diperkirakan terjadi kenaikan penjualan sebesar 5%, ..... Dst. Perkiraan kenaikanpenjualan didasarkan atas faktor-faktor seperti : perkiraan terjadinya kenaikan pada jumlah outlet, rencana perluasan pemasaran,perubahan harga, perubahan kondisi perekonomian makro, dlsb.

    2. Peramalan Biaya ( Expenses )

    Peramalan biaya harus dilakukan pos per pos. Hal ini disebabkan karena faktor ang mempengaruhi perubahan biaya berbda untuk setiap pos.

    Misalnya :

    - Biaya Langsung, Overhead, Umum & Adm, berkaitan dengan penjualan ( prosentase terhadap sales);

    - Biaya Penyusutan sangat berkaitan dengan nilai aktiva tetap dan metode penyusutan yang dianut perusahaan;

    - Biaya bunga ergantung dari besarnya nilai pinjaman.

    3. Peramalan Earnings

    Peramala earnings adalah merupakan proyeksi Laba / Rugi perusahaan di mana nilai peramalannya diperoleh dari peramalan penjualan( tahap1 ) minus estimasi biaya ( tahap 2 ). Nilai proyeksi Laba / Rugi ini digunakan sebagai dasar penyusunan proyeksi neraca.

    4. Peramalan Neraca ( Balance Sheet )

    Dalam menyusun peramalan neraca, harus dilakukan tahap-tahap sebagai berikut ini :

    a. Menyusun proyeksi kebutuhan modal kerja nette ( net working capital )yang terdiri atas pos-pos aktiva lancar dan kewajibanjangka pendek;

    b. Memperkirakan kemungkinan investasi baang modal;c. Menyusun rencana struktur permodalan perusahaan termasuk rencana pembagian deviden.

    PERAMALAN KEBUTUHAN MODAL KERJA NETTO ( NET WORKING CAPITAL )

    Modal Kerja Nettoadalah selisih antara aktiva lancar dengan kewajiban lancar ( jangka pendek ) yang perhitunganperamalannya dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    42/59

    ANALISIS PERAMALAN

    ( FORECASTING ANALYSIS )

    > Berdasarkan prosentase dari sales

    Penggunaan cara ini didasarkan atas assumsi bahwa masing-masing pos modal kerja adalah terkait dengan nilai penjualansehingga proyeksi nilai kebutuhan modal kerja adalah atas dasar %-senilai proyeksi penjualan.

    > Berdasarkan perputaran ( turnover ) modal kerja

    Pertimbangan digunakannya cara ini adalah bahwa perubahan masing-masing pos modal kerja selain dipengaruhi penjualan jugaoleh faktor-faktor lain. Misalnya, adanya perbaikan kualitas manajemen dapat meningkatkan efisiensi sehingga perputaran modalkerja akan lebih cepat.

    MEMPERKIRAKAN KEBUTUHAN BARANG MODAL ( CAPITAL EXPENDITURE )

    Peramalan kebutuhan barang modal didasarkan atas informasi yang diperoleh dari pihak manajemen perusahaan karena

    menyangkut rencana investasi dan strategi perusahaan.

    RENCANA STRUKTUR PERMODALAN

    Rencana struktur permodalan perusahaan ( proporsi debt & equity) selain dikaitkan dengan kebutuhan sesuai prinsip pembiayaan yang sehat , juga dikaitkan dengan kebijakan manajemen, termasuk kebijakan dalam pembagian deviden.

    5. Peramalan Arus Kas ( Cash Flow )

    Peramalan earningsdan balance sheetmenghasilkan suatu peramalan cash flow. Dari proyeksi cash flow dapat diperkirakan apakahperusahaan mampu memenuhi kewajiban - kewajibannya, misalnya : pembayaran hutang dagang, pembayaran bunga, pembayaranangsuran pokok pinjaman, dlsb.

    Perlu diperhatikan bahwa rencana pembayaran kewajiban lebih diutamakan, baru kemudian direncanakan mengenai pembayaran deviden

    kepada para pemegang saham.

