PENGEMBANGAN WISATA LUMPUR SIDOARJO

download PENGEMBANGAN WISATA LUMPUR SIDOARJO

of 28

  • date post

    19-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    166
  • download

    1

Embed Size (px)

description

sumbang ide

Transcript of PENGEMBANGAN WISATA LUMPUR SIDOARJO

PENERAPAN MATERIAL LOKAL LIMBAH LUMPUR LAPINDO SEBAGAI MATERIAL HEMAT ENERGI PADA WISATA EDUKASI

DRAFT PROPOSAL SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Disusun oleh :AINY MUYASSAROH105060500111050

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANUNIVERSITAS BRAWIJAYAFAKULTAS TEKNIKJURUSAN ARSITEKTUR2014LEMBAR PENGESAHAN

PENERAPAN MATERIAL LOKAL LIMBAH LUMPUR LAPINDO SEBAGAI MATERIAL HEMAT ENERGI PADA WISATA EDUKASI

DRAFT PROPOSAL SKRIPSIDiajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

Disusun oleh :AINY MUYASSAROH105060500111050

Telah diperiksa dan disetujui oleh :

Dosen Pembimbing

Agung Murti Nugroho, ST.,MT.Ph.DNIP. 19740915 200012 1 001DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN11.1 Latar Belakang 11.2 Identifikasi Masalah11.3 Rumusan Masalah 11.4 Batasan Masalah11.5 Tujuan1.6 Manfaat1.7 Kerangka Pikir

BAB II TINJAUAN TEORI32.1 Teknologi Material Lokal Limbah lumpur lapindo 42.1.1 Definisi Material Bangunan Lokal2.1.2 Definisi Material Hemat Energi2.1.3 Embodied Energi Pada Material Bangunan2.1.4 Konsep Hemat energi pada Material Bangunan2.1.5 Lumpur Lapindo2.1.6 Proses pembuatan Material Bangunan dari limbah lumpur lapindo2.1.7 Ragam Material Limbah Lumpur Lapindo2.2 Wisata Edukasi2.2.1 Pengertian Wisata Edukasi2.2.2 Ruang dan Elemen-elemen Pada Wisata Edukasi2.3 Studi Terdahulu/ Kajian Komparasi2.3.1 Penerapan Blok Porits pada bangunan sederhana di ITS Surabaya2.3.2 Penerapan Blok tanah pada bangunan rumah tinggal 2.3.3 Penerapan material recycle pada Ecogreen Park Batu2.3.4 Penerapan material lumpur lapindo pada pusat penelitian di sidoarjo2.3 Kerangka Teori BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Umum3.2 Metode Perumusan gagasan (merumuskan cara penyelesaian masalah)3.3 Pengumpulan data3.3.1 Data Primer3.3.2 Data Sekunder3.4 Metode Pengolahan Data3.5 Diagram Alur

BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPada 29 mei 2006 terdapat fenomena semburan lumpur panas di dusun Balongnongo desa Renokenongo tepatnya pada PT Lapindo Brantas Porong Sidoarjo. Fenomena ini merupakan peristiwa yang terjadi pertama kali di Indonesia yang berawal dari area pengeboran PT Lapindo Brantas. Sampai saat ini fenomena semburan lumpur panas lapindo ini masih berlangsung karena terjadi kegagalan dalam mengatasi penutupan semburan lumpur panas lapindo ini sehingga sampai adanya pengalihan tanggung jawab dari PT Lapindo Brantas dialihkan menjadi peristiwa bencana alam sehingga saat ini masalah ini menjadi tanggung jawab pemerintah.Dari fenomena semburan lumpur panas lapindo ini mengakibatkan dampak dan masalah yang sangat besar, diantaranya yakni: dampak lingkungan yang mngakibatkan tenggelamnya kawasan pemukiman, pertanian dan perindustrian, matinya vegetasi dikawasan damapk semburan lumpur panas lapindo. Dampak social yang mngakibatkan banyaknya korban kehilangan rumah, harta benda serta kehilangan pekerjaan. Dampak ekonomi yakni matinya peronomian di sekitar kawasan damak semburan lumpur lapindo.Dari beberapa dampak dan masalah diatas masalah yang paling bertambahnya volume limbah lumpur lapindo setiap tahunnya yang setiap harinya semburan ini menyemburkan rata-rata volume 15 ribum3 / hari. Ini masih terjadi sampai belum berhentinya semburan lumpur panas lapindo.Untuk mangatasi masalah bertambahnya volume semburan lumpur panas lapindo pada tahun 2007 dosen ITS Bapak DR. Ir. Vincencius Totok Noerwasito, M.T. telah mengembangkan limbah lumpur lapindo menjadi material bahan bangunan. Material bahan yang dinamakan dengan BLOK PORITS. Seiring dengan pengembangan penelitian selanjutnya ada berbagai jenis bahan bangunan yang dikembangkan dari limbah lumpur lapindo.Saat ini pengembangan material limbah lumpur lapindo terdapat cara pengolahan yakni Pengolahan limbah lumpur lapindo sebagai material bahan bangunan dengan proses pembakaran yang dilaksanakan di Desa Mojotamping Mojosari yang merupakan tempat pembuangan lumpur Lapindo. Namun proses ini menghasilkan limbah yang cukup banyak dari proses pembakaran ini Pengolahan limbah Lumpur lapindo sebagai material bahan bangunan dengan proses pemadatan dan pengeringan yang dilakukan dikawasan dampak lumpur lapindo sehingga tidak lebih hemat energi dan ramah lingkungan dibandingkan dengan pengolahan dengan proses pembakaran.Salah satu pengembangan konsep hemat energi yakni dengan konservasi limbah sehingga untuk pengembangan konsep hemat energi ini yakni dengan mengolah lumpur lapindo menjadi material bahan bangunan. Sehingga yang berpotensi untuk dikembangkan adalah pengolahan lumpur lapindo yang melalui proses pemadatan dan pengeringan yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Selain itu, material lumpur lapindo ini juga bisa berpotensi untuk dikembagkan menjadi bahan struktural maupun nonstruktural.Untuk mewadahi dan mengaplikasikan penggolahan limbah ini maka dibutuhkan wadah untuk menampung pengolahan limbah ini. Sesuai dengan rencana pengembangan kawasan menurut Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) maka wadah yang sesuai adalah pengaplikasikan konsep limbah lumpur lapindo pada wisata edukasi yang nantinya akan diterpakan pada elemen-elemen bangunan serta sebagi bahan struktural dan nonstruktural pada wisata edukasi ini.

1.2 Identifikasi Masalah1. Penerapan Limbah lumpur lapindo sebagai material hemat energi dengan proses pemadatan dan pengeringan pada wisata edukasi Pada kawasan Lumpur lapindo2. Limbah lumpur lapindo diterapkan pada bangunan-bangunan yang fungsinya menarik pengunjung untuk datang ke wisata edukasi sehingga dibutuhkan elemen-elemen arsitektural yang dapat memperlihatkan bentuk limbah lumpur lapindo sehingga dapat menarik pengunjung yang datang ke wisata edukasi ini.

1.3 Rumusan MasalahBagaimana penerapan material lokal dari limbah lumpur lapindo sebagai material hemat energi dengan proses pemadatan dan pengeringan pada bangunan wisata edukasi lumpur lapindo?

