pedoman SKRIPSI UNEJ

download pedoman SKRIPSI UNEJ

of 46

  • date post

    06-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    2.739
  • download

    36

Embed Size (px)

Transcript of pedoman SKRIPSI UNEJ

BAB I PENDAHULUANA. Pengertian Skripsi

Skripsi merupakan hasil tulisan yang menuruti suatu aturan tertentu. Aturan tersebut biasanya merupakan suatu persyaratan tata tulis yang telah dibakukan oleh masyarakat akademik. Secara umum, proses penulisan Skripsi dilakukan dalam tiga tahap yaitu: tahap pra penulisan, tahap penulisan, dan tahap perbaikan. Dalam tahap pra penulisan, penulis membuat suatu rancangan tulisan. Semua catatan penting dan bahan teoritis dicantumkan dalam rancangan tulisan ini. Untuk melakukannya, penulis membutuhkan literatur atau bahan bacaan yang sesuai dengan masalah yang akan ditulis. Tahap penulisan, penulis mulai mewujudkan rancangan tertulis yang telah dibuatnya. Semua catatan penting dan bahan teoritis yang sudah disiapkan, mulai ditulis dengan bahasa yang sesuai untuk pembaca yang dituju. Hasil tulisan tahap ini disebut juga kertas kerja pertama (first draft). Meskipun proses penulisan karya tulis ilmiah pada umumnya sama tetapi bentuknya ada bermacam-macam. Diantara beragam bentuk karya tulis ilmiah itu, yang biasa digunakan adalah: makalah, laporan, skripsi, thesis, dan disertasi. Skripsi merupakan karya tulis ilmiah yang merupakan tulisan wajib bagi mahasiswa untuk mencapai jenjang akademis program Sarjana Keperawatan dan merupakan persyaratan akademis. Penulisannya didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan mahasiswa sendiri, topik yang dipilih disesuaikan dengan bidang ilmu Keperawatan. Karena Skripsi merupakan tugas yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa maka penulisannya harus memperhatikan beberapa hal berikut:1. berdasarkan penelitian yang dilakukan mahasiswa sendiri; 2. menghasilkan simpulan dari masalah yang dibahas atau diteliti; 3. memberikan sumbangan nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan;

B. Tujuan Penulisan Skripsi

Tujuan penulisan Skripsi antara lain untuk:1. melatih mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan penelitian; 2. memenuhi persyaratan akademis untuk memperoleh gelar Sarjana Keperawatan;

C. Bobot Skripsi

Skripsi diberi bobot 4 (empat) Satuan Kredit Semester (SKS)D. Persyaratan Penyusunan Skripsi

1. Mahasiswaa. Persyaratan akademik: 1. Telah terdaftar sebagai mahasiswa pada semester yang berjalan;

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 1

2. Telah menyelesaikan sekurangkurangnya 120 beban studi kumulatif

yang dipersyaratkan;3. Lulus mata kuliah Metodelogi riset, Riset Keperawatan, dan Biostatistik

dengan nilai minimal C;4. IPK Minimum 2; 5. Masuk Kartu Program Rencana Studi (KRS). b. Persyaratan administrasi.

Telah menyelesaikan administrasi sesuai dengan ketentuan PSIK Universitas Jember 2. Pembimbinga. Syarat Pembimbing: 1. merupakan Dosen PSIK Universitas Jember. 2. Dosen pembimbing utama (DPU): latar belakang pendidikan Sarjana

Keperawatan, dengan jabatan minimal Lektor; Sedangkan untuk Strata Dua (Magister keperawatan) dengan jabatan minimal Asisten Ahli. Untuk pembimbing yang berasal dari luar PSIK, latar belakang pendidikan strata dua (Magister dalarm rumpun Kesehatan);3. Dosen

pembimbing

pendamping/anggota

(DPA):

latar

belakang

pendidikan Sarjana keperawatan dengan jabatan minimal Asisten Ahli;4. mau dan mampu untuk menjadi Pembimbing Skripsi; 5. dosen Pembimbing ditetapkan oleh koordinator Skripsi dengan Surat

tugas dari Ketua PSIK Universitas Jember.b. Tugas Pembimbing: 1. membimbing

mahasiswa

mulai

menyusun

rancangan

(Proposal)

penelitian hingga penyusunan laporan hasil penelitian;2. menyediakan waktu dan memberikan bimbingan selama proses penulisan

Skripsi berlangsung;3. mengarahkan

dan

membantu

mahasiswa

bimbingannya

dalam

memperdalam telaah kepustakaan dan pemanfaatan data;4. memberikan pengarahan dalam melakukan penelitian di lapangan dan

atau perpustakaan serta pemanfaatan data;5. memberi arahan dan masukan kepada mahasiswa bimbingannya dalam

materi Skripsinya.6. dosen

pembimbing utama (DPU) dalam proses bimbingan lebih

menekankan pada metode penelitian, sedangkan dosen pembimbing anggota lebih menekankan pada konten/isi dari penelitian.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 2

c. Pergantian Pembimbing Pergantian pembimbingan dimungkinkan apabila terjadi hal-hal sebagai berikut:1. apabila sejak konsultasi pertama setelah penetapan pembimbing,

kemudian pembimbing karena sesuatu dan lain hal tidak dapat melaksanakan tugas membimbing, maka Ketua PSIK Universitas Jember dapat menunjuk pembimbing pengganti atas usulan koordinator skripsi;2. proses bimbingan tidak berjalan secara efektif; 3. pembimbing tidak bersedia menjadi pembimbing berdasarkan surat

rujukan atau kesediaan.d. Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan 1. kegiatan bimbingan dimulai dari menyusun rancangan penelitian/

penetapan judul;2. waktu dan tempat kegiatan pembimbingan dilaksanakan pada waktu kerja

dan bertempat di Kampus PSIK Universitas Jember;3. bila butir 2 tersebut diatas tidak dapat dipenuhi, pembimbing Skripsi dan

mahasiswa secara bersama-sama dapat menentukan waktu dan tempat kegiatan bimbingan;4. setiap kali melakukan kegiatan konsultasi, pembimbing membubuhkan

paraf pada kartu bimbingan Skripsi yang disediakan.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 3

BAB 2PENYUSUNAN PROPOSAL SKRIPSI dan Pelaksanaan SEMINAR PROPOSALA. Penentuan Judul Penelitian

Dalam proses penentuan judul, berlaku ketentuan sebagai berikut:1. setiap mahasiswa menentukan area penelitian berdasarkan pembagian bidang ilmu

keperawatan (meliputi: Keperawatan dasar, Manajemen Keperawatan, medikal bedah, Kritis, komunitas, jiwa, Anak, keluarga, Gerontik, Maternitas) yang ada di PSIK Universitas Jember;2. setelah menentukan area penelitian, koordinator Skripsi, akan menentukan pembimbing

utama dan dosen pembimbing pendamping/anggota;3. mahasiswa mengajukan 3 judul disertai latar belakangnya kepada dosen pembimbing; 4. judul penelitian dipilih dari ketiga judul yang diajukan mahasiswa berdasarkan

kesepakatan antara mahasiswa dengan dosen pembimbing, dan segera dilaporkan kepada koordinator skripsi, untuk menghindari kesamaan judul diantara mahasiswa;5. bila judul penelitian dalam butir 3 tersebut tidak dapat diterima oleh koordinator

Skripsi, karena alasan tertentu misalnya adanya kesamaan judul dengan mahasiswa lain, maka mahasiswa yang bersangkutan harus mengajukan alternatif judul lain untuk dipilih kembali oleh mahasiswa bersama-sama dengan dosen pembimbing;B. Persyaratan Judul Penelitian

Adapun syarat dari judul penelitian pada penyusunan skripsi ini adalah:1. judul disesuaikan dengan tujuan

pendidikan S1 Keperawatan

PSIK

Universitas

Jember, dan berdasarkan kepada bidang keilmuan keperawatan;2. judul penelitian dibuat sesingkat mungkin, tetapi cukup jelas dan menunjukkan secara

tepat masalah yang akan diteliti (5W+1H) serta tidak memungkinkan penafsiran yang beragam;3. judul penelitian tidak boleh sama diantara mahasiswa; 4. bila diperlukan, judul penelitian dapat diubah. Perubahan judul dapat dilakukan atas

permintaan mahasiswa dengan persetujuan dosen pembimbing dan koordinator Skripsi.C. Proposal Penelitian

diketahui

Proposal penelitian bertujuan untuk membantu mahasiswa mengemukakan keterangan yang rinci tentang proses penelitiannya. Proposal penelitian menggambarkan secara singkat dan proses penyusunan Skripsi. Proposal jelas unsur utama yang dijadikan panduan dalam

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 4

penelitian harus disetujui oleh dosen pembimbing. mencakup langkah-langkah penulisan sebagai berikut:1. halaman sampul 2. halaman judul 3. pernyataan persetujuan 4. prakata 5. daftar isi 6. daftar gambar 7. daftar tabel 8. daftar Lampiran 9. Bab 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

Sistematika penulisan proposal penelitian

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.11.4

Tujuan Umum

1.3.2 Tujuan Khusus Manfaat Penelitian1.5 Keaslian penelitian (berupa hasil penelitian terdahulu yang terkait dalam

penelitian sekarang) Bab 2. Tinjauan Pustaka2.1 Tinjauan teori (memuat tentang Topik/Substansial yang diteliti)

Bab 3. Kerangka Konsep (Kerangka Pikir)3.1 Kerangka Konsep (atau kerangka pikir pada penelitian kualitatif) 3.2 Hipotesis (pada penelitian analitik/observasional dan eksperimental)

Bab 4. Metode Penelitian 4.1 Jenis/Desain (Rancangan) Penelitian4.2 Populasi dan Sampel (untuk penelitian kuantitatif) atau sumber informasi

(untuk penelitian kualitatif)4.2.1

populasi (Sumber Informasi); sampel (Informan Kunci/Key Informan); kriteria Subyek Penelitian (bila ada/ diperlukan);

4.2.24.2.3 4.3

Tempat Penelitian 4. 4 Waktu Penelitian 4.5 Definisi Operasional (atau definisi istilah pada penelitian kualitatif, untuk pengukuran/variabel penelitian)4.6

