Modul MRP Bu Hesti

download Modul MRP Bu Hesti

of 25

  • date post

    26-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    373
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Modul MRP Bu Hesti

58

MANAJEMEN OPERASIONALMANAJEMEN PERSEDIAAN

MODUL : 5, 6 & 7 OLEH : Hesti Maheswari SE.,M.Si

PROGRAM KELAS KARYAWAN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MERCU BUANA JAKARTA 2008

59

MANAJEMEN PERSEDIAAN INVENTORY MANAGEMENTPersediaan Merupakan bagian yang penting dalam operation management karena membutuhkan modal atau dana yang cukup besar dana mempengaruhi penyerahan barang-barang pada para pelanggan. financial. Yang dimaksud dengan inventory adalah : bahan baku, barang dalam proses, bahan pembatu, barang jadi supplies. Tujuan inventory controll adalah menyediakan persediaan dengan mutu dalam jumlah dan waktu yang sesuai dengan permintaan. Jumlah yang disediakan tidak terlalu banyak agar investasi tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu sedikit agar jika ada kekurangan, harga inventory tidak terlalu mahal. Permasalahan yang dihadapi dalam inventory controll adalah ;1.

Pengaturan inventory

berpengaruh terhadap semua fungsi bisnis seperti operation, marketing dan

Item mana saja yang harus disediakan atau disimpan di gudang. Suatu item akan selalu disediakan sebagai suatu persediaan di Gudang atau dibeli. Yang perlu diperhatikan juga apakah item yang ada akan terus disimpan atau sudah waktunya ditukar atau diganti. Mungkinsaja banyak itemyang sudah rusak atau ketinggalan jaman.

2. Berapa jumlah persediaan yang harus dibeli. Kita harus mengetahui terlebih dahulu biaya-biaya yang berhubungan dengan inventory3.

Kapan waktunya suatu pembelian harus dilakukan. Suatu inventory controll yang bagaimana yang harus digunakan.

Fungsi persediaan yaitu :1.

Fungsi decoupling dilakukan oleh perusahaan yang mengadakan pengelompokkan operasional secara terpisah. internal dan eksternal mempunyai kebebasan Memungkinkan operasi

2.

Fungsi economic lot size penyimpanan persediaan bahan dalam jumlah besar dengan mempertimbangkan adanya discount pembelian, kapasitas dan kondisi gudang serta keperluan operasi. Fungsi antisipasi penyimpanan persediaan berfungsi sebagai penyelamat jika terjadi kelambatan datangnya pesanan atau jika ada permintaan musiman.

3.

60

Biaya yang ditimbulkan oleh persediaan, yaitu : 1. Biaya penyimpanan (holding cost atau carying cost) Bervariasi langsung dengan kuantitas persediaan, terdiri dari : Biaya modal Biaya keusangan Biaya asuransi persediaan Biaya pajak persediaan Biaya perhitungann fisik dan konsolidasi laporan Biaya kecurian, rusak dan perampokan Biaya asuransi Biaya penanganan persediaan Biaya ekspedisi Biaya upah Biaya telepon Biaya surat-menyurat Biaya pemeriksaan penerimaan Biaya mesin yang menganggur Biaya persiapan tenaga kerja langsung Biaya penjadwalan Biaya ekspedisi Biaya fasilitas penyimpanan

2. Biaya pemesanan (ordering cost atau procurement cost)

3. Biaya penyiapan atau pemasangan (set-up cost)

4. Biaya kehabisan stok (Shortage cost) Biaya kehilangan penjualan Biaya kehilangan pelanggan Biaya pemesanan khusus Selisih harga Biaya terganggunya operasi Biaya tambahan pengeluaran kegiatan manajerial

