ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK KELOMPOK kelayakan usaha. Melalui penelitian pupuk kompos,...

download ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK KELOMPOK kelayakan usaha. Melalui penelitian pupuk kompos, aspek-aspek

of 25

  • date post

    26-Oct-2020
  • Category

    Documents

  • view

    4
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK KELOMPOK kelayakan usaha. Melalui penelitian pupuk kompos,...

  • 74

    ANALISIS KELAYAKAN USAHA PUPUK ORGANIK KELOMPOK TANI

    SUMBER TANI DESA SUMBER ANYAR KECAMATAN MLANDINGAN

    KABUPATEN SITUBONDO

    Oleh :

    Moh. Waris* Martono Achmar**

    *Alumni Fakultas Pertanian Universitas Abdurachman Saleh

    ** Dosen Fakultas Pertanian Universitas Abdurachman Saleh

    I. PENDAHULUAN

    Pertanian organik kini mulai

    menjadi peluang baru dalam usaha

    pertanian, hal ini dikarenakan

    munculnya kesadaran dari

    masyarakat mengenai pentingnya

    mengonsumsi makanan, sayuran dan

    buah-buahan yang bebas dari bahan-

    bahan kimia. Produk pertanian

    selama ini banyak menggunakan

    bahan kimia, seperti pupuk,

    pestisida kimia sintetis dan hormon

    tumbuh dalam produksi pertanian.

    Gaya hidup sehat dengan slogan

    “back to nature” telah menjadi tren

    baru meninggalkan pola hidup lama

    yang penuh dengan bahan kimia.

    Oleh karena itu, usaha pupuk

    organik memiliki peluang besar

    dalam menanggapi isu yang terjadi.

    Penggunaan pupuk kimia

    yang terus-menerus menjadi

    penyebab menurunnya kesuburan

    lahan bila tidak diimbangi dengan

    penggunaan pupuk organik. Hasil

    penelitian Lembaga Penelitian

    Tanah (LPT) menunjukkan bahwa

    79 persen tanah sawah di Indonesia

    memiliki bahan organik (BO) yang

    sangat rendah. Padahal BO sangat

    berperan sebagai faktor pengendali

    (regulating factor) dalam proses-

    proses penyediaan hara bagi

    tanaman dan mempertahankan

    struktur tanah.

    Menurut data World Bank

    (1983) dalam Indrasti (2003), pulau

    Jawa kehilangan lebih dari 7 juta ton

    lapisan tanah atas tiap tahun.

    Kehilangan tersebut memerlukan

    dana sebesar Rp 4 triliun untuk

  • 79

    mengembalikannya. Kehilangan

    tersebut diakibatkan oleh

    penggunaan pupuk kimia yang tidak

    memiliki kemampuan memperbaiki

    struktur tanah dan secara tidak

    langsung mendorong terjadinya

    erosi tanah. Untuk menanggulangi

    hal tersebut perlu digalakkan

    penggunaan pupuk organik.

    Menurut Musnawar (2003), pupuk

    organik boleh dikatakan tidak

    memiliki dampak negatif terhadap

    lingkungan dan manusia sehingga

    aman dipakai.

    Pengembangan industri

    pupuk organik tidak hanya

    berdasarkan atas faktor kerusakan

    lahan tetapi juga adanya nilai bisnis

    dan ekonomisnya. Pertanian organik

    meningkat mengalami

    perkembangan yang pesat sehingga

    permintaan pupuk organik ikut

    meningkat. International Federation

    for Organic Agriculture Movement

    (IFOAM) sebuah organisasi

    internasional yang menjadi payung

    gerakan organik seluruh dunia,

    memprediksi bahwa pertumbuhan

    pasar organik berada di kisaran 20-

    30 persen tiap tahun.

    Pupuk adalah suatu bahan

    yang digunakan untuk memperbaiki

    kesuburan tanah sedangkan

    pemupukan adalah suatu proses

    penambahan bahan tersebut ke tanah

    agar tanah menjadi subur. Jenis

    pupuk ada dua, yaitu pupuk organik

    dan anorganik (kimia) dimana kedua

    jenis pupuk ini memiliki manfaat

    yang sama yaitu untuk memperbaiki

    kesuburan tanah.

    Industri pupuk di Indonesia

    pada umumnya terdiri dari usaha

    kecil menengah dan bersifat parsial.

    Hal ini mengakibatkan kebutuhan

    pupuk organik di Indonesia masih

    belum terpenuhi karena ketersediaan

    pupuk organik masih relatif kecil

    dan akses untuk memperolehnya

    relatif sulit. Menurut data dari

    Departemen Pertanian pada tahun

    2008 bahwa kebutuhan sebesar

    17.000.000 ton.

    Desa Sumber Anyar,

    Kecamatan Mlandingan, Kabupaten

    Situbondo merupakan salah satu

    desa yang mengembangkan usaha

    pupuk kompos. Hal ini sesuai

    dengan potensi alam di desa tersebut

    yang masih banyak ditanami

    padi.Para petani di Desa Sumber

  • 79

    Anyar tergabung dalam beberapa

    kelompok tani diantaranya ialah

    Kelompok Tani Sumber Tani.

    Selama ini telah menjalankan

    beberapa unit usaha, diantaranya

    usaha pupuk kompos.