Pengumpulan Data 4.6.1 Sumber Data (primer/sekunder)

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 5

4.6.2 Teknik Pengumpulan Data (wawancara, angket, observasi, pemeriksaan, FGD, dsb)4.6.3 Alat/ Instrumen Pengumpulan Data kuesioner, check list, daftar

pertanyaan, )4.7 Rencana Pengolahan Data dan analisa data

7.1

Editing4.7.2 Coding 4.7.3 Processing/Entry 4.7.4 Cleaning 4.7.5 Univariat (penelitian deskriptif) 4.7.6 Bivariat (penelitian analitik) 4.7.7 Multivariat (termasuk Uji Interaksi & Uji Confounding) 4.8 Etika Penelitian

4.9 Daftar Pustaka 4.10 Lampiran-Lampiran4.10.1 Kuesioner, Check List, daftar pertanyaan atau pedoman wawancara (alat

pengumpulan data, wajib ada) 4.10.2 Inform concent4.10.3 Surat izin/ keterangan/rekomendasi (bila ada)

4.10.4 Lembar Konsultasi (wajib ada, lihat form pada lampiran)D. Seminar Proposal Skripsi

Selama penulisan skripsi dilakukan seminar sebanyak 2 (dua) kali, yaitu seminar proposal dan sidang hasil (Ujian Skripsi), Seminar proposal skripsi bersifat komprehensif dan terbuka bagi dosen dan mahasiswa yang berminat mengikutinya sejauh tidak mengganggu jalannya ujian. Syarat untuk dapat mengikuti seminar proposal adalah:1

seminar proposal dilakukan maksimal 4 minggu setelah judul disetujui oleh pembimbing dan diketahui oleh koordinator; permohonan seminar diajukan kepada koordinator skripsi, dengan mengisi blanko permohonan pelaksanaan seminar, minimal 3 hari sebelum seminar proposal berlangsung dan koordinator skripsi akan berkoordinasi dengan bagian akademik terkait dalam pelaksanaan seminar. (diluar ketentuan ini tidak dilayani);

2

3

proposal harus sudah memperoleh persetujuan dari pembimbing untuk di ujikan, dengan bukti naskah proposal sudah ditanda-tangani dosen pembimbing; materi seminar dijilid lak ban dengan sampul depan bening dan sampul belakang biru tua dimasukkan dalam map biru diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum seminar dilaksanakan, kepada masing-masing pembimbing, penguji;

4

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 6

5

mahasiswa sekurang-kurangnya telah melakukan bimbingan Proposal sebanyak 4 (empat) kali untuk tiap-tiap dosen, dibuktikan dengan menyerahkan buku bimbingan proposal skripsi;

6

seminar dihadiri oleh dosen pembimbing utama, dosen pendamping dan penguji, dan yang bertindak sebagai moderator adalah pembimbing utama; mahasiswa yang akan mengikuti seminar proposal sekurang-kurangnya telah pernah menghadiri 3 (tiga) kali seminar proposal mahasiswa lain yang dibuktikan dengan menyerahkan lembaran mengikuti seminar proposal yang ditandatangani oleh moderator seminar. Persyaratan ini tidak berlaku bagi 5 (lima) peserta yang melaksanakan seminar proposal paling awal.

7

8

Jalannya seminar Moderator membuka ujian, memimpin proses tanya jawab antara penguji dan mahasiswa, mengatur waktu agar semua penguji mendapat waktu yang sama, menutup sidang dan melaporkan hasil ujian kepada Koordinator skripsi PSIK Universitas Jember. Bila moderator ingin menggunakan haknya sebagai penguji, maka ia menjadi penguji setelah anggota penguji lainnya mengajukan pertanyaan.

9

Mahasiswa yang mengikuti ujian/Seminar harus mematuhi ketentuan dan tata-tertib pelaksanaan ujian yang berlaku di PSIK Universitas Jember Seminar dilangsungkan paling lama 60 90 menit dengan alokasi waktu sebagai berikut: a. b. c. d. Pembukaan oleh moderator: 5 menit Penyajian oleh mahasiswa: 15 menit Tanya jawab: 45 menit s.d 50 menit Rapat Dewan Penguji: 5 menit (hasil Seminar harus diumumkan secara terbuka didepan mahasiswa oleh Ketua penguji)

Hasil masukan pada waktu seminar dicatat dan digunakan untuk menyempurnakan proposal sehingga layak untuk dilaksanakan. Perbaikan proposal penelitian ini dilakukan dalam waktu 2 minggu setelah ujian, bila melewati waktu tersebut, peserta diwajibkan untuk seminar ulang, kecuali bila terjadi kondisi darurat. Setelah pembimbing menyatakan proposal layak dilaksanakan barulah pelaksanaan penelitian dilakukan. (Lihat Alir terlampir)

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 7

BAB 3PENYUSUNAN LAPORAN SKRIPSI dan Pelaksanaan SIDANG HASIL A. Laporan hasil penelitian Penyusunan laporan penelitian bertujuan untuk mengemukakan hasil dan keterangan yang rinci tentang proses penelitiannya. Laporan penelitian menggambarkan secara rinci dan jelas unsur utama hasil penelitian dan pembahasan yang dituangkan dalam proses penyusunan laporan Skripsi. Laporan hasil penelitian harus disetujui oleh dosen pembimbing. Sistematika penulisan laporan hasil penelitian mencakup langkah-langkah penulisan sebagai berikut: 1 2 3 45 6

halaman sampul halaman judul lembar pembimbingan lembar persetujuan sidang (berlaku sampai sidang hasil) lembar persembahan lembar pengesahan Ringkasan prakata daftar isi

7 8 9

10 daftar gambar 11 daftar tabel 12 daftar Lampiran 13 Bab I. Pendahuluan1.1 1.2

Latar Belakang Rumusan Masalah 1.3.1 Tujuan Umum1.3.2 Tujuan Khusus

1.3 Tujuan Penelitian

1.4 1.5

Manfaat Penelitian Keaslian penelitian (berupa hasil penelitian terdahulu yang terkait dalam

penelitian sekarang)14 Bab 2. Tinjauan Pustaka

2.1 Tinjauan teori (memuat tentang Topik/Substansial yang diteliti) 15. Bab 3. Kerangka Konsep (Kerangka Pikir) 3.1 Kerangka Konsep (atau kerangka pikir pada penelitian kualitatif)DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 8

3.2 Hipotesis (pada penelitian analitik/observasional dan eksperimental) 16 . Bab 4. Metode Penelitian 4.1 Jenis/Desain (Rancangan) Penelitian 4.2 Populasi dan Sampel (untuk penelitian kuantitatif) atau sumber informasi (untuk penelitian kualitatif) 4.2.1 populasi (Sumber Informasi); 4.2.2 sampel (Informan Kunci/Key Informan); 4.2.3 kriteria Subyek Penelitian (bila ada/ diperlukan); 4.3 Tempat Penelitian 4.4 Waktu Penelitian 4.5 Definisi Operasional (atau definisi istilah pada penelitian kualitatif, untuk pengukuran/variabel penelitian) 4.6 Pengumpulan Data 4.6.1 Sumber Data (primer/sekunder) 4.6.2 Teknik Pengumpulan Data (wawancara, angket, observasi, pemeriksaan, FGD, dsb) 4.6.3 Alat/ Instrumen Pengumpulan Data kuesioner, check list, daftar pertanyaan) 4.7 Pengolahan Data dan analisa data (yang berisikan langkah-langkah pengolahan data, dan rencana analisis data yang dipergunakan seperti: Editing, Coding, Processing/Entry, Cleaning, Univariat (penelitian deskriptif), Bivariat (penelitian analitik), Multivariat (termasuk Uji Interaksi & Uji Confounding) 4.8 Etika penelitian 17. Bab 5. Hasil dan Pembahasan Penelitian 5.1 Hasil 5.2 Pembahasan18. Bab 6. Simpulan dan Saran

6.1 Simpulan 6.2 Saran 19. Daftar Pustaka 20. Lampiran-LampiranA. Kuesioner, Check List, daftar pertanyaan atau pedoman wawancara (alat

pengumpulan data, wajib ada) B. Inform concentC. Surat izin/ keterangan/rekomendasi (bila ada)

D. Lembar Konsultasi (wajib ada, lihat form pada lampiran) B. Sidang Hasil Penelitian (Ujian Skripsi) Sidang hasil penelitian (ujian skripsi) bersifat komprehensif dan tertutup bagi umum, sidang ini hanya diikuti oleh pembimbing utama, pembimbing pendamping, penguji serta mahasiswaDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 9

yang akan mempresentasikan hasil penelitiannya. Syarat untuk dapat mengikuti seminar proposal adalah: 1. permohonan sidang diajukan kepada koordinator skripsi, dengan mengisi blanko permohonan pelaksanaan sidang, minimal 3 hari sebelum sidang berlangsung dan koordinator skripsi akan berkoordinasi dengan bagian akademik terkait dalam pelaksanaan sidang. (diluar ketentuan ini tidak dilayani); 2. Laporan hasil penelitian harus memperoleh persetujuan dari pembimbing untuk di ujikan, dengan bukti naskah sudah ditanda-tangani dosen pembimbing; 3. materi sidang dijilid lak ban dengan sampul depan bening dan sampul belakang biru tua dimasukkan dalam map biru diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari sebelum sidang dilaksanakan, kepada masing-masing pembimbing, dan penguji; 4. mahasiswa sekurang-kurangnya telah melakukan bimbingan sebanyak 4 (empat) kali untuk tiap-tiap dosen, dibuktikan dengan menyerahkan buku bimbingan skripsi; 5. sidang dihadiri oleh dosen pembimbing utama, dosen pendamping dan penguji, dan yang bertindak sebagai moderator adalah pembimbing utama; 6. Tim penguji ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua PSIK Universitas Jember atas usulan Koordinator Skripsi, yang terdiri dari:a. Ketua penguji: Pembimbing yang bertindak sebagai moderator (pembimbing utama)

b. Anggota : 2 (dua) orang 7. Jalannya sidang Moderator membuka ujian, memimpin proses tanya jawab antara penguji dan mahasiswa, mengatur waktu agar semua penguji mendapat waktu yang sama, menutup sidang dan melaporkan hasil ujian kepada Koordinator skripsi PSIK Universitas Jember. Bila moderator ingin menggunakan haknya sebagai penguji, maka ia menjadi penguji setelah anggota penguji lainnya mengajukan pertanyaan. 8. Mahasiswa yang mengikuti ujian/Sidang harus mematuhi ketentuan dan tata-tertib pelaksanaan ujian yang berlaku di PSIK Universitas Jember, Sidang dilangsungkan paling lama 6090 menit dengan alokasi waktu sebagai berikut:a.

