Operation Management

of 61 /61
MODUL KULIAH MANAJEMEN OPERASI (OPERATIONS MANAGEMENT) Oleh : Dra. Nining Widiyanti, MM 1

Transcript of Operation Management

Page 1: Operation Management

MODUL KULIAH

MANAJEMEN OPERASI

(OPERATIONS MANAGEMENT)

Oleh :Dra. Nining Widiyanti, MM

FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS JANABADRA

YOGYAKARTA

1

Page 2: Operation Management

SILABI

MANAJEMEN OPERASI (OPERATION MANAGEMENT)

A. PENDAHULUAN1. Pengertian Manajemen Operasi2. Ruang Lingkup Manajemen Operasi3. Pengukuran Produktivitas

B. STRATEGI OPERASI1. Mengindentifiakasi Misi dan Strategi2. Keputusan Manajemen Operasi3. Isu-isu Strategi Operasi4. Penerapan Strategi Operasi

C. DESAIN BARANG DAN JASA1. Seleksi Barang dan Jasa2. Pengembangan Produk3. Nilai Suatu Produk4. Mendefenisikan dan Mendokumentasi Produk

D. DESAIN PROSES DAN KAPASITAS1. Strategi Proses2. Mesin, Peralatan dan Teknologi3. Rekayasa Ulang Proses4. Pemilihan Strategi Proses Jasa5. Kapasitas dan Luas Produksi

E. PEMILIHAN LOKASI1. Pentingnya Lokasi Yang Strategis2. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Lokasi3. Metode Evaluasi Lokasi4. Strategi Lokasi Pelayanan Jasa

F. MANUSIA DAN SISTEM KERJA1. Manusia dan Sistem Kerja2. Desain Pekerjaan3. Standart Tenaga Kerja dan Pengukuren Kerja

2

Page 3: Operation Management

G. DESAIN TATA LETAK1. Pentingnya Desain Tata Letak 2. Jenis Tata Letak

H. MANAJEMEN PERSEDIAAN1. Fungsi Persediaan2. Manajemen Persediaan3. Material Requirement Planning (MRP)

I. SISTEM JUST IN TIME1. Sejarah da Filosofi Just in Time2. Tata Letak Just in Time3. Penjadwalan Just in Time4. Just in Time dalam Sektor Jasa

J. PENGAWASAN KWALITAS1. Pengertian dan Rusng Lingkup Pengaasan Kwalitas2. Pengawasan Kwalitas secara Statistik (SQC)3. Pengawasan Mutu Terpadu , TQC , TQM

LITERATUR :1. Krajewski. Lee J. and Ritzman, Larry P. (1999), Operations Management

Strategi and Analysis, Addison-Wesley Publishing Company, Fifth Edition, New York.

2. Barry Render and Jay Heizer, (2001), Prinsip Prinsip Manajemen Operasi , Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

3. Drs. Zulian Yamit. Msi, (1996), Manajemen Produksi dan Operasi, Penerbit Ekonisia, Yogyakarta,

3

Page 4: Operation Management

1.PENGERTIAN MANAJEMEN OPERASI

PRODUKSI = PENCIPTAAN BARANG DAN JASA

MANAJEMEN OPERASI :

MERUPAKAN SERANGKAIAN KEGIATAN YANG MEMBUAT

BARANG DAN JASA MELALUI PERUBAHAN DARI INPUT

(MASUKAN) MENJADI OUTPUT (KELUARAN). (BARRY

RENDER & JAY HEIZER, 2001)

MERUPAKAN PROSES TRANSFORMASI INPUT MENJADI

OUTPUT BERUPA BARANG ATAU JASA SECARA TERARAH DAN

SISTEMATIS (KRAJEWSKI & RITZMAN,1999)

DARI DUA DEFENISI ATAU PENGERTIAN DIATAS DAPAT DIKATAKAN

BAHWA MANAJEMEN OPERASI ADALAH PROSES KEGIATAN

PERENCANAAN, PENGORGANISASIAN, PENGARAHAN,

PENGKOORDINASIAN, SERTA PENGENDALIAN DALAM USAHA

PENCIPTAAN BARANG ATAU JASA SECARA LEBIH EFISIEN SEHINGGA

LEBIH BERMANFAAT BAGI PEMENUHAN KEBUTUHAN MANUSIA DAN

DAPAT MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAAN YANG TELAH DITETAPKAN.

TUJUAN MANAJEMEN OPERASI :

MENGATUR PENGGUNAAN RESOURCES (SUMBERDAYA-

SUMBERDAYA PRODUKSI) YANG ADA SEPERTI MATERIAL (BAHAN-

BAHAN), TENAGA KERJA, MESIN-MESIN, DAN PERLENGKAPAN ATAU

4

Page 5: Operation Management

FASILITAS LAINNYA SEDEMIKIAN RUPA SEHINGGA PROSES

PRODUKSI DAPAT BERJALAN SECARA EFISIEN DAN EFEKTIF.

EFISIEN :

PROSES PRODUKSI DAPAT BERJALAN DENGAN BIAYA YANG MINIMAL

DAN DAPAT DISELESAIKAN TEPAT PADA WAKTUNYA.

EFEKTIF :

DENGAN MENGGUNAKAN RESOUSCES YANG ADA DAPAT MENCAPAI

OUTPUT/ HASIL YANG MAKSIMAL, YANG ARTINYA TINGKAT

PRUKTIVITAS MENINGKAT.

MANAJEMEN OPERASI MERUPAKAN BAGIAN DARI SUATU SISTEM

YAITU SISTEM OPERASI

SISTEM OPERASI :

MERUPAKAN SUATU SISTEM YANG TERDIRI INPUT (MASUKAN),

PROSES (TRANSFOMASI), OUTPUT (KELUARAN) DAN ALIRAN

INFORMASI YANG MENGHUBUNGKAN DENGAN LINGKUNGAN

EKSTERNAL

SEBAGAI SUATU SISTEM MANAJEMEN OPERASI MEMPUNYAI

KARATERISTIK YAITU :

1. MEMPUNYAI TUJUAN, YAITU MENGHASILAKAN BARANG ATAU

JASA

2. MEMPUNYAI KEGIATAN, YAITU PROSES /TRANSFORMASI

3. MEMPUNYAI MEKANISME YAITU PENGENDALIKAN OPERASI

5

Page 6: Operation Management

GAMBAR : SISTEM OPERASI

.

2. RUANG LINGKUP MANAJEMEN OPERASI

RUANG LINGKUP MANAJEMEN OPERASI BERKAITAN DENGAN

PENGOPERASIAN SISTEM OPERASI, PEMILIHAN SERTA PENYIAPAN

SISTEM OPERASI YANG MELIPUTI KEPUTUSAN :

A. PERENCANAAN OUTPUT

B. DESAIN PROSES YRANSPORMASI

C. PERENCANAAN KAPASITAS

D. PERENCANAAN BANGUNAN PABRIK

E. PERENCANAAN TATA LETAK

F. DESAIN ALIRAN KERJA

G. MANAJEMEN PERSEDIAAN

H. PENGENDALIAN KWALITAS/MUTU

INPUT

1.TENAGA KERJA2.PERALATAN3.AHAN BAKU4.SERVICE5. TANAH6.GEDUNG7.ENERGI

PROSES

TRANSFORMASI

OUTPUT

BARANG

ATAU

JASA

FEEDBACK INFORMATION

6

PARTISIPASI KONSUMEN / PELANGGAN

Page 7: Operation Management

ASPEK DALAM MANAJEMEN OPERASI MENURUT KRAJEWSKI &

RITZMAN, (1999), YAITU :

1. MANAJEMEN OPERASI SEBAGAI SUATU KUMPULAN

KEPUTUSAN (OPERATIONS MANAGEMENT AS A SET OF

DECEISIONS)

2. MANAJEMEN OPERASI SEBAGAI SUATU FUNGSI

PERUSAHAAN

(OPERATIONS MANAGEMENT AS A FUNCTION)

3. MANAJEMEN OPERASI SEBAGAI SUATU INTERFUNGSIONAL

SECARA IMPERATIF (OPERATIONS MANAGEMENT AS AN

INTERFUNCTIONAL IMPERATIVE)

4. MANAJEMEN OPERASI SEBAGAI SUATU ALAT BERSAING

(OPERATIONS MANAGEMENT AS A COMPETITIVE WEAPON)

3. PENGUKURAN PRODUKTIVITAS

PRODUKTIVITAS ADALAH MERUPAKAN PERBANDINGAN ANTARA

NILAI DARI OUTPUT (BARANG ATAU JASA) DENGAN NILAI INPUT

(TENAGA KERJA, MODAL, FASILITAS, DAN MANAJEMEN)

OUTPUTPRODUKTIVITAS = ------------

INPUT

PENGUKURAN PRODUKTIVITAS DAPAT DIBAGI MENJADI :

1. LABOR PRODUCTIVITY (PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA

2. MACHINE PRODUCTIVITY (PRODUKTIVITAS MESIN)

3. MULTIFACTOR PRODUKTIVITY (PRODUKTIVITAS MULTIFAKTOR)

7

Page 8: Operation Management

STRATEGI MERUPAKAN KONSEP MULTIDIMENSIONAL YANG

MERANGKUM SEMUA KEGIATAN KRITIS DALAM PERUSAHAAN ATAU

ORGANISASI, MEMBERIKAN ARAH DAN TUJUAN SERTA MEMFASILITASI

BERBAGAI PERUBAHAN YANG DIPERLUKAN SEBAGAI ADAPTASI

TERHADAP PERKEMBANGAN LINGKUNGAN.

STRATEGI OPERASI ADALAH SUATU VISI DARI TUJUAN FUNGSI

OPERASI YANG MENETAPKAN KESELURUHAN ARAH BAGI

PENGAMBILAN KEPUTUSAN.

STRATEGI OPERASI TERDIRI DARI EMPAT KOMPONEN YAITU :

MISI (MISSION)

TUJUAN (OBJECTIVE)

KEMAMPUAN KHUSUS (DISTINCTIVE COMPETENCE)

KEBIJAKAN (POLICIES)

KEEMPAT KOMPONEN STRATEGI OPERASI TERSEBUT AKAN

MENJELASKAN TUJUAN OPERASI APA YANG HARUS DICAPAI DAN

BAGAIMANA MENCAPAI TUJUAN TERSEBUT. STRATEGI OPERASI HARUS

BERPEDOMAN PADA STRATEGI BISNIS ATAU STRATEGI PERUSAHAAN

(CORPORATE STRATEGY)

8

Page 9: Operation Management

BAGAIMANA OPERATION STRATEGY BERHUBUNGAN DENGAN

CORPORATE STRATEGY DAPAT DILIBAT PADA GAMBAR BERIKUT INI.