    Usaha ini merupakan salah

    satu usaha kecil atau mikro yang

    bergerak di sektor pertanian dan

    masih mengandalkan intuisi dalam

    menjalankan usahanya. Unit usaha

    pupuk kompos membutuhkan biaya

    investasi untuk penyediaan

    komponen-komponen seperti

    kotoran ternak, jerami padi, abu

    dapur, bakteri starter, cangkul,

    sekop, ember, sabit serta lahan atau

    tempat produksi.

    Berdasarkan hal tersebut,

    perlu dilakukan penelitian terhadap

    kelayakan usaha dari pupuk kompos

    agar dapat berjalan dengan baik dan

    bisa memberikan manfaat yang

    lebih daripada biaya yang

    dikeluarkan. Penelitian ini

    menggunakan analisis finansial

    yang meliputi berbagai kriteria

    kelayakan usaha. Melalui penelitian

    pupuk kompos, aspek-aspek dalam

    menilai kelayakan dapat diketahui

    sehingga dapat menjadi sumber bagi

    para investor yang berminat

    menanamkan modalnya ke

    Kelompok Tani Sumber Tani untuk

    pengembangan usaha pupuk

    kompos.

    Berdasarkan uraian diatas

    maka dapat dirumuskan perumusan

    masalah dalam penelitian ini

    diantaranya :

    1. Bagaimana Profil Usaha Pupuk

    Organik Poktan Sumber Tani

    Desa Sumber Anyar ?

    2. Bagaimana aspek kelayakan

    non finansial Usaha Pupuk

    Organik Poktan Sumber Tani ?

    3. Bagaimana aspek kelayakan

    finansial Usaha Pupuk Organik

    Poktan Sumber Tani ?

    Berdasarkan rumusan

    masalah di atas, maka tujuan

    diadakannya penelitian ini adalah

    1. Untuk mengetahui Profil Usaha

    Pupuk Organik Poktan Sumber

    Tani Desa Sumber Anyar ?

    2. Mengetahui aspek kelayakan

    non finansial Usaha Pupuk

    Organik Poktan Sumber Tani?

    3. Mengetahui aspek kelayakan

    finansial Usaha Pupuk Organik

    Poktan Sumber Tani?

  • 77

    II. TINJAUAN PUSTAKA

    Berdasarkan komponen

    utama penyusunnya, pupuk

    dibedakan atas pupuk organik dan

    pupuk anorganik. Pupuk organik

    yaitu pupuk yang bahan bakunya

    berasal dari sisa makhluk hidup

    yang telah mengalami proses

    pembusukan oleh mikroorganisme

    pengurai sehingga warna, rupa,

    tekstur, dan kadar airnya tidak

    serupa lagi dengan aslinya. Pupuk

    anorganik yaitu pupuk yang bahan

    bakunya berasal dari bahan mineral,

    senyawa kimia yang telah diubah

    menjadi proses produksi sehingga

    menjadi bentuk senyawa kimia yang

    dapat diserap tanaman. Dalam

    Peraturan Menteri Pertanian

    (Permentan)

    No.2/Pert/Hk.060/2/2006 tentang

    pupuk organik adalah pupuk yang

    sebagian besar atau seluruhnya

    terdiri atas bahan organik, berasal

    dari tanaman dan hewan yang telah

    melalui proses rekayasa, dapat

    berbentuk padat atau cair dan

    digunakan untuk memperbaiki sifat

    fisik, kimia, dan biologi tanah.

    Definisi tersebut menunjukkan

    bahwa pupuk organik lebih

    ditujukan kepada kandungan C-

    organik atau bahan organik daripada

    kadar haranya. Nilai C-organik

    itulah yang menjadi pembeda

    dengan pupuk anorganik.

    Karakteristik umum yang

    dimiliki pupuk organik adalah

    sebagai berikut :

    1. Kandungan hara rendah

    Kandungan hara pupuk

    organik pada umumnya rendah tapi

    bervariasi tergantung pada jenis

    bahan dasarnya.

    2. Ketersediaan unsur hara lambat

    Hara yang berasal dari bahan

    organik diperlukan untuk kegiatan

    mikrobia tanah kemudian

    dialihrupakan dari bentuk ikatan

    kompleks organik yang tidak dapat

    dimanfaatkan oleh tanaman menjadi

    bentuk senyawa organik dan

    anorganik sederhana yang dapat

    diserap oleh tanaman.

    3. Menyediakan hara dalam

    jumlah terbatas

    Penyediaan hara yang

    berasal dari pupuk organik biasanya

    terbatas dan tidak dapat memenuhi

    asupan hara yang dibutuhkan

    tanaman.

  • 79

    Sumber bahan organik dapat

    berupa kompos, pupuk hijau, pupuk

    kandang, sisa panen (jerami,

    brangkasan, tongkol jagung, bagas

    tebu, dan sabut kelapa), limbah

    ternak, limbah industri yang

    menggunakan bahan pertanian, dan

    limbah kota. Kompos merupakan

    produk pembusukan dari limbah

    tanaman dan hewan hasil

    perombakan oleh fungi, aktinomiset,

    dan cacing tanah. Pupuk hijau

    merupakan keseluruhan tanaman

    hijau maupun hanya bagian dari

    tanaman seperti sisa batang dan

    tunggul akar misalnya sisa–sisa

    tanaman, kacang-kacangan, dan

    tanaman paku air Azolla. Pupuk

    kandang merupakan hasil

    pengomposan kotoran ternak.

    Limbah ternak merupakan limbah

    dari rumah potong berupa tulang-

    tulang, dara