Pembukaan oleh moderator: 5 menit Tanya jawab: 45 menit s.d 50 menit harus diumumkan secara terbuka didepan mahasiswa oleh Ketua penguji)

b. Penyajian oleh mahasiswa: 15 menit c.

d. Rapat Dewan Penguji: 5 menit (hasil Sidang

Hasil masukan pada waktu sidang dicatat dan digunakan untuk menyempurnakan laporan sehingga layak untuk di dokumentasikan. Perbaikan laporan penelitian ini dilakukan dalam waktu 2 minggu setelah ujian, bila melewati waktu tersebut, peserta diwajibkan untuk sidang ulang, kecuali bila terjadi kondisi darurat. Setelah pembimbing menyatakan laporan layak, barulah di cetak sebanyak 7 (Tujuh) eksemplar dengan hard cover Biru Tua dan diserahkanDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 10

dengan perincian sebagai berikut: 1 (satu) eksemplar untuk perpustakaan pusat, 1 (satu) eksemplar untuk Ruang Baca PSIK Universitas Jember, 1 (satu) eksemplar untuk Bagian Akademik PSIK Universitas Jember, 1 (satu) eksemplar untuk Pembimbing 1 (satu) eksemplar untuk masing-masing Penguji dan 1 (satu) eksemplar untuk penulis. Laporan Penelitian yang harus diserahkan adalah laporan yang telah selesai dan disetujui Pembimbing, Penguji, dan diketahui oleh Ketua PSIK Universitas Jember.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 11

BAB 4 URAIAN dan PENATAAN ISI TULISAN Skripsi terdiri dari 3 bagian besar dengan penjelasan masing-masing sebagaimana uraian berikut ini:A. Bagian Pendahuluan

1. HALAMAN SAMPUL Sampul SKRIPSI dibuat hard cover dengan wama sampul Biru Tua. Huruf-huruf pada sampul dicetak dengan tinta cetak wama hitam, menyebutkan judul skripsi secara lengkap, nama penulis dan nomor pokok mahasiswa (penulisan mengikuti buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember). Tulisan PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER dan Tahun pembuatannya diletakkan di bawah. Semua huruf dicetak dengan huruf besar, dengan huruf judul utama yang lebih menonjol. Komposisi huruf dan letak masing-masing bagian diatur agar simetris (tengah/ center), serasi dan rapi diatur sedemikian rupa sehingga berbentuk trapesium (piramida) terbalik. Pada punggung halaman sampul dicetak nama penulis, nomor induk mahasiswa (di bawah nama) dan terletak pada sisi kanan punggung halaman sampul diikuti judul di bagian tengan dan tahun pembuatan di sisi kiri punggung halaman sampul/ semuanya dicetak dengan huruf besar, Pencetakan dari kiri ke kanan bila halaman sampul menghadap ke atas (lihat contoh pada buku pedoman penulisan Jember). Aturan penulisan pada halaman sampul dan halaman judul: a. Penempatan logo Logo diletakkan bagian atas, ditempatkan secara horizontal di bagian tengah halaman dan bukan sebagai background, ukuran logo 3 cm x 3 cm. b. Penulisan judul Judul tidak berupa kalimat (tidak mengandung subyek dan predikat), tidak pula diawali dengan kata kerja. Judul sebaiknya tidak lebih dari 15 kata, tidak termasuk kata sambung dan kata depan. Judul ditulis dengan huruf Times New Roman tebal dengan ukuran 15 point. Judul ditulis dengan segitiga terbalik dengan spasi satu. Judul ditulis dengan huruf kapital dan tidak ditutup titik. c. Jenis karya ilmiah Jenis karya ilmiah ditulis di bawah judul dengan posisi di tengah. Huruf yang digunakan Times New Roman tebal dengan ukuran 12 point, tanpa spasi. d. IdentitasDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 12

ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas

Identitas ditulis nama lengkap, diikuti nomor induk mahasiswa (NIM). Pada penulisan NIM tidak perlu ada spasi diantara angka-angka yang ada.

e.

Nama institusi dan tahun Nama institusi ditulis mulai dari unit kerja terendah sampai unit kerja tertinggi. Huruf yang dipakai Times New Roman tebal dengan ukuran 12 point.

2. HALAMAN JUDUL Format penulisan sama dengan lembar sampul, tetapi pada halaman judul ditambahkan peruntukan yang diletakkan antara tulisan SKRIPSI dan identitas mahasiswa. Huruf yang digunakan Times New Roman 11 point. (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember). 3. LEMBAR PEMBIMBINGAN Halaman ini berisi jenis karya ilmiah, judul yang ditulis dengan Times New Roman 12 point dengan huruf kapital, diikuti identitas diri (nama mahasiswa dan NIM) beserta nama pembimbing yang ditulis dengan Times New Roman 12 point Capitalize Each Word, (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember) 4. LEMBAR PERSETUJUAN SIDANG HASIL Halaman ini berisi pernyataan bahwa SKRIPSI telah disetujui oleh pihak yang berwenang, yaitu pembimbing utama dan pembimbing pendamping untuk dilakukan ujian sidang. Lembar Persetujuan dicetak dengan huruf kapital/besar dan diletakkan pada bagian paling atas dari halaman ini. (lihat contoh di lampiran) 5. LEMBAR PERSEMBAHAN Halaman ini berisi ekspresi perasaan mahasiswa dan ditujukan kepada pihak yang memerlukan penghormatan dan penghargaan. Pada SKRIPSI, halaman persembahan tidak wajib ada, kalaupun memakai, persembahan ditujukan pada orang yang lebih tua atau almamater. Halaman ini diperuntukkan bagi penulis yang ingin mempersembahkan karyanya kepada orang tertentu atau diisi dengan kata-kata mutiara, cuplikan do'a, semboyan atau motto yang ingin dikemukakan penulis (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember). 6. LEMBAR PENGESAHAN Halaman ini berisi pernyataan bahwa SKRIPSI telah disetujui oleh pihak yang berwenang, yaitu tim penguji dan disahkan oleh pimpinan institusi. Tim pengujiDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 13

sekurang-kurangnya terdiri dari ketua, anggota I dan anggota II. Pernyataan dicetak dengan huruf kapital/besar dan diletakkan pada bagian paling atas dari halaman lembar pengesahan ini. Setelah kalimat diatas, disusul di bawahnya (dengan jarak yang proporsional) dengan tulisan tentang tempat (Jember) dan tanggal sidang ujian Skripsi, kemudian kata Tim Penguji, ke bawah disusul Ketua dengan nama, dan tanda tangan pembimbing (sebagai Ketua tim penguji) serta Anggota berurut ke bawah nama/dan tanda tangan dua/ tiga penguji lainnya (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember). 7. RINGKASAN Ringkasan merupakan penyajian secara singkat bagian-bagian dari substansi karya ilmiah. Ringkasan berisi latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode penelitian (pengambilan sampel, jumlah responden, lokasi penelitian, sumber data, metode pengambilan data, desain, analisis data), hasil penelitian dan kesimpulan. Ringkasan ditulis dengan bahasa Indonesia setara dengan dua halaman kuarto dengan spasi 1,5. Sistematika penulisan: judul ditulis secara Title Case, nama lengkap mahasiswa, NIM, tahun penulisan dan jumlah halaman (tidak termasuk lampiran), nama jurusan, fakultas dan Perguruan Tinggi ditulis secara lengkap 8. PRAKATA Umumnya berisi penjelasan singkat substansi masalah atau kondisi penelitian, serta utamanya ucapan terima kasih penulis kepada pihak-pihak yang telah membantunya selama penulisan ataupun penelitian. Judul PRAKATA diketik simetris tanpa garis bawah dan titik di akhir kalimat. Pada akhir teks disebelah kanan bawah dicantumkan tanggal penulisan dan kata "Penulis" tanpa mencantumkan nama atau identitas penulis (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember). 9. DAFTAR ISI Berisi daftar seluruh isi penulisan secara kronologis/sistematis yang mencakup semua judul bab, Judul sub-sub disusun secara vertikal. Semua judul bab diketik dengan huruf besar, sedangkan sub-bab, anak sub-bab dan rinciannya hanya huruf awal yang diketik dengan huruf besar. Pada Daftar Isi dimasukan halaman-halaman PRAKATA, ABSTRAK, DAFTAR ISI, DAFTAR TABEL, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR LAMPIRAN, dalam angka Romawi kecil, diikuti dengan rincian bab-bab bagian utama Skripsi, dan diakhiri dengan DAFTAR PUSTAKA dan LAMPIRAN (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember). 10. DAFTAR TABELDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 14

Daftar ini memberikan petunjuk kepada pembaca agar dapat dengan cepat mengetahui tabel apa saja yang terdapat dalam Skripsi serta letak halamannya. Penomoran tabel dan gambar dapat disesuaikan dengan letaknya di dalam bab. Contoh misalnya tabel ke-2 dari bab 3 dituliskan sebagai tabel 3.2. disusul dengan nama tabelnya. Bila tabel diambil atau dikutip dari sumber lain harus dicantumkan sumber aslinya di bawah tabel yang bersangkutan (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember). 11. DAFTAR GAMBAR Berisi daftar gambar untuk memberikan petunjuk kepada pembaca agar dapat dengan cepat mengetahui gambar apa saja yang terdapat dalam skripsi tersebut dan letak halamannya. Penomoran gambar dapat disesuaikan dengan letaknya di dalam bab. Contoh misalnya gambar ke-1 dari bab 2 dituliskan sebagai gambar 2.1, disusul dengan nama gambarnya. Bila gambar diambil atau dikutip dari sumber lain harus dicantumkan sumber aslinya dibawah gambar yang bersangkutan (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember). 12. DAFTAR LAMPIRAN Berisi daftar hal-hal yang menjadi lampiran dalam Skripsi. Daftar ini memberikan petunjuk kepada pembaca agar dapat dengan cepat mengetahui lampiran apa saja yang terdapat dalam KTI serta letak halamannya (lihat contoh pada buku pedoman penulisan ilmiah, yang diterbitkan oleh Universitas Jember)B. Bagian Utama

