Menggambar Teknik

Click here to load reader

  • date post

    17-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    204
  • download

    12

Embed Size (px)

description

Menggambar Teknik. Oleh: Ekoyanto Pudjiono. DAFTAR ISI. Menggambar Teknik. Penunjukan ukuran: parallel dll. pendahuluan. Menyiapkan gambar. Penunjukan ukuran: koordinat. peralatan. Tipe garis dan tebal garis. Penunjukan ukuran sempit. meja gambar. Penujukan ukuran. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript of Menggambar Teknik

  • Menggambar TeknikOleh: Ekoyanto PudjionoDAFTAR ISI

  • Menggambar Teknikpendahuluanperalatanmeja gambarkertas gambarkepala gambarstandar skalastandar hurufstandar garisMenyiapkan gambarTipe garis dan tebal garisPenujukan ukuranPenunjukan toleransi Tata letak gambarProyeksi ortografikGambar irisan - pendahuluanMengarsir Menggambar bagian berulirGambar rangkaianPenunjukan ukuran: koordinatSTOP?Penunjukan ukuran: parallel dllPenunjukan ukuran sempitPenunjukan ukuran lubangPenunjukan ukuran radiusIrisan satu bidangIrisan dua bidangIrisan separoIrisan sebagianIrisan yang manakah?Mengarsir obyek bersentuhanMengarsir bahan tipisMengarsir bagian yang luasPenunjukan ukuran lingkaranKe Halaman Judul

  • Gambar teknikSarana komunikasi dalam proses merancang dan mengkonstruksi benda Harus dapat menunjukkan bentuk serta ukuran bendaHarus memenuhi aturan-aturan standar.Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Perancang dan Pengkonstruksi Perancang menuangkan ide kedalam bentuk gambar.Pengkonstruksimengerjakan benda dengan pedoman gambar.Perancang dan pengkonstruksiharus menguasai dasar dan aturan standar yang digunakan dalam gambar teknikKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Peralatan menggambar Meja gambarMistar gambar panjangMistar gambar segitigaPensil Karet penghapus Jangka Busur derajad Rapidograph Mal gambar dan huruf Plester (designer adhesive) Kertas gambar (terdapat beberapa macam)Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Syarat meja gambar Umumnya terbuat dari kayu yang berserat halusPermukaannya rata, halus, dan licin Tidak terlalu keras atau lunakSisi kiri dan atas daun meja rata dan halus untuk menggeser-geser mistar gambar Posisi daun meja sedikit menurun (condong) untuk mencegah kelelahanUkuran meja disesuaikan dengan ukuran kertasKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Ukuran meja gambarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

    Ukuran kertasUkuran meja, mm2A0950 x 1270A1650 x 920A2470 x 650A3336 x 470

  • Mistar gambar panjang Digunakan bila tidak ada mesin gambar atau draughfting machineUntuk menarik garis-garis panjang horisontal (garis-garis vertikal atau menyudut dibuat dengan bantuan segitiga gambar)Terbuat dari kayu tahan bengkokan dan tidak berubah bentukTerdiri atas daun mistar dan kepala mistar yang menyilang membentuk sudut 90 pada salah satu ujungnyaPanjangnya minimum sama dengan panjang papan gambarKepala mistar ditekan menempel pada sisi kiri papan gambar Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Mistar gambar segitiga Untuk menarik garis-garishorisontal, vertikal, dan miringTerbuat dari plastik transparanagar garis-garis gambar di bawahnya dapat terlihatPilih yang Keras, benar-benar lurus, dan tidak mudah rusakTerdapat dua jeniskombinasi sudut 90, 30 dan 60kombinasi sudut 90, 45 dan 45Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • PensilTingkat kekerasan pensil (Black , Firm, Hard): lunak (4B, 3B, 2B, B)sedang (HB, F)keras (H s/d 9H)Gambar teknik menggunakan H dan 2 HPensil mekanik isinya dapat diganti menjamin ketebalan garis yang seragam. Ukuran isi pensil mekanik 0,25, 0,35, 0,5 dan 0,7

    Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Karet penghapus Jenis karet penghapusKaret lunak untuk menghapus garis gambar pensil Karet tinta untuk menghapus garis gambar tintaGerakan cepat dan tekanan kuat menimbulkan noda pada kertas karena panas akibat gesekanKotoran bekas karet penghapusdihilangkan dengan sikat khusus Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • JangkaBerguna untuk menggambarlingkaranmembagi garismembagi sudutMemiliki dua kaki untuk pensil dan untuk jarumPensil jangan diruncingkan tetapi diasah miring untuk memperoleh ketebalan garis busur yang samaJangka pegas dengan sekrup penyetel di tengah berguna untuk membuat lingkaran berdiameter kecilPenggunaan jangka dianjurkan berputar searah dengan putaran jarum jam tekanan lebih diarahkan pada bagian kaki jarum sebagai sumbu putaranKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Busur derajad Untuk membuat dan membagi sudutTerbuat dari mikaGaris-garis pembagi sudut0 sampai dengan 180 , atau 0 sampai dengan 360 Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Rapidograph Berguna untuk membuat gambar dengan tintabiasanya di atas kertas kalkir untuk diperbanyakUkuran pena sesuai dengan tebal garis0,25, 0,35, 0,5, 07.Bila tidak digunakan ujung pena harus ditutup untuk menghindari kerusakan dari benturanBila tinta tidak bisa keluar perlu dicuci dengan air hangatSaat menarik garis harus rapido tegak lurus dan tidak ditekantidak boleh terlalu cepat agar ketebalannya seragam Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Mal gambar dan mal huruf Berguna untuk membuat gambar dan huruf dengan cepat dan bentuk yang lebih rapiMal bentuk bulatan untuk membuat lingkaran dan setengah lingkaran, terutama yang berdiameter kecilMal lengkung untuk membuat garis-garis lengkung yang sulit dikerjakan dengan jangka Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Plester (designer adhesive) Berguna untuk menempelkan kertas gambar di atas papan mejaagar posisinya tidak bergeserTerdapat jenis plester khusustidak meninggalkan bekas lengket atau kotoran pada kertas jangan menggunakan paku jamurKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Kertas gambar Kertas sketsa atau bagan (kertas milimeter) putih tebal bergaris vertikal dan horisontal berjarak 10 mm x 10 mmuntuk membuat sketsa gambar sementaraKertas putih tebaluntuk membuat gambar kerja dengan skala sebenarnyaKertas kalkirkertas transparan dengan berbagai ukuran ketebalan (dinyatakan dalam gram) untuk membuat gambar dengan tinta untuk keperluan reproduksiKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Standar ukuran kertas Warna kertas gambar adalah putihUkuran dasar kertas gambar 1 m2 dengan perbandingan sisi-sisinya 1: 2Kadang tepi kiri disisakan untuk penjilidan shg jarak garis tepi kiri lebih besar, misalnya 20 mm Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Ukuran standar AUkuran kertas, mmJarak garis tepi, mm A0841 x 118910A1594 x 84110A2420 x 59410A3297 x 42010A4210 x 2975

  • Kepala gambar terletak di bagian sudut kanan bawahmemberikan keterangan tentang gambar yang dibuatberisi informasi-informasi Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Informasi dlm kepala gambarSimbol proyeksi: menunjukkan sistem proyeksi yg digunakansistem proyeksi Amerika kerucut terpancung di sebelah kanan lingkaransistem proyeksi Eropa kerucut terpancung di sebelah kiri lingkaranSkala: harus ditulis meskipun skalanya 1:1Satuan: untuk sistem Internasional digunakan satuan mm (milimeter)Digambar: nama penggambar memudahkan bila ada pertanyaan harus kepada siapaDiperiksa: gambar perlu diperiksa dan ditandatangani oleh atasan atau kepala bagianTanggal: memudahkan dokumentasi dan urutan perkembangan bila terjadi perubahan gambarJurusan/NIM: identitas pembuat gambar perlu dicantumkan untuk mengetahui dari bagian manaKeterangan: berisi peringatan-peringatan yang terkait dengan masalah gambarNama: mencakup Nama Institusi, Judul Gambar, Ukuran Kertas, Nomor Urut GambarNama bagian-bagian benda: Kalau benda yang digambar merupakan susunan bagian-bagian maka perlu dicantumkan nama bagian-bagian beserta jumlah, bahan dan normalisasi yang ada Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Kepala gambarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • TUGAS 1: KEPALA GAMBARBuatlah kepala gambar dgn ketentuan sbb:Dibuat pada kertas A4Diberi garis tepiDiberi simbol proyeksiDiberi judul gambarDiberi identitas lengkap mhsMengandung kolom nama bagian-bagian bendaKriteria penilaian:Kelengkapan informasi yg diberikanKebenaran ukuran garisKualitas garis: ketebalan seragam, bersih, hitamKerapian pemotongan kertasKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Standardisasi ukuran:SkalaHurufGarisKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Standar skala (memperkecil dan memperbesar gambar)Gambar elemen mesinKe Halaman JudulDAFTAR ISI