    Dalam analisis forecasting, perlu direncanakan penggunaan dana hasil operasional setelah aktivitas modal kerja dan pembayaran bungapinjaman, yaitu untuk :

    a. Pembayaran pokok hutang atas pinjaman eksternal;

    b. Ditahan atau diinvestasikan kembali ( reinvested )ke perusahaan;

    c. Dibayarkan kepada para pemegang saham dalam bentuk devidends.

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    43/59

    ANALISIS PERAMALAN

    ( FORECASTING ANALYSIS )

    Pada perusahaan yang memilikipinjaman, dalam menyusun peramalan sebaiknya mengutamakan penggunaan dana untuk pembayaanpokok pinjaman baru kemudian dilakukan pembayaran devidends atau kebutuhanreinvested. Apabila kebijakan perusahaan tidakmelakukan pembayaran devidends( atau dengan kata lain bahwa sisa dana setelah pembayaran pokok pinjaman diinvestasikan kembali( reinvested )atau ditahan, maka opportunity cost-nya adalah expected rate of return yang seharusnya diterima para pemegangsaham, apabila menerima devidendsdan menginvestasikan dana tersebut pada financial assets, misalnya deposito, SBI, saham.

    ALTERNATIVE 1 : ALTERNATIVE 2 :

    Reinvested Pay devidendsto Shareholders

    Investment

    Opportunity

    ( e.g in real

    assets ) Shareholders

    Shareholders InvestmentInvest for Opportunities

    themselves ( financial assets )

    Adapted from Brealey & Myers, 1996

    Cash

    ( After

    Debt

    Payments )

    F I R M

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    44/59

    INVESTMENT VALUATION

    1. Melakukan penilaian kelayakan atas investasi yang akan dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, antara lain :

    - Payback Period

    - Net Present Value ( NPV )

    - Internal Rate of Return ( IRR )

    2. Melakukan analisis kepekaan ( Sensitivity Analysis )

    METODE PENILAIAN INVESTASIDalam penyusunan SKB perlu dianalisis mengenai kontribusi suatu proyek ( investasi ) terhadap kekayaan ( wealth ). Suatu proyek( investasi ) dinyatakan layak apabila diperkirakan dapat meningkatkan wealthpemegang saham atau perusahaan. Terdapat beberapa cara

    penilaian investasi, namun yang umum digunakan dalam SKB adalah metode Net Present Value ( NPV ) dan Internal Rate of Return( IRR ), sebagai berikut :

    NET PRESENT VALUE ( NPV )NPV merupakan nilai sekarang dari peramalan penerimaan kas hasil investasi, dikurangi nilai investasi awal, yang diformulasikan sebagaiberikut :

    n

    NPV = - Io + Ctt=1 -----------

    ( 1 + r )t

    Dimana : Io = Investasi awal

    Ct = Peramalan penerimaan kas

    r = cost of capital sebagai discount rate

    t = periode analisis proyek

    Untuk perusahaan yang struktur permodalannya terdiri dari debt dan equity, maka perhitungan discount rate menggunakan WACC( Weighted Average Cost of Capital ). Sedangkan untuk perusahaan yang struktur permodalannya hanya terdiri dari equiy ( tidakdibiayai pinjaman ), maka yang digunakan sebagai discount rateadalah cost of equity capital, biasanya menggunakan formulasi CAPM( untuk perusahaan publik ) atau opportunity cost of equity capital( misalnya tingkat suku bunga SBI ) untuk perusahaan non publik.

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    45/59

    INVESTMENT VALUATION

    Kriteria Penilaian NPV

    1. NPV > 0, Go Project ( Proyek diterima );

    2. NPV < 0, No Go Project ( Proyek ditolak );

    3. Apabila terdapat beberapa proyek, maka proyek dengan NPV terbesar yang dipilih.

    Contoh :

    Investasi awal suatu proyek adalah sebesar Rp. 600 juta. Net proceeds yang dihasilkan oleh proyek tersebut diperkirakan sebesar :

    Tahun ke Proceeds

    0 ( 600 )

    1 2002 300

    3 450

    Apakah proyek tersebut layak diinvestasikan, apabila cost of capital ( required rate of return / discount rate ) adalah sebesar 18%.