Bagian ini merupakan inti dari Skripsi, yang pada dasarnya merupakan bentuk laporan penelitian. Dalam bagian ini tercantum teks yang secara ilmiah memaparkan penelitian yang dilakukan serta hasil-hasil yang diperoleh. Penyajiannya lugas dan sistematis, menggunakan Bahasa Indonesia sesuai kaidah tata bahasa yang berlaku. Peng-Indonesia-an istilah mengikuti Pedoman Umum Pembentukan Istilah, sedangkan ragam bahasa baku mengikuti Kamus Umum Bahasa Indonesia. Pengetikan skripsi menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Untuk istilah asing yang belum dibakukan ke dalam Bahasa Indonesia, dapat ditulis dengan menggunakan cetak miring (italic). 1. PENDAHULUAN Dalam bab PENDAHULUAN, yang merupakan BAB I dikemukakan dengan singkat dan jelas tentang (a) latar belakang masalah yang akan dibahas, (b) rumusan masalah, (c) tujuan penelitian yang rnemuat tujuan umum dan tujuan khusus yang bersifat dapat diukur, (d) manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari penelitian atau analisis yang dilakukan; atau alasan-alasan mengapa penelitian tersebut perlu dilakukan, (e) ruang lingkup bahasan yang meliputi pendekatan penelitian, subjek dan level pembahasan, area, substansi, sertaDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 15

wilayah geografis atau topografi atau administrasi (makro atau mikro), (f). Keaslian Penelitian.

Latar Belakang Berisikan tentang keadaan atau kondisi umum suatu keadaan yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti. Biasanya pada latar belakang ini terdapat hal seperti kebijakan dan strategi pembangunan nasional, kebijakan dan strategi pembangunan di bidang kesehatan mulai dari tingkat nasional sampai tingkat lokal, kebijakan. Pada bagian ini harus dinyatakan secara jelas topik atau hal apa yang menjadi pokok dalam penelitian yang akan dilaksanakan. Setelah topik pokok penelitian dinyatakan secara jelas pada latar belakang, kemudian penulis menentukan masalah apa yang akan diteliti, maka pada bagian ini penulis harus sudah mulai dapat menguasai permasalahan yang akan diteliti. Masalah yang akan diteliti tersebut harus diuraikan secara jelas dengan didukung oleh fakta atau data empiris, sehingga memang masalah itu perlu untuk diteliti. Selain itu, pada bagian ini penulis harus mengutarakan alasan mengapa masalah itu perlu untuk diteliti dan melakukan identifikasi tentang aspek apa saja yang terkait dengan masalah tersebut dengan tujuan untuk memudahkan penulis dalam membatasi ruang lingkup penelitiannya. Perumusan masalah Berdasarkan ruang lingkup permasalahan penelitian yang telah ditentukan pada bagian latar belakang kemudian penulis merumuskan secara konkrit masalah apa yang akan diteliti dalam bentuk pertanyaan penelitian (research question) yang ditulis dalam bentuk kalimat tanya. Tujuan Penelitian Tujuan Umum Tujuan umum merupakan suatu pertanyaan umum tentang tujuan yang ingin dicapai dari penelitian secara keseluruhan. Dari tujuan umum ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam menjawab permasalahan penelitian. 2. Tujuan Khusus Tujuan khusus merupakan penjabaran dan pentahapan dari penelitian untuk mencapai tujuan umum penelitian, yang sifatnya lebih operasional. Pada tujuan khusus ini penulis harus menyatakan secara spesifik variabel apa yang akan diukur atau diuji untuk menunjang pernyataan pada tujuan umum. Manfaat Penelitian

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 16

Pada bagian ini diuraikan secara jelas manfaat dari penelitian dan operasionalisasi hasil penelitian baik bagi penulis sendiri, bagi perkembangan ilmu pengetahuan, bagi teknologi, bagi praktisi, bagi ilmuan lain dan bagi masyarakat pada umumnya.

e.

Keaslian Penelitian Keaslian penelitian memuat informasi penelitian terdahulu yang mempunyai kemiripan dengan judul yang diambil. Bagian ini memuat perbedaan dan persamaan penelitian yang diambil dengan penelitian yang dulu pernah dilakukan oleh peneliti lain.

2.

TINJAUAN PUSTAKA Dalam bab Tinjauan Pustaka, yang merupakan BAB II diulas berbagai publikasi resmi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, mencakup aspek masalah dan penjelasan faktorfaktor yang diduga berkaitan dengan substansi yang diteliti, dan model kerangka teori yang dipakai sebagaimana dipaparkan dalam sumber bersangkutan. Pada bagian ini penulis harus mengutarakan secara sistematik dan mengkaji tentang fakta, hasil penelitian sebelumnya, teori, konsep atau pendekatan baru yang ada hubungannya dengan penelitian yang akan dilakukan. Teori, konsep dan pendekatan yang disampaikan tersebut harus rasional dan diakui kebenarannya yang pada akhirnya nanti akan digunakan untuk menunjang analisis pembahasan terhadap hasil penelitian yang telah dilakukan. Tinjauan Pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan, yang dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan. Uraian dalam Tinjauan Pustaka menjadi landasan untuk menyusun kerangka atau konsep yang akan digunakan dalam penelitian. Tinjauan Pustaka mengacu pada Daftar Pustaka. Kajian teori dapat mengikuti tahap berikut: a. b. c. d. Mengumpulkan pendapat atau teori yang telah ada yang berkaitan dengan masalah yang dibahas Membandingkan dan memilih teori yang relevan untuk memecahkan masalah Membahas atau menilai kelemahan dan keunggulan teori-teori Menentukan teori-teori sebagai dasar analisis selanjutnya

Sumber tinjauan pustaka bisa dari Textbook Bahasa Indonesia, Textbook Bahasa Inggris, hasil penelitian atau artikel dari jumal-jumal yang terkait dengan topik penelitian, dalam kurun waktu 10 (sepuluh) tahun terakhir. Setelah menjelaskan berbagai pendekatan dengan kelebihan masing-masing bagian akhir bab ini menjelaskan pendekatan mana yang akan dipakai untuk penelitian ini (berupa KERANGKA TEORI PENELITIAN). Pendekatan yang akan dipakai tersebut kemudian akan dijelaskan secara rinci dalam bab selanjutnya, yaitu bab KERANGKA KONSEP.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 17

3.

KERANGKA KONSEP Dalam bab KERANGKA KONSEP, yang merupakan BAB III, dijelaskan secara rinci pendekatan pemecahan masalah dan atau model yang digunakan dalam penelitian ini. Bab ini terdiri dan (a) visualisasi hubungan berbagai konsep dan/atau model matematis dengan penjelasannya; dan (b) hubungan antara berbagai konsep dan/atau variabel dalam model pemecahan masalah yang juga dijelaskan secara rinci, serta hipotesis (jika ada). Kerangka Konsep Berdasarkan teori, konsep dan pendekatan yang telah dijabarkan, kemudian penulis harus mengkaji dan mensintesis penyusunan suatu kerangka konsep. Kerangka konsep tersebut merupakan suatu paradigma untuk menjawab permasalahan penelitian dan menyusun hipotesis. Kerangka konsep penelitian dapat berbentuk uraian kualitatif, model atau persamaan fungsional. b. Hipotesis Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan penelitian dimana kebenarannya masih harus diuji berdasarkan Simpulan.

4.

METODE PENELITIAN Dalam bab METODE PENELITIAN yang merupakan BAB IV, dijelaskan beberapa hal pokok, yaitu (a) jenis penelitian atau desain penelitian yang digunakan; (b) populasi, sampel dan unit analisa, serta cara pengambilan dan perlakuan sampel; (c) pengukuran dan cara pengamatan variabel atau konsep yang diukur; (d) tempat dan waktu penelitian; (e) definisi operasional; (f) langkah-langkah dalam pengumpulan data dan manajemen penelitian di lapangan, (e) pengolahan data serta analisis data yang dipakai dan (f) etika penelitian. Semuanya dijelaskan secara cermat dan jelas, agar bila diulang orang lain dalam kondisi yang sama diharapkan akan memberikan hasil yang sama pula. Untuk skripsi berdasarkan laporan kegiatan ilmiah untuk menghasilkan suatu model atau prototype, maka bagian ini perlu secara lengkap menjelaskan/ diuraikan (a) kerangka dasar pengembangan model, (b) bagaimana langkah-langkah kegiatan dilaksanakan (c) cara pengukuran dan pengamatan variabel (d) langkah-langkah pengumpulan data atau informasi yang diperlukan (e) teknik analisa data atau infomasi yang didapat sehingga pembaca dapat mengerti bahwa yang dilaksanakan bukanlah penelitian kuantitatif.

a.

Desain Penelitian Pada bagian ini harus disebutkan secara jelas, apa jenis atau rancangan penelitian yang akan dilakukan dan alasan mengapa memilih jenis atau rancangan penelitian tersebut, baik kekurangan maupun kelebihannya. Selain itu harus disebutkan pula usaha apa yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan dari jenis atau rancangan penelitian yang akan digunakan tersebut.

b.

