Pembahasan Rambak Kulit Kelinci

download Pembahasan Rambak Kulit Kelinci

of 16

  • date post

    02-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    298
  • download

    13

Embed Size (px)

Transcript of Pembahasan Rambak Kulit Kelinci

1

A. JUDUL PROGRAM Usaha Kerupuk Rambak Kulit Kelinci Aneka Rasa Mr. Rabbits sebagai Oleh-Oleh Khas Kota Batu. B. LATAR BELAKANG MASALAH Kota Batu berada di ketinggian 900-1800 meter diatas permukaan laut, keadaan ini menjadikan Kota Batu terasa sejuk dan dingin. Oleh karena itu, Kota Batu mempunyai potensi agrowisata yang menarik dan banyak dikunjungi wisatawan dari lokal Jawa Timur maupun dari luar Jawa Timur. Sehingga di Kota Batu banyak ditemukan tempat wisata kuliner yang menyediakan berbagai macam makanan khas Kota Batu sebagai oleh-oleh maupun untuk dinikmati langsung di Kota Batu. Sate kelinci merupakan salah satu makanan yang sangat mudah ditemukan di Kota Batu, bahkan terdapat rumah makan yang khusus menyajikan menu sate kelinci. Ternak kelinci banyak dikembangkan di Kota Batu karena Kota Batu memiliki iklim yang cocok untuk budidaya kelinci, memiliki udara yang dingin dan tanah yang subur sehingga banyak tumbuh rumput-rumput atau tanaman yang dapat dijadikan sebagai pakan kelinci. Terdapat dua tipe kelinci yang biasa dibudidayakan yaitu kelinci pedaging dan kelinci hias. Pada umumnya ternak kelinci dimanfaatkan untuk diambil dagingnya kemudian diolah menjadi berbagai masakan misalnya sate, rica-rica, krengsengan, nugget, dan berbagai masakan lainnya. Dalam proses pengolahan daging kelinci tersebut terdapat produk samping atau limbah yang dapat dimanfaatkan lagi untuk dijadikan olahan makanan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi yaitu kulit kelinci. Kulit dapat diolah menjadi sumber bahan pangan karena mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi terutama kandungan proteinnya, didalam kulit terkandung berbagai asam amino baik yang esensial maupun non esensial kecuali tryptophan dan sistein. Protein yang paling banyak terkandung dalam kulit adalah protein kolagen. Protein kolagen merupakan struktur protein utama pada teknologi proses pengolahan kulit, oleh karena itu selain dimanfaatkan untuk penyamakan juga bisa dimanfaatkan menjadi bahan makanan, misalnya kerupuk rambak. Kerupuk rambak merupakan sejenis makanan gorengan kering yang bersifat mengembang dan renyah. Produk ini telah menjadi popular dan digemari masyarakat luas dan dikonsumsi baik sebagai makanan ringan (snack food) maupun lauk. Di Indonesia kerupuk rambak menjadi makanan yang sangat popular dan sangat diminati oleh masyarakat sehingga menjadikan kerupuk rambak ini menjadi makanan khas di salah satu kota di Indonesia, bahkan pangsa pasar kerupuk rambak telah merambah sampai ke luar negeri. Seiring dengan permintaan konsumen yang semakin meningkat tersebut menyebabkan kebutuhan bahan baku yaitu kulit sapi, kerbau atau kambing menjadi langka dan susah didapatkan. Produsen kerupuk rambak biasanya mendapatkan bahan baku impor dari luar negeri, sayangnya hal ini kurang disetujui oleh pemerintah karena kulit tersebut belum diketahui secara pasti apakah kulit tersebut berasal dari ternak yang sehat serta benar-benar halal atau tidak. Dari gambaran keadaan di atas salah satu solusi yang dapat diterapkan yaitu dengan memproduksi kerupuk rambak dari kulit kelinci, karena jumlah