    Skala diperkecilSkala diperbesar1:22:11:33:11:55:11:1010:11:2,5 (kadang-kadang)2,5:1

  • Skala yang biasa dipakaidi berbagai bidangKe Halaman JudulDAFTAR ISI

    Gambar MesinGambar SipilGambar Arsitek1:2,51:251:1001:6001:15001:11:251:2501:51:501:2001:6251:20001:21:501:3001:101:801:3001:7501:25001:51:1001:4001:151:1001:4001:10001:30001:101:1251:5001:201:5001:12501:201:200

  • Standar Huruf dan Angka (tipe dan tebalnya)Tipe huruf Tegak (biasa digunakan)Miring 75 Ketebalan huruf Tipis (A): 1/14 hTebal (B): 1/10 h (h = tinggi huruf)Contoh perbandingan tebal dan tinggiKe Halaman JudulDAFTAR ISI

    Tinggi huruf, mm2,53,557101420Tebal huruf (tipe A), mm0,180,250,350,50,711,4Tebal huruf (tipe B), mm0,250,350,50,711,42

  • Jarak hurufI S O 8 1 e j A MR faed

    hbchKe Halaman JudulDAFTAR ISI

    UkuranTipe ATipe BTinggi huruf besar (h)14/14 h10/10 hTinggi huruf kecil (c)10/14 h7/10 hJarak antar huruf (a) 2/14 h2/10 hJarak antar kata (e) 6/14 h6/10 hJarak antar baris (b)22/14 h16/10 h

  • Contoh ukuran hurufTinggi, jarak, tebal (dalam mm) Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Tinggi huruf3,5571014Tinggi huruf kecil2,53,55710Jarak antar huruf0,711,422,8Jarak antar kata2,734,268,4Jarak antar baris57101420Tebal huruf (tipe A)0,250,350,50,71Tebal huruf (tipe B)0,350,50,711,4

  • Bentuk huruf besar miring & tegakI T L E F H N ZX A V M W K YO Q C G D U J PR B S &I T L E F H N ZX A V M W K YO Q C G D U J PR B S &Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Dominasi garis (pada masing-masing grup huruf)Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Huruf kecil: miring dan tegaki l k t v w x zo a b d p q g c eh n r m u y j f s

    i l k t v w x zo a b d p q g c eh n r m u y j f sKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Angka miring dan tegak1 7 40 6 98 3 2 5

    1 7 40 6 98 3 2 5Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • ProporsiTinggi huruf besar: 6 satuanLebarT = 6 satuanL = 5 satuanE Bagian tengah = 3,5 satuan (terletak sedikit keatas)Bagian bawah = 5 satuan Bagian atas = 0,5 satuan < bagian bawahTinggi huruf kecili = 4 satuan; posisi titik pd satuan ke-5k & l = 6 satuant = 5 satuan; posisi batang melintang pd satuan ke-4lainnya = 4 satuanKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Tugas 2: Standar hurufTuliskan beberapa kalimat (bisa syair lagu), dgn ketentuan:Sedikit-dikitnya satu baris untuk jenis huruf: (a) besar tegak, (b) besar miring, (c) kecil tegak, dan (d) kecil miring.Pada kertas A4Diberi kepala gambar lengkap dan garis tepiKriteria penilaian:Kelengkapan komposisi tulisan dan angkaKelengkapan informasi pada kepala gambarKeseimbangan proporsi tulisan dan ruang gambarKonsistensi dan ketaat-asasan (standar) bentuk tulisanKualitas tulisan: kerapian, kebersihan, dan ketebalan hurufKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Standar garis(warna hitam seragam, tebal seragam) Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Contoh garisJenis garisGuna garisTebal garisA4, A3, A2A1, A0Atebal, lurus1. grs gambar yang tampak, 2. grs tepi 0,50,7Btipis, lurus1.grs bantu, 2.grs ukur, 3.grs arsir, 4.grs gambar disederhanakan, 5.grs ulir0,250,35Ctipis, bebas1. penunjukan grs batas gbr yg dihilangkan sebagian0,250,35Dtipis, gores titik1.grs sumbu, 2.lingkar jarak, 3. batas maksimum gerakan benda0,250,35Etipis, gores1. menunjukkan benda yg tak tampak/terhalang bidang lain0,350,5Ftipis, gores titik, kedua ujung tebal1. menunjukkan tanda dan arah pemotongan0,5 & 0,250,7 & 0,35Gtebal, gores titik1. menunjukkan permukaan yg hrs memenuhi persyaratan khusus0,50,7