Jenis-jenis Persediaan Persediaan bahan baku Persediaan barang dalam proses

61

Persediaaan MRO (maintanance and repair operation) Persediaan barang jadi Manajemen Persediaan Manajer operasi dapat menetapkan suatu sistem untuk mengelola persediaan. Terdapat 2 hal yang harus diselelsaikan oleh manajer operasi yaitu : 1. How inventory items can be classified 2. How accurate inventory record can be maintained How inventory items can be classified Analisis ABC Analisis ABC membagi persediaan di tangan ke dalam tiga kelompok berdasarkan volume tahunan dalam jumlah uang. penerapan persediaan dengan prinsip Pareto. Analisis ABC merupakan Prinsip Pareto menyatakan

bahwa memfokuskan sumber daya pada bagian persediaan penting walaupun jumlahnya sedikit dan bukan pada bagian persediaan yang banyak namun sepele. Kelas A (70-80%) Persediaan dengan nilai uang yang tinggi >< volume rendah Kelas B (30%) Persediaan dengan nilai uang sedang >< volume sedang Kelas C (5%) Persediaan dengan nilai rendah >< volume tinggi Contoh : Silicon chipsInc., produsen chip I mega super cepat, telah mengatur pengelolaan persediaan yang terdiri atas 10 butir persediaan dengan menggunakan dasar volume tahunan dalam nilai uang. Yang ditampilkan berikut ini adalah butir-butir persediaan perusahaan tersebut, permintaan tahunan atas butir tersebut, biaya per unit, volume tahunan dalam nilai uang dan persentase setiap butir persediaan terhadap keseluruhan persediaan. Pada tabel di bawah ini kami tunjukkan butir-butir ini dikelompokkan menjadi klasifikasi ABC

62

NO. PERSED.

A-10286 A-11526 A-12760 B-10867 B-10500 B-12572 C-14075 C-01036 C-01307 C-10572 Jumlah

% PERSED YG DIMASUKKAN DALM STOK 20% 30%

VOL. TAHUNA N 1.000 500 1.550 350 1.000 600 2.000 100 1.200 250

BI. PER UNIT $90,00 154,00 17,00 42,86 12,50 14,17 0,60 8,50 0,42 0,60

VOL THN DLM NILAI UANG 90.000 77.000 26.350 15.001 12.500 8.502 1.200 850 504 150 232.057

50%

100%

% VOL THN DLM NILAI UANG 38,8% 33,2% 72% 11,4% 6,5% 5,4% 23% 3,7% 0,5% 0,4% 0,2% 0,1% 5%

KELAS

A A B B B C C C C C

Kriteria selain volume tahunan dalam nilai uang dapat menentukan klasifikasi butir persediaan. Misalnya, perubahan teknis yang diantisipasi, masalahmasalah pengiriman, masalah mutu, atau biaya per unit yang tinggi dapat membawa butir persediaan naik ke dalam klasifikasi yang lebih tinggi. Keuntungan yang ada. Kebijakan yang dapat didasarkan pada analisis ABC mencakup hal-hal di bawah ini : 1. 2. Perkembangan sumber daya pembelian yang dibayarkan kepada pemasok harus lebih tinggi untuk butir persediaan A dibandingkan butir persediaan C Butir persediaan A, berlainan dengan butir persediaan B dan C, harus dikendalikan secara lebih ketat; mungkin karena butir persediaan A ini ditempatkan di wilayah yang lebih tertutup dan mungkin karena keakuratan catatan persediaannya harus lebih sering diverifikasi. 3. Meramalkan butir persediaan A mungkin harus lebih berhati-hati daripada meramalkan butir (kelas) persediaan yang lain. pembagian butir-butir persediaan ke dalam kelas-kelas memungkinkan ditetapkannya kebijakan dan pengendalian untuk setiap kelas

63

How accurate inventory record can be maintained Keakuratan catatan mengenai persediaan penting dalam sistem produksi dan persediaan. Keakuratan ini memungkinkan organisasi untuk dapat membuat keputusan yang tepat mengenai pemesanan, penjadwalan, dan pengangkutan. Model persediaan Independent stock Inventory Models Dependent stock Inventory models for independent demand 1. EOQ Model adalah suatu model yang digunakan untuk menentukan jumlah pembelian yang paling ekonomis.