    Jawab :

    C1 C2 C3

    NPV = - Io + --------------- + ---------------- + ----------------

    ( 1 + 0.18 ) ( 1 + 0.18 ) ( 1 + 0.18 )

    200 300 450

    = ( 600 ) + ------------- + ------------ + ------------

    1,1800 1,3924 1,6430

    = ( 600 ) + 169,49 + 215,46 + 273,88

    = 58,83

    Karena NPV > 0, maka proyek tersebut layak direalisasikan.

    INTERNAL RATE OF RETURN ( IRR )IRRadalah tingkat bunga yang menyamakan present value ( PV )dari expected cash outflowdengan PV dari expected cashinflow, atau suatu tingkat discount rateyang membuat NPV = 0yang dapat diformulasikan sebagai berikut :

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    46/59

    INVESTMENT VALUATION

    n Ct

    ------------ = 0t=0 ( 1 + r )t

    Dari formulasi tersebut dapat pula dikaakan bahwa IRR adalah sama dengan NPV = 0, atau :

    n Ct

    - Io + ----------t=0 ( 1 + r )t

    Cara perhitungan IRR adalah dengan melakukan uji coba ( trial and error ). Uji coba dapat dengan menggunakan grafik maupun non grafik,seperti yang terlihat pada contoh di bawah ini :

    Kriteria penilaian IRR :

    Proyek investasi dinyatakan layak apabila, IRR > rate of return yang diharapkan

    Berdasarkan atas contoh soal diatas, maka perhitungan IRR dapat dilakukan sebagai berikut ini :

    C1 C2 C3

    NPV = - Io + ---------------- + ------------------ + ----------------

    ( 1 + IRR ) ( 1 + IRR ) ( 1 + IRR )

    Untuk IRR = 0% 200 300 450

    NPV = ( 600 ) + ---------- + ---------- + -----------

    1,0 1,0 1,0

    = ( 600 ) + 200 + 300 + 450 = 350

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    47/59

    INVESTMENT VALUATION

    Untuk IRR = 20%

    200 300 450

    NPV = ( 600 ) + ---------- + ---------- + -----------

    1,2 1,4 1,7

    = ( 600 ) + 166,67 + 208,33 + 260,42 = 35,42

    Untuk IRR = 40%

    200 300 450

    NPV = ( 600 ) + ---------- + ---------- + -----------

    1,4 2,0 2,7= ( 600 ) + 142,86 + 153,06 + 163,99 = - 140,09

    Ringkasan hasil perhitungan : I R R N P V

    0% 350

    20% 35,42

    40% - 140,09

    Tahun Investment Proceeds Net Benefit DF ( 23% ) PV of 23% DF ( 24% ) PV of 24%

    0 ( 600 ) - ( 600 ) 1 ( 600 ) 1 ( 600 )

    1 - 200 200 0.8130 162,60 0.8065 161,29

    2 - 300 300 0.6610 198,29 0.6504 195,11

    3 - 450 450 0.5374 241,82 0.5254 236,02

    -------------- --------------

    2,71 ( 7,58 )

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    48/59

    INVESTMENT VALUATION

    NPV

    IRR = i + ----------------- ( i - i )

    NPV - NPV

    2,71

    = 23% + ---------------------- ( 24% - 23% )

    2,71( 7,58 )

    2,71

    = 23% + ------------- ( 1% )

    10,29

    = 23% + 0,26%

    = 23,26%

    Kesimpulan : karena IRR> dari required rate of return, maka proyek dinilai layak untuk dilaksanakan.

    PAYBACK PERIODMetode ini digunakan untuk menunjukkan berapa lama suatu biaya investasi diperkirakan dapat kembali. Cara perhitugannya adalah membagi biayainvestasidengan cash inflowsetiap tahun, seperti contoh dibawah ini :

    Initial Investment

    ------------------------ x 1 th

    Cash Inflow

    Kriteria Payback Period lebih kecil dibanding Payback Period Maximum yang ditentukan atau umur proyek, maka proyek tersebut tidak layak. Demikianjuga sebaliknya.

    Dari contoh perhitungan diatas, maka perhitungan Payback Period-nya dapatlah dicari seperti dibawah ini :

    Tahun Net Cash Flow

    0 ( 600 )

    1 200 200

    2 300 300 2 Tahun

    3 450 100 0,7 Bulan

    ------- ----------------

    600 2 Thn 7 Bln

    Kesimpulan : karena Payback Period < dari yang diharapkan, maka proyek dinilai layak.