  • Contoh penggunaan garisKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Pertemuan antara garis garis tegak dan datarPenuh dgn penuhPenuh dgn goresGores dgn goresGaris sumbu dgn garis sumbuGaris sumbu dgn lingkar jarakKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis penuh dgn garis penuh salahsalahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis penuh dengan garis goressalahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis gores dgn garis goressalahsalahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis sumbu dgn garis sumbusalahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis sumbu dgn garis sumbusalah benarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis sumbu dgn lingkar jarak (dari pusat lingkaran)salahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Standardisasi ukuran:GarisKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Standar garis(warna hitam seragam, tebal seragam) Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Contoh garisJenis garisGuna garisTebal garisA4, A3, A2A1, A0Atebal, lurus1. grs gambar yang tampak, 2. grs tepi 0,50,7Btipis, lurus1.grs bantu, 2.grs ukur, 3.grs arsir, 4.grs gambar disederhanakan, 5.grs ulir0,250,35Ctipis, bebas1. penunjukan grs batas gbr yg dihilangkan sebagian0,250,35Dtipis, gores titik1.grs sumbu, 2.lingkar jarak, 3. batas maksimum gerakan benda0,250,35Etipis, gores1. menunjukkan benda yg tak tampak/terhalang bidang lain0,350,5Ftipis, gores titik, kedua ujung tebal1. menunjukkan tanda dan arah pemotongan0,5 & 0,250,7 & 0,35Gtebal, gores titik1. menunjukkan permukaan yg hrs memenuhi persyaratan khusus0,50,7

  • Pertemuan antara garis garis tegak dan datarPenuh dgn penuhPenuh dgn goresGores dgn goresGaris sumbu dgn garis sumbuGaris sumbu dgn lingkar jarakKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis penuh dgn garis penuh salahsalahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis penuh dengan garis goressalahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis gores dgn garis goressalahsalahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis sumbu dgn garis sumbusalahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis sumbu dgn garis sumbusalah benarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Garis sumbu dgn lingkar jarak (dari pusat lingkaran)salahbenarKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    MENYIAPKAN GAMBAR TEKNIK ANDARencanakan penggunaan ruang gambar sebaik mungkin.Berapa jumlah pandangan yang akan digambar.Seberapa banyak ruang gambar yang akan digunakan.Usahakan ruang gambar dimanfaatkan semaksimum mungkin.Pandangan yang banyak detail digambar sebesar mungkin, kalau perlu pada lembaran terpisah.Sisakan ruang untuk pemberian dimensi. Rencanakan urutan penggambaran agar tinta basah tdk terkena penggaris.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    STANDAR GARISGaris tidak hanya sekedar menunjukkan bentuk bendaDi dalam gambar teknik perlu memilih jenis garis yang tepat

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Ketebalan garis Gambar teknik menggunakan: garis tebal dan garis tipis Disarankan garis tebal 2 (dua) kali lipat ketebalan gari tipisGaris tebal kontinyu untuk sisi sisi tampakGaris tipis untuk garis arsir, garis sumbu pusat, garis ukuran, dan garis proyeksi

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Bentuk garis garis gores titik untuk menunjukkan garis sumbu garis sumbu pusat lingkaran, silinder, garis simetri garis gores digunakan untuk penunjukan detil gambar yang penting (tak tampak) misal tebal dinding, kedalaman lubang.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Penunjukan ukuranUkuran-ukuran digambar dengan garis tipis kontinyu. Dua garis proyeksi (garis bantu) merupakan batas awal dan akhir ukuran. Garis proyeksi tidak menyentuh dan tegak lurus thd elemen yang diberi ukuran. Satuan ukuran dapat dihilangkan bila sudah disebutkan di dalam keterangan gambar. Satuan sistem internasional menggunakan mm. Semua ukuran yang lbh kecil dari 1 harus didahului angka nol; yakni .35 ditulis 0.35.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Huruf yang digunakan semua catatan dan ukuran harus jelas dan mudah dibaca. biasanya ditulis dengan huruf besar (kapital) agar mudah dibaca. menggunakan ukuran yang sama, sekurang-kurangnya 3 mm.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Penunjukan ukuran Paralel terdiri beberapa garis ukuran paralel. ukuran berawal dari satu garis proyeksi.

