Model Peminatan

download Model Peminatan

of 53

  • date post

    21-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    2.118
  • download

    1

Embed Size (px)

description

Kurikulum 2013, model peminatan

Transcript of Model Peminatan

1 Pendahuluan

MODEL PENGEMBANGAN PEMINATAN, LINTAS MINAT DAN PENDALAMAN MINAT DI SMA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAANDIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN MENENGAHDIREKTORAT PEMBINAAN SMA2013

Model Penyelenggaraan Peminatan_Final_230813Page i

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadlirat Allah SWT atas rahmat yang selalu terlimpah dalam segenap kehidupan, sehingga dapat tersusunnya Naskah Model Pengembangan Analisis Kualitatif dan Analisis Hasil Belajar Peserta Didik di SMA.

Naskah Model Pengembangan Analisis Kualitatif dan Analisis Hasil Belajar Peserta Didik di SMA ini dimaksudkan sebagai acuan dalam pelaksanaan dan pengembangan tugas pokok guru dalam melakukan analisis kualitatif naskah soal dan analisis hasil belajar peserta didik. Analisis kualitatif dilaksanakan agar menghasilkan naskah soal yang memenuhi kriteria substansi, konstruksi dan bahasa. Sedangkan analisis hasil belajar peserta didik untuk melakukan tindak lanjut melalui program remedial, pengayaan, konseling dan perbaikan proses pembelajaran.

Atas tersusunnya naskah ini penulis menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memfasilitasi, membantu dan mendukung kelancaran penyusunannya melalui berbagai bentuk. Naskah ini masih jauh dari kesempurnaan, dan masih banyak celah-celah kekurangan, untuk itu saran, masukan dan kritik yang konstruktif sangat diperlukan untuk penyempurnaannya.

Akhirnya semoga naskah bisa bermanfaat bagi rekan-rekan guru dalam mengembangkan dan melaksanakan tugas-tugasnya, terutama dalam tugas pengembangan instrumen penilaian, maupun analisis hasil penilaian sebagai acuan pengembangan tindak lanjut pembelajaran.

Jakarta, .. 2013Direktur Pembinaan SMA

Harris Iskandar, Ph.DNIP: 196204291986011001

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARiDAFTAR ISI1BAB IPENDAHULUAN2A.Latar Belakang2B.Tujuan4C.Ruang Lingkup4BAB IIPENGERTIAN DAN KONSEP5A.Pengertian Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat5B.Konsep Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat9BAB IIIMEKANISME DAN PROSEDUR12A.Pengorganisasian12BLangkah-langkah Penentuan Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat13BAB IVPENUTUP23DAFTAR PUSTAKA24LAMPIRAN

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangSebagai konsekuensi keberadaan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 32 tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pemerintah, dalam hal ini Direktorat Pembinaan SMA menerbitkan berbagai model pendukung pembelajaran agar penyelenggaraan pendidikan di seluruh wilayah Indonesia dapat memenuhi acuan atau standar tertentu. Berbagai standar tersebut adalah: (1) standar isi, (2) standar kompetensi lulusan, (3) standar proses, (4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, (5) standar sarana dan prasarana, (6) standar pengelolaan, (7) standar pembiayaan, dan (8) standar penilaian pendidikan.

Upaya pencapaian standar kompetensi lulusan (SKL) sebagaimana Permendikbud No. 54 tahun 2013, standar isi yang mencakup lingkup materi minimal dan tingkat kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal sesuai Permendikbud No. 64 tahun 2013, serta kerangka dasar dan struktur kurikulum Permendikbud No 69 tahun 2013 yang merupakan landasan filosofis, sosiologis, psikopedagogis, dan yuridis yang berfungsi sebagai acuan pengembangan struktur kurikulum pada tingkat nasional dan pengembangan muatan lokal pada tingkat daerah serta pedoman pengembangan kurikulum pada Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, merupakan pengorganisasian kompetensi inti, matapelajaran, beban belajar, dan kompetensi dasar pada setiap Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah, isi kurikulum yang terdiri dari kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD), serta struktur kurikulum yang akan dicapai dan diikuti oleh peserta didik melalui proses pembelajaran dalam jenjang dan waktu tertentu.Permendikbud 81A tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum mengamanatkan bahwa Pendidikan merupakan proses sistematik untuk meningkatkan martabat manusia secara holistik yang memungkinkan potensi diri (afektif, kognitif, psikomotor) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, tingkat perkembangan, minat, kecerdasan intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik. SKL terdiri atas kriteria kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan dapat dicapai setelah menyelesaikan masa belajar secara tuntas di satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Agar KD, KI, maupun SKL tercapai, satuan pendidikan perlu mengelola stuktur kurikulum dengan cermat sehingga pada pelaksanaannya sejalan dengan kemampuan dan minat peserta didik.

Pilihan kelompok peminatan merupakan bagian penting dalam upaya pencapaian SKL, KI, dan KD oleh peserta didik. Hal ini dikarenakan ketepatan dalam memilih kelompok peminatan merupakan bagian dari rencana awal peserta didik untuk menentukan fakultas atau jurusan pada jenjang pendidikan selanjutnya yakni perguruan tinggi.