GAMBAR HUBUNGAN CORPORATE STRATEY DENGAN FUNCTIONAL STRATEGY

Socioeconomic and business environment

Corporate StrategyMissionsGoalsDistinctive Competence

Future DirectionsGlobal StrategyNew Product

CapabilitiesCurrentNeededPlan

Functional area strategiesFinanceMarketingOperationsOthers

9

Market analysis Segmentation Needs

assesment

Compettive PrioritiesOperation : Cost Quality Time FlexibilityMarketingFinanceOthers

Page 10: Operation Management

1. MENGINDENTIFIKASI MISI DAN STRATEGI

MANAJEMEN OPERASI YANG EFEKTIF HARUS MEMPUNYAI MISI DAN

STRATEGI SEHINGGA TAHU KEMANA HARUS MELANGKAH DAN

BAGAIMANA BISA SAMPAI DISANA.

MISI

MERUPAKAN SUATU PERNYATAAN MENGENAI APA YANG MENJADI

SASARAN PERUSAHAAN, PERNYATAAN INI MEMBERIKAN BATASAN

DAN FOKUS UNTUK PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI ,DAN KONSEP

YANG MENJADI LANDASAN UNTUK BERGERAK. MISI JUGA DAPAT

DIANGGAP SEBAGAI INTI STRATEGI APA YANG INGIN DICAPAI.

PERNYATAAN MISI PADA DASARNYA UNTUK MENJAWAB

PERTANYAAN YANG MENDASAR SEPERTI ANTARA LAIN :

APA BISNIS KITA

SIAPA PELANGGAN KITA

KOMPETENSI APA YANG KITA MILIKI

SETELAH MISI DITETAPKAN, MASING-MASING BIDANG FUNGSIONAL

DALAAM PERUSHAAN MENETAPKAN MISI PENDUKUNGNYA.

STRATEGI

STRATEGI ADALAH RENCANA AKSI ORGANISASI UNTUK MENCAPAI

MISI, SETIAP BIDANG FUNGSIONAL MEMILIKI STRATEGI UNTUK

MENCAPAI MISINYA DAN UNTUK MEMBANTU PERUSAHAAN ATAU

ORGANISASI UNTUK MENCAPAI SELURUH MISINYA

10

Page 11: Operation Management

2. KEPUTUSAN MANAJEMEN OPERASI

SEPULUH KEPUTUSAN MANAJEMEN OPERASI YANG MENDUKUNG

MISI DAN MENERAPKAN STRATEGI ADALAH :

QUALITY ATAU MUTU.

DESAIN PRODUCT.

DESAIN PROSES DAN KAPASITAS

SELEKSI LOKASI

DESAIN LAY-OUT

MANUSIA DAN SISTEMKERJA

MANAJEMEN DAN RANTAI-PASOKAN

PERSEDIAAN

PENJADWALAN

PEMELIHARAAN

3. ISU ISU STRATEGI OPERASI

SETELAH PERUSAHAAN MENETAPKAN MISI, MENGEMBANGKAN DAN

MENERAPKAN STRATEGI TERTENTU MENUNTUT MANAGER OPERASI

UNTUK MENGEMBANGKAN SEJUMLAH ISU.

ISU-ISU DIKAJI DENGAN TIGA CARA YAITU :

Apa hasil riset tentang strategi manajemen operasi yang

efektif.

Indentifikasi prakondisi untuk mengembangkan strategi

manajemen operasi yang efektif.

11

Page 12: Operation Management

Telaah dinamika pengembangan strategi manajemen

operasi.

RISET

DARI HASIL RISET TENTANG PROFIT IMPACT OF MARKET STRATEGY

MENGINDENTIFIKASI BEBERAPA KARAKTERISTIK YANG

MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MANAJEMEN STRATEGI ANTARA

LAIN :

MUTU PRODUK YANG TINGGI

PEMANFAATAN KAPASITAS YANG TINGGI

EFEKTIVITAS OPERASI YANG TINGGI

ITENSITAS INVESTASI YANG RENDAH

BIAYA PERUNIT YANG RENDAH

PRAKONDISI

MANAGER OPERASI PERLU MEMAHAMI PRAKONDISI BERIKUT INI

UNTUK STRATEGI ANAJEMEN OPERASI YANG EFEKTIF :

LINGKUNGAN SEKARANG DAN SEDANG BERUBAH

PERMINTAAN KOMPETITIF

MENGETAHUI STRATEGI PERSAINGAN

DAUR HIDUP PRODUK

DINAMIKA

STRATEGI MANAJEMEN OPERASI DAPAT SAJA BERUAH KARENA

DINAMIKA YANG TERJADI YAITU :

12

Page 13: Operation Management

STRATEGI BERSIFAT DINAMIS KARENA PERUBAHAN DALAM

PERUSAHAAN ATAU ORGANISASI

STRATEGI DINAMIS KARENA PERUBAHAN LINGKUNGAN

PROSEDUR STRATEGI MANAJEMEN OPERASI

13

Page 14: Operation Management

ANALISIS LINGKUNGANMENGINDENTIFIKASI SWOT, MEMAHAMI LINGKUNGAN PELANGGAN,

INDUSTRU, DAN PESAING

MENENTUKAN MISI PERUSAHAAN

MENYATAKAN LATAR BELAKANG PERUSAHAAN DAN

MENGINDENTIFIKASI NILAI YANG DICIPTAKAN

MEMBENTUK STRATEGIMEMBANGUN KEUNGGULAN KOPENTITIF, SEPERTI HARGA

RENDAH, FLEKSIBELITAS, QUALITAS, PELAYANAN YANG CEPAT, LINI

PRODUK YANG LUAS

MENERAPKAN STRATEGI UTAMA DAN MEMBENTU STRATEGI BIDANG FUNGSIONAL

PEMASARAN

PELAYANANDISTRIBUSIPROMOSIHARGAPOSISI

PRODUK

KEUANGANLEVERAGE

COST OF CAPITALWORKING CAPITALPIUTANGKREDITSAHAM

OPERASIQUALITYPRODUCTPROCES

LOCATIONRESOURCES

LAY-OUTFACILITY

SHCEDULINGMAINTENANCE

14

Page 15: Operation Management

DESAIN ATAU RANCANGAN PRODUK YANG BAIK MUTUNYA

MERUPAKAN KUNCI DI DUNIA BISNIS.

UNTUK MEMAKSIMUMKAN PELUANG SUKSES TERSEBUT PERUSAHAAN

PERUSAHAAN HARUS MEMFOKUSKAN DIRINYA HANYA PADA

BEBERAPA PRODUK TERTENTU, KEMUDIAN MEMPERTAHANKAN

TINGKAT MUTUNYA SETINGGI MUNGKIN.

KEBANYAKAN PRODUK MEMPUNYAI SIKLUS HIDUP YANG TERBATAS

DAN DAPAT DIPREDIKSI KAPAN MULAI MENURUN, SEHINGGA

PERUSAHAAN HARUS TERUS MENERUS MENCARI PRODUK BARU,

DIKEMBANGKAN , DAN DIPASARKAN. MANAJER OPERASI YANG BAIK

AKAN SELALU MENJALIN KOMUNIKASI DENGAN KONSUMEN,

PENGELOLA PRODUK, PROSES, DAN PEMASOK, SEHINGGA TINGKAT

KESUKSESAN PRODUK BARU AKAN BERHASIL.

PRODUK MERUPAKAN SEGALA SESUATU YANG DAPAT MEMENUHI

KEBUTUHAN MANUSIA, PRODUK DAPAT BERUPA BENDA, JASA,

PRESTISE, TEMPAT, ORGANISASI, MAUPUN IDEA.

1. SELEKSI PRODUK

SELEKSI PRODUK ADALAH KEGIATAN PEMILIHAN BARANG ATAU

JASA YANG AKAN DIGUNAKAN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN

KONSUMEN ATAU KLIEN PERUSAHAAN.

PILIHAN PRODUK

MANAJEMEN MEMPUNYAI BERBAGAI PILIHAN ATAS PRODUK YANG

AKAN DIJUAL PERUSAHAAN.

15

Page 16: Operation Management

KEPUTUSAN PRODUK MERUPAKAN HAL YANG FUNDAMENTAL

DAN MEMPUNYAI IMPLIKASI YANG BESAR PADA FUNGSI OPERASI.

KEPUTUSAN PRODUK AKAN MEMPENGARUHI BIAYA, PERALATAN,

MODAL, DESAIN TATALETAK, KEBUTUHAN RUANGAN,

KETERAMPIKAN PEKERJA YANG DIBUTUHKAN, PELATIHAN

PEKERJA, BAHAN MENTAH DAN PROSES YANG DIGUNAKAN.

KEGIATAN SELEKSI, PENCARIAN MANFAAT, DAN DESAIN PRODUK

TERJADI SECARA TERUS MENERUS KARENA ADANYA PELUANG

HADIRNYA PRODUK BARU.

PELUANG MUNCULNYA PRODUK BARU

LIMA FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELUANG MUNCULNYA

PRODUK BARU YAITU :

PERUBAHAN EKONOMI

PERUBAHAN SOSIOLOGI DAN DEMOGRAFI

PERUBAHAN TEKNOLOGI

PERUBAHAN POLITIK

PERUBAHAN LAIN YANG DAPAT TIMBUL DARI DINAMIKA

PASAR, STANDAR PROFESI, PEMASOK/PENYALUR.

MANAJER OPERASI HARUS MENYADARI ADANYA FAKTOR FAKTOR

DIATAS DAN SELALU MENGANTISIPASI PERUBAHAN TERSEBUT

TERHADAP ADANYA PELUANG BAGI PRODUK YANG BARU.

KEHIDUPAN SUATU PRODUK (PRODUK LIFE CICLE)

ADA BEBERAPA TAHAP YAITU :

PERKENALAN (INTRODUCTION)

PERTUMBUHAN (GROWTH)

KEDEWASAAN (MATURITY)

16

Page 17: Operation Management

PENURUNAN (DECLENING)

2. PENGEMBANGAN PRODUK

PENGEMBANGAN PRODUK SEBAIKNYA DILAKUKAN OLEH SEBUAH

TIM FORMAL, TIM PENGEMBANGAN PRODUK BERTANGGUNG JAWAB

UNTUK MERUBAH PRODUK YANG DIINGINKAN PASAR DAN UNTUK

MENCAPAI SUKSESNYA PRODUK DIPASAR.