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    49/59

    INVESTMENT VALUATION

    BENEFIT COST RATIO ( B/C RATIO )GROSS B/C RATIOadalah Perbandingan / ratio antara jumlah Benefit kotor dengan biaya kotor setelah didiscounted / di present valuekan.

    n B

    -----------

    t=1 ( 1 + I )n

    GROSS B/C = -----------------------------

    n Ct + Kt

    -----------

    t=1 ( 1 + I )n

    PV of B

    = -------------------

    PV of ( C + K )

    PV of Net B ( + )

    NET B/C RATIO = ------------------------

    PV of Net B ( - )

    PROFITABILITY RATIO ( PV / K )Bt - Ct

    -----------

    ( 1 + I )t

    PV / K = ------------------------- ............ > 1 GO PROJECT

    Kt

    -----------

    ( 1 + I )t

    Dimana : Ct = Routine Cost

    Kt = Capital Cost

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    50/59

    SENSITIVITY ANALYSIS

    SENSITIVITY ANALYSIS merupakan suatu pengujian dari suatu keputusan ( misalnya keputusan investasi )untuk mencari seberapa besar ketidaktepatan penggunaan suatu assumsi yang dapat ditoleransi tanpamengakibatkan tidak berlakunya keputusan tersebut.

    Manajer harus menentukan kepekaan keputusannya terhadap assumsi yang mendasari. Semua keputusandidasarkan atas berbagai assumsi, seperti : keakuratan data, discount rate yang digunakan, dll. Jadi, apabiladigunakan assumsi yang berbeda, apakah terjadi perubahan terhadap keputusan yang telah ditetapkan.

    Sensitivity analysistujuannya adalah untuk melihat apa yang akan terjadi dengan hasil analisa proyek, jika adasesuatu kesalahan atau perubahan dalam dasar perhitungan biaya atau benefit

    Dengan demikian tujuan utama daripada analisa sensitivitas :

    1. Untuk memperbaiki cara pelaksanaan proyek yang sedang dilaksanakan

    2. Untuk memperbaiki design daripada proyek, sehingga dapat meningkatkan NPV

    3. Untuk mengurangi resiko kerugihan dengan menunjukkan beberapa tindakan pencegahan yangharus diambil

    Dalam sensitivity analysissetiap kemungkinan itu harus dicoba, yang berarti bahwa tiap kali harusdiadakan analisa kembali. Ini perlu sekali, karena analisa proyek didasarkan pada proyeksi-proyeksi yangmengandung banyak ketidak-pastian tentang apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang

    Ada 3 hal yang perlu diperhatikan, antara lain :a. Terdapatnya cost overrun , misalnya kenaikan dalam biaya konstruksi

    b. Perubahan dalam perbandingan harga terhadap tingkat harga umum, misalnya penurunan hargahasil produksi

    c. Mundurnya waktu / jadwal implementasi

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    51/59

    SENSITIVITY ANALYSIS

    Contoh :

    Investasi awal suatu proyek adalah sebesar Rp. 600 juta. Adanya perubahan assumsi mengenai tingkat inflasi,mengakibatkan Expected Net Proceedsyang dihasilkan oleh proyek tersebut berubah dari :

    Tahun ke Semula Menjadi

    0 ( 600 )

    1 200 100

    2 300 250

    3 450 400

    Dengan adan6ya perubahan tersebut, apakah proyek masih dinilai layak ?Jawab :

    C1 C2 C3

    NPV = - Io + --------------- + ---------------- + ----------------

    ( 1 + 0.18 ) ( 1 + 0.18 ) ( 1 + 0.18 )

    100 250 400

    = ( 600 ) + ------------- + ------------ + ------------

    1,1800 1,3924 1,6430

    = ( 600 ) + 84,75 + 179,55 + 243,45

    = - 92,26

    Kesimpulan : Proyek menjadi tidak layak karena NPV < 0

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    52/59

    IDENTIFYING PROJECT COST & BENEFIT

    Yang dimaksud cost dari proyek adalah segala sesuatu yang mengurangi pencapaian tujuan proyek. Sedangkan benefit adalah segala sesuatu yang membantu pencapaian tujuan.

