PENGARUH RETURN ON ASSETS, CURRENT RATIO, kali akan memilih untuk menggunakan laba ditahan, hutang...

download PENGARUH RETURN ON ASSETS, CURRENT RATIO, kali akan memilih untuk menggunakan laba ditahan, hutang ... variabel tersebut mempunyai pengaruh ... pendek maupun hutang jangka panjang

of 25

  • date post

    06-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of PENGARUH RETURN ON ASSETS, CURRENT RATIO, kali akan memilih untuk menggunakan laba ditahan, hutang...

  • PENGARUH RETURN ON ASSETS, CURRENT RATIO, DEBT RATIO DAN

    PERTUMBUHAN PERUSAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN PADA

    PERUSAHAAN MANUFAKTUR INDUSTRI BARANG KONSUMSI YANG

    TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2009-2013

    RASYINA

    Jurusan Akuntansi/Fakultas Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang

    Email : Larasjav2@yahoo.com

    Abstract

    This study aims to look at the effect of Return on Assets (ROA), current ratio (CR), Debt

    Ratio and Dividend Policy Against Corporate Growth in Industrial Sector Manufacturing

    Company Consumer Goods dual listed on the Stock Exchange Period 2009-2013. The

    population in this study are all companies manufacturing consumer goods industry sectors

    listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2009-2013 a total of 37 companies with

    a sample of 7-year observation period multiplied by the company (5 years) = 35. Data

    analysis techniques are used to test this hypothesis is the multiple linear regression analysis

    that includes the F-test, t test, and the coefficient of determination. F test results indicate that

    the Return On Assets (ROA), current ratio (CR), Debt Ratio (DR) and Corporate Growth

    (Growth) simultaneously affect the dividend policy. T-test results of each independent

    variable indicates that there is no significant effect on Dividend Policy.

    Keywords: Dividend Policy, Return on Assets, Current Ratio, Debt Ratio, and Growth

    Company.

    Abstrak

    Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh Return On Assets (ROA), Current Ratio

    (CR), Debt Ratio dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen pada

    Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi Yang tercatat di BEI Periode 2009-

    2013. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perusahaan manufaktur sektor industri

    barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2009-2013 sebanyak

    37 perusahaan dengan sampel 7 perusahaan dikalikan periode tahun pengamatan (5

    tahun)=35. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis ini adalah analisis

    regresi linear berganda yang mencakup Uji F, Uji t, dan Koefisien Determinasi.

    Hasil Uji F menunjukkan bahwa Return On Assets (ROA), Current Ratio (CR), Debt Ratio

    (DR) dan Pertumbuhan Perusahaan (Growth) secara simultan berpengaruh terhadap

    Kebijakan Dividen. Hasil Uji t masing-masing variabel independennya menunjukkan bahwa

    tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap Kebijakan Dividen.

    mailto:Larasjav2@yahoo.com

  • Kata kunci : Kebijakan Dividen, Return On Assets, Current Ratio, Debt Ratio, dan

    Pertumbuhan Perusahaan.

    1. PENDAHULUAN

    Perkembangan dunia bisnis saat ini cukup pesat, banyak perusahaan yang berusaha

    menarik minat konsumen karena konsumen merupakan salah satu yang menentukan tingkat

    pertumbuhan perusahaan. Tidak hanya pihak konsumen, pihak investor atau pemegang saham

    juga termasuk salah satu yang ikut menentukan tingkat pertumbuhan perusahaan. Semakin

    banyak pemegang saham yang menanamkan modalnya maka akan semakin tinggi tingkat

    pertumbuhan perusahaan karena modal dari investor merupakan sumber dana eksternal yang

    akan digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan. Pada akhir periode, para pemegang

    saham akan mendapatkan keuntungan dalam bentuk dividen. Kebijakan pembayaran dividen

    merupakan hal yang sangat rumit bagi menajemen perusahaan, perusahaaan harus

    menentukan antara memakmurkan pemegang saham atau meningkatkan petumbuhan

    perusahaan. Jika perusahaan memutuskan untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan

    maka keuntungan yang didapat dalam bentuk laba ditahan akan menambah sumber dana

    internal perusahaan dan dapat diinvestasikan kembali pada proyek-proyek yang

    menguntungkan. Tetapi jika perusahaan memutuskan memakmurkan pemegang saham maka

    keuntungan yang diperoleh akan dibagikan dalam bentuk dividen sehingga mengakibatkan

    berkurangnya sumber dana internal perusahaan. Jumlah dan jenis dividen yang dibagikan pun

    harus berdasarkan kebijakan pemimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Semua itu

    didasarkan pada pertimbangan berbagai faktor (Noviana, 2012). Kebijakan dividen

    merupakan kebijakan yang sulit dilakukan karena pihak manajemen perlu menentukan

    apakah laba yang diperoleh badan usaha akan dibagikan kepada pemegang saham sebagai

    dividen atau akan ditahan dalam bentuk laba ditahan (Lopolusi, 2013). Namun, manajemen

    sering mengalami kesulitan untuk memutuskan apakah akan membagi dividennya atau akan

    menahan laba untuk diinvestasikan kembali kepada proyek-proyek yang menguntungkan

  • yang dapat meningkatkan pertumbuhan peerusahaan. Dengan demikian perlu bagi pihak

    manajemen untuk memepertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen.