PRODUK YANG AKAN SUKSES DIPASAR MEMELIKI CIRI 3 HAL YAITU :

MARKETABILITY

MANUFACTURABILITY

SERVICEABILITY

TAHAP TAHAP PENGEMBANGAN PRODUK

PENCARIAN IDEA

PERSYARATAN YANG HARUS DIPENUHI PASAR

SPESIFIKASI FUNGSIONAL

SPESIFIKASI PRODUK

ULAN RANCANGAN

PENGUJIAN PASAR

PENGENALAN PRODUK

EVALUASI

3. NILAI SUATU PRODUK (PRODUCT BY VALUE)

MANAJER OPERASI HARUS MEMBERIKAN PERHATIAN KHUSUS PADA

UNIT UNIT PRODUK YANG PROSPEKNYA PALING BAIK. ANALISIS

PRODUK YANG BERDASAR NILAINYA MENGINDENTIFIKASI PRODUK

YANG DIURUT DIMULAI DARI KONTRIBUSI YANG TERBESAR.

4. MENDEFINISIKAN DAN MENDOKUMENTASIKAN PRODUK

17

Page 18: Operation Management

PRODUK BARU YANG AKAN DIPERKENALKAN DIPASAR HARUS

DIDEFENISIKAN SESUAI DENGAN FUNGSINYA YAKNI APA YANG BISA

DIMANFAATKAN KONSUMEN DARI PRODUK TERSEBUT. KEMUDIAN

DIRANCANG, DITENTUKAN BAGAIMANA FUNGSI FUNGSI YANG

HARUS DIMANFAATKAN KONSUMEN ITU DAPAT DICAPAI.

SPESIFIKASI UMUM PRODUK DIPERLUKAN UNTUK MEMASTIKAN

PRODUKSI YANG EFISIEN. SETELAH PENDEFENISIAN,

PERANCANGAN, DAN PENDOKUMENTASIAN PRODUK BARU DAPAT

MENENTUKAN TATA LETAK (LAY-OUT) PERALATAN DAN KUALIFIKASI

SDM, OLEH SEBAB ITU SETIAP ORGANISASI MEMBUTUHKAN

DOKUMEN DOKUMEN UNTUK MENDEFENISIKAN PRODUK.

5. DOKUMEN PRODUKSI

BEBERAPA JENIS DOKUMEN ANTARA LAIN :

GAMBAR PERAKITAN

DIAGRAM PERAKITAN

LEMBAR RUTE

PERINTAH KERJA

PEMBERITAHUAN PERUBAHAN TEKNIS

D. DESAIN PROSES DAN KAPASITAS

18

Page 19: Operation Management

KEPUTUSAN PENTING YANG MENJADI TANGGUNG JAWAB MANAJER

OPERASI ADALAH MENEMUKAN CARA TERBAIK UNTUK MEMPRODUKSI

PRODUK. SUATU KEPUTUSAN YANG BERKAITAN DENGAN PROSES

ATAU TRANSFORMASI PRODUKSI ADALAH PENDEKATAN YANG

DIGUNAKAN ORGANISASI DALAM MENTRANSFORMASIKAN

SUMBERDAYA-SUMBERDAYA YANG ADA MENJADI SUATU PRODUK.

PROSES PRODUKSI DAPAT JUGA DIDEFENISIKAN SEBAGAI KEGIATAN

DENGAN MELIBATKAN TENAGA MANUSIA, BAHAN, SERTA PERALATAN

UNTUK MENGHASILKAN PRODUK YANG MEMENUHI KEINGINAN

KONSUMEN.

1. STRATEGI PROSES

STRATEGI PROSES PRODUKSI ADA TIGA MACAM YAITU :

FOKUS PROSES, JIKA PRODUKSI DILAKSANAKAN DI SEPUTAR

PROSES, STRATEGI PRODUKSI ITU DINAMAKAN STRATEGI YANG

MEMFOKUSKAN PADA PROSES. DALAM PROSES INI BIASANYA

JUMLAH PRODUKNYA HANYA SEDIKIT TETAPI VARIASINYA CUKUP

BANYAK, JUGA DIKENAL DENGAN INTERMITTEN PROCESSES

ATAU PROSES PRODUKSI YANG TERPUTUS PUTUS. CONTOHNYA

JOB SHOP.

FOKUS PRODUK, JIKA PRODUKSINYA DILAKSANAKAN DISEPUTAR

PRODUK, STRATEGI PRODUKSI ITU DINAMAKAN STRATEGI YANG

MEMFOKUSKAN PADA PRODUK. DALAM PROSES INI BIASANYA

JUMLAH PRODUKNYA CUKUP BESAR TETAPI VARIASINYA SEDIKIT,

JUGA DIKENAL DENGAN PROSES PRODUKSI YANG TERUS

MENERUS.

19

Page 20: Operation Management

FOKUS PROSES BERULANG, JIKA PRODUKSINYA DILAKUKAN

DALAM JALUR PERAKITAN, SEPERTI PERAKITAN MOBIL, ALAT

ALAT RUMAH TANGGA SEPERTI MEBELER DAN LAIN LAIN

2. MESIN, PERALATAN DAN TEKNOLOGI

PEMILIHAN MESIN, PERALATRAN, DAN TEKNOLOGI DAPAT

MEMBERIKAN KEUNTUNGAN KOMPETITIF BAGI PERUSAHAAN,

SEPERTI ANTARA LAIN PROSES YANG SUDAH SOLID, BIAYA PERUNIT

PRODUK LEBIH RENDAH, DAN KUALITAS YANG LEBIH BAIK.

3. REKAYASA ULANG PROSES

KEGIATAN MEREKAYASA ULANG PROSES ARTINYA MEMIKIRKAN

KEMBALI SECARA MENDASAR DAN MERANCANG KEMBALI SECARA

RADIKAL PROSES PRODUKSI, DALAM RANGKA MENGHASILKAN

PERBAIKAN YANG DRAMATIS TERHADAP KINERJA.

BEBERAPA PERTANYAAN YANG MENDASAR MEMUNCUKAN PERLU

REKAYASA ULANG ANTARA LAIN :

APAKAH PROSES DIDESAIN UNTUK MENCIPTAKAN NILAI

KONSUMEN

APAKAH KITA MENCAPAI KEUNTUNGAN YANG KOMPETITIF

DALAM HAL MUTU ATAU KUALITAS, KECEPATAN ATAU WAKTU,

HARGA DAN LAIN LAINNYA.

APAKAH PROSES ITU DAPAT MEMBANTU MEMENANGKAN

ORDER

APAKAH PROSES ITU MEMAKSIMUMKAN PERSEPSI

KONSUMEN TENTANG NILAI

20

Page 21: Operation Management

4. KAPASITAS DAN LUAS PRODUKSI

KAPASITAS PRODUKSI ADALAH JUMLAH DAN JENIS OUTPUT

MAKSIMUM YANG DAPAT DIPRODUKSI DALAM SATUAN WAKTU

TERTENTU.

KAPASITAS PRODUKSI DITENTUKAN OLEH KAPASITAS SUMBERDAYA

YANG DIMILIKI SEPERTI KAPASITAS MESIN, TENAGA KERJA, AHAN

BAKU, MODAL DAN LAIN LAINNYA.

LUAS PRODUKSI

UNTUK MENENTUKAN LUAS PRODUKSI SUATU PERUSAHAAN DAPAT

MENGGUNAKAN METODE SEBAGAI BERIKUT :

METODE PENDEKATAN BREAK EVEN

ANALISIS BREAK EVEN ADALAH SUATU TEKNIK ANALISIS UNTUK

MEMPELAJARI HUBUNGAN ANTARA BIAYA TETAP, BIAYA

VARIABEL, KEUNTUNGAN DAN VOLUME KEGIATAN. DALAM

PERANCANGAN KEUNTUNGAN ANALISIS BREAK EVEN

MERUPAKAN “PROFIT PLANNING APPROACH” YANG

MENDASARKAN PADA HUBUNGAN ANTARA BIAYA (COST) DAN

PENGHASILAN PENJUALAN (REVENUE). DALAM MENGADAKAN

ANALISIS BREAK EVEN DIGUNAKAN ASUMSI-ASUMSI DASAR

SEBAGAI BERIKUT :

1) BIAYA DI DALAM PERUSAHAAN DIBAGI DALAM UNSUR BIAYA

TETAP DAN UNSUR BIAYA VARIABEL.

2) BESARNYA BIAYA VARIABEL SECARA TOTALITAS BERUBAH-

UBAH SECARA PROPORSIONAL DENGAN VOLUME KEGIATAN

21

Page 22: Operation Management

(PRODUKSI/PENJUALAN). INI BERARTI BAHWA BIAYA VARIABEL

PERUNITNYA ADALAH TETAP SAMA.

3) BESARNYA BIAYA TETAP SECARA TOTALITAS TIDAK BERUBAH

MESKIPUN ADA PERUBAHAN VOLUME PRODUKSI/PENJUALAN.

INI BERARTI BAHWA BIAYA TETAP PERUNITNYA BERUBAH-

UBAH KARENA ADANYA PERUBAHAN VOLUME KEGIATAN.

4) HARGA JUAL PERUNIT TIDAK BERUBAH SELAMA PERIODE

YANG DIANALISIS.

5) PERUSAHAAN HANYA MEMPRODUKSI SATU MACAM PRODUK.

APABILA DIPRODUKSI LEBIH DARI SATU MACAM PRODUK,

PERIMBANGAN PENGHASILAN PENJUALAN ANTARA MASING-

MASING PRODUK ATAU “SALES MIX” NYA ADALAH TETAP

KONSTAN.

PERHITUNGAN BREAK EVEN POINT DAPAT DILAKUKAN DENGAN

MENGGUNAKAN RUMUS ALJABAR SEBAGAI BERIKUT :

1) PERHITUNGAN BREAK EVEN POINT ATAS DASAR UNIT DAPAT

DILAKUKAN DENGAN MENGGUNAKAN RUMUS :

BEP (UNIT) =

DI MANA :

P = HARGA JUAL PERUNIT

V = BIAYA VARIABEL PERUNIT

FC = BIAYA TETAP

22

Page 23: Operation Management

2) PERHITUNGAN BREAK EVEN POINT ATAS DASAR SALES

DALAM RUPIAH DAPAT DILAKUKAN DENGAN RUMUS ALJABAR

SEBAGAI BERIKUT :

BEP =

di mana :

FC = Biaya tetap

VC = Biaya variable

S = Volume penjualan

SECARA GRAFIK TITIK BREAK EVEN POINT DITENTUKAN OLEH

PERSILANGAN ANTARA GARIS TOTAL PENDAPATAN DAN GARIS

TOTAL BIAYA. JIKA DIGAMBARKAN AKAN TAMPAK SEBAGI

BERIKUT :

BERIKUT AKAN DISAJIKAN SEBUAH CONTOH SEDERHANA

MENGENAI PENENTUAN LUAS PRODUKSI DENGAN METODE BREAK

EVEN.