Lokasi dan Waktu Penelitian

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 18

Lokasi dan waktu penelitian harus disebutkan secara jelas, kapan dan dimana penelitian akan dilakukan. Selain itu perlu juga disebutkan alasan memilih lokasi tersebut. c. Populasi Penelitian Populasi adalah sekumpulan obyek (misalnya: masyarakat, lembaga) penelitian yang memiliki karakteristik yang sama. Pada bagian ini penulis harus menyebutkan secara jelas siapa atau apa populasi penelitiannya dan bagaimana karakteristik dari populasi tersebut. d. Sampel Penelitian Sampel merupakan bagian dari populasi. Pada bagian ini penulis harus menyebutkan secara jelas kriteria inklusi dan eksklusi dari sampel penelitiannya, bagaimana cara penentuan sampelnya, berapa besar sampelnya, dan bagaimana cara pengambilan sampelnya (teknik sampling). e. Definisi operasional Mendefinisikan dan membatasi ruang lingkup atau pengertian secara operasional variable-variabel penelitian yang akan diteliti, meliputi: pengertian, cara ukur, hasil ukur dan skala ukur. Definisi operasional juga bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran atau pengamatan terhadap variable-variabel yang bersangkutan serta pengembangan instrumen (alat ukur) f. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data Bagian ini memuat uraian secara rinci dan jelas bagaimana cara atau prosedur pengumpulan data. Peneliti dianjurkan untuk melakukan pengumpulan data sendiri. Apabila peneliti tidak sanggup dan pengumpulan data dilakukan oleh orang lain, maka harus dijelaskan langkah apa saja yang dilakukan oleh peneliti untuk menjamin reliabilitas dan validitas data yang diperoleh. Selain itu, pada bagian ini harus disebutkan alat atau instrumen apa yang digunakan untuk pengumpulan data, alasan pemilihan instrumen atau alat tersebut dan jika perlu disertai uraian tentang reliabilitas dan validitas instrumen atau alat yang digunakan. f. Teknik Pengolahan Data Diuraikan secara jelas bagaimana cara/prosedur pengolahan data dari hasil pengumpulan data, meliputi: Coding, Editing, Entry dan Cleaning. g. Teknik Analisis Data Bagian ini berisi uraian mengenai cara atau teknik analisis apa yang digunakan dan alasan menggunakan cara atau teknik tersebut. Bila menggunakan uji statistik, sebutkan uji statistik apa yang digunakan dalam analisis tersebut, misalnya: ...uji statistik yang digunakan yaitu uji Chi Square dan lain sebagainya. h. Etika penelitian Bagian ini mengungkapkan tentang perlindungan dan hak-hak subyek penelitian.5. HASIL & PEMBAHASAN PENELITIAN DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 19

Bagian ini dipaparkan secara rinci pemecahan masalah melalui analisis data hasil percobaan dengan menggunakan metode yang telah dipilih. Bagian ini merupakan inti dari skripsi, karena disajikan data dan informasi yang ditemukan oleh peneliti, serta digunakan sebagai penyusunan teori baru. Secara umum hasil penelitian dapat disajikan dalam tiga bagian, yaitu: a. b. c. Uraian data dan informasi yang terkumpul Penelaahan analisis dan hasil penelitian ringkas Pembahasan dan penjelasan sintesis

Hasil penelitian deskriptif dapat dibantu dengan ilustrasi berupa tabel dan gambar untuk memperjelas dan mempersingkat deskripsi. Tabel dan gambar yang ditampilkan hanya yang relevan dengan pembahasan, gambar yang sifatnya penunjang diletakkan dalam lampiran. Analisis data kuantitatif harus dilengkapi uraian deskriptif, sedangkan analisis data kualitatif disajikan dalam bentuk narasi. Hasil analisis bisa berupa temuan, cara, atau kaidah baru yang berbeda dengan sebelumnya. Bagian ini dibutuhkan kemampuan ilmiah peneliti untuk menguji hipotesis dan atau berfikir secara logis. Hasil penelitian dibandingkan dengan teori yang ada dalam Tinjauan Pustaka untuk mengetahui persamaan dan perbedaannya. Apabila hasil sama, berarti memperkuat teori sebelumnya, sedangkan jika berbeda, berarti merupakan temuan dan semakin memperkaya khasanah keilmuan. Analisis data kuantitatif, analisa dilakukan secara bertahap dari distribusi frekuensi, kemudian analisis bivariat dan terakhir analisis multivariat (bila diperlukan). Pada tahap ini, analisis dilakukan dengan inembaca dan menterjemahkan hasil penelitian di atas secara obyektif dan belum menampilkan pendapat/ subjektivitas peneliti. Untuk analisis data kualitatif, analisis dilakukan dengan menuliskan hasil penemuan lapangan secara sistematis topik demi topik. Pembuktian bahwa hasil lapangan tersebut didapat dari wawancara, observasi dari penelitian lapangan perlu ditekankan. Penyajian hasil penelitian dapat dibuat dalam bentuk tabel, gambar atau grafik yang mudah dibaca dan dipahami, dengan tetap memperhatikan tata cara penulisan tabel, gambar atau grafik. Untuk lebih mempermudahkan pembaca dalam membaca dan memahami tabel, gambar atau grafik dibuat komposisi serta perlu diikuti dengan penjelasan singkat yang merupakan simpulan dari tabel, gambar, atau grafik tersebut. Sumber data apakah itu primer atau sekunder harus dicantumkan. Dalam bab ini belum dilakukan pembahasan mengenai data yang diperoleh. Untuk pembuatan model dan hasil kegiatan lapangan pada bagian ini dipaparkan bagaimana model tersebut dapat dioperasikan.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 20

Pada pembahasan inilah mahasiswa (penulis) diharuskan mengutarakan bagairnana pendapatnya tentang kondisi tersebut, setelah melakukan perbandingan antara apa yang ditemukannya di lapangan dengan teori dan hasil penelitian sebelumnya. Kemampuan mengutarakan analisis dan perspektif keilmuan menurut visi mahasiswa (penulis) amat dipentingkan dalam bab ini. Pembahasan berisi uraian atau pembahasan secara mendalam hasil penelitian yang telah disajikan. Dalam melakukan pembahasan, penelitian harus menggunakan paradigma, teori, atau konsep yang telah diuraikan pada BAB II TINJAUAN PUSTAKA serta membandingkan dengan penelitian sebelumnya yang sejenis. Tekankan pada hal yang penting dan menonjol pada hasil penelitian. Penekanan pada mekanisme Compare (apa yang sama) dan Contrast (apa yang berbeda) dari hal diatas amat ditekankan. Penulis diharuskan untuk mengutarakan bagaimana pendapatnya tentang masalah tersebut, setelah melakukan perbandingan-perbandingan antara apa yang ditemukannya dilapangan dengan analisis dan perspektif keilmuan menurut visi penulis, amat diutamakan dalam bab ini. Pada bagian ini juga akan dapat diketahui sampai seberapa jauh penguasaan peneliti terhadap paradigma, konsep dan teori yang digunakan untuk melakukan penelitian. Pembahasan bertujuan memberi arti pada hasil penelitian dan bila memungkinkan dapat menunjukkan suatu penemuan baru. Selain itu sedapat mungkin pembahasan ini bertujuan untuk mengembangkan suatu hipotesis, konsep atau teori baru yang sesuai. 7. SIMPULAN DAN SARAN Bagian ini merupakan BAB VI, yang memuat simpulan hasil penelitian secara ringkas dan sistematis yang berkaitan dengan upaya menjawab hipotesis dan/atau tujuan penelitian. Pada akhir bab ini dikemukakan saran-saran yang berkaitan dengan penelitian yang telah dilakukan maupun model/ prototipe yang dihasilkan. Saran-saran tersebut dapat berupa bentuk kebijakan dan upaya praktis pemecahan masalah yang dihadapi, dan bahan atau aspek yang dapat diteliti lebih lanjut. Saran harus dibuat seoperasional mungkin sehingga bermanfaat bagi mereka yang menerima saran tersebut. a. Simpulan Simpulan berisikan uraian singkat dan sistematis yang berkaitan dengan upaya menjawab hipotesis dan/atau tujuan. Dalam menyusun suatu simpulan, dapat menggunakan nomor atau ditulis sebagai suatu kesatuan uraian. Jangan menulis atau menyajikan penyataan baru yang tidak sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh dari penelitian. b. Saran Saran merupakan suatu implikasi hasil penelitian baik itu terhadap pengembangan ilmu maupun penggunaan praktis. Saran harus dibuat seoperasional mungkinDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 21

sehingga bermanfaat bagi yang menerima saran. Saran-saran tersebut dapat berupa bentuk kebijakan dan upaya praktis pemecahan masalah yang dihadapi. Pada bagian ini juga, peneliti dapat memberikan saran bagi peneliti lain, sebagai hasil pemikiran peneliti yang tertuang dalam pembahasan atas penemuan dan keterbatasan penelitian yang dilakukan, tentang hal apa saja yang perlu diperhatikan dan perlu disempurnakan bila akan melakukan penelitian yang serupa.C. Bagian Akhir

Bagian ini merupakan bagian akhir skripsi yang tidak ditandai oleh judul BAB, namun penomoran halamannya melanjutkan nomor halaman sebelumnya. Bagian ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu: (1) Daftar Pustaka, dan (2) Lampiran 1. DAFTAR PUSTAKA Pada bagian ini penulis harus menguraikan kepustakaan apa saja yang digunakan dalam menyusun skripsi, baik itu dalam bentuk majalah, jurnal, buletin, buku teks, maupun sumber kepustakaan yang lain. Lihat cara penulisan kepustakaan. Untuk skripsi, kepustakaan yang digunakan bisa bersumber dari tekxbook Bahasa Indonesia maupun tekxbook berbahasa Inggris, journal atau majalah atau buletin atau hasil penelitian (skripsi, tesis dan disertasi) terbitan 10 (sepuluh) tahun terakhir. mengenai penyusunan Daftar Pustaka dapat dilihat pada buku ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Jember. 2. LAMPIRAN Bagian ini diawali halaman kosong yang ditandai kata LAMPIRAN di tengah bidang pengetikan. Halaman mi tidak diberi nomor, tetapi ikut dihitung. Dalam LAMPIRAN disajikan keterangan-keterangan yang dianggap penting untuk skripsi tetapi akan mengganggu kelancaran membaca bila dicantumkan di Bagian Utama skripsi. Nomor lampiran dinyatakan dengan angka Latin dan diketik di tengah bidang pengetikan. Lampiran merupakan bagian yang menyajikan berbagai bahan yang digunakan dalam penelitian (misalnya: kuesioner, tabel, grafik, peta, keterangan tambahan, dan bahan lain yang berguna untuk lebih memahami ini skripsi secara rinci. Selain itu, pada bagian lampiran dapat juga disajikan cara penelitian, misalnya perhitungan statistik dan sebagainya. Lampiran harus diberi nomor dan judul lampiran sesuai dengan pengelompokkan ataupun kumpulan berkas yang disertakan. Pembahasan pedoman penulisan