Untuk membantu peserta didik mencapai berbagai kompetensi yang diharapkan, pemilihan kelompok peminatan menjadi bagian penting diusahakan setepat mungkin. Dengan demikian, matapelajaran yang diambil akan sesuai dengan minat dan kemampuan serta berdampak pada perkembangan fisik dan psikologisnya. Dalam PP nomor 32 tahun 2013 Pasal 77K ayat (1) bagian a, b, dan c dinyatakan bahwa strukutur kurikulum di SMA terdiri dari muatan umum, muatan peminatan akademik, dan muatan lintas minat akademik. Hal ini diperjelas dalam Permendikbud No. 69 tahun 2013 bahwa matapelajaran-matapelajaran dikelompokan ke dalam a). Kelompok matapelajaran wajib, b). Kelompok matapelajaran peminatan, dan c). Pilihan Kelompok Peminatan dan Pilihan Matapelajaran Lintas Kelompok Peminatan. Oleh karena itu, satuan pendidikan sebaiknya memfasilitasi peserta didik dalam mengambil kelompok matapelajaran peminatan sesuai minat yang didukung dengan kemampuan. Satuan pendidikan diharapkan mampu melayani kebutuhan peserta didik yang dituangkan dalam ketentuan khusus berupa dokumen sekolah. Dokumen ini selanjutnya menjadi acuan untuk pelaksanaan pemilihan kelompok peminatan maupun pemilihan matapelajaran lintas kelompok peminatan pada setiap awal tahun pelajaran dan acuan pelaksanaan pendalaman minat awal tahun pelajaran bagi pesrta didik kelas XI atau XII.

Guna mengimplementasikan Permendikbud nomor 54/2013 tentang SKL, Permendikbud nomor 64/2013 tentang SI, serta Permendikbud nomor 69/2013 tentang kerangka dasar dan struktur kurikulum, Direktorat Pembinaan SMA memandang perlu menyusun model penyelenggaraan peminatan, lintas minat, dan pendalaman minat SMA sehingga dapat dijadikan acuan oleh satuan pendidikan.

B. TujuanModel ini bertujuan :1. memberikan pemahaman lebih luas untuk melaksanakan pilihan kelompok peminantan, lintas minat, dan pendalaman minat;2. memberikan gambaran strategi implementasi pelaksanaan pilihan kelompok peminantan, lintas minat, dan pendalaman minat;3. mendorong peningkatan mutu pembelajaran melalui pilihan kelompok peminantan, lintas minat, dan pendalaman minat yang tepat; dan4. memberikan gambaran pindah pilihan kelompok peminatan.

C. Ruang Lingkup

Ruang lingkup model ini meliputi pengertian dan konsep penyelenggaraan peminatan, lintas minat, dan pendalaman minat serta pengorganisasiannya.

Model Penyelenggaraan Peminatan_Final_230813Page 5BAB IIPENGERTIAN DAN KONSEP

A. Pengertian Peminatan, Lintas Minat, dan Pendalaman Minat1. Pengertian PeminatanPeminatan adalah suatu keputusan yang dilakukan peserta didik untuk memilih kelompok matapelajaran sesuai minat, bakat, dan kemampuan selama mengikuti pembelajaran di SMA. Pemilihan peminatan dilakukan atas dasar kebutuhan untuk melanjutkan keperguruan tinggi.Struktur kurikulum merupakan sekelompok matapelajaran yang dapat diikuti dan diambil selama peserta didik menempuh pendidikan seperti tertuang dalam PP No. 32 tahun 2013, Pasal 77B ayat (1) Struktur Kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, muatan Pembelajaran, matapelajaran, dan beban belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan, dalam ayat (4) Struktur Kurikulum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan pengorganisasian matapelajaran untuk setiap satuan pendidikan dan/atau program pendidikan, serta ayat (7) Struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan menengah terdiri atas: a. muatan umum; b. muatan peminatan akademik; c. muatan akademik kejuruan; dan d. muatan pilihan lintas minat/peminatan.

Demikian juga struktur kurikulum SMA sebagaimana tercantum dalam Permendikbud nomor 69 tahun 2013 matapelajaran yang dapat diikuti dan diambil terdiri atas Kelompok Matapelajaran Wajib dan Matapelajaran Pilihan. Matapelajaran pilihan terdiri atas pilihan akademik untuk Sekolah Menengah Atas. Matapelajaran pilihan ini memberi corak kepada fungsi satuan pendidikan, dan didalamnya terdapat pilihan sesuai dengan minat peserta didik. Struktur ini menerapkan prinsip bahwa peserta didik merupakan subjek dalam belajar yang memiliki hak untuk memilih matapelajaran sesuai dengan minatnya.

Tabel 1: Matapelajaran Pendidikan MenengahMATAPELAJARANALOKASI WAKTU PER MINGGU

XXIXII

Kelompok A (Wajib)

1.Pendidikan dan Budi Pekerti333

2.Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan222

3.Bahasa Indonesia444

4.Matematika444

5.Sejarah Indonesia222

6.Bahasa Inggris222

Kelompok B (Wajib)

7.Seni Budaya222

8.Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan333

9.Prakarya dan Kewirausahaan222

Jumlah Jam Pelajaran Kelompok A dan B per minggu242424

Kelompok C (Peminatan)

Matapelajaran Peminatan Akademik (SMA/MA)182020

Matapelajaran Pe