PERUSAHAAN SPC BEKERJA DENGAN BIAYA TETAP SEBESAR RP.

300.000,00. BIAYA VARIABEL PERUNIT RP. 100,00. HARGA JUAL

RP. 200,00. KAPASITAS PRODUKSI MAKSIMUM 5000 UNIT. JUMLAH

PERMINTAAN YANG MASUK 4500 UNIT. BERAPAKAH JUMLAH

MINIMAL PRODUK YANG HARUS DIPRODUKSI OLEH PERUSAHAAN

(TITIK IMPAS PERUSAHAAN) ?

A.BREAK EVEN DALAM UNIT

BEP (UNIT) =

23

Q (Unit)

Biaya Tetap

Biaya Variabel

TC

TR

BEPLaba

Rugi

Q1

S1

Titik Break Even

Cost and Revenue (Rp)

Page 24: Operation Management

= 3000 UNIT

RUMUS TERSEBUT PADA DASARNYA MERUPAKAN PENGGUNAAN

KONSEP CONTRIBUTION MARGIN PERUNIT (YAITU SELISIH

ANTARA HARGA JUAL PERUNIT DENGAN BIAYA VARIABEL

PERUNIT). DARI CONTOH TERSEBUT CM/UNIT ADALAH RP.

100,00 YAITU RP. 200,00 – RP.100,00 SEDANGKAN DANA SETIAP

UNIT PRODUK UNTUK MENUTUP BIAYA TETAP ADALAH SEBESAR

RP. 200,00 MAKA UNTUK MENUTUP BIAYA TETAP DIPERLUKAN

JUMLAH PRODUKSI YANG HARUS TERJUAL SEBANYAK 3000 UNIT.

B. BREAK EVEN DALAM RUPIAH

BEP (UNIT) =

= RP. 600.000

DARI PERHITUNGAN TERSEBUT DIKETAHUI BAHWA VOLUME

PENJUALAN PADA BREAK EVEN DINYATAKAN DALAM RUPIAH

ADALAH SEBESAR RP. 600.000,00

BERDASARKAN KEDUA PERHITUNGAN TERSEBUT DAPAT

DIGAMBARKAN TITIK BREAK EVEN DARI PERUSAHAAN SPC YANG

MENGGAMBARKAN JUMLAH PRODUKSI MINIMUM YANG HARUS

DICAPAI OLEH PERUSAHAAN AGAR PERUSAHAN TIDAK

MENDERITA KERUGIAN SEBAGAI BERIKUT :

24

Page 25: Operation Management

DAPAT KITA KETAHUI BAHWA PRODUKSI MINIMAL PERUSAHAAN

SPC ADALAH 3000 UNIT ATAU PEMASUKAN MINIMAL DARI

PENJUALAN SEBESAR RP. 600.000,00 AGAR PERUSAHAAN TIDAK

MENDERITA KERUGIAN. PRODUKSI ATAU PENJUALAN DIATAS

3000 UNIT ATAU RP. 600.000,00 ADALAH PENJUALAN ATAU

PRODUKSI YANG MENDATANGKAN LABA BERSIH PERUSAHAAN.

DENGAN BATASAN KAPASITAS LABA BERSIH PERUSAHAAN.

DENGAN BATASAN KAPASITAS PRODUKSI MAKSIMAL SEBESAR

5000 UNIT PRODUK MAKA VOLUME PRODUKSI YANG

MENDATANGKAN LABA BAGI PERUSAHAAN TERLETAK DALAM

INTERVAL 3000 SAMPAI DENGAN 5000 UNIT PRODUK. VOLUME

PRODUKSI ATAU PENJUALAN DI BAWAH 300 UNIT AKAN

MENDATANGKAN KERUGIAN BAGI PERUSAHAAN SEDANGKAN

VOLUME PRODUKSI ATAU PENJUALAN DI ATAS 5000 UNIT TIDAK

AKAN MAMPU DIPENUHI OLEH PERUSAHAAN. LUAS PRODUKSI

TR

TC

BEPBiaya Variabel

Biaya Tetap

3000 4500 5000

600.000

Rugi

Rp

Gambar Titik Break Even Perusahaan “SPC”

300.000

0 Q (Unit)

Laba

25

Page 26: Operation Management

YANG OPTIMUM DARI PERUSAHAAN ADALAH SEBESAR 4500

UNIT, MENGINGAT KAPASITAS PERMINTAAN YANG MASUK SAAT

INI ADALAH SEBESAR 4500 UNIT. PERHITUNGAN LABA AKAN

DISAJIKAN SEBAGAI BERIKUT :

PENJUALAN 4500 X RP. 200,00 = RP. 900.000,00

BIAYA PRODUKSI :

- BIAYA TETAP = RP. 300.000,00

- BIAYA VARIABEL 4500 X RP. 100,00 = RP. 450.000,00

- BIAYA TOTAL = RP. 750.000,00

- LABA BERSIH = RP. 150.000,00

- PADA LUAS PRODUKSI SEBESAR 4500 UNIT, LABA RP.

150.000,00

DI DALAM MENENTUKAN LUAS PRODUKSI DENGAN

METODE BREAK EVEN HANYA DAPAT DITETAPKAN PADA

PERUSAHAAN-PERUSAHAAN YANG MENGHASILKAN SATU MACAM

PRODUK. UNTUK PERUSAHAAN YANG MENGHASILKAN BEBERAPA

MACAM PRODUK TIDAK DAPAT MENGGUNAKAN METODE BREAK

EVEN UNTUK MENENTUKAN LUAS PRODUKSI. JADI METODE INI

TIDAK DAPAT DITERAPKAN PADA SEMUA PERUSAHAAN

TERGANTUNG PADA JENIS PRODUK YANG DIHASILKAN. DALAM

ASUMSI–ASUMSI BREAK EVEN SUDAH TIDAK RELEVAN JIKA

DITERAPKAN PADA KONDISI SAAT INI.

PENDEKATAN MARGINAL COST (MC) DAN MARGINAL

REVENUE (MR)

26

Page 27: Operation Management

PENDEKATAN INI AKAN DIJADIKAN SEBAGAI ALAT UNTUK

MENENTUKAN LUAS PRODUKSI DIMANA LUAS PRODUKSI YANG

OPTIMAL TERJADI PADA SAAT TITIK MARGINAL COST SAMA

DENGAN TITIK MARGINAL REVENUE. UNTUK MENGHASILKAN

SEJUMLAH BIAYA ATAU ONGKOS TERTENTU, KEMUDIAN ATAS

PENJUALAN PRODUK TERSEBUT NANTINYA AKAN MENDAPATKAN

PENGEMBALIAN SERTA TINGKAT KEUNTUNGAN YANG

DIHARAPKAN. ANALISIS MARGINAL COST DAN MARGINAL

REVENUE AKAN MEMBICARAKAN MENGENAI BIAYA DAN

PENDAPATAN.

BIAYA MARGINAL ADALAH KENAIKAN DARI TOTAL COST YANG

DIAKIBATKAN OLEH DIPRODUKSINYA TAMBAHAN SATU UNIT

OUTPUT. SEDANGKAN MARGINAL REVENUE ADALAH KENAIKAN

DARI TOTAL REVENUE YANG DISEBABKAN OLEH PENJALAN

TAMBAHAN SATU UNIT OUTPUT.

DARI PENGERTIAN TERSEBUT MAKA DAPAT DIKATAKAN BAHWA

SETIAP ADANYA TAMBAHAN SATU UNIT OUTPUT AKAN

BERAKIBAT ADANYA TAMBAHAN PADA TOTAL BIAYA MAUPUN

PADA TOTAL PENDAPATAN YANG DIPEROLEH. DALAM ANALISIS

INI, LUAS PRODUKSI YANG OPTIMAL DAPAT DICAPAI DENGAN

CARA MEMBANDINGKAN ANTARA MARGINAL COST DENGAN

MARGINAL REVENUE, DIMANA PADA SAAT KURVA MARGINAL

COST DAN MARGINAL REVENUE TERSEBUT BERPOTONGAN ATAU

PADA SAAT MARGINAL COST SAMA DENGAN MARGINAL

REVENUE.

27

Page 28: Operation Management

HUBUNGAN MARGINAL COST DENGAN MARGINAL REVENUE

DALAM PENENTUAN LUAS PRODUKSI YANG OPTIMAL DILIHAT

PADA GAMBAR SEBAGAI BERIKUT :

KETERANGAN :

Q1 = LUAS PRODUKSI YANG OPTIMAL

C1 = BIAYA PRODUKSI PERUNIT

P1 = HARGA JUAL PERUNIT

DARI GAMBAR TERSEBUT TERLIHAT BAHWA TITIK E MERUPAKAN

PERPOTONGAN ANTARA MARGINAL COST DENGAN MARGINAL

REVENUE ATAU MC = MR = P = D YANG MERUPAKAN TITIK

KESEIMBANGAN BAGI PERUSAHAAN. LUAS PRODUKSI Q1 MERUPAKAN

LUAS PRODUKSI YANG PALING OPTIMAL YANG AKAN MENGHASILKAN

KEUNTUNGAN MAKSIMAL. LUAS PRODUKSI YANG LEBIH BESAR

ATAUPUN KURANG DARI Q1 AKAN MENGHASILKAN KEUNTUNGAN

YANG LEBIH KECIL. JADI TITIK Q1 AKAN TERCAPAI PADA SAAT

MARGINAL COST SAMA DENGAN MARGINAL REVENUE, YANG BERARTI

APABILA PRODUKSI LEBIH DARI Q1 MAKA MARGINAL COST LEBIH

BESAR DARI MARGINAL REVENUE. AGAR LEBIH MUDAH DALAM

PEMAHAMAN METODE MR DAN MC INI, DIBERIKAN SEBUAH CONTOH

SEBAGAI BERIKUT :

PERUSAHAAN “OKE” MENGHADAPI FUNGSI PERMINTAAN (DEMAND)

YANG DITUNJUKKAN OLEH PERSAMAAN :

Q = 110 – 2 P, SEDANGKAN STRUKTUR BIAYA TOTAL PERUSAHAN

ADALAH :

TC = 100 + 5 Q + 2 Q2

28

Keuntungan Maksimal

P1

C1

0 Q1Q (Unit)

MR = P = D

ACMC

E

Rp

Gambar II.8Hubungan Marginal Cost, Marginal Revenue dan Luas Produksi

Page 29: Operation Management

DARI DATA TERSEBUT TENTUKAN LUAS PRODUKSI OPTIMAL DAN

BERAPA KEUNTUNGAN MAKSIMAL YANG AKAN DIPEROLEH

PERUSAHAAN.

