Kelinci Pedaging

download Kelinci Pedaging

of 18

  • date post

    20-Jul-2015
  • Category

    Science

  • view

    476
  • download

    21

Embed Size (px)

Transcript of Kelinci Pedaging

ILMU TERNAK POTONG DAN KERJAKELINCI PEDAGING

Disusun oleh :Kelompok 8Alpian Danar (H0513014)Anik Puji(H0513017)Nur Ain Afrilia Widarni(H0513106)Tiara Uji L(H0513136)Tri Mardani(H0513139)

PROGRAM STUDI PETERNAKANFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS SEBELAS MARETSURAKARTAKATA PENGANTARPuji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas pertolongannya memberikan kekuatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah ILMU TERNAK POTONG DAN KERJASholawat serta salam selalu kita curahkan pada Nabi akhir zaman, Nabi Muhammad SAW. Berkat beliau, kita bisa terlepas dari belenggu kejahiliahan dan bisa memperoleh ilmu yang penuh manfaat. Nabi yang kita harapkan syafaatnya pada hari kiamat nanti.Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan ini tidak lepas dari dukungan para dosen serta tenaga kependidikan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret serta berbagai pihak yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu. Penulis mengucapkan banyak terima kasih atas dukungannya.Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa penyusunan ini masih sangat jauh dari kata sempurna. Maka, penulis sangat mengharapkan kritik serta saran dari semua pihak, demi tercapainya karya yang lebih baik dimasa yang akan datang.

Surakarta, 1 Oktober 2014

Penulis

DAFTAR ISIKata Pengantar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .2Daftar Isi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . .3BAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 4B. Rumusan Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .5C. Tujuan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .5BAB II PEMBAHASANA. Asal Usul Kelinci . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .6B. Bangsa Bangsa Kelinci Pedaging . . . . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . .9C. Perkembangan Peternakan Kelinci Pedaging di Indonesia . . . . . . . . .15BAB III KESIMPULANA. Kesimpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .17B. Saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .17Daftar Pustaka . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

BAB I PENDAHULUANA. Latar BelakangTernak ini semula hewan liar yang sulit dijinakkan. Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, bahan pangan dan sebagai hewan percobaan. Hampir setiap negara di dunia memiliki ternak kelinci karena kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang relatif tinggi sehingga mampu hidup di hampir seluruh dunia. Kelinci dikembangkan di daerah dengan populasi penduduk relatif tinggi, Adanya penyebaran kelinci juga menimbulkan sebutan yang berbeda, di Eropa disebut rabbit, Indonesia disebut kelinci, Jawa disebut trewelu dan sebagainya.Kelinci merupakan satu hewan ternak yang mempunyai banyak manfaat, mulai dari binatang hias, penghasil kompos dari kotoran/fesesnya, tulangnya digunakan sebagai bahan tepung tulang, penghasil daging yang mempunyai gizi tinggi sertarambut dan kulitnya dapat digunakan sebagai bahan kerajinan. Sejak maraknya daging gelonggongan pada sapi dan ayam tiren sertafluburungdan antraks, daging kelinci menjadi sasaran konsumsi sebagai pengganti daging tersebut.Kelinci merupakan golongan ternak herbivora yang mempunyai sifat coprophage/cecotrophySifatini merupakan ciri khas dari kelinci, yaitu tingkah laku kelinci memakan kembali kotoran (faeces) lunak langsung dari anusnya (coprophage pellets) yang terjadi pada malam hari, sehingga disebut juga Ruminansia semu (pseudo-ruminant).Walaupun memiliki caecum (bagian pertama usus besar) yang besar, kemampuan kelinci dalam mencerna serat kasar terbatas, tidak sebanyak ruminansia.Kelinci merupakan hewan mamalia dari famili Leporide (pemakan tumbuhan hijau), yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Ternak kelinci merupakan salah satu ternak alternatif yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat yang semakin meningkat. Kelinci memiliki kualitas daging dengan struktur serat lebih halus dengan warna dan bentuk menyerupai daging ayam, dengan kandungan protein yang lebih tinggi dibanding sapi, domba, kambing, serta babi dan kandungan kolesterolnya yang rendah.

B. Rumusan Masalah1. Bagaimana sejarah singkat asal usul mengenai kelinci?2. Bagaimana bangsa dan karakteristik kelinci pedaging?3. Bagaimana perkembangan usaha peternakan kelinci pedaging di Indonesia?

C. Tujuan1. Mengetahui sejarah singkat asal-usul kelinci.2. Mengetahui bangsa dan karakteristik kelinci pedaging.3. Mengetahui perkembangan usaha peternakan kelinci pedaging di Indonesia.

BAB IIPEMBAHASANA. Asal Usul Kelinci1. Sejarah Kuno kelinci

Kelinci merupakan hewan mamalia, yang dapat ditemukan di banyak bagian bumi. Kelinci liar sudah ada sejak zaman dahulu di Afrika hingga daratan Eropa. Manusia primitif menggunakan kelinci sebagai hewan buruan utama untuk memenuhi kebutuhan akan makanan sehari-hari. Pada masa itu kelinci liar populasinya banyak dan mudah ditemui untuk diburu. Berdasarkan catatan sejarah kelinci berasal dari Phoenicians (3000 SM), ketika itu seorang pelaut menemukan kelinci disuatu tempat yang dinamakan land of the seraphs yaitu sebuah daerah yang sekarang dikenal dengan nama Spanyol. Cerita kelinci selanjutnya tercatat pada masa romawi, dimana Roma ketika itu merupakan sebuah kerajaan dengan kekuatan militer yang luar biasa. Dijaman itu kelinci digunakan untuk memberi makan tentara. Kelinci berasal dari famili leporidae. Mereka menyebut kelinci ini dengan nama Leporaria.

2. Sejarah Kelinci Abad Pertengahan

Ketika biara-biara mulai memelihara Leporaria. Ras ini merupakan ras kelinci liar pertama di Eropa dengan kecenderungan berwarna gelap. Dijaman ini sudah terlihat ras-ras kelinci baru dengan bentuk badan dan warna yang berbeda. Dikatakan pada masa ini bahwa bangsawan sudah mulai menjadikan kelinci sebagai peliharaan. Kelinci diperkenalkan ke Britania Raya pada abad ke-13. Pada abad ke-16 Ratu Elizabeth, memberi nama sebuah pulau dengan sebutan Rabbit Island, pulau di danau dan sungai dimana kelinci bias berkembng biak. Saat ini ada lebih dari 800 pulau kelinci di lautan dan danau di dunia.3. Persebaran Kelinci Keseluruhan Dunia

Setelah manusia bermigrasi ke berbagai pelososk benua baru, kelinci pun turut menyebar ke berbagai pelosok benua baru, seperti Amerika, Australia, dan Asia. Hamper setiap Negara di dunia memiliki ternak kelinci. Kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh relative tinggi sehingga mampu hidup di hamper seluruh dunia. Sejarah kelinci pindah kea bad ke-17 dan ke-18 ketika penjelajahan dunia mengambil kelinci eropa ke Negara asing. Antara lain Kapten James Cook yang pertama kali membawa kelinci ke Australia di 1770 ini.Selama zaman Victoria abad ke-19, sebagai Revolusi Industri membawa orang-orang dari pertanian dan masuk ke daerah perkotaan, menjadi popular dikalangan kelas menengah atas untuk menjadikan kelinci sebagai hewan peliharaan. Bisnis muncul yang melayani kepemilikan kelinci, dan mereka dipromosikan kelinci dengan mengasosiasikan kelinci dengan anak-anak dan kepolosan. Adanya penyebaran kelinci menimbulkan sebutan berbeda, di Eropa disebut rabbit, di Indonesia disebut kelinci, sementara di Jawa disebut trewelu. Asal kata kelinci berasal dari Bahasa Belanda, yaitu konijntje yang berarti anak kelinci. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara mulai mengenali kelinci saat masa colonial. Padahal di Pulau Sumatra ada satu species asli Kelinci Sumatra (Nesolagus netscheri) yang baru ditemukan pada tahun 1972.4. Kelinci di IndonesiaDari catatan sejarah, kelinci pertama kali dibawa ke tanah Jawa oleh orang-orang dari Belanda pada tahun 1835. Waktu itu, kelinci sudah menjadi ternak hias. Kelinci lokal dari Indonesia yakni jenis kelinci jawa (Lepus negricollis) dan kelinci Sumatra (Nesolagus netseherischlgel). Kelinci jawa diperkirakan masih ada di hutan-hutan sekitar wilayah Jawa Barat. Warna bulunya cokelat perunggu kehitaman. Ekornya berwarna jingga dengan ujungnya yang hitam. Berat kelinci jawa dewasa bias mencapai 4kg. Sedangkan kelinci Sumatra, merupakan satu-satunya kelinci asli Indonesia. Habitatnya adalah hutan di pegunungan Pulau Sumatra. Panjang badannya mencapai 40cm. warna bulunya kelabu cokelat kekuningan.

B. Bangsa _ Bangsa Kelinci PedagingSelama ini masyarakat kita mengenal 2 kategori jenis kelinci, kelinci hias dan kelinci pedaging. Masing-masing mempunyai karakteristik yang berbeda dalam penanganan sehari-hari maupun bisnisnya. Dalam perawatan kesehariannya, kelinci pedaging diberi pakan yang bertujuan untuk pertumbuhan daging yang bagus. Kelinci pedaging umumnya berasal dari jenis kelinci Ras besar dan pertumbuhannya cepat serta memiliki daging yang bagus. Kelinci pedaging biasanya memiliki bobot berkisar antara 4,2-5,0 kg. Berikut beberapa jenis kelinci pedaging:1. Flemish giant

Flemish giant merupakan kelinci yang cukup populer,jenis kelinci ini merupakan keturunan hasil dari Patagonia ( Argentina ), yang di bawa ke Indonesia pada abad ke 16-17. Umur kelinci ini rata-rata mencapai lima tahun. Tubuhnya panjang dan perkembangan otot nya sangat baik, bobot flemish giant mencapai rata-rata 5,6-6,7 kg untuk ukuran dewasa, namun ada juga yang di temukan dengan bobot yang lebih berat lagi. Warna yang banyak di temukan dari jenis kelinci ini adalah, hitam, biru, cokelat, abu-abu terang, abu-abu, dan putih. Kelinci flemish giantmerupakan kelinci yang berasal dari keturunan kelinci liar Argentina, pada