    Penunjukan ukuran Superimpose (bertumpuk) Penyederhanaan sistem paralel untuk menghemat ruang. Titik awal dari semua garis ukuran ditunjukkan dgn lingkaran kecil pada perpotongan garis ukuran pertama dan garis proyeksi. Garis ukuran lainnya digambarkan terpotong. Angka ukuran dituliskan di atas garis ukuran, atau segaris dgn garis proyeksi.Penunjukan ukuran Berantai Hanya digunakan bila fungsi obyek tdk dipengaruhi oleh akumulai toleransi. Toleransi menunjukkan ketelitian pengerjaan produk.Penunjukan ukuran Kombinasi Gabungan penunjukan ukuran Berantai dan Paralel.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Penunjukan ukuran Koordinat Dua rangkaian penunjukan ukuran Superimpose saling tegak lurus. Digunakan menentukan titik pusat, misalnya lubang.Penyederhanaan penunjukan ukuran Koordinat

    Menggunakan tabel untuk menunjukkan identitas dan posisi.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Penunjukan ukuran Sempit

    Garis panah ukuran digambarkan di antara dua garis proyeksi akan menyulitkan pembacaan.

    Maka garis panah ukuran diletakkan diluar.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Penunjukan ukuran Lingkaran

    Penunjukan ukuran lingkaran diawali dgn simbol

    Penunjukan ukuran lingkaran diantara perpanjangan dua garis diameter saling tegak lurus. Digunakan bila lingkaran terlalu kecil

    (b) Penunjukan ukuran di dalam lingkaran.

    (c) Penunjukan ukuran lingkaran dari luar lingkaran menggunakan panah mengarah pada pusat lingkaran.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Dimensioning Holes

    Tidak perlu menyebutkan cara pembuatan lubang kecuali terkait fungsi produk.

    Kata lubang tidaak perlu dituliskan kecuali dianggap penting.

    Kedalaman lubang perlu ditunjukkan bila belum pernah ditunjukkan pada gambar pandangan lain.

    Kedalaman lubang menunjukkan kedalaman lubang silindris, bukan sampai pada bagian bekas ujung mata bor.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Penunjukan ukuran Radius

    Penunjukan ukuran radius diawali dengan huruf besar R. Garis panah ukuran digambarkan tegak lurus thd radius dan melewati titik pusat busur. Garis panah hanya satu dan menunjuk garis busur yang diberi ukuran. Terdapat dua metoda penunjukan Radius:(a) Pusat radius terdapat pada gambar. (b) Pusat radius tdk perlu digambarkan.Penunjukan ukuran Tembereng Angka ukuran diawali dengan huruf SR untuk menunjukkan bentuk permukaan Tembereng (Sperical).

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Toleransi

    Ketepatan konstruksi sesuai ukuran pada gambar teknik sulit dipenuhi. Ketepatan tergantung pada proses pembuatan (pabrikasi). Nilai toleransi menunjukkan variasi maksimum yang diijinkan. Setiap ukuran pada gambar harus disertai nilai toleransi Bisa dengan salah satu: nilai toleransi umum berlaku untuk beberapa ukuran, yakni dengan menyatakan Toleransi Umum +/- 0.5 mm. nilai toleransi yang khusus untuk ukuran tersebut. Contoh diatas adalah untuk nilai toleransi khusus. Batas yang lbh besar dituliskan diatas batas yang lebih kecil. Harus dituliskan angka desimal yang tepat; 44.80 tdk boleh ditulis44.8

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Tata letak gambar teknikInformasi umum yang perlu dicatat pada gambar teknik