JAWAB:

FUNGSI PERMINTAAN :

Q = 110 – 2 P

2 P = 110 – Q

P =

P = 55 – 0,5 Q

TR = P – Q

TR = (55 – 0,5 Q) (Q)

TR = 55 Q – 0,5 Q2

LABA MAKSIMAL BILA MR = MC

MR = = 55 – Q

MR = = 5 + 4 Q

MR = MC

55 – Q = 5 + 4 Q

55 – Q = 4 Q + Q

50 = 5 Q

Q = 10 UNIT

JADI LUAS PRODUKSI OPTIMAL = 10 UNIT

PEMBUKTIAN MR = MC

MR = 55 – Q

MR = 55 – 10 = 45

MC = 5 + 4 Q

29

Page 30: Operation Management

MC = 5 + 4 (10) = 45

MENCARI RATA-RATA BIAYA (AC) :

AC =

TC = 100 + 5 Q + 2 Q2

TC = 100 + 5 (10) + 2 (10)2

TC = 100 + 50 + 200

TC = 350

AC = = 35

JADI LABA MAKSIMAL PERUSAHAAN ADALAH = TR – TC

TR = 55 Q – 0,52

TR = 55 (10) – 0,5 (10)2

TR = 550 – 50 = 500

= TR – TC

= 500 – 350

= 150

KESIMPULAN :

DARI GAMBAR TERSEBUT DAPAT TERLIHAT BAHWA TITIK E

MERUPAKAN PERPOTONGAN ANTARA MARGINAL REVENUE DAN

MARGINAL COST YANG MERUPAKAN TITIK KESEIMBANGAN BAGI

PERUSAHAAN. LUAS PRODUKSI OPTIMAL TERJADI PADA TINGKAT

PRODUKSI 10 UNIT. PADA TINGKAT PRODUKSI 10 UNIT MR = MC

YAITU SEBESAR RP. 45,- DAN PERUSAHAAN AKAN MEMPEROLEH LABA

MAKSIMAL SEBESAR RP 150,-. OLEH KARENA ITU UNTUK

MEMPEROLEH LABA MAKSIMAL PERUSAHAAN HARUS MEMPRODUKSI

30

MCAC

MR

Q (Unit)100

35

45

MC, MR, AC

E

Laba MaksimalRp 150,-

Gambar Hubungan Marginal Revenue dan Marginal Cost

Page 31: Operation Management

SEBESAR 10 UNIT DENGAN BIAYA RATA-RATA PERUNIT RP. 35,-. JIKA

PERUSAHAAN MEMPRODUKSI LEBIH KECIL ATAU LEBIH BESAR DARI 10

UNIT MAKA PERUSAHAN TIDAK AKAN MEMPEROLEH LABA MAKSIMAL.

UNTUK MENENTUKAN LUAS PRODUKSI DAPAT MENGGUNAKAN

METODE MR DAN MC, TETAPI METODE INI HANYA TERBATAS PADA

PERUSAHAAN YANG MEMPRODUKSI SATU MACAM PRODUK. METODE

INI KURANG TEPAT UNTUK MENENTUKAN LUAS PRODUKSI PADA

PERUSAHAAN YANG MEMPRODUKSI BERMACAM-MACAM PRODUK.

METODE PENDEKATAN LINEAR PROGRAMMING

LINEAR PROGRAMMING MERUPAKAN SUATU MODEL UMUM YANG

DAPAT DIGUNAKAN DALAM PEMECAHAN MASALAH

PENGALOKASIAN SUMBER-SUMBER YANG TERBATAS SECARA

OPTIMAL. MASALAH TERSEBUT TIMBUL APABILA SESEORANG

DIHARUSKAN UNTUK MEMILIH ATAU MENENTUKAN TINGKAT

SETIAP KEGIATAN YANG AKAN DILAKUKANNYA, DIMANA MASING-

MASING KEGIATAN MEMBUTUHKAN SUMBER YANG SAMA

SEDANGKAN JUMLAHNYA TERBATAS.

MODEL LINEAR PROGRAMMING MERUPAKAN BENTUK DAN

SUSUNAN DALAM MENYAJIKAN MASALAH-MASALAH YANG AKAN

DIPECAHKAN DENGAN TEKNIK LINEAR PROGRAMMING. DI DALAM

MODEL LINEAR PROGRAMMING DIKENAL DUA MACAM FUNGSI

YAITU FUNGSI TUJUAN (OBJECTIVE FUNCTION) DAN FUNGSI

BATASAN (CONSTRAINT FUNCTION).

FUNGSI TUJUAN ADALAH FUNGSI YANG MENGGAMBARKAN TUJUAN

ATAU DASAR DIDALAM PERMASALAHAN LINEAR PROGRAMMING

YANG BERKAITAN DENGAN PENGATURAN SECARA OPTIMAL

31

Page 32: Operation Management

SUMBER DAYA-SUMBER DAYA UNTUK MEMPEROLEH KEUNTUNGAN

MAKSIMAL ATAU BIAYA MINIMAL, PADA UMUMNYA FUNGSI TUJUAN

DINYATAKAN DENGAN Z.

FUNGSI BATASAN MERUPAKAN BENTUK PENYAJIAN SECARA

MATEMATIS BATASAN-BATASAN YANG TERSEDIA YANG AKAN

DIALOKASIKAN SECARA OPTIMAL KE BERBAGAI KEGIATAN. UNTUK

MEMUDAHKAN PEMBAHASAN MODEL LINEAR PROGRAMMING INI,

DIGUNAKAN SIMBOL-SIMBOL SEBAGAI BERIKUT :

M : MACAM BATASAN-BATASAN SUMBER ATAU FASILITAS YANG

TERSEDIA

N : MACAM KEGIATAN-KEGIATAN YANG MENGGUNAKAN

SUMBER ATAU FASILITAS TERSEBUT.

I : NOMOR SETIAP MACAM SUMBER ATAU FASILITAS YANG

TERSEDIA (I : 1,2,…,M).

J : TINGKAT KEGIATAN YANG MENGGUNAKAN SUMBER ATAU

FASILITAS YANG TERSEDIA (J : 1,2,…,N).

AIJ : BANYAKNYA SUMBER I YANG DIPERLUKAN UNTUK

MENGHASILKAN SETIAP UNIT KELUARAN OUTPUT KEGIATAN

(I : 1,2,…,M DAN J :1,2,…,N).

BIJ : BANYAKNYA SUMBER FASILITAS I YANG TERSEDIA UNTUK

DIALOKASIKAN KE SETIAP UNIT KEGIATAN (I : 1,2,…N)

Z : NILAI YANG DIOPTIMALKAN (MAKSIMUM ATAU MINIMIUM)

CJ : KENAIKAN NILAI Z APABILA ADA PERTAMBAHAN TINGKAT

KEGIATAN (XJ) DENGAN SATU-SATUAN (UNIT), ATAU

32

Page 33: Operation Management

MERUPAKAN SUMBANGAN SETIAP SATU KELUARAN

KEGIATAN J TERHADAP NILAI Z.

MODEL MATEMATIS YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGEMUKAKAN

SUATU PERMASALAHAN LINEAR PROGRAMMING :

FUNGSI TUJUAN :

MAKSIMUMKAN Z = C1X1 + C2X2 + C3X3 + … + CNXN

BATASAN-BATASAN :

1. A11X1 + A12X2 + A13X3 + … +A1NXN B1

2. A21X1 + A22X2 + A23X3 + … +A2NXN B2

. .

. .

M. AM1X1 + AM2X2 + AM3X3 + … +AMNXN BM

DAN X1 0, X2 0, …, XN 0

ASUMSI-ASUMSI DASAR :

ASUMSI DASAR LINEAR LINEAR PROGRAMMING DAPAT DIPERINCI

SEBAGAI BERIKUT :

O PROPORTIANALLY

ASUMSI INI BERARTI BAHWA NILAI Z DAN PENGGUNAAN SUMBER

ATAU FASILITAS YANG TERSEDIA AKAN BERUBAH SECARA

SEBANDING (PROPORSIONAL) DENGAN PERUBAHAN TINGKAT

KEGIATAN.

O ADDITIVITY

ASUMSI INI BERARTI BAHWA NILAI TUJUAN TIAP KEGIATAN TIDAK

SALING MEMPENGARUHI ATAU DALAM LINEAR PROGRAMMING

DIANGGAP BAHWA KENAIKAN DARI NILAI TUJUAN (Z) YANG

33

Page 34: Operation Management

DIAKIBATKAN OLEH KENAIKAN SUATU KEGIATAN DAPAT

DITAMBAHKAN TANPA MEMPENGARUHI BAGIAN NILAI Z YANG

DIPEROLEH DARI KEGIATAN LAIN.

O DIVISIBILITY

ASUMSI INI MENYATAKAN BAHWA KELUARAN (OUTPUT) YANG

DIHASILKAN OLEH SETIAP KEGIATAN DAPAT BERUPA BILANGAN

PECAHAN. DEMIKIAN PULA DENGAN NILAI Z YANG DIHASILKAN.

O DETERMINISTIC

ASUMSI INI MENYATAKANBAHWA SEMUA PARAMETER YANG

TERDAPAT DALAM MODEL LINEAR PROGRAMMING DAPAT

DIPERKIRAKAN DENGAN PASTI, MESKIPUN DENGAN TEPAT.

CARA PEMECAHAN MASALAH DENGAN PENDEKATAN LINEAR

PROGRAMMING INI DAPAT DILAKUKAN MENGGUNAKAN DUA

METODE YAITU METODE GRAFIK DAN METODE SIMPLEX.

METODE GRAFIK

METODE GRAFIK HANYA DAPAT MENYELESAIKAN MODEL LINEAR

PROGRAMMING YANG MEMILIKI DUA VARIABEL KEPUTUSAN ATAU

HANYA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENYELESAIKAN MASALAH

PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI OPTIMUM UNTUK DUA JENIS

PRODUK.