    Dalam menentukan pembagian dividen, perusahaan perlu mempertimbangkan berbagai faktor

    yang mempengaruhi kebijakan dividen itu sendiri. Profitabilitas adalah laba yang diperoleh

    perusahaan pada periode tertentu. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang sangat tinggi

    biasanya menggunakan hutang dalam jumlah yang relatif sedikit. Karena tingkat

    pengembalian yang tinggi memungkinkan perusahaan tersebut melakukan sebagian besar

    pendanaannya melalui dana yang dihasilkan secara internal. Hal ini sesuai dengan pecking

    order theory yang menetapkan suatu urutan keputusan pendanaan dimana para manajer

    pertama kali akan memilih untuk menggunakan laba ditahan, hutang dan penerbitan saham

    sebagai pilihan terakhir (Andina, 2013). Likuiditas dapat diartikan sebagai kemampuan suatu

    perusahaan memenuhi kewajiban-kewajiban keuangannya dalam jangka pendek atau yang

    harus segera dibayar (Anastasia, 2013). Perusahaan yang mempunyai cukup kemampuan

    untuk membayar hutang jangka pendek disebut perusahaan yang likuid. Sedangkan apabila

    perusahaan berada dalam keadaan tidak mempunyai kemampuan membayar hutang jangka

    pendek yarrg cukup, disebut illikuid. Masalah likuiditas ini menjadi salah satu sorotan utama

    bagi perusahaan. Eksistensi perusahaan akan diragukan, apabila perusahaan tidak lagi

    berkemampuan cukup untuk membayar kewajiban-kewajiban jangka pendek pada tanggal

    jatuh temponya. Apabila hal ini terjadi pada perusahaan, berarti penilaian terhadap aspek-

    aspek yang lain dalam perusahaan itu tidak bermanfaat lagi bagi pihak-pihak berkepentingan

    (Puspitasari, 2013). Likuiditas tidak dapat dapat dipisahkan dari berapa jumlah uang kas yang

    dipegang oleh perusahaan. Menurut teori tradeoff , keputusan perusahaan untuk menentukan

    jumlah uang kas dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain motif transaksi dan motif

    berjaga jaga. Motif transaksi menyatakan bahwa dengan memegang uang kas maka

    perusahaan akan terhindar dari pendanaan eksternal yang berarti mengurangi jumlah utang.

  • Menurut motif berjaga jaga, ada dua faktor yang mempengaruhi jumlah uang kas yaitu nilai

    dari kesempatan investasi dan information gap. perusahaan-perusahaan yang menggunakan

    teknik manajemen kas yang modern akan menginvestasikan kelebihan kas yang bersifat

    sementara pada aktiva yang sangat likuid (yang dapat dijual setiap saat pada harga pasar yang

    berlaku) (Puspitasari, 2013). Menurut Myers (2008), Rasio leverage/solvabilitas mengukur

    seberapa besar leverage keuangan yang ditanggung perusahaan. Rasio Utang (Debt Ratio)

    Leverage keuangan biasanya di ukur dengan rasio utang jangka panjang terhadap total modal

    jangka panjang. Pertumbuhan (growth) adalah seberapa jauh perusahaan menempatkan diri

    dalam sistem ekonomi secara keseluruhan atau sistem ekonomi untuk industri yang sama.

    Pada umumnya, perusahaan yang tumbuh dengan cepat memperoleh hasil positif dalam artian

    pemantapan posisi di era persaingan, menikmati penjualan yang meningkat secara signifikan

    dan diiringi oleh adanya peningkatan pangsa pasar. Perusahaan yang tumbuh cepat juga

    menikmati keuntungan dari citra positif yang diperoleh, akan tetapi perusahaan harus ekstra

    hati-hati, karena kesuksesan yang diperoleh menyebabkan perusahaan menjadi rentan

    terhadap adanya isu negatif. Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian penting karena

    dapat menurunkan sumber berita negatif yang menggambarkan kemampuan perusahaan

    untuk mempertahankan, mengembangkan dan membangun kecocokan kualitas dan pelayanan

    dengan harapan konsumen.Pertumbuhan cepat juga memaksa sumber daya manusia yang

    dimiliki untuk secara optimal memberikan kontribusinya. Agar pertumbuhan cepat tidak

    memiliki arti pertumbuhan biaya yang kurang terkendali, maka dalam mengelola

    pertumbuhan, perusahaan harus memiliki pengendalian operasi dengan penekanan pada

    pengendalian biaya (Putrakrisnanda, 2009). Growth dinyatakan sebagai pertumbuhan total

    aset dimana total aset masa lalu akan menggambarkan profitabilitas yang akan datang dan

    pertumbuhan yang akan datang .Pertumbuhan aset menggambarkan pertumbuhan aktiva

    perusahaan yang akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan yang menyakini bahwa

  • persentase perubahan total aktiva merupakan indikator yang lebih baik dalam mengukur

    growth perusahaan (Putrakrisnanda, 2009). Lopolusi (2013) melakukan penelitian dengan

    judul Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen Sektor Manufaktur

    yang Terdaftar di PT Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011 dengan variabel

    Profitabilitas, Likuiditas,Ukuran Badan Usaha, Utang, Pertumbuha