    CLASSIFICATION OF COST PROJECT

    Yang dihitung sebagai biaya atau pengeluaran proyek ( project expenditures ) adalah hanya biaya - biaya atauongkos-ongkos yang akan dikeluarkan di masa yang akan datang ( future cost ) untuk memperoleh penghasilan-penghasilan yang akan datang ( future returns )

    a. Biaya angsuran hutang & bunga

    b. Penyusutan ( depreciation )

    c. Biaya konstruksi & peralatand. Biaya Tanah

    e. Biaya modal kerja

    f. Biaya bunga masa konstruksi

    g. Biaya operasi & pemeliharaan

    h. Biaya pembaharuan / penggantian

    i. Sunk cost

    j. Biaya Feasibility studies & engineering studies

    k. Intangible cost

    l. Biaya tak terduga ( contingencies )

    CLASSIFICATION OF BENEFIT PROJECT

    a. Direct Benefit

    b. Indirect Benefit atau Secondary Benefit

    c. Intangible Benefit Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    53/59

    PROJECT BENEFIT

    DIRECT BENEFIT

    Adalah merupakan Manfaat langsung dan nampak jelas dari hasil adanya suatu proyek. Manfaat ini bisa berupa :

    ~ Adanya kenaikan dalam output phisik dari kegiatan yang ditangani proyek

    ~ Kenaikan nilai daripada output yang disebabkan karena adanya perbaikan kualitas

    ~ Kenaikan nilai output karena adanya perubahan lokasi dan perubahan waktu penjualan

    ~ Kenaikan nilai output karena adanya perubahan bentuk ( grading, processing, dan perubahan bentuk lainnya )

    ~ Penurunan biaya ( costs ) yang disebabkan oleh adanya mekanisasi

    ~ Penurunan biaya ( costs ) yang disebabkan oleh penurunan biaya pengangkutan

    ~ Penurunan biaya ( costs ) yang disebabkan terhindar dari adanya kerugian, seperti kerusakan dan lain sebagainya

    INDIRECT BENEFIT / SECONDARY BENEFIT

    Adalah merupakan manfaat yang terjadi di luar proyek.

    Indirect Benefit ini dapat berupa :

    ~ Adanya efek Multiplier ( Multiplier Effects ) dari suatu proyek ( yang merupakan induced effects )

    ~ Economic of scale, orang dipaksa bekerja menurut skala ekonomis ---- > makin besar

    ~ Secondary Dynamic Effect, Misalnya : sebuah permukiman yang terdapat di dekat proyek Irigasi Tersier, makasirkulasi air akan terus terjadi sehingga menyebabkan tidak terdapat nyamuk. Akibatnya penduduk lebih sehat danlebih produktif ( produktivitas penduduk meningkat )

    INTANGIBLE BENEFITMaksudnya suatu manfaat yang secara tidak langsung bisa dinikmati oleh masyarakat, tetapi sulit untuk dinilai dalam bentuk uang.Intangible benefit ini bisa berupa :

    ~ Adanya perbaikan lingkungan ( Environments changes )

    ~ Bertambahnya pemandangan baru di suatu tempat, seperti tempat rekreasi

    ~ Terciptanya distribusi pendapatan

    ~ Bertambahnya peningkatan pertahanan nasional

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    54/59

    COST OF PROJECT

    CONTINGENCY ALLOWANCES

    Biaya yang terjadi karena adanya perubahan design tehnis pada waktu implementasi atau adanyakesalahan-kesalahan dalam perhitungan ( adanya under estimates ). Hal ini tidak dapat dihindari

    ~ Ada yang diakibatkan oleh kenaikan harga ( price contingency ) yang disebabkan karena pengaruhinflasi

    ~ Diakibatkan oleh perubahan fisik pekerjaan ( physical contingency )

    SUNK COST

    Adalah biaya - biaya yang dikeluarkan di waktu yang lampau atau biaya - biaya yang dikeluarkan tetapi tidakmempengaruhi keputusan proyek. Sunk cost selalu ada dalam suatu proyek. Dalam analisa proyek, sunk cost tidakdiperhitungkan dalam komponen biaya karena proyek melihat Future Cost & Benefit. Contoh : Beli tanah untukinvestasi dan belum ada keputusan untuk proyek apa, apabila tanah tsb dipagari untuk pembatas. Biayapembuatan pagar ini disebut Sunk Cost.