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAKAN METODE GRAFIK DAPAT

DITUNJUKKAN SECARA RINGKAS SEBAGAI BERIKUT :

MENENTUKAN FUNGSI TUJUAN DAN

MEMFORMULASIKANNYA DALAM BENTUK MATEMATIS

34

Page 35: Operation Management

MENGIDENTIFIKASIKAN BATASAN-BATASAN YANG BERLAKU

DAN MEMFORMULASIKAN DALAM BENTUK MATEMATIS

MENGGAMBARKAN MASING-MASING GARIS FUNGSI

BATASAN DALAM SATU SISTEM SALIB SUMBU

MENCARI TITIK YANG PALING MENGUNTUNGKAN (OPTIMAL)

DIHUBUNGKAN DENGAN FUNGSI TUJUAN

UNTUK LEBIH JELASNYA MASALAH LINEAR PROGRAMMING DENGAN

METODE GRAFIK DISAJIKAN SUATU CONTOH SEDERHANA :

PERUSAHAAN MAJU PERKASA MENGHASILKAN DUA MACAM PRODUK

YAITU JAKET DAN KEMEJA. PERUSAHAAN ITU MEMILIKI TIGA MACAM

MESIN, MESIN PERTAMA KHUSUS UNTUK MEMBUAT JAKET, DAN MESIN

KEDUA UNTUK MEMBUAT KEMEJA, SEDANGKAN MESIN KETIGA UNTUK

MEMBUAT JAKET DAN KEMEJA. UNTUK PRODUK JAKET DIKERJAKAN

DIMESIN PERTAMA SELAMA 6 JAM, KEMUDIAN TANPA MELALUI MESIN

KEDUA LANGSUNG DIKERJAKAN DIMESIN KETIGA SELAM 8 JAM.

UNTUK PRODUK KEMEJA DIKERJAKAN SELAMA 3 JAM, DAN MESIN

KETIGA SELAMA 6 JAM. JAM KERJA SETIAP HARI UNTUK MESIN

PERTAMA 20 JAM, JAM MESIN KEDUA 15 JAM DAN MESIN KETIGA

ADALAH 48 JAM. SUMBANGAN LABA SETIAP PRODUK JAKET ADALAH

RP. 70.000,00 DAN SETIAP PRODUK KEMEJA RP. 30.000,00. DARI

DATA TERSEBUT DAPAT DISUSUN KE DALAM TABEL SEPETI TERLIHAT

PADA TABEL DI BAWAH INI :

UNTUK MELAKUKAN FORMULASI MASALAH DI ATAS MAKA PERTAMA-

TAMA TENTUKAN DAHULU SIMBOL YANG AKAN DIPAKAI :

X1 = JUMLAH PRODUK JAKET YANG AKAN DIBUAT SETIAP HARI

35

Page 36: Operation Management

X2 = JUMLAH PRODUK KEMEJA YANG AKAN DIBUAT SETIAP HARI

Z = JUMLAH SUMBANGAN SELURUH PRODUK JAKET DAN KEMEJA

YANG DIPEROLEH

SEBELUM MEMPRAKTEKKAN LANGKAH-LANGKAH METODE GRAFIK

AKAN DIURAIKAN MASALAH YANG PALING KRITIS, YAITU

MENGGAMBARKAN GARIS-GARIS DAN FUNGSI-FUNGSI BATASAN.

FUNGSI BATASAN DINYATAKAN DALAM TANDA YAITU :

- KURANG DARI ATAU SAMA DENGAN ( )

- LEBIH DARI ATAU SAMA DENGAN ( )

- SAMA DENGAN (=)

LANGKAH-LANGKAH PENGGUNAAN METODE GRAFIK SECARA RINGKAS

SEBAGAI BERIKUT :

1) MENENTUKAN FUNGSI TUJUAN DAN MEMFORMULASIKAN DALAM

BENTUK MATEMATIS

Z = 7 X1 + 3 X2

2) MENGIDENTIFIKASIKAN BATASAN-BATASAN YANG BERLAKU DAN

MEMFORMULASIKANNYA DALAM BENTUK SISTEMATIS

A) 6X1 30

B) 3X2 15

C) 8X1 + 6 X2 30

D) X1 0, X2 0

3) MENGGAMBARKAN MASING-MASING GARIS FUNGSI BATASAN

DALAM SATU SISTEM SALIB SUMBU

FUNGSI BATASAN YANG PERTAMA AKAN DIGAMBARKAN SEBAGAI

GARIS TEGAK LURUS PADA SUMBU X1 DI TITIK 6 X1 = 30, X1 = 5

36

Page 37: Operation Management

FUNGSI BATASAN YANG KETIGA DIGAMBARKAN DENGAN TERLEBIH

DAHULU MENCARI TITIK POTONG GARIS 8X1 + 6 X2 = 48

X2 = 0 MAKA 8X1 + 6 (0) = 48,

X1 = 6, TITIK POTONG TERHADAP SUMBU X1 DI TITIK 6

X1 = 0 MAKA 8 (0) + 6 X2 = 48,

X2 = 8, TITIK POTONG TERHADAP SUMBU X2 DI TITIK 8

SECARA LENGKAP KETIGA FUNGSI BATASAN TERSEBUT DAPAT

DIGAMBARKAN SEBAGAI BERIKUT:

BAGIAN YANG DIARSIR DISEBUT DAERAH FEASIBLE. DAERAH

FEASIBLE ADALAH DAERAH YANG MEMENUHI PERSYARATAN YANG

TELAH DITETAPKAN OLEH KETIGA FUNGSI BATASAN, ATAU

MERUPAKAN DAERAH KEMUNGKINAN-KEMUNGKINAN KOMBINASI

PRODUK YANG MEMENUHI BATASAN.

1 2 3 4 5 6 7 8

8

7

6

5

4

3

2

1

3X2= 15

6X1 = 30

8X1+6X2 = 48

D

A

B

C

X1

Grafik dari Fungsi Batasan “ Maju Perkasa”

37

X2

Page 38: Operation Management

4) MENCARI TITIK YANG PALING MENGUNTUNGKAN (OPTIMAL DI

HUBUNGKAN DENGA FUNGSI TUJUAN)

TITIK O = PADA TITIK INI NILAI X1 = 0, X2 = 0, MAKA Z = 0

TITIK A = PADA TITIK INI NILAI X1 = 5, DAN X2 = 0, SEHINGGA

Z = 7 (5) + 3 (0) = 35

TITIK B = PADA TITIK INI X1 = 5, SUBSTITUSIKAN NILAI INI PADA

PERSAMAAN (3) MAKA 8 (5) + 6 X2 = 48, JADI NILAI 6 X2 =

48 – 40

X2 = 8/6 = 1,3

NILAI Z = 7 (05) + 3 (1,3) = 38,9

TITIK C = PADA TITIK INI X2 = 5, SUBSTITUSIKAN NILAI INI PADA

PERSAMAAN (3) MAKA MENJADI 8 X1 + 6(5) = 48, JADI

NILAI 8 X1 = 48 – 30

X1 = 18/8 = 2,25

NILAI Z = 7 (2,25) = 3 (5) = 30,7

TITIK D = PADA TITIK INI NILAI X2 = 5 DAN NILAI X1 = 0

NILAI Z = 7 (0) + 3 (5) = 15

KESIMPULAN :

DI ANTARA KELIMA ALTERNATIF TERSEBUT NILAI Z TERBESAR

ADALAH ALTERNATIF B SEBESAR 38,9 JADI TITIK INI YANG PALING

OPTIMAL DENGAN LABA SETIAP HARI RP. 70.000,00 (5) + 30.000 (1,3)

= RP. 389.000,00. KEPUTUSANNYA ADALAH MANAJEMEN

38

Page 39: Operation Management

PERUSAHAAN “MAJU PERKASA” HARUS MEMPRODUKSI SEBANYAK 5

KODI UNTUK PRODUK JAKET DAN 1,3 KODI UNTUK PRODUK KEMEJA

DENGAN TINGKAT KEUNTUNGAN RP. 389.000,00.

METODE SIMPLEX

APABILA SUATU MASALAH LINEAR PROGRAMMING HANYA

MENGANDUNG DUA KEGIATAN (ATAU VARIABEL-VARIABEL

KEPUTUSAN) SAJA, MAKA AKAN DAPAT DISELESAIKAN DENGAN

METODE GRAFIK. TETAPI BILA MELIBATKAN LEBIH DARI DUA

KEGIATAN MAKA METODE GRAFIK TIDAK DAPAT DIPERGUNAKAN LAGI,

SEHINGGA DIPERLUKAN METODE SIMPLEKS. METODE SIMPLEKS

MERUPAKAN SUATU CARA YANG LAZIM DIPAKAI UNTUK MENENTUKAN

KOMBINASI OPTIMAL DARI TIGA VARIABEL ATAU LEBIH.

LANGKAH-LANGKAH DALAM MENYELESAIKAN PENENTUAN LUAS

PRODUKSI DENGAN METODE SIMPLEKS ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

1) MENGUBAH FUNGSI TUJUAN DAN BATASAN-BATASAN

FUNGSI TUJUAN DIUBAH MENJADI FUNGSI IMPLISIT MISALNYA

FUNGSI TUJUAN MEMAKSIMUMKAN Z = 12 X1 + 9 X2 DIUBAH

MENJADI FUNGSI IMPLISIT Z – 12 X1 – 9 X2 = 0. FUNGSI BATASAN

INI PADA KEADAAN STANDAR MEMPUNYAI TANDA .

KETIDAKSAMAAN INI HARUS KITA UBAH DALAM BENTUK KESAMAAN

DENGAN MENAMBAH SLACK KAPASITAS, YAITU TAMBAHAN YANG

MEWAKILI TINGKAT PENGANGGURAN ATAU KAPASITAS YANG

MERUPAKAN BATASAN.

2) MENYUSUN PERSAMAAN-PERSAMAAN DI DALAM TABEL

3) MEMILIH KOLOM KUNCI

39

Page 40: Operation Management

KOLOM KUNCI ADALAH KOLOM YANG MERUPAKAN DASAR UNTUK

MENGUBAH TABEL TERSEBUT. PILIHLAH KOLOM YANG MEMPUNYAI

NILAI PADA BARIS FUNGSI TUJUAN YANG BERNILAI NEGATIF PADA

BARIS FUNGSI TUJUAN, BERARTI TABEL ITU TIDAK BISA

DIOPTIMALKAN LAGI KARENA SUDAH OPTIMAL.

4) MENYUSUN BARIS KUNCI

BARIS KUNCI ADALAH BARIS YANG MERUPAKAN DASAR UNTUK

MERUBAH TABEL TESEBUT. UNTUK ITU TERLEBIH DAHULU CARILAH

INDEKS TIAP-TIAP BARIS DENGAN CARA MEMBAGI NILAI-NILAI PADA

KOLOM NILAI KANAN (NK) DENGAN NILAI YANG SEBARIS PADA

KOLOM KUNCI.