    JUDUL: Judul gambar.NAMA: Nama orang yang menggambar. DIPERIKSA: Nama (dan tanda tangan) orang kedua yang memeriksa sebelum barang dibuat untuk mengidentifikasi kemungkinan terdapat malasalah.VERSI: Bila gambar diperbaiki secara berkelanjutan maka perlu diberi nomor versi.TANGGAL: Tanggal pembuatan atau revisi gambar.SKALA: Skala gambar. SISTEM PROYEKSI: Menyatakan sistem proyeksi yang digunakan untuk memudahkan orang lain membaca gambar.NAMA INSTITUSI: Menyatakan nama perusahaan atau institusi untuk mengetahui sumber gambar dari mana bila didistribusikan secara luas.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Proyeksi OrtografikTerdapat 2 (dua) sistem proyeksi:

    First angle (kuadran satu) sistem Eropa

    Third angle (kuadran ketiga) sistem Amerika

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Menggambar Irisan Untuk menunjukkan pandangan yang tersembunyi.

    Dibuat menggunakan bidang potong untuk mengiris benda.

    Gambar pandangan irisan tanpa kedalaman dan menunjukkan bentuk bagian benda bekas teriris.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Types of sectioningSectional View in a single planeThe example shows a simple single plane sectional view where object is cut in half by the cutting plane. The cutting plane is indicated on a drawing using the line style used for centre lines, but with a thick line indicating the end of lines and any change in the direction of the cutting plane. The direction of the view is indicated by arrows with a reference letter. The example below shows a sectional view of the cutting plane A - A.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Types of sectioningSectional View in two planesIt is possible for the cutting plane to change directions, to minimise on the number of sectional views required to capture the necessary detail. The example shows a pipe being cut by two parallel planes. The sketch shows where the object is cut.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Types of sectioningHalf Sectional viewsHalf sections are commonly used to show both the internal and outside view of symmetrical objects.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Types of sectioningPart Sectional viewsIt is common practice to section a part of an object when only small areas need to be sectioned to indicate the important details. The example shows a part sectional view to indicate a through-hole in a plate. Notice that the line indicating the end of the section is a thin continuous line.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Which Sectional View? Consider the diagrams and select the correct sectional view.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    HatchingOn sections and sectional views solid area should be hatched to indicate this fact. Hatching is drawn with: a thin continuous line, equally spaced (preferably about 4mm apart, though never less than 1mm) preferably at an angle of 45 degrees.Hatching a single objectWhen you are hatching an object, but the objects has areas that are separated, all areas of the object should be hatched in the same direction and with the same spacing.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Hatching

    Hatching Adjacent objectsWhen hatching assembled parts, the direction of the hatching should ideally be REVERSED on adjacent parts. If more than two parts are adjacent, then the hatching should be STAGGERED to emphasise the fact that these parts are separate.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Hatching

    Hatching thin materialsSometimes, it is difficult to hatch very thin sections. To emphasise solid wall the walls can be filled in. This should only be used when the wall thickness size is less than 1mm

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Hatching

    Hatching large areasWhen hatching large areas in order to aid readabilty, the hatching can be limited to the area near the edges of the part.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Drawing threaded parts

    Drawing ConventionsThreads are drawn with thin lines as shown in this illustration. When drawn from end-on, a threaded section is indicated by a broken circle drawn using a thin line.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Drawing threaded parts

    Frequently a threaded section will need to be shown inside a part.

    The hidden detail is drawn as a thin dashed line.

    The sectional view uses both thick and thin line with the hatching carrying on to the very edges of the object.

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

    Assembly DrawingsFeatures of an assembly drawingDimensionsDetailed dimensions are excluded from assembly drawings. But overall dimensions of the assembled object are usually indicated.If the spatial relationship between parts if important for the product to function correctly then these should also be indicated on the drawing. For example idicating the maximum and minimum clearance between two parts.Internal PartsIf there are internal assemblies, sectional views should be used.Parts listEach part is given a unique number, indicated on the drawing by a circle with the number in it and a leader line pointing to the part. The leader line terminates in an arrow if the line touches the edge of the component, or in a circle if the line terminates inside the part.A table of parts should be added to the drawing to identify each part, an example of a parts list is shown below:Item No.DescriptionQtyMaterialRemarksThe first three items; Item No., Description, and Quantity should be completed for every distint part on your drawing. (i.e. the number of duplicate parts are recorded in the quantity). The material is used for components that are being made within the company. The Remarks column is useful for specifying a manufacturers part number when using bough-in parts.

  • TERIMA KASIHKe Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • Ke Halaman JudulDAFTAR ISI

  • DAFTAR ISI Ke Halaman Judul