    INTANGIBLE COST

    Merupakan hal-hal yang riel, akan tetapi sulit diperhitungkan dalam nilai uang, namun mencerminkan nilai-nilai yangsebenarnya. Bentuk daripada Intangible Cost ini dapat berupa : polusi, suara bising, pemandangan yang kurangnyaman dari adanya suatu proyek.

    SALVAGE VALUE

    Adalah nilai sisa dari suatu investasi, sehingga mengurangi biaya investasi, tetapi karena terjadi pada akhir umurnyamaka dimasukkan sebagai benefit

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    55/59

    INVESTMENT CRITERIA

    Dimaksudkan untuk mengetahui, apakah suatu proyek dapat dilaksanakan atau tidak. Tetapi untuk beberapa proyek, kita dapat melakukanranking terhadap proyek-proyek tsb

    Suatu proyek

    Investment Criteria

    Beberapa proyek

    RANKING : By inspection ( dengan pengamatan )

    ------ > dipergunakan untuk menetapkan prioritas proyek yang akan dilaksanakan ( mis : proyek-proyek pemerintah )

    Beberapa kebiasaan proyek-proyek pemerintah :1. Pemerintah biasanya memberikan prioritas kepada trouble shooting projects ( proyek- proyek yang kalau tidak

    dilaksanakan akan mengganggu proyek yang lain. Kalau perlu dengan menunda / membatalkan proyek yang lain ).

    2. Prioritas diberikan kepada proyek yang mempunyai tujuan mendekati tujuan pemerintah

    3. Proyek - proyek prasyarat diberikan prioritas untuk dilaksanakan ( proyek-proyek ini syarat bagi terselenggaranyaproyek yang lain )

    4. Jika dana pemerintah terbatas, maka proyek yang menggunakan dana yang mendekati dana yang tersedia akan

    diprioritaskan

    Investment Criteria ada 2 jenis :

    A. UNDISCOUNTED MEASURES

    Pengukuran dengan tidak memperhatikan faktor bunga / discount

    1. Payback Period2. Proceed per unit of outlay

    3. Average annual proceed per unit of outlay

    4. Average income on book value of the investment

    B. DISCOUNTED MEASURES

    Alat ukur yang memasukkan faktor discount rate

    1. Net Present Value ( NPV )

    2. Internal Rate of Return ( IRR ) Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    56/59

    INVESTMENT CRITERIA

    INVESTMENT

    CRITERIA

    UNDISCOUNTED

    DISCOUNTED

    ALTERNATIVE

    PaybackPeriode

    Net PresentValue ( NPV ) )

    B/C Ratio

    Rate of EffectiveProtection ( ERP )

    Profitability Ratio( PV/K )

    Internal Rte ofReturn ( IRR )

    Domestic ResourcesCosts ( DRC )

    Modified

    I R R

    The First YearReturn Method

    Cost AllocationRemaining Banefit

    Method

    Cross OverDiscount Rate

    ( CODR )

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    57/59

    INVESTMENT CRITERIA

    MULTI PURPOSE PROJECT

    Dikategorikan sebagai Multi Purpose Project, karena suatu proyek mempunyai tujuan lebih dari satu. Pembiayaan dalam Multi PurposeProjectdibedakan menjadi biaya yang dapat dipisahkan menurut tujuannya ( separatable costs )dan terdapat pula macam biayayang tidak dapat dipisahkan antara biaya proyek yang satu dengan yang lainnya ( joint costs )

    Hal tsb akhirnya menimbulkan permasalahan, yaitu apakah tambahan biaya / investasi yang khusus untuk tambahan tujuan proyeksecara ekonomis dapat dipertanggung-jawabkan

    Prinsip umum dalam pengalokasian Joint Cost ( Joint Cost Allocation ):