INDEKS =

PILIHLAH BARIS YANG MEMPUNYAI INDEKS POSITIF DENGAN ANGKA

TERKECIL. NILAI MASUK DALAM KOLOM KUNCI DAN JUGA

TERMASUK DALAM BARIS KUNCI DISEBUT ANGKA KUNCI.

5) MENGUBAH NILAI BARIS KUNCI

NILAI BARIS KUNCI DIUBAH DENGAN CARA MEMBAGINYA DENGA

ANGKA KUNCI.

6) MENGUBAH NILAI-NILAI SELAIN PADA BARIS KUNCI

NILAI-NILAI BARIS YANG LAIN SELAIN PADA BARIS KUNCI DAPAT

DICARI DENGAN RUMUS SEBAGAI BERIKUT :

BB = BL – (K) X NB

DI MANA :

BB = BARIS BARU

BL = BARIS LAMA

40

Page 41: Operation Management

K = KOEFISIEN PADA KOLOM KUNCI

NB = NILAI BARU BARIS KUNCI

7) MELANJUTKAN PERBAIKAN-PERBAIKAN

ULANGI LANGKAH-LANGKAH PERBAIKAN MULAI LANGKAH KETIGA

SAMPAI DENGAN LANGKAH KEENAM UNTUK MEMPERBAIKI TABEL

YANG SUDAH DIPERBAIKI. PERUBAHAN BARU BERHENTI SETELAH

PADA BARIS PERTAMA (FUNGSI TUJUAN) TIDAK ADA YANG BERNILAI

POSITIF).

41

Page 42: Operation Management

E. PEMILIHAN LOKASI

1. PENTINGNYA LOKASI YANG STRATEGIS

PEMILIHAN LOKASI PABRIK BAIK UNTUK PABRIK YANG BARU

MAUPUN PERLUASAN PABRIK (EKSPANSI) DIMAKSUDKAN UNTUK

MEMPEROLEH LOKASI STRATEGIS YANG MAMPU MEMBERIKAN

EFISIENSI YANG MAKSIMUM. LOKASI SANGAT MEMPENGARUHI

BIAYA BAIK BIAYA TETAP MAUPUN BIAYA VARIABEL, DAN

AKHIRNYA AKAN MEMPENGARUHI PENDAPATAN ATAU LABA.

PERUSAHAAN MELAKUKAN EKSPANSI DAPAT DISEBABKAN OLEH

BEBERAPA HAL SEPERTI ANTARA LAIN :

FASILITAS FASILITAS PRODUKSI SUDAH KETINGGALAN.

PERMINTAAN PASAR TUMBUH BERKEMBANG SEHINGGA

KAPASITAS PRODUKSI YANG DIMILIKI PERLU DIPERBESAR.

FASILITAS PENDUKUNG SEPERTI TENAGA KERJA DAN LAIN

LAIN TIDAK LAGI MENCUKUPI.

PEMILIHAN LOKASI MERUPAKAN KEPUTUSAN YANG SANGAT

PENTING BAGI MANAGER OPERASI , DIA HARUS DAPAT MEMILIH

SUATU LOKASI YANG IDEAL DAN STRATEGIS, MELALUI BERBAGAI

ANALISIS YANG TELITI.

2. FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMILIHAN LOKASI

BEBERAPA FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKAN DALAM

PEMILIHAN LOKASI DAPAT DIURAIKAN SEBAGAIBERIKUT:

42

Page 43: Operation Management

LOKASI PASAR

SUMBER BAHAN BAKU

TRANSPORTASI

SUMBER ENERGI ATAU TENAGA LISTRIK

IKLIM

BURUH ATAU TENAGA KERJA DAN TINGKAT UPAH

PERATURAN PEMERINTAH

SIKAP MASYARAKAT

3. METODE EVALUASI PEMILIHAN LOKASI

BEBERAPA METODE YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK

MENENTUKAN ATAU MENGEVALUASI SUATU LOKASI YANG IDEAL

ATAU YANG PALING MENGUNTUNGKAN :

METODE BEBAN SKOR

METODE PERBANDINGAN BIAYA

METODE BREAK EVENT POINT

METODE TRANSPORTASI

METODE BEBAN SKOR

METODE BEBAN SKOR SUATU METODE PENENTUAN LOKASI

SECARA KWALITATIF, METODE INI SNGAT MUDAH UNTUK

DIGUNAKAN, TETAPI PENILAIANNYA SANGAT SUBJEKTIF. SKOR

DIBERIKAN PADA SETIAP FAKTOR YANG AKAN DINILAI DALAM

PEMILIHAN LOKASI. DAN SETIAP FAKTOR JUGA DIBERI BOBOT

BERDASARKAN TINGKAT KEPENTINGAN MASING MASING

FAKTOR.

LANGKAH LAKAH PENYELESAIAN

1. MENENTUKAN FAKTOR YANG DINILAI

43

Page 44: Operation Management

2. MEMBERIKAN SKOR UNTUK SETIAP FAKTOR

3. MEMBERIKAN BOBOT PADA SETIAP FAKTOR

4. MENGALIKANN SKOR DENGAN BOBOT SETIAP FAKTOR

5. MENENTUKAN LOKASI

CONTOH :

SEORANG INVESTOR AKAN MENDIRIKAN USAHA PEMOTONGAN

SAPI DARI HASIL SURVEI TELAH DITENTUKAN 3 ALTERNATIF

LOKASI YAITU X. SLEMAN, Y. BANTUL, DAN Z. KOTA

YOGYAKARTA, FAKTOR FAKTOR YANG AKAN DINILAI TERKAIT

DENGAN USAHA TERSEBUT MELIPUTI : SUMBER BAHAN BAKU,

SEWA TEMPAT, SARANA TRANSPORTASI, KETERSEDIAAN TENAGA

KERJA, PEMBUANGAN LIMBAH.

PENYELESAIAAN :

PENENTUAN SKOR UNTUK SETIAP FAKTOR SEBAGAI TABEL BERIKUT :

FAKTOR YANG DINILAILOKASI POTENSIALX Y Z

1. SUMBER BAHAN BAKU2. SEWA TEMPAT3. SARANA TRASPORTASI4. KETERSEDIAAN TENAGA KERJA5. PEMBUANGAN LIMBAH

34433

43234

11421

KETERANGAN SKOR :1. KURANG2. SEDANG3. BAIK4. SANGAT BAIK

PENENTUAN BOBOT UNTUK MASING MASING FAKTOR:1. SUMBER BAHAN BAKU = 202. SEWA TEMPAT = 25

44

Page 45: Operation Management

3. SARANA TRANSPORTASI = 154. TENAGA KERJA = 155. PEMBUANGAN LIMBAH = 30

FAKTORYANG DINILAIBOBOT KALI SKOR

BOBOT X Y Z1. SUMBER BAHAN BAKU2. SEWA TEMPAT3. SARANA TRASPORTASI4. KETERSEDIAAN TENAGA

KERJA5. PEMBUANGAN LIMBAH

2025101530

60100404590

80752045

120

2025403030

JUMLAH BEBAN SKOR 335 340 145

DARI HASIL ANALISIS LOKASI YANG DIPILIH ADALAH LOKASI YANG MEMPUNYAI BOBOT SKOR TERTINGGI YAITU : Y (BANTUL)

METODE PERBANDINGAN BIAYA

DALAM PEMILIHAN LOKASI DENGAN MEMBANDINGKAN TOTAL

BIAYA PADA MASING MASING ALTERNATIF LOKASI YANG AKAN

DIPILIH.

CONTOH :

SEBUAH PERUSAHAAN SEDANG MENGEVALUASI PENDIRIAN

PABRIK BARU, TERDAPAT TIGA ALTERNATIF LOKASI YAITU

SLEMAN, BANTUL, DAN KOTA YOGYAKARTA, BESARNYA BIAYA

TETAP DAN BIAYA VARIABEL UNTUK MASING MASING

ALTERNATIF ADALAH :

SLEMAN,

BIAYA TETAP (FC) RP.600.000,- DAN BIAYA VARIABEL (VC) PER

UNIT RP.1600,-/UNIT

BANTUL,

BIAYA TETAP (FC) RP.900.000,- DAN BIAYA VARIABEL (VC) PER

UNIT RP.1200,-/UNIT

45

Page 46: Operation Management

KOTA YOGYAKARTA,

BIAYA TETAP (FC) RP.1.200.000,- DAN BIAYA VARIABEL (VC) PER

UNIT RP.800,-/UNIT

RENCANA PRODUKSI ANTARA 500 UNIT – 1200 UNIT DENGAN

HARGA JUAL PERUNIT SEBESAR RP.3.200,- UNTUK MASING

MASING ALTERNATIF. LOKASI MANA YANG SEBAIKNYA DIPILIH ?.

PENYELESAIAN :

MENENTUKAN FUNGSI BIAYA PADA MASING-MASING

LOKASI :

SLEMAN ------- TC = 600.000 + 1600 X

BANTUL...........TC = 900.000 + 1200 X

KOTA YOGYA....TC = 1.200.000 +800 X

TOTAL BIAYA PADA KAPASITAS PRODUKSI 500 UNIT

SLEMAN ------- TC = 600.000 + 1600 (500) = RP. 1.400.000

BANTUL...........TC = 900.000 + 1200 (500) = RP. 1.500.000

KOTA YOGYA....TC = 1.200.000 +800 (500) = RP. 1.600.000

TOTAL BIAYA PADA KAPASITAS PRODUKSI 1200 UNIT

SLEMAN ------- TC = 600.000 + 1600 (1200) = RP. 2.520.000

BANTUL...........TC = 900.000 + 1200 (1200) = RP. 2.340.000

KOTA YOGYA....TC = 1.200.000 +800 (1200) = RP. 2.160.000

DARI ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAPAT DISIMPULKAN

SEBAGAI BERIKUT :

1. JIKA KAPASITAS PRODUKSI 500 UNIT MAKA LOKASI SLEMAN

YANG TERBAIK.

2. JIKA KAPASITAS 1200 UNIT MAKA LOKASI KOTA YOGYA YANG

TERBAIK.

46

Page 47: Operation Management

4. STRATEGI LOKASI PELAYANAN JASA

ANALISIS LOKASI PADA SEKTOR INDUSTRI ADALAH

MEMINIMALKAN BIAYA, TETAPI ANALISIS LOKASI PADA SEKTOR

PELAYANAN JASA ADALAH MEMAKSIMUMKAN PENDAPATAN.