2

peternak kelinci di Kota Batu dan sekitarnya sangat banyak dan pengolahan kulit kelinci belum dimanfaatkan secara maksimal terutama untuk olahan pangan. Sehingga kulit kelinci tersebut dapat dijadikan sebagai bahan baku kerupuk rambak dan diharapkan dapat memenuhi permintaan konsumen terhadap kerupuk rambak yang semakin meningkat. Kota Malang dan Batu banyak sekali terdapat tempat wisata yang banyak dikunjungi baik wisatawan domestik maupun wisatawan asing, pemasaran kerupuk rambak kelinci ini semakin menjanjikan dan memiliki target pasar yang sangat luas. Bahkan hal ini dapat menjadi salah satu produk oleh-oleh khas Kota Batu. Dengan adanya kerupuk rambak kelinci ini menambah varian produk oleh-oleh khas Kota Batu. C. PERUMUSAN MASALAH Usulan Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) dengan judul di atas dalam rangka memecahkan permasalahan: 1. Bagaimana meningkatkan daya guna limbah kulit kelinci sebagai produk pangan? 2. Bagaimana proses produksi kulit kelinci menjadi kerupuk rambak kelinci? 3. Bagaimana memasarkan produk kerupuk rambak kelinci sebagai camilan yang sehat dan bergizi? D. TUJUAN 1. Meningkatkan daya guna limbah kulit kelinci sebagai produk pangan. 2. Mengetahui proses produksi kulit kelinci menjadi kerupuk rambak kelinci. 3. Mengetahui proses pemasaran produk kerupuk rambak kelinci sebagai camilan yang sehat dan bergizi. E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Pembuatan kerupuk kulit rambak ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual dari limbah kulit kelinci serta memberikan profit yang nyata terhadap kegiatan kewirausaan ini. Selain itu dihasilkan suatu unit usaha yang dapat menghasilkan profit besar dengan produk kerupuk rambak kelinci aneka rasa yang gurih, renyah, sehat, bergizi, dan memiliki keunikan dalam citarasa serta layak jual. Dengan hal tersebut diharapkan masyarakat akan berhati-hati dalam membeli makanan dan dapat menikmati makanan yang aman untuk dikonsumsi karena sehat dan bergizi. Serta melalui kegiatan ini diharapkan produk kerupuk kulit kelinci ini bisa berlangsung dan berkembang dipasaran kedepannya. F. KEGUNAAN Program kewirausahaan ini dapat bermanfaat untuk: 1. Media untuk meningkatkan daya guna kulit kelinci. 2. Media pengenalan kerupuk rambak kelinci sebagai camilan yang sehat dan bergizi. 3. Media untuk mengaplikasikan ilmu teknologi hasil ternak. 4. Media melatih jiwa berwirausaha mahasiswa di bidang pangan. G. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Berikut ini adalah teori model kanvas dari usaha rerupuk rambak Mr. Rabbits.

3

Gambar 1. Teori model kanvas 1. Gambaran Potensi Sumberdaya Kota Batu memiliki iklim yang sejuk dan memiliki bidang pertanian yang bagus, keadaan ini cocok digunakan untuk budidaya ternak. Sehingga di Batu banyak ditemukan usaha peternakan diantaranya sapi potong, sapi perah dan terutama ternak kelinci. Usaha peternakan kelinci di Batu cukup besar dan memiliki prospek yang bagus. Kota Batu banyak ditemukan beberapa produk olahan kelinci seperti sate, rica-rica, krengsengan, nugget, dan berbagai masakan lainnya bahkan ada salah satu rumah makan yang khusus menyajikan menu sate kelinci. Namun dari pemotongan kelinci tersebut menghasilkan limbah atau produk samping salah satunya kulit kelinci, yang sampai saat ini belum ditangani. Dengan demikian seiring terus berkembangnya rumah makan atau warung yang menyajikan berbagai menu dari daging kelinci maka sumberdaya (bahan baku) bisa didapatkan dengan mudah dan dapat berkelanjutan. Kelinci merupakan ternak yang produktif dan mudah sekali untuk dikembangbiakkan. Kelinci hanya memiliki masa kebuntingan yang pendek kurang lebih selama 30 hari dan sekali melahirkan kelinci dapat melahirkan 6-8 ekor serta masa menyusui yang singkat 1,5 sampai 2 bulan. Apabila suatu saat terjadi kesulitan untuk mencari bahan baku (kulit kelinci) maka solusi tepat yang dapat dilakukan dengan budidaya ternak kelinci sendiri, karena secara tidak langsung mampu menekan biaya produksi. Dari uraian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa potensi kulit kelinci sebagai bahan baku pembuatan kerupuk rambak dapat dengan mudah didapatkan dan terus terpenuhi. 2. Gambaran dan keunggulan produk