    1. Tidak boleh terdapat tujuan proyek yang dibebani dengan biaya yang lebih tinggi daripada nilai benefitnya, ataupundibantu oleh benefit dari tujuan-tujuan lainnya

    2. Biaya yang dibebankan hanya untuk salah satu tujuan proyek harus dialokasikan seluruhnya pada tujuan proyek ybs

    3. Bila terjadi adanya alternatif biaya, maka alternatif biaya ini timbul jika masing- masing tujuan di dalam proyek multipurpose tersebut merupakan single purpose

    DOMESTIC RESOURCES COST ( DRC )

    DRC mengukur berapa banyaknya domestic costs( sumber - sumber domestik nasional, misalnya dalam jumlah rupiah ) yang harusdikorbankan di dalam memproduksi suatu barang atau jasa, dimana jika barang tsb dieksport akan menghasilkan suatu unit devisa( misalnya dalam US dollars ), atau apabila dijual di dalam negeri sendiri sebagai substitusi import ( dapat menghemat suatu unit devisa )

    Terdapat 3 hal yang terkandung di dalam DRC, jika masalah ini dikaitkan dengan aktivitas investasi ( misalnya suatu proyek industri ),yaitu :

    1. Inputs dalam negeri ( domestic costs ) dalam nilai rupiah

    2. Inputs luar negeri ( foreign costs ) dalam nilai valuta asing ( misalnya dalam US dollar )

    3. Outputs barang jadi ( finish goods ) yang dinilai dalam US dollar ( di dalam hal ini baik barang tsb dieksport untuk menghasilkandevisa, atau dijual di dalam negeri sendiri sebagai substitusi import yang dapat menghemat devisa

    (Domestic Costs dlm Rp )DRC / $ =

    ( Value of Outputs dlm $ ) ( Imported Inputs dlm $ )Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    58/59

    INVESTMENT CRITERIA

    RATE OF EFFECTIVE PROTECTION ( ERP )

    Di dalam hal ini yang dimaksudkan dengan proteksi adalah merupakan proteksi yang diberikan kepada local contents.Local Contents merupakan faktor - faktor nasional yang ikut di dalam pembuatan suatu jenis barang. Alasan diberi suatuproteksi disebabkan adanya infant industry argument , yang dapat mempengaruhi arah kebijakan bagi negara yang sedangmembangun

    GRANT COMPONENT OF FOREIGN LOANS ( GCFL )

    Grant Component of Foreign Loans ( GCFL ) merupakan suatu jumlah pinjaman dari luar negeri yang mempunyai syarat - syarattertentu di dalam pengembaliannya. Di dalam hal ini biasanya tingkat bunga cukup rendah dan masa tenggang waktu pembayaranyang relatif lama memberikan keuntungan bagi negara yang menjamin. Pinjaman demikian ini biasanya disebut dengan pinjaman lunak

    ( soft loan )Ciri-ciri soft loan :

    1. Tingkat bunga rendah

    2. Terdapat masa perpanjangan ( extended ) di dalam jangka waktu pembayaran

    3. Ada grace periods

    Penghasilan yg benar-benar diperoleh Penghasilan yg akan diterima jikaDari faktor - faktor Nasional dengan perdagangan berlangsung tanpaAdanya tindakan - tindakan protektif bea masuk atau pembatas lainnya

    ( A ) ( B )

    Nilai local content atas dasarPerdagangan bebas atau harga c.i.f.

    ( C )

    ERP =

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO

    PENYUSUNAN HASIL PELAPORAN

  • 5/21/2018 Penilaian Aspek Aspek Dalam Studi Kelayakan Bisnis

    59/59

    SISTEMATIKA HASIL PELAPORAN STUDI KELAYAKAN BISNIS

    Produk daripada kegiatan Studi Kelayakan Bisnis adalah berupa Laporan Hasil Studi,dimana Laporan hasil Studi ini minimal akan terdiri dari :

    Pendahuluan

    Kondisi Eksisting Bisnis yang akan dilakukan studi

    Metodologi Kegiatan

    Analisis Hasil Studi

    Kesimpulan

    PENYUSUNAN HASIL PELAPORAN

    STUDI KELAYAKAN BISNIS

    Arranged by. R. AGUS BAKTIONO