EOQ =

2RS -------PI 2RS -------C

Jika biaya simpan mrp. persentase dari harga

EOQ = R S P C/I

Jika biaya simpan dalam rupiah

= permintaan dalam 1 tahun = biaya pemesanan = harga bahan baku per unit = biaya simpan

a. Model deterministik Situasi persediaan bahan dengan asumsi sebagai berikut : Pola tingkat penggunaan bahan konstan Tingkat harga bahan baku per unit sama selama 1 periode, Lead time konstan S, I/C konstan selama satu periode

terdapat cukup banyak di pasaran

Model deterministik terdiri dari : 1. Model simple lot size Contoh :

64

Kebutuhan bahan baku sebuah perusahaan selama satu tahun adalah 10.000 unit dengan harga Rp 300,- / unit. Biaya pesan Rp 40.000,- dan biaya simpan 33% dari harga bahan baku per unit. Lead time = 9 hari dan hari kerja per tahun diperhitungkan 300 hari. Tentukan : 1. EOQ 2. Tentukan ROP 3. Frekwensi pesanan dalam setahun 2 2 Jawab : EOQ = 4. Interval waktu pesanan

Artinya = ROP = (R x L) : EDY ROP = Artinya = Frekwensi pesanan dalam setahun = R/EOQ Frekwensi pesanan dalam setahun = Artinya = Interval waktu pesanan = EOQ/R x EDY Interval waktu pesanan = Artinya = Total cost = (R/EOQ) S + (EOQ/2 ) C Atau Total cost = (R/EOQ) S + (EOQ/2 ) PxI Atau Total cost = (R/EOQ) S + (EOQ/2 ) C + R x P

65

2. Model sensitivitas Analisis ini memberikan petunjuk adanya kesalahan ukuran baik dalam perhitungan biaya maupun dalam kuantitas persediaan. Contoh : Kebutuhan bahan baku sebuah perusahaan untuk 1 tahun adalah 150.000 unit dengan biaya pesan Rp 40.000,- dan biaya simpan 20% dari harga bahan baku Rp 150,-/unit. pesanan persediaan 40.000 unit Apakah jumlah pesanan tersebut berdasarkan Perhitungan EOQ? Akibat apa yang ditanggung oleh perusahaan dengan pesanan 40.000 unit tersebut? Jawab : EOQ = Artinya = Total cost tanpa EOQ dan Total cost dengan EOQ Total cost tanpa EOQ = Perusahaan telah mengadakan

Total cost dengan EOQ =

Kerugian =

3. Model angsuran Untuk menentukan jumlah pembelian bahan baku yang cepat rusak. Contoh : Kebutuhan bahan baku udang galah pada pabrik kerupuk selama satu tahun adalah 1000 ton dengan harga Rp 1.500.000,-/ton. Biaya setiap

66

kali memesan adalah Rp 50.000,-. Biaya simpan 60% (mahal karena harus mampu mempertahankan kesegaran uang). Pembelian udang hanya dari satu pemasok yang mampu melayani 6 ton perhari, sedangkan kapasitas penyerapan untuk proses pengawetan dan produksi kerupuk 4 ton per hari. Berapakah jumlah pesanan yang paling ekonomis jika tidak ada stockout? Jawab :

EOQ =

2RS --------------------PI (1 Y/X)

b. Model Stokastik (probabilistik) Model deterministik kurang peka terhadap kodisi perusahaan yang bervariasi, seperti misalnya : Contoh : Kebutuhan bahan baku sebuah perusahaan selama 1 tahun 16.000 unit. Biaya simpan per unit Rp 12,-. Biaya per pesanan Rp 60,-. Biaya stockout Penggunaan persediaan yang tidak konstan ( R ) Penggunaan harian yang bervariasi (d) Lead time tidak konstan (L