4

Kerupuk rambak kelinci Mr. Rabbits merupakan produk olahan kulit yang dijadikan sebagai bahan pangan dengan bahan dasar kulit kelinci. Kerupuk rambak kulit kelinci ini diproduksi dengan berbagai macam varian rasa untuk meningkatkan minat konsumen dan sebagai daya tarik pangsa pasar. Sasaran pembeli produk ini adalah: 1. Pengunjung wisata Kota Batu dan Malang. 2. Pelajar dan mahasiswa kampus se Kota Batu dan Malang. 3. Masyarakat umum, warga Kota Malang dan Batu. Kelebihan dari kerupuk rambak kulit kelinci ini memiliki beraneka macam rasa meliputi rasa original, keju, pedas manis, rasa ayam panggang, rasa jagung bakar, dan beef barbeque. 3. Promosi dan distribusi Promosi yang dilakukan adalah dengan publikasi menggunakan pamflet/leaflet, media elektronik atau cetak, dan memberikan potongan harga atau diskon untuk konsumen yang membeli dalam jumlah banyak. Strategi lain yang bisa dilakukan dalam mendongkrak penjualan kerupuk rambak kulit kelinci ini dengan cara melakukan pemasaran sosial (social marketing). Strategi pemasaran yang dilakukan dengan melakukan pendekatan awal dan sosialisasi produk kepada teman-teman pelajar secara langsung atau kantin-kantin yang tersedia di semua fakultas. Selain itu akan dipasarkan dengan cara membuka stan penjualan pada kegiatan Pasar Wisata Minggu Kota Malang, yang merupakan pasar mingguan khusus untuk wisata kuliner dan souvenier bagi warga Malang. Kemudian dititipakan di toko oleh-oleh khas Batu dan Malang, misalnya di toko atau usaha pembuatan dan penjualan berbagai macam keripik buah dan minuman. Selain itu juga melakukan komunikasi publik melalui media massa atau elektronik. 4. Target dan Strategi Penjualan Strategi penjualan yang akan dilakukan, yaitu dengan menggunakan sistem satu pintu. Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kualitas dan brand dari produk kerupuk rambak kulit kelinci. Beberapa calon agen resmi tersebut, meliputi seluruh personal tim dari kelompok program ini, outlet dan toko pusat oleh-oleh khas kota Batu dan Malang. 5. Pesaing dan Gambaran Peluang Usaha Pesaing utama dalam usaha ini adalah penjual kerupuk rambak kulit sapi atau kerbau yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat. Namun, kerupuk rambak kulit kelinci merupakan suatu produk yang inovatif, karena kerupuk rambak ini berbahan dasar kulit kelinci. Selain itu produk kerupuk rambak kulit kelinci ini memiliki rasa yang beraneka ragam sehingga semakin memantapkan langkah untuk bersaing dengan produk kerupuk rambak yang lain. Sehingga dari uraian diatas dapat diambil suatu kesimpulan bahwa peluang usaha kerupuk rambak kulit kelinci ini layak untuk dijalankan, karena sumber bahan baku dapat diperoleh secara continue dan produk ini tergolong produk baru yang mud