F.MANUSIA DAN SISTEM KERJA

1. MANUSIA DAN SISTEM KERJA

KINERJA MANUSIA MERUPAKAN SUMBANGAN YANG SANGAT

PENTING BAGI KINERJA ORGANISASI, KARENA SUATU

ORGANISASI TIDAK AKAN BERFUNGSI TANPA MANUSIA.

KONSEKWENSINYA MANAGER OPERASI HARUS MEMBENTUK

STRATEGI SUMBERDAYA MANUSIA (SDM) YANG TEPAT UNTUK

MENEMPATKAN SDM YANG TERSEDIA UNTUK MENDUKUNG

OPERASI ORGANISASI ATAU PERUSAHAAN.

BILA PERHATIAN KITA FOKUS PADA MANUSIA DAN SYSTEM

KERJA, MAKA HARUS MEMPERHATIKAN BAHWA MANUSIA :

DIMANFAATKAN SECARA EFISIEN DALAM ORGANISASI.

MEMILIKI MUTU KEHIDUPAN KERJA YANG BAIK.

MUTU KEHIDUPAN KERJA YANG PALING BAIK ADALAH SUATU

PEKERJAAN YANG TIDAK HANYA AMAN DAN KOMPENSASINYA

47

Page 48: Operation Management

SEBANDING, TETAPI JUGA MEMENUHI KEBUTUHAN FISIK DAN

PSIKOLOGIS YANG CUKUP.

KENDALA ATAU HAMBATAN MANUSIA DAN SYSTEM KERJA

ANTARA LAIN :

STRATEGI PRODUK

TEKNOLOGI,PERALATAN DAN PROSES

KEPUTUSAN LOKASI

KEPUTUSAN TATA LETAK (LAYOUT)

KLASIFIKASI PEKERJAAN DAN ATURAN KERJA YANG KETAT

DENGAN PENETAPAN SPESIFIKASI SIAPA AKAN MENGERJAKAN APA,

KAPAN PEKERJAAN ITU DAPAT MEREKA LAKUKAN, DAN DALAM

KONDISI APA MEREKA DAPAT MENGERJAKAN. KLASIFIKASI

PEKERJAAN DAN ATURAN KERJA TERSEBUT MEMBATASI

FLEKSIBILITAS KARYAWAN SEHINGGA MENURUNKAN

FLEKSIBILITAS FUNGSI OPERASI/PRODUKSI.

2. DESAIN PEKERJAAN

MENENTUKAN SPESIFIKASI TUGAS TUGAS YANG TERKANDUNG

DALAM PEKERJAAN UNTUK SESEORANG ATAU SUATU KELOMPOK.

ENAM KOMPONEN DESAIN PEKERJAAN YANG HARUS

DIPERHATIKAN YAITU :

SPESIALISASI TENAGA KERJA

PERLUASAN PEKERJAAN

UNSUR KEJIWAAN

KELOMPOK KERJA YANG MANDIRI

MOTIVASI DAN SISTEM INSENTIF

48

Page 49: Operation Management

ERGONOMIS DAN CARA CARA KERJA

SPESIALISASI TENAGA KERJA

PEMBAGIAN TENAGA KERJA ATAU JUGA DISEBUT SPESIALISASI

TENAGA KERJA ATAU SPESIALISASI PEKERJAAN AKAN MEMBANTU

MENEKAN BIAYA TENAGA KERJA DENGAN BEBERAPA CARA :

KARYAWAN MENGALAMI PENGEMBANGAN KETERAMPILAN DAN

PROSES BELAJAR YANG LEBIH CEPAT KARENA ADANYA

PENGULANGAN PEKERJAAN.

BERKURANGNYA WAKTU YANG TERBUANG KARENA

KARYAWAN TIDAK BERGANTI GANTI PEKERJAAN.

PERALATAN AKAN BERKEMBANG DAN INVESTASI AKAN

BERKURANG

PERLUASAN PEKERJAAN

BERBAGAI UPAYA UNTUK MENINGKATKAN MUTU KERJA DENGAN

BERPINDAH DARI SISTEM SPESIALISASI PEKERJAAN KEARAH

DESAIN PEKERJAAN YANG LEBIH BERVARIASI. VARIASI AKAN

MEMBUAT PEKERJAAN MENJADI LEBIH BAIK SEHINGGA MUTU

KERJA KARYAWAN MENINGKAT DAN AKHIR NYA MENGUNTUNG

KAN KARYAWAN DAN ORGANISASI.

MODIFIKASI PEKERJAAN DILAKUKAN DENGAN BERBAGAI CARA :

PEMBESARAN PEKERJAAN (JOB ENLARGEMENT) YAITU

PADA PEKERJAAN YANG BERSANGKUTAN DITAMBAHKAN

TUGAS TUGAS YANG MEMBUTUHKAN KEAHLIAN YANG SAMA

49

Page 50: Operation Management

(PENAMBAHAN INI BIASANYA AKAN MENGHASILKAN TUGAS

TUGAS YANG MEMBOSANKAN BAGI KARYAWAN)

ROTASI PEKERJAAN (JOB ROTATION) YAITU MEMBERIKAN

KARYAWAN PENGALAMAN DENGAN PEKERJAAN LAIN, DIMANA

KARYAWAN DAPAT BERPINDAH PEKERJAAN TERSPESIALISASI

KE PEKERJAAN TERSPESIALISASI LAINNYA.

PENGAYAAN PEKERJAAN (JOB ENRICHMENT) PADA

PEKERJAAN DITAMBAHKAN UNSUR PERENCANAAN DAN

PENGENDALIAN

UNSUR KEJIWAAN

STRATEGI SDM YANG EFEKTIF JUGA MEMERLUKAN UNSUR

KEJIWAAN (PSIKOLOGI) DARI DESSAIN PEKERJAAN. UNSUR

KEJIWAAN DARI DESAIN PEKERJAAN MEMFOKUSKAN PADA

BAGAIMANA MENDESASIN PEKERJAAN YANG MEMENUHI

BEBERAPA KEBUTUHAN MINIMAL KEJIWAAN.

DALAM MENDESAIN PEKERJAAN YANG DAPAT MEMENUHI

KEBUTUHAN KEJIWAAN MENCAKUP :

VARIASI KEAHLIAN, PEKERJAAN ITU HARUS MENUNTUT

PEKERJA UNTUK MENGGUNAKAN BERBAGAI KEAHLIAN DAN

BAKAT.

IDENTITAS KEAHLIAN, PEKERJAAN ITU HARUS MEMUNGKINKAN

PEKERJA UNTUK MEMANDANG PEKERJAAN ITU SECARA

MENYELURUH DAN MENGETAHUI DIAWAL SAMPAI AKHIR

SUATU PEKERJAAN.

50

Page 51: Operation Management

PENTINGNYA PEKERJAAN, PEKERJAAN HARUS MEMBERIKAN

SUATU PERASAAN BAHWA PEKERJAAN TERSEBUT MEM

PENGARUHI ORGANISASI DAN MASYARAKATNYA.

OTONOMI, PEKERJAAN ITU HARUS MEMUNGKINKAN SESEORANG

DALAM MELAKSANKAN PEKERJAAN MEMPUNYAI KEBEBASAN,

KETIDAK TERGANTUNGAN, DAN KELELUASAAN.

UMPAN BALIK, PEKERJAAN ITU HARUS MEMBERIKAN INFORMASI

YANG JELAS DAN TEPAT WAKTU ATAS KINERJA YANG

DIHARAPKAN.

KELOMPOK KERJA YANG MANDIRI

SISTEM KELOMPOK KERJA DITERAPKAN UNTUK MEMUPUK RASA

SALING PERCAYA DAN SALING TERIKAT DAN MEMBERIKAN

KARAKTERISTIK INTI PEKERJAAN. KELOMPOK KERJA YANG

MANDIRI MERUPAKAN SUATU KELOMPOK KERJA YANG TERDIRI

DARI ORANG ORANG YANG BERDAYA GUNA YANG BEKERJA SAMA

UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG SAMA. KELOMPOK KERJA

EFEKTIF KARENA DENGAN MUDAH MEMBERDAYAKAN

KARYAWAN, MELAKSANAKAN KARAKTERISTIK PEKERJAAN INTI,

DAN MEMBERIKAN BANYAK HAL DARI KEBUTUHAN KEJIWAAN

ANGGOTA KELOMPOK.

UNTUK MEMAKSIMALKAN EFEKTIVITAS KELOMPOK MANAJER

HARUS DAPAT :

MEMASTIKAN BAHWA MEREKA YANG KONTRIBUSINYA

DIAKUI AKAN DIMASUKKAN KEDALAM KELOMPOK.

MEMBERIKAN DUKUNGAN MANAJEMEN.

MEMASTIKAN PELATIHAN YANG DIPERLUKAN.

51

Page 52: Operation Management

MENYARANKAN TUJUAN YANG JELAS BAGI KELOMPOK ITU,

KELOMPOK YANG SUKSES HARUS MEMPEROLEH PENGHARGAAN

DAN PENGAKUAN.

HARUS MENYADARAI BAHWA KERJA TERSEBUT ADA

SIKLUS HIDUPNYA

BEBERAPA HAMBATAN PERLUASAN PEKERJAAN:

BIAYA MODAL YANG LEBIH TINGGI

BANYAK YANG LEBIH MENGINGINKAN PEKERJAAN YANG

LEBIH SEDERHANA

DIBUTUHKAN TINGKAT UPAH YANG TINGGI

KETERSEDIAAN TENAGA KERJA MENURUN

MUNGKIN AKAN TIMBUL PENINGKATAN TINGKAT

KECELAKAAN

TEKNOLOGI YANG ADA TIDAK MEMUNGKINKAN

3. Standart Tenaga Kerja dan Pengukuran Kerja

G. DESAIN TATA LETAK4. Pentingnya Desain Tata Letak 5. Jenis Tata Letak

H. MANAJEMEN PERSEDIAAN6. Fungsi Persediaan7. Manajemen Persediaan8. Material Requirement Planning (MRP)

I. SISTEM JUST IN TIME9. Sejarah da Filosofi Just in Time

52

Page 53: Operation Management

10.Tata Letak Just in Time11.Penjadwalan Just in Time12.Just in Time dalam Sektor Jasa

J. PENGAWASAN KWALITAS13.Pengertian dan Rusng Lingkup Pengaasan Kwalitas14.Pengawasan Kwalitas secara Statistik (SQC)15.Pengawasan Mutu Terpadu , TQC , TQM

53