1.4 Batasan Masalah1. Limbah lumpur lapindo sebagai material bangunan yang hemat energi2. Proses pengolahan limbah melalui proses pemadatan dan pengeringan tnpa melalui proses pembakaran.3. Bentukan material limbah lumpur lapindo ini disesuaikan sesuai kebutuhan desain pada wisata edukasi lumpur lapindo1.5 TujuanMaterial dari Limbah lumpur lapindo ini dapat diterapkan pada wisata edukasi lumpur lapindo sebagai material hemat energi.1.6 Manfaat1. Bagi LingkunganLimbah lumpur lapindo sebagai material bangunan pada wisata edukasi ini untuk mengurangi volume lumpur laipndo yang ada dikawasan lumpur lapindo serta dikawasan pembuangan lumpur lapindo yakni Ngoro Mojosari. Serta dapat mengurangi dampak linkungan terutama matinya kawasan sekitar lumpur lapindo dari segi social, budaya, dan ekonomi.2. Bagi MasyarakatPengolahan limbah lumpur lapindo sebagai material bangunan ini selain bermanfaat bagi lingkungan, berdampak juga untuk masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan karena kehilangan pekerjaan yang disebabkan dampak semburan lumpur lapindo ini bisa mengembangkan pekerjaan ini sebagai mata pencaharian baru serta meningkatkan perokonomian di sekitar kawasan dampak lumpur lapindo.3. Bagi MahasiswaDengan pengembangan material ini diharapkan mahasiswa lebih peka pada kondisi saat ini yang banyak sekali instanisasi pada material fabrikasi padahal apabila lebih peka lagi banyak sekali potensi material lokal yang dapat dikembangkan menjadi material lokal yang lebih ramah lingkungan salah satunya yakni dengan pengolahan limbah lumpur lapindo ini

1.7 Kerangka PikirLatar Belakang1. Fenomena Semburan Lumpur lapindo yang terjadi di desa Renokenongo porong2. Dampaknya volume limbah lumpur lapindo terus bertambah setiap tahunnya Karena belum berhentinya semburan sampai saat ini.3. Pada tahun 2007 ITS Bapak DR. Ir. Vincencius Totok Noerwasito, M.T. telah mengembangkan limbah lumpur lapindo menjadi material bahan bangunan4. Salah satu pengembangan konsep hemat energi yakni dengan konservasi limbah sehingga untuk pengembangan konsep hemat energi. pengolahan lumpur lapindo yang melalui proses pemadatan dan pengeringan yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi. Selain itu, material lumpur lapindo ini juga bisa berpotensi untuk dikembagkan menjadi bahan struktural maupun nonstruktural.5. Sesuai dengan rencana pengembangan kawasan menurut Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) maka wadah yang sesuai adalah pengaplikasikan konsep limbah lumpur lapindo pada wisata edukasi yang nantinya akan diterpakan pada elemen-elemen bangunan serta sebagi bahan struktural dan nonstruktural pada wisata edukasi ini.

Rumusan Masalah Bagaimana penerapan material lokal dari limbah lumur lapindo sebagai material hemat energi dengan proses pemadatan dan pengeringan pada bangunan wisata edukasi lumpur lapindo?

Tujuan Material dari Limbah lumpur lapindo ini dapat diterapkan pada wisata edukasi lumpur lapindo sebagai material hemat energi.

Batasan Masalah4. Limbah lumpur lapindo sebagai bahan struktural dan nonstruktural.5. Proses pengolahan limbah melalui proses pemadatan dan pengeringan tnpa melalui proses pembakaran.6. Bentukan material limbah lumpur lapindo ini disesuaikan sesuai kebutuhan desain pada wisata edukasi lumpur lapindo

BAB IITINJAUAN TEORI

2.1 Teknologi Material Lokal Limbah Lumpur Lapindo2.1.1 Definisi Material Bangunan LokalMenurut Baris Der Petrossian dalam tulisannya di Building Issue No2 Volume 10 tahun 2001 yang berjudul Contrucction and environment improving energy efficiency menyebutkan bahwa material lokal merupakan material bangunan yang mudah diperoleh di daerah sekitar area pembangunan contoh dari material lokal diantaranya batu kali, kayu, bamboo, dan lain-lain. Material lokal menjadi salah satu persyaratan untuk material ramah lingkungan atau sering disebut dengan material Green Product, material ini merupakan material ideal untuk perkembangan masa depan arsitektur yang saat