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 22

BAB 5FORMAT PENULISAN SKRIPSIA. Kertas

Kertas yang digunakan adalah jenis HVS putih tanpa garis minimum 80 gr, dengan ukuran A4.B. Pengetikan

Proposal dan laporan diketik memakai komputer dengan menggunakan program pengolah kata (misal: Microsoft Word atau Word Perfect) dengan pilihan huruf "Times New Roman" berukuran (Font): 1. Naskah: 12 2. Judul Bab:143. Judul: 14 -16 (tergantung pada panjang pendeknya judul) Judul Bab dan judul skripsi

diketik tebal (bold) Pengetikan naskah dilakukan pada satu sisi halaman saja (tidak bolak balik). Jarak ketikan adalah 2 spasi (kecuali untuk abstrak dengan jarak pengetikan 1 spasi), dengan batas pengetikan (page setup margin): Batas atas (Top): 4 cm, Batas Bawah (Bottom): 3 cm, Batas Kanan (Right) : 3 cm, Batas Kiri (Left): 4 cm. Setiap bab dimulai pada halaman baru/ judul bab diketik pada batas atas bidang pengetikan, disusun simetris menggunakan huruf besar (capital), tanpa penggaris bawahan atau pembubuhan titik di akhir kalimat. Kalimat pertama dimulai 2,5 cm ditambah dua spasi dari tepi atas kertas (2 spasi adalah jarak antara nomor halaman dan kalimat pertama), Judul sub-sub didahului dengan 1 huruf atau angka Latin (sebagaimana pemberian tanda pada uraian berikutnya). Awal alenia diketik 1 "tab" dan batas kiri bidang pengetikan. Pada subjudul atau anak sub-judul, awal alenia dimulai 1 "tab" dari batas huruf pertama sub-judul ataupun anak sub-judul.C. Jarak Baris

Jarak antara judul dan awal naskah adalah 2 spasi. Jarak antara akhir naskah dengan sub-judul maupun antara sub-judul dan anak sub-judul adalah 4 spasi. Sedangkan jarak antara sub-judul dan awal naskah berikutnya, serta jarak antar alenia sama dengan jarak antar baris, yaitu 2 spasi.DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 23

D. Penomoran Halaman

Bagian pendahuluan/persiapan skripsi (preliminaries) diberi nomor halaman dengan angka Romawi kecil, sedangkan bagian naskah/ isi dan bagian akhir skripsi dengan angka Latin. Nomor halaman diletakkan disebelah kanan atas, kecuali untuk halaman bab baru di bagian tengah bawah. Tata cara penulisan nomor halaman mengikuti aturan sebagai berikut:1. nomor halaman untuk bagian awal skripsi (sebelum Bab Pendahuluan) diberi nomor

urut dengan menggunakan huruf Romawi kecil (i, ii, iii, dan seterusnya) yang ditulis pada bagian bawah tengah dengan jarak 4 (empat) spasi dibawah teks;2. lembar halaman sampul dalam tetap dihitung tetapi tidak diberi nomor halaman; 3. halaman yang memuat Pendahuluan sampai dengan lembar terakhir dari lampiran diberi

nomor urut dengan angka Arab (1, 2, 3, 4, dan seterusnya);4. nomor halaman pada halaman dengan judul Bab, ditulis dibawah tengah dengan jarak

2 cm dari tepi bawah.5. semua nomor halaman selain judul bab, diketik pada sudut kanan atas dengan jarak 3

cm dari tepi kanan dan 1,5 cm dari tepi atasE. Penulisan Tabel dan Gambar (Peta dan Grafik)

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan tabel dan gambar (peta dan grafik) yaitu:1. tabel diberi nomor urut dengan angka Arab (menunjukkan Bab tempat tabel) dan diikuti

nomor urut tabel dengan angka Arab. Contoh: Tabel 4.2 (tabel ini berada di bab 4 dan merupakan tabel kedua);2. tabel diberi judul diatas tabel dengan jarak 1 (satu) spasi. Jarak antara judul tabel dengan

tabel 2 (dua) spasi;3. bila tabel atau gambar yang disajikan diambil atau dikutip dari suatu sumber tertentu,

maka sumber tabel ditulis dibawah tabel atau gambar dengan jarak 1 (satu) spasi dengan huruf yang lebih kecil;4. tidak dibenarkan melakukan pemutusan tabel, kecuali untuk lampiran. Misalnya satu

tabel diletakkan pada 2 (dua) halaman naskah KTI, setengah tabel pada halaman sebelumnya dan setengahnya pada halaman berikutnya;5. gambar diberi nomor urut dengan angka Arab (menunjukkan Bab tempat gambar) dan

diikuti dengan angka Arab (juga menunjukkan nomor urut gambar). Contoh: gambar 4.2 (gambar ini berada di bab 4 dan merupakan gambar kedua) ;6. gambar diberi judul dibawah gambar dengan jarak 1 (satu) spasi; 7. contoh cara penulisan tabel.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 24

TABEL 4.2 DISTRIBUSI PENDUDUK DESA P.1 PURWODADI KEC. O. MANGUNHARJO KABUPATEN MUSI RAWAS PROPINSI SUMATERA SELATAN MENURUT GOLONGAN UMUR DAN JENIS KELAMINTAHUN 2007 Golongan Umur (Tahun) Jumlah Pria

%

Wanita

%

Jumlah

Sumber: Data monografi Kecamatan O Mangunharjo tahun 2007

F. Pemberian Tanda Bagian Skripsi

Penomoran atau pemberian tanda pada judul sub-bab atau sub-bab harus tetap konsisten. Bila menggunakan tanda (abjad atau angka) Latin harus tetap demikian seterusnya (konsisten) sampai akhir naskah. Jika dalam naskah skripsi terdapat pembagian dari suatu bagian, sub bagian, sub-sub bagian dan seterusnya, maka acuan untuk kerangka kategori yang digunakan adalah sesuai dengan buku pedoman penulisan Jember.G. Kutipan dalam Naskah skripsi

ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas

Dalam naskah skripsi, pengacuan pada sumber informasi dapat merupakan bagian kalimat dengan mencantumkan nama penulis yang diacu serta tahun sumber informasi tersebut dalam tanda kurung. Sebagai contoh: ... (Sampurno, 1990) atau Sampurno (1990) menyatakan bahwa ... (dan seterusnya). Khusus untuk kutipan dengan sumber elektronik (komputer) dapat dilakukan dengan mencantumkan sumber utama waktu/tanggal akses dilakukan/ contoh: (Anonim, 2007). Kutipan yang pendek dapat dimasukkan ke dalam naskah dengan diberi tanda kutip pada permulaan dan akhir kutipan. Bila kutipan terdiri dari beberapa baris, maka kutipanDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 25

tersebut harus dimulai pada alinea baru dan diketik 1 (satu) spasi dengan sub-tab ke dalam. Untuk beberapa bagian dari kutipan yang perlu dihilangkan, karena tidak dianggap penting, maka bagian tersebut diberi 3 (tiga) titik. Penggunaan catatan kaki hanya dilakukan bila penulis merasa perlu mengacu pada suatu sumber informasi yang bila dimasukkan kedalam naskah akan menggangu alur pembahasan. Hal lain adalah bila penulis hendak membuat ulasan tambahan untuk menjelaskan pembahasan dalam naskah tanpa mengganggu pokok pikiran dalam naskah. Untuk menyebutkan sumber informasi yang tidak dipublikasikan juga perlu dibuatkan catatan kaki. Catatan kaki dituliskan pada halaman yang sama dengan tempat kutipan dicantumkan dan diberi nomor dengan angka Latin yang diurutkan dari bab 1 sampai terakhir. Penempatan catatan kaki dipisahkan dari naskah oleh garis sepanjang 4 cm mulai dari batas kiri bawah naskah dan jarak antara baris terakhir naskah adalah 2 spasi. Disarankan agar catatan kaki ini digunakan hanya bila perlu.H. Penulisan Daftar Pustaka

Sumber informasi yang dicantumkan dalam daftar pustaka berupa:1. buku, atau salah satu bab/bagian dari buku;

2. artikel dalam majalah; 3. laporan atau penerbitan resmi suatu badan/institusi;4. naskah yang sedang dipersiapkan untuk diterbitkan dengan mencantumkan keterangan

(abstrak): 5. monografi. Judul daftar pustaka diketik secara simetris dan terletak di batas atas bidang pegetikan 4 (empat) spasi di bawahnya, di batas kiri bidang pengetikan diketik pustaka acuan pertama (diatur berdasarkan susunan abjad Arab awal nama keluarga penulis), dan seterusnya bersusun ke bawah. Baris kedua dan selanjutnya untuk tiap pustaka acuan dimulai 1 tab ke dalam dari batas kiri bidang pengetikan, dengan jarak antar baris dalam 1 pustaka acuan adalah 1 spasi. Pustaka acuan berikutnya dimulai di batas kiri bidang pengetikan, sama dengan penulisan pustaka acuan pertama. Jarak antar uraian pustaka acuan pertama dengan pustaka acuan kedua adalah 2 spasi, demikian pula urutan pustaka acuan selanjutnya, dengan teknik pengetikan yang sama pula. Tiap tanda baca diberi jarak satu ketukan bebas, kecuali antara kependekan nama depan pengarang. Judul sumber informasi (buku, majalah, dan semacamnya) dicetak miring. Sumber informasi dalam daftar pustaka tidak diberi nomor, tetapi dibuat menurut abjad berdasarkan nama akhir pengarang/penulis. Setiap pustaka acuan dalam DAFTAR PUSTAKA sedapatnya mencantumkan data bibliografi sumber informasinya selengkap mungkin. Data yang perlu dicantumkan adalah:1. nama lengkap pengarang/penulis, editor atau lembaga yang bertanggung jawab atas

penerbitan pustaka tersebut; 2. judul buku/ artikel, bab/bagian dari buku atau majalah;DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 26

3. data penerbitan untuk buku/ berikut jilid, edisi, tahun terbit/ penerbit, kota, dan tebal

atau jumlah halaman buku; 4. data penerbitan untuk majalah adalah judul majalah, volume/tahun, nomor, tahun terbit, dan halaman artikel tersebut (yang dikutip). Dalam daftar pustaka, nama penulis/pengarang dituliskan dengan nama keluarga atau nama akhir mendahului nama kecil atau inisialnya. Sedangkan untuk catatan kaki nama penulis/pengarang dituliskan seperti tertulis dalam judul. Untuk sumber informasi yang ditulis oleh 2 orang pengarang/penulis, maka kedua nama pengarang/penulis dituliskan dengan menambahkan tanda ampersand "&" di antara kedua nama pengarang tersebut yang disertai masing-masing spasi bebas untuk menggantikan kata "dan" atau "and". Sedangkan untuk sumber informasi yang ditulis oleh 3 orang pengarang/penulis, hanya dituliskan nama pengarang pertama disertai kata "et al". Contoh: Pencantuman daftar pustaka untuk buku: Notoatmodjo, S, 2002. Pendidikan Kesehatan dan Perilaku Kesehata . Jakarta : Rineka Cipta. Phoon, W.O & Chen, P.C.Y (eds). 1986. Textbook of Community Medicine in South East Asia. Chichester : Jhon Wiley & Souns: xx+609 hlm. Pencantuman daftar pustaka untuk majalah: Sjaaf, A.C, 1991. Analisis Biaya Layanan Kesehatan Rumah Sakit. Medika, 17 (10): 819-824. Jamison, D.T & Mosley, W.H, 1991. Disease Control Priorities in Developing Countries, Health Policy Responses to Epidemiological Change. Am. J. Public Health, 81 (I): 15-22. Catatan:1. Singkatan nama majalah disesuaikan dengan peraturan intemasional yang berlaku.

Ketentuan untuk itu dikernukakan antara lain dalam Cummulated Index Medicus, edisi Januari. 2. Nama majalah dicetak miring/ volume majalah dalam majalah Indonesia biasanya dinyatakan dengan tahun ke berapa, nomor majalah dicetak di antara tanda kurung. Bila data volume tidak ada, maka nomor majalah dicetak tanpa tanda kurung. Contoh penulisan daftar pustaka menurut acuan APA 1994: BUKU: Dick, R, & Ramson, S (2002). Nursing Culture Issues and Developments. Sydney: W.B. Saunders Comp. Bjork, R.A (1999). Retrivial Inhibition, dalam Roediger, H.L. & Craik, F.I.M (Eds), Varieties of Memory & Consiousness (hlm. 309-330). Hillsdale, NJ: Eribaum. JURNAL: Fagard, R.H. (2003). Epidemiology of Hipertension in Ederly. American Journal of Geriatric Cardiology, 11 (1), 3-28. SURAT KABAR:DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 27

Kompas. 15 Juli, 2003.Peran Enterpreneur dalam Pendidikan Profesi. Kompas, hlm. 1 & 8. SUMBER ELEKTRONIK: Barbara, A.I. 2006. Maternal Mortality Rate, Medical Journal (online) Vol.3 No.l (http://olam.ed.asu edu/epaa/, diakses 24 Maret 2007). Kumaidi, 2006. Pengukuran Hasil Belajar, Jumal Ilmu Pendidikan (online) Jilid 5, No.3 (http://www.malang.ac.id, diakses 25 Mei 2007).Penulisan Nama Pengarang

Berikut ini beberapa contoh untuk menentukan cara penulisan nama pengarang.1. Untuk pengarang Indonesia yang menggunakan lebih dari satu bagian nama selain nama keluarga, maka penulisannya tetap nama akhirnya mendahului nama kecilnya. 2. Bagi nama pengarang yang bagian akhir namanya dituliskan dengan inisial dan tidak diketahui kepanjangannya, maka namanya diurutkan pada bagian pertama yang tertulis lengkap. 3. Nama yang dimulai dengan "Mc" atau "St" ditempatkan pada urutan nama dengan ejaan "Mac" atau "Saint" 4. Sebutan "Sr" atau "Jr" atau urutan keturunan dicantumkan setelah nama keluarga pengarang, contoh : Hamengkubuwono IX, Sri Sultan 5. Nama ganda dituliskan berdasarkan nama pertamanya, contoh : Wai-On Phoon menjadi Phoon, W 6. Nama China dituliskan berdasarkan nama keluarga yang ditulis lebih dahulu, contoh: Kwik, K.G

Untuk penulisan nama selanjutnya dapat dilihat dari standar penentuan suatu tajuk entri yang diterbitkan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI, 1981). Bila sumber informasi merupakan karya ilmiah yang dimuat dalam suatu kumpulan karya, maka acuan menuliskan nama penulis yang karyanya digunakan disertai keterangan lengkap mengenai himpunan karya yang menjadi asal acuan tersebut. Contoh: Pratomo, H., 1991. Pengantar Riset Kualitatif vs Kuantitatif. Dalam: Jatiputra, S. & Yovsyah (eds). 1991. Presiding Lokakarya dan Pelatihan Metodologi Penelitian Kesehatan, 22/3-12/4, 1991. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Jakarta: 54-61. Catatan: Penulisan kata "Dalam" digaris bawahi atau dicetak miring dan diikuti tanda baca titik dua dan nama editor mendahului judul karya. Bila sumber informasi yang digunakan tidak mencantumkan nama penulis maupun editor, maka acuan menggunakan nama tim penyusun atau lembaga yang bertanggung jawab yang menerbitkan karya tersebut.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 28

DAFTAR PUSTAKA Badan Penerbit Universitas Jember. 2006. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah, Edisi Kedua. Jember: Badan Penerbit Universitas Jember Depdiknas. 2006. Panduan Pengelolaan Hibah (Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Dan Kreativitas Mahasiswa). Edisi VII. Jakarta: Direktorat Pembinaan Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Depdikbud dan Balai Pustaka. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Depdikbud dan Balai Pustaka IKIP Malang. 2000. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang : IKIP Malang IPB. 2001. Pedoman Penulisan Dan Penyajian Karya Ilmiah. Bogor: IPB Press Mustakim. 1998. Membina Kemampuan Berbahasa: Panduan Ke Arah Kemahiran Berbahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama Pannen, P. dan Purwanto. 1996. Penulisan Bahan Ajar Program AA. Jakarta: PAU PPAI Dirjen Dikti Depdikbud Ramlan, M. 1993. Paragraf-Alur Pikiran Dan Kepaduannya Dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Offset Suparman, A., Irawan, P. dan Pannen, P. 1994. Pokok-Pokok Panduan Penulisan Bahan Ajar Di Perguruan Tinggi. Jakarta: PAU PPAI Dirjen Dikti Depdikbud Syafiie, I. (ed). Bahasa Indonesia Profesi. Malang: IKIP Malang Utomo, T. dan Ruitjer, K. 1991. Peningkatan Dan Pengembangan Pendidikan. Jakarta: PT Gramedia Utama

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 29

LAMPIRAN

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 30

Lampiran 1: Contoh Halaman Sampul

Diameter logo 3 cm

PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT DR. SUBANDI JEMBER TAHUN 2008

Oleh Hendarty Astuti NIM. 05.22.76

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 31

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER TAHUN 2009

Lampiran 2. Lembar judul dengan spesifikasi

Diameter logo 3 cm

PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Dr. SUBANDI JEMBER TAHUN 2008

Skripsi ini diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Keperawatan(S.Kep)

oleh Hendarty Astuty NIM. 05.22.76

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 32

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS JEMBER TAHUN 2009

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 33

Lampiran 3: Contoh lembar persetujuan ujian Proposal LEMBAR PERSETUJUAN Proposal penelitian ini telah diperiksa oleh pembimbing dan telah disetujui untuk mengikuti seminar proposal pada Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Jember,

200

Pembimbing 1

. NIP.

Pembimbing II

... NIP.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 34

Lampiran 4 : Contoh persetujuan penelitian

PERNYATAAN PERSETUJUAN Proposal penelitian ini telah diperiksa oleh pembimbing dan telah disetujui untuk melaksanakan penelitian

Jember,

200

Pembimbing 1

. NIP.

Pembimbing II

... NIP.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 35

Lampiran 5 : contoh persetujuan sidang hasil LEMBAR PERSETUJUAN

Hasil penelitian ini telah diperiksa oleh pembimbing dan telah disetujui untuk mengikuti sidang hasil skripsi pada Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

Jember,

200

Pembimbing 1

. NIP.

Pembimbing II

... NIP.

Lampiran 6: Contoh lembar pengesahanDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 36

HALAMAN PENGESAHAN Skripsi yang berjudul Pengetahuan Perawat Tentang Pengendalian Infeksi Nasokomial Pada Pasien Post Operasi di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit dr. Subandi Jember Tahun 2008 telah diuji dan disahkan oleh Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember pada : hari tanggal tempat : Selasa : 28 April 2009 : Program Studi Ilmu Keperawatan Tim Penguji Ketua, Ns. Roymond H. Simamora. M.Kep NIP. 132310675

Anggota I,

Anggota II,

Ns. Siswoyo, S.Kep NIP. 132317477

Bambang Soewito,SKM NIP. 140307367

Mengesahkan Ketua Program Studi,

dr. Nugraha Wahyu Cahyana, Sp. M NIP. 132232441

Lampiran 7: Halaman PembimbinganDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 37

SKRIPSI

PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL PADA PASIEN POST OPERASI DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT Dr. SUBANDI JEMBERTAHUN 2008

oleh Hendarty Astuty NIM. 05.22.76

Pembimbing Dosen Pembimbing Utama : Ns. Siswoyo, S.Kep

Dosen pembimbing anggota : Bambang Soewito,SKM

Lampiran 8 : contoh PrakataDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 38

PRAKATA Assalamualaikum wr.wb, Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan ridho-Nya jualah maka penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini. Karya Tulis Ilmiah ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan program Studi ilmu keperawatan Universitas Jember. Dalam skripsi ini penulis meneliti tentang Pengetahuan Perawat Tentang Pengendalian Infeksi Nasokomial Pada Pasien Post Operasi di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit dr. Subandi Jember Tahun 2008 di bawah bimbingan Bapak, Ns. Roymond H. Simamora, M.Kep. Dalam penulisan skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih banyak terdapat kekurangan dan kelemahan, baik dari teknik penulisan maupun materi.hal ini karena keterbatasan, kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik dari pembaca yang sifatnya membangun guna penyempurnaan dalam pembuatan Skripsi di masa yang akan datang. Penyelesaian skripsi ini ini penulis banyak mendapatkan bantuan, bimbingan, saran, keterangan dan data-data baik secara tertulis maupun secara lisan. Maka pada kesempatan ini juga penulis ingin menyampaikan ucapan terimah kasih kepada: 1.. 2. 3 Akhirnya penulis mengharapkan Semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua Amin. Wassalamualaikum wr.wb Jember, Agustus 2009

Penulis

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 39

Lampiran 9 : Contoh DAFTAR ISI

DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDULi HALAMAN PENGESAHAN..ii RINGKASANiii KATA PENGANTAR. iv DAFTAR ISI v BAB. 1 PENDAHULUAN..1 1.1 (judul subbab)1 1.1.1(judul subsubbab).. 1.1.2 (judul subsubbab) 1.2 (Judul subbab). 1.3 Dan seterusnya. BAB. 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 (judul subbab) 2.1.1 (judul subsubbab) (dan seterusnya) DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 40

Lampiran 10 : Contoh DAFTAR TABEL & DAFTAR GAMBAR

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Distribusi responden menurut umur. Tabel 2.1 Tingkat kesiapan wanita menghadapi menopause Tabel 3.1 Tingkat keluhan wanita yang muncul saat menopause Tabel 4.1 .. Dan seterusnya

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 1.2 Skema klimakterium.. Gambar 2.1 . Gambar 3.1.. Gambar 4.1. Dan seterusnya

Lampiran 11 : contoh ringkasanDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 41

RINGKASAN Persiapan Wanita Menghadapi Menopause dan Keluhan yang Timbul Saat Menopause; Alifah Putri, 052310100016;2008:56 halaman; Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember.Usia harapan hidup bangsa Indonesia di akhir Pembangunan Jangka Panjang II diperkirakan mencapai 70 tahun, meningkat terus seiring dengan perbaikan taraf ekonomi dan derajat kesehatan. Usia harapan hidup wanita relatif lebih tinggi dibandingkan laki-laki, sehingga akan lebih banyak wanita usia lanjut dalam kelompok lansia, sehingga akan lebih banyak pula wanita yang mengalami menopause dengan berbagai permasalahannya. Seorang wanita ada baiknya sudah mempersiapkan diri menghadapi masa menopause dengan pengetahuan yang memadai. Perlu diingat, sebagaimana siklus kehidupan, wanita tidak bisa menghindari terjadinya menopause. Namun, risiko timbulnya keluhan tersebut akan menurun jika wanita mempersiapkan diri secara fisik dan psikis, sejak jauh-jauh hari. Kalau memungkinkan sejak masih muda, yaitu sejak masa reproduksi masih berlangsung. Kalau kemudian keluhan masih tetap timbul, dengan persiapan diri yang baik, wanita dapat menghadapi hal itu dengan cara yang lebih baik. Artinya, segala perubahan yang akan terjadi/dialami lebih diterima dengan bijaksana, sehingga setiap wanita dapat menjalani hari-harinya dengan kualitas hidup yang lebih baik. Kondisi tersebut, tentunya bukan mustahil untuk dimiliki oleh setiap wanita. Tujuan penelitian ini adalah: mengetahui kesiapan wanita menghadapi menopause, keluhan yang timbul saat menopause dan mengetahui hubungan antara kesiapan wanita menghadapi menopause dan keluhan yang timbul saat menopause. Penelitian ini merupakan penelitian analisis korelasi dengan pendekatan cross sectional. Total populasi sebesar 424 wanita usia 45 tahun ke atas. Sampel yang diambil 78 wanita menopause yang memenuhi kriteria yang ditentukan, yaitu: 1). Wanita berusia 45 tahun keatas, 2). Telah berhenti haid minimal 1 tahun, 3). Bertempat tinggal di kelurahan Terban, 4). Tidak punya riwayat penyakit DM, hipertensi, jantung dan tidak pernah histerektomi, 5). Bersedia menjadi responden. Data dianalisis dengan uji statistik parametrik product moment untuk mengetahui hubungan antara kesiapan wanita menghadapi menopause dan keluhan yang timbul saat menopause. Uji hubungan antara kesiapan wanita menghadapi menopause dan keluhan yang timbul saat menopause, maka data dianalisa menggunakan korelasi Product moment. Uji normalitas data menunjukkan bahwa kedua data tersebut terdistribusi secara normal. Berdasarkan uji Product moment diketahui nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,069 dengan tingkat signifikasinya (p) sebesar 0,547. Nilai p yang lebih besar dari 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kesiapan wanita menghadapi menopause dan keluhan yang timbul saat menopause. Nilai r yang negatif, karena tidak ada hubungan yang signifikan, maka tidak perlu ditafsirkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang mempunyai kesiapan baik (21,79 %), cukup (76,92 %) dan kurang baik (1,28 %). Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai kesiapan cukup, salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah sebagian besar responden hanya tamatan SD (38, 46 %), sehingga dengan rendahnya tingkat pendidikan, kemampuan untuk mencari maupun menerima informasi rendah. Hal ini didukung oleh pendapat yang mengatakan bahwa wanita yang berpendidikan tinggi lebih mengerti tentang klimakterium, hal ini sangat memungkinkan oleh karena wanita level ini lebih mudah mendapat akses/sarana dan fasilitas penunjang seperti : majalah, koran, buku kesehatan dan lain-lain untuk memperoleh informasi dan pengetahuan tentang klimakterium. DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 42

Berdasarkan penilaian terhadap kuesioner keluhan diketahui bahwa responden yang mempunyai keluhan rendah (42,31 %), sedang (56,41 %) dan tinggi (1,28 %). Berdasarkan data tersebut diketahui bahwa sebagian besar responden mempunyai keluhan sedang, salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah sebagian besar responden berpendidikan rendah (tamat SD dan tidak tamat SD), dimana pada tingkat pendidikan tersebut biasanya keluhan tidak banyak muncul. Pernyataan ini didukung oleh pendapat yang mengatakan bahwa keluhan banyak muncul dari wanita yang berlatar belakang pendidikan menengah (SLTP) dan tinggi (tamat SMU dan Perguruan Tinggi), dan yang tinggal di kota. Tingkat kesiapan wanita menghadapi menopause dalam kategori cukup dan tingkat keluhan yang muncul saat menopause dalam kategori sedang. Secara statistik tidak ada hubungan yang bermakna antara kesiapan wanita menghadapi menopause dan keluhan yang timbul saat menopause. Keluhan yang timbul saat menopause tidak hanya dipengaruhi oleh kesiapan wanita menghadapi menopause, tapi juga dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak ikut diteliti dalam penelitian ini.

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 43

Lampiran 12 : alir seminar proposalMahasiswa yg telah memenuhi persyaratan Skripsi Penentuan pembimbing utama dan pendamping oleh Pengajuan area bidang penelitian ke koordinator koordinator Skripsi Pelaporan judul yg telah Penentuan/perumusan judul penelitian (mahasiswa dng pembimbing) Disetujui pembimbing, 3 hari sebelum Proposal masuk ke Seminar pembimbing 2 hari pelaksanaan mendaftar seminar proposal ke koordinator Skripsi Akademik) Bimbingan proposal sesuai judul (minimal 4 kali) disetujui pembimbing ke koordinator Skripsi

ALIR SEMINAR PROPOSAL MAHASISWA PSIK UNIV. JEMBER

Gagal Skripsi Disetujuiproposal

(koordinator koordinasi dng Maksimal dalam waktu 4 minggu sebelum pelaksanaan

Perbaikan proposal sesuai seminar proposal

masukan pembimbing saat

Maksimal 1 minggu

Pelaporan perbaikan proposal pada pembimbing

Pelaksanaan Mengurus surat ijin penelitian penelitian

Minimal 8 mingguPersiapan seminar hasil penelitian

Bimbingan penyusunan laporan hasil

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 44

Lampiran 13: alir sidang hasil penelitian

ALIR SIDANG HASIL PENELITIAN MAHASISWA PSIK UNIV.JEMBERMahasiswa yg telah siap dengan laporan hasil

Disetujui3 hari sebelum pelaksanaan seminar hasil, mengisi formulir pendaftaran seminar ke koordinator Skripsi (koordinator koordinasi dengan Akademik) Mahasiswa mempersiapkan materi seminar sesuai persyaratan yg ada 2 hari sebelum pelaksanaan seminar, laporan hasil sudah ada di pembimbing & penguji

Gagal

Telat

Mahasiswa mengulangi prosedur dari awal

Mahasiswa konsultasi ulang dengan pembimbing Telat

Pelaksanaan seminar hasil (1Lulus minggu seblm UAS berakhir)

Tidak boleh mengikuti

Mahasiswa persiapan

Menyerahkan laporan Skripsi yg telah Maksimal di tanda tangani pembimbing & penguji ke akademik, penguji & pembimbing

2 mingguPerbaikan laporan hasil,sesuai masukan saat seminar hasil

Lampiran 14 : alir surat ijin penelitian yudisium yudisium

ALIR SURAT IJIN PENELITIAN MAHASISWA PSIK UNIV.JEMBERDOKUMEN MILIK PSIK UNEJ Page 45

Laporan proposal dari mahasiswa & surat permohonan ijin mahasiswa

Koordinator Skripsi akan membawa permohonan mahasiswa ke Akademik

Akademik akan memproses surat permohonan ke ketua PSIK

Ketua PSIK mengeluarkan surat ijin penelitian Surat

ijin diterima mahasiswa

tidak disetujuiIjin Ke LEMLIT

Mahasiswa konsultasi ulang dengan pembimbing

Balasan surat ijin penelitian

Ijin ke Bakesbanglinmas

Disetujui Mahasiswa meneruskan surat ijinpenelitian ke Instansi yang bersangkutan

Mahasiswa dapat melakukan penelitian

DOKUMEN MILIK PSIK